Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: Farabi pada September 04, 2011, 06:31:12 AM

Judul: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 04, 2011, 06:31:12 AM
Kalo dipikir pikir memang benar. Lihat saja proses terbentuknya manusia, semuanya serba otomatis kan? Tidak perlu ada apa apa lagi, tinggal gabungkan, sudah itu terjadi dengan sendirinya. Begitu pula alam semesta, secara otomatis gravitasi akan menarik benda beda yang ada disekitarnya, dan karena ada perbedaan antar elektron, masing masing atom mulai berbenturan satu sama lain, dan terbentulkan matahari. Tidak perlu campur tangan siapa siapa kan? Semuanya sudah otomatis.

Tinggal mungkin, siapa yang membuatnya menjadi otomatis? ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 04, 2011, 08:19:24 AM
ga semua hal bisa dijelaskan secara logika dan dengan science kan?
contoh orang yang kesurupan/ kerasukan mahkluk gaib. piskiolog cm bisa menjelaskan itu adalah perubahan sikap mendadak menjadi seperti orang lain dan piskiologpun tidak bisa menjelaskan bagaimana proses terjadinya dan penyembuhannya.

di dunia ini kita selalu berpasang-pasangan, ada pria ada wanita.ada hitam ada putih. ada yang bisa secara logika dan ada yang tidak bisa ...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: The Houw Liong pada September 04, 2011, 08:43:56 AM
Kalo dipikir pikir memang benar. Lihat saja proses terbentuknya manusia, semuanya serba otomatis kan? Tidak perlu ada apa apa lagi, tinggal gabungkan, sudah itu terjadi dengan sendirinya. Begitu pula alam semesta, secara otomatis gravitasi akan menarik benda beda yang ada disekitarnya, dan karena ada perbedaan antar elektron, masing masing atom mulai berbenturan satu sama lain, dan terbentulkan matahari. Tidak perlu campur tangan siapa siapa kan? Semuanya sudah otomatis.

Tinggal mungkin, siapa yang membuatnya menjadi otomatis? ;D
Alam Semesta terjadi secara otomatis sesuai dengan Hukum Alam yang berlaku. Namun siapa yang merancang serta menciptakan Hukum Alam itu ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 04, 2011, 09:08:32 AM
Ya saya iman itu adalah Tuhan, tapi sisanya, bekerja dengan sendirinya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 04, 2011, 09:13:56 AM
Alam Semesta terjadi secara otomatis sesuai dengan Hukum Alam yang berlaku. Namun siapa yang merancang serta menciptakan Hukum Alam itu ?


tentu saja sebuah engeri yang besrifat alpha dan omega. coba bayangkan jika semesta ini tiba-tiba ada. bukan kah hal yang aneh. pasti ada sebuah engeri yang bersifat alpha dan omega yang membentuknya. tidak ada robot yang bergerak tanpa listrik/batre  :angel:
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 04, 2011, 09:18:05 AM
Saya rasa alpha dan omega adalah metaphor untuk menyatakan awal dan akhir bukan menyatakan suatu bentuk energi. Sedangkan untuk menyatakan suatu aktifitas atau kegiatan di gunakan kalimat ruh, atau orang orang SY menyebutnya tenaga aktif.

Tampaknya bahasan ini lama kelamaan akan masuk ke filosofis dalam bentuk teori teori bukan dalam bentuk pembuktian di lapangan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 04, 2011, 09:18:51 AM
Ya saya iman itu adalah Tuhan, tapi sisanya, bekerja dengan sendirinya.

bukannya lebih tepat dengan sistem dan settinganya yah?
definisi berkerja dengan sendirinya rada aneh bagi saya..ahaha  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 04, 2011, 09:21:17 AM
Ya, bekerja dengan sendirinya, seperti pintu mall yang tiba tiba terbuka saat anda masuk, atau seperti tivi yang tiba tiba menangkap sinyal dan menampilkan gambar. Coba lihat video ini

Lihat, dia berkembang di luar rahim dan tidak ada apa apa kecuali plasenta, tapi bisa berkembang dan menjadi seekor ayam, itu yang saya maksud dengan otomatis atau bekerja dengan sendirinya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 04, 2011, 09:23:37 AM
kata aplha dan omega itu seperti perumpamaan engeri titik pusat. pada saat energi itu habis maka yg bekerja dengan energi itupun akan ikut musnah.
contoh matahari, jika matahari sudah "habis umurnya" adakah kemungkinan bumi ini masih tetap ada?

like einstein say "Tuhan tidak bermain dadu dengan alam ciptaanya dan segala keajaiban ilmu pengetahuan membuktikan kodrat alam ini..."
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 04, 2011, 09:32:54 AM
okay bagaimana kalau kita satukan pendapat daripada OOT
berkerja dengan sendirinya diawali dengan sistem dan settingan yang ada.
contohnya pintu mall yang terbuka sendirinya itu kan karna settingan sistem yang membuat pintu itu terbuka sendiri jika ada orang yang akan mendekatinya.
tivi yang di setting agar dapat menangkap sinyal dengan sendirinya.

jadi intinya sesuatu bekerja dengan sendirinya karena ada sebuah sistem/rancangan yang membuatnya seperti itu...
untuk lebih jelasnya cek this http://www.google.co.id/#sclient=psy&hl=id&biw=1024&bih=453&source=hp&q=definisi+berkerja+dengan+sendirinya+dan+sistem&pbx=1&oq=definisi+berkerja+dengan+sendirinya+dan+sistem&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=5065l21174l0l21980l48l33l1l0l0l1l2576l25548l3-1.0.3.2.11.3.1l21l0&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.&fp=780b7c19aa86a7ff klik aja yang paling atas
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: topazo pada September 04, 2011, 09:52:07 AM
Intinya, bagi sebagian penganut Deisme non-personal (termasuk saya), Tuhan adalah "Sesuatu" yang menciptakan algoritma dasar bagi alam semesta... Lalu Dia "menekan tombol enter", dan mulailah Cellular Automaton dimulai...

Saya suka konsep A New Kind of Science meskipun belum mengerti bener...

Science memang tidak membutuhkan Tuhan, sama seperti sains tidak membutuhkan black hole... Tapi gara2 sains, black hole bisa ditemukan, dan mungkin juga gara2 sains, Tuhan dapat ditemukan (atau disangkal)...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 04, 2011, 10:42:38 PM
Science and Religion Today

http://www.scienceandreligiontoday.com/
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 05, 2011, 12:10:27 AM
We don't need God nor Gods to do something good

Dan kita juga gak perlu iman untuk mengembangkan sains.

*Sudah berapa banyak perkembangan sains yang dituduh 'masuk teritori Tuhan' atau 'berusaha menjadi Tuhan'?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 05, 2011, 04:15:25 AM
Bahkan Einstein tidak mempercayai Tuhan personal.

Pada dasarnya, sains memang tidak membahas Tuhan, tidak membantah ataupun mengiyakan. Dan variabel Tuhan tidak menjelaskan dan menyelesaikan apapun. Jika variabel Tuhan disertakan sebagai jawaban dari pertanyaan yg diajukan dalam sains, sama saja dengan menggiring satu pertanyaan ke ribuan pertanyaan lainnya yg tidak terjawab dan tak berujung.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 05, 2011, 04:53:22 AM
Hampir dapat dipastikan,  sains membutuhkan Tuhan.   Alasannya sederhana,  bahwa konsep tentang Tuhan diajarkan di agama,  dan tanpa agama sains akan lumpuh.

I cannot conceive of a genuine scientist without that profound faith. The situation may be expressed by an image: science without religion is lame, religion without science is blind  (  Einstein )
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 05, 2011, 05:56:26 AM
A membutuhkan B. Alasannya karena C ada di D, dan tanpa D, A akan lumpuh. Dasar tanpa D, A akan lumpuh adalah quote mining.

A = sains
B = tuhan
C = konsep tentang tuhan
D = agama

Kerangka berpikir yang aneh.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 05, 2011, 06:00:04 AM
Tinggal mungkin, siapa yang membuatnya menjadi otomatis? ;D
ya, alam itu otomatis ... yang membuat itu otomatis ? ya, bisa juga Tuhan personal, tapi bisa juga alam itu sendiri ...

hmm ... begini, jika Tuhan misal kita anggap sebagai perancangnya itu, lalu darimana Tuhan ? saya yakin orang yang mengerti definisi Tuhan akan menjawab Tuhan itu berdiri sendiri ...
Dan disini saya mengatakan alam semesta itu yang berdiri sendiri ! layaknya pemikiran kalian yang menganggap Tuhan itu berdiri sendiri ... Kalo kita bisa menerima logika Tuhan berdiri sendiri, kenapa tak bisa menerima logika alam yang berdiri sendiri ...
atau dengan Tuhan itu adalah alam semesta itu sendiri, bukan personal ...
itu menurut para atheis ... :)

tapi tetap tak menutup kemungkinan kok kalo Tuhan personal itu memang ada ... Science setahuku belum menutup kemungkinan itu ... ^_^
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 05, 2011, 07:52:29 AM
A membutuhkan B. Alasannya karena C ada di D, dan tanpa D, A akan lumpuh. Dasar tanpa D, A akan lumpuh adalah quote mining.

A = sains
B = tuhan
C = konsep tentang tuhan
D = agama


Kerangka berpikir yang aneh.

Kalo logikanya begitu kayaknya bakal kesulitan mengerjakan matematika diskrit,  dengan diagram Venn,  lebih2 pake Karnough Map.  Jangan2 belum pernah dengar KM,  seperti kasus IRP yang lalu ....... ? :D :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 05, 2011, 12:30:09 PM
Yang diperlukan sains adalah agama, sebagai pengontrol moral atas penerapan sains. Bukan memerlukan Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 05, 2011, 01:16:22 PM
:D

tergantung agamanya masing2 si...
kalo yang agamanya ga ada kaitannya sama sekali dengan sains ya pastinya bkln misahin sains sama agama..
gitu juga sebaliknya..
;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 05, 2011, 01:55:44 PM
Kerangka berpikir yang aneh.

Kalo logikanya begitu kayaknya bakal kesulitan mengerjakan matematika diskrit,  dengan diagram Venn,  lebih2 pake Karnough Map.  Jangan2 belum pernah dengar KM,  seperti kasus IRP yang lalu ....... ? :D :D

Terakhir kali berbicara tentang IRP, anda yang tidak mempunyai referensi, ingat?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 05, 2011, 02:25:31 PM
:D

tergantung agamanya masing2 si...
kalo yang agamanya ga ada kaitannya sama sekali dengan sains ya pastinya bkln misahin sains sama agama..
gitu juga sebaliknya..
;D
Einstein diakui sebagai salah satu ilmuwan besar.
Dan Einstein tak percaya pada konsep Tuhan personal, yang menghukum atau memberi hadiah, yang mengintervensi hukum alam.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 05, 2011, 02:51:35 PM
abdus salam juga ilmuwan gede...
lihat aja biographynya di nobelprize.org tahun 1979...
trus apa yang dia katain.
;D


ya emang tergantng agma masing2 kan (termasuk atheis)..

"iman menentukan pola pikir. kepercayaan kita yang menentukan sperti apa pemikiran kita"
^-^
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 05, 2011, 09:24:20 PM
Lagipula istilah Tuhan sudah tidak masuk diakal kan? Kenapa tidak kita memberikan jawaban yang tidak masuk diakal juga? "Tuhan menciptakan dirinya sendiri". Simpel? ;D
Sebetulnya kalo melihat makhluk makhluk hidup dibumi saya juga sering berfikir, apakah Tuhan belajar? Bukankah makhluk ini mulanya terdiri dari sesuatu yang sederhana? Tapi kemudian lama kelamaan menjadi rumit? Sampai akhrinya terciptalah manusia, makhluk yang mempunyai pemikiran dengan konsep abstrak. Bisa belajar dari ketiadaan dan dari cukilan cukilan informasi yang didapat secara acak, tapi kemudian menggabungkannya menjadi sebuah pemahaman yang utuh.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 05, 2011, 10:05:14 PM
Terakhir kali berbicara tentang IRP, anda yang tidak mempunyai referensi, ingat?

Ada yang penasaran,  IRP gak bisa digoogling ............ ;D



"iman menentukan pola pikir. kepercayaan kita yang menentukan sperti apa pemikiran kita"
^-^

Tepat sekali.  Apa yang anda tulis di atas itu merupakan salah satu dasar penelisikan status keilmiahan suatu teori menggunakan IRP.


*  Tak bisa disangkal lagi,  sains membutuhkan Tuhan, sebagai buktinya mereka membangun mega proyek LHC di mana salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan Partikel Tuhan / Partikel Boson Higgs :

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/02/110228_cern.shtml 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 05, 2011, 11:29:30 PM
Sebetulnya partikel tersebut dinamakan goddamn partikel, tapi kemudian diedit jadi god partikel dan jadi olok olokan. tp penamaan itu membuat banyak orang tertarik biarpun ilmuan tidak suka.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 06, 2011, 12:41:13 AM
Tuh, idiotnya keluar lagi.
Partikel Tuhan dikaitkan dengan Tuhan
Mitochondria Eve dikira Hawa
Y-chromosom Adam dikira Adam

Keidiotan emang gak ada batas ::)
Keidiotan macam ini yagn dimaksud si asbuner memerlukan Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 06, 2011, 12:49:44 AM
*  Tak bisa disangkal lagi,  sains membutuhkan Tuhan, sebagai buktinya mereka membangun mega proyek LHC di mana salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan Partikel Tuhan / Partikel Boson Higgs :

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/02/110228_cern.shtml 

haha ... istilah tuhan disitu memang lebih ke arah olok2an ...
god particle / higgs boson particle diteorikan oleh Peter Higgs untuk memecahkan misteri kenapa massa dan ukuran elementary particle itu bermacam2 ...
Peter Higgs ini seorang atheis, karena itu ilmuwan2 lain mengolok2 dengan mengatakan tuhan bagi Higgs adalah partikel ini sehingga muncullah istilah "God Particle" ...
 :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 06, 2011, 01:06:24 AM
Pi-One: Tuhan tidak bermain Playstation
Semut-asbun: Tuh, Pi-One udah jadi theis...

:D :D :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 06, 2011, 03:12:50 AM
haha ... istilah tuhan disitu memang lebih ke arah olok2an ...
god particle / higgs boson particle diteorikan oleh Peter Higgs untuk memecahkan misteri kenapa massa dan ukuran elementary particle itu bermacam2 ...
Peter Higgs ini seorang atheis, karena itu ilmuwan2 lain mengolok2 dengan mengatakan tuhan bagi Higgs adalah partikel ini sehingga muncullah istilah "God Particle" ...
 :D

 :D :D :D :D

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 06, 2011, 03:26:34 AM
Awalnya katanya mesin ini mesin waktu loh, tapi ternyata mesin waktu tidak terbukti ada. ;D
Yah, seperti yang saya katakan, secuil informasi di buku yang dibaca anak anak SMP dan SMA itu sebetulnya adalah informasi yang sangat mahal. Dan membutuhkan banyak waktu untuk diketahui.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 06, 2011, 11:28:45 AM

Peter Higgs ini seorang atheis, karena itu ilmuwan2 lain mengolok2 dengan mengatakan tuhan bagi Higgs adalah partikel ini sehingga muncullah istilah "God Particle" ...
 :D

Istilah God Particle populer juga lhoh ........... ;D

Gak kalah populernya dengan istilah Bigbang ........ :'(

Istilah Bigbang yang dicetuskan oleh Fred Hoyle,  itu untuk mengolok-olok siapa sih ?? :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 06, 2011, 11:45:13 AM
haha ... istilah tuhan disitu memang lebih ke arah olok2an ...
god particle / higgs boson particle diteorikan oleh Peter Higgs untuk memecahkan misteri kenapa massa dan ukuran elementary particle itu bermacam2 ...
Peter Higgs ini seorang atheis, karena itu ilmuwan2 lain mengolok2 dengan mengatakan tuhan bagi Higgs adalah partikel ini sehingga muncullah istilah "God Particle" ...
 :D
Emang itu bisa dipahami oleh seorang idiot? :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 06, 2011, 11:54:30 AM
Emang itu bisa dipahami oleh seorang idiot? :)

eh ?  ???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 06, 2011, 12:00:04 PM
http://en.wikipedia.org/wiki/Higgs_boson
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 06, 2011, 02:46:47 PM
Kutip
The Higgs boson is the particle that is thought to give everything else in the universe mass, but that bit of theoretical physics is unlikely to be the reason most people have heard of it. Its theistic nickname was coined by Nobel-prize winning physicist Leon Lederman, but Higgs himself is no fan of the label. "I find it embarrassing because, though I'm not a believer myself, I think it is the kind of misuse of terminology which I think might offend some people."

It wasn't even Lederman's choice. "He wanted to refer to it as that 'goddamn particle' and his editor wouldn't let him," says Higgs.

http://www.guardian.co.uk/science/2008/jun/30/higgs.boson.cern
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 09, 2011, 10:43:49 AM
konsepnya terlalu logis tu partikel higgs...
;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 10, 2011, 02:30:22 AM
Lha, namanya konsep ilmiah, tentu saja mesti logis...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 10, 2011, 03:29:11 AM
ga juga, ada juga sesuatu yang ilmiah namun tidak sesuai dengan penalaran yang logis...

konsep ilmiahkan berdiri dari percobaan (experiment) sehingga menghasilkan fakta, bukan dari penalaran otak sehingga smua terlihat logis...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 10, 2011, 07:25:34 AM
ga juga, ada juga sesuatu yang ilmiah namun tidak sesuai dengan penalaran yang logis...
Bisa kasih contoh, apa yang ilmiah tapi gak logis?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 10, 2011, 07:40:58 AM
teori evolusinya mbah Darwin.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: topazo pada September 10, 2011, 09:33:04 AM
Ilmiah tapi gak logis?...

Mungkin ini...

BSJS...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 10, 2011, 02:27:55 PM
Teori evolusi itu ilmiah dan logis. Apa ada contoh teori ilmiah yg tidak logis?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 10, 2011, 04:54:20 PM
Teori evolusi itu ilmiah dan logis. Apa ada contoh teori ilmiah yg tidak logis?

saya rasa teori ilmiah yang tidak logis adalah black hole.
black hole yang dijelaskan einstein disebutkan jika black hole sebesar alam semesta maka akan terjadi dimensi waktu( mesin waktu ) . kalaupun iah bagaimana persentase keberhasilannya. tentu saja sebelum masuk black hole pesawat kita sudah hancur oleh benda benda luar angkasa yang masuk dalam black hole tersebut.

banyak teori yang logis dan tidak logis
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 11, 2011, 01:50:49 AM
saya rasa teori ilmiah yang tidak logis adalah black hole.
black hole yang dijelaskan einstein disebutkan jika black hole sebesar alam semesta maka akan terjadi dimensi waktu( mesin waktu ) . kalaupun iah bagaimana persentase keberhasilannya. tentu saja sebelum masuk black hole pesawat kita sudah hancur oleh benda benda luar angkasa yang masuk dalam black hole tersebut.

banyak teori yang logis dan tidak logis
Gak juga. Yang menjadi lorong waktu bukanlah black hole, tapi worm hole kan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 11, 2011, 03:59:41 AM
Gak juga. Yang menjadi lorong waktu bukanlah black hole, tapi worm hole kan?

wormhole itu memang awalan einstein untuk lorong waktu. tapi 'pintu masuknya' adalah melalui blackhole. dan 'pintu keluarnya' disebut dengan whitehole tp whithole sulit diterima karna bertentangan dengan hukum Ke-2 Termodinamika.

dan dalam pekerjaan einstein ini biasa dikenal dengan jembatan Einstein-Rosen atau julukan lain Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.

Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk.

Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 11, 2011, 06:15:58 AM
wormhole itu memang awalan einstein untuk lorong waktu. tapi 'pintu masuknya' adalah melalui blackhole. dan 'pintu keluarnya' disebut dengan whitehole tp whithole sulit diterima karna bertentangan dengan hukum Ke-2 Termodinamika.

dan dalam pekerjaan einstein ini biasa dikenal dengan jembatan Einstein-Rosen atau julukan lain Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.

Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk.

Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.
Bisa dikaji, berarti trmasuk logis. Hipotesa yagn salah pun masih bisa jadi logis.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 11, 2011, 09:38:55 AM
Mesin waktu itu tidak akan ada. HLC sudah membuktikan kalau mesin waktu tidak ada.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 11, 2011, 11:25:52 AM
justru pernyataan einstein tentang hal 'itu' membuat saya binggung.

memang ada kemungkinan bahwa ruang waktu itu ada. blackhole sebagi pintu masuk mungkin masih logis. tapi jika harus sebesar alam semesta itulah yang tidak logis. bayangkan saja blackhole sebesar alam semesta. apa yang akan terjadi  :o

pergesekan antara dimensi dapat membuat ruang waktu berbeda. walaupun belum ada bukti ilmiah (karna teknologi kurang memadai) tapi mesin waktu itu bisa saja terjadi. didunia ini tidak ada yang tidak mungkin  ;D

tapi waktu adalah hal yang tidak bisa dibuat percobaan dan main-main karna dapat mengubah masa depan (jika mesin waktu ada).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 11, 2011, 11:36:07 AM
teori evolusinya mbah Darwin.

belum selesai nulisnya,  lanjutannya : .....tidak ilmiah dan tidak logis.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 11, 2011, 12:59:14 PM
Ada fans tukang obat yang terus ngulang klaim omong kosongnya, berharap omong kosongnya berubah jadi kebenaran ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 11, 2011, 01:00:34 PM
belum selesai nulisnya,  lanjutannya : .....tidak ilmiah dan tidak logis.
dari segi apanya mbah?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 11, 2011, 01:18:38 PM
dari segi apanya mbah?
Dari sudut pandang HYisme ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 11, 2011, 09:12:07 PM
Ditinjau dari segala segi,  mulai dari konsep,  hipotesa,  teori dan filosofi,  teori evolusi sama sekali bukan teori ilmiah,  tapi pseudoscience.   Tidak ada teori bisa dibilang ilmiah bila mendasarkan segalanya kepada ' teori kebetulan '.   Tapi karena selalu dipaksakan menjadi ilmiah,  maka dari segi bukti2 pendukung maupun metodologinya sulit dipercaya.   Bukti2 evolusi banyak yang palsu,  dan metodologi yang diandalkan adalah cocologi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 12, 2011, 01:38:27 AM
Mestinya Forsa adalah 'Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia'.

Kenapa klaim idiot seperti di atas masih terus eksis ya? petanda pendidikan di Indonesia memang rendah? Mana referensinya diambil dari seorang penipu yang bahkan tak punya kompetensi di bidang biologi...

Teori evolusi jelas-jelas diakui sebagai teori ilmiah, dibahas dalam cabang biologi tersendiri, biologi evolusioner. Data dan fakta serta bukti ilmiah teori evolusi amat banyak. Dan masih ada saja yang cukup idiot dan menelan mentah-mentah omonan penipu HY...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 12, 2011, 01:48:17 AM
'Kebetulan'
Kata favorit kreasionis, yang justru cenderung diabaikan evolusionis karena tak lebih dari lelucon.
Dan satu kebetulankah, kreasionis biasanya cukup idiot sehingga sering menyebut teori evolusi sebagai 'teori yang mengatakan makhluk hidup tercipta secara kebetulan', sementara teori evolusi jelas-jelas bukan teori tentang asal kehidupan? ::)

Biologi jelas-jelas mendukung teori evolusi, sehingga membahasnyadalam cabang biologi tersendiri.
Genetika jelas mendukung teori evolusi, sehingga lahir teori sintesa modern
Biologi molekuler membritahu kapan dua spesies terpisah di masa lalu. paleontologi terus menyokong teori evolusi dengan temuan-tmuan baru.

Dan kreasionis hanya bisa merekayasa apa yang bisa mereka rekayasa, sambil menyebarkan klaim kebohongan bagi yang tak bisa mereka manipulasi ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 12, 2011, 06:39:59 AM
Teori Kebetulan :

Makhluk hidup pertama terjadi karena KEBETULAN  (  baca :  tidak ada yang menciptakan,  tidak ada yang merencanakan ).  Lalu setelah itu mulailah proses seleksi alam.

Seleksi alam tidak punya tujuan,   seleksi alam juga tidak dapat diprediksi.   Apa artinya ?  Seleksi alam adalah proses di alam yang terjadi secara KEBETULAN. 

Proses seleksi alam yang berlangsung dalam jangka waktu lama,  milyar tahun,  secara KEBETULAN menghasilkan keanekaragaman makhluk hidup.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 12, 2011, 07:05:35 AM
Teori Kebetulan :

Makhluk hidup pertama terjadi karena KEBETULAN  (  baca :  tidak ada yang menciptakan,  tidak ada yang merencanakan ).  Lalu setelah itu mulailah proses seleksi alam.

Seleksi alam tidak punya tujuan,   seleksi alam juga tidak dapat diprediksi.   Apa artinya ?  Seleksi alam adalah proses di alam yang terjadi secara KEBETULAN. 

Proses seleksi alam yang berlangsung dalam jangka waktu lama,  milyar tahun,  secara KEBETULAN menghasilkan keanekaragaman makhluk hidup.

didunia ini ga ada yang namanya kebetulan  ^-^

makhluk hidup yang pertama itu dari lautan ber evolusi menjadi makhluk daratan.

seleksi alam tentu saja punya tujuan. mengtiadakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan hidup yang rendah. itulah tujuan seleksi alam. seleksi alam dapat diprediksi kok dengan cabang ilmu geomatologi dkk. contoh gunung meletus,badai,dkk. tapi persentasenya masih 50-50

keaneka ragam makhluk hidup sudah jelas kan dari berbagai macam mutasi genetika dan evolusi.

jadi didalam sains itu tidak ada yang namanya kebetulan  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 12, 2011, 08:51:14 AM
Mestinya Forsa adalah 'Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia'.

Kenapa klaim idiot seperti di atas masih terus eksis ya? petanda pendidikan di Indonesia memang rendah? Mana referensinya diambil dari seorang penipu yang bahkan tak punya kompetensi di bidang biologi...

Teori evolusi jelas-jelas diakui sebagai teori ilmiah, dibahas dalam cabang biologi tersendiri, biologi evolusioner. Data dan fakta serta bukti ilmiah teori evolusi amat banyak. Dan masih ada saja yang cukup idiot dan menelan mentah-mentah omonan penipu HY...


yah kalau sains tidak mengenal bilang sana sini idiot...


yang ga logis dari akal tapi ilmiah...

kalau kita jongkok diatas timbangan, kita bakal nlar kalau kita bakal bertambah berat nya...
eh ternyata kaga...
:P
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 12, 2011, 08:54:29 AM
jawaban dari teori EVOLUSI...


moga2 diantara user forsa ada yang hidup puluhan ribu tahun..
dan kalau sudah melihat manusia berevolusi/ tidak harus nulis artikel ilmiah sejujurnya dengan apa yang dilihatnya..
;D

Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 12, 2011, 12:38:20 PM
didunia ini ga ada yang namanya kebetulan  ^-^
Definisi kebetulan itu apa?
Bagi kreasionis, cuma ada dua pilihan, kebetulan atau diatur suka-suka oleh Tuhan.

Saat terjadi tornado, apa itu 'kebetulan'?
Atau Tuhan iseng bikin tornado?
Atau memang kondisi terpenuhi sehingga tornado muncul?
Situasi yang sama berlaku untuk pembentukan kehidupan.

seleksi alam tentu saja punya tujuan. mengtiadakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan hidup yang rendah. itulah tujuan seleksi alam. seleksi alam dapat diprediksi kok dengan cabang ilmu geomatologi dkk. contoh gunung meletus,badai,dkk. tapi persentasenya masih 50-50
Definisi 'tujuan' di sini apa? Apa merujuk ke hasil, atau merujuk ke 'niat dan kehendak'? Yang terakhir tentu saja tak dimiliki seleksi alam, karena alam bukan makhluk personal.

jawaban dari teori EVOLUSI...


moga2 diantara user forsa ada yang hidup puluhan ribu tahun..
dan kalau sudah melihat manusia berevolusi/ tidak harus nulis artikel ilmiah sejujurnya dengan apa yang dilihatnya..
;D

Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.

Gak perlu hidup puluhan ribu tahun untuk menemukan fakta evolusi.
Sama halnya gak perlu hidup puluhan ribu tahun untuk tahu adanya letusan gunung berapi puluhan ribu tahun silam.

yah kalau sains tidak mengenal bilang sana sini idiot...
Sains akan bilang yang idiot itu idiot.
Tokoh sains populer bilang keidiotan gak ada batas :)

yang ga logis dari akal tapi ilmiah...

kalau kita jongkok diatas timbangan, kita bakal nlar kalau kita bakal bertambah berat nya...
eh ternyata kaga...
:P
Ini gak logis dan gak ilmiah.
Ini disebut mispersepsi :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 12, 2011, 01:36:06 PM
aduh si pi-one lagi ga mudeng ya?
pertanyaannya kan udah dijawab itu. coba dong baca baik-baik balasan saya  ;)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 12, 2011, 02:16:41 PM
aduh si pi-one lagi ga mudeng ya?
pertanyaannya kan udah dijawab itu. coba dong baca baik-baik balasan saya  ;)
Masalahnya adalah kata 'tujuan' ini bisa disalahkaprahi.
Seperti kataku, alam sendiri tidak punya keinginan, soal makhluk hidup yang lolos seleksi alam bisa survive, itu aalah hasil. Mau dibilang tujuan, selama gak dikatikan dengan kehendak, itu gak masalah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 13, 2011, 02:34:14 AM
Munculnya tornado jelas bukan kebetulan.   Tapi kalo tornado itu menyapu suatu lahan penyimpanan barang bekas,  dan lalu dari bahan2 barang bekas itu bisa terakit dengan sendirinya pesawat boeing 747,  itu baru namanya kebetulan.

Situasi yang sama berlaku untuk pembentukan kehidupan ??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 13, 2011, 03:49:39 AM
Dan semua orang (kecuali idiot) tahu kalau makhluk hidup tidak terbentuk dengan merangkai kompoinen satu-persatu seperti merangkai pesawat boeing. Pembentukan makhluk hidup berbeda dengan membuat monster Frankenstein.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 13, 2011, 07:41:13 AM
Hebat juga yah teori evolusi,  bisa menjelaskan pembentukan makhluk hidup.   Bukan dengan cara merangkai satu-persatu seperti merangkai pesawat boeing yah ?   Tentu saja bukan,  karena bahan2nya juga bukan benda mati,  betul ngga ??

Atau,  dongeng tentang benda mati yang dengan sendirinya  berubah menjadi benda hidup,  setelah sekian juta atau milyar tahun kemudian itu ??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 13, 2011, 11:45:29 AM
Tuh, idiotnya gak sembuh-sembuh kan?
Udah jelas dan udah dibilang kalau teori evolusi gak bicara soal asal kehidupan, dan itu bahasan teori ilmiah lain, teori abiogenesis modern, si asbuner masih celoteh bodoh. Beda antara kreasionis dan non kreasionis adalah kreasionis gak bisa berevolusi (berkembang) :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 13, 2011, 06:34:14 PM
evolusi gak terkait dengan abiogenesis modern ??

abiogenesis modern teori ilmiah lain ??

 :D :D :D :D  ngakak guling-guling

kalo gak ada tornado bisa merakit boeing 747,  mana ada tornado seleksi alam mulai bekerja merakit boeing-boeing lainnya ??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 13, 2011, 11:05:58 PM
Asal teori itu apa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 13, 2011, 11:18:40 PM

Gak perlu hidup puluhan ribu tahun untuk menemukan fakta evolusi.
Sama halnya gak perlu hidup puluhan ribu tahun untuk tahu adanya letusan gunung berapi puluhan ribu tahun silam.


Ketahuan kalo gak tahu bedanya antara fakta sains dengan fakta sejarah.  Fakta sejarah tidak bisa diulang.  Fakta sains harus bisa diulang atau diuji-coba beberapa kali sampai benar2 meyakinkan.  Teori evolusi  ?  Apanya yang bisa diuji-coba untuk validasi kesahihannya ?  Lha wong yang namanya seleksi alam itu sendiri tidak bisa diprediksi  ............... :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 14, 2011, 01:59:05 AM
Sejak kapan abiogenesis bicara soal perakitan komponen-komponen menjadi makhluk hidup?

Kecuali idiot, semua tahu boeing 747 gak dibentuk dengna cara membiarkan tornado merakit komponennya. Prosesnya bukan begitu. Demikian pula abiogenesis tak terjadi dengan satu kebetulan mengubah komponen langsung cling jaid makhluk hidup.

Bukti teori evolusi ada pada temuan paleontologi (yang berjibun), juga data genetika makhluk hidup. Bukti kreasionisme? NOL BESAR!

Level idiotnya udah jauh melewati ambang toleransi tuh... ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 14, 2011, 04:31:48 AM
ada yang lebih hebat lagi, setelah teori teori atheis yang berdasarkan ilmu pengetahuan terbukti benar, para theis akan menutupi ketidaktahuan mereka dan jejak jejak mereka sambil berkilah bahwa agama tidak menentang sains. Sudah itu kaum ilmuan lah yang disalahkan karena menentang science, istilahnya lempar batu sembunyi tangan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 14, 2011, 04:41:13 AM
Teori evolusi  ?  Apanya yang bisa diuji-coba untuk validasi kesahihannya ?  Lha wong yang namanya seleksi alam itu sendiri tidak bisa diprediksi  ............... :D

evolusi bukan sekedar teori lagi kok tapi udah ada pembuktian dari tingkat genetik sampai sifatnya.
kata siapa seleksi alam ga bisa di prediksi. tornado,gempa bumi, tsunami, gunung meletus. itu semua kan bagian dari seleksi alam. dan bisa di prediksi oleh manusia walaupun ga akurat 100%...

gurita juga bisa memprediksi gempa bawah laut kok.dll..


teori awal kehidupan perasaan itu pelajaran saya waktu sd deh. masa pada gatau sih?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 14, 2011, 05:01:25 AM

kata siapa seleksi alam ga bisa di prediksi. tornado,gempa bumi, tsunami, gunung meletus. itu semua kan bagian dari seleksi alam. dan bisa di prediksi oleh manusia walaupun ga akurat 100%...


 :D :D Yang dimaksud seleksi alam bukan itu.   Apa yang anda sampaikan itu peristiwa alamnya.

Silakan dibaca lagi soal seleksi alam.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 14, 2011, 05:25:57 AM
sejak kapan peristiwa alam bukan bagian dari seleksi alam????  ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

kalau begitu coba jelaskan ke saya pandangan anda tentang seleksi alam  :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 14, 2011, 05:32:35 AM
Seleksi alam adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industri jumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.

dengan kata lain seleksi alam hanyalah 'judul buku' dan peristiwa alam ataupun kelalaian manusia adalah 'isi bukunya'.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 14, 2011, 07:08:57 AM
kalau begitu coba jelaskan ke saya pandangan anda tentang seleksi alam  :D

Mengutip dari wiki :

Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi yang lain pada sebuah populasi.

Dari sumber lain :

Pengertian dan arti definisi seleksi alam adalah seleksi yang terjadi pada individu-individu yang hidup di alam, sehingga individu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut akan terus hidup dan beranak pinak, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungan sekitarnya akan musnah dan hilang dimakan waktu.


Dari posting anda sebelumnya,  yang saya tangkap bahwa peristiwa2 alam seperti tornado,gempa bumi, tsunami, gunung meletus dapat diprediksi walaupun tidak akurat 100 %.  Bukan memprediksi individu2 yang hidup di alam,  yang terkena proses seleksi.

Selain itu,  prediksi terhadap tornado dll  tidak akurat 100 % itu prediksi berapa tahun ke depan ?? :D

Oleh karena itu saya tidak sependapat,  karena proses seleksi alam sebagai dikatakan oleh teori evolusi,  berlangsung dalam jangka waktu lama,  jutaan atau milyar tahun.   Tidak usah jutaan tahun,  sains belum bisa memprediksi tornado dll itu 5 - 10 tahun ke depan.  Selain itu,  teori evolusi juga tidak bisa memprediksi jenis individu-individu  apa saja yang akan terseleksi dengan adanya tornado,   lalu jenis individu2 apa yang akan terseleksi dengan adanya tsunami dan gunung meletus,  dsbnya.   

Intinya,  teori evolusi tidak bisa memprediksi kapan peristiwa2 alam seperti tornado dll itu akan terjadi,  dan konsep seleksi alamnya juga tidak bisa memprediksi jenis individu-individu
yang hidup di alam,  yang akan terkena proses seleksi.  :D

Seleksi alam cuma sekedar teori,  seperti yang anda sampaikan :  Seleksi alam adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 14, 2011, 10:25:03 AM
Mana ada satu teori yang bisa memprediksi segala hal tanpa bekerja sama dengan teori atau bidang sains lain?

Seleksi alam adalah fakta. Seleksi alam adalah bagian dari teori evolusi.
Jika tidak ada selesi alam, maka berarti tidak akan ada spesies yang punah.
Realitanya? Sudah berapa banyak spesies yang punah karena gagal survive?

Dan sebagai perbandingan, apa kreasionisme memprediksi? Tidak, mereka punya jawaban paling fleksibel yang membuat kreasionisme akan tetap sebagai pseudo sains: semua itu kehendak Tuhan :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: topazo pada September 14, 2011, 11:42:15 AM
Saya jadi mikir... ada perbedaan mendasar antara yang memasukkan faktor Tuhan dalam sains, dengan yang tidak memasukkannya...
analoginya gini:

Ibu saya menyuruh saya: "Nak, belajarlah fisika... biar lulus ujian hari senin nanti..." Dan, akhirnya saya lulus...

Orang yang memasukkan faktor Tuhan:
"Kenapa kamu lulus topazo? padahal kamu adalah kandidat bontot kelulusan fisika..."
"Karena Ibu saya pak!!"

Orang yang tidak memasukkan faktor Tuhan:
"Kenapa kamu lulus topazo? padahal kamu adalah kandidat bontot kelulusan fisika..."
"Karena saya belajar habis2an pak!!"

Dua2nya benar... Tinggal melihat, sains itu terletak di mana dalam kalimat, mau memasukkan kalimat ungu atau tidak...
Membuat kapak batu adalah sebuah sains, orang tidak perlu tahu Tuhan dahulu baru bisa buat kapak batu...
Itu pendapat saya... Saya pribadi sangat percaya dengan Tuhan (bukan kakek tua berjenggot pastinya), Tuhan itu lebih rumit dari "gravitasi" yang bisa menarik meskipun tidak punya tangan, "waktu" yang bisa berjalan meskipun tidak punya kaki, "elektron" yang bisa ada di dua tempat sekaligus dalam satu waktu, atau "black hole" yang wujudnya belum bisa diketahui melainkan dengan angka doang... Tapi karena saking rumitnya, saya tidak memasukkan konstanta atau elemen "Tuhan" dalam formula sains... Biarlah Tuhan di luar itu semua, biarlah Tuhan menjadi tujuan dan motif semata...

BSJS...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 14, 2011, 02:28:30 PM

Seleksi alam adalah fakta. Seleksi alam adalah bagian dari teori evolusi.


Bisa memberikan contoh2 bukti / faktanya ? ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 14, 2011, 03:33:30 PM
Tapi karena saking rumitnya, saya tidak memasukkan konstanta atau elemen "Tuhan" dalam formula sains... Biarlah Tuhan di luar itu semua, biarlah Tuhan menjadi tujuan dan motif semata...
Terlebih, bisakah dibuktikan peranan Tuhan dalam formula sains - secara ilmaih?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 14, 2011, 03:35:17 PM
Kutip
I am a deeply religious nonbeliever - this is a somewhat new kind of religion. ~ Albert Einstein
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: topazo pada September 14, 2011, 09:07:34 PM
Terlebih, bisakah dibuktikan peranan Tuhan dalam formula sains - secara ilmaih?
Saya tidak bisa membuktikannya, dan untuk apa membuktikannya, karena Tuhan memang tidak ada peranan dalam formula sains... Sains menurut saya adalah "kalimat hijau" dan bukan "kalimat ungu"... Jadi mau ujung2nya Tuhan itu ada atau tidak, tidak akan berpengaruh ke rumus2 dalam sains... Munurut saya faktor Tuhan tidak akan masuk dalam rumus2 sains... Kalau ada yang mau mengaitkan ke "kalimat ungu"... Tidak akan menjadi sains, tapi perginya ke filosofi...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 14, 2011, 10:21:27 PM
Bisa memberikan contoh2 bukti / faktanya ? ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 15, 2011, 12:21:33 AM
Saya tidak bisa membuktikannya, dan untuk apa membuktikannya, karena Tuhan memang tidak ada peranan dalam formula sains... Sains menurut saya adalah "kalimat hijau" dan bukan "kalimat ungu"... Jadi mau ujung2nya Tuhan itu ada atau tidak, tidak akan berpengaruh ke rumus2 dalam sains... Munurut saya faktor Tuhan tidak akan masuk dalam rumus2 sains... Kalau ada yang mau mengaitkan ke "kalimat ungu"... Tidak akan menjadi sains, tapi perginya ke filosofi...
Demikianlah teman. Tuhan tidak bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah, karenanya Tuhan bukan bahasan ranah sains. Tidak pada tempatnya memasukkan variabel Tuhan dalam ranah sains. Perkara sebagai pandangan filosofi pribadi, itu balik ke masing-maisng.

