Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

April 16, 2024, 02:48:16 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 50
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 14
Total: 14

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Buddhism and Science

Dimulai oleh Suchamda, September 20, 2007, 10:14:23 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.

luth

kutip dr pi-one
Kutipjangan lupa kalau agama dan sains pada dasarnya berbeda

nah nah
hmm ... kalo anda bilang agama dan sains itu berbeda,,( dan saya juga setuju dgn hal itu)
berarti apakah perkataan budha sejalan dengan sains itu masih bertahan..
jika kalimat "datang dan buktikan itu"
kata2 buktikanya bisa tidak sejalan/tidak memakai pembuktian cara sains .

coba lebih detil lagi dalam menyatakan suatu hal..
makna dalam kata "buktikan" itu "mengganjal" pernyataan budha sejalan dengan sains....

sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong[move][/move]

Pi-One

Kutip dari: luth pada Mei 03, 2009, 01:17:03 PM
kutip dr pi-one
nah nah
hmm ... kalo anda bilang agama dan sains itu berbeda,,( dan saya juga setuju dgn hal itu)
berarti apakah perkataan budha sejalan dengan sains itu masih bertahan..
jika kalimat "datang dan buktikan itu"
kata2 buktikanya bisa tidak sejalan/tidak memakai pembuktian cara sains .

coba lebih detil lagi dalam menyatakan suatu hal..
makna dalam kata "buktikan" itu "mengganjal" pernyataan budha sejalan dengan sains....


Aku sudah bilang, sejalan bukan berarti semua sains ada dalam Buddhsime dan sebaliknya.

Dalam Buddhisme, pembuktian dilakukan diri sendiri untuk diri sendiri. Sementara sains juga memerlukan pembuktian, tapi pembuktiannya bisa juga untuk orang lain.

luth

wah asik dong,, ::)
berarti saya juga bisa bilang agama saya sejalan  dengan sains..
ayat petama saja bunyinya sudah bacalah!
dan banyak hadis yg menyuruh umat untuk menuntut ilmu,,(ilmu apa saja yg bermanfaat)
itu yg kumaksud sebenarnya pi-one
klo kya gitu mah saya juga bisa bilang klo agama saya sejalan dengan sains donk
*coba perhatikan detil tulisan saya sebelumnya

tapi takut ah..
nanti dimarahin pi-one lagi..
kan pi-one sangat tidak suka jika ada yg menghubungkan agama dengan sains,,

ngga jadi ngeklaim deh ;D ;D
sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong[move][/move]

utusan langit

apa-apaan sih ini diskusinya?
nggak jelas!

hmmf, eh Pi-One
kedudukan tertinggi dalam budha itu apa namanya? dan siapa?

Pi-One

#49
Kutip dari: luth pada Mei 03, 2009, 01:56:10 PM
wah asik dong,, ::)
berarti saya juga bisa bilang agama saya sejalan  dengan sains..
ayat petama saja bunyinya sudah bacalah!
dan banyak hadis yg menyuruh umat untuk menuntut ilmu,,(ilmu apa saja yg bermanfaat)
itu yg kumaksud sebenarnya pi-one
klo kya gitu mah saya juga bisa bilang klo agama saya sejalan dengan sains donk
*coba perhatikan detil tulisan saya sebelumnya

tapi takut ah..
nanti dimarahin pi-one lagi..
kan pi-one sangat tidak suka jika ada yg menghubungkan agama dengan sains,,

ngga jadi ngeklaim deh ;D ;D

Gak, kamu bleh saja mengatakan apa yang kamu anggap benar. tapi jangan komplain, kalo ada yang menanyakan kenapa ada isi kitab sucimu yang bertentangan dengans ains terkini misalnya, utamanya jika kamu mengklaim agamamu mencampuri urusan sains juga...

Pi-One

Kutip dari: utusan langit pada Mei 03, 2009, 02:03:51 PM
hmmf, eh Pi-One
kedudukan tertinggi dalam budha itu apa namanya? dan siapa?
Maaf, aku kurang paham maksudnya?

maksudmu dalam agama Samawi, Tuhan adalah yang tertinggi, begitu? Setahuku, hal begitu gak dikenal dalam Buddhisme...

utusan langit

Bukan Tuhan, Tapi kedudukan tertinggi,
seperti sidarta gautama, setahu saya beliau adalah seorang Budha (orang yang telah mencapai penerangan sempurna), nah selain beliau adakah budha lainnya?

lalu sakyamuni, siapa orangnya? selain SG tentunya,

drexman

Kutip dari: luth pada Mei 03, 2009, 01:17:03 PM
kutip dr pi-one
nah nah
hmm ... kalo anda bilang agama dan sains itu berbeda,,( dan saya juga setuju dgn hal itu)
berarti apakah perkataan budha sejalan dengan sains itu masih bertahan..
jika kalimat "datang dan buktikan itu"
kata2 buktikanya bisa tidak sejalan/tidak memakai pembuktian cara sains .

coba lebih detil lagi dalam menyatakan suatu hal..
makna dalam kata "buktikan" itu "mengganjal" pernyataan budha sejalan dengan sains....


luth,.apa yang diharapkan dalam sains untuk dibuktikan?pembuktian macam apa yang luth mau?
dalam buddhis,.datang dan buktikan berarti "silahkan alami sendiri ajaran ini dengan jalan dipraktekkan..itu yang dimaksud buktikan dlm buddhism.."dan jangan lupa..buddhism tdk mengenal dogma yang harus diyakini kebenarannya..karena jk dengan dogma,pembuktian menjadi terbalik..apa kata dogma,diyakini,lalu dikaitkan dengan sains yang ada..kalo tdk sejalan,.maka sains yang salah..dogma pasti benar..

Pi-One

#53
Kutip dari: utusan langit pada Mei 04, 2009, 06:32:32 PM
Bukan Tuhan, Tapi kedudukan tertinggi,
seperti sidarta gautama, setahu saya beliau adalah seorang Budha (orang yang telah mencapai penerangan sempurna), nah selain beliau adakah budha lainnya?

lalu sakyamuni, siapa orangnya? selain SG tentunya,

Buddha adalah sebutan untuk mereka yang tercerahkan. Sebelum Sidharta Gautama, sudah ada Buddha-Buddha sebelumnya, dan sesudah Buddha gautama, akan ada Buddha-buddha berikutnya. Dalam Tipitaka, disebutkan Buddha terdekat sebelumnya adalah Buddha Kassapa. Metteya dinubuatkan sebagai Buddha berikutnya.

Dan Buddha Sakyamuni adalah sebutan Untuk Buddha Gautama. Ini karena beliau berasal dari suku Sakya.

*Mengenai sosok Buddha Maitreya yang muncul dalam alirna Buddha Maitreya, aku gak ngerti bagaimana bisa digambarkan sebagai sosok pria berperut besar (atau kadang disebut Buddha tersenyum). Karena mestinya beliau belum akan muncul dalam waktu dekat, dan Buddhisme tidak mengenal apa yang disebut akhir zaman atau masa pancaran terakhir...

utusan langit

Kutip
Buddha adalah sebutan untuk mereka yang tercerahkan.

apakah ini tidak menutup kemungkinan bahwa yang beragama n misalnya untuk menjadi budha?

lalu tugas budha maitreya sebagai apa?

drexman

Kutip dari: utusan langit pada Mei 05, 2009, 06:54:47 PM
apakah ini tidak menutup kemungkinan bahwa yang beragama n misalnya untuk menjadi budha?

lalu tugas budha maitreya sebagai apa?
menjadi seorang buddha tdk harus beragama buddha...
tugas buddha maitreya mengajarkan kembali ajaran kebenaran yang sudah hilang pada jamannya...

Pi-One

Kutip dari: utusan langit pada Mei 05, 2009, 06:54:47 PM
apakah ini tidak menutup kemungkinan bahwa yang beragama n misalnya untuk menjadi budha?

lalu tugas budha maitreya sebagai apa?
Siapapun bisa menjadi seorang Buddha, tapi menjadi seorang Buddha bukan hal yang mudah.

Buddha metteya saat ini seorang bodhisatta (calon Buddha), karnea belum waktunya buddha baru muncul. Karena ajaran (Dhamma) masih eksis saat ini)