Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 16, 2022, 12:04:43 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Puppa Vagga ( 16 )

Dimulai oleh semut-ireng, Juni 20, 2010, 04:38:34 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

semut-ireng

"   Begitu juga di antara orang duniawi,  siswa Sang Buddha Yang Maha Sempurna bersinar menerangi dunia yang gelap ini dengan kebijaksanaannya.  "  (  Puppa Vagga 16,  Dhammapada 59  ).

Sudah ada diskusi tentang sutta di atas di :  www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/tiga-nabi-manusia/75/

Silakan kalau ada yang berpendapat lain.

Pi-One

Kenapa gak anda tanyakan langsung ke forum-forum Buddhis? Ketimbang jadi 'nabi' dan mengklaim itu pengakuan Buddha sebagai siswa Tuhan? :D

semut-ireng

tanya ke forum2 Buddhis ??  ya enggalah,  saya sekedar menyampaikan pendapat,  bukan mengklaim atau apa ............ :D

Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 20, 2010, 01:54:14 PM
tanya ke forum2 Buddhis ??  ya enggalah,  saya sekedar menyampaikan pendapat,  bukan mengklaim atau apa ............ :D
Ya ya, dan waktu aku suruh googling untuk menguji klaim anda (anda nuduh cuma aku yang bilang Budhisme itu agnostik), anda ngeles dengan alasan malas. Waktu aku bilang Samma Sambuddha (Buddha yang maha sempurna) adalah sebutan untuk Buddha sendiri, anda ngotot bahwa itu sebutan untuk Tuhan.

Itu yang anda bilang 'sekedar menyampaikan pendapat'? :D

Pi-One

Puppha Vagga, translasi oleh Ven Narada
KutipYathà saïkàradhànasmi§ Þ
            ujjhitasmi§ mahàpathe
Paduma§ tattha jàyetha Þ
            sucigandha§ manorama§.

Eva§ saïkàrabhåtesu Þ
            andhabhåte puthujjane
Atirocati pa¤¤àya Þ
            sammàsambuddhasàvako

As upon a heap of rubbish thrown on the highway, a sweet-smelling lovely lotus may grow, even so amongst worthless beings, a disciple of the Fully Enlightened One outshines the blind worldlings in wisdom.
Sumber:
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Translasi dalam bahasa Inggris sebagai perbandingan. Samma Sambuddha di sini diterjemahkan sebagai 'the Fully Enlightened One'. Ada yang mau ngotot itu sebutan untuk Tuhan? :)

semut-ireng

Untuk apa ngotot  ?  ngga ada gunanya.   Mau pake perbandingan dari mana saja silakan saja,  berbeda pendapat sah-sah saja.  Yang jelas,  dalam pandangan saya  Buddhisme itu theis,  dan simbol theis itu saya lihat dipakai di salah satu Majelis Agama Buddha yang ada di Indonesia.  Maaf,  mungkin anda belum tahu apa yang saya maksud dengan  "  simbol theis  ",  memang tidak bisa dijelaskan di forum ini.   Simbol theis itu juga tercantum di salah satu sutta,  bukan suatu rangkaian kata-kata.........

semut-ireng

#6
Buddhisme di Indonesia adalah theis, silakan dilihat dalam kutipan di bawah ini :


Perwakilan Umat Buddha Indonesia beranggotakan :

1. Dewan Sangha
   1. Bhiksu Sangha Mahayana
   2. Bhikkhu Sangha Theravada
   3. Bhiksu Sangha Tantrayana Kasogatan
   4. Bhiksu Sangha Tantrayana Indonesia
   5. Lama Sangha Tantrayana Vajrayana
   6. Bhiksuni Sangha Mahayana

2. Majelis-Majelis Agama Buddha
   1. Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia (Majabumi)
   2. Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi)
   3. Majelis Rohaniawan Tridharma Seluruh Indonesia (Martrisia)
   4. Majelis Agama Buddha Tantrayana Kasogatan Indonesia (Kasogatan)
   5. Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia (NSI)
   6. Pandita Sabha Buddha Dharma Indonesia (PSBDI)
   7. Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (Majubuthi)
   8. Majelis Agama Buddha Satya Buddha Indonesia (Madhatantri)
   9. Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia :
      1. Satya Adhidharma
      2. Sad Dharma Pundarika
      3. Pendidikan Maitreya
      4. Eka Dharma Abadi
      5. Eka Dharma Manggala
      6. Lainnya.

Dengan dukungan seluruh anggota, Perwakilan umat Buddha telah berada di 24 Propinsi dengan 16 Dewan Pengurus Daerah Tingkat I yang telah terbentuk sebagaimana hasil Pasamuan Daerah Tingkat I dan Puluhan Dewan Pengurus Daerah Tingkat II di seluruh wilayah Republik Indonesia.