Dan nampaknya ada asbuner yang masih gak ngeh. Sudah dibilang, seleksi alam adalah fenomena yang terus terjadi di alam, punahnya berbagai spesies adalah buktinya. Dan dia masih terus bertanya 'mana buktinya'. Berarti dia bahkan hingga detik ini gak ngerti apa itu seleksi alam :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 15, 2011, 01:35:54 AM
Ou,  punahnya berbagai spesies adalah buktinya.  Punah sebagai akibat lanjut dari peristiwa2 alam seperti tornado,  tsunami,  gempa bumi,  gunung meletus,  kebakaran hutan,   dsbnya itu yah ?   Banyak tuh bencana2 alam seperti itu : meletusnya gunung2 : Krakatau,  Kelud,  Gn Agung,  Merapi.  Lalu gempa2 bumi : Lampung / Bengkulu, Padang .....Tsunami di Aceh,  di Jepang,   dst ........sampai bencana lumpur Lapindo di Jawa Timur ..........................

Atau mungkin bencana2 alam yang terjadi di dunia,  yang  pernah diketahui ratusan tahun yang lalu ..........

Spesies apa saja yang punah dan lalu yang bertahan hidup  ?  ::)

Bisa memberi bukti / faktanya  ?  ???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 15, 2011, 03:52:08 AM
OML... Spesies yang punah saja gak tahu? Mau penyebanya bencana alam, mau karena jatuhnya meteor, mau karena perubahan iklim, mau karena perubahan habitat, mau karena wabah penyakit, mau karena gagal bersaing dengan spesies lain, lalu kenapa? Namanya seleksi alam, penyebab kepunahan bisa macam-macam, bahkan karena manusia.

Kalau sampai hal macam ini saja gak ngerti, tapi masih sok ngoceh bantah soal teori evolusi, berarti kulit muka si asbuner bahkan lebih tebal dari badak... ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 15, 2011, 04:44:12 AM

Seleksi alam adalah fakta.


N O L   B E S A R.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 15, 2011, 06:05:59 AM
Benar sekali, pengetahuan si semut asbun tentang teori evolusi, sama dengan idolanya si guru besar belut, adalah NOL BESAR. ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 15, 2011, 07:30:51 AM
Kutip
Seleksi alam adalah fakta

Benar sekali,  ... NOL BESAR. ::)

 :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 15, 2011, 08:31:56 AM
Kutip
Sains akan bilang yang idiot itu idiot.
Tokoh sains populer bilang keidiotan gak ada batas senyum
iiya juga si..
:(

tapi ilmuwan muslim duluu kaga ada bilang idiot..
hehehe
:)
Kutip
Ini gak logis dan gak ilmiah.
Ini disebut mispersepsi senyum
tapi aku masih ingat ini pmikirannya enstein...
aku lupa nama bukunya...
tapi buk fisika lo yang ngatain klo itu dari enstein...

dia bilang sprti kalau sains itu berdri diatas prcobaan, bukan penlaran akal terhdp gjla alam...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 15, 2011, 02:42:24 PM
iiya juga si..
:(

tapi ilmuwan muslim duluu kaga ada bilang idiot..
Tergantung konteksnya juga.
Kalau idiot dibialng gak idiot, itu bohong namanya :)

hehehe
:)tapi aku masih ingat ini pmikirannya enstein...
aku lupa nama bukunya...
tapi buk fisika lo yang ngatain klo itu dari enstein...

dia bilang sprti kalau sains itu berdri diatas prcobaan, bukan penlaran akal terhdp gjla alam...
Ada banyak quote dari Einstein, dan kalau gak paham makna di balik ucapannya (misal konteks atau kapan dia mengucapaknnya), entar disalah tafsirkan.
Misal rekan asbuner kita ngotot Einstein itu theis, padahal Einsten jelas-jelas menolak konsep Tuhan personal yang dipercaya dia :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 17, 2011, 07:38:26 AM
sains itu berdasarkan fakta bukan teori saja  8)

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 17, 2011, 08:04:21 AM
Tergantung konteksnya juga.
Kalau idiot dibialng gak idiot, itu bohong namanya :)
Ada banyak quote dari Einstein, dan kalau gak paham makna di balik ucapannya (misal konteks atau kapan dia mengucapaknnya), entar disalah tafsirkan.
Misal rekan asbuner kita ngotot Einstein itu theis, padahal Einsten jelas-jelas menolak konsep Tuhan personal yang dipercaya dia :)

Einstin itu theis, tidak percaya Tuhan personal bukan berarti dia atheis. Dia percaya Tuhan, tapi bukan Tuhan tafsiran para pemuka agama dijamannya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 17, 2011, 04:30:18 PM
Einstin itu theis, tidak percaya Tuhan personal bukan berarti dia atheis. Dia percaya Tuhan, tapi bukan Tuhan tafsiran para pemuka agama dijamannya.
Salah. Eintein itu agnostik. Dia tak percaya segala konsep-konsep Tuhan agama samawi. Kereligiusan Einstein bukanlah bentuk kepercayaan pada sosok Tuhan, melainkan ketekunannya dalam mengungkap misteri alam semesta, yang terkandung dalam hukum alam.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 17, 2011, 06:11:52 PM
Einstein adalah seorang agnostik,dan jelas bukan seorang atheis, seperti ia pernah katakan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 18, 2011, 04:21:06 AM
Einstin itu percaya Tuhan ada, tidak bisa disebut atheis. Agnostik pun masih disebut theis karena percaya adanya Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 18, 2011, 05:21:14 AM
Agnostik pada dasarnya abu abu, namun memiliki banyak spektrum, mulai dari cenderung theis, hingga cenderung atheis.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 18, 2011, 07:07:09 AM
Einstin itu percaya Tuhan ada, tidak bisa disebut atheis. Agnostik pun masih disebut theis karena percaya adanya Tuhan.
Einstein percaya Tuhan yang bagaimana?
Dan siapa bilagn agnostik pasti masih percaya Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 18, 2011, 07:58:46 AM
Lah memangnya einstin menolak eksistensi Tuhan? YAng saya bicarakan ini adalah einstein. Lah definisi agnostik yang benar itu bagaimana?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 18, 2011, 11:48:39 AM
kembali ke "science tidak membutuhkan Tuhan"

Tuhan itu pencipta segala yang ada dialam ini, termasuk science
ilmu pengetahuan

Klo orang yang percaya Tuhan, akan mengatakan ilmu pengetahuan itu datangnya dari Tuhan

Biasanya yang bilang science itu tidak butuh Tuhan adalah orang yang tidak percaya Tuhan :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 18, 2011, 12:04:14 PM
Lah memangnya einstin menolak eksistensi Tuhan? YAng saya bicarakan ini adalah einstein. Lah definisi agnostik yang benar itu bagaimana?
Einsten jelas menolak eksistensi Tuhan personal agama samawi. Tapi dia juga menegaskan dia bukan atheis. Jadi sebagai agnostik, dia mungkin cenderung deis/pantheist.

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 18, 2011, 12:08:31 PM
kembali ke "science tidak membutuhkan Tuhan"

Tuhan itu pencipta segala yang ada dialam ini, termasuk science
ilmu pengetahuan

Klo orang yang percaya Tuhan, akan mengatakan ilmu pengetahuan itu datangnya dari Tuhan
Itu adalah 'kepercayaan' yang berlandaskan iman bukan?
Sains tidak berlandaskan pada kepercayaan macam itu.

Biasanya yang bilang science itu tidak butuh Tuhan adalah orang yang tidak percaya Tuhan :)
Sains memang tidak membutuhkan Tuhan
Theislah yang membutuhkan Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 18, 2011, 01:46:09 PM
Itu adalah 'kepercayaan' yang berlandaskan iman bukan?
Sains tidak berlandaskan pada kepercayaan macam itu.
Sains memang tidak membutuhkan Tuhan
Theislah yang membutuhkan Tuhan.
Apakah ada Sains yang Theis?
saya kira kita harus mengikuti peraturan sains sendiri masalah perbandingan yang setara
Theis yang dimaksud disitu adalah orang yang percaya Tuhan
sedang Sains itu bukan orang

dua hal yang berbeda, tak bisa dibandingkan

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 19, 2011, 01:48:12 AM
Apakah ada Sains yang Theis?
saya kira kita harus mengikuti peraturan sains sendiri masalah perbandingan yang setara
Theis yang dimaksud disitu adalah orang yang percaya Tuhan
sedang Sains itu bukan orang

dua hal yang berbeda, tak bisa dibandingkan


Sains bukan theis, bukan atheis, bukan agnostik
Ilmuwanlah yang theis, atheis dan agnostik
Sains itu naturalistik
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 19, 2011, 02:35:45 AM
Ya sains naturalistik. Selain dari itu, saisn juga permanen dan netral. Siapapun orangnya, agamanya, kepercayaannya, apapun, akan menemukan bahwa sains itu ya tetap sains, bukan ini bukan itu, dalam artian, semua orang akan melihat bumi bulat, bulan memantulkan cahaya, atom itu memiliki elektron, bentuknya bulat dsb. Itu sebabnya sains bisa kita jadikan patokan untuk mengetahui mana yang salah dan mana yang benar.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 19, 2011, 07:54:29 AM
Sains bukan theis, bukan atheis, bukan agnostik
Ilmuwanlah yang theis, atheis dan agnostik
Sains itu naturalistik
Klo dibilang naturalistik, di German ada kelompok naturalis yang dia ga mau pakai produk2 yang udah diolah, seperti pakaian sintetis dll. Mereka lebih rela telanjang dari pada pakai pakain sperti itu. Akhirnya mereka menggunakan pakaian yang langsung bisa didapatkan dari alam.

sains itu hanya sekedar alat yang bisa kita manfaatkan.
sains untuk mengetahui alam ciptaan tuhan ini
sains itu digunakan untuk mengetahui hukum-hukum yang ada dialam ini, dengan mengetahui hukum-hukum alam, sifat-sifat atau karakteristik alam maka kita bisa memanfaatkan alam ini secara optimal untuk kebaikan bersama

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 08:22:47 AM
Klo dibilang naturalistik, di German ada kelompok naturalis yang dia ga mau pakai produk2 yang udah diolah, seperti pakaian sintetis dll. Mereka lebih rela telanjang dari pada pakai pakain sperti itu. Akhirnya mereka menggunakan pakaian yang langsung bisa didapatkan dari alam.

sains itu hanya sekedar alat yang bisa kita manfaatkan.
sains untuk mengetahui alam ciptaan tuhan ini
sains itu digunakan untuk mengetahui hukum-hukum yang ada dialam ini, dengan mengetahui hukum-hukum alam, sifat-sifat atau karakteristik alam maka kita bisa memanfaatkan alam ini secara optimal untuk kebaikan bersama



eh,eh,eh ... klaim apaan itu ?
tak semudah itu, belum tentu kawan ... ( saya tau yang dimaksud adalah Tuhan "personal" )
sebab salah satu tujuan Science pun adalah untuk memecahkan misteri apakah memang alam ini diciptakan oleh Tuhan ... dan setahuku belum pasti kok jawabannya ...

Tuhan itu transenden ? aku tahu ...
tapi jika kita dapat menjelaskan segalanya, alasan tercipta semuanya, caranya, secara ilmiah tanpa tanpa menggantungkan diri pada yang belum transenden, belum tentu ada juga... kenapa kita harus tetap berpikir itu memang ada ?

maaf, kalo ada yang tak berkenan ...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 08:24:37 AM
eh maaf, banyak yang salah ketik ... XD
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 19, 2011, 08:31:31 AM
kalau sains di sangkut pautkan dengan Tuhan maka tidak perlu ada sains.

contoh " mengapa bumi ini bulat? ya kehendak Tuhan tentunya"

"mengapa bulan mengelilingi bumi? ya kehendak Tuhan tentunya"

ya sudah kalau begitu kita ga perlu sains . semua jawaban "ya kehendak Tuhan tentunya".
itulah akibatnya sains di sangkut pautkan dengan Tuhan.

sains itu berlandaskan ajaran agama agar menjaga keseimbangan alam tapi tidak di sangkut pautkan dengan Tuhan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 08:35:50 AM
kalau sains di sangkut pautkan dengan Tuhan maka tidak perlu ada sains.

contoh " mengapa bumi ini bulat? ya kehendak Tuhan tentunya"

"mengapa bulan mengelilingi bumi? ya kehendak Tuhan tentunya"

ya sudah kalau begitu kita ga perlu sains . semua jawaban "ya kehendak Tuhan tentunya".
itulah akibatnya sains di sangkut pautkan dengan Tuhan.

sains itu berlandaskan ajaran agama agar menjaga keseimbangan alam tapi tidak di sangkut pautkan dengan Tuhan

ini lagi, sama aja ... apa maksudnya ?
ini klaim yang besar ....
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 19, 2011, 09:47:19 AM
Saya sudah menyaksikan bahwa Tuhan itu benar benar ada. Saya tidak mengerti mengapa dia lebih suka memilih untuk bersembunyi dan pura pura tuli dan buta. Dia itu cerdas, pintar, bijaksana, jauh lebih hebat dari yang awalnya saya kira. Tadinya saya pikir Tuhan perlu bantuan manusia untuk mengalahkan setan, ternyata saya salah, setan pun ternyata babu Tuhan. Masih banyak hal yang tidak saya mengerti, tapi saya sudah paham apa tugas saya di dunia ini. Saya rasa rizqi pun sudah mulai paham.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 10:19:54 AM
Saya sudah menyaksikan bahwa Tuhan itu benar benar ada. Saya tidak mengerti mengapa dia lebih suka memilih untuk bersembunyi dan pura pura tuli dan buta. Dia itu cerdas, pintar, bijaksana, jauh lebih hebat dari yang awalnya saya kira. Tadinya saya pikir Tuhan perlu bantuan manusia untuk mengalahkan setan, ternyata saya salah, setan pun ternyata babu Tuhan. Masih banyak hal yang tidak saya mengerti, tapi saya sudah paham apa tugas saya di dunia ini. Saya rasa rizqi pun sudah mulai paham.

berarti ini pasti tuhan personal ya ?
oke, apa itu yang 'disaksikan' oleh @farabi ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 19, 2011, 10:20:59 AM
OOo yang seperti itu yang didefinisikan Tuhan personal ya? Ya berarti kemungkinan besar saya salah. ;D


Yang saya saksikan itukan penemuan penemuan para ateis dalam bidang IPTEK, ya tidak murni ateis sih, tapi hasil kerja semua orang. Bedanya, saya menemukan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam penemuan penemuan tersebut. Seperti misalkan tubuh manusia yang dengan efisien membagikan Sumber dayanya, atau hal hal lain yang belum bisa dikemukakan tapi dirasakan.

Misal



Saya tidak akan memasukan pengalaman pengalaman "personal" dalam mimpi mimpi saya sebagai bukti keberadaan Tuhan, karena hal tersebut terlalu subjektif dan sangat dipengaruhi oleh kepercayaan manusia, saya rasa pengalaman seperti itu hanyalah khayalan manusia saja.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 11:05:01 AM
hmm ... bukan hanya ilmuwan atheis yang bat penemuan, malahan masih lebih banyak ilmuwan theis kok yang dikenang sejarah atas penemuan2 ...
jadi tak usah bicara begitu ...

soal 'kecerdasan' dan 'kebijaksanaan' agak sulit memang menjelaskan ( di pikiran sebenarnya tertulis dengan rinci, hanya saja entah kenapa sulit diungkapkan dengan kata2 ), dan lagipula saya tak tahu banyak soal anatomi tubuh ...
tapi saya bisa sedikit jelaskan misal soal 'keteraturan' di alam semesta, bintang2 dan planet2 ... planet2 dan bintang2 'teratur' bukan karena 'diatur' tetapi karena 'ditahan' oleh gaya gravitasi ...
begitu pula tubuh, bukan karena 'diatur' tetapi karena 'diikat' oleh saling keterikatan organ2 ... pembagian kerja ... bukan karena organ2 yang sudah tergabung saling dibagi2 pekerjaannya.. tetapi organ2 belum tergabung tetapi pekerjaan sudah terbagi, yang saling digabungkan ... mengerti ?

sulit dijelaskan, saya pikir ini hanya akan dimengerti dengan baik jika dipikir dan muncul sendiri di pikiran ... :D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 19, 2011, 12:24:08 PM
Klo dibilang naturalistik, di German ada kelompok naturalis yang dia ga mau pakai produk2 yang udah diolah, seperti pakaian sintetis dll. Mereka lebih rela telanjang dari pada pakai pakain sperti itu. Akhirnya mereka menggunakan pakaian yang langsung bisa didapatkan dari alam.
Beda konteks naturalisnya :)
Pandangan naturalis itu terakit dengan sains seabgai ilmu yang menjelaskan fenomena di alam, yang bisa diuji dan dibuktikan. Karena itu sains tidak membahas Tuhan, yang tak bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.

sebab salah satu tujuan Science pun adalah untuk memecahkan misteri apakah memang alam ini diciptakan oleh Tuhan ... dan setahuku belum pasti kok jawabannya ...
Sains tidak membicarakan Tuhan.
Sains tidak menerima dan tidak menolak eksistensi Tuhan, sebab keberadaan Tuhan tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 19, 2011, 10:27:04 PM
Sains tidak membicarakan Tuhan.
Sains tidak menerima dan tidak menolak eksistensi Tuhan, sebab keberadaan Tuhan tak bisa dibuktikan secara ilmiah.



hehe, begini ...( tapi rasanya sudah aku jelaskan juga di bawah )
science kan salah satunya juga mempelajari asal usul semuanya, alam semesta ... sementara ada orang yang bilang alam semesta itu asal usulnya diciptakan tuhan ... ya, mau tak mau berhubungan dong ?
jika kita bisa menjawabnya semua secara ilmiah lewat science ( ya, sampang sekarang belum terjawab semua ), kenapa kita harus tetap berpikir itu transenden ...  ;)

ya, saya mengerti maksud @Pi-Man ... lagipula saya rasa yang kita pikirkan agak mirip ...  :P
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 19, 2011, 11:52:03 PM
kalau sains di sangkut pautkan dengan Tuhan maka tidak perlu ada sains.

contoh " mengapa bumi ini bulat? ya kehendak Tuhan tentunya"

"mengapa bulan mengelilingi bumi? ya kehendak Tuhan tentunya"

ya sudah kalau begitu kita ga perlu sains . semua jawaban "ya kehendak Tuhan tentunya".
itulah akibatnya sains di sangkut pautkan dengan Tuhan.

sains itu berlandaskan ajaran agama agar menjaga keseimbangan alam tapi tidak di sangkut pautkan dengan Tuhan
Klo Tuhan yang saya kenal, malah mendorong manusia untuk mempelajari sains
bahkan menantang (mendorong) manusia untuk menembus langit dan bumi

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Hai masyarakat jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus gugusan langit dan gugusan bumi, maka tembuslah, kalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan “Sulthon” (QS. ar-Rahman; 55/33)

mendorong manusia untuk memperhatikan alam ini
dll
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 20, 2011, 12:09:44 AM
Beda konteks naturalisnya :)
Pandangan naturalis itu terakit dengan sains seabgai ilmu yang menjelaskan fenomena di alam, yang bisa diuji dan dibuktikan. Karena itu sains tidak membahas Tuhan, yang tak bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.
Sains tidak membicarakan Tuhan.
Sains tidak menerima dan tidak menolak eksistensi Tuhan, sebab keberadaan Tuhan tak bisa dibuktikan secara ilmiah.
Tergantung siapa yang menggunakan sains itu:) makanya sains itu adalah alat
terserah ama yang menggunakannya
sains itu dah diciptakan dan ditentukan hukum2nya sejak lama -> ini versi yang percaya Tuhan, he he
makanya bagaimana sains ga membutuhkan Tuhan -> ini versi yang percaya Tuhan juga he he
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 20, 2011, 12:26:06 AM
hehe, begini ...( tapi rasanya sudah aku jelaskan juga di bawah )
science kan salah satunya juga mempelajari asal usul semuanya, alam semesta ... sementara ada orang yang bilang alam semesta itu asal usulnya diciptakan tuhan ... ya, mau tak mau berhubungan dong ?
Dan ada orang yang bilagn alam semesta terbentuk dari telur kosmos, ada yang bilang dibentuk oleh Odin, dibentuk oleh Chaos, dsb. Lalu? Sains tidak menjawab atau membuktikan hal itu, sains hanya mencoba menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk berdasar hukum-hukum alam. Sains bahkan tak mengatakan hukum alam diciptakan oleh satu sosok.

jika kita bisa menjawabnya semua secara ilmiah lewat science ( ya, sampang sekarang belum terjawab semua ), kenapa kita harus tetap berpikir itu transenden ...  ;)
Menjawa ketidaktahuan dengan variabel Tuhan, itu yang disebut konsep God of the gaps.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 20, 2011, 08:35:37 AM
Dan ada orang yang bilagn alam semesta terbentuk dari telur kosmos, ada yang bilang dibentuk oleh Odin, dibentuk oleh Chaos, dsb. Lalu? Sains tidak menjawab atau membuktikan hal itu, sains hanya mencoba menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk berdasar hukum-hukum alam. Sains bahkan tak mengatakan hukum alam diciptakan oleh satu sosok.
Menjawa ketidaktahuan dengan variabel Tuhan, itu yang disebut konsep God of the gaps.

ya, benar sekali ... tapi saya bicara Tuhan disini, Tuhan personal, tapi juga bukan Tuhan yang misal menurut deism ( ini sulit atau bahkan mungkin memang mustahil dibuktikan ) ...
tapi yang saya 'serang' (  :P ) disini itu Tuhan yang mengatakan antara lain "manusia awal itu adam dan hawa yang punya tulang rusuk", "bumi tercipta duluan daripada matahari" ... hehe

saya juga ngga suka menjawab ketidaktahuan dengan "Tuhan" ( Tuhan yang sesuai dengan definisi2 nya ) kok, kalo pun saya kadang2 berpikir ketidaktahuan itu mungkin memang "transenden", tapi menurut saja tetap saja kurang tepat disebut "Tuhan" ... ( sesuai definisi tentunya )
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 20, 2011, 08:39:20 AM
Sains membutuhkan Tuhan. Apakah itu hipotesis?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 20, 2011, 10:52:03 AM
Sains membutuhkan Tuhan. Apakah itu hipotesis?
Bukan, itu klaim. :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 20, 2011, 12:03:11 PM
Sains (tidak) membutuhkan Tuhan juga sebuah klaim
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 20, 2011, 02:09:06 PM
Pada dasarnya, sains memang tidak membahas Tuhan, tidak menolak ataupun membenarkan. Soal kaitan antara sains dan Tuhan bukanlah bahasan sains, tapi bergantung pada pandangan filosofis atau kepercayaan pribadi tiap ilmuwan, namun tidak berkaitan dengan sains itu sendiri.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 20, 2011, 02:15:06 PM
"The word God is for me nothing more than the expression and product of human weaknesses, the Bible a collection of honourable, but still primitive legend which are nevertheless pretty childish."

Albert Einstein
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 21, 2011, 12:07:55 AM
Apa perbedaan klaim dan hipotesis?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 21, 2011, 12:57:40 AM
Sains (tidak) membutuhkan Tuhan juga sebuah klaim
Menilik ranah apa yang dibahas sains, sains memang tidak membutuhkan Tuhan. Itu fakta.

Apa perbedaan klaim dan hipotesis?
Hipotesis adalah asumsi, dugaan, yang jika terbukti akan menjadi teori.
Klaim bisa disertai bukti, bisa juga tidak.

"The word God is for me nothing more than the expression and product of human weaknesses, the Bible a collection of honourable, but still primitive legend which are nevertheless pretty childish."

Albert Einstein
Rekan muslim mungkin akan ada yang menyanggah, bilang yang dibantah Einstein hanya Tuhan kristen. Padahal yang ditolak Einstein adalah konsep Tuhan personal, yang dimiliki semua agama samawi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 21, 2011, 03:01:28 AM
Tuhan personal itu apa sih? Dengan menyatakan demikian berarti einstin pun punya konsep Tuhan "personal"nya dia sendiri. Saya pribadi sih percaya sekali Tuhan ada. Individu sakti yang serba bisa, bahkan menciptakan batu atau besi menjadi hidup.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 21, 2011, 04:19:48 AM
Tuhan personal itu apa sih? Dengan menyatakan demikian berarti einstin pun punya konsep Tuhan "personal"nya dia sendiri. Saya pribadi sih percaya sekali Tuhan ada. Individu sakti yang serba bisa, bahkan menciptakan batu atau besi menjadi hidup.

menurut sy, 'Tuhan' personal adalah 'Tuhan' menurut versi dirinya sendiri, semua punya sudut pandang ttg 'Tuhan' mungkin ini yang menjadikan alasan sains tidak membahasnya karena memang tidak perlu
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 21, 2011, 05:27:17 AM
Tuhan personal itu apa sih? Dengan menyatakan demikian berarti einstin pun punya konsep Tuhan "personal"nya dia sendiri. Saya pribadi sih percaya sekali Tuhan ada. Individu sakti yang serba bisa, bahkan menciptakan batu atau besi menjadi hidup.
Dari mana non-theis tahu tentang konsep Tuhan? Tentu saja dari theis. Masalahnya non-theis tahu konsep milik theis, tapi tak menerima konsep itu.

Tuhan personal adalah Tuhan yang meiliki keinginan, kehendak, seta sifat-sifat manusiawi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada September 21, 2011, 06:16:46 AM
Tuhan personal adalah Tuhan yang punya kesadaran ...
dan Tuhan adalah 'zat' yang serba "maha" ...  ;)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 21, 2011, 08:19:34 AM
Einstin itu theis, tidak percaya Tuhan personal bukan berarti dia atheis. Dia percaya Tuhan, tapi bukan Tuhan tafsiran para pemuka agama dijamannya.
Salah. Eintein itu agnostik. Dia tak percaya segala konsep-konsep Tuhan agama samawi. Kereligiusan Einstein bukanlah bentuk kepercayaan pada sosok Tuhan, melainkan ketekunannya dalam mengungkap misteri alam semesta, yang terkandung dalam hukum alam.
ntar saya tanya sama einsteinnya langsung....

tapi kalau saya sudah menemukan jawabannya apa untungnya bagi kita??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 21, 2011, 08:34:30 AM
hmm ... bukan hanya ilmuwan atheis yang bat penemuan, malahan masih lebih banyak ilmuwan theis kok yang dikenang sejarah atas penemuan2 ...
jadi tak usah bicara begitu ...

sulit dijelaskan, saya pikir ini hanya akan dimengerti dengan baik jika dipikir dan muncul sendiri di pikiran ... :D

yaiyalah zaamannya renaisance...
ya jlas yang ilmuwan muslim ga di kenang terlalu...

kurikulum mah diatur ama 'negara yang berkuasa'..
:D
makanya isi pelajaran semuanya dari yang baraatt aja semuanya...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 21, 2011, 11:24:25 AM
Kata siapa ilmuwan muslim ga terkenal? Banyak diantaranya umum dikenal, misalnya Avicenna(ibn sina), Averroes(ibn rusyd), Al kindi, Hunayn ibn ishaq, Maimonides(musa ibn maimun), Thusi, dll. Masalahnya, tidak semuanya adalah muslim. Hunayn adalah seorang nasrani, Maimonides adalah seorang yahudi. Dan yg muslim pun banyak yg memiliki kepercayaan atau pandangan filosofis tersendiri yg bertentangan dengan para ulama.

Pada dasarnya, istilah seperti sains muslim, sains kristen, dsb tidak masuk akal. Sains adalah alat universal untuk mengenal dunia, dan tidak didominasi atau dimonopoli oleh otoritas agama tertentu.

Lalu, saya tambahkan, para ilmuwan dapat diibaratkan sebagai para pelari estafet, yg membawa obor penerangan yg diteruskan ke generasi selanjutnya. Tidak ada pelari solo marathon dalam dunia sains.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 22, 2011, 12:37:11 AM
tekenalnya diibalik bayang2....
pengalaman saya membuktikan itu..
dari saya SD sampai SMA kemarin, saya cuma baca nemu ini adalah ini yang itu adaalah itu,,, sementara baca dibuku  lain yang bukan dari kurikulum, baru deh bahwa muslim scientist juga banyak beri peran seblm mereka2 nemu...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 22, 2011, 01:20:04 AM
tekenalnya diibalik bayang2....
pengalaman saya membuktikan itu..
dari saya SD sampai SMA kemarin, saya cuma baca nemu ini adalah ini yang itu adaalah itu,,, sementara baca dibuku  lain yang bukan dari kurikulum, baru deh bahwa muslim scientist juga banyak beri peran seblm mereka2 nemu...
Kenapa bergantung hanya pada kejayaan masa lalu? Dan karena itukah, sekarang sebagian pihak ada yang berusaha memaksakan menonjolkan kejayaan masa lalu tadi? Misal, di forum tetangga ada yang berusaha mengklaim robot mekanis pertama dibuat ilmuwan muslim, padahal robot mekanis begitu sudah dibuat sejak masa Yunani kuno, dan penemu China pun sudah membuat robot mekanis berabad sebelum tokoh itu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 22, 2011, 01:54:10 AM
Kenapa bergantung hanya pada kejayaan masa lalu? Dan karena itukah, sekarang sebagian pihak ada yang berusaha memaksakan menonjolkan kejayaan masa lalu tadi? Misal, di forum tetangga ada yang berusaha mengklaim robot mekanis pertama dibuat ilmuwan muslim, padahal robot mekanis begitu sudah dibuat sejak masa Yunani kuno, dan penemu China pun sudah membuat robot mekanis berabad sebelum tokoh itu.
dan kenapa cuma ilmuwan barat yang masuk kurikulum sehingga sangat terkenal smpai sekarang?
kenapa tidak semua ilmuwan yang pernah berperan ntah itu seblum masehi, masehi dan sekarang ditulis dalam kurikuluum??

susah banget ya kayanya nulis seorang penemu yng namanya tidak panjang dan jasanya jelas, seprti jasa mereka lenyap begitu saja sehingga cuma dari barat yang paling berjasa dan diperkenalkan dengan semua manusia yang ingin sekolah (kurikulum)??
apakah kejujuuran dan keterbukaan itu begitu mhal sekarang ini??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 22, 2011, 03:26:45 AM
dan kenapa cuma ilmuwan barat yang masuk kurikulum sehingga sangat terkenal smpai sekarang?
kenapa tidak semua ilmuwan yang pernah berperan ntah itu seblum masehi, masehi dan sekarang ditulis dalam kurikuluum??
Karena sains modern memang lebih banyak melibatkan ilmuwan itu.
Lalu mau anda apa? Toh penemu kertas juga gak masuk kurikulum, penemu kompas juga. Coba anda jawab tanpa googling, siapa penemu kertas?

susah banget ya kayanya nulis seorang penemu yng namanya tidak panjang dan jasanya jelas, seprti jasa mereka lenyap begitu saja sehingga cuma dari barat yang paling berjasa dan diperkenalkan dengan semua manusia yang ingin sekolah (kurikulum)??
apakah kejujuuran dan keterbukaan itu begitu mhal sekarang ini??
Apakah segitu pentingnya menonjolkan nama di masa lalu, dan menjadikannya bahan persaingan muslim vs barat?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 22, 2011, 08:27:01 AM
Seperti yg saya tulis sebelumnya, tidak ada pelari solo marathon di dunia sains. Lagipula, apa seorang ilmuwan terkenal karena agamanya? Wajar jika banyak ilmuwan barat dicantumkan namanya dalam buku sains, bahkan dijadikan standar satuan tertentu, karena memang kontribusi mereka pada sains modern sangat besar.

Sains itu dinamis, berkembang, tidak statis. Setiap penemuan dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Misal, memang heliosentris pertama kali dihembuskan di yunani, kemudian masuk dan berkembang di dunia islam, tapi mengapa Copernicus yg disebut sebagai penggagas heliosentris? Karena Copernicuslah yg menyempurnakan model heliosentris yg kita kenal sekarang. Bukan berarti para ilmuwan sebelumnya tidak berjasa.

Pada dasarnya, tidak ada pemisahan ilmuwan berdasarkan agama, contohnya pada nobel fisika 1979, dimana penerimanya adalah Sheldon Lee Glashow(keturunan yahudi), Abdus Salam(muslim), dan Steven Weinberg(atheis). Pemisahan antara muslim vs barat mungkin hanya eksis dalam pikiram anda saja.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 22, 2011, 08:31:54 AM
Apakah segitu pentingnya menonjolkan nama di masa lalu, dan menjadikannya bahan persaingan muslim vs barat?
y mungkin berusaha menunjukkan aja klo orang yang membutuhkan tuhan pada jaman dulu juga memanfaatkan science
jaman sekarang juga banyak

Seperti Pak Habibi yang di Indonesia dia juga termasuk ilmuwan yang membutuhkan tuhan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 22, 2011, 08:37:44 AM
kenapa tidak semua ilmuwan yang pernah berperan ntah itu seblum masehi, masehi dan sekarang ditulis dalam kurikuluum??

seperti kata rafek. ilmuan itu tidak berdiri sendiri. apakah sains itu terhitung jumlahnya? tidak. karna setiap apa yang baru kita temukan bisa berupa bagian dari sains.

anda mau menyiksa pelajar dengan memberi kurikulum seperti itu? apa lagi dengan keadaan pendidikan Indonesia saat ini. sangat amat sulit.

apakah seorang sainstis bekerja untuk ketenaran namanya?
saintis itu bekerja hanya untuk menemukan sesuatu dan mengubahnya untuk membantu kehidupan sehari hari. bukan untuk menjadikan namanya terkenal.

ilmuwan yang membutuhkan tuhan

seperti apa sih ilmuwan yang membutuhkan tuhan? tolong berikan pencerahannya  ;D

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 22, 2011, 08:38:27 AM
Segitu inginnya disanjung sanjung sampe tidak segan membuat sejarah palsu, ya ampun. Udah itu kalo ketahuan bohongnya ngamuk, dituduh menghujat Tuhan. Dunia ini benar benar sinting.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 22, 2011, 08:59:49 AM
seperti apa sih ilmuwan yang membutuhkan tuhan? tolong berikan pencerahannya  ;D
He he, dia taat beribadah
Dia tunduk patuh dan pasrah pada aturan agamanya :)
dan dia selalu memohon petunjuk tuhannya atas segala apa yang dia lakuka
termasuk ketika melakukan penelitian agar penelitiannya bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan agama :)

Akhirnya yang ditemukan adalah sesuatu yang mendasar dan manfaatnya sangat besar sekali, misal
bilangan 0
coba bayangkan klo sampai sekarang tidak ditemukan konsep bilangan 0 itu
ga ada tuh komputer digital, adanya komputer analog, he he
ups, komputer analog juga butuh konsep 0 ternyata
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 22, 2011, 10:24:46 AM
He he, dia taat beribadah
Dia tunduk patuh dan pasrah pada aturan agamanya :)
dan dia selalu memohon petunjuk tuhannya atas segala apa yang dia lakuka
termasuk ketika melakukan penelitian agar penelitiannya bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan agama :)

Akhirnya yang ditemukan adalah sesuatu yang mendasar dan manfaatnya sangat besar sekali, misal
bilangan 0
coba bayangkan klo sampai sekarang tidak ditemukan konsep bilangan 0 itu
ga ada tuh komputer digital, adanya komputer analog, he he
ups, komputer analog juga butuh konsep 0 ternyata

itu urusan pribadi, tdk ada sangkut pautnya dgn perkembangan sains
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 22, 2011, 10:33:43 AM
itu urusan pribadi, tdk ada sangkut pautnya dgn perkembangan sains
sains itu dibangun dari pribadi-pribadi
bagaimana bisa tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 22, 2011, 10:35:45 AM
Saya mohon maaf kepada muslim bicara seolah saya tidak memahami perasaan mereka. saya paham, sangat paham. saya juga ikut senang kalau quran terbukti benar, anda juga bisa lihat saya ikut senang. tapi saya tidak suka terhadap sikap egois kalian. merasa benar sendiri biarpun terbukti salah, angkuh, merasa mulya, permusuhan antar kelompok. sampai saya malu disebut muslim. justru malah kebetulan pola pikir saya malah dimusuhi dan dianggap bukan muslim. saya malu dianggap muslim gara gara sikap kalian.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 22, 2011, 10:38:17 AM
sains itu dibangun dari pribadi-pribadi
bagaimana bisa tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi

pandangan pribadi tdk bs dipaksakan untuk diterima oleh semua orang
jika seseorang mengungkapkan pandangannya akan ada dua kemungkinan diterima atau ditolak
tetapi sains menitikberatkan pada bukti dan fakta yang ada, yg mana lebih mendekati itulah yg diterima

dan untuk urusan dengan Tuhan, sains tidak membahasnya, bagaimana anda membuat teori tentang Tuhan? sesuatu yang sifatnya abstrak tak terukur bagi beberapa orang dan lebih cenderung personal tergantung keyakinan, sehingga itu termasuk urusan pribadinya untuk memiliki pandangan tentang ketuhanannya, sains memang tidak membutuhkan Tuhan dalam menjelaskan sesuatu, yang membutuhkannya itu agama

penemuan tidak ada sangkut pautnya pada keyakinan apa yang dipegang oleh penemu
asalkan penemuan tsb dpt digunakan maka bisa diterima (atau ditolak)
asalkan teori yang diungkapkan mendekati kesesuaian dengan bukti dan fakta maka bisa diterima (atau diragukan)
penemunya beragama apa mau bertuhan ataupun tidak itu terserah penemunya, tdk ada sangkut pautnya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 22, 2011, 03:27:05 PM
y mungkin berusaha menunjukkan aja klo orang yang membutuhkan tuhan pada jaman dulu juga memanfaatkan science
jaman sekarang juga banyak

Seperti Pak Habibi yang di Indonesia dia juga termasuk ilmuwan yang membutuhkan tuhan
Masih gak bisa bedain antara ilmuwan dengan sains itu sendiri?
Yang perlu Tuhan itu theis, bukan sainsnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 22, 2011, 08:20:18 PM
pandangan pribadi tdk bs dipaksakan untuk diterima oleh semua orang
jika seseorang mengungkapkan pandangannya akan ada dua kemungkinan diterima atau ditolak
tetapi sains menitikberatkan pada bukti dan fakta yang ada, yg mana lebih mendekati itulah yg diterima

dan untuk urusan dengan Tuhan, sains tidak membahasnya, bagaimana anda membuat teori tentang Tuhan? sesuatu yang sifatnya abstrak tak terukur bagi beberapa orang dan lebih cenderung personal tergantung keyakinan, sehingga itu termasuk urusan pribadinya untuk memiliki pandangan tentang ketuhanannya, sains memang tidak membutuhkan Tuhan dalam menjelaskan sesuatu, yang membutuhkannya itu agama

penemuan tidak ada sangkut pautnya pada keyakinan apa yang dipegang oleh penemu
asalkan penemuan tsb dpt digunakan maka bisa diterima (atau ditolak)
asalkan teori yang diungkapkan mendekati kesesuaian dengan bukti dan fakta maka bisa diterima (atau diragukan)
penemunya beragama apa mau bertuhan ataupun tidak itu terserah penemunya, tdk ada sangkut pautnya
Bagai mana dengan konsep dalam sains?dan kesepakatan2 dalam sains?
seperti konsep bilangan 0 ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 22, 2011, 08:24:12 PM
Masih gak bisa bedain antara ilmuwan dengan sains itu sendiri?
Yang perlu Tuhan itu theis, bukan sainsnya.
Sudah sejak awal saya bilang sains itu alat, dan melihat pembahasan2 diatas saya liat sains itu dijadikan satu paket dengan pelaku sainsnya. Artinya pembahasan sains tidak terlepas dari pengguna atau pelaku sains itu sendiri. Dan sains itu pelakunya semuanya termasuk Theis

Sedangkan Theis memandang sains itu salah satu karya Tuhan juga, jadi gimana mungkin sains tidak membutuhkan Tuhan,
Semua yang ada dialam ini membutuhkan Tuhan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 23, 2011, 12:32:31 AM
Sudah sejak awal saya bilang sains itu alat, dan melihat pembahasan2 diatas saya liat sains itu dijadikan satu paket dengan pelaku sainsnya. Artinya pembahasan sains tidak terlepas dari pengguna atau pelaku sains itu sendiri. Dan sains itu pelakunya semuanya termasuk Theis

Sedangkan Theis memandang sains itu salah satu karya Tuhan juga, jadi gimana mungkin sains tidak membutuhkan Tuhan,
Semua yang ada dialam ini membutuhkan Tuhan

Apakah tidak terlalu generalisasi dengan mengatakan 'sains itu pelakunya semuanya termasuk Theis'?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 23, 2011, 02:33:15 AM
Sudah sejak awal saya bilang sains itu alat, dan melihat pembahasan2 diatas saya liat sains itu dijadikan satu paket dengan pelaku sainsnya. Artinya pembahasan sains tidak terlepas dari pengguna atau pelaku sains itu sendiri. Dan sains itu pelakunya semuanya termasuk Theis

Sedangkan Theis memandang sains itu salah satu karya Tuhan juga, jadi gimana mungkin sains tidak membutuhkan Tuhan,
Semua yang ada dialam ini membutuhkan Tuhan
Maksa banget :D

Satu bidang sains yang sama bisa dibahas oleh ilmuwan yang berbeda, meski pandangan mereka berbeda sekalipun. Satu teori bisa dibahas bersama oleh sekelompok ilmuwan yang hteis, atheis, dan agnostik, dan takkan ada konflik, karena dalam bekerja ilmuwan tidak menggunakan pandangan filosofis mereka.

Jadi mengatakan sains satu paket dengan theisnya itu konyol :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 23, 2011, 02:43:19 AM
ini penjelasaan tentang arti kata Science

Science berbeda dengan knowledge. Knowledge bisa diartikan sebagai pengetahuan. Knowledge tidak selalu harus merupakan Science bisa ada pengetahuan yang bukan merupakan Science misalnya pengetahuan sehari-hari seperti dimana restoran yang enak dan di mana tempat parkir. Science memerlukan standar yang lebih tinggi dari pengetahuan biasa.

Ilmu sering digunakan untuk menerjemahkan Science. Sayangnya ini juga menjadi sebuah kerancuan. Karena ilmu bisa dimasukkan kepada pengetahuan-pengetahuan yang di luar bidang Science.

Dengan mengartikan Ilmu pengetahuan sebagai Science akan didapat suatu pertanyaan tersendiri mengenai istilah Ilmu Pengetahuan. Ilmu Pengetahuan berasal dari kata Ilmu dan Pengetahuan. Jika ditelaah lebih lanjut seperti Ilmu Alam, Ilmu Kimia, Ilmu Agama maka pengertian Ilmu pengetahuan berarti Ilmu mengenai Pengetahuan. Ilmu mengenai pengetahuan, pengertian ini lebih cocok dengan Epistemologi daripada Ilmu pengetahuan.

Science adalah suatu jenis pengetahuan yang menggunakan metode yang ketat dan bersifar empiris serta rasional. Istilah science lebih khusus daripada sekedar istilah ilmu. Istilah lain yang bisa dipakai adalah Ilmu Pengetahuan, namun demikian penggunaan makna ini bisa menimbulkan kebingungan. Memang seringkali tidak masalah menggunakan dua istilah ini untuk menyebut Science.


jadi jangan samakan sains sebagai 'alat'
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 23, 2011, 02:54:45 AM
kadang aku merasa ada sebagian theis yang mencampuradukkan sains dengan pseudo sains...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 23, 2011, 02:56:29 AM
kadang aku merasa ada sebagian theis yang mencampuradukkan sains dengan pseudo sains...

selama masih ada hubungan sains bukankah itu masalah kecil yang harus diluruskan dengan mudah?
berbeda dengan kreasionisme yang bukan bagian dari sains tapi kekeh menjadi bagian dari sains
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 23, 2011, 07:41:55 AM
ini penjelasaan tentang arti kata Science

Science berbeda dengan knowledge. Knowledge bisa diartikan sebagai pengetahuan. Knowledge tidak selalu harus merupakan Science bisa ada pengetahuan yang bukan merupakan Science misalnya pengetahuan sehari-hari seperti dimana restoran yang enak dan di mana tempat parkir. Science memerlukan standar yang lebih tinggi dari pengetahuan biasa.

Ilmu sering digunakan untuk menerjemahkan Science. Sayangnya ini juga menjadi sebuah kerancuan. Karena ilmu bisa dimasukkan kepada pengetahuan-pengetahuan yang di luar bidang Science.

Dengan mengartikan Ilmu pengetahuan sebagai Science akan didapat suatu pertanyaan tersendiri mengenai istilah Ilmu Pengetahuan. Ilmu Pengetahuan berasal dari kata Ilmu dan Pengetahuan. Jika ditelaah lebih lanjut seperti Ilmu Alam, Ilmu Kimia, Ilmu Agama maka pengertian Ilmu pengetahuan berarti Ilmu mengenai Pengetahuan. Ilmu mengenai pengetahuan, pengertian ini lebih cocok dengan Epistemologi daripada Ilmu pengetahuan.

Science adalah suatu jenis pengetahuan yang menggunakan metode yang ketat dan bersifar empiris serta rasional. Istilah science lebih khusus daripada sekedar istilah ilmu. Istilah lain yang bisa dipakai adalah Ilmu Pengetahuan, namun demikian penggunaan makna ini bisa menimbulkan kebingungan. Memang seringkali tidak masalah menggunakan dua istilah ini untuk menyebut Science.


jadi jangan samakan sains sebagai 'alat'


lha science itu berasal dr bahasa latin scientia berarti "knowledge/pengetahuan"
maknanya mengalami pergeseran
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 23, 2011, 07:49:29 AM
Bahasa indonesia emang berantakan, lebih baik pakai bahasa inggris/latin atau arab saja untuk menciptakan istilah baru.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 23, 2011, 11:08:03 AM
selama masih ada hubungan sains bukankah itu masalah kecil yang harus diluruskan dengan mudah?
berbeda dengan kreasionisme yang bukan bagian dari sains tapi kekeh menjadi bagian dari sains
Justru itu, theis berusaha memasukkan pseudo sains untuk menggantikan sains, karena mereka anggap 'lebih sesuai iman'.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 23, 2011, 12:27:02 PM
Contohnya? (selain kreasionisme tentunya, saya yakin masih banyak lagi)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Efek_doppler pada September 23, 2011, 01:16:13 PM
Kutip
Kalo dipikir pikir memang benar. Lihat saja proses terbentuknya manusia, semuanya serba otomatis kan? Tidak perlu ada apa apa lagi, tinggal gabungkan, sudah itu terjadi dengan sendirinya. Begitu pula alam semesta, secara otomatis gravitasi akan menarik benda beda yang ada disekitarnya, dan karena ada perbedaan antar elektron, masing masing atom mulai berbenturan satu sama lain, dan terbentulkan matahari. Tidak perlu campur tangan siapa siapa kan? Semuanya sudah otomatis.

Tinggal mungkin, siapa yang membuatnya menjadi otomatis? nyengir


sya tidak sependapat dengan anda .. mungkin menurut anda itu otomatis .. memang otamatis tp semua, n apapun yang otomatis itu pasti ada yang membuat , mengendalikan ,,,
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 23, 2011, 01:50:29 PM

sya tidak sependapat dengan anda .. mungkin menurut anda itu otomatis .. memang otamatis tp semua, n apapun yang otomatis itu pasti ada yang membuat , mengendalikan ,,,

mungkin iya tapi tidak selalu 'siapa' mungkin saja 'apa'
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada September 23, 2011, 08:08:12 PM
karena dalam bekerja ilmuwan tidak menggunakan pandangan filosofis mereka.
Anda menghina salah satu gelar akademik tertinggi di dunia pendidikan
Ph.D yang ditempuh sekitar 3-5 tahun oleh orang2 teknik,mipa maupun orang exact lainnya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 24, 2011, 01:48:16 AM
Contohnya? (selain kreasionisme tentunya, saya yakin masih banyak lagi)

Pseudoarkeologi, seperti temuan roda kereta firaun, kapal nabi nuh dsb.

Anda menghina salah satu gelar akademik tertinggi di dunia pendidikan
Ph.D yang ditempuh sekitar 3-5 tahun oleh orang2 teknik,mipa maupun orang exact lainnya
Menghina di mananya?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 24, 2011, 07:01:48 AM
Pseudoarkeologi, seperti temuan roda kereta firaun, kapal nabi nuh dsb.
Menghina di mananya?
Mungkin logika risqi_fs, Anda menghina Ph.D dengan mengatakan ilmuwan tidak menggunakan filosofinya dalam bekerja, karena singkatan Ph.D adalah Doctor of Philosophy..Sebenarnya kata Philosophy dalam Ph.D tidk semata-mata merefer pada bidang ilmu filosofi, tetapi lebih kepada broader sense mengacu kata aslinya dalam bahasa yunani philosophiae yang berarti love of wisdom..Di sebagian Eropa sendiri, semua bidang selain theologi, hukum dan kedokteran secara tradisional disebut Philosophy..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 24, 2011, 07:25:26 AM
Philo=Cinta sophia=ilmu

Tapi sekarang makna filsuf sudah terdistorsi menjadi mencari alasan yang berbelat belit.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 24, 2011, 10:27:07 AM
Tapi sekarang makna filsuf sudah terdistorsi menjadi mencari alasan yang berbelat belit.

mungkin kalimat itu hanya untuk di Indonesia aja ;D

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 24, 2011, 11:16:59 PM
Paling tidak,  ada 3 hal di dunia ini dimana manusia tidak akan mampu menemukan solusinya secara tuntas,  atau dengan kata lain pengetahuan manusia tidak mampu menjangkau secara dalam,  melainkan hanya sedikit saja.   Tiga hal itu ialah  :  Bencana,  Penyakit,  dan terjadinya Perang.

Tiga hal itu tidak bisa diprediksi oleh sains,  sampai kapanpun juga.   Mereka ( 3 hal itu ),  datangnya seperti pencuri yang beraksi baik di malam hari maupun di siang hari. :)

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 24, 2011, 11:19:33 PM
Kutip
seperti apa sih ilmuwan yang membutuhkan tuhan? tolong berikan pencerahannya  nyengir
beda ilmuwan muslim dulu dengan sekarang...
kalau muslim scientist itu dengan sains mereka malah 'menuju tuhan'..
kalau sekarang, tidak ada konsep tuhan sma sekali...


kalau ilmuwan muslim ujung kesmpulan yang ditarik setelah memikirkan gejala alam adalah subhanALLAH..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 24, 2011, 11:28:35 PM
bukan philosophia itu artinya = pencinta kebijaksanaan...

saya mau nanya, gimana mungkin anda hidup berpegang pada dua hal yang dipisahkan?? (agama untuk akhirat, dan sains untuk dunia)

masa ketika kita mau keakhirat (ajaran agama anda) kita masti ga megang sains?
ketika anda maslaah dunia, anda megang sains dan agama anda ditinggal dirumah gitu??

lantas tuhan anda berkata apa kalau seprti itu jadinya?
jadi ada sisi2 dimana kita tidak boeh membawa tuhan??
minta jawabannya dong?

kalau dalam islam sainsnya bisa dipkai/manfaatkan untuk beribadah ...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 25, 2011, 12:28:12 AM
beda ilmuwan muslim dulu dengan sekarang...
kalau muslim scientist itu dengan sains mereka malah 'menuju tuhan'..
kalau sekarang, tidak ada konsep tuhan sma sekali...

menurut sy, jika kita mempelajari sains untuk mengerti bagaimana kuasanya Tuhan itu tidak masalah, itu adalah urusan pribadi masing2, terdapat berbagai motivasi manusia mempelajari sains, yang menjadi permasalahan ketika dogma agama tertentu berusaha masuk ke ranah sains dan mencoba menggantikannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 25, 2011, 01:14:05 AM
Sainsnya para atheis ( dan agnostik ! ) itu yang telah terbukti menghasilkan banyak sekali tragedi kemanusiaan,  baik tragedi yang diakibatkan oleh bencana alam,  penyakit,  maupun perang ...........

*  topik diskusi ini sebenarnya topik jadul banget,  sudah pernah ada yang menyimpulkan  :

Sains ( akal )  adalah Maha Raja Dunia.
Allah Maha Raja Bumi dan Langitnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 25, 2011, 01:27:24 AM
menurut sy, jika kita mempelajari sains untuk mengerti bagaimana kuasanya Tuhan itu tidak masalah, itu adalah urusan pribadi masing2, terdapat berbagai motivasi manusia mempelajari sains, yang menjadi permasalahan ketika dogma agama tertentu berusaha masuk ke ranah sains dan mencoba menggantikannya
Jadi ingat, kasus temuan firaun, yang saat diperiksa diketahui kandungan garamnya tinggi. Lantas disimpulkan itu pasti mumi firaun of exodus, dan dikait-kaitkan dengan segala ayat. Namun kemudian diketahui tingginya kadar garam pada mumi adalah wajar, karena pada dasarnya dalam pembalseman mumi digunakan natron, yang mengandung kadar garam tinggi.

Belum lagi segala nama yang diklaim 'masuk agama A setelah disodori ayat ini' macam Yves jacques, yang ternyata dibantah karena sampai akhir hayat pun dia dikuburkan dengan cara kristen. Belum lagi Einstein yan gjuga dibawa-bawa...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 25, 2011, 02:47:01 AM
Salam jumpa smuanya n salam kenal.saya baru dsini.

Topiknya menarik skali.
Saya kira sains dan agama memang dilematis.

Segitu dulu.Nanti di lanjut.

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 25, 2011, 04:40:08 AM
Jadi ingat, kasus temuan firaun, yang saat diperiksa diketahui kandungan garamnya tinggi. Lantas disimpulkan itu pasti mumi firaun of exodus, dan dikait-kaitkan dengan segala ayat. Namun kemudian diketahui tingginya kadar garam pada mumi adalah wajar, karena pada dasarnya dalam pembalseman mumi digunakan natron, yang mengandung kadar garam tinggi.

Belum lagi segala nama yang diklaim 'masuk agama A setelah disodori ayat ini' macam Yves jacques, yang ternyata dibantah karena sampai akhir hayat pun dia dikuburkan dengan cara kristen. Belum lagi Einstein yan gjuga dibawa-bawa...

Bahkan nama pharaoh tersebut masih diperdebatkan. Dan isu2 seperti itu (bahkan yg telah terbukti hoax pun) mudah tersebar dan masih dipercayai oleh banyak orang di indonesia, misalnya isu Armstrong, Einstein, Pharaoh of exodus, Noah's ark, dsb.


Sainsnya para atheis ( dan agnostik ! ) itu yang telah terbukti menghasilkan banyak sekali tragedi kemanusiaan,  baik tragedi yang diakibatkan oleh bencana alam,  penyakit,  maupun perang ...........

*  topik diskusi ini sebenarnya topik jadul banget,  sudah pernah ada yang menyimpulkan  :

Sains ( akal )  adalah Maha Raja Dunia.
Allah Maha Raja Bumi dan Langitnya.
Dan peperangan atas nama agama pun tidak kalah banyaknya, bahkan diantaranya adalah konflik berkepanjangan yg tak kunjung selesai.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 25, 2011, 05:24:13 AM
Bahkan nama pharaoh tersebut masih diperdebatkan. Dan isu2 seperti itu (bahkan yg telah terbukti hoax pun) mudah tersebar dan masih dipercayai oleh banyak orang di indonesia, misalnya isu Armstrong, Einstein, Pharaoh of exodus, Noah's ark, dsb.
Ya, aku sering menemui kabar-kabar hoax ini selama di dunia maya. bahkan di forum ini juga.
Termasuk soal Bulan terbelah, bawa-bawa acara tayangan BBC, yang sudah kubuktikan bahwa di tahun tersebut tidak ada tayangan dimaksud.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 25, 2011, 05:41:01 AM
Dan peperangan atas nama agama pun tidak kalah banyaknya, bahkan diantaranya adalah konflik berkepanjangan yg tak kunjung selesai.

Memang kita sering dengar salah kaprah peperangan atas nama agama.   Kalo murni atas nama agama,  kayaknya gak sampai peranglah,  paling2 juga perkelaian atau permusuhan yang tak kunjung selesai.  Dan hal itu biasa terjadi di level akar rumput, dan mungkin juga karena ada yang mengkompori.

Kalo sudah Perang,  itu sudah ranah Politik,  bukan ranah agama.    Perang adalah kelanjutan dari politik dengan menggunakan alat2( agama bisa dijadikan alat, lhoh ! ) dan cara lain .................. :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 25, 2011, 06:01:08 AM
Penaklukan konstatinopel bukan atas dasar agama?
Penaklukan Kota-kota dan wilayah non muslim di Arab bukan atas dasar agama?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 25, 2011, 06:55:21 AM
entah kalo Pi One atau rafek sudah bikin teori perang yang baru,  menggantikan teorinya Karl Von Clausewitz. ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 25, 2011, 07:00:19 AM
entah kalo Pi One atau rafek sudah bikin teori perang yang baru,  menggantikan teorinya Karl Von Clausewitz. ::)

Anda ini kerjaannya kalau bukan ngelempar kesalahan juga nuduh orang tapi pakai keburukan anda. Kalau memang agama tidak mengajarkan perang kenapa anda diam saja kalau melihat itu salah?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada September 25, 2011, 07:17:50 AM
Sains tidak butuh tuhan? hahaha, lucu..
kalau begitu, siapa yang menciptakan alam semesta ini... padahal dahulu kala, alam semesta ini kosong tak berisi..
pasti ada suatu zat yang membuat jadi ada alam semesta dan menciptakan ketetapan" sains agar semua yang ada di dunia menjadi dapat bekerja layaknya ga ada tuhan, tapi sebenarnya keberadaan Tuhan tidak bisa di elakkan..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 25, 2011, 07:59:43 AM
Anda ini kerjaannya kalau bukan ngelempar kesalahan juga nuduh orang tapi pakai keburukan anda. Kalau memang agama tidak mengajarkan perang kenapa anda diam saja kalau melihat itu salah?

Sok tahu dan sok menghakimi orang.   Mengingatkan saya kepada nasehat Yesus : .....buanglah balok dimatamu itu .........!
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 25, 2011, 08:10:06 AM
(http://l.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/109.gif)


(http://l.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/107.gif) Iya iya saya ngerti, Allah maha besar, Muhammad rosul Allah, ampuuuun, iya ngerti ngerti, please, jangan ngomong lagi, pleaaaaseeeee.....
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 25, 2011, 09:36:25 AM
Pertahankan kesimpulan, abaikan fakta.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 25, 2011, 09:49:12 AM
Mungkin kalau yg dimaksud adalah :
bahwa manusia bebas saja dlm meneliti gejala2 alam saya setuju sekali.

Tapi tentu saja manusia memerlukan tuhan dlm menentukan nilai2,etika,norma atau aturan.

Dan juga manusia masih perlu pngajaran tuhan ttg bnyk hal tidak di mengerti dlm hidup ini.
Tentang makna dst.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 25, 2011, 10:47:43 AM
Sains tidak butuh tuhan? hahaha, lucu..
kalau begitu, siapa yang menciptakan alam semesta ini... padahal dahulu kala, alam semesta ini kosong tak berisi..
pasti ada suatu zat yang membuat jadi ada alam semesta dan menciptakan ketetapan" sains agar semua yang ada di dunia menjadi dapat bekerja layaknya ga ada tuhan, tapi sebenarnya keberadaan Tuhan tidak bisa di elakkan..
Tuh, lagi-lagi konsep God of the gaps yang disodorkan...
Sains tidak memerlukan Tuhan. Sains menjelaskan fenomena alam (fisik) yang terjadi, fenomena yang bisa diuji dan dibuktikan, bukan fenomena supranatural. Sains tidak menjelaskan fenomena supranatural, jadi sains tidak perlu menjelaskan tentang Tuhan. Tuhan dan fenomena supranatural bukan bahasan sains.

Dan siapa yang bisa buktikan alam semesta itu 'kosong tak berisi'? Kecuali mau percaya bualan kreasionis yang bilang big bang itu adalah 'ledakan dari ketiadaan' (sementara itu bukanlah definisi dari big bang).

Lalu, siapa yang bisa buktikan ada 'siapa' yang menciptakan?
Berani bilang pasti, tapi modalnya hanya konsep God of the gaps...

Sains tak perlu Tuhan.
Theislah yang memerlukan Tuhan...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 25, 2011, 11:38:30 AM
Menurut saya sih,
sains adalah sekumpulan hukum alam yg diketahui manusia n di sistemasikan secara baku..
Jadi soal fakta alamiah yg sudah di pahami manusia.

Manusia mencoba memaknai fakta2 itu brdasar ajaran tuhan atau agama...

Bgmanapun asal usul alam raya,manusia pasti manusia memaknainya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 25, 2011, 11:49:32 AM
Manusia mencoba memaknai fakta2 itu brdasar ajaran tuhan atau agama...
Kurasa, yang lebih tepat, theis mencoba mengaitkan fenomena alam tadi dengan Tuhan. Non theis tidak mengaitkan hal tesebut.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 25, 2011, 12:34:10 PM
Nah semacam itulah.

Orang atheis memaknai fakta dgn fakta.
Sistem nilainya ya tentu anda tahu.

Theis tidak puas pd fakta2 dan mencoba utk menjelajah dan menggali fakta lbh jauh..seolah hendak mencari semua yg trsembunyi di balik fakta tanpa mengabaikan fakta.Dan kemudian memaknainya.
Sistem nilainya juga tentu anda tahu.
Ttg tujuan hidup,brmasyarakat,brnegara, bahkan brkluarga dan berteman.

Demikian.
Kalau ada yg kurang tepat,namanya juga pendapat.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 25, 2011, 01:13:43 PM
Theis tidak puas pd fakta2 dan mencoba utk menjelajah dan menggali fakta lbh jauh..seolah hendak mencari semua yg trsembunyi di balik fakta tanpa mengabaikan fakta.Dan kemudian memaknainya.

menurut sy, bukan hanya theist yang seperti itu
anda mengatakan atheist memaknai fakta dengan fakta tetapi banyak pula yang tidak puas pd fakta2 dan mencoba utk menjelajah dan menggali fakta lbh jauh..seolah hendak mencari semua yg trsembunyi di balik fakta tanpa mengabaikan fakta.Dan kemudian memaknainya, hanya saja mereka tidak mengaitkannya dengan Tuhan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 25, 2011, 02:01:12 PM
Nah ketika hendak mencari lbh jauh di luar fakta  material,
kaum atheis dan jg theis terbentur,
karena parameter fakta material sbgai alat jelajah mgkin tidak memadai utk hal2 di luar fakta material.

Obyek yg sama,
area jelajah yg sama,
bahkan mgkin dgn "peralatan jelajah " yg sama,entah filsafat atau teknik terapan,
mghasilkan kesimpulan pemaknaan brbeda.
Walaupun sama2 sepakat pada fakta2 material empirik tsb.

Aturan alam yg pasti toh jg dimaknai berbeda.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 25, 2011, 03:50:26 PM
Ttg tujuan hidup,brmasyarakat,brnegara, bahkan brkluarga dan berteman.
Itu sudah di luar konteks bahasan sains...

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 26, 2011, 01:50:00 AM
Mungkin kalau yg dimaksud adalah :
bahwa manusia bebas saja dlm meneliti gejala2 alam saya setuju sekali.

Tapi tentu saja manusia memerlukan tuhan dlm menentukan nilai2,etika,norma atau aturan.

Dan juga manusia masih perlu pngajaran tuhan ttg bnyk hal tidak di mengerti dlm hidup ini.
Tentang makna dst.
Tuhan mengajari manusia lewat apa? kitab suci, nabi? Banyak kitab suci dan nabi yang ajarannya berbeda bahkan bertentangan..Mana ajaran Tuhan yang betul? Kriteria apa yang saya pakai untuk menentukan pilihan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 26, 2011, 02:41:15 AM
Sainsnya para atheis ( dan agnostik ! ) itu yang telah terbukti menghasilkan banyak sekali tragedi kemanusiaan,  baik tragedi yang diakibatkan oleh bencana alam,  penyakit, ................................................

Dan sungguh luar biasa,  hal itu sudah diperingatan di beberapa kitab suci,  antara lain di Al-Quran :  "  Dan janganlah kamu mentaati perintah orang2 yang melewati batas,  yang membuat kerusakan di muka bumi,  dan tidak mengadakan perbaikan " ( AQ 26 - 151, 152 ).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 26, 2011, 02:48:28 AM
Dan sungguh luar biasa,  hal itu sudah diperingatan di beberapa kitab suci,  antara lain di Al-Quran :  "  Dan janganlah kamu mentaati perintah orang2 yang melewati batas,  yang membuat kerusakan di muka bumi,  dan tidak mengadakan perbaikan " ( AQ 26 - 151, 152 ).
Yang membuat kerusakan? Yang menghancurkan universitas dan tempat-tempat ibadah di India selama invasi mereka? Yang menginvasi eropa dan menimbulkan pertikaian bahkan hingga berabad-abad kemudian?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 26, 2011, 03:00:27 AM
Yang membuat kerusakan? Yang menghancurkan universitas dan tempat-tempat ibadah di India selama invasi mereka? Yang menginvasi eropa dan menimbulkan pertikaian bahkan hingga berabad-abad kemudian?

Itu soal perang,  dan sudah saya bantah,  perang adalah kelanjutan dari politik......

Komen saya berikutnya itu berkaitan dengan dampak sains yang mengakibatkan banyaknya bencana alam dan penyakit.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 26, 2011, 03:05:34 AM
Yeah yeah...kalau buruk, politik, oknum. Kalau baik, agama. Abaikan kalau aksi-aksi itu dilakukan dengan dalih 'mengangkat nama agama'... ::)

Sains itu netral. Yang menjadikannya baik atau buruk adalah manusia. The Man behind the gun.

Dan yang mempropagandakan kabar palsu soal korelasi sains dengan kerusakan juga seorang theis fanatis yang membuta. Misal teori evolusi dikait-kaitkan dengan Hitler dan kejahatan kemanusiaannya, padahal Hitler itu theis fanatis yang percaya kreasionisme dan jelas-jelas melarang peredaran tulisan evolusi.  ::)

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 26, 2011, 03:30:44 AM
Pertahankan kesimpulan, abaikan fakta.

Lihat2 dulu jenis faktanya.   Kalo fakta sejarah,  itu sah digunakan di Ilmu Sejarah.  Fakta sejarah tidak bisa diulang.   Teori2 ilmiah lainnya yang mengandalkan metode empiris,  tidak sah bila mengandalkan fakta yang tidak bisa diulang.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Maz Aji pada September 26, 2011, 04:28:37 AM
Kalo soal ilmu sjarah ya kan ada disiplin ilmiahnya.
Materialisme historis,teori dialektika,dst itu kan teori2 ttg sjarah.yg mencoba mencari tahu faktor2 yg menggerakkan sjarah umat manusia.

Tapi topiknya kan sains tidak perlu tuhan.
Faktanya,
di skolah SD sampai jenjan yg lbh tinggi,
dan lembaga2 ilmiah,
semuanya mggunakan mgajarkan sains saja.

Misal,Trdiri dari apa saja atom itu ? Jawabnya ya tentu inti atom,proton,elektron dst.
Bukan dijawab..tuhan saja yg tahu.

Maksudnya mungkin topik ini hendak menjauhkan agama yg mencoba merambah area sains.
Dan saya setuju.

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 26, 2011, 08:10:17 AM
Berkaitan tentang fakta sejarah, apakah bisa mengatakan bahwa perang adalah hasil politik sementara tujuan dan slogan yang digunakan dalam perang memuat unsur keagamaan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 26, 2011, 09:31:49 AM
saya pengen nanya ni. FPI itu dari politik mana yah? kok suka banget sok bijak di bulan puasa . main hakim sendiri buat nutup tempat-tempat yang di anggepnya haram dengan cara sakarep-karep ndasnya wae. padahal kan pemimpin nya ulama sama ustad semua. jadi FPI itu salah satu "mafia Indonesia" dong? (udah kaya nazzarudin aja  ;D)

terus agama kan ngajarin kebaikan , kalau gitu FPI bukan dasar landasan agama dong? berarti ganti aja FPI (Forum Pembela Islam) jadi FPA (Forum Pembuat Anarkisme)  ;D . terus kenapa yah teroris suka pake atas nama agama untuk masalahnya? itu teroris jadi dari politik mana tuh? apa sama kaya tentara bayaran?

kasus iran-palestina itu politik mana yah?


kalau sains membutuhkan Tuhan Personal saya butuh banget deh bukti eksistensi Tuhan dan jika saya melihat bukti eksistensi Tuhan saya bersedia di apain aja dan bakalan percaya kalau segala sesuatu di alam semesta ini tiba-tiba ada tanpa sebab deh  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 26, 2011, 11:53:24 AM
Oh iya, ada bom lagi meledak dibanyak tempat, kebetulan semuanya gereja. Mana nih komentar yang muslim? Jangan jangan pada setuju nih.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 26, 2011, 12:23:07 PM
Oh iya, ada bom lagi meledak dibanyak tempat, kebetulan semuanya gereja. Mana nih komentar yang muslim? Jangan jangan pada setuju nih.
Kurasa kita setuju kalau pelakunya adalah oknum.
Yang dipertanyakan, kenapa oknum macam ini terus muncul? Apa gerangan yang diajarkan pada mereka? Jika ajarannya jelas dan mudah dimengerti, mengapa terus muncul yang salah mengerti?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 26, 2011, 12:43:29 PM
Berkaitan tentang fakta sejarah, apakah bisa mengatakan bahwa perang adalah hasil politik sementara tujuan dan slogan yang digunakan dalam perang memuat unsur keagamaan?

Berkaitan tentang fakta sejarah perang,  terjadinya perang adalah merupakan kelanjutan dari politik.   Makanya ada yang bilang juga,  perang adalah suatu bentuk kegagalan politik.

Lalu kaitannya dengan terror bersenjata / bom,  itu termasuk salah satu jenis dari perang,  atau domain militer.   Berdasarkan hal itu,  lepas dari rasa suka atau tidak suka,  kita dapat memahami mengapa AS menggerakkan kekuatan militernya untuk memerangi Osama Laden.

Sedangkan kaitannya dengan sains dan agama,  terjadinya teror2 bom membuktikan kebenaran kata2 Einstein : ....agama tanpa sains adalah buta.

Mengapa teror2 bom terus muncul ?  Dilihat dari sisi lain,  bisa dikatakan karena kegagalan sains ( pendidikan ) dalam mencerdaskan bangsa.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 26, 2011, 01:10:44 PM
Kasian amat muslim indonesia. Datang kearab disiksa. Diajari jadi teroris oleh malaysya, ternyata buat ngebunuh orang indonesia sendiri, udah itu disuruh bunuh diri pula. Aduh sedih. Tapi orang indonesia tetep percaya aja, tetep memaafkan. GIliran orang kristen ngebantuin makan, buat balas jasa atas kebaikan para muslim, eh malah dibunuh, gerejanya dibom dan dibakar, katanya kristen sedang nyebarin ajaran agamanya. Padahal ajaran kristen itu masih itu itu juga, sama kayak ajaran islam. Sakit.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 26, 2011, 03:44:12 PM
Lucu, giliran ada teror bom, terorisme, sains yang disalahkan.
Yang bagian mengajarkan moral pada manusia itu sains atau agama sih?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 26, 2011, 10:23:07 PM
Bagian yang mengajarkan moral memang agama,  tapi Einstein sudah bilang :  agama ( moral ) tanpa sains adalah buta.

*  Pi Man dan Farabi mestinya hidup di abad 17 - 19,  zaman hidupnya Descartes dll dan penerusnya itu di mana agama menjadi tumpuan tempat kesalahan,  karena sains tidak berkembang,  sehingga anak seorang pendeta ( Nietzsche ) menggebrak dengan palu mendorong sains agar maju ...........             
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 27, 2011, 01:18:33 AM
Fakta yang ada adalah mereka melakukan tindakan kekerasan atas dasar agama dengan atribut keagamaannya. Hal ini menganulir pendapat bahwa sains bermasalah.

Kalau kemudian agama mengatakan mereka dijadikan alat. Pertanyaannya adalah mengapa agama dapat dijadikan alat dan apakah agama itu memang pada dasarnya adalah alat?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 02:01:13 AM
Tidak ada agama yang mengajarkan buat bom kan ?   Terlebih lagi mengajarkan bikin bom nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya ..............
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 27, 2011, 02:05:44 AM
Ngapain bawa-bawa Einstein? Dia agnostik dan bilang kalau dia adalah religious unbeliever.

Dan dari dulu sampai sekarang juga banyak yang melakukan kekerasan dengan dalil agama sebagai pembenaran.

*Dan tidak ada agama yang mengajarkan astronomi, biologi, fisika, dsb. Itu ranah sains.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 27, 2011, 02:14:22 AM
Tidak ada agama yang mengajarkan buat bom kan ?   Terlebih lagi mengajarkan bikin bom nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya ..............
Tapi ada agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 27, 2011, 02:18:47 AM
Kalau kemudian agama mengatakan mereka dijadikan alat. Pertanyaannya adalah mengapa agama dapat dijadikan alat dan apakah agama itu memang pada dasarnya adalah alat?
Mestinya kalangan muslim membereskan masalah intern mereka sendiri, termasuk pihak-pihak yang katanya tafsirannya ngawur ini. Jangan cuma menyalahkan media kalau ada kabar buruk karena ulah kalangan mereka sendiri.

*Tuh macam arrahmah, lagi-lagi mau mengaitkan kasus pengeboman dengan kristen lagi...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 02:20:26 AM
Lha iya tidak ada agama yang mengajarkan astronomi,  biologi,  fisika bom / nuklir.  Itu memang ranah atau ' perbuatan ' sains.  Tapi bahwa agama memberi petunjuk hal-hal berkaitan dengan sains,  tidak dapat disangkal.  Misalnya berkaitan dengan astro fisika,  tertulis petunjuk yang mengatakan :  sesungguhnya penglihatanmu itu dalam keadaan payah !  ( AQ;67 : 4 ).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 27, 2011, 03:37:23 AM
Lha iya tidak ada agama yang mengajarkan astronomi,  biologi,  fisika bom / nuklir.  Itu memang ranah atau ' perbuatan ' sains.  Tapi bahwa agama memberi petunjuk hal-hal berkaitan dengan sains,  tidak dapat disangkal.  Misalnya berkaitan dengan astro fisika,  tertulis petunjuk yang mengatakan :  sesungguhnya penglihatanmu itu dalam keadaan payah !  ( AQ;67 : 4 ).
Kelanjutan 67:4 adalah 67:5 yang berbunyi : Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa nerakan yang menyala-nyala.
BINTANG ADALAH ALAT PELEMPAR SETAN..Jelaskan apakah ini "petunjuk" ke arah sains astro fisika?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 27, 2011, 04:57:43 AM
ayo ayo jangan cuma asbun coba jawab pertanyaan saya tentang kasus FPI. FPI itu politik mana? bukannya pemimpin FPI itu ustad dan ulama? ayooo dong penasaran nih saya mendengar pendapat semut-ireng  ;D ;D ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 05:42:43 AM
Kelanjutan 67:4 adalah 67:5 yang berbunyi : Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa nerakan yang menyala-nyala.
BINTANG ADALAH ALAT PELEMPAR SETAN..Jelaskan apakah ini "petunjuk" ke arah sains astro fisika?

Sudah ada posting saya terkait Bintang adalah pelempar setan,  silakan ditelusuri saja, hehehe.......

ayo ayo jangan cuma asbun coba jawab pertanyaan saya tentang kasus FPI. FPI itu politik mana? bukannya pemimpin FPI itu ustad dan ulama? ayooo dong penasaran nih saya mendengar pendapat semut-ireng  ;D ;D ;D

Makanya itu Bung Karno pernah mengatakan, antara lain, intinya : ......Ulama dan Kyai2 itu tidak ada yang feeling terhadap sejarah,  padahal sejarah itu amat sangat penting  ............Kebanyakan ustadz / kyai2 itu tenggelam dalam debat soal fiqh ......Mereka itu tidak mampu menerima warisan Muhammad SAW,  tetapi hanya mampu menerima warisan ulama2 terdahulu.   Bukan semangat / apinya Islam yang ditangkap oleh mereka,  cuma abunya saja .............

ISLAM HARUS BERANI MENGEJAR ZAMAN  ( Bung Karno ).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 27, 2011, 06:06:20 AM
Sudah ada posting saya terkait Bintang adalah pelempar setan,  silakan ditelusuri saja, hehehe.......

Nggak usah berbelit..Jawab saja pertanyaan apakah "Bintang adalah pelempar setan", scientific atau tidak?..Jawabannya hanya "YA" atau "TIDAK"..Silakan dijawab..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 06:24:48 AM
Nggak usah berbelit..Jawab saja pertanyaan apakah "Bintang adalah pelempar setan", scientific atau tidak?..Jawabannya hanya "YA" atau "TIDAK"..Silakan dijawab..

Anda itu ngerti gak sih kalo apa2 yang terkandung di dalam kitab2 suci,  dan berkaitan dengan sains modern,  itu tidak bisa disebut Teori Ilmiah,  melainkan adalah suatu Konsep ?   Suatu Konsep tidak bisa digugurkan atau tidak bisa dipatahkan oleh teori ilmiah apapun juga.

Pertanyaan anda :  scientific atau tidak ?  menunjukkan anda belum tahu beda antara konsep dengan teori.   Saya sarankan sebelum posting baca-baca lagi thread2 di forsa ini.   Dan silakan bantah kalo ada argumen2 yang anda nilai keliru.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada September 27, 2011, 06:42:03 AM
Jika memang pengertian konsep seperti yg anda bilang, posisi agama memang di atas sains. Agama mengklaim bahwa ajarannya berupa konsep, yg tak dapat dibantah oleh teori apapun. Entah pengertian konsep darimana yg anda sebutkan itu, apakah itu hanya pendapat anda pribadi. Kalau begitu, apa bedanya agama dengan kediktatoran yg tiran dan otoriter serta tidak demokratis?

Bahkan banyak konsep di dunia sains yg gugur, misalnya geosentrisme ptolemy, phlogiston, dll. Sekali lagi, jika fakta sains bertentangan dengan dogma agama atau kepercayaan yg anda anut, mana yg anda pilih.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 27, 2011, 08:04:47 AM
@Semut Ireng
Ditanya A ato B, jawabannya C..Ya sudahlah, multiple choice memang sulit..Sekarang begini saja..Ini pertanyaan independen, tak ada kaitannya dengan Al Quran, konsep,teori,ato segala akrobat logika Anda..Apakah menurut Professor bintang adalah alat pelempar setan? saya mohon pencerahan..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada September 27, 2011, 08:50:14 AM
jadi FPI itu faktor agama kan?

hmm.... tapi aneh padahal pemimpin mereka terdiri dari ulama dan ustad tapi masih aja suka jihad dengan sesuka hati..

dan itu bukan masalah sains tentunya  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 27, 2011, 09:24:58 AM
Bagian yang mengajarkan moral memang agama,  tapi Einstein sudah bilang :  agama ( moral ) tanpa sains adalah buta.

*  Pi Man dan Farabi mestinya hidup di abad 17 - 19,  zaman hidupnya Descartes dll dan penerusnya itu di mana agama menjadi tumpuan tempat kesalahan,  karena sains tidak berkembang,  sehingga anak seorang pendeta ( Nietzsche ) menggebrak dengan palu mendorong sains agar maju ...........             

Buat apa beragama kalo cuma nginget nginget dendam dimasa silam. Apa kalo kemudian orang negro masuk islam kemudian orang bule masuk islam anda akan membela salah satunya karena negro dulu adalah budak bule?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 27, 2011, 09:25:58 AM
jadi FPI itu faktor agama kan?

hmm.... tapi aneh padahal pemimpin mereka terdiri dari ulama dan ustad tapi masih aja suka jihad dengan sesuka hati..

dan itu bukan masalah sains tentunya  ;D

Gengsi muslim kalo harus mengakui kesalahan. Pan ulama ulama itu tidak mungkin salah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 27, 2011, 12:36:39 PM
Nggak usah berbelit..Jawab saja pertanyaan apakah "Bintang adalah pelempar setan", scientific atau tidak?..Jawabannya hanya "YA" atau "TIDAK"..Silakan dijawab..
Menilik postingan-postingan yang ada, paling banter anda akan disodori 'cocologi'...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 12:45:23 PM
Sekali lagi, jika fakta sains bertentangan dengan dogma agama atau kepercayaan yg anda anut, mana yg anda pilih.

Contohnya fakta sains dan dogma yang mana ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 27, 2011, 12:54:38 PM
Sekali lagi, jika fakta sains bertentangan dengan dogma agama atau kepercayaan yg anda anut, mana yg anda pilih.
Melihat sikap dia terhadap teori evolusi, dimana dia lebih percaya HY, kurasa kita sudah tahu jawabannya...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 27, 2011, 08:01:31 PM
@Semut Ireng
Ditanya A ato B, jawabannya C..Ya sudahlah, multiple choice memang sulit..Sekarang begini saja..Ini pertanyaan independen, tak ada kaitannya dengan Al Quran, konsep,teori,ato segala akrobat logika Anda..Apakah menurut Professor bintang adalah alat pelempar setan? saya mohon pencerahan..
Come on dear Professor..ratusan pengunjung Forsa, menunggu pengajaran Professor..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 27, 2011, 09:35:21 PM
Apakah akan keluar jawaban D, saudara-saudara? *gaya komentator bola.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 27, 2011, 09:37:09 PM
Come on dear Professor..ratusan pengunjung Forsa, menunggu pengajaran Professor..

Suka akrobat logika ?? :D :D :D



Sekali lagi, jika fakta sains bertentangan dengan dogma agama atau kepercayaan yg anda anut, mana yg anda pilih.

Bila fakta sejarah,   fakta yang tidak bisa diulang,   disodorkan untuk membuktikan teori ilmiah ( bukan ilmu sejarah ),  jelas fakta tersebut harus ditolak  (  dan teori yang dimaksud juga harus ditolak ) ......................
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 28, 2011, 01:36:14 AM
Bola ditendang berputar-putar, saudara-saudara *gaya komentator bola.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 28, 2011, 01:49:02 AM
Ngeles lagi ngeles lagi...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 28, 2011, 01:58:21 AM
Sudah saya bilang,  yang ditanyakan itu sudah saya posting,  silakan ditelusuri di topik  Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern,  diskusinya juga dengan Pi One,  yang banyak ngelesnya............
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 28, 2011, 02:00:55 AM
Fitnah lagi, saudara-saudara...
Asbuenr yang celoteh generatio spontanea tidka runtuh, lalu ngeles menyalahkan ilmuwan yang bilang generatio spontanea itu teori, sekarang mau ngeles apa lagi? ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 28, 2011, 03:18:41 AM
Sudah saya bilang,  yang ditanyakan itu sudah saya posting,  silakan ditelusuri di topik  Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern,  diskusinya juga dengan Pi One,  yang banyak ngelesnya............
:-[  :-[  :-[ (Mengeluh)..Memang harus bersabar..Sudah saya telusuri Prof..Tidak ada diskusi masalah Bintang adalah alat pelempar setan..Di Forum itu Pi-One dengan jernih dan jelas telah membantah semua klaim Muslim..

Gini lho Prof..Anda ini kan maestro di Kosmopologi..Anda pasti tahu banyak masalah big bang, singularity, black hole, worm hole, dimensi ke-4..Anda pasti tahu betapa dahsyatnya alam semesta ini..Nah, Allah sendiri yang menciptakan alam yang demikian hebat ini berkata, eh memberi petunjuk, eh menyusun konsep, bahwa BINTANG ADALAH ALAT PELEMPAR SETAN..Ini adalah peluang terbaik Profesor untuk menjelaskan ke forum..Kapan lagi ada peluang seperti ini? Biar semua orang yang sombong-sombong ini mengerti..Kalau punya ilmu jangan disimpan sendiri dong..Siapa tahu berangkat dari ayat yang pasti benar ini Professor akan membuat thesis yang menumbangkan semua teori fisika modern..mungkin peta pemahaman semesta akan berubah total..Dan Professor tentu akan dapet Nobel..Jarang-jarang lho, ilmuwan muslim dapet Nobel Fisika, apalagi yang berbasis pada Quran yang sangat rasional ini..Masak kalah sama Ilmuwan Yahudi?

Mungkin Professor akan mulai penelitian dengan mengukur diameter bintang..Dengan demikian dimensi setan dapat dihitung, dan diameter tangan Allah sebagai pelempar bintang dapat diprediksi secara akurat..Ini akan hebat sekali..Saya akan senang ikut membantu riset Professor, kebetulan butuh kerjaan nih..

Tetapi semua ini harus dimulai dari langkah pertama..Nah Profesor, kami semua menunggu komentar Professor..Pertama-tama lupakan ayat Al Quran dulu untuk sementara..Pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan Quran..Ini adalah pertanyaan yang berdiri sendiri..APAKAH MENURUT PROFESOR BINTANG ADALAH ALAT PELEMPAR SETAN? Please Prof, kami lelah menunggu..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 28, 2011, 10:03:41 AM
 :D :D :D  Fariz sedang sakit,  sampai berbusa-busa mengkaitkan dengan bigbang dan nobel fisika segala.   Kenapa tidak tanya ke "  dokter  "-nya dulu ??    Dapat resep apa ?   meteor,  planet2,  angin matahari ?

Tapi, eh,  itu memang berkaitan dengan astro fisika,  sedangkan posting saya di thread yang dulu itu (  belum ketemu juga yah  ??? ) dipandang dari sisi lain.

Jadi,  Fariz gak percaya kepada dokter,  dan mau tanya ke dukun saja nih critanya  ??   
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 28, 2011, 11:49:24 AM
Jadi menurut Anda bintang adalah alat pelempar setan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 28, 2011, 12:14:11 PM
Jadi menurut Anda bintang adalah alat pelempar setan?

Pernyataan :  Bintang adalah alat pelempar setan.

Pertama,  akal saya mengatakan :   pernyataan itu tidak masuk akal.

Kedua,  akal saya mengatakan lagi  :   pernyataan itu adalah wahyu Ilahi,  dan tidak mungkin wahyu Ilahi salah.

Ketiga,  akal saya menyimpulkan sementara :  oh,  tidak masuk di akal saya bukan berarti wahyu Ilahi yang salah,  mungkin saja akal saya ibarat suatu wadah cuma seperti sebuah gelas,  sedangkan kebenaran itu memerlukan wadah yang lebih besar dari hanya sebuah gelas.

Sampai di sini dulu,  bisa dipahami ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 28, 2011, 12:55:57 PM
Bintang ditaruh di langit terdekat, dan dipergunakan untuk melempar setan yang mencuri dengar. Benar atau salah? Kenapa inti pertanyaannya tak kunjung dijawab?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 28, 2011, 02:38:10 PM
Terlihat kedua kubu saling beradu mulut, wasit mulai mendatangi kedua pemain dan .... *gaya komentator bola.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 28, 2011, 11:05:27 PM
@Prof Semut Ireng
Jadi kesimpulannya, menurut AKAL ANDA : Bintang adalah alat pelempar setan, benar atau salah?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2011, 01:12:50 AM
@Prof Semut Ireng
Jadi kesimpulannya, menurut AKAL ANDA : Bintang adalah alat pelempar setan, benar atau salah?


Sabaar,  entar juga sampai ke situ,  percayalah saya gak bakalan kabur ................... ::)

Entar saya lanjutkan,  yang ke empat,  ke lima,  dan seterusnya.   Sekarang perlu kita lihat resep apa yang diberikan oleh para dokternya di bidang itu  :

Surah Al Mulk ayat 5 Allah menegaskan bahwa bintang diciptakan Allah salah satunya adalah sebagai alat melempar setan.   Ayat tersebut cukup mengejutkan para astronom.

Para mufasirin  (penafsir Al Quran) berkesimpulan bahwa bintang dalam ayat  Al Mulk itu diartikan:

1. Meteor;
2. Sinar Kosmis (pecahan bintang)
3. Lidah api (sama seperti corona) karena MATAHARI adalah sejenis bintang.

Makanya,

Ke empat  :  saya tidak sependapat dengan penafsiran para mufasirin itu,  karena ayat2 AQ sebagai suatu bahasa cahaya tidak bisa ditafsirkan hanya secara tekstual,  tentu ada makna lain yang terkandung dalam kata bintang,  dan ini nanti akan terkait dengan  ' bintang ditaruh di langit terdekat '. :P

Ke lima     :   ayat2 AQ tidak boleh ditafsirkan secara sepotong-sepotong.  Dalam beberapa ayat lainnya tertulis di AQ,  bintang juga dicipta sebagai hiasan langit dan petunjuk jalan, sehingga dengan perhitungan secara astronomis / Ilmu Bintang,  manusia bisa menentukan arah dan menentukan posisinya secara tepat di tengah samudera.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 29, 2011, 01:18:03 AM
Entar kalau sudah sampai di jawaban, baru bangunkan aku...

*Gelar kasur busa dan bantal buat tidur

ZZZzzz......
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada September 29, 2011, 01:24:57 AM
demikianlah bahasa yang digunakan kitab2 suci penuh kiasan syair cenderung ambigu dan multitafsir
apakah bahasa demikian bisa digunakan dalam sains? sains dan agama memang sudah seharusnya dipisah
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2011, 02:19:17 AM
demikianlah bahasa yang digunakan kitab2 suci penuh kiasan syair cenderung ambigu dan multitafsir
apakah bahasa demikian bisa digunakan dalam sains? sains dan agama memang sudah seharusnya dipisah

Iya benar,  bahasa kitab suci penuh kiasan,  sesuai dengan fungsinya sebagai Petunjuk bagi manusia.   Dan adanya kiasan2 itu mengandung hikmah,  diantaranya agar dipelajari,  direnungkan dan dipikirkan,  agar bisa mengambil manfaatnya antara lain untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar.   Setelah dapat petunjuk,  maka bisa dilakukan pengujian terhadap apa2 yang dipandang salah,  untuk menemukan yang benar.   Ayat2 kitab suci tidak bisa digunakan sebagai  ' bukti ilmiah ' untuk membenarkan atau menyalahkan suatu teori dalam sains.


Bintang ditaruh di langit terdekat, dan dipergunakan untuk melempar setan yang mencuri dengar.

Setan yang mencuri dengar.   Ini bagian yang paling sulit dijelaskan.   Kita akan berpikir,  bahwa ada pembicaraan atau pembahasan,  lalu ada yang mencuri dengar. ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 29, 2011, 02:48:29 AM
Silakan diteruskan Prof Semut, sampai pada kesimpulan yang menjawab pertanyaan saya..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 29, 2011, 05:51:03 AM
Jadi ingat, kasus temuan firaun, yang saat diperiksa diketahui kandungan garamnya tinggi. Lantas disimpulkan itu pasti mumi firaun of exodus, dan dikait-kaitkan dengan segala ayat. Namun kemudian diketahui tingginya kadar garam pada mumi adalah wajar, karena pada dasarnya dalam pembalseman mumi digunakan natron, yang mengandung kadar garam tinggi.

Belum lagi segala nama yang diklaim 'masuk agama A setelah disodori ayat ini' macam Yves jacques, yang ternyata dibantah karena sampai akhir hayat pun dia dikuburkan dengan cara kristen. Belum lagi Einstein yan gjuga dibawa-bawa...
saya juga ingat dr.azakov yang melakukan penelitian untuk mengetahui apa yang ada didlm bumi, dengan menaruh speaker supersonik untuk merekam pergerakan lempengan bumi..
eh ternyata mereka malah mndpt rekaman bntuk macam 'penyiksaan' dari alam lain, dan ketika mnggali itu muncul asam yg mmbntuk firman ALLAH, lalu didinding pngboran itu terdapat tulisan nama ALLAH swt..
tapi apa yang di katakan media massa terhdp pnlitiannya./..


mereka berkata bahwa, gambar yang muncul itu adalah gambar kelelawar,
asap yang keluar cuma dianggap asap yang biasa,
dan rekaman suaranya dipercepat sehingga orang2 yang mndengar di katakan kepada mereka bahwa itu adalah gerkan lmpengan bumi..

pdhl dr.azakov sndiri lngsng kaget dan msuk rumah sakit, dan beberpa pgawainay masuk islam...

tapi kita lihat yang diberi tahukan media massa...
informasi macam apa itu??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 29, 2011, 05:54:27 AM
@Prof Semut Ireng
Jadi kesimpulannya, menurut AKAL ANDA : Bintang adalah alat pelempar setan, benar atau salah?

ALLAH yang menentukan kepada siapa DIA akan memberi hidayahnya...
MAHA suci engkau ya RABB


kalau mau bahs tentang islam...
buat lagi threadnya..
kita akan bahas disana, bagaimna?

bukankah ini thread yang lain??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 29, 2011, 06:04:20 AM
ALLAH yang menentukan kepada siapa DIA akan memberi hidayahnya...
MAHA suci engkau ya RABB


kalau mau bahs tentang islam...
buat lagi threadnya..
kita akan bahas disana, bagaimna?

bukankah ini thread yang lain??
Justru dari entry point ini mudah-mudahan kita akan mendapat pencerahan apakah science membutuhkan Tuhan atau tidak..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 29, 2011, 06:19:58 AM
saya juga ingat dr.azakov yang melakukan penelitian untuk mengetahui apa yang ada didlm bumi, dengan menaruh speaker supersonik untuk merekam pergerakan lempengan bumi..
eh ternyata mereka malah mndpt rekaman bntuk macam 'penyiksaan' dari alam lain, dan ketika mnggali itu muncul asam yg mmbntuk firman ALLAH, lalu didinding pngboran itu terdapat tulisan nama ALLAH swt..
tapi apa yang di katakan media massa terhdp pnlitiannya./..


mereka berkata bahwa, gambar yang muncul itu adalah gambar kelelawar,
asap yang keluar cuma dianggap asap yang biasa,
dan rekaman suaranya dipercepat sehingga orang2 yang mndengar di katakan kepada mereka bahwa itu adalah gerkan lmpengan bumi..

pdhl dr.azakov sndiri lngsng kaget dan msuk rumah sakit, dan beberpa pgawainay masuk islam...

tapi kita lihat yang diberi tahukan media massa...
informasi macam apa itu??
Azakov yang mana lagi? Paling anda sodorkan sumbernya dari blog antah-brantah milik penulis muslim yang dapat infornya entah dari mana. Gak beda dengan kasus Yves Jacques tempo hari...

Satu referensi:
http://www.truthorfiction.com/rumors/d/drillingtohell.htm

ALLAH yang menentukan kepada siapa DIA akan memberi hidayahnya...
MAHA suci engkau ya RABB


kalau mau bahs tentang islam...
buat lagi threadnya..
kita akan bahas disana, bagaimna?

bukankah ini thread yang lain??
Jadi, cukup jawab pertanyaannya. Bukannya cuma muter-muter gak jelas seperti semut-asbun.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada September 29, 2011, 06:22:25 AM
tpi knpakah cuma islam yang diSUDUTkan?
apa cuma islam yang bertuhan?


apa susahnya bikin thread baru,,,

atau kalau tidak mau,,
maka brhnti mngtakan islam seprti ini dan itu, penganutnya ini dan itu...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 29, 2011, 07:27:11 AM
tpi knpakah cuma islam yang diSUDUTkan?
apa cuma islam yang bertuhan?


apa susahnya bikin thread baru,,,

atau kalau tidak mau,,
maka brhnti mngtakan islam seprti ini dan itu, penganutnya ini dan itu...
Rekan Islam menyodorkan argumen dan klaim dengan mencomot ayat alquran da ajaran agama mereka.
Wajar jika bantahan terhadap argumen mereka jadi seperti bantahan terhaap agama itu sendiri...

Atau anda berharap muslim nyodorin ayat kitab suci mereka, lalu yang lain tinggal manggut-manggut?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 29, 2011, 07:56:46 AM
Peace, selingan, saya lagi merhatiin negara negara katolik http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_Church_by_country. Berhubung negara brazil, mexico dan piliphin, selain tingkat kemiskinannya parah, ekonominya dibantu negara asing, juga sebagian dikuasai oleh geng obat bius. Kalo anda perhatikan, gereja justru malah rela mati membela orang orang bejad seperti geng obat bius, alasannya pendosa harus diampuni. Tapi pada kenyataannya, orang orang baik justru terlantar. Saya masih memperhatikan. Pasti sukar memperbaiki negara ini karena yang namanya agamawan fanatik pasti lebih suka menutupi boroknya daripada memperbaiki. LAh mereka kalo membunuh orang saja disembunyikan kok, apalagi masalah keadilan, pasti cuma bela kelompok. Dan jujur saja, saya emang rada rada takut ma orang orang kristen, soalnya mereka selain lebih kuat, juga lebih galak dari dulu juga.

Jadi ternyata sejarahnya begini:
Inggris adalah pusat katolik, kemudian bentrok dengan protestan. Setelah itu orang orang protestan yang merasa mendapatkan kebebabasan mulai bergabung dengan yahudi yang memang sudah mapan dalam keilmuan. Itu sebabnya negara protestan seperti amerika begitu kuat teknologinya. Sebaliknya, katolik mulai ditinggalkan. Tapi sekarang terjadi pembaruan, dimana orang orang protestan dan katolik ingin bersatu, jadilah orang orang katolik selamat dari kepunahan. Nanti coba kita lihat, setelah katolik dan protestan berbaur, apakah tradisi keilmuan protestan akan luntur? Soalnya kasus ini mirip salafy muslim yang katanya anti modernisasi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada September 29, 2011, 11:39:52 AM
Sekalian saya juga mau komentar lagi.

Sebetulnya niat amerika itu baik, ternyata dari dulu mereka itu bukan berniat cuma cari minyak, mereka itu ingin mengikuti taurat, ingin menjadi adil. Coba perhatikan, USA itu tidak begitu menonjol semenjak perang dunia 2. Tapi siapapun kalau jadi korban pembantaian, pasti amerika membela. Kita lihat Yahudi dibela USA, sudah itu iran juga dibela waktu dihajar negara arab. Kemudian waktu pembantaian di afrika amerika juga ikut membela.

Sedih sekali, ngeliat iran yang dulu dibela sekarang jadi musuh USA. Padahal dulu islam lawan islam iran gapapa, tapi sekarang iran jadi bersatu dengan islam untuk menghajar USA. Kayaknya masalah diseluruh dunia memang dari ambisi islam untuk menguasai dunia. Kita perhatikan ternyata masalah palestina pun yang mulai duluan adalah arab.

Kita lihat juga di forum myquran, para mujahidin ini sebetulnya tidak peduli apakah muslim makmur atau tidak, yang penting ambisi mereka untuk kekhalifahan menguasai dunia tercapai, apapun resikonya, termasuk mengorbankan siapapu. Saya perhatikan para mujahidin ini waktu terlihat indonesia ingin damai dan membangun negaranya, mereka malah tidak suka dan ingin pindah ke brunei.

Tapi ya, seperti kita ketahui bersama, yang namanya kefanatikan dan radikalisme itu susah diperbaikinya. Padahal kita sudh liat sendiri bagaimana nafsu membuat mereka menjadi setan yang menghalalkan apa saja. Kita lihat bagaimana orang orang palestina mengorbankan anak mereka demi memuaskan Tuhan yang menurut ideologi mereka membela khalifah sama dengan membela Tuhan. Ini mirip dengan ajaran Molokh yang sangat dibenci oleh Yehuwa dalam perjanjian lama. Memang untuk urusan ini kita musti bijak dan netral kalau tidak mau terjebak.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 29, 2011, 11:44:31 AM
Saya penasaran dengan metode penelitian dan fakta untuk mengambil kesimpulannya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 29, 2011, 11:48:06 AM
tpi knpakah cuma islam yang diSUDUTkan?
apa cuma islam yang bertuhan?


apa susahnya bikin thread baru,,,

atau kalau tidak mau,,
maka brhnti mngtakan islam seprti ini dan itu, penganutnya ini dan itu...

Harap tidak membawa botol air, petasan, laser, senjata tajam dan tumpul ke dalam arena pertandingan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2011, 11:49:02 AM
:-[  :-[  :-[ (Mengeluh)..Memang harus bersabar..Sudah saya telusuri Prof..Tidak ada diskusi masalah Bintang adalah alat pelempar setan..Di Forum itu Pi-One dengan jernih dan jelas telah membantah semua klaim Muslim..

Anda kurang cermat dalam menelusuri,  saya temukan posting saya yang dulu,  dan belum ada yang bantah,  silakan kalo sekarang ada yang mau bantah :


Kutip

Judul: Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
Ditulis oleh: semut-ireng pada April 17, 2010, 08:53:04
Untuk memahami bintang-bintang sebagai alat pelempar syaitan  biasakan bangun malam / dinihari,  khususnya ketika sedang mengalami cobaan hidup berupa rasa dendam yang besar kepada seseorang yang kita anggap telah menghianati  / memfitnah / melukai hati kita,  dan kita ingin membalas dendam.   Bangun dan keluar rumah,  kemudian amati dengan seksama bintang-bintang yang bertaburan di langit,  cukup 5 - 10 menit saja.   Ulangi beberapa kali,  dan rasakan bedanya setelah kegiatan itu dilaksanakan secara kontinyu dalam beberapa hari,  rasa dendam akan berangsur-angsur hilang.   Itu artinya syaitan yang bersarang di hati kita sudah dilempar keluar,  dan tidak akan merasa dendam lagi. :)


@Prof Semut Ireng
Jadi kesimpulannya, menurut AKAL ANDA : Bintang adalah alat pelempar setan, benar atau salah?

Menurut saya :  Benar.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 29, 2011, 10:02:47 PM
Semalam saya keluar rumah dan melihat langit, ternyata tidak ada bintang sama sekali.

Sekalipun ada penjelasan ilmiah mengenai polusi cahaya, saya mengabaikan sesuatu yang bersifat ilmiah dan tidak dogmatis.

Sekarang saya paham mengapa di kota besar banyak sekali kejahatan, adalah karena penduduknya tidak mampu melihat bintang.

Menurut saya : benar. Benar-benar patut dipertanyakan logikanya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 30, 2011, 02:50:12 AM
Tiap subuh pergi melihat bintang?
Hasilnya? Masuk angin mungkin...

Dan sama sekali tak ada penjelasan ilmiah soal bintang sebagai pelempar setan.
Hanya sekedar klaim bernuansa iman.
Melihat bintang membuat hati tenang, apa bedanya dengan melihat danau membua tenang, melihat pemandangan alam membuat tenang, dsb?
Tidak ada bukti bintang dijadikan alat atau proyektil untuk melempar setan.
Apalagi dalam ayatnya, yang dilempar adalah setan yang mencuri dengar di langit, bukan setan dalam hati.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 30, 2011, 03:54:40 AM
Anda kurang cermat dalam menelusuri,  saya temukan posting saya yang dulu,  dan belum ada yang bantah,  silakan kalo sekarang ada yang mau bantah :

Dalam surah yang lain yaitu surat ash shaffaat diterangkan juga :
6.Sesungguhnya Kami telah mendandani langit yang terdekat darimu, dengan bintang-bintang.
7.Dan mengetatkan penjagaannya dari gangguan setan yang durjana.
8.Supaya setan-setan itu tidak dapat mendengarkan pembicaraan "tingkat tinggi" malaikat, mereka dilempari dari segenap penjuru.
9.untuk mengusirnya. Dan mereka akan memperoleh siksaan yang kekal.

Jadi bintang diletakkan di langit terdekat adalah untuk melempar setan SUPAYA TIDAK MENCURI DENGAR PEMBICARAAN DI LANGIT..Mengapa Anda menyimpulkan dengan selera sendiri bahwa sinar bintang adalah UNTUK MENGUSIR SETAN DI HATI MANUSIA?



Menurut saya :  Benar.


Akhirnya setelah sekian lama berpikir keras Professor Semut mengakui bahwa Bintang adalah alat pelempar setan..Walaupun dengan penafsirannya sendiri. For the sake of argument, katakanlah penafsiran Anda ini betul, apakah ayat ini dibutuhkan untuk penelitian lebih lanjut pada sains khususnya astrologi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada September 30, 2011, 05:55:14 AM
Kesimpulannya, ulasan semut-asbun=cocologi parah
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: orang pinggiran pada September 30, 2011, 07:16:43 AM
ikut nimbrung ah....
orang pinggiran menjawab dengan logika dan fakta lapangan, lihat surat ar-rahman dalam kitab umat islam yak ni Al-quran, ada ayat yang menyatakan langit pecah dan berbentuk seperti mawar dan kilauan minyak, dan fakta : teropong hubble mengirimkan sebuah gambar bintang pecah yang bentuknya seperti mawar dan berwarna merah menyala dengan warna tepi seperti warna kilauan minyak yang terpendar (mejikuhibiniu). teleskop hubble mengirimkan gambar tersebut di tahun 90an, sedangkan al-quran turun, atau tepatnya surat arrahman turun sekitar 14 abad silam. kalau begitu timbul pertanyaan, secerdas itukah umat islam 14 abad yang silam telah melihat matahari (bintang) yang pecah, atau ahli nujum arab sudah dapat menembus atsmosfeer sehingga bisa melihat itu. saya menjawab " SAINS SANGAT BUTUH TUHAN..DAN TUHAN LAH YANG MENGARAHKAN MANUSIA UNTUK MENEMUKAN KAIDAH-KAIDAH SAINS DENGAN PEMBUKTIAN-PEMBUKTIAN EMPIRITS ATAU HASIL ANALISA MENDALAM"
contoh sederhana lagi saat sir isaac newton menemukan teori grafitasi adalah karena kepalanya ketimpa buah apel, nah logika dengan nuansa iman, seandainya buah apel tadi tidak di takdirkan menimpa kapala beliau, apakah akan bertemu dengan teorigrafitasi, atau jika tuhan mentakdirkan kepala newton tidak tertimpa aple melainkan duren monthong atau kelapa ijo dari ketinggian 15m apa newton akan menemukan teori grafitasi, jawabnya pasti tidak, newton malah menemukan tuhannya sebegai sangpencipta :angel:
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada September 30, 2011, 07:18:25 AM
Kesimpulannya, ulasan semut-asbun=cocologi parah
Gitu ya..tadinya kukira beliau mo mengembangkan konsep baru tentang astrologi..Malah saya sudah ge-er, akan ada raising star astrolog (bukan raising star cocokologi  ;)) yang menggemparkan dunia sains..Tapi saya masih berharap kok Prof..(maaf Prof, selingan... ::))
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada September 30, 2011, 10:32:22 AM
For the sake of argument... :D ... sudah lama tidak dengar istilah tersebut.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada September 30, 2011, 10:57:06 AM
ikut nimbrung ah....
orang pinggiran menjawab dengan logika dan fakta lapangan, lihat surat ar-rahman dalam kitab umat islam yak ni Al-quran, ada ayat yang menyatakan langit pecah dan berbentuk seperti mawar dan kilauan minyak, dan fakta : teropong hubble mengirimkan sebuah gambar bintang pecah yang bentuknya seperti mawar dan berwarna merah menyala dengan warna tepi seperti warna kilauan minyak yang terpendar (mejikuhibiniu). teleskop hubble mengirimkan gambar tersebut di tahun 90an, sedangkan al-quran turun, atau tepatnya surat arrahman turun sekitar 14 abad silam. kalau begitu timbul pertanyaan, secerdas itukah umat islam 14 abad yang silam telah melihat matahari (bintang) yang pecah, atau ahli nujum arab sudah dapat menembus atsmosfeer sehingga bisa melihat itu. saya menjawab " SAINS SANGAT BUTUH TUHAN..DAN TUHAN LAH YANG MENGARAHKAN MANUSIA UNTUK MENEMUKAN KAIDAH-KAIDAH SAINS DENGAN PEMBUKTIAN-PEMBUKTIAN EMPIRITS ATAU HASIL ANALISA MENDALAM"
Ini bicara soal Cat's Eye Nebula? Cat's Eye Nebula tidak berwarna merah, warna merah foto adalah hasil pengolahan yang sekedar untuk menunjukkan unsur yang terkandung pada nebula tersebut. Terlebih, nebula hasil supernova jelas tidak bisa disamakan dengan 'langit terbelah' dalam ayat alquran. Kecuali anda mau mengklaim bintang adalah langit.

contoh sederhana lagi saat sir isaac newton menemukan teori grafitasi adalah karena kepalanya ketimpa buah apel, nah logika dengan nuansa iman, seandainya buah apel tadi tidak di takdirkan menimpa kapala beliau, apakah akan bertemu dengan teorigrafitasi, atau jika tuhan mentakdirkan kepala newton tidak tertimpa aple melainkan duren monthong atau kelapa ijo dari ketinggian 15m apa newton akan menemukan teori grafitasi, jawabnya pasti tidak, newton malah menemukan tuhannya sebegai sangpencipta :angel:
Ada yang mengatakan kisah apel yang menimpa Sir Issac Newton tidak benar-benar terjadi. Apalagi Newton tentu tak cukup bodoh untuk duduk di bawah pohon duren (dan duren tidak tumbuh di Inggris)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada Oktober 01, 2011, 03:22:41 AM
Dalam surah yang lain yaitu surat ash shaffaat diterangkan juga :
6.Sesungguhnya Kami telah mendandani langit yang terdekat darimu, dengan bintang-bintang.
7.Dan mengetatkan penjagaannya dari gangguan setan yang durjana.
8.Supaya setan-setan itu tidak dapat mendengarkan pembicaraan "tingkat tinggi" malaikat, mereka dilempari dari segenap penjuru.
9.untuk mengusirnya. Dan mereka akan memperoleh siksaan yang kekal.

Jadi bintang diletakkan di langit terdekat adalah untuk melempar setan SUPAYA TIDAK MENCURI DENGAR PEMBICARAAN DI LANGIT..Mengapa Anda menyimpulkan dengan selera sendiri bahwa sinar bintang adalah UNTUK MENGUSIR SETAN DI HATI MANUSIA?

Akhirnya setelah sekian lama berpikir keras Professor Semut mengakui bahwa Bintang adalah alat pelempar setan..Walaupun dengan penafsirannya sendiri. For the sake of argument, katakanlah penafsiran Anda ini betul, apakah ayat ini dibutuhkan untuk penelitian lebih lanjut pada sains khususnya astrologi?


Hmm.  Pertama perlu anda pahami,  bahwa penafsiran itu besifat pandangan pribadi,  anda boleh percaya,  dan boleh tidak percaya.   Dan penafsiran di Surat Al-Mulk,  konteksnya bukan dengan ' setan yang mencuri dengar pembicaraan di langit '.   

Berarti,  dalam konteks dengan setan yang mencuri dengar,  ada makna lain :

langit yang berlapis-lapis  -------->  mempunyai makna simbolis tingkatan2 ilmu.

langit yang terdekat      ----------> ilmu / sains.

bintang2 di langit terdekat  ------- > pemikiran2 atau teori2 yang benar yang menghiasi keilmuan berkaitan dengan langit / alam semesta,  contohnya Ilmu Bintang / Ilmu Astronomi.

Silakan simpulkan sendiri............
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 01, 2011, 04:17:41 AM
Maksud saya begini Prof..Menurut Anda, pengertian Bintang sebagai alat pelempar setan dalam surat Al Mulk, berarti jika kita mengamati bintang berulang-ulang, maka setan akan keluar dari hati kita, sehingga rasa dendam akan menghilang..Dengan demikian, apakah menurut Profesor ayat tentang bintang di Surat Al Mulk ini dibutuhkan untuk pengembangan sains khususnya Astronomi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 01, 2011, 04:24:23 AM
wah wah ini topik udah kaya kapal kena nuklir 2 megaton,

sudah jelas kan di topik yang saya buat tentang kreasionisme? http://www.forumsains.com/biografi-dan-buku/perngertian-kreasionis-(buat-yang-belum-tau)/ .

sains itu membutuhkan fakta. kalau sains di sangkut pautkan dengan Tuhan sudah jelas ga perlu ada yang namanya sains?

A: kenapa bisa begitu?
B: ya iya lah bagi Tuhan kan ga ada yg ga mungkin
A: maksudnya?
B: kenapa bumi bulat? kenapa manusia dan hewan berbeda kasta?
A: ya itu semua kehendak Tuhan dong jadi buat apa lagi kita mikirin penyebabnya  ;D.
B: ya sudah ga perlu lagi yang namanya sains dsb nya. udah kejawab kok semua pertanyaan yang ingin dipertanyakan manusia. SEMUA ADALAH KEHENDAK TUHAN  ;D ;D
A: hmmm. bener juga yah. jadi ga perlu lagi kita pusing-pusing mikirin penyebabnya. toh bagi Tuhan ga ada yang ga mungkin  ;D ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Im pada Oktober 01, 2011, 07:22:56 AM
Sains Merupakan Perwujudan Dari Hukum Alam, The Qoestion Is : Siapakah Yang Telah Menata segala Hukum alam Di Alam Semesta Ini? ???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada Oktober 01, 2011, 08:46:49 AM
Maksud saya begini Prof..Menurut Anda, pengertian Bintang sebagai alat pelempar setan dalam surat Al Mulk, berarti jika kita mengamati bintang berulang-ulang, maka setan akan keluar dari hati kita, sehingga rasa dendam akan menghilang..Dengan demikian, apakah menurut Profesor ayat tentang bintang di Surat Al Mulk ini dibutuhkan untuk pengembangan sains khususnya Astronomi?

Rasa dendam akan hilang,  dan bukan itu saja.   Dengan melihat dan merenungkan bintang2 yang bertaburan di langit pada malam hari,  khususnya bagi orang2 beriman akan tergugah perasaan batinnya,  dan mereka akan memuji kebesaran Allah Sang Pencipta.

Sekarang tergantung orang tersebut mengerti atau tidak mengerti soal2 astronomis.   

Mereka yang tidak mengerti astronomis mungkin tidak akan menanyakan kaitannya dengan astro fisika.   Tetapi mereka yang  pernah belajar astro fisika, mungkin akan berpikir bahwa ayat2 Surat Al-Mulk sebelumnya ( ayat 3 dan 4,  sebelum ayat 5 ) merupakan semacam ' tantangan ' kepada para ilmuwan yang tidak percaya bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan :

-  Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. 67:3)

-  Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.(QS.67 :4)

ayat di atas juga menegaskan  bahwa penglihatan manusia " dalam keadaan payah ",  dan hal itu dibenarkan oleh penemuan dalam sains,  bahwa  kemampuan penglihatan mata manusia dibatasi hanya pada batasan tertentu dalam gelombang elektromagnetik yang disebut cahata tampak.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 01, 2011, 09:00:39 AM
Para astronom yang tentu saja mengerti ilmu astronomi apakah memerlukan ayat Bintang adalah alat pelempar setan (dgn segala akrobat tafsir Anda yg menurut Anda sangat masuk akal), untuk pengembangan sains astronomi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 01, 2011, 09:05:18 AM
Menurut para muslim berdasarkan nabi, black hole itu apa? Kan belum ada yang tahu tuh, daripada dituduh cocokolgi, coba deh jawab. Atau mesin waktu, atau apa aja lah yang belum ketahuan. Ataumalah cahaya? Cahaya itu apa sih?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada Oktober 01, 2011, 09:12:59 AM
Para astronom yang tentu saja mengerti ilmu astronomi apakah memerlukan ayat Bintang adalah alat pelempar setan (dgn segala akrobat tafsir Anda yg menurut Anda sangat masuk akal), untuk pengembangan sains astronomi?

Tidak,  karena tidak semua astronom belajar Al-Quran dan tahu soal ayat tsb.   Tapi mereka yang pernah belajar ayat2 tsb dan kemudian mengetahui pula teori2 dalam astro fisika, maka ayat2 di atas itu dapat digunakan sebagai Petunjuk.   Sekali lagi,  digunakan sebagai Petunjuk,  untuk mencari kebenaran dari teori-teori astro fisika tersebut.   Dan tentu saja,  bila nantinya bisa ditemukan yang benar,  hal itu akan bermanfaat untuk pengembangan sains.

Ingat,  apa yang terkandung dalam kitab2 suci itu adalah suatu konsep2 berkaitan dengan sains,  bukan teori sekali lagi,  bukan teori2................
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 01, 2011, 09:47:54 AM
Jadi yg terkandung dalam ayat Bintang adalah alat pelempar setan adalah KONSEP YANG BERKAITAN DGN SAINS. Dan Astronom yang tahu soal ayat tsb dapat mengggunakannya utk PENGEMBANGAN SAINS? Apakah itu termasuk Astronom yang menafsirkan ayat tsb sebagai bintang yang bisa melempar setan dalam hati?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 01, 2011, 10:18:32 AM
Harap tidak membawa botol air, petasan, laser, senjata tajam dan tumpul ke dalam arena pertandingan.
maka dari itu jangan membawa hal yang tidak di maksudkan dari judul thread kedalam perdiskusian/perdebatan...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 01, 2011, 10:31:40 AM
apa yang terjadi jika newton tidak kejatuhan apel, jika dalton tidak makan roti kismis, jika enstein tidak mnikah dngn mileva, jika niels bohr tidak dikejar2 tntara

timbul pertanyaan, kok bisa ya yang kejatuhan apel itu newton, kenap tidak si fulan aja??

bisa dijawab pro(fessor)...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 01, 2011, 10:39:26 AM
wah wah ini topik udah kaya kapal kena nuklir 2 megaton,

sudah jelas kan di topik yang saya buat tentang kreasionisme? http://www.forumsains.com/biografi-dan-buku/perngertian-kreasionis-(buat-yang-belum-tau)/ .

sains itu membutuhkan fakta. kalau sains di sangkut pautkan dengan Tuhan sudah jelas ga perlu ada yang namanya sains?

A: kenapa bisa begitu?
B: ya iya lah bagi Tuhan kan ga ada yg ga mungkin
A: maksudnya?
B: kenapa bumi bulat? kenapa manusia dan hewan berbeda kasta?
A: ya itu semua kehendak Tuhan dong jadi buat apa lagi kita mikirin penyebabnya  ;D.
B: ya sudah ga perlu lagi yang namanya sains dsb nya. udah kejawab kok semua pertanyaan yang ingin dipertanyakan manusia. SEMUA ADALAH KEHENDAK TUHAN  ;D ;D
A: hmmm. bener juga yah. jadi ga perlu lagi kita pusing-pusing mikirin penyebabnya. toh bagi Tuhan ga ada yang ga mungkin  ;D ;D
;D
haha
anda benar...
untungnya diagama saya diajarkan untuk mmikirkan semua ciptaanNYA untuk lebih mndktkn diri kepadaNYA,,,
jadi kami juga diperinth untuk memikirkan ini dan itu...
;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Oktober 01, 2011, 12:15:44 PM
Apakah kisah apel Newton benar benar terjadi?

http://en.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton#Apple_analogy

Apple analogy

Newton himself often told the story that he was inspired to formulate his theory of gravitation by watching the fall of an apple from a tree.

Cartoons have gone further to suggest the apple actually hit Newton's head, and that its impact somehow made him aware of the force of gravity, though this is not reported in the biographical manuscript by William Stukeley, published in 1752, and made available by the Royal Society. Most likely, being hit by an apple is just a myth; certainly he did not arrive at his theory of gravity in any single moment. It is known from his notebooks that Newton was grappling in the late 1660s with the idea that terrestrial gravity extends, in an inverse-square proportion, to the Moon; however it took him two decades to develop the full-fledged theory. John Conduitt, Newton's assistant at the Royal Mint and husband of Newton's niece, described the event when he wrote about Newton's life:

    In the year 1666 he retired again from Cambridge to his mother in Lincolnshire. Whilst he was pensively meandering in a garden it came into his thought that the power of gravity (which brought an apple from a tree to the ground) was not limited to a certain distance from earth, but that this power must extend much further than was usually thought. Why not as high as the Moon said he to himself & if so, that must influence her motion & perhaps retain her in her orbit, whereupon he fell a calculating what would be the effect of that supposition.

The question was not whether gravity existed, but whether it extended so far from Earth that it could also be the force holding the moon to its orbit. Newton showed that if the force decreased as the inverse square of the distance, one could indeed calculate the Moon's orbital period, and get good agreement. He guessed the same force was responsible for other orbital motions, and hence named it "universal gravitation".

Stukeley recorded in his Memoirs of Sir Isaac Newton's Life a conversation with Newton in Kensington on 15 April 1726, in which Newton recalled:

    when formerly, the notion of gravitation came into his mind. It was occasioned by the fall of an apple, as he sat in contemplative mood. Why should that apple always descend perpendicularly to the ground, thought he to himself. Why should it not go sideways or upwards, but constantly to the Earth's centre? Assuredly the reason is, that the Earth draws it. There must be a drawing power in matter. And the sum of the drawing power in the matter of the Earth must be in the Earth's centre, not in any side of the Earth. Therefore does this apple fall perpendicularly or towards the centre? If matter thus draws matter; it must be proportion of its quantity. Therefore the apple draws the Earth, as well as the Earth draws the apple."

In similar terms, Voltaire wrote in his Essay on Epic Poetry (1727), "Sir Isaac Newton walking in his gardens, had the first thought of his system of gravitation, upon seeing an apple falling from a tree."

Various trees are claimed to be "the" apple tree which Newton describes. The King's School, Grantham, claims that the tree was purchased by the school, uprooted and transported to the headmaster's garden some years later. The staff of the [now] National Trust-owned Woolsthorpe Manor dispute this, and claim that a tree present in their gardens is the one described by Newton. A descendant of the original tree can be seen growing outside the main gate of Trinity College, Cambridge, below the room Newton lived in when he studied there. The National Fruit Collection at Brogdale can supply grafts from their tree, which appears identical to Flower of Kent, a coarse-fleshed cooking variety.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 01, 2011, 01:56:34 PM
Jadi yg terkandung dalam ayat Bintang adalah alat pelempar setan adalah KONSEP YANG BERKAITAN DGN SAINS. Dan Astronom yang tahu soal ayat tsb dapat mengggunakannya utk PENGEMBANGAN SAINS? Apakah itu termasuk Astronom yang menafsirkan ayat tsb sebagai bintang yang bisa melempar setan dalam hati?
Sudah jelas kalau ayat bintang ditaruh di langit terdekat dan digunakan sebagai pelempar setan adalah tidak terbukti secara ilmiah, dan si semut cuma menggunakan cocologi untuk mengait-ngaitkannya. Tidak ada korelasi 'setan yang mencuri dengar' dengan setan dalam diri, atau bintang di langit terdekat sebagai pelempar setan' dengan memandang langit bisa menjernihkan hati.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 01, 2011, 03:50:38 PM
maka dari itu jangan membawa hal yang tidak di maksudkan dari judul thread kedalam perdiskusian/perdebatan...

Yang tidak membahas science dalam science, siapa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 02, 2011, 01:03:50 AM
ya orang orang yang kekeh terhadap sinopsi bintang dan para kreasionisme itu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 02, 2011, 06:32:51 AM
Sudah jelas kalau ayat bintang ditaruh di langit terdekat dan digunakan sebagai pelempar setan adalah tidak terbukti secara ilmiah, dan si semut cuma menggunakan cocologi untuk mengait-ngaitkannya. Tidak ada korelasi 'setan yang mencuri dengar' dengan setan dalam diri, atau bintang di langit terdekat sebagai pelempar setan' dengan memandang langit bisa menjernihkan hati.
itu adalah informasi gaib dari Tuhan, seperti halnya informasi mengenai kehidupan setelah kematian, perhitungan amal dan pengadilan di hari akhir nanti.
sains yang dikuasai manusia saat ini, masih jauh kemampuannya untuk menjelaskan hal-hal gaib sepeti itu, sains masih terus berkembang
Dan entah Tuhan akan membuat manusia itu mengerti sains sampai seberapa jauh sebelum alam semesta ini selesai waktu bekerjanya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 02, 2011, 07:05:29 AM
Sains tidak membahas hal gaib.
Tapi saat agama mencoba menjelaskan fenomena sains dengan jawaban gaib, itu patut dipertanyakan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: semut-ireng pada Oktober 02, 2011, 07:06:27 AM
Jadi yg terkandung dalam ayat Bintang adalah alat pelempar setan adalah KONSEP YANG BERKAITAN DGN SAINS. Dan Astronom yang tahu soal ayat tsb dapat mengggunakannya utk PENGEMBANGAN SAINS? Apakah itu termasuk Astronom yang menafsirkan ayat tsb sebagai bintang yang bisa melempar setan dalam hati?

ya,  mungkin saja,  karena sains terus berkembang.

mungkin saja muncul pemikiran2 cemerlang ( = bintang2 ) di langit yang terdekat (  sains ),  dan pemikiran2 yang cemerlang tersebut menggugurkan teori2 yang ada sekarang ini.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 02, 2011, 07:09:24 AM
Cocologinya tambah parah! ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 02, 2011, 09:12:00 AM
"kalian tau dewa hujan yang menciptakan hujan melalui kekuatannya, gemuruh petir dan kilat adalah ciptaan dari genta yang dibawa dewa petir, merekalah pencipta badai ini"

hmm bagaimana reaksi orang saat ini jika sy memberi penjelasan seperti itu, apa mereka akan manggut2 saja?!
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 02, 2011, 10:21:51 AM
"kalian tau dewa hujan yang menciptakan hujan melalui kekuatannya, gemuruh petir dan kilat adalah ciptaan dari genta yang dibawa dewa petir, merekalah pencipta badai ini"

hmm bagaimana reaksi orang saat ini jika sy memberi penjelasan seperti itu, apa mereka akan manggut2 saja?!
http://www.qurvid.com/2011/08/siklus-pembentukan-air-hujan-yang-luar.html
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 02, 2011, 10:38:39 AM
"kalian tau dewa hujan yang menciptakan hujan melalui kekuatannya, gemuruh petir dan kilat adalah ciptaan dari genta yang dibawa dewa petir, merekalah pencipta badai ini"

hmm bagaimana reaksi orang saat ini jika sy memberi penjelasan seperti itu, apa mereka akan manggut2 saja?!

kalau para kreasionisme se paling ngejawab "itu namanya Kehendak Tuhan" ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 02, 2011, 12:29:16 PM
ya,  mungkin saja,  karena sains terus berkembang.

mungkin saja muncul pemikiran2 cemerlang ( = bintang2 ) di langit yang terdekat (  sains ),  dan pemikiran2 yang cemerlang tersebut menggugurkan teori2 yang ada sekarang ini.
Ck ck ck..Jika Astronom dunia mendefinisikan bintang sbg alat melempar setan dr langit, ada juga yg melempar setan dari hati, bisakah Anda membayangkan ke mana arah perkembangan astronomi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 02, 2011, 12:46:36 PM
Ck ck ck..Jika Astronom dunia mendefinisikan bintang sbg alat melempar setan dr langit, ada juga yg melempar setan dari hati, bisakah Anda membayangkan ke mana arah perkembangan astronomi?
Mungkin yang dimaksud pelempar syetan adalah "dapat menenangkan hati dan jiwa dari godaan syetan"
*IMO
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 02, 2011, 01:25:01 PM
Mungkin yang dimaksud pelempar syetan adalah "dapat menenangkan hati dan jiwa dari godaan syetan"
*IMO
Bukankah di ayatnya dikatakan bintangnya digunakan untuk melempar setan yang mencuri dengar? Bukan setan di dalam hati.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 02, 2011, 04:25:27 PM
http://www.qurvid.com/2011/08/siklus-pembentukan-air-hujan-yang-luar.html


kini manusia juga bisa menciptakan hujan (buatan)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 03, 2011, 01:02:41 AM
Kalau sumbernya HY mah, apa-apa juga ianggap luar biasa.
Mungkin koala yang cuma bisa makan ekalyptus yang gak ngaish cukup enrgi untuk mereka, sehingga mereka harus malas-malasan untuk menghemat energi pun dianggap luar biasa.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: exile_rstd pada Oktober 03, 2011, 01:50:08 AM
kalau soal pembentukkan alam semesta itu saya lebih pro sama logika dan science dan sisanya yang di tidak bisa dijelaskan oleh logika dan science, saya lebih pro sama ALLAH. (tapi ujung2nya lebih pro juga sama Science, xixixi ;D).
tapi jika menganggap semua bisa jelaskan dgn logika dan science, saya kurang pro.
mengapa anda terus memikirkan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika dan science tapi anda terus memaksa?
tidak puas? itulah ilmu. ilmu memang tidak boleh puas tapi dgn adanya "hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dgn logika dan science"
membuat semuanya jelas. kita hidup diantara kesempurnaan dan ketidaksempurnaan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 03, 2011, 03:49:48 AM
Karena menurut Prof Semut yang muridnya HY, ayat - ayat Quran BISA dijelaskan secara logika dan science..Karena itu saya akan terus bertanya..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 03, 2011, 07:25:08 AM
SAINS MEMBUTUHKAN TUHAN ?
YA !. menurut anda, semua ilmu pengetahuan yang anda miliki itu berasal dari siapa ? siapa yang menciptakan sains ? andakah atau sains itu sendiri ? pasti ada sesuatu yang menciptakan sains tersebut. cuma kita sebagai manusia hanyalah ibarat pasir di gurun pasir. segelintir dari yang banyak. kemampuan kita terbatas, BUKAN TIDAK TERBATAS. tidak semua ilmu pengetahuan yang dapat anda pahami dan anda sombongkan.

satu lagi, @pi one : menurut anda sains membutuhkan agama atau tidak ?

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 03, 2011, 08:36:10 AM
apa yang terjadi jika newton tidak kejatuhan apel, jika dalton tidak makan roti kismis, jika enstein tidak mnikah dngn mileva, jika niels bohr tidak dikejar2 tntara

timbul pertanyaan, kok bisa ya yang kejatuhan apel itu newton, kenap tidak si fulan aja??

bisa dijawab pro(fessor)...

masih ada tiga pertanyaan tuh?
okelah newton sudah dijawab..
:)

tapiii...
kok kenapa newton ya yang ngeliat tu apel jatuh?
kenapa bukan orang x didunia ini..
kan masih buaannyaaaak gitu..
kok newton yang terpilih??

hmmmm
???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 03, 2011, 09:48:54 AM
masih ada tiga pertanyaan tuh?
okelah newton sudah dijawab..
:)

tapiii...
kok kenapa newton ya yang ngeliat tu apel jatuh?
kenapa bukan orang x didunia ini..
kan masih buaannyaaaak gitu..
kok newton yang terpilih??

hmmmm
???

ini sama dengan bertanya "mengapa anda yang bertanya demikian, mengapa bukan tetangga anda?"
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: hakku_DRRR pada Oktober 03, 2011, 10:04:56 AM
menurut saya......semua dari cara pikir saya......
karena orang yang berpikir selalu mendapatkan kebaikan
seperti enstein kenapa harus dia yang menjadi ahli fisika......
semua terjadi karena usaha dia

atau newton...karena dia memiliki seribu pertanyaan
"bukankah apel jatuh sudah sering dilihat sebelum newtol lagi?"
 ;D ;D ;D ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: hakku_DRRR pada Oktober 03, 2011, 10:06:55 AM
menurut saya......semua dari cara pikir saya......
karena orang yang berpikir selalu mendapatkan kebaikan
seperti enstein kenapa harus dia yang menjadi ahli fisika......
semua terjadi karena usaha dia

atau newton...karena dia memiliki seribu pertanyaan
"bukankah apel jatuh sudah sering dilihat sebelum newton lahir?"
 ;D ;D ;D ;D

maaf terjadi sedikit kesalahan pengetikan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 03, 2011, 10:10:24 AM
menurut anda, semua ilmu pengetahuan yang anda miliki itu berasal dari siapa ? siapa yang menciptakan sains ? andakah atau sains itu sendiri ? pasti ada sesuatu yang menciptakan sains tersebut. cuma kita sebagai manusia hanyalah ibarat pasir di gurun pasir. segelintir dari yang banyak. kemampuan kita terbatas, BUKAN TIDAK TERBATAS. tidak semua ilmu pengetahuan yang dapat anda pahami dan anda sombongkan.
Lalu, apakah anda bisa membuktikan kalau Tuhanlah yang menciptakan sains?
Kenapa jika bukan kita yang ciptakan, jawaban selalu lari ke Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 03, 2011, 10:45:15 AM
@Raganuevo :
Akal kita memang terbatas..Tapi hanya itulah yang kita punya..Karena itulah kita terus bertanya, meneliti dan akhirnya menemukan..Dgn demikian iptek terus berkembang..Itu bukanlah kesombongan, tapi kerendahan hati..Jika iptek belum berhasil membuktikan suatu fenomena, tidaklah bijak bila kita memasrahkan bulat-bulat intelijensia kita pada "sesuatu" yang diluar akal kita..Itu hanya menunjukkan kemalasan berpikir..Dan itu sumber kemunduran peradaban..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 03, 2011, 12:14:51 PM
SAINS MEMBUTUHKAN TUHAN ?
YA !. menurut anda, semua ilmu pengetahuan yang anda miliki itu berasal dari siapa ? siapa yang menciptakan sains ? andakah atau sains itu sendiri ? pasti ada sesuatu yang menciptakan sains tersebut. cuma kita sebagai manusia hanyalah ibarat pasir di gurun pasir. segelintir dari yang banyak. kemampuan kita terbatas, BUKAN TIDAK TERBATAS. tidak semua ilmu pengetahuan yang dapat anda pahami dan anda sombongkan.
Siapa yang menciptakan? Pertanyaannya, apakah memang ada 'siapa' yang menciptakan? Anda bisa jawab siapa tadi dengan variabel Tuhan, tapi tanpa bukti itu tak lebih dari konsep God of the gaps.

satu lagi, @pi one : menurut anda sains membutuhkan agama atau tidak ?
Sains memerlukan agama sebagai kontrol moral dalam penerapan. Jika ada kontrol moral lain juga tak masalah. Sains tidak memerlukan 'Tuhan', karena sains tak membahas Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 03, 2011, 02:10:35 PM
@fariz : wah berarti setelah majunya iptek, semua keterbatasan kan berubah jadi ketidak terbatasan. sehingga dapat sejajar dgan tuhan yang mengetahui segala hal yang telah ia ciptakan.
begitukah ?

@pi one : bagus. sains membutuhkan agama. tapi tahukah anda agama itu berasal dari mana? dari nenek moyang yg sederhana ? ataukah dari sesuatu yang menciptakan nenek moyang anda ?
Dan satu hal, Sains memang tidak membahas tuhan, karena sains membahas ciptaan tuhan.. agar manusia mengetahui akan adanya sang pencipta di balik jagad raya ini.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 04, 2011, 01:35:09 AM
@pi one : bagus. sains membutuhkan agama. tapi tahukah anda agama itu berasal dari mana? dari nenek moyang yg sederhana ? ataukah dari sesuatu yang menciptakan nenek moyang anda ?
Dan satu hal, Sains memang tidak membahas tuhan, karena sains membahas ciptaan tuhan.. agar manusia mengetahui akan adanya sang pencipta di balik jagad raya ini.
Agama dari mana? Dari perkembangan pemikiran manusia selama ribuan tahun.
*Anda berharap aku mengatakan agama berasal dari Tuhan? :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 04, 2011, 02:43:18 AM
@fariz : wah berarti setelah majunya iptek, semua keterbatasan kan berubah jadi ketidak terbatasan. sehingga dapat sejajar dgan tuhan yang mengetahui segala hal yang telah ia ciptakan.
begitukah ?

Ilmu pengetahuan seperti air laut, semakin kita minum, semakin kita haus..Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka akal manusia juga terus terus berevolusi..Apa yang dulu menjadi misteri, sekarang ada yang sudah menjadi fakta..Yang masih menjadi misteri akan terus dipertanyakan dan diteliti..Dari sinilah peradaban manusia bisa terus maju..

Jaman dulu orang percaya jika bumi ini datar, mataharilah yang mengelilingi bumi, bahwa langit adalah atap bumi yang didirikan tanpa tiang, bahwa bintang adalah hiasan langit yang berfungsi untuk melempar setan..Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, kini kita tahu faktanya bahwa itu tidak benar..Hanya orang-orang sombong yang tetap bersikukuh bahwa kepercayaannyalah yang benar, kepercayaan orang lain salah, dan fakta ilmu pengetahuan adalah keliru sepanjang tidak sama dengan kepercayaannya..Kesombongan seperti ini tidak akan membawa kita kemana-mana, kecuali ke kegelapan dan bahkan kekerasan tiada henti..

Silakan saja Anda mengatakan ke semua orang jika Tuhan yang menciptakan semuanya..Tapi ini forum sains. Anda tidak cukup klaim sana klaim sini..Anda harus mengajukan bukti..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 04, 2011, 03:50:31 AM
Dulu orang percaya langit itu berlapis-lapis. Yang populer adalah 7 lapis langit, kalau tak salah terdiri dari lapisan matahari dan bulan, lapisan venus, lapisan mars, lapisan merkuris, lapisan jupiter, lapisan saturnus, dan lapisan bintang-bintang. Demikian pula mereka percaya neraka ada di dasar bumi, di pusat/inti dari bumi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 04, 2011, 03:53:10 AM
Dulu orang percaya langit itu berlapis-lapis. Yang populer adalah 7 lapis langit, kalau tak salah terdiri dari lapisan matahari dan bulan, lapisan venus, lapisan mars, lapisan merkuris, lapisan jupiter, lapisan saturnus, dan lapisan bintang-bintang. Demikian pula mereka percaya neraka ada di dasar bumi, di pusat/inti dari bumi.
wow, berdasar apakah mereka yakin sedetail itu?berasal dari mana y
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 04, 2011, 04:05:25 AM
wow, berdasar apakah mereka yakin sedetail itu?berasal dari mana y
Detail?
Sebaliknya, mereka beranggapan demikian karena keterbatasan mereka. Andai mereka tahu ada planet lain seperti uranus dan neptunus, mungkin lapisan langit akan bertambah...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 04, 2011, 08:07:10 AM

Hanya orang-orang sombong yang tetap bersikukuh bahwa kepercayaannyalah yang benar, kepercayaan orang lain salah, dan fakta ilmu pengetahuan adalah keliru sepanjang tidak sama dengan kepercayaannya..Kesombongan seperti ini tidak akan membawa kita kemana-mana, kecuali ke kegelapan dan bahkan kekerasan tiada henti..


di sini saya tidak meklaim, saya tidak mengklaim kepercayaan yang beda dari kepercayaan saya.
dan disini saya hanya mengingatkan bahwa terdapat batas antara tuhan dengan ciptaan-Nya. dan bukan berarti saya melarang untuk berpikir yang lebih jauh seiring berkembangnya IPTEK.
manusia wajar berpikir ingin tahu tentang sesuatu yang belum di ketahui karena tuhan memberikan hasrat ingin tahu kepada makhluknya. namun seperti yang saya bilang diatas bahwa terdapat batas antara pengetahuan tuhan dengan manusia. saya ingin mengingatkan bahwa jangan terlalu lewat batas sehingga muncul sifat ketuhanan pada dirinya disebabkan pengetahuan yang ia miliki.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 04, 2011, 08:35:51 AM
Para scientist adalah orang - orang rendah hati..Lihat saja Einstein..Mereka melihat betapa luasnya ilmu pengetahuan, sehingga mengakui bahwa akalnya terbatas..Mereka tidak pernah memperingatkan atau mengancam orang lain berdasarkan kepercayaannya..
Dan sekarang Anda mengingatkan para scientist berdasarkan kepercayaan Anda..Who are you to say that?
Apa yang Anda maksud seseorang kelewat batas shg merasa memiliki sifat ketuhanan? Apakah Tuhan akan murka karena merasa disaingi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 04, 2011, 09:10:57 AM
berfikirlah kedepan. semua ini merupakan antisipasi dari semua perkembangan yang terjadi saat ini. IPTEK makin maju dan perlahan semua misteri mulai terungkap. untuk itulah saling mengingatkan akan batas tersebut.
tuhan tidak akan pernah murka mengenai hal itu karena pada kenyataannya tidak akan ada yang dapat menyaingi tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 04, 2011, 09:26:35 AM
Jika ilmu pengetahuan makin berkembang dan fakta makin terungkap, lalu itu bertentangan dengan tafsir agama, kenapa tak boleh berpikir kalau penafsiran agama yang salah?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 04, 2011, 09:52:14 AM
bisakah anda sebutkan bukti ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan tafsir agama ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 04, 2011, 09:58:07 AM
Proses pembentukan dan usia bumi serta alam semesta kontradiktif dengan proses dan usia bumi dalam kitab kejadian.

Proses asal kehidupan dan asal keanekaragaman makhluk hidup kontradiktif dengan pandangan penciptaan langsung, termasuk kisah Adam-Hawa dari agama samawi.

Dan masih bisa disebut lagi, masalahnya adalah tafsiran dari agama atas beberapa bidang sains kadang berubah seiring waktu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Oktober 04, 2011, 10:16:54 AM
@raganoevo ... lha, tau darimana ? tau darimana soal tuhan ? tau darimana tuhan itu ada ?  :-\

dari kitab ? misal saya tulis sebuah buku, lalu didalamnya saya tulis buku itu buatan tuhan, apa anda akan beriman begitu saja ?  ::)
atau jangan2 anda akan jawab "secara insting, secara gaib dari hati" ? wah, kenapa saya tak bisa begitu ya ?  :'(

ayo jawabannya yang bagus ...  ;)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 04, 2011, 11:06:43 AM
pi one : mengenai adam dan hawa, apa yang menjadi perbedaan nya?

jim : cukup simpel. penilaian kitab suci yang benar benar kitab suci dari tuhan harus di tinjau dari berbagai sudut. bukan hanya satu sudut pandang saja. yang namanya kitab suci yaitu kitab yang mengandung segala aspek kehidupan dan sesuai dengan kodrat manusia dari zaman dahulu hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikitpun. jika mengalami perubahan, maka itu tidak sesuai dgan kodrat manusia dan harus di perbarui agar sesuai dgan kodrat manusia.
tapi yang namanya kitab yang benar benar suci itu tidaklah mengalami perubahan, karena tuhan telah menyusun nya untuk manusia sepanjang masa.
itulah tanda dari kekuatan agung dari sang pencipta.
dan jujur, kitab yang saya imani sekarang terbukti kebenaran nya sebagai kitab sepanjang masa tanpa mengalami perubahan.

pada intinya, secara logika kitab suci itu haruslah sesuai dgan kodrat manusia sepanjang masa dan memiliki semua aspek yang terbukti benar adanya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 04, 2011, 11:13:41 AM
pi one : mengenai adam dan hawa, apa yang menjadi perbedaan nya?

jim : cukup simpel. penilaian kitab suci yang benar benar kitab suci dari tuhan harus di tinjau dari berbagai sudut. bukan hanya satu sudut pandang saja. yang namanya kitab suci yaitu kitab yang mengandung segala aspek kehidupan dan sesuai dengan kodrat manusia dari zaman dahulu hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikitpun. jika mengalami perubahan, maka itu tidak sesuai dgan kodrat manusia dan harus di perbarui agar sesuai dgan kodrat manusia.
tapi yang namanya kitab yang benar benar suci itu tidaklah mengalami perubahan, karena tuhan telah menyusun nya untuk manusia sepanjang masa.
itulah tanda dari kekuatan agung dari sang pencipta.
dan jujur, kitab yang saya imani sekarang terbukti kebenaran nya sebagai kitab sepanjang masa tanpa mengalami perubahan.

pada intinya, secara logika kitab suci itu haruslah sesuai dgan kodrat manusia sepanjang masa dan memiliki semua aspek yang terbukti benar adanya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Oktober 04, 2011, 11:33:27 AM
ya, tu anda tau kita harus meneliti baik2 isi kitab suci sebelum menganggapnya kebenaran ( walau saya tak yakin anda begitu  :P )

saya juga begitu kok, hanya saja hasil yang kita dapat beda kali ya ?
saya menemukan banyak kejanggalan bahkan kesalahan dalam kitab2 suci yang saya baca ... ya salah satunya anggap penciptaan langit dan bumi dan penciptaan kehidupan seperti kata pi-one ... tak sesuai dengan science, tak sesuai dengan yang saya temui sendiri, bahkan ada yang menurut saya tak seharusnya tuhan lakukan ...
tidak, bahkan tak perlu saya harus baca kitab baik2, bagi saya logika tuhan personal agama samawi saja menurut saya sudah banyak cacat, menimbulkan paradoks ... ya mungkin anda akan bilang karena akal saya yang terbatas, nah itu lagi2 saya tak paham ...

saya juga banyak tak setuju dengan tuhan personal agama, soal masalah baik atau jahat ...
dan anda bilang memang seharusnya kitab suci itu statis ... saya malah tak setuju ! sepengamatan saya manusia itu berubah2, jadi sebaiknya ( jika tuhan memang maha baik ) dia lebih aktif menulis ...
haha, ya ini statement pribadi, jadi tak usah terlalu dipikirkan ...  :P
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 04, 2011, 01:43:44 PM
Kutip
dan anda bilang memang seharusnya kitab suci itu statis ... saya malah tak setuju ! sepengamatan saya manusia itu berubah2, jadi sebaiknya ( jika tuhan memang maha baik ) dia lebih aktif menulis ...

Yang berubah hanyalah anggapan manusia, tapi pada intinya peraturan pada kitab suci adalah "jangan merugikan orang lain" cuma itu saja.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 04, 2011, 02:04:14 PM
Dari tidak tahu langsung memberi tahu, namanya sok tahu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 04, 2011, 02:26:36 PM
yang namanya kitab suci yaitu kitab yang mengandung segala aspek kehidupan dan sesuai dengan kodrat manusia dari zaman dahulu hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikitpun. jika mengalami perubahan, maka itu tidak sesuai dgan kodrat manusia dan harus di perbarui agar sesuai dgan kodrat manusia.
Apa ada kitab suci yang benar-benar gak berubah dari dulu. Toh kitab suci yang ada didahului oleh kitab suci yang lebih tua (terlepas keduanya punya sumber yang sama atau tidak), dan kitab yang lebih muda tak mewakili zaman yang lebih tua.

tapi yang namanya kitab yang benar benar suci itu tidaklah mengalami perubahan, karena tuhan telah menyusun nya untuk manusia sepanjang masa.
itulah tanda dari kekuatan agung dari sang pencipta.
dan jujur, kitab yang saya imani sekarang terbukti kebenaran nya sebagai kitab sepanjang masa tanpa mengalami perubahan.
Dan meski kitabnya tak berubah, bagaimana jika tafsirannya yang berubah drastis?

pada intinya, secara logika kitab suci itu haruslah sesuai dgan kodrat manusia sepanjang masa dan memiliki semua aspek yang terbukti benar adanya.
Dan jika ada kesalahan, lalu bagaimana?
Dan bagaimana jika nanti berkilah: 'tafsirannya di luar pemikiran manusia'?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 05, 2011, 04:05:13 AM
jim : cukup simpel. penilaian kitab suci yang benar benar kitab suci dari tuhan harus di tinjau dari berbagai sudut. bukan hanya satu sudut pandang saja. yang namanya kitab suci yaitu kitab yang mengandung segala aspek kehidupan dan sesuai dengan kodrat manusia dari zaman dahulu hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikitpun. jika mengalami perubahan, maka itu tidak sesuai dgan kodrat manusia dan harus di perbarui agar sesuai dgan kodrat manusia.
tapi yang namanya kitab yang benar benar suci itu tidaklah mengalami perubahan, karena tuhan telah menyusun nya untuk manusia sepanjang masa.
itulah tanda dari kekuatan agung dari sang pencipta.
dan jujur, kitab yang saya imani sekarang terbukti kebenaran nya sebagai kitab sepanjang masa tanpa mengalami perubahan.

pada intinya, secara logika kitab suci itu haruslah sesuai dgan kodrat manusia sepanjang masa dan memiliki semua aspek yang terbukti benar adanya.
Saya setuju..Kitab suci yang benar - benar dari Tuhan harus ditinjau dari berbagai sudut, bukan hanya otentik atau tidak otentik saja, yang hanya klaim sepihak..
1. Kitab itu tidak boleh mengandung 1 pun error..Begitu ada 1 error, gugurlah pernyataan bahwa kitab itu dari Tuhan.
2. Tidak boleh bertentangan dengan sains.
3. Tidak boleh bertentangan dengan sejarah.
4. Tidak boleh bertentangan dengan matematika.
5. Tidak boleh bertentangan dengan common sense.
6. Tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai moralitas yang diterima secara universal.
7. Tidak boleh mengajarkan kebencian sesama manusia
8. Tidak boleh mengajarkan kekerasan.
9. Sebagai buku petunjuk tidak boleh remang-remang dan multi tafsir, jika tidak, harus didiskualifikasi sebagai buku petunjuk.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 05, 2011, 04:17:21 AM
ya, tu anda tau kita harus meneliti baik2 isi kitab suci sebelum menganggapnya kebenaran ( walau saya tak yakin anda begitu  :P )


anda benar. harus di teliti dengan cermat. tapi apa yang saya temukan. tidak ada satu kejanggalan apapun. kecuali dengan kitab anda, saya maklum jika terdapat :P

" saya menemukan banyak kejanggalan bahkan kesalahan dalam kitab2 suci yang saya baca ... "
ya saya maklum jika terdapat kejanggalan dalam kitab anda :P

" dan anda bilang memang seharusnya kitab suci itu statis ... saya malah tak setuju ! sepengamatan saya manusia itu berubah2, jadi sebaiknya ( jika tuhan memang maha baik ) dia lebih aktif menulis ... "
jika anda beranggapan begitu, berarti tuhan menurut anda lemah. harus mengoreksi semua perubahan pada manusia. harus mengoreksi perkataan nya yang tidak sesuai dengan kodrat manusia yang merupakan makhluknya. yang namaya pencipta pasti tau apa yang baik dan buruk untuk yang diciptakannya. contoh orang yang membuat robot. pasti dia tau apa yang baik dan buruk untuk robotnya tersebut. karena dia yang merancang. begitu juga dengan tuhan.
 jadi bagaimanakah sifat sempurna tuhan yang tidak pernah salah ? semestinya, manusia lah yang berubah karena aturan dari tuhannya. bukan tuhan yang merubah aturannya sendiri karena manusia. kecuali jika keyakinan anda menyebutkan tuhan pernah salah, saya maklum  :angel:  .

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 05, 2011, 05:36:34 AM
Apa ada kitab suci yang benar-benar gak berubah dari dulu. Toh kitab suci yang ada didahului oleh kitab suci yang lebih tua
(terlepas keduanya punya sumber yang sama atau tidak), dan kitab yang lebih muda tak mewakili zaman yang lebih tua.

ingat, ada satu kitab suci yang tidak mengalami perubahan. kitab suci yang sesuai dengan kodrat manusia dari dulu hingga sekarang. yaitu AL-QUR'AN


Dan meski kitabnya tak berubah, bagaimana jika tafsirannya yang berubah drastis?

Bisakah anda membuktikan ada tafsiran yang berubah drastis ?


Dan jika ada kesalahan, lalu bagaimana?
Dan bagaimana jika nanti berkilah: 'tafsirannya di luar pemikiran manusia'?

apakah ada kesalahan sejauh ini yang anda temukan ?  ::)

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 05, 2011, 05:51:05 AM
ingat, ada satu kitab suci yang tidak mengalami perubahan. kitab suci yang sesuai dengan kodrat manusia dari dulu hingga sekarang. yaitu AL-QUR'AN
Soal tak berubah, entahlah.
Soal sesuai kodrat? Kodrat macam apa? Ini lebih menjurus iman, dan iman tak bsia diperdebatkan.

Bisakah anda membuktikan ada tafsiran yang berubah drastis ?
Tafsiran tentang pergerakan matahari (sempat ditafsirkan geosentris selama sekian abad), tafsiran tentang 7 lapis langit (ada banyak tafsiran) dan lain-lain.

apakah ada kesalahan sejauh ini yang anda temukan ?  ::)
Begitulah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Oktober 05, 2011, 06:42:49 AM
Yang berubah hanyalah anggapan manusia, tapi pada intinya peraturan pada kitab suci adalah "jangan merugikan orang lain" cuma itu saja.
ngga juga, sepemahamanku inti dari kitab suci adalah "perintah untuk mematuhi semua perintah dan menjauhi semua larangan 'tuhan' dalam kitab suci", dan perintah yang paling utama selain "mematuhi perintah" ( :P) adalah "menegakkan agama" ...

anda benar. harus di teliti dengan cermat. tapi apa yang saya temukan. tidak ada satu kejanggalan apapun. kecuali dengan kitab anda, saya maklum jika terdapat :P

" saya menemukan banyak kejanggalan bahkan kesalahan dalam kitab2 suci yang saya baca ... "
ya saya maklum jika terdapat kejanggalan dalam kitab anda :P

" dan anda bilang memang seharusnya kitab suci itu statis ... saya malah tak setuju ! sepengamatan saya manusia itu berubah2, jadi sebaiknya ( jika tuhan memang maha baik ) dia lebih aktif menulis ... "
jika anda beranggapan begitu, berarti tuhan menurut anda lemah. harus mengoreksi semua perubahan pada manusia. harus mengoreksi perkataan nya yang tidak sesuai dengan kodrat manusia yang merupakan makhluknya. yang namaya pencipta pasti tau apa yang baik dan buruk untuk yang diciptakannya. contoh orang yang membuat robot. pasti dia tau apa yang baik dan buruk untuk robotnya tersebut. karena dia yang merancang. begitu juga dengan tuhan.
 jadi bagaimanakah sifat sempurna tuhan yang tidak pernah salah ? semestinya, manusia lah yang berubah karena aturan dari tuhannya. bukan tuhan yang merubah aturannya sendiri karena manusia. kecuali jika keyakinan anda menyebutkan tuhan pernah salah, saya maklum  :angel:  .



baguslah jika memang anda sudah meneliti baik2 ...

ya saya tahu di agama anda diajarkan bahwa tuhan itu maha tahu, tahu semua yang akan terjadi masa depan juga ... tapi justru itu yang aneh, yang saya tak suka ... ( lagi2 cuma pendapat  ;) )

tapi yang saya masalahkan di sini kenapa tuhan menulis cuma sampai waktu tertentu, kenapa sekarang tak menulis lagi ? kalo memang maha tahu kenapa tak menulis sekaligus saja sekali ?

jika jawabannya karena manusia itu berubah2 sesuai zaman ( umat adam misal tak sama dengan umat isa maupun muhammad ), kenapa cuma sampai muhammad saja menulisnya ? ( menurut islam ) saya rasa umat muhammad pun terus berubah ...
jika memang tuhan tak ingin menulis lagi karena dia pikir kitab terakhirnya sudah sempurna, kenapa dia tak 'menyempurnakan' juga manusianya, tak usah ada perubahan lagi ...

di sini muncul paradoks ...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 05, 2011, 09:42:33 AM
ya saya tahu di agama anda diajarkan bahwa tuhan itu maha tahu, tahu semua yang akan terjadi masa depan juga ... tapi justru itu yang aneh, yang saya tak suka ... ( lagi2 cuma pendapat  ;) )

tapi yang saya masalahkan di sini kenapa tuhan menulis cuma sampai waktu tertentu, kenapa sekarang tak menulis lagi ? kalo memang maha tahu kenapa tak menulis sekaligus saja sekali ?

jika jawabannya karena manusia itu berubah2 sesuai zaman ( umat adam misal tak sama dengan umat isa maupun muhammad ), kenapa cuma sampai muhammad saja menulisnya ? ( menurut islam ) saya rasa umat muhammad pun terus berubah ...
jika memang tuhan tak ingin menulis lagi karena dia pikir kitab terakhirnya sudah sempurna, kenapa dia tak 'menyempurnakan' juga manusianya, tak usah ada perubahan lagi ...

di sini muncul paradoks ...
Seharusnya manusianya itu sendiri yang menyempurnakan dirinya dari ajaran kitab" itu, karena (menurut saya) kitab Al-Quran sudah sempurna. Coba sebutkan kesalahan/ kejanggalan dalam Al-qur'an (saya tidak membesar"kan islam). Seandainya manusia mau memahami betul isi kitab tsb dan mengamalkannya, maka manusia tsb akan menuju kesempurnaan (bukan berarti sempurna).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 05, 2011, 10:05:07 AM
Mohon maaf, menurut saya terlalu banyak kesalahan/ kejanggalan dalam Quran..Bukan hanya itu..Menurut saya Quran tak memenuhi satu pun kriteria Kitab Suci yang postingkan di atas..Sekali lagi mohon maaf jika menyinggung..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 05, 2011, 10:42:24 AM
Kalo saya sih mengimani quran. Salah benar, saya ikut. Setidaknya bisa membuat pikiran saya tenang. Dan untuk petunjuk hidup seperti mana yang layak makan dan tidak, saya pakai taurat. Dengan modal 2 buku itu, saya sudah tidak punya banyak pertanyaan lagi dalam kepala saya, tinggal saya bingung, hidup ini mau ngapain, ga ada tujuan.

Akhirnya saya hidup cuma cari senang aja, baca buku, nonton youtube, atau ngurusin hobi ngoprek alat elektronik.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 05, 2011, 10:56:43 AM
Kalo saya sih mengimani quran. Salah benar, saya ikut. Setidaknya bisa membuat pikiran saya tenang.
Nah, kalau sudah begini, jadi terkesan iman membuta.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 05, 2011, 01:15:04 PM
Nah, kalau sudah begini, jadi terkesan iman membuta.

Memang iman buta, tapi saya yakin saya tidak salah. Yang kita semua tidak mau itukan iman buta tapi mengimani kekerasan terhadap orang yang bersebrangan wajib, iya kan? Kalau saya iman buta dimana iman saya adalah wajib mijitin anda atau memasakkan anda makanan, anda akan keberatan tidak? Tidak kan? Jadi iman buta tentang apa dulu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 05, 2011, 01:18:41 PM
Saya keberatan kalau dipijit dan dimasakin tetapi tidak enak.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 05, 2011, 01:19:25 PM
Mohon maaf, menurut saya terlalu banyak kesalahan/ kejanggalan dalam Quran..Bukan hanya itu..Menurut saya Quran tak memenuhi satu pun kriteria Kitab Suci yang postingkan di atas..Sekali lagi mohon maaf jika menyinggung..
jika anda anggap salah, bisa sebutkan contoh kesalahannya?  :-\
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 05, 2011, 01:40:11 PM
Memang iman buta, tapi saya yakin saya tidak salah.
Iman membuta itu sendiri sudah salah.
Benar atau salah, pokoknya anda percaya, itu jelas salah.

Kalau saya iman buta dimana iman saya adalah wajib mijitin anda atau memasakkan anda makanan, anda akan keberatan tidak? Tidak kan?
Tentu saja aku terganggu. Tak ada hujan tak ada panas, tahu-tahu ada yang merasa wajib memasakkan untuk aku, meski tak tahu apa yang kusuka dan tak kusuka.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Oktober 05, 2011, 03:47:54 PM
yang pasti jumlah laki2 lebih banyak daripada perempuan, barusan aja gwa posting di thread sebelah penjelasannya. Tapi kesempatan ini gwa kasih penjelasan yang dalam format lain.

Jumlah laki-laki > perempuan

yep, itu benar apalagi sejak perang dunia kedua dan tragedi chernobyl dimana radiasi nuklir meningkatkan angka kelahiran bayi laki-laki... kamu bandingkan aja dengan zaman dulu, perang ngak pakai bom nuklir, pesawat tempur, dan senjata altileri, sekarang perang sudah menggunakan senjata dengan daya jangkau yang jauh dan daya hancur yang besar seperti yg gwa sebutin.... dengan demikian wajar kalau jumlah laki2 yang tewas karena perang lebih banyak.

Tapi mengapa oh mengapa, ternyata jumlah perempuan tetap lebih sedikit. Dan gara2 radiasi nuklir ini angka kelahiran bayi lelaki makin pesat... hahaha manusia ternyata engkau bisa membantah kodrat Tuhan terhadap rasio gender.

.....Sepertinya tanda-tanda kiamat ditunjukkan dengan makin banyaknya jumlah laki-laki melebihi perempuan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 05, 2011, 10:53:02 PM
jika anda anggap salah, bisa sebutkan contoh kesalahannya?  :-\
Ini forum sains, jadi pernyataan saya di atas saya back up dengan bukti, satu demi satu..Tapi saya kuatir pengunjung forum ini akan bosan membacanya, karena jawaban pembelaan Muslim tetap itu - itu saja, sama sekali tidak memuaskan..Kenapa? krn mereka tdk mungkin membela kesalahan dan kebohongan..Anda tidak bisa membela 2 x 2 = 5..sampai kapan pun..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 05, 2011, 11:13:52 PM
Sepanjang pengalaman saya, inilah jenis2 pembelaan oleh Muslim:
1. Menuduh asal comot ayat
2. Menuduh tidak paham konteks dan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
3. Menuduh tidak paham bahasa Arab.
4. Membuat penafsiran ayat sendiri dengan akrobat logika dan dicocok2an (cocologi)
5. Jika sudah tersudut, pakai jurus ampuh, bahwa semua ini goib..Pokoknya iman, titik.
6.Menuduh kitab agama lain juga melakukan kesalahan & kekerasan.
7. Jika semua di atas tidak jalan, mulai mengancam dan mengumpat.

5.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 05, 2011, 11:14:56 PM
yang pasti jumlah laki2 lebih banyak daripada perempuan, barusan aja gwa posting di thread sebelah penjelasannya. Tapi kesempatan ini gwa kasih penjelasan yang dalam format lain.

Jumlah laki-laki > perempuan

yep, itu benar apalagi sejak perang dunia kedua dan tragedi chernobyl dimana radiasi nuklir meningkatkan angka kelahiran bayi laki-laki... kamu bandingkan aja dengan zaman dulu, perang ngak pakai bom nuklir, pesawat tempur, dan senjata altileri, sekarang perang sudah menggunakan senjata dengan daya jangkau yang jauh dan daya hancur yang besar seperti yg gwa sebutin.... dengan demikian wajar kalau jumlah laki2 yang tewas karena perang lebih banyak.

Tapi mengapa oh mengapa, ternyata jumlah perempuan tetap lebih sedikit. Dan gara2 radiasi nuklir ini angka kelahiran bayi lelaki makin pesat... hahaha manusia ternyata engkau bisa membantah kodrat Tuhan terhadap rasio gender.

.....Sepertinya tanda-tanda kiamat ditunjukkan dengan makin banyaknya jumlah laki-laki melebihi perempuan.

share data statistiknya kk
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 06, 2011, 04:04:09 AM
Yup, saya sudah cek di BPS, jumlah wanita dan laki laki cenderung sama.
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=1
Diatas adalah jumlah total dari tahun ke tahun

Oh iya, ternyata tahun ini jumlah wanita lebih banyak 600 rb orang
http://www.geohive.com/earth/pop_gender.aspx

Kalau tahun 2004 berdasarkan data BPS tapi entah di halaman mana lupa, jumlah wanita usia 14-19 lebih banyak 1 juta orang, tapi 1980 minus 1 juta orang.

Ini data dari CIA
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/xx.html


Oh iya, buat wanita lebih banyak dari pria memang dari jaman dulu memang biasanya begitu, sekarangpun pria biasanya usianya lebih pendek, entah tawuran atau kecelakaan di jalan. Saya juga pernah ikut menyebarkan bahwa wanita lebih banyak dari pria.

Buat poligami, suka suka orang aja, liat aja bos playboy, punya banyak cewek juga ga ada yang protes. Masalah poligami di islam memang lebih ke sentimen agama daripada penilaian objektif. Kecuali kalau pengen punya cewek banyak satu satunya cara adalah harus jadi kayak dulu, jadi pihak gereja enggan untuk menindak, betul toh, bos playboy aman aman aja tuh, malah holywood yang jelas jelas berzina dan disiarkan di tivi tivi ga pernah dipermasalahkan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 06, 2011, 04:05:46 AM
Sepanjang pengalaman saya, inilah jenis2 pembelaan oleh Muslim:
1. Menuduh asal comot ayat
2. Menuduh tidak paham konteks dan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
3. Menuduh tidak paham bahasa Arab.
4. Membuat penafsiran ayat sendiri dengan akrobat logika dan dicocok2an (cocologi)
5. Jika sudah tersudut, pakai jurus ampuh, bahwa semua ini goib..Pokoknya iman, titik.
6.Menuduh kitab agama lain juga melakukan kesalahan & kekerasan.
7. Jika semua di atas tidak jalan, mulai mengancam dan mengumpat.

5.

Sebetulnya kristen juga sama kok. Kalau sesuai dengan keinginan dia, disebutnya media objektif, kalau tidak sesuai, propaganda. Makanya, dalam konflik islam-kristen disini, kita jangan memihak manapun, karena tidak ada untungnya. Ujung ujungnya kita harus ikut kepercayaan mereka, kemudian wajib ini wajib itu, mending kalo bener, kalo salah gimana? Sama aja kan kayak yang lain.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 06, 2011, 04:21:17 AM
Iman membuta itu sendiri sudah salah.
Benar atau salah, pokoknya anda percaya, itu jelas salah.
Tentu saja aku terganggu. Tak ada hujan tak ada panas, tahu-tahu ada yang merasa wajib memasakkan untuk aku, meski tak tahu apa yang kusuka dan tak kusuka.

Kalo ada acara undangan nikah anda jangan ikut makan loh kalo gitu ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 06, 2011, 05:39:35 AM
Sebetulnya kristen juga sama kok. Kalau sesuai dengan keinginan dia, disebutnya media objektif, kalau tidak sesuai, propaganda. Makanya, dalam konflik islam-kristen disini, kita jangan memihak manapun, karena tidak ada untungnya. Ujung ujungnya kita harus ikut kepercayaan mereka, kemudian wajib ini wajib itu, mending kalo bener, kalo salah gimana? Sama aja kan kayak yang lain.
Yah, mungkin saja, saya tidak tahu..Saya sendiri belum pernah berdiskusi dengan orang Kristen..Selain saya tidak menguasai bidangnya, sepanjang saya tahu ajaran Kristen adalah kasih..sedangkan menurut saya, Islam mengajarkan kebencian pada umat lain..Itulah sebabnya saya tergerak untuk mengkonfirmasi pada saudara-saudara muslim..
Ajaran yang salah tidak masalah..Anda berhak beriman bahwa di Mars ada naga berkepala dua..Tidak ada alasan bagi saya untuk melarang Anda untuk memiliki iman tersebut..Tetapi jika jika Anda mengimani bahwa membunuh orang lain yang tidak sama imannya dengan Anda, maka ijinkan saya untuk mempertanyakan keseluruhan ajaran Agama Anda..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 06, 2011, 06:33:13 AM
Yah, mungkin saja, saya tidak tahu..Saya sendiri belum pernah berdiskusi dengan orang Kristen..Selain saya tidak menguasai bidangnya, sepanjang saya tahu ajaran Kristen adalah kasih..sedangkan menurut saya, Islam mengajarkan kebencian pada umat lain..Itulah sebabnya saya tergerak untuk mengkonfirmasi pada saudara-saudara muslim..
Ajaran yang salah tidak masalah..Anda berhak beriman bahwa di Mars ada naga berkepala dua..Tidak ada alasan bagi saya untuk melarang Anda untuk memiliki iman tersebut..Tetapi jika jika Anda mengimani bahwa membunuh orang lain yang tidak sama imannya dengan Anda, maka ijinkan saya untuk mempertanyakan keseluruhan ajaran Agama Anda..

Betul, kristen fokus pada kasih, saya pernah beberapa bulan ikut ke gereja dan belajar bersama, juga suka ada yang datang ke rumah privat, tapi waktu dulu, orang orangnya baik. Dan memang benar, muslim lebih suka menjelekan dan mencelakai umat agama lain. Saya cuma ingin kasih tahu jangan sampe terjebak mengidentitaskan diri sebagai salah satu dari mereka, karena nanti kita akan terlibat.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 06, 2011, 07:10:42 AM
Sepanjang pengalaman saya, inilah jenis2 pembelaan oleh Muslim:
1. Menuduh asal comot ayat
2. Menuduh tidak paham konteks dan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
3. Menuduh tidak paham bahasa Arab.
4. Membuat penafsiran ayat sendiri dengan akrobat logika dan dicocok2an (cocologi)
5. Jika sudah tersudut, pakai jurus ampuh, bahwa semua ini goib..Pokoknya iman, titik.
6.Menuduh kitab agama lain juga melakukan kesalahan & kekerasan.
7. Jika semua di atas tidak jalan, mulai mengancam dan mengumpat.
jika seorang muslim sejati dan mengerti isi kandungan alqur'an. Serta mengamalkannya tidak akan seperti itu.

Yah, mungkin saja, saya tidak tahu..Saya sendiri belum pernah berdiskusi dengan orang Kristen..Selain saya tidak menguasai bidangnya, sepanjang saya tahu ajaran Kristen adalah kasih..sedangkan menurut saya, Islam mengajarkan kebencian pada umat lain..Itulah sebabnya saya tergerak untuk mengkonfirmasi pada saudara-saudara muslim..
Ajaran yang salah tidak masalah..Anda berhak beriman bahwa di Mars ada naga berkepala dua..Tidak ada alasan bagi saya untuk melarang Anda untuk memiliki iman tersebut..Tetapi jika jika Anda mengimani bahwa membunuh orang lain yang tidak sama imannya dengan Anda, maka ijinkan saya untuk mempertanyakan keseluruhan ajaran Agama Anda..
Agama Islam tidak pernah mengajarkan kebencian, apa lagi sama agama lain, dikatakan Lakum dinukum waliyadin Agamamu agamamu agamaku agamaku..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 06, 2011, 07:36:46 AM
jika seorang muslim sejati dan mengerti isi kandungan alqur'an. Serta mengamalkannya tidak akan seperti itu. 
Baiklah, kita akan cek segera klaim Anda..Anda ingin mulai membahas ayat yg tidak sesuai sains, atau ayat kekerasan?
jika seorang muslim sejati dan mengerti isi kandungan alqur'an. Serta mengamalkannya tidak akan seperti itu. 
Baiklah, kita akan cek segera klaim Anda..Anda ingin mulai membahas ayat yg tidak sesuai sains, atau ayat kekerasan?




Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 06, 2011, 07:37:29 AM
jika seorang muslim sejati dan mengerti isi kandungan alqur'an. Serta mengamalkannya tidak akan seperti itu.
Agama Islam tidak pernah mengajarkan kebencian, apa lagi sama agama lain, dikatakan Lakum dinukum waliyadin Agamamu agamamu agamaku agamaku..

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 06, 2011, 07:42:45 AM
kenapa ini jadinya saling menjatuhkan agama ?

back to topic lah jangan out of topic.

mau bagaimana pun ajaran agama tidak ada yg mengatakan sains butuh Tuhan kan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 06, 2011, 08:02:02 AM
Ya, nampaknya sudah melebar..nanti aja di thread tersendiri..saya minta maaf..back to topic aja..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 06, 2011, 08:09:32 AM

baguslah jika memang anda sudah meneliti baik2 ...

pinter ngeless.  :P
ya saya tahu di agama anda diajarkan bahwa tuhan itu maha tahu, tahu semua yang akan terjadi masa depan juga ... tapi justru itu yang aneh, yang saya tak suka ... ( lagi2 cuma pendapat  ;) )

haha saya jadi bingung, sebelumya saya mau nanya dulu, anda percaya gak bahwa semua yang ada di dunia ini awalnya diciptakan tuhan ? ruang dan waktu merupakan hasil ciptaan tuhan loh jika anda meyakini.. sedangkan mengenai keberadaan tuhan dimana dan ngapain, itu diluar jangkauan pemikiran manusia. ibarat manusia yang menciptakan robot. jika misalnya robot tersebut di kasi nyawa, dan dipisahkan dengan manusia bahkan antar dimensi kalau bisa , apakah ia sampai terfikir bagaimana penciptanya? pasti dia bakal beranggapan bahwa penciptanya memiliki chip yang lebih canggih, mesin yang paling canggih, besi atau baja yang tidak bisa tembus apapun.. tentunya pemikiran robot tersebut tidak bakal pernah menuju ke bentuk sebenarnya manusia karena dia hanya melihat mesin mesin dan besi besi.. begitu juga manusia, manusia gak bakal mengetahui bagaimana wujud tuhannya, karena ya di luar pemikiran manusia itu sendiri.


tapi yang saya masalahkan di sini kenapa tuhan menulis cuma sampai waktu tertentu, kenapa sekarang tak menulis lagi ? kalo memang maha tahu kenapa tak menulis sekaligus saja sekali ?


tahukan anda bahwa sebuah wahyu di turunkan kepada Rasul/nabi ? dan tahukan anda bahwa manusia memiliki keterbatasan mengingat akan huruf huruf yang banyak? mungkin itu cukup menjawab.


jika jawabannya karena manusia itu berubah2 sesuai zaman ( umat adam misal tak sama dengan umat isa maupun muhammad ), kenapa cuma sampai muhammad saja menulisnya ? ( menurut islam ) saya rasa umat muhammad pun terus berubah ...
jika memang tuhan tak ingin menulis lagi karena dia pikir kitab terakhirnya sudah sempurna, kenapa dia tak 'menyempurnakan' juga manusianya, tak usah ada perubahan lagi ...

di sini muncul paradoks ...

mengapa sampai muhammad? karena telah selesailah wahyu ( untuk dijadikan pedoman dan petunjuk )  yang di turunkan kepada manusia.  dari nabi adam hingga muhammad merupakan masa proses turunnya wahyu Allah. hingga berakhir di nabi muhammad sebagai penutup para nabi, dan bertugas untuk menyempurnakan agama islam sebelumnya melalui Alquran sebagai kitab paling komplit dan mencakup smua hal yang kebutuhan.

telah selesai proses, completed.
seperti yang saya bilang sebelumnya, seharusnya makhluklah yang berubah berdasarkan tuhannya, bukan tuhan yang berubah berdasarkan makhluknya. jadi wajar jika tidak ada lagi perubahan setelah nabi muhammad , karena tuhan telah menyempurnakan pedoman tuk manusia itu. tinggal manusialah yang menyesuaikan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 06, 2011, 09:20:35 AM
Mohon maaf, menurut saya terlalu banyak kesalahan/ kejanggalan dalam Quran..Bukan hanya itu..Menurut saya Quran tak memenuhi satu pun kriteria Kitab Suci yang postingkan di atas..Sekali lagi mohon maaf jika menyinggung..
anda tidak mnyingung sebab AL-Quran tidak salah sama sekali..
:)

terserah anda mau berkata apa tentang matahari dan bulan itu...
karena saya sangat kagum kitab suci agama saya (kami) sudah mmbahas bahwa matahari itu memiliki garis edar...

yah?
apa info ini tercantum pada kitab lain?
:D
no offense
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 06, 2011, 09:22:17 AM
Baiklah, kita akan cek segera klaim Anda..Anda ingin mulai membahas ayat yg tidak sesuai sains, atau ayat kekerasan?
Mohon maaf sebelumnya, saya masih belum berani menafsirkan suatu ayat, belum cukup ilmu saya. Tapi, setau saya mana ada ayat kekerasan?  ???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 06, 2011, 09:23:13 AM
kenapa ini jadinya saling menjatuhkan agama ?

back to topic lah jangan out of topic.

mau bagaimana pun ajaran agama tidak ada yg mengatakan sains butuh Tuhan kan?
tapi khusus muslim mereka bisa kembali ketuhan mereka dengan sains.
mereka bisa menambah iman mereka dengan sains...

maksud saya dengan ilmu pengetahuan dunia mereka bsa mngenal kebsaran tuhanNYA..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 06, 2011, 09:38:21 AM
Ya, nampaknya sudah melebar..nanti aja di thread tersendiri..saya minta maaf..back to topic aja..
iy nih, back to topic..

tapi khusus muslim mereka bisa kembali ketuhan mereka dengan sains.
mereka bisa menambah iman mereka dengan sains...

maksud saya dengan ilmu pengetahuan dunia mereka bsa mngenal kebsaran tuhanNYA..
kenapa harus khusus muslim ??? memang agama lain tidak? (Agama lagi deh?)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 06, 2011, 09:49:45 AM
terserah anda mau berkata apa tentang matahari dan bulan itu...
karena saya sangat kagum kitab suci agama saya (kami) sudah mmbahas bahwa matahari itu memiliki garis edar...

yah?
apa info ini tercantum pada kitab lain?
:D
no offense
Soal garis edar benda langit sudah lama dibahas astronomi masa itu.
Dan bukankah kitab anda tidak mencantumkan satu kalimat pun kalau bumilah yang mengelilingi matahari?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Oktober 06, 2011, 09:52:31 AM
haha saya jadi bingung, sebelumya saya mau nanya dulu, anda percaya gak bahwa semua yang ada di dunia ini awalnya diciptakan tuhan ? ruang dan waktu merupakan hasil ciptaan tuhan loh jika anda meyakini.. sedangkan mengenai keberadaan tuhan dimana dan ngapain, itu diluar jangkauan pemikiran manusia. ibarat manusia yang menciptakan robot. jika misalnya robot tersebut di kasi nyawa, dan dipisahkan dengan manusia bahkan antar dimensi kalau bisa , apakah ia sampai terfikir bagaimana penciptanya? pasti dia bakal beranggapan bahwa penciptanya memiliki chip yang lebih canggih, mesin yang paling canggih, besi atau baja yang tidak bisa tembus apapun.. tentunya pemikiran robot tersebut tidak bakal pernah menuju ke bentuk sebenarnya manusia karena dia hanya melihat mesin mesin dan besi besi.. begitu juga manusia, manusia gak bakal mengetahui bagaimana wujud tuhannya, karena ya di luar pemikiran manusia itu sendiri.
ah, saya agnostik ...
haha ... tidak, saya tak sedemikian bodoh hingga tak mengerti yang dimaksud 'di luar batas' ...
walau saya terbuat dari materi di alam semesta, saya bisa tentu membayangkan hal yang lain selain itu ... bodoh sekali robot yang seperti anda utarakan ...
tapi yang saya maksud bukan itu, yang saya tuju itu adalah jika tuhan sedemikian sempurnanya tau masa depan, berarti semuanya sudah diatur, anda percaya islam sudah diatur dari dulu, saya yakin islam salah juga sudah ditentukan ... ah, mungkin anda akan jawab seperti yang sering saya dengar dari guru agama, yaitu "secara garis besar saja ditentukan, misal lahir dan mati ... rencana tuhan bukan cuma satu, tapi macam2, terserah kita mau pilih yang mana ...", tapi apakah memang adil seperti itu ? menurut islam kan katanya alquran itu memang sudah ada juga jauh sebelumnya, hanya saja disimpan di lauful mahfudz atau apalah namanya ... sedang di alquran disebut beberapa pembangkang seperti firaun atau abu lahab, berarti mereka memang sudah ditentukan 100% ( bukan secara garis besar ) bahwa mereka akan seperti itu ... apakah itu namanya adil ? ya, mungkin anda akan jawab lagi itu di luar pemahaman kita ... konyol

tahukan anda bahwa sebuah wahyu di turunkan kepada Rasul/nabi ? dan tahukan anda bahwa manusia memiliki keterbatasan mengingat akan huruf huruf yang banyak? mungkin itu cukup menjawab.
mengapa sampai muhammad? karena telah selesailah wahyu ( untuk dijadikan pedoman dan petunjuk )  yang di turunkan kepada manusia.  dari nabi adam hingga muhammad merupakan masa proses turunnya wahyu Allah. hingga berakhir di nabi muhammad sebagai penutup para nabi, dan bertugas untuk menyempurnakan agama islam sebelumnya melalui Alquran sebagai kitab paling komplit dan mencakup smua hal yang kebutuhan.
seperti yang saya bilang sebelumnya, seharusnya makhluklah yang berubah berdasarkan tuhannya, bukan tuhan yang berubah berdasarkan makhluknya. jadi wajar jika tidak ada lagi perubahan setelah nabi muhammad , karena tuhan telah menyempurnakan pedoman tuk manusia itu. tinggal manusialah yang menyesuaikan.
oh jadi alquran itu lebih tebal daripada taurat, zabur atau atau injil ya ? soalnya tambah sedikit2 tanpa pengurangan ? saya kurang tahu, tapi tak penting ...
oh begitu, pola pikir manusia yang berubah dan berkembang itu bukan atas kuasa tuhan ya ? tuhan hanya 'mengizinkan' ?
tuhan islam kan maha kuasa, tapi kejam juga ya, merugikan umat muhammad, pilih kasih ...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 06, 2011, 10:17:21 AM
Soal garis edar benda langit sudah lama dibahas astronomi masa itu.
Dan bukankah kitab anda tidak mencantumkan satu kalimat pun kalau bumilah yang mengelilingi matahari?
yah emang ga sedetail itu...

tapi kan seneng juga kalau Al-Quran udah punya kalimat seprti itu..
:)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 06, 2011, 11:23:38 AM

oh jadi alquran itu lebih tebal daripada taurat, zabur atau atau injil ya ? soalnya tambah sedikit2 tanpa pengurangan ? saya kurang tahu, tapi tak penting ...
oh begitu, pola pikir manusia yang berubah dan berkembang itu bukan atas kuasa tuhan ya ? tuhan hanya 'mengizinkan' ?
tuhan islam kan maha kuasa, tapi kejam juga ya, merugikan umat muhammad, pilih kasih ...
[/quote]
Wew. emang saya ada bilang gak ada pengurangan ya? yang namanya menyempurnakan itu bukan hanya menambah, tapi juga mengurangi sesuai dengan kondisi saat ini.
semua telah diatur sejak awal untuk kebaikan kedepan nya.
mengenai masalah pilih kasih? apanya yang pilih kasih ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 06, 2011, 11:28:12 AM
Kaum muslim senang, itu urusan muslim sendiri.
Tapi jika muslim menyombongkan kitab suci mereka berdasar hal macam itu, nanti tanggapannya malah dianggap 'menyerang Islam'.

Dan berhubungan dengan thread ini, masih ada argumen yang mendukung kalau sains memang memerlukan Tuhan? Sejauh ini, nampaknya tak ada pendukung untuk klaim itu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 06, 2011, 10:38:05 PM
OOT dikit !!!!!!!

pola pikir bahwa Tuhan sudah mengatur semuanya jelas ga dibutuhkan dalam sains !
kenapa? jelas nanti akan jadi alpha dan omega “semua ini kehendak Tuhan jadi ngapain sains diperlukan? toh nanti skali cring ! langsung tau dan langsung ada kok”
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 07, 2011, 03:04:12 AM
anda tidak mnyingung sebab AL-Quran tidak salah sama sekali..
:)

terserah anda mau berkata apa tentang matahari dan bulan itu...
karena saya sangat kagum kitab suci agama saya (kami) sudah mmbahas bahwa matahari itu memiliki garis edar...

yah?
apa info ini tercantum pada kitab lain?
:D
no offense
Inilah ayat tentang garis edar matahari yang sangat dikagumi muslim karena tidak ada di kitab lain (terutama di kitab sains  ;))..:

QS Yaasiin :
37 Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
38 dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
39 Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga
(setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua1267.
40 Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Juga di QS Al Anbiya:
33 Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Perhatikan bahwa garis edar matahari di Quran selalu terkait dengan fenomena siang dan malam, artinya garis edar matahari dalam mengelilingi bumi..Tak ada kaitannya dengan pergerakan matahari di alam semesta (seperti klaim Harun Yahya)..Sangat jelas bahwa Quran menganggap matahari lah yang mengelilingi bumi..

Tapi karena semua ini menyangkut masalah goib, ya sudahlah, mau gimana lagi..(ngeloyor pergi).. :-X..Sains memang membutuhkan Tuhan...untuk tidak usah berkomentar masalah sains lagi..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 07, 2011, 06:10:05 AM
jika seorang muslim sejati dan mengerti isi kandungan alqur'an. Serta mengamalkannya tidak akan seperti itu.
Agama Islam tidak pernah mengajarkan kebencian, apa lagi sama agama lain, dikatakan Lakum dinukum waliyadin Agamamu agamamu agamaku agamaku..


Ah kata siapa, coba anda cek di myquran.org, anda tahu bagaimana cara membendung liberalisme? Hujat dan bakar.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 07, 2011, 09:02:03 AM
Ah kata siapa, coba anda cek di myquran.org, anda tahu bagaimana cara membendung liberalisme? Hujat dan bakar.

mana ? buktinya mana ?   ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 07, 2011, 09:09:17 AM
mana ? buktinya mana ?   ::)
Gau sah jauh jauh deh, islam lib aja kena bom kan? Ah udah khas islam sih, ngebantah terus, pas udah ada buktinya bukannya memperbaiki malah mendukung sambil marah marah. Saya ini muslim loh mas, saya ini udah sering denger ini dan itu, tapi herannya kok para muslim selalu aja ngebantah apa yang saya lihat. Malah ngancem, anda ini kan muslim, kok berkhianat? Katanya tidak ada hukuman mati kalau murtad, padahal kalo ada muslim yang keliatan udah ga iman, langsung dideketin sambil diancem hukuman mati. Taqiya, taqiya.

Emang masalah ahmadiyah belum cukup? Liat aja disni lah, saya males nyari nyari
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32832.0.html
http://myquran.org/forum/index.php/topic,40659.0.html



Setelah terbukti jawabannya gini
"Itu adalah bukan muslim yang sesungguhnya", jadi muslim yang sesungguhnya siapa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 07, 2011, 09:30:27 AM
"jadi muslim yang sesungguhnya siapa?", kata Farabi.

yg pasti Nabi kita Muhammad SAW, yang dikasih wahyu sama Allah SWT langsung.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 07, 2011, 09:46:47 AM
Dan berhubungan dengan thread ini, masih ada argumen yang mendukung kalau sains memang memerlukan Tuhan? Sejauh ini, nampaknya tak ada pendukung untuk klaim itu.
Biar back to topic, sudahkah dijawab?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 07, 2011, 11:05:22 AM
Jika anda muslim dan tetap hanya berpegang kepada alquran dan sunnah ( GAK SETENGAH SETENGAH ) maka anda akan tahu sendiri siapa pelaku bom itu sebenarnya. dalam alquran tidak ada suruhan  tuk menghukum mati yang murtad. masalah bom merupakan para pihak yang tidak senang dgn islam dan menggunakan media sebagai senjatanya.

Islam yang sebenarnya ialah islam hanya bersumber dari allah melalui muhammad dan alquran dan sunnah.




" dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "kami telah beriman." tetapi apabila mereka kembali kepada setan setan ( pemimpin ) mereka, mereka berkata, " sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok - olok. " Qs. Al-Baqarah : 14 .
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 07, 2011, 11:06:05 AM
Jika anda muslim dan tetap hanya berpegang kepada alquran dan sunnah ( GAK SETENGAH SETENGAH ) maka anda akan tahu sendiri siapa pelaku bom itu sebenarnya. dalam alquran tidak ada suruhan  tuk menghukum mati yang murtad. masalah bom merupakan para pihak yang tidak senang dgn islam dan menggunakan media sebagai senjatanya.

Islam yang sebenarnya ialah islam hanya bersumber dari allah melalui muhammad dan alquran dan sunnah.




" dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "kami telah beriman." tetapi apabila mereka kembali kepada setan setan ( pemimpin ) mereka, mereka berkata, " sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok - olok. " Qs. Al-Baqarah : 14 .
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 07, 2011, 11:13:28 AM
Biar back to topic, sudahkah dijawab?
Saya mendukung SCIENCE MEMBUTUHKAN TUHAN.....untuk segera hadir dan berjanji untuk tidak berkomentar lagi masalah science..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 07, 2011, 11:48:48 AM
@Farabi
Topik Islam dan kekerasan memang menarik untuk dikaji secara ilmiah..Tapi sebaiknya dibuat trit baru aja, jika diijinkan Global Moderator..Kita akan lihat apakah Islam adalah ancaman bagi keselamatan umat manusia atau justru sebagai obor perdamaian dunia..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 07, 2011, 11:49:25 AM
@Farabi
Topik Islam dan kekerasan memang menarik untuk dikaji secara ilmiah..Tapi sebaiknya dibuat trit baru aja, jika diijinkan Global Moderator..Kita akan lihat apakah Islam adalah ancaman bagi keselamatan umat manusia atau justru sebagai obor perdamaian dunia..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 07, 2011, 02:36:40 PM
Jika anda muslim dan tetap hanya berpegang kepada alquran dan sunnah ( GAK SETENGAH SETENGAH ) maka anda akan tahu sendiri siapa pelaku bom itu sebenarnya. dalam alquran tidak ada suruhan  tuk menghukum mati yang murtad. masalah bom merupakan para pihak yang tidak senang dgn islam dan menggunakan media sebagai senjatanya.

Islam yang sebenarnya ialah islam hanya bersumber dari allah melalui muhammad dan alquran dan sunnah.




" dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "kami telah beriman." tetapi apabila mereka kembali kepada setan setan ( pemimpin ) mereka, mereka berkata, " sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok - olok. " Qs. Al-Baqarah : 14 .

Tidak saya bukan muslim. Tapi di KTP masih islam.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 07, 2011, 02:38:42 PM
@Farabi
Topik Islam dan kekerasan memang menarik untuk dikaji secara ilmiah..Tapi sebaiknya dibuat trit baru aja, jika diijinkan Global Moderator..Kita akan lihat apakah Islam adalah ancaman bagi keselamatan umat manusia atau justru sebagai obor perdamaian dunia..

Kalau anda beberkan semua dalil islam yang membuat mereka beringas saya khawatir mereka akan terpengaruh, karena kebanyakan tidak mengetahui, itu sebabnya mereka moderate. Setelah mengetahui, sejauh pengalaman dari faithfreedom, kalau bukan menjadi rasis karena imannya goyah, mereka akan menjadi teroris, sama sekali tidak ada baiknya. Cara paling baik adalah dengan memfilter dan meng-alter-kan ajaran mereka dengan ajaran baru.

Saya akan menamakan ajaran "alter islam" ini sebagai "Islam Ortodox"
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 08, 2011, 12:15:26 AM
Ayat2 itu memang mau gak mau harus dipaparkan. Quran itu terbuka utk semuanya..Di situlah kita akan mendengarkan pendapat Muslim..Tentu akan terjadi adu argumen..Diskusi tidak harus sepakat. Tapi setidaknya dari diskusi itu kita semua mungkin akan mendapat wawasan baru & mungkin sikap baru..
Iman itu terserah masing2..Hak beriman dan tidak beriman harus dihormati..
Jgn kuatir mereka jadi teroris..Kualitas peserta forum ini di atas rata2..Saya terus terang kagum..
Btw, Islam Orthodox itu seperti apa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: raganoevo pada Oktober 08, 2011, 12:25:35 AM
Kalau anda beberkan semua dalil islam yang membuat mereka beringas saya khawatir mereka akan terpengaruh, karena kebanyakan tidak mengetahui, itu sebabnya mereka moderate. Setelah mengetahui, sejauh pengalaman dari faithfreedom, kalau bukan menjadi rasis karena imannya goyah, mereka akan menjadi teroris, sama sekali tidak ada baiknya. Cara paling baik adalah dengan memfilter dan meng-alter-kan ajaran mereka dengan ajaran baru.

Saya akan menamakan ajaran "alter islam" ini sebagai "Islam Ortodox"

waw. ajaran baru ya? atas pemikiran manusia yang belum tentu benar? sebelum terjadipun saya sudah menduga apa yang akan terjadi kedepan  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 08, 2011, 12:28:56 AM
Halo...?
Bisa kita balik ke topik?
Kalau mau bahas Islam, bisa bikin thread baru lagi kan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 08, 2011, 02:46:31 AM
Halo...?
Bisa kita balik ke topik?
Kalau mau bahas Islam, bisa bikin thread baru lagi kan?
menurut saya, pemikiran sains memang tidak membutuhkan tuhan, tetapi, tidak mungkin tidak melibatkan tuhan (bagi yang mengimani)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 08, 2011, 04:33:15 AM
Kalau gasing muter, ga heran. Tapi kalau manusia bicaranya muter-muter...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 08, 2011, 05:32:32 AM
menurut saya, pemikiran sains memang tidak membutuhkan tuhan, tetapi, tidak mungkin tidak melibatkan tuhan (bagi yang mengimani)
Dan ilmuwan sendiri tidak semuanya mengimani Tuhan.Einstein yang dianggap jenius pun tak mengimani Tuhan personal (dan jelas menyangkalnya). Jadi secara umum, sains memang bisa berkembang tanpa perlu mengimani Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 08, 2011, 08:04:53 AM
Dan ilmuwan sendiri tidak semuanya mengimani Tuhan.Einstein yang dianggap jenius pun tak mengimani Tuhan personal (dan jelas menyangkalnya). Jadi secara umum, sains memang bisa berkembang tanpa perlu mengimani Tuhan.
tetep kalo dipandang secara keagamaan bisa nyambung..

Berarti sains tidak membutuhkan tuhan, tetapi tetap bersinggungan dengan agama..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 08, 2011, 09:31:22 AM
tetep kalo dipandang secara keagamaan bisa nyambung..

Berarti sains tidak membutuhkan tuhan, tetapi tetap bersinggungan dengan agama..
Intinya sains tidak membutuhkan Tuhan.
Yang mengklaim sains membutuhkan Tuhan itu kaum theis saja.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 08, 2011, 10:51:21 AM
tetep kalo dipandang secara keagamaan bisa nyambung..

Berarti sains tidak membutuhkan tuhan, tetapi tetap bersinggungan dengan agama..

ngelotot sekali anda mencampurkan sains dan agama. itu sama aja anda ingin melarutkan minyak kedalam air
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 08, 2011, 11:35:46 AM
ngelotot sekali anda mencampurkan sains dan agama. itu sama aja anda ingin melarutkan minyak kedalam air
Saya kira itu hak masing-masing manusia mau membuat science membutuhkan Tuhan atau tidak
itu sama persis dengan hak masing-masing manusia untuk memilih, dia membutuhkan Tuhan atau tidak

Klo saya pribadi ga ada yang tidak membutuhkan Tuhan, termasuk science
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 08, 2011, 07:42:18 PM
Kenapa sains harus membutuhkan Tuhan, smentara sains tak membahas Tuhan atau hal supranatural?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 08, 2011, 08:37:57 PM
Kenapa sains harus membutuhkan Tuhan, smentara sains tak membahas Tuhan atau hal supranatural?
manusia sendiri itu membutuhkan Tuhan dan juga alam ini
sedangkan sains ga mungkin ada tanpa keberadaan manusia dan alam ini
bagai mana mungkin sains ga membutuhkan tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 08, 2011, 11:37:22 PM
hak berpendapat dan argumentasi itu boleh selama masih lurus.
kalau sudah belok ya harus di luruskan biar ga menyesatkan.
seperti yg saya pernah posting.kalau sains dan tuhan di satukan mendingan ga usah ada yang namanya sains.
toh sudah jelas jawaban dari semua pertanyaan.
semua itu kehendak Tuhan jadi buat apa di pikirin lagi ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 09, 2011, 12:47:37 AM
Dari mana dasar klaim 'manusia membutuhkan Tuhan'?
meski ada manusia yang (merasa) membutuhkan Tuhan, bukan berarti saisn membutuhkan Tuhan.
Karena sains tidak berdasar pandangan filosofis agama, melainkan berdasar naturalisme.

Memaksakan Tuhan dalam sains hanya menghasilkan pseudo sains.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Oktober 09, 2011, 01:35:51 AM
Setiap individu boleh saja terinspirasi oleh penemuan dalam sains untuk memperdalam dan memperkaya pandangan filosofis atau spiritualnya. Namun jika pandangan tsb dimasukan dalam sains, terlebih lagi, mengklaim otoritas atas sains, maka sungguh merupakan suatu bentuk pemaksaan.

Sains bersifat universal, tanpa sekat terstruktur yg memisahkan tiap2 individu. Sedangkan agama ataupun kepercayaan tertentu memiliki konsep yg berbeda beda. Bagaimana bisa sains membahas Tuhan, sedangkan konsep dan definisi Tuhan bagi setiap orang saja berbeda?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 09, 2011, 12:23:30 PM
Sains tetap berkembang bahkan di kalangan atheis atau di negara atheis. Itu membuktikan sains tak memerlukan Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ^_Andy_^ pada Oktober 09, 2011, 01:31:11 PM
saya benarkan kalimat saya,
Sains memang tidak membutuhkan tuhan untuk berkembang, sepenuhnya dikontrol manusia.
Tapi, menurut saya, tuhan tetap berperan dalam penciptaan sains.
Sekarang saya tanya? yang menciptakan sains itu siapa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 09, 2011, 08:41:36 PM
Sekarang saya tanya? yang menciptakan sains itu siapa?

Manusia
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 10, 2011, 01:44:14 AM

Tapi, menurut saya, tuhan tetap berperan dalam penciptaan sains.
Sayangnya, ini semata satu bentuk iman/kepercayaan, bukan sesuatu yang trbukti.
Jadi tak bisa diajukan untuk diperdebakan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 10, 2011, 01:23:43 PM
ngelotot sekali anda mencampurkan sains dan agama. itu sama aja anda ingin melarutkan minyak kedalam air

pakai sabun, bisa nga?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 10, 2011, 02:12:02 PM
http://www.sciencedaily.com/releases/2011/10/111004180106.htm

My fish fellows, breathe!
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 01:38:44 AM
@Farabi
Topik Islam dan kekerasan memang menarik untuk dikaji secara ilmiah..Tapi sebaiknya dibuat trit baru aja, jika diijinkan Global Moderator..Kita akan lihat apakah Islam adalah ancaman bagi keselamatan umat manusia atau justru sebagai obor perdamaian dunia..
islam kan agama?
kok???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 18, 2011, 01:45:53 AM
islam kan agama?
kok???
Bukan berarti mengkajinya dengan sains, tapi mengkaji dengan metode ilmiah, melakukan pengujian-pengujian berulang atas aspek-aspek yang diajukan dst. Dalam hal ini, yang diuji adalah aspek korelasi antara Islam dengan kekerasan. Jadi bisa menjelaskan mengapa ada oknum-oknum fanatis yang membenarkan kekerasan sebagai jalan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 01:51:04 AM
Dan ilmuwan sendiri tidak semuanya mengimani Tuhan.Einstein yang dianggap jenius pun tak mengimani Tuhan personal (dan jelas menyangkalnya). Jadi secara umum, sains memang bisa berkembang tanpa perlu mengimani Tuhan.
ibnu sina?
al-haytham?

apa perlu disebut semuanya??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 01:53:03 AM
Bukan berarti mengkajinya dengan sains, tapi mengkaji dengan metode ilmiah, melakukan pengujian-pengujian berulang atas aspek-aspek yang diajukan dst. Dalam hal ini, yang diuji adalah aspek korelasi antara Islam dengan kekerasan. Jadi bisa menjelaskan mengapa ada oknum-oknum fanatis yang membenarkan kekerasan sebagai jalan.
metode ilmiah kan scientific method?
berarti ada hubungannya dengan sains.
kalau ada hubungannya dengan sains..
kok?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 01:54:46 AM
ngelotot sekali anda mencampurkan sains dan agama. itu sama aja anda ingin melarutkan minyak kedalam air

manusia sendiri itu membutuhkan Tuhan dan juga alam ini
sedangkan sains ga mungkin ada tanpa keberadaan manusia dan alam ini
bagai mana mungkin sains ga membutuhkan tuhan?

upss, ke klik lagi...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 01:55:57 AM
Sayangnya, ini semata satu bentuk iman/kepercayaan, bukan sesuatu yang trbukti.
Jadi tak bisa diajukan untuk diperdebakan.

kenapa yang nemukan gravitasi newton?
bukan enstein?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 18, 2011, 01:57:25 AM
ibnu sina?
al-haytham?

apa perlu disebut semuanya??
Silakan dibahas di threadnya kalau sudah dibikin nanti.
Biar gak OoT dengan bahasan thrad ini.

metode ilmiah kan scientific method?
berarti ada hubungannya dengan sains.
kalau ada hubungannya dengan sains..
kok?
Cuma metodenya yang dipakai, yakni pengujian berulang. Kan yang dibahas bukan agamanya, tapi korelasinya. Itu lebih ke sosiologi dan psikologi, bukan ke agama.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 18, 2011, 01:58:44 AM
kenapa yang nemukan gravitasi newton?
bukan enstein?
Kenapa yang nemuin relativitas umum dan relativitas khusus Einstein, bukan newton?

Apa point dari pertanyaan anda? mau klaim 'semua ditentukan Tuhan'?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 02:01:26 AM
Kenapa yang nemuin relativitas umum dan relativitas khusus Einstein, bukan newton?

Apa point dari pertanyaan anda? mau klaim 'semua ditentukan Tuhan'?

lantas kalau bukan tuhan..
anda mau jawab pakai apa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 18, 2011, 02:04:03 AM
lantas kalau bukan tuhan..
anda mau jawab pakai apa?
Zeus, Odin, FSM, IPU, GoEL, apa bedanya?
Kalau cuma klaim, semua juga bisa mengklaim.
Lalu pembuktiannya?
Mau nyodorin iman? Itu gak bakal diterima mereka yang gak punya iman yang sama.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 02:21:35 AM
Zeus, Odin, FSM, IPU, GoEL, apa bedanya?
Kalau cuma klaim, semua juga bisa mengklaim.
Lalu pembuktiannya?
Mau nyodorin iman? Itu gak bakal diterima mereka yang gak punya iman yang sama.
kita liat aja apa yang di sodorin mereka yang belum punya iman...
apa reaksi mereka dan apa jawabannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 18, 2011, 02:28:10 AM
mengunakan hal gaib untuk membantah fakta.

Apa ini yang disebut dengan diskusi sains?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 18, 2011, 02:33:29 AM
mengunakan hal gaib untuk membantah fakta.

Apa ini yang disebut dengan diskusi sains?
hal gaib nya dimana ya?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 18, 2011, 04:10:49 AM
iman, Tuhan, alkitab, al-quran, dewa, setan, iblis, malaikat, kitab suci.

itu semua merupakan gaib, Anda tau apa arti kata gaib? gaib itu artinya tidak bisa dilihat dan tidak bisa di raba kebenarannya.

kenapa kitab suci di bilang gaib? karena Anda semua yang memiliki iman yang sangat amat BESAR berkata kitab suci itu berasal dari Tuhan langsung.

coba tolong sebelum memposting sesuatu, gunakan kata-kata yang kalian mengerti.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 18, 2011, 05:08:01 AM
A          : Semua ini yang menciptakan adalah Tuhan
B          : Dari mana Anda tahu?
A          : Kitab Suci saya mengatakan begitu
B          : Dari mana Anda tahu kalau yang berkata di Kitab Suci Anda adalah Tuhan?
A          : Kalau bukan Tuhan, menurut Anda siapa?
B          : Saya tidak tahu, kan Anda yang harus membuktikannya.
A          : Buktinya adalah Kitab Suci saya mengatakan begitu.
B          : ???
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 18, 2011, 10:13:17 AM
Beberapa kitab suci membuktikan dirinya sendiri.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 18, 2011, 11:10:00 AM
kita liat aja apa yang di sodorin mereka yang belum punya iman...
apa reaksi mereka dan apa jawabannya

Hm, sepertinya anda sendiri juga tak menyodorkan apa-apa selain iman semata.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 18, 2011, 12:27:41 PM
saya kira ini memang masalah iman
yang ga percaya tuhan itu menciptakan segalanya termasuk science tentu dia ga percaya science membutuhkan Tuhan
dan sebaliknya

Jadi ga akan ada ujungnya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 18, 2011, 01:05:28 PM
http://sains.kompas.com/read/2011/10/17/12440084/Program.Komputer.Lacak.Penulis.Kitab.Suci

Ahem...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 18, 2011, 01:10:27 PM
tuhan menciptakan segalanya!

iPhone 4S itu kehendak tuhan!
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 18, 2011, 10:55:13 PM
http://www.sciencedaily.com/releases/2011/10/111013121519.htm

ngomong-ngomong soal eksklusifitas...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 18, 2011, 11:08:48 PM
http://sains.kompas.com/read/2011/10/17/12440084/Program.Komputer.Lacak.Penulis.Kitab.Suci

Ahem...
belum mampu, nanti kasih kabar y klo dah mampu
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 18, 2011, 11:31:43 PM
saya kira ini memang masalah iman
yang ga percaya tuhan itu menciptakan segalanya termasuk science tentu dia ga percaya science membutuhkan Tuhan
dan sebaliknya

Jadi ga akan ada ujungnya
Jadi nikmatilah iman Anda..Pisahkan iman Anda dengan sains..Berhentilah menggunakan ayat Tuhan dalam diskursus sains, apalagi menggunakannya untuk menghambat sains, hanya demi propaganda murah agama Anda..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 19, 2011, 12:15:21 AM
Jadi nikmatilah iman Anda..Pisahkan iman Anda dengan sains..Berhentilah menggunakan ayat Tuhan dalam diskursus sains, apalagi menggunakannya untuk menghambat sains, hanya demi propaganda murah agama Anda..
kenapa anda memaksa seseorang u memisahkan iman dengan sains?
sains dan iman bisa itu terintegrasi bagi orang-orang beriman dan keduanya tidak saling menghambat
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 19, 2011, 12:26:59 AM
kenapa anda memaksa seseorang u memisahkan iman dengan sains?
sains dan iman bisa itu terintegrasi bagi orang-orang beriman dan keduanya tidak saling menghambat
Keberadaan fans tukang obat seperti semut-asbun dan balya membuktikan sebaliknya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 19, 2011, 12:37:02 AM
Keberadaan fans tukang obat seperti semut-asbun dan balya membuktikan sebaliknya.
sebenarnya perkembangan sains itu tidak lepas dari kritikan,sanggahan dan saran
lantas mengapa kita menyebutnya sang pengkritik,penyanggah dll sebagai penghambat, sungguh aneh seklai
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 19, 2011, 12:50:06 AM
sebenarnya perkembangan sains itu tidak lepas dari kritikan,sanggahan dan saran
lantas mengapa kita menyebutnya sang pengkritik,penyanggah dll sebagai penghambat, sungguh aneh seklai
Tergantung si pengkritik dan apa yang dikritik dulu.

Jika kritik berlandaskan skeptisme, keingintahuan, harapan untuk pengujian lebih lanjut dsb yang positif, itu bagus. Tapi jika kasusnya seperti dua rekan kita, yang terakhir bahkan membantah meski tidak aham apa yang dibantah, dan yang pertama lebih parah lagi, membantah bermodal omong kosong, itu jelas-jelas menghambat.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 19, 2011, 12:55:03 AM
Tergantung si pengkritik dan apa yang dikritik dulu.

Jika kritik berlandaskan skeptisme, keingintahuan, harapan untuk pengujian lebih lanjut dsb yang positif, itu bagus. Tapi jika kasusnya seperti dua rekan kita, yang terakhir bahkan membantah meski tidak aham apa yang dibantah, dan yang pertama lebih parah lagi, membantah bermodal omong kosong, itu jelas-jelas menghambat.
itu bisa terjadi juga klo serang peneliti tidak bisa menyuguhkan data yang lengkap dan kuat
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 19, 2011, 12:56:05 AM
itu bisa terjadi juga klo serang peneliti tidak bisa menyuguhkan data yang lengkap dan kuat
Singkirkan dulu subyektivitas anda, dan nilai dengan obyektif, apa celoteh semut-asbun atau tulisan balya adalah kritik membangun?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 19, 2011, 01:15:10 AM
data yang lengkap dan kuat? dalam agama?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 19, 2011, 04:25:52 AM
kenapa anda memaksa seseorang u memisahkan iman dengan sains?
sains dan iman bisa itu terintegrasi bagi orang-orang beriman dan keduanya tidak saling menghambat
Memaksa itu adalah bahasa dogmatik..Saya hanya menyarankan sebagai kritik membangun bagi Muslim..Banyak talenta-talenta intelektual Muslim demikian hebat..Sayang, jika orientasi imannya dicampur adukkan dengan logika sainsnya..Yang terjadi sekarang ini, para intektual Muslim, alih-alih berkontribusi pada sains, tapi energinya habis untuk menyalahkan sains jika tidak sesuai dengan iman dokmatiknya..Atau sibuk mengklaim kebenaran sains sebagai kebenarannya imannya, dengan segala macam akrobat logika dan cocologi, mungkin dengan motif propaganda..Ini tidak akan membawa dunia intelektual Muslim kemana-mana kecuali kepada kegelapan dan kemunduran..
Apakah Anda akan berharap seseorang yang menganggap bintang sebagai alat pelempar setan sebagai hal yang sesuai sains, akan mampu berkontribusi pada astronomi ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 20, 2011, 10:25:55 AM
satu saja masalhnya.
islam diajarkan di agamanya untuk memikirkan ciptaan tuhannya, efeknya nimbulkan bnyk cndkiawan muslim dan ilmuwan muslim menmukan ini dan itu...

smntara yang lain saya tidak tahu,,

jadi ksmipulannya, orang islam bisa hidup dengan sains dan agama,

yang tidak bisa hidup dengan sains dan agama bersi keras untuk mmshkan agama dengan sains..

titik temunya dimana ini?

masalah kedua adalah, kalau saya berbicara ilmuwan, pasti yang diserang adalah HY,
makin kegeser deh,

maslah ketiga kalau sudah berbicara HY, cemoohan sana sini bakaln keluar...

klau sudah cemoohan kluar, msalah debat jadi tertutup...
so?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 20, 2011, 10:33:32 AM
iman, Tuhan, alkitab, al-quran, dewa, setan, iblis, malaikat, kitab suci.

itu semua merupakan gaib, Anda tau apa arti kata gaib? gaib itu artinya tidak bisa dilihat dan tidak bisa di raba kebenarannya.

kenapa kitab suci di bilang gaib? karena Anda semua yang memiliki iman yang sangat amat BESAR berkata kitab suci itu berasal dari Tuhan langsung.

coba tolong sebelum memposting sesuatu, gunakan kata-kata yang kalian mengerti.
tidak bisa diraba kebenarannya?

apa yang membuat anda hidup sampai sekarang?
kenapa anda masih bernafas?


kalau hal gaib menjawab, karena Tuhan.
kalau sains menjawab?

(coba fikirkn hal2 seperti ini)

kenapa api itu panas?
kenapa bumi berbentuk bulat?
kenapa rambut anda dikepala tidak sependek rambut diketiak anda?
kenapa hari ini sains ada?
kenapa anda hidup?
apa yang membuat jeniskelamin di dunia ini cuma dua?
apa tujuan anda hidup?

atau munkgin anda tidak berani memikirkan hal sperti ini?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 20, 2011, 10:59:34 AM
satu saja masalhnya.
islam diajarkan di agamanya untuk memikirkan ciptaan tuhannya, efeknya nimbulkan bnyk cndkiawan muslim dan ilmuwan muslim menmukan ini dan itu...

smntara yang lain saya tidak tahu,,
Simpel saja,
Apa semua ilmuwan itu muslim?
Apa tanpa ajaran agama, lantas manusia tak berusaha mempelajari ilmu pengetahuan?
Kesimpulannya, tak perlu diperintah agama untuk bisa jadi ilmuwan.

yang tidak bisa hidup dengan sains dan agama bersi keras untuk mmshkan agama dengan sains..
Kenyataannya, sains memang dipisahkan dengan agama.

masalah kedua adalah, kalau saya berbicara ilmuwan, pasti yang diserang adalah HY,
makin kegeser deh,

maslah ketiga kalau sudah berbicara HY, cemoohan sana sini bakaln keluar...
Simpel saja, HY bahkan bukan ilmuwan.
Kalau mau membicarakan dia, jangan kaitkan dengan sains

tidak bisa diraba kebenarannya?

apa yang membuat anda hidup sampai sekarang?
kenapa anda masih bernafas?
Karena organ pernapasan masih bekerja, paru-paru masih melakukan fungsi respirasi, saluran pernapasan tak tersbumbat, dsb.

kalau hal gaib menjawab, karena Tuhan.
Lalu, bisakah anda buktikan Tuhan berperan?
Atau anda sekedar percaya dengan iman?


kenapa api itu panas?
kenapa bumi berbentuk bulat?
kenapa rambut anda dikepala tidak sependek rambut diketiak anda?
kenapa hari ini sains ada?
kenapa anda hidup?
Anda bisa jawab, tapi apa anda bisa buktikan jawaban anda?
Hanya menyodorkan iman tak akan bisa membuat orang lain percaya.
Singkatnya, anda hanya menyodorkan konsep God of the gaps.

apa yang membuat jeniskelamin di dunia ini cuma dua?
Cuma dua? Bukankah ada hermaprodit (berkelamin ganda) dan genderles (tanpa kelamin)?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 20, 2011, 11:13:04 AM
kenapa jadi semua ilmuwan harus muslim?
???


kenapa
Kutip
Karena organ pernapasan masih bekerja, paru-paru masih melakukan fungsi respirasi, saluran pernapasan tak tersbumbat, dsb.
bisa begitu?


Kutip
Anda bisa jawab, tapi apa anda bisa buktikan jawaban anda?
Hanya menyodorkan iman tak akan bisa membuat orang lain percaya.
Singkatnya, anda hanya menyodorkan konsep God of the gaps.
karena ALLAH swt,
saya sudah jawab, tapi anda nuduh saya terus menerus menyodorkan iman.


Kutip
Simpel saja,
Apa semua ilmuwan itu muslim?
Apa tanpa ajaran agama, lantas manusia tak berusaha mempelajari ilmu pengetahuan?
Kesimpulannya, tak perlu diperintah agama untuk bisa jadi ilmuwan.
saya bilang itu dalam ajaran agama islam, kok malah bilang mnjadi ilmuwan tidak perlu muslim?
saya cuma bilang itu lah yang diajarkan islam,,
kok keilmuwan haru islam?


Kutip
Lalu, bisakah anda buktikan Tuhan berperan?
Atau anda sekedar percaya dengan iman?
bukti sperti apa yang anda mau?
bukti dengan wujud tuhan seperti apa?

ALLAH itu MUTAKKALIMUN, maha berkata2,,, pasti anda berfikir, bukankah Al-Quran yang firman ALLAH swt sdh lengkap? lalu dimna lagi sisi perkataan ALLAHnya?
jwbnnya ALLAH berkata2 lewat apa yang ciptakan, dari situ kita tahu bhwa ALLAHswt ada,
karena tuhan saya ALLAH swt, jadi sayajawab itu,

Kutip
Cuma dua? Bukankah ada hermaprodit (berkelamin ganda) dan genderles (tanpa kelamin)?
aduuuuh,
kita perbaiki pertanyaanya supaya jwbnnya tidak dismbungkan dengan ini dan itu...
kenapa cuma ada laki2 dan perempuan?

pertanyaan tmbahan, kenapa ada hidup dan mati?
kenapa harus ada sakit dan sehat?
kenapa miskin dan kaya tercipta?
kenapa lapang dan sempit ada didunia ini?

kenapa otak manusia tidak bisa didefiniskan kekuatnnya?
dan,


apakah itu semua kebetulan??
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 20, 2011, 11:45:34 AM
jika allah maha kuasa maka ia kuasa menciptakan batu yang begitu besar yang tidak dapat diangkat oleh ia sendiri.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 20, 2011, 12:06:05 PM
kenapa jadi semua ilmuwan harus muslim?
???
Anda terus mengaitkan pencarian ilmu dengan perintah alquran, seakan tanpa alquran manusia takkan mencari pengetahuan.

kenapa bisa begitu?
Anda ini kalau diladeni gak bakal habis-habisnya.
Kenapa gak dibalik, kenapa gak begitu?

karena ALLAH swt,
saya sudah jawab, tapi anda nuduh saya terus menerus menyodorkan iman.
Sudah dibilang.
Anda mengklaim, tapi tak membuktikan.
Kalau bukan cuma modal iman, apa namanya?

saya bilang itu dalam ajaran agama islam, kok malah bilang mnjadi ilmuwan tidak perlu muslim?
saya cuma bilang itu lah yang diajarkan islam,,
kok keilmuwan haru islam?
Intinya, apa perlu diperintah agama baru manusia mencair pengetahuan?

bukti sperti apa yang anda mau?
bukti dengan wujud tuhan seperti apa?
Bukti Tuhan berperan.
Apa yang anda harapkan? Anda mengklaim, orang lain teirma?

ALLAH itu MUTAKKALIMUN, maha berkata2,,, pasti anda berfikir, bukankah Al-Quran yang firman ALLAH swt sdh lengkap? lalu dimna lagi sisi perkataan ALLAHnya?
jwbnnya ALLAH berkata2 lewat apa yang ciptakan, dari situ kita tahu bhwa ALLAHswt ada,
karena tuhan saya ALLAH swt, jadi sayajawab itu,
Klaim berdasar iman.
Sudah dibilang, iman tak bisa meyakinkan orang lain.

aduuuuh,
kita perbaiki pertanyaanya supaya jwbnnya tidak dismbungkan dengan ini dan itu...
kenapa cuma ada laki2 dan perempuan?

pertanyaan tmbahan, kenapa ada hidup dan mati?
kenapa harus ada sakit dan sehat?
kenapa miskin dan kaya tercipta?
kenapa lapang dan sempit ada didunia ini?
Laki-laki, perempuan, itu konsep.
Begitu juga banci
Miskin dan kaya itu konsep. Apa yang dikatakan kaya benar-benar kaya? Apa yang miskin benar-benar miskin?
Begitupun lapang dan sempit, itu juga konsep.
Sakit dan sehat juga konsep, apa ada manusia yang benar-benar sehat? Apa sakit itu tak wajar?

Bisa kutebak, ujung-ujungnya anda mau mengaitkan dengan ayat Alquran? Padahal konsep dualisme sudah dikenal budaya timur selama ribuan tahun, termasuk konsep yin dan yang.

kenapa otak manusia tidak bisa didefiniskan kekuatnnya?
dan,


apakah itu semua kebetulan??
Ujung-ujungnya, mau mengajukan konsep God of the gaps?
Mengajukan pertanyaan terus yang tujuannya ada pertanyaan yang tak bisa dijawab, dan itu celah untuk memasukkan variabel Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Oktober 20, 2011, 12:09:32 PM
satu saja masalhnya.
islam diajarkan di agamanya untuk memikirkan ciptaan tuhannya, efeknya nimbulkan bnyk cndkiawan muslim dan ilmuwan muslim menmukan ini dan itu...


Apa anda bisa menunjukan bahwa para ilmuwan tsb menemukan temuannya berdasarkan kitab suci atau agama atau kepercayaan mereka?

Sekali lagi, para ilmuwan di era peradaban islam tidak semua beragama islam. Dan yg beragama islam pun kerap kali berselisih paham dengan ulama ortodoks dan dogma atau kepercayaan mainstream yg diimani mayoritas muslim pada umumnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Oktober 20, 2011, 12:13:15 PM
jika allah maha kuasa maka ia kuasa menciptakan batu yang begitu besar yang tidak dapat diangkat oleh ia sendiri.

Pertanyaan klasik yg sering dijumpai pada buku2 pengantar filsafat. Biasanya dijawab bahwa Tuhan tidak berkenan membuatnya. Namun, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 20, 2011, 01:26:09 PM
Pertanyaan klasik yg sering dijumpai pada buku2 pengantar filsafat. Biasanya dijawab bahwa Tuhan tidak berkenan membuatnya. Namun, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan?

aihhhh ketauan... malu ah... *ngumpet.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 20, 2011, 01:26:58 PM
Pertanyaan klasik yg sering dijumpai pada buku2 pengantar filsafat. Biasanya dijawab bahwa Tuhan tidak berkenan membuatnya. Namun, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan?

*iseng. bukannya sudah tertulis? haha... *ngumpet lagi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 08:36:55 AM
jika allah maha kuasa maka ia kuasa menciptakan batu yang begitu besar yang tidak dapat diangkat oleh ia sendiri.
gambarkan saja terus bagaimana ALLAH swt, itu...
terserah anda lah..

wong kami aja ga boleh memikirkan wujudnya seperti apa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 08:40:24 AM
Kutip
Ujung-ujungnya, mau mengajukan konsep God of the gaps?
Mengajukan pertanyaan terus yang tujuannya ada pertanyaan yang tak bisa dijawab, dan itu celah untuk memasukkan variabel Tuhan?
kalau begitu sains itu dibawah agama ya?
ga bisa menjawab pertanyaan ini?

Kutip
Laki-laki, perempuan, itu konsep.
Begitu juga banci
Miskin dan kaya itu konsep. Apa yang dikatakan kaya benar-benar kaya? Apa yang miskin benar-benar miskin?
Begitupun lapang dan sempit, itu juga konsep.
Sakit dan sehat juga konsep, apa ada manusia yang benar-benar sehat? Apa sakit itu tak wajar?

Bisa kutebak, ujung-ujungnya anda mau mengaitkan dengan ayat Alquran? Padahal konsep dualisme sudah dikenal budaya timur selama ribuan tahun, termasuk konsep yin dan yang.
siapa kira2 yang menciptakan konsep ini ya?


klaim berdasarkan iman?

:)
itu jawaban saya, bukan klaim
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 08:48:20 AM
Apa anda bisa menunjukan bahwa para ilmuwan tsb menemukan temuannya berdasarkan kitab suci atau agama atau kepercayaan mereka?
tidak, tapi kitab suci mereka yang  membuat mereka bertindak sbagai ilmuwan..
(memikirkan)


Sekali lagi, para ilmuwan di era peradaban islam tidak semua beragama islam. Dan yg beragama islam pun kerap kali berselisih paham dengan ulama ortodoks dan dogma atau kepercayaan mainstream yg diimani mayoritas muslim pada umumnya.
minta bahan bacaannya? dan BIOGRAPHY PENULISnya..

Pertanyaan klasik yg sering dijumpai pada buku2 pengantar filsafat. Biasanya dijawab bahwa Tuhan tidak berkenan membuatnya. Namun, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan?
pertanyaannya yang aneh..
kalau namanya MAHA KUASA, ya pasti tidak mungkin ada batu yang tidak bisa diangkat...
CIPTAAN itu pasti selalu ada kelemahannya dari pada pencipta...

contoh real !
manusia membuat komputer, komputer lebih sempurna menyimpan data bergiga2 dari pada manusia !
tapi komputer tidak bisa berjalan tanpa pembuatnnya (tetap ada kelemahannya)..

apa masih berani ngumpet?

aihhhh ketauan... malu ah... *ngumpet.
*iseng. bukannya sudah tertulis? haha... *ngumpet lagi.
seperti apapun usaha anda untuk memojokkan saya, saya tetap akan berdri disini,,
wong saya ga sendiri..
pertanyaan yang anda lontarkan juga saya tanyakan kepada guru2 saya...
plus ALLAH swt selalu bersama orang2 yang sabar,,
:)
campkan itu...
(terserah anda mau bilang ini klaim atau apa)
^-^
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 22, 2011, 08:55:21 AM
kalau begitu sains itu dibawah agama ya?
ga bisa menjawab pertanyaan ini?
gap ini akan selalu dirambah sains hingga terungkap, lalu apakah kekuasaan 'tuhan' akan bergeser lagi?

siapa kira2 yang menciptakan konsep ini ya?


klaim berdasarkan iman?

:)
itu jawaban saya, bukan klaim
jawaban sederhananya, diri kita sendiri
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 22, 2011, 09:11:59 AM
tidak, tapi kitab suci mereka yang  membuat mereka bertindak sbagai ilmuwan..
(memikirkan)

minta bahan bacaannya? dan BIOGRAPHY PENULISnya..
pertanyaannya yang aneh..
kalau namanya MAHA KUASA, ya pasti tidak mungkin ada batu yang tidak bisa diangkat...
CIPTAAN itu pasti selalu ada kelemahannya dari pada pencipta...

contoh real !
manusia membuat komputer, komputer lebih sempurna menyimpan data bergiga2 dari pada manusia !
tapi komputer tidak bisa berjalan tanpa pembuatnnya (tetap ada kelemahannya)..

apa masih berani ngumpet?
seperti apapun usaha anda untuk memojokkan saya, saya tetap akan berdri disini,,
wong saya ga sendiri..
pertanyaan yang anda lontarkan juga saya tanyakan kepada guru2 saya...
plus ALLAH swt selalu bersama orang2 yang sabar,,
:)
campkan itu...
(terserah anda mau bilang ini klaim atau apa)
^-^

maafkan saya, penghuni surga.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 22, 2011, 09:31:31 AM
:)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Oktober 22, 2011, 10:13:51 AM
tidak, tapi kitab suci mereka yang  membuat mereka bertindak sbagai ilmuwan..
(memikirkan)

minta bahan bacaannya? dan BIOGRAPHY PENULISnya..

Sebagai contoh, Hunayn ibn Ishaq adalah seorang kristen, dan Musa ibn Maimun adalah seorang yahudi.

Atau contoh lain, pada masa kekhalifahan Al-Ma'mun, sains di wilayah kekuasaannya berkembang pesat. Namun Al-Ma'mun dan pengikutnya dicap sebagai kaum muta'zilah, dan berselisih paham dengan kalangan ulama. Anda tentunya tahu apa itu muta'zilah, kan?

Contoh lain, Ibn Sina adalah pengikut ajaran ismailliya, yg memiliki perbedaan dengan aliran sunni, yg dianut banyak pemeluk muslim.

Apa anda bisa menunjukan kaitan kitab suci, ataupun kepercayaan mereka dengan kontribusi mereka dalam sains?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 22, 2011, 10:18:34 AM
semakin aneh isi tread ini,,
gambarkan saja terus bagaimana ALLAH swt, itu...
terserah anda lah..

wong kami aja ga boleh memikirkan wujudnya seperti apa?

mengambarkan wujudnya saja ga boleh tapi kok boleh mengambarkan kemauan -Nya dan kehendak- Nya sesuka hati, mesangkut pautkan segala sesuatu dengan al qur an, sekalian saja bilang kalau hujan itu karena ada orang yg baru meninggal atau karena Tuhan lagi bersedih  ::) ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 10:33:51 AM
gap ini akan selalu dirambah sains hingga terungkap, lalu apakah kekuasaan 'tuhan' akan bergeser lagi?
jawaban sederhananya, diri kita sendiri
kita tunggu saja sampai sains bisa mengungkap semuanya..



diri kita sendiri?
bisa minta bukti?

maafkan saya, penghuni surga.

apa tidak ada perkataan lain?
maaf OOT sedikit..
(dalam islam)
amal, yang lebih besar menentukan masuk surgaNYA atau tidak (meskipun rahmatNYA masih yang menntukan)
jadi penghuni surga tidak bisa ditentukan, kecuali para nabi dan manusia yang sdh ditentukanNYA (sperti sahabat RasuluLLAH karena jaminan Rasul).

:)
^-^
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 10:41:46 AM
semakin aneh isi tread ini,,
mengambarkan wujudnya saja ga boleh tapi kok boleh mengambarkan kemauan -Nya dan kehendak- Nya sesuka hati, mesangkut pautkan segala sesuatu dengan al qur an, sekalian saja bilang kalau hujan itu karena ada orang yg baru meninggal atau karena Tuhan lagi bersedih  ::) ::)
pernyataan cerdas.
:)
saya tanya deh,
kalau manusia yang dikatakan makhluk sampai bisa mengimajinasi kan wujud TUHANnya...
saya mau tanya apakah si TUHAN ini benar2 TUHAN?
apakah TUHAN bisa di indera (imajinasi) oleh MAKHLUK.
kalau TUHAN bisa diindera MAKHLUK, apakah sederajat TUHAN dengan MAKHLUK?
kalau TUHAN bisa diindera MAKHLUK, pantaskah TUHAN disebut TUHAN? (sebab makhluk saja bisa membayangkan bentuknya...


maksud menggambarkan kehendak itu seperti apa ya?

kehendak-NYA itu bisa dirasakan dari yang namanya "Qalbu". sekali lagi, "Qalbu"..
dari Qalbu kita merasa Al-Quran itu begitu indah, dari Qalbu kita bisa merasa bahwa tuhan itu berkehendak,
contoh kehendakNYA.
anda diciptakan LAki2, saya laki2, api=panas. dll
ciptaanNYA itu kita bisa melihat kehendakNYA seperti apa..
contoh kehendakNYA yang lain adalah, suatu keadaan yang menimpa anda..
kalau itu bruk, apa anda bisa mengambil hikmahnya..
kalau itu baik, apa anda bisa mengucap syukur terhadapNYA.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 22, 2011, 10:48:12 AM
jangan terlalu sering menggunakan agama untuk hal yang belum diketahui kebenarannya, kalau kebenarannya tidak seperti apa yg dibicarakan agama Anda nanti yg kena serang ya agama Anda sendiri  ::) 8) 8)

orang bijak selalu berkata kalau diam itu adalah emas  :-X :-X
gunakan pengetahuan Anda ditempat yg tepat, di sini sudah jelas kreasionisme akan di serang habis-habisan oleh para sainstis, semakin Anda memaksa semua sebab-akibat Al-Quran dan Allah semakin Anda terkesan bodoh dan semakin fatal,

A: semua itu berdasarkan Al-Quran dan Allah
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: ya karena itu kewajiban saya untuk menebarkan agamawi
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: sudah jelas kan di Al-Quran dan Allah memerintahkan kita mencari pengetahuan
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: Tuhan itu di atas sains
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?

sampai forum ini tutup juga ga akan habis-habis  ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 11:38:46 AM
kalau RAsul Kami bersabda, yang maknanya umatnya itu disuruh berkata yang baik2 atau diam jika tidak punya perkataan yang baik...
:p

Kutip
gunakan pengetahuan Anda ditempat yg tepat, di sini sudah jelas kreasionisme akan di serang habis-habisan oleh para sainstis, semakin Anda memaksa semua sebab-akibat Al-Quran dan Allah semakin Anda terkesan bodoh dan semakin fatal,
peraturan siapa ini?
founder??

apa pekerjaan saintis disini hanya menyerang habis2an orang yang masih bisa mendebat pendapatnya??
:D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 11:45:27 AM
Kutip
A: semua itu berdasarkan Al-Quran dan Allah
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: ya karena itu kewajiban saya untuk menebarkan agamawi
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: sudah jelas kan di Al-Quran dan Allah memerintahkan kita mencari pengetahuan
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?
A: Tuhan itu di atas sains
B: memang kamu hapal semua isi Al-Quran dan tau semua tentang Allah sampai bisa berkata demikian dan tetap kekeh dengan pendirian iman kamu?


A: kenapa anda manusia?
B : kamu seorang kreasionis...
A: kenapa istilah kreaonis ada ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Oktober 22, 2011, 11:47:36 AM
kita tunggu saja sampai sains bisa mengungkap semuanya..
hmm memang lebih baik begitu, anda menunggu, saya yang mencari dan mengungkapkannya

diri kita sendiri?
bisa minta bukti?
sudah pernah baca tulisannya superstring ttg bagaimana kita menjelaskan warna hijau pada orang buta, betul karena orang buta tidak mengenal konsep hijau, sama halnya dengan konsep lain, diri sendirilah yang menciptakannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Balya pada Oktober 22, 2011, 11:51:26 AM
hmm memang lebih baik begitu, anda menunggu, saya yang mencari dan mengungkapkannya
kalau bgitu kita saingan dong..


sudah pernah baca tulisannya superstring ttg bagaimana kita menjelaskan warna hijau pada orang buta, betul karena orang buta tidak mengenal konsep hijau, sama halnya dengan konsep lain, diri sendirilah yang menciptakannya
tunggu saya memikirkan jawabnnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 22, 2011, 01:14:36 PM
berpikir ilmiah memang tidak mudah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 22, 2011, 01:41:09 PM
kalau begitu sains itu dibawah agama ya?
ga bisa menjawab pertanyaan ini?
Lha, konsep God of the gaps itu konsep yang gak dipandang sebelah mata, karena tak menjelaskan apapun.
Tinggal ganti kata Tuhan dengan kata apapun, tak ada bedanya.
Seperti orang dulu yang cukup nunjuk dewa untuk menjelaskan fenomena petir atau badai.

siapa kira2 yang menciptakan konsep ini ya?
Konsep tentu saja dibuat oleh manusia. Siapa lagi?

:)
itu jawaban saya, bukan klaim
Cuma klaim kok.
Karena anda tak bisa membuktikan jawaban anda, anda hanya percaya karena itu diajarkan agama anda.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 24, 2011, 10:23:10 AM
Kalo dipikir pikir memang benar. Lihat saja proses terbentuknya manusia, semuanya serba otomatis kan? Tidak perlu ada apa apa lagi, tinggal gabungkan, sudah itu terjadi dengan sendirinya. Begitu pula alam semesta, secara otomatis gravitasi akan menarik benda beda yang ada disekitarnya, dan karena ada perbedaan antar elektron, masing masing atom mulai berbenturan satu sama lain, dan terbentulkan matahari. Tidak perlu campur tangan siapa siapa kan? Semuanya sudah otomatis.

Tinggal mungkin, siapa yang membuatnya menjadi otomatis? ;D

Memang kelihatan otomatis, tapi sesungguhnya tidaklah otomatis, itulah yang merupakan “The God’s action” (aksi dari Tuhan) artinya Tuhan yang membikin dan menjalankan proses terbentuknya/terciptanya manusia itu, dan tidak berjalan dengan sendirinya…demikian juga benda alamiah lainnya…sehingga dengan demikian kita bisa mempelajari dan memanfaatkan itu semua…

Adapun science itu semacam proses untuk memperoleh pengetahuan yang valid tentang alam…dan science tidak harus berkaitan dengan Tuhan artinya siapapun orangnya bertuhan atau tidak bertuhan, orang baik ataupun orang yang tidak baik, dll bisa melakukan scientific process yang darinya dihasilkan science…tetapi scientific process punya landasan teologisnya dalam Islam (QS 96 ayat 1), itu artinya scientific process masuk ke dalam perbuatan (al-‘amal) yang Islami…dan akan menjadi Islam, artinya bermanfaat diakherat kelak (berpahala) tidak semata-mata bermanfaat di dunia saja, kalau proses itu dilakukan karena Alloh semata…

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 24, 2011, 11:06:41 AM
Lalu, bagaimana jika temuan sains bertentangan dengan penafsiran dalam Islam?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 25, 2011, 02:37:45 AM
Lalu, bagaimana jika temuan sains bertentangan dengan penafsiran dalam Islam?
apakah itu dah jadi hukum temuannya atau cuman masih duga-dugaan aja,
kayaknya ga ada deh temuan sains yang dah jadi hukum bertentangan dengan Al Quran atau hadist.
Klo temuan sains yang berhubungan dengan rekomendasi atau rekayasa itu mungkin bertentangan, misal: teknologi kecantikan yang memanfaatkan organ manusia. Maka orang islam tidak akan ikuti itu
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 25, 2011, 04:54:45 AM
apakah itu dah jadi hukum temuannya atau cuman masih duga-dugaan aja,
kayaknya ga ada deh temuan sains yang dah jadi hukum bertentangan dengan Al Quran atau hadist.
Klo temuan sains yang berhubungan dengan rekomendasi atau rekayasa itu mungkin bertentangan, misal: teknologi kecantikan yang memanfaatkan organ manusia. Maka orang islam tidak akan ikuti itu

Bagaimana dengan Quran yang mengatakan bahwa bumi diciptakan sebelum langit?
Bagaimana dengan Hadis yang mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi?
Bagaimana dengan Quran dan Hadis yang mengatakan bahwa bintang adalah alat pelempar setan agar tidak mendengarkan pembicaraan di langit?

Sepertinya sains tidak pernah mengatakan demikian..Atau Anda akan mengeluarkan jurus cocologi, agar ayat Quran dan Hadis selaras dengan sains? Dengan demikian berarti Anda memakai sains sebagai acuan dalam memahami Agama, yang berarti pula bahwa Anda menganggap sains di atas Agama..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 25, 2011, 05:29:19 AM
apakah itu dah jadi hukum temuannya atau cuman masih duga-dugaan aja,
kayaknya ga ada deh temuan sains yang dah jadi hukum bertentangan dengan Al Quran atau hadist.
Klo temuan sains yang berhubungan dengan rekomendasi atau rekayasa itu mungkin bertentangan, misal: teknologi kecantikan yang memanfaatkan organ manusia. Maka orang islam tidak akan ikuti itu
Saat temuan sains bertentangan dengan tafsiran agama, awalnya agama bakal nentang.
Dan jika makin lama perkembangan sains temuan tadi makin berkembang, maka giliran tafsiran agama yang berubah.

Tafsiran atas astronomi dan kosmologi sudah berubah, tafsiran-tafsiran baru yang cenderung cocologi lahir seiring temuan tersebut. Masih menanti bagaimana 'evolusi tafsiran agama' terkait perkembangan teori evolusi :)

Dan bicara soal temuan sains jadi hukum? Semoga bukan mengira 'teori jadi hukum' atau sejenisnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 25, 2011, 08:51:04 AM
masalah ini kaya nya harusnya sudah kelar deh, sains dan agama ga bisa di duetkan....

mau bilang sains di atas agama dsb tetap aja ga bisa di duetkan ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 25, 2011, 12:07:30 PM
masalah ini kaya nya harusnya sudah kelar deh, sains dan agama ga bisa di duetkan....

mau bilang sains di atas agama dsb tetap aja ga bisa di duetkan ;D
mungkin anda yang ga bisa menduetkan. Tapi ilmuwan Islam bisa menduetkan
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 25, 2011, 01:19:00 PM
mungkin anda yang ga bisa menduetkan. Tapi ilmuwan Islam bisa menduetkan
Menduetkan di mananya?
Mereka tak mencampuradukkan sains dan agama.
Hanya karena mereka muslim bukan berarti mereka menemukan sains berdasar agama.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Oktober 25, 2011, 01:57:15 PM
Menduetkan di mananya?
Mereka tak mencampuradukkan sains dan agama.
Hanya karena mereka muslim bukan berarti mereka menemukan sains berdasar agama.
he he, jangankan sains,
dari mulai bangun tidur, masuk kamar mandi sampai tertidur lagi
semuanya ada petunjuknya didalam Islam
Giamana ga bisa diduetkan antara sains dan agama oleh orang muslim
di kitab sucinya sendiri, mulai dari tata cara penulisan Al Quran, susunan sampai isinya, semuanya bisa diduetkan dengan sains
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 25, 2011, 06:04:26 PM
"cocokologi" IR
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 26, 2011, 02:35:23 AM
he he, jangankan sains,
dari mulai bangun tidur, masuk kamar mandi sampai tertidur lagi
semuanya ada petunjuknya didalam Islam
Giamana ga bisa diduetkan antara sains dan agama oleh orang muslim
di kitab sucinya sendiri, mulai dari tata cara penulisan Al Quran, susunan sampai isinya, semuanya bisa diduetkan dengan sains

Cocologi stadium kronis ::)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 26, 2011, 02:59:17 AM
Lalu, bagaimana jika temuan sains bertentangan dengan penafsiran dalam Islam?

Perlu diingat yang Islami itu scientific processnya bukan hasil dari scientific process itu (yakni temuan science) …temuan science tidak seluruhnya bersifat qoth’i (pasti) ada yang sifatnya zhonni  (dugaan, tidak pasti) terbukti temuan science bisa berubah ketika ditemukan fakta-fakta baru….demikian juga penafsiran itu (dalam hal ini Al-Qur’an ) sifatnya adalah zhonni bisa salah dan bisa benar, artinya ada penafsiran memang yang benar tapi ada yang memang salah, jadi tidak semua penafsiran adalah benar…sesuatu yang qoth’i  dalam Al-Qur’an justru seringkali diperoleh bila kita tidak menafsirkannya, membiarkan makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an sebagaimana adanya sebagai makna-makna dalam bahasa Arab…jadi sangat mungkin terjadi pertentangan…tapi tidak mungkin temuan science yang bersifat qoth’i akan bertentangan dengan Al-Qur’an yang bersifat qoth’i pula


Suatu yang qoth’i dari temuan science misalnya “bumi (earth) itu berbentuk bulat”…namun ada sebagian orang islam mengatakan “ bentuk bumi (al-ardhu) secara keseluruhan itu datar”, pernyataan ini di dapat setelah menelaah dan menafsirkan ayat yang didalam Al-Qur’an “ wal-ardho madadnaha wa alqoina fiha rowasiya…” , yang artinya, “ dan bumi (al-ardhu) telah Aku hamparkan dan menjadikan padanya gunung-gunung…”(QS 15 ayat 19, QS 50 ayat 7)…al-ardhu maknanya bumi, tanah, lantai yang diinjak telapak kaki…dan dari kata-kata “ dan bumi (al-ardhu) telah Aku hamparkan” ini mereka mengambil kesimpulan atau menafsirkan bahwa “bentuk bumi (al-ardhu) secara keseluruhan itu datar”…kalau kita tidak menafsirkan ayat itu dan kita biarkan sebagaimana adanya tidak didapati padanya pengertian bahwa “bentuk bumi (al-ardhu) secara keseluruhan itu datar”, ayat hanya menyatakan bahwa “bumi (al-ardhu) telah dihamparkan” sebagaimana yang kita lihat bumi (al-ardhu) itu memang sebagai hamparan yang luas dan padanya ada gunung-gunung dan ayat tidak menunjukkan bentuk bumi (al-ardhu) secara keseluruhan sebagai datar…jika demikian maka kita ambil temuan science yang qoth’i itu dan kita tinggalkan penafsiran itu karena terbukti salah…dan pengertian ayat tidak bertentangan dengan temuan science yang bersifat qoth’i ini…

Maka jika temuan science bertentangan dengan penafsiran dalam islam maka perlu diteliti dulu apakah temuan science itu qoth’i atau zhonni dan apakah penafsiran itu salah atau benar…sebaiknya tidak buru-buru menafsirkan ayat biarkan sebagaimana adanya, walaupun memang ada ayat yang membutuhkan penafsiran…dan jangan lupa temuan science yang qoth’i bisa digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat yang memang butuh tafsir…
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 26, 2011, 03:23:51 AM
Perlu diingat yang Islami itu scientific processnya bukan hasil dari scientific process itu (yakni temuan science) …
Proses dan metode ilmiah bukan hal yang baru ada setelah islam ada. Aristoteles pun sudah mengajukan metode ilmiah. Dan bicara soal agama, Buddhisme pun sudah menganjurkan pengujian atas pencarian pengetahuan sejak dulu. Entah dengan agama-agama lain.

temuan science tidak seluruhnya bersifat qoth’i (pasti) ada yang sifatnya zhonni  (dugaan, tidak pasti) terbukti temuan science bisa berubah ketika ditemukan fakta-fakta baru….demikian juga penafsiran itu (dalam hal ini Al-Qur’an ) sifatnya adalah zhonni bisa salah dan bisa benar, artinya ada penafsiran memang yang benar tapi ada yang memang salah, jadi tidak semua penafsiran adalah benar…sesuatu yang qoth’i  dalam Al-Qur’an justru seringkali diperoleh bila kita tidak menafsirkannya, membiarkan makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an sebagaimana adanya sebagai makna-makna dalam bahasa Arab…jadi sangat mungkin terjadi pertentangan…tapi tidak mungkin temuan science yang bersifat qoth’i akan bertentangan dengan Al-Qur’an yang bersifat qoth’i pula
Jika tafsiran pun fleksibel dan bisa diubah-ubah agar sesuai perkembangan sains, lantas apa nilainya? Atau seperti kata rekan-rekan lain, memang sekedar cocologi
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 26, 2011, 06:48:54 AM
Proses dan metode ilmiah bukan hal yang baru ada setelah islam ada. Aristoteles pun sudah mengajukan metode ilmiah. Dan bicara soal agama, Buddhisme pun sudah menganjurkan pengujian atas pencarian pengetahuan sejak dulu. Entah dengan agama-agama lain.
Jika tafsiran pun fleksibel dan bisa diubah-ubah agar sesuai perkembangan sains, lantas apa nilainya? Atau seperti kata rekan-rekan lain, memang sekedar cocologi


iya ...itulah science memiliki landasan teologisnya di dalam Islam...boleh jadi di agama lain ada...


bukan fleksibel...hanya bisa salah...tidak semua tafsiran benar...maka jangan buru-buru menafsirkan karena akan didapat yang bersifat zhonni dari situ...kita biarkan makna sebagai mana adanya dalam bahasa Arab...karena akan diperoleh yang qoth'i
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 26, 2011, 07:03:56 AM
iya ...itulah science memiliki landasan teologisnya di dalam Islam...boleh jadi di agama lain ada...


bukan fleksibel...hanya bisa salah...tidak semua tafsiran benar...maka jangan buru-buru menafsirkan karena akan didapat yang bersifat zhonni dari situ...kita biarkan makna sebagai mana adanya dalam bahasa Arab...karena akan diperoleh yang qoth'i

Menurut Anda Sains memerlukan Tuhan? Jika iya, semua ayat yang mengandung unsur yang bisa diklarifikasi secara sains, seharusnya menjadi pedoman Anda untuk menindaklanjuti maksud ayat tersebut dengan tindakan sains..

Tetapi jika hanya mencocokkan penafsiran ayat terhadap temuan sains yang qoth'i, berarti sains tidak membutuhkan ayat - ayat "sains"..Dengan demikian sains memang tidak memerlukan Tuhan..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 26, 2011, 10:51:03 AM
iya ...itulah science memiliki landasan teologisnya di dalam Islam...boleh jadi di agama lain ada...
Punya keterkaitan macam itu tak menjadikan agama di atas sains. Dan juga tak mengindikasikan perlunya Tuhan dalam sains.

bukan fleksibel...hanya bisa salah...tidak semua tafsiran benar...maka jangan buru-buru menafsirkan karena akan didapat yang bersifat zhonni dari situ...kita biarkan makna sebagai mana adanya dalam bahasa Arab...karena akan diperoleh yang qoth'i
Bisa salah? Lalu apa gunanya menafsirkan ayat untuk dikaitkan dengan sains? nanti kalau ternyata sainsnya salah, tinggal bilang tafsirannya salah?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Oktober 26, 2011, 11:42:07 AM
tafsiran bisa salah? buat apa ditafsir? ukuran benar dan salahnya apa? logikanya dimana?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Oktober 26, 2011, 11:29:40 PM
kalaupun benar Tuhan ada dan menciptakan segalanya, tahu darimana kalau agama kamu yang paling benar ? siapa tahu aja Tuhan tidak pernah menurunkan wahyu yang akhirnya menjadi keyakinan kamu sekarang, tahu darimana kalau segala cerita tentang nabi2 atau mukjizat2 atau asal usul manusia sesuai agama kamu itu benar adanya ?

Sebelum teori evolusi diciptakan, sebagian agama sudah mengklaim kebenaran cerita tentang asal usul manusia so maka penganut agamalah yang pertama kali harus membuktikan ajarannya, kenapa harus menunggu evolusionist?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 28, 2011, 02:57:03 AM
Menurut Anda Sains memerlukan Tuhan?


Ya…kenapa?...pertama, karena semua proses yang terjadi di alam semesta (penciptaan manusia, fotosintesis, tumbuhnya tanaman, terbentuknya awan, terciptanya bumi, bintang, galaksi, dll) dengan segala keteraturannya berlangsung karena aksi dari pada Tuhan (Sang Pencipta) (tidak terjadi dengan sendirinya) karenanya semua itu bisa dipelajari sehingga ada sains, mestinya kita bersyukur kepada Tuhan karena itu…kedua, karena pelaku sains (manusia) tidak paham apa saja bermanfaat dan apa saja yang merugikannya di akherat kelak dari keyakinan dan perbuatan manusia di dunia, dan yang tahu hal itu hanya Tuhan, maka disinilah perlunya Tuhan yang dengannya sains akan terarah dan terbimbing sehingga diharapkan akan diperoleh kebahagian di dunia dan di akherat…ketiga, pelaku sains (manusia) tidak tahu perkara ghoib (setiap perkara yang diluar jangkauan panca indra dan akal manusia karena jauh dan tersembunyi), dan yang tahu semua perkara ghoib adalah Tuhan, maka disinilah perlunya Tuhan…dll…suara (perkataan/kalimat-kalimat/kalam) Tuhan itu terekspresi dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah….meskipun begitu orang yang tidak bertuhan (atheis) atau orang mereduksi peran tuhan dalam kehidupan manusia (kaum sekuler) atau bahkan siapa saja bisa melakukan scientific process ini…tapi lihat hasilnya…


Kutip
Jika iya, semua ayat yang mengandung unsur yang bisa diklarifikasi secara sains, seharusnya menjadi pedoman Anda untuk menindaklanjuti maksud ayat tersebut dengan tindakan sains..

ingat ayat (Al-Qur’an) bukan sains karena tidak diperoleh melalui scientific process yang dilakukan manusia…ia diperoleh melalui pewahyuan yang diterima oleh Utusan Alloh (Tuhan kita semua), Muhammad saw, dan merupakan kalam/perkataan/kalimat-kalimat dari Alloh…dan secara implisit, dalam salah satu ayatnya, menganjurkan untuk melakukan scientific process…seharusnya ya..


Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 28, 2011, 02:58:51 AM
kalau sains memang membutuhkan agama dan Tuhan,
bisa anda jelaskan penemuan api dan penemuan katapul? makasih ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 28, 2011, 03:00:48 AM
Punya keterkaitan macam itu tak menjadikan agama di atas sains. Dan juga tak mengindikasikan perlunya Tuhan dalam sains.

jika sains dilepaskan dari peran Tuhan atau Tuhan tidak diperlukan dalam sains maka sains hanya akan bermanfaat di dunia saja…lalu akheratnya bagaimana?...disinilah letak perlunya Tuhan itu bagi sains…bagi orang yang tidak percaya Tuhan dan adanya akherat tentu saja akan merasa tidak perlu Tuhan dalam sains dan memang mereka hanya akan mendapatkan dunia saja…


Kutip
Bisa salah? Lalu apa gunanya menafsirkan ayat untuk dikaitkan dengan sains? nanti kalau ternyata sainsnya salah, tinggal bilang tafsirannya salah?

ya…logisnya, tidak semua penafsiran benar/tepat tentu ada yang salah kan…menafsirkan ayat itu diperlukan manakala makna ayat samar (syad)…menafsirkan ayat untuk dikaitkan dengan sains itu tidak layak, tidak seharusnya dilakukan…sebaiknya cobalah biarkan ayat sebagaimana adanya makna-makna dalam bahasa Arab
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 28, 2011, 03:02:10 AM
tafsiran bisa salah? buat apa ditafsir? ukuran benar dan salahnya apa? logikanya dimana?

ya dan itu logis-logis saja…ya buat apa ditafsir kalau ayat sudah jelas maknanya kalau dibiarkan sebagaimana adanya dalam makna-makna dalam bahwa Arab dan tidak samar (syad)…tafsir diperlukan kalau makna ayat itu samar, tidak jelas (syad) (mutasyabihat)…ukuran benar dan salahnya adalah ayat lain yang jelas maknanya (muhkam), As-Sunnah, dan fakta yang tidak dapat ditolak
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 28, 2011, 03:02:51 AM
kalau sains memang membutuhkan agama dan Tuhan,
bisa anda jelaskan penemuan api dan penemuan katapul? makasih ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 28, 2011, 03:08:11 AM
Kutip
kalaupun benar Tuhan ada dan menciptakan segalanya,

tidak usah berandai-andai…Tuhan pasti ada dan Tuhan menciptakan segala se sesuatu
 
Kutip
tahu darimana kalau agama kamu yang paling benar ? siapa tahu aja Tuhan tidak pernah menurunkan wahyu yang akhirnya menjadi keyakinan kamu sekarang, tahu darimana kalau segala cerita tentang nabi2 atau mukjizat2 atau asal usul manusia sesuai agama kamu itu benar adanya ?

tahu dari Al-Qur’an…kurang banyak…tahu dari mana kalau Tuhan menurunkannya wahyunya?...dari Al-Qur’an…tahu dari mana kalau Al-Qur’an itu wahyu dari Tuhan ?....dari Al-Qur’an….tahu dari mana cerita nabi dan mu’jizat nabi adalah benar adanya?...dari Al-Qur’an…tahu dari mana kalau Al-Qur’an itu benar?...dari Al-Qur’an…tahu dari mana Adam as itu manusia pertama dan itu benar adanya?...dari Al-Qur’an…apa buktinya? Ayat-ayat dalam Al-Qur’an…dst…dan Al-Qur’an adalah kalam/perkataan/kalimat-kalimat dari Alloh, robbul-‘alamin (Tuan, Tuhan seluruh alam semesta, termasuk manusia)…tahu dari mana?...dari Al-Qur’an…Al-Qur’an itu petunjuk dari Tuhan (yakni Alloh) untuk manusia…tahu dari mana?...dari Al-Qur’an…Al-Qur’an itu menjelaskan segala sesuatu secara global…tahu dari mana?...dari Al-Qur’an …sayangnya banyak manusia meremehkan Al-Qur’an…anda juga?

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 28, 2011, 04:26:34 AM
A : Tetangga saya ternyata Nabi
B : Darimana Anda tahu?
A : Dia mengatakan begitu
B : Apa buktinya?
A : Buktinya adalah karena dia mengatakan begitu
B : OK, karena sudah terbukti, mulai saat ini saya menjadi pengikutnya..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 28, 2011, 06:14:57 AM


ingat ayat (Al-Qur’an) bukan sains karena tidak diperoleh melalui scientific process yang dilakukan manusia…ia diperoleh melalui pewahyuan yang diterima oleh Utusan Alloh (Tuhan kita semua), Muhammad saw, dan merupakan kalam/perkataan/kalimat-kalimat dari Alloh…dan secara implisit, dalam salah satu ayatnya, menganjurkan untuk melakukan scientific process…seharusnya ya..


Jika ayat bukan sains (gaib?), bagaimana Anda bisa menindaklanjutinya dengan metode sains?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 28, 2011, 08:46:10 AM
Oh iya, sekarang saya sedang berada dalam tekanan keras para muslim sunni berupa hujatan dan ancaman hukuman mati di FB karena saya mengimani alkitab dan quran, ada yang bisa menindak lanjuti?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 28, 2011, 09:07:38 AM
@Farabi
Pesan saya: hati2..sangat hati2..Kemerdekaan berpikir dan berbicara belum sepenuhnya ada..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 28, 2011, 02:11:49 PM
jika sains dilepaskan dari peran Tuhan atau Tuhan tidak diperlukan dalam sains maka sains hanya akan bermanfaat di dunia saja…lalu akheratnya bagaimana?...disinilah letak perlunya Tuhan itu bagi sains…bagi orang yang tidak percaya Tuhan dan adanya akherat tentu saja akan merasa tidak perlu Tuhan dalam sains dan memang mereka hanya akan mendapatkan dunia saja…
Sains memang hanya membahas apa yang ada di dunia fisik. Sains tak membahas akherat. Apa perlunya sains membahas apa yang tak masuk ranah sains? Perkara perilaku atau moral, itu bukan bahasan sains, sains bukan ilmu yang membahas segala hal.

Mencampuradukkan sains dengan bahasan iman atau Tuhan hanya akan membuatnya menjadi pseudo sains

ya…logisnya, tidak semua penafsiran benar/tepat tentu ada yang salah kan…menafsirkan ayat itu diperlukan manakala makna ayat samar (syad)…menafsirkan ayat untuk dikaitkan dengan sains itu tidak layak, tidak seharusnya dilakukan…sebaiknya cobalah biarkan ayat sebagaimana adanya makna-makna dalam bahasa Arab
Kalau begitu, suruh orang arab menafsirkannya.
Daripada memaksa mengait-ngaitkan sains dengan tafsiran yang berubah setiap saat.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 28, 2011, 11:42:59 PM
Kita bisa lihat sendiri di sini, sederet penafsiran yang pernah disodorkan rekan-rekan muslim
-Tafsiran langit dan bumi tadinya satu, dikait-kaitkan dengan big bang, padahal bumi tidak terbentuk saat big bang, melainkan kisaran 8 milyar tahun setelahnya, dan itupun bumi tka pernah terpisah dari langit (alam semesta)
-Tafsiran 7 lapis langit yang banyak versi, termasuk sempat ditafsirkan ke 7 lapis atmosfer (padahal secara umum atmosfer tak dibagi dalam 7 lapisan)
-Tafsiran langit terbelah yang dikait-kaitkan dengan nebula mata kucing (padahal nebula bukan langit, dan warnanya juga aslinya bukan merah)
-Perlu ditambahkan, tafsiran ajaib dari semut-asbun soal 'bintang ditaruh di langit terdekat, yang digunakan untuk melempar setan yang mencuri dengar'?

Dan banyak lagi. Intinya, aga gunanya cocologi, kalau hasilnya malah mempermalukan diri dan kalangan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 29, 2011, 03:47:13 AM
kalau sains memang membutuhkan agama dan Tuhan,
bisa anda jelaskan penemuan api dan penemuan katapul? makasih ;D

penemuan api dan penemuan katapul itu melalui proses, mungkin melalui scientific process yang amat sederhana, dan telah saya sebutkan bahwa scientific process adalah perbuatan (al-‘amal) yang islami…jika proses itu dilakukan tidak karena Tuhan (bagi orang merasa tidak butuh Tuhan) maka penemunya hanya mendapatkan manfaatnya di dunia saja, di akherat tidak akan mendapatkan apa-apa (tidak mendapat pahala)…jika proses dilakukan karena Tuhan maka penemunya disamping mendapat manfaat di dunia juga akan mendapat manfaat di akherat kelak berupa pahala dan pahalanya terus bertambah seiring banyaknya orang yang menggunakan penemuannya itu…itulah perlunya Tuhan…
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 29, 2011, 03:49:55 AM
Jika ayat bukan sains (gaib?), bagaimana Anda bisa menindaklanjutinya dengan metode sains?

meskipun bukan sains tapi ayat (QS 96 ayat 1) menganjurkan untuk dilakukan scientific process…yang semestinya ditindak lanjuti dengan mengamalkannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 29, 2011, 04:46:11 AM
Kenapa selalu memaksa mengaitkan sains dan Tuhan? Sains tak membahas Tuhan, karena sains memang bukan untuk mengejar surga, akherat atau sejensinya. Lingkup bahasannya beda.

Orang zaman dulu sampai sekarang juga tetap menemukan dan mengembangkan sains, meski mereka tak melibatkan Tuhan. Penemuan api dilakukan saat manusia belum mengenal konsep agama. Kecuali mau memaksakan kalau Adam manusia pertama dst dst...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 29, 2011, 06:36:58 AM
meskipun bukan sains tapi ayat (QS 96 ayat 1) menganjurkan untuk dilakukan scientific process…yang semestinya ditindak lanjuti dengan mengamalkannya

Anda boleh saja menafsirkan QS 96:1 sebagai anjuran untuk melakukan scientific process..Saya tidak ingin memperdebatkan tafsir ayat, yang maaf, tidak jelas ini.. Tafsiran bisa apa saja..Terserah Anda lah..

Katakanlah tafsiran Anda benar..Sejujurnya saya katakan tanpa Tuhan mengatakan ini pun, sains tetap berjalan sejak sebelum Islam lahir sampai seterusnya..Sains tidak membutuhkan Tuhan..Tanpa Tuhan mengatakan : ayo, manusia kalian harus belajar ilmu pengetahuan, Ilmuwan tetap jalan terus..Motivasi ini hanya untuk anak kecil..Galileo,Newton, Einstein, Edison, Rutherford, Darwin, saya yakin bahkan tidak pernah membaca Surat Al Alaq ini..

Lain halnya jika memang Quran scientific, bisa jadi para Scientist menggunakannya sebagai petunjuk untuk mengembangkan sains..Tetapi karena Quran tidak bernilai scientific, tentu saja tidak ada penemuan sains yang didapat dari penelitian berbasis ayat Quran..Yang ada adalah klaim cocologi, setelah para Ilmuwan kafir ini menemukan sesuatu, maka Muslim mengatakan : benar kan, ayat ini dan ayat itu sudah mengatakan tentang big bang, tentang bintang, tentang bumi dsb..Jika Sains berubah, maka penafsiran ayat pun berubah untuk menyesuaikannya..Ini tidak berguna samasekali untuk sains, kecuali berguna bagi keimanan Muslim..

Yang lebih parah lagi ketika sains ditentang karena tidak sesuai dengan ayat, seperti kasus evolusi..Ini benar-benar menghambat sains..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada Oktober 30, 2011, 03:08:20 AM
Kutip
Anda boleh saja menafsirkan QS 96:1 sebagai anjuran untuk melakukan scientific process..Saya tidak ingin memperdebatkan tafsir ayat, yang maaf, tidak jelas ini.. Tafsiran bisa apa saja..Terserah Anda lah..

Katakanlah tafsiran Anda benar..Sejujurnya saya katakan tanpa Tuhan mengatakan ini pun, sains tetap berjalan sejak sebelum Islam lahir sampai seterusnya..Sains tidak membutuhkan Tuhan..Tanpa Tuhan mengatakan : ayo, manusia kalian harus belajar ilmu pengetahuan, Ilmuwan tetap jalan terus..Motivasi ini hanya untuk anak kecil..Galileo,Newton, Einstein, Edison, Rutherford, Darwin, saya yakin bahkan tidak pernah membaca Surat Al Alaq ini..

memang benar tanpa mengetahui ayat itupun sains tetap jalan di masa apapun dan dimanapun oleh siapapun…tapi dengan tahu ayat itu kita tahu bahwa sains itu memiliki landasan teologisnya yang menempatkan “scientific process” sebagai “perbuatan (al-‘amal) yang Islami”, artinya kalau itu dikerjakan dengan ikhlas karena Alloh semata maka akan berpahala di akherat kelak…dan itulah perlunya Tuhan dalam sains…


Kutip
Lain halnya jika memang Quran scientific, bisa jadi para Scientist menggunakannya sebagai petunjuk untuk mengembangkan sains..Tetapi karena Quran tidak bernilai scientific, tentu saja tidak ada penemuan sains yang didapat dari penelitian berbasis ayat Quran..Yang ada adalah klaim cocologi, setelah para Ilmuwan kafir ini menemukan sesuatu, maka Muslim mengatakan : benar kan, ayat ini dan ayat itu sudah mengatakan tentang big bang, tentang bintang, tentang bumi dsb..Jika Sains berubah, maka penafsiran ayat pun berubah untuk menyesuaikannya..Ini tidak berguna samasekali untuk sains, kecuali berguna bagi keimanan Muslim..

meskipun Al-Qur’an tidak scientific,tapi bisa juga Al-Qur’an digunakan sebagai inspirasi dalam pengembangan sains, kalau mau…misalnya dikatakan di dalam QS 88 ayat 17, “ afala yanzhuru ilal-ibili kaifa khuliqot “, yang artinya, “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan kepada onta, bagaimana ia dibuat (diciptakan) “…ini adalah perintah kepada kita untuk “memperhatikan (meneliti) bagaimana onta itu dibuat (diciptakan) “…ini mestinya ditindak lanjuti dengan tindakkan sains dengan metode ilmiahnya yang kita rancang dan jika ini kita jalankan dengan baik maka akan didapatkan temuan-temuan sains yang bermanfaat dan penerapannya (tehnologi)…itu kepada onta yang memiliki nilai ekonomis, bagaimana dengan hewan yang juga memiliki nilai ekonomis lainnya misalnya ayam, kambing, sapi, dll…dan masih banyak ayat yang bisa menginspirasi sains…namun sayangnya sebagian besar (kalau tidak mengatakan semuanya) kaum muslimin sendiri tidak memperhatikan hal-hal yang demikian ini…



Kutip
Yang lebih parah lagi ketika sains ditentang karena tidak sesuai dengan ayat, seperti kasus evolusi..Ini benar-benar menghambat sains..


Untuk kasus evolusi…memang teori evolusi menghasilkan sesuatu yang salah (masa dikatakan manusia adalah perkembangan lebih lanjut dari primata) ya tentu saja karena ia nekat memasuki yang bukan wilayah sains, yaitu wilayah ghoib (yakni sesuatu yang amat jauh di masa lalu),…ranah sains adalah segala sesuatu yang masuk dalam jangkauan panca dan akal manusia …dalam hal ini ayat meluruskan apa yang ditemukan sains (dalam hal ini evolusi) karena yang tahu wilayah ghoib hanya Alloh, dan pengetahuan Alloh itu diekspresikan dalam ayat-ayat Al-Qur’an…ini sama sekali tidak menghambat sains (seperti komentar saya sebelumnya), hanya meluruskan apa yang dicapai sains…

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rawWARus pada Oktober 30, 2011, 04:59:25 AM
SATU KATA "PREKETEEEEKKK...." untuk jawaban tema ini
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Oktober 30, 2011, 07:54:41 AM
memang benar tanpa mengetahui ayat itupun sains tetap jalan di masa apapun dan dimanapun oleh siapapun…tapi dengan tahu ayat itu kita tahu bahwa sains itu memiliki landasan teologisnya yang menempatkan “scientific process” sebagai “perbuatan (al-‘amal) yang Islami”, artinya kalau itu dikerjakan dengan ikhlas karena Alloh semata maka akan berpahala di akherat kelak…dan itulah perlunya Tuhan dalam sains…

Sains tidak memiliki landasan teologis, dengan mengharapkan pahala di akherat..Sains tidak membutuhkan Tuhan..

meskipun Al-Qur’an tidak scientific,tapi bisa juga Al-Qur’an digunakan sebagai inspirasi dalam pengembangan sains, kalau mau…misalnya dikatakan di dalam QS 88 ayat 17, “ afala yanzhuru ilal-ibili kaifa khuliqot “, yang artinya, “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan kepada onta, bagaimana ia dibuat (diciptakan) “…ini adalah perintah kepada kita untuk “memperhatikan (meneliti) bagaimana onta itu dibuat (diciptakan) “…ini mestinya ditindak lanjuti dengan tindakkan sains dengan metode ilmiahnya yang kita rancang dan jika ini kita jalankan dengan baik maka akan didapatkan temuan-temuan sains yang bermanfaat dan penerapannya (tehnologi)…itu kepada onta yang memiliki nilai ekonomis, bagaimana dengan hewan yang juga memiliki nilai ekonomis lainnya misalnya ayam, kambing, sapi, dll…dan masih banyak ayat yang bisa menginspirasi sains…namun sayangnya sebagian besar (kalau tidak mengatakan semuanya) kaum muslimin sendiri tidak memperhatikan hal-hal yang demikian ini…

Tidak perlu ayat ini..Ilmuwan sudah memperhatikan dan meneliti asal usul mahluk hidup, termasuk onta..Kalau kaum Muslimin tidak turut serta meneliti, itu urusan mereka sendiri..

Untuk kasus evolusi…memang teori evolusi menghasilkan sesuatu yang salah (masa dikatakan manusia adalah perkembangan lebih lanjut dari primata) ya tentu saja karena ia nekat memasuki yang bukan wilayah sains, yaitu wilayah ghoib (yakni sesuatu yang amat jauh di masa lalu),…ranah sains adalah segala sesuatu yang masuk dalam jangkauan panca dan akal manusia …dalam hal ini ayat meluruskan apa yang ditemukan sains (dalam hal ini evolusi) karena yang tahu wilayah ghoib hanya Alloh, dan pengetahuan Alloh itu diekspresikan dalam ayat-ayat Al-Qur’an…ini sama sekali tidak menghambat sains (seperti komentar saya sebelumnya), hanya meluruskan apa yang dicapai sains…

Asal usul mahluk hidup termasuk manusia adalah ranah Sains, bukan gaib..Kalau Anda mengatakan teori Evolusi salah, dan mau meluruskan, silakan dibantah dengan logika dan fakta sains..Jangan dengan dasar keimanan Anda..Jika tidak, maka Anda hanya menghambat sains..

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 30, 2011, 09:04:21 AM
Selain menjadi sumber kekuatan, iman juga menjadi sumber kelemahan. Sudah jelas dengan kondisi islam saat ini, ada yang salah dengan islam, tapi mereka tidak mau mengakui dan lebih suka hanyut dalam mimpi dan nostalgia masa silam. Tapi bukankah ini bagus? Bayangkan kalau mereka sampai bisa mengembangkan teknologi sendiri dengan sikap seperti sekarang? Ini akan menjadi lebih buruk dari pada musolini. Dan asiknya lagi, sampai beberapa dekade kedepan, mereka tidak akan mampu untuk menemukan dimana letak kesalahannya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 01, 2011, 06:27:09 AM
Sains tidak memiliki landasan teologis, dengan mengharapkan pahala di akherat..Sains tidak membutuhkan Tuhan..

Itu bagi mereka…tapi bagi kita punya…seperti yang telah saya jelaskan



Kutip
Tidak perlu ayat ini..Ilmuwan sudah memperhatikan dan meneliti asal usul mahluk hidup, termasuk onta..Kalau kaum Muslimin tidak turut serta meneliti, itu urusan mereka sendiri..

tapi kita perlu ayat ayat itu, karena dengan demikian kita mengukuti petunjuk Tuhan…sedangkan mereka mengikuti siapa?...keinginan hawa nafsu?...


Kutip
Asal usul mahluk hidup termasuk manusia adalah ranah Sains, bukan gaib..Kalau Anda mengatakan teori Evolusi salah, dan mau meluruskan, silakan dibantah dengan logika dan fakta sains..Jangan dengan dasar keimanan Anda..Jika tidak, maka Anda hanya menghambat sains..

tahu artinya ghoib?...yakni setiap yang diluar jangkauan panca indra dan akal manusia karena jauh dan tersembunyi… apa saja itu , diantaranya masa lalu dan masa depan, surga, neraka, dll…wilayah sains adalah setiap yang dapat dijangkau oleh panca indra dan akal manusia dengan bantuan alat atau tidak….kalau nekat menyentuhnya ya seperti meraba-raba dalam kegelapan…akan sulit memperoleh kepastian dan akan sulit dipastikan…

Mengapa hanya harus di bantah dengan logika dan fakta sains, kalau ada bantahan lain yang lebih kompeten yakni dari yang membuat manusia itu sendiri (Alloh)…

Apakah anda ingin mengatakan ayat-ayat Al-Qur’an menghambat sains?...setelah saya jelaskan bahwa ayat justru mendorong sains…
 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 01, 2011, 09:38:22 AM
Terserah anda jika mau mempercayai hal gaib, tapi jika anda mencampuradukkan hal gaib dan sains, atau menyodorkan masalah gaib sebagai jawaban pertanyaan sains, jelas anda akan ditolak.

Toh anda tak bisa membuktikan kalau ayat itu memang dari Tuhan, dan modal klaim anda adalah iman.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 01, 2011, 12:09:53 PM
batas ilmu adalah ruang lingkup pengalaman manusia.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rawWARus pada November 02, 2011, 03:17:53 AM
tp klo dipikir2 jawabannya :
sains memang tidak memerlukan Tuhan...
yg perlu Tuhan adalah manusia khususnya dan mahluk hidup pada umumnya
sedangkan sains disini adalah sebagai alat/jalan untuk mengenal Tuhan...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 02, 2011, 01:39:08 PM
berlanjut kepada definisi tuhan...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 03, 2011, 03:10:02 AM
berlanjut kepada definisi tuhan...

kita baru bisa mendefinisikan sesuatu dengan benar jika sesuatu itu dapat kita tangkap dengan panca indra dan akal kita.... jika tidak ya tidak mungkin...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 03, 2011, 10:53:22 AM
Kita mendefinisikan tuyul, meski kita tak pernah melihat atau memegang tuyul, kita bahkan meragukan eksistensi tuyul
Kita mendefinisikan peri, elf, hantu, makhluk mitologi, meski semua itu tidak masuk akal.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 03, 2011, 11:37:39 AM
kita baru bisa mendefinisikan sesuatu dengan benar jika sesuatu itu dapat kita tangkap dengan panca indra dan akal kita.... jika tidak ya tidak mungkin...

kalau memang anda mengatakan bahwa definisi itu jika sesuatu dapat ditangkap dengan panca indera, tidak perlu juga memaksakan sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera sebagai sesuatu yang bisa didefinisikan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 03, 2011, 11:56:06 AM
Intermezzo, teman-teman.

http://9gag.com/gag/443839

Ohmmmmmmmm.....
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 06, 2011, 11:26:23 PM
kalau memang anda mengatakan bahwa definisi itu jika sesuatu dapat ditangkap dengan panca indera, tidak perlu juga memaksakan sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera sebagai sesuatu yang bisa didefinisikan.

yah sejatinya manusia dengan sendirinya tidak akan bisa mendefinisikan Tuhan dengan benar karena Tuhan itu ghoib bagi manusia (diluar jangkauan panca indra dan akal manusia)…tapi keberadaan Tuhan tidaklah ghoib bagi Tuhan sendiri kan…artinya yang bisa mendefinisikan Tuhan dengan benar ya Tuhan sendiri kan…lalu apa yang diketahui Tuhan tentang diri-Nya harus diketahui oleh manusia karena mengetahui hal itu sangat penting bagi manusia agar manusia mengenal Tuhannya dengan benar…bagaimana caranya?...yang ditempuh Tuhan adalah dengan jalan mengutus Utusan-Nya yang benar-benar Dia pilih dari kalangan manusia dengan memiliki kriteria tertentu diantaranya jujur (tidak pernah di ketahui bohong), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan seperti apa adanya, tidak merubah-rubah), dll…dan diantara para Utusan-Nya ada Muhammad saw yang menerima wahyu-Nya yaitu Al-Qur’an…dan melalui Utusan-Nya itulah Tuhan menyatakan tentang diri-Nya…dan kita tahu definisi tentang Tuhan hanya dari para Utusan-Nya (diantanya Muhammad saw ) yakni dari Al-Qur’an…diantara definisi itu adalah bahwa “Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia (Tuhan, yakni Alloh) dan Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat “ (QS 42 ayat 11)…nama Tuhan itu adalah Alloh (QS 1 ayat 1)…Dia  beristiwa (tinggi dan naik) di atas Arsy (QS 20 ayat5)…dan melaluinya kita bisa tahu apa yang diperbuat Tuhan, termasuk Dia yang membuat (membikin) segala sesuatu diantaranya langit, bumi, hewan, manusia, dll… 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 07, 2011, 01:09:33 AM
Intinya, yang bisa anda sodorkan adalah iman anda. Lalu?
Anda berharap mereka yang tak punya iman yang sama akan menerimanya?
Mengapa non-muslim harus percaya Muhammad benar diutus Tuhan?
Mengapa non-muslim harus percaya Muhammad benar jujur?
Anda berharap mereka akan menerimanya dengan iman yang sama dengan anda?

Apalagi jika bicara tentang sains, yang berdasar pada pengujian demi pengujian demi mendapat fakta dan pembuktian. Jika cuma modal percaya, mana bisa?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 09, 2011, 12:43:17 AM
yah sejatinya manusia dengan sendirinya tidak akan bisa mendefinisikan Tuhan dengan benar karena Tuhan itu ghoib bagi manusia (diluar jangkauan panca indra dan akal manusia)…tapi keberadaan Tuhan tidaklah ghoib bagi Tuhan sendiri kan…artinya yang bisa mendefinisikan Tuhan dengan benar ya Tuhan sendiri kan…lalu apa yang diketahui Tuhan tentang diri-Nya harus diketahui oleh manusia karena mengetahui hal itu sangat penting bagi manusia agar manusia mengenal Tuhannya dengan benar…bagaimana caranya?...yang ditempuh Tuhan adalah dengan jalan mengutus Utusan-Nya yang benar-benar Dia pilih dari kalangan manusia dengan memiliki kriteria tertentu diantaranya jujur (tidak pernah di ketahui bohong), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan seperti apa adanya, tidak merubah-rubah), dll…dan diantara para Utusan-Nya ada Muhammad saw yang menerima wahyu-Nya yaitu Al-Qur’an…dan melalui Utusan-Nya itulah Tuhan menyatakan tentang diri-Nya…dan kita tahu definisi tentang Tuhan hanya dari para Utusan-Nya (diantanya Muhammad saw ) yakni dari Al-Qur’an…diantara definisi itu adalah bahwa “Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia (Tuhan, yakni Alloh) dan Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat “ (QS 42 ayat 11)…nama Tuhan itu adalah Alloh (QS 1 ayat 1)…Dia  beristiwa (tinggi dan naik) di atas Arsy (QS 20 ayat5)…dan melaluinya kita bisa tahu apa yang diperbuat Tuhan, termasuk Dia yang membuat (membikin) segala sesuatu diantaranya langit, bumi, hewan, manusia, dll… 

kenapa anda tidak konsisten dengan pendapat anda sendiri? dalam penelitian, pendapat seseorang yang tidak konsisten dianggap tidak valid. acuan anda juga tidak dapat dipakai untuk objek dengan kepercayaan yang berbeda, jadi tidak reliabel juga.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 09, 2011, 10:27:41 AM
kenapa anda tidak konsisten dengan pendapat anda sendiri? dalam penelitian, pendapat seseorang yang tidak konsisten dianggap tidak valid. acuan anda juga tidak dapat dipakai untuk objek dengan kepercayaan yang berbeda, jadi tidak reliabel juga.

ah masa sih... bahkan menurut saya sangat logis...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada November 09, 2011, 10:34:51 AM
ah masa sih... bahkan menurut saya sangat logis...

coba jelaskan ke logis an anda ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 09, 2011, 11:07:43 AM
Mungkin logis bagi dia adalah 'aturan dua pasal'
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada November 09, 2011, 11:13:56 AM
Mungkin logis bagi dia adalah 'aturan dua pasal'

maksudnya aturan dua pasal?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 09, 2011, 11:49:44 AM
@Kusmardiyanto
Anda bersikeras mengklaim pendapat Anda logis..Berarti bisa diuji di sini, di forum ini..

Anda tidak bisa mendefinisikan Tuhan, kecuali lewat definisi yg disampaikan oleh utusanNya yaitu Muhammad..Jadi basis iman Anda adalah Muhammad..Ini logis menurut Anda...its fine..

Now, bersediakah Anda diuji tentang bukti bahwa Muhammad adalah Nabi? Diuji tentang kredibilitas Muhammad? Jika Anda bersedia, sodorkan bukti valid, logis & tak terbantahkan bahwa Muhammad adalah Nabi..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 09, 2011, 02:12:55 PM
maksudnya aturan dua pasal?
1. Semua mungkin buat Tuhan
2. Balik ke aturan pertama
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 11, 2011, 07:08:57 AM
coba jelaskan ke logis an anda ?

coba baca lagi...karena disitulah penjelasannya...

atau menurut anda tidak logis?...dibagian mana?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 11, 2011, 07:41:27 AM
@Kusmardiyanto
Anda bersikeras mengklaim pendapat Anda logis..Berarti bisa diuji di sini, di forum ini..

logis itu ada dua yaitu logis-rasional yaitu sesuatu yang masuk akal sejauh yang ditunjukkan oleh hukum alam...dan logis-suprarasional yaitu sesuatu yang masuk akal yang kebenarananya hanya mengandalkan argumen dan tidak diukur dan ditunjukkan oleh hukum alam...tahu kan penjelasan saya masuk yang mana?

Kutip
Anda tidak bisa mendefinisikan Tuhan, kecuali lewat definisi yg disampaikan oleh utusanNya yaitu Muhammad..Jadi basis iman Anda adalah Muhammad..Ini logis menurut Anda...its fine..

ya...hanya diketahui dari wahyu yang Tuhan turunkan kepada Utusan-Nya (salah satunya Muhammad saw) yakni Al-Qur'an

bukan...basis iman kita adalah " beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat (Alloh), beriman kepada para Utusan Alloh (salah satunya Muhammad saw), beriman kepada kitab-kitab (yang diturunkan Alloh)(salah satunya Al-Qur'an), beriman kepada hari akhir (hari kiamat), dan beriman kepada takdir yang baik atau yang buruk (semuanya dari Alloh)...yang dikenal dengan rukun iman

menurut anda tidak logis?...dibagian mana?

Kutip
Now, bersediakah Anda diuji tentang bukti bahwa Muhammad adalah Nabi? Diuji tentang kredibilitas Muhammad? Jika