DEWAN SANGHA

Dewan Sangha yang berfungsi sebagai Penasehat Dharma Walubi mengadakan Samaya Dewan Sangha yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 1999 di Jakarta.

1.Samaya Dewan Sangha memutuskan hal-hal sebagai berikut :
Dewan Sangha bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan umat Buddha terhadap ajaran agamanya guna memantapkan kualitas kesadaran bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


2. Dewan Sangha bertujuan untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat Buddha, antar umat Buddha dengan umat beragama lainnya dan antar umat Buddha dengan Pemerintah

3. Meningkatkan Pembinaan Umat Buddha yang bertujuan melenyapkan kebodohan untuk mewujudkan suatu masyarakat Buddhis yang adil dan makmur dengan berlandaskan Buddha Dharma di dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia yang rukun, bersatu, tenteram, harmonis, tertib, damai dan dinamis

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

semut-ireng

-  kata buddha dari bahasa Pali,  bahasa Indonesianya :  yang sadar.

-  tergantung konteks penggunaannya juga,  kadang diartikan  :  yang tercerahkan.

-  yang selalu sadar pastilah bukan manusia,  manusia banyak tidak sadarnya.

-  Yang Selalu Sadar adalah Yang Maha Hidup,  Yang Maha Waspada,  Yang Maha Mengetahui

-  Yang Maha Hidup,  Maha Waspada,  Maha Mengetahui adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Buddhisme  =  Faham Ketuhanan / agama Ketuhanan.

Pi-One

Wakaka.... Tuh kan, menafsirkan suka-suka.

Sejarah penggunaan istilah Tuhan YME, sudah pernah kita bahas dulu. itu lebih menyangkut aspek politis. Satu-satunya aliran yang menyebut-nyebut sosok Tuhan sebagaimana agama samawi dalam aliran Buddha di Indonesia adalah aliran Buddha Maitreya. Dan Sejatinya aliran Buddha Maitreya bukan aliran agama Buddha. Ikuanisme adalah ajaran yang sama sekali berbeda, di Indonesia meminjam nama Buddhisme agar bisa berkembang.

Dan anda mau sebut Buddha itu bukan manusia? :D

Jadi Buddha Gautama itu bukan manusia, dan dia adalah Tuhan? Nah, lucu kan? Masak yang non Buddhis malah ngotot kalau Buddha itu Tuhan?  ;D

Buddhisme mengajarkan untuk mengendalikan dan menjaga pikiran agar selalu sadar, itu pikiran benar (salah satu dari 8 jalan utama, jalan untuk mencapai nibbana).

Singkat kata, anda sedang berceloteh tentang ajaran antah-berantah, bukan Buddhisme, wahai temanku 'Nabi semut-ireng' :)

semut-ireng

#9
Kutip dari: Pi-One pada Juni 21, 2010, 10:22:08 AM
Dan anda mau sebut Buddha itu bukan manusia? :D

Jadi Buddha Gautama itu bukan manusia, dan dia adalah Tuhan? Nah, lucu kan? Masak yang non Buddhis malah ngotot kalau Buddha itu Tuhan?  ;D


Dari mana anda mengambil kesimpulan terlalu jauh seperti itu ??  Kalau saya salah menerjemahkan kata buddha tolong anda koreksi dan jelaskan... :D


Dan anda pernah mengaku dari Theravada.   Apa ada Theravada lain di Indonesia selain yang tergabung dalam WALUBI,  sehingga anda juga pernah mengaku di luar WALUBI  ??


Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 21, 2010, 01:18:03 PMDari mana anda mengambil kesimpulan terlalu jauh seperti itu ??  Kalau saya salah menerjemahkan kata buddha tolong anda koreksi dan jelaskan... :D
Kesimpulan terlalu jauh?

Buddha berarti yang tercerahkan, yang mencapai penerangan sempurna. Ada 3 jenis Buddha, yakni Samma Sambuddha (mereka yang emncapai pencerahan dengan usaha sendiri), Pacceka Buddha (yang mencapai pencerahan dengan usaha sendiri, namun tak bisa membimbing orang lain untuk mencapai pencerahan) dan Savaka Buddha (atau pencapaian murid, atau arahat, sederhananya yang mencapai pencerahan dengan bimbingan dan ajaran Samma sambuddha).

Buddha Gautama adalah Samma Sambuddha. Para siswanya yang mencapai Nibbana di bawah ajarannya adalah para Savaka Buddha.

Dan menjaga pikiran adalah poin penting dari ajaran Buddhisme. Adalah mungkin untuk menjaga pikiran agar selalu sadar, itu yang dilakukan mereka yang telah mencapai Nibbana. Lucu kalau anda yang non Buddhis, yang tidak mempelajari ajaran, mengklaim bahwa Buddha sekalipun tak bisa menjaga pikiran selalu sadar :)

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 21, 2010, 01:18:03 PMDan anda pernah mengaku dari Theravada.   Apa ada Theravada lain di Indonesia selain yang tergabung dalam WALUBI,  sehingga anda juga pernah mengaku di luar WALUBI  ??
Sekali lagi, anda tahu sejarah kenapa Buddhisme mencantumkan 'Ketuhanan Yang maha Esa'? Dan anda paham apa itu 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dalam Buddhisme? Jika belum paham, jangan berceloteh seakan anda amat paham :)

semut-ireng

Kutip dari: Pi-One pada Juni 22, 2010, 07:56:38 AM
Jika belum paham, jangan berceloteh seakan anda amat paham :)

Karena saya belum paham itulah maka saya bertanya kepada seorang Buddhis  dari Theravada yang tentunya sudah sangat memahami ajaran agamanya  :

1.  Apakah salah saya menerjemahkan kata buddha =  yang sadar  ?  Terjemahan yang saya sampaikan di atas dan butir2 uraian berikutnya saya maksudkan semacam  "  test  "  cara berlogika,  kalau kurang tepat tolong  dikoreksi juga ..........

2.  Apakah ada Theravada lain di Indonesia,  selain yang bergabung di WALUBI ??



Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 22, 2010, 09:53:53 AM
1.  Apakah salah saya menerjemahkan kata buddha =  yang sadar  ?  Terjemahan yang saya sampaikan di atas dan butir2 uraian berikutnya saya maksudkan semacam  "  test  "  cara berlogika,  kalau kurang tepat tolong  dikoreksi juga ..........
Tidak. Buddha memiliki banyak pengertian, tapi mengartikan Buddha sebagai yang sadar tidak salah. Yang salah adalah saat anda menganggap hanya Tuhan yang sadar atau selalu sadar, dan bahwa yang terdasarkan atau selalu sadar di sini diartikan sebgai Tuhan.

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 22, 2010, 09:53:53 AM2.  Apakah ada Theravada lain di Indonesia,  selain yang bergabung di WALUBI ??
Sekali lagi, tidak. hanya saja anda salah saat menganggap Ketuhanan YME di sini sebagai sesuatu yang seperti konsep Tuhan agama samawi. Atau bahwa Tuhan YME di sini adalah obyek yang disembah, dimintai permohonan, atau memberi wahyu pada Buddha.

semut-ireng

1.   Anda tidak sependapat dengan pernyataan saya :   yang selalu sadar pastilah bukan manusia,  manusia banyak tidak sadarnya  ?   Berarti anda menganggap manusia itu boleh dibilang selalu sadar,  atau mungkin manusia yang telah memiliki pengetahuan sempurna / telah tercerahkan,  itu selalu sadar ??

2.  Anda dari Theravada,  namun apakah anda sependapat dengan keputusan Samaya Dewan Sangha WALUBI dalam kutipan di atas :   memantapkan kualitas kesadaran bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  ?  Apakah Tuhan Yang Maha Esa yang dimaksud  di sini adalah Nibbana,  "  obyek  " yang tidak dimintai permohonan / perlindungan  ??

Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 22, 2010, 05:13:04 PM
1.   Anda tidak sependapat dengan pernyataan saya :   yang selalu sadar pastilah bukan manusia,  manusia banyak tidak sadarnya  ?   Berarti anda menganggap manusia itu boleh dibilang selalu sadar,  atau mungkin manusia yang telah memiliki pengetahuan sempurna / telah tercerahkan,  itu selalu sadar ??
Kebanyakan manusia lebih banyak tidak sadarnya. Tapi mereka yang telah selesai melatih diri, pikiran mereka selalu sadar. Dan apa anda menyebut mereka bukan manusia, karena mereka selalu sadar?

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 22, 2010, 05:13:04 PM2.  Anda dari Theravada,  namun apakah anda sependapat dengan keputusan Samaya Dewan Sangha WALUBI dalam kutipan di atas :   memantapkan kualitas kesadaran bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  ?  Apakah Tuhan Yang Maha Esa yang dimaksud  di sini adalah Nibbana,  "  obyek  " yang tidak dimintai permohonan / perlindungan  ??
Jika anda tanya pada Buddhis apa itu konsep Ketuhanan, maka mereka akan merujuk pada Udana VIII, dan apa yang diuangkap dalam udana (lagu kemenangan) adalah Nibbana.

Jadi aku tidak menolak konsep ketuhanan, yang aku tolak adalah jika anda mengarahkan konsep ketuhanan tadi ke Tuhan versi theis yang merupakan sosok pencipta, pengatur takdir manusia, sosok yang disembah dan dimintai permohonan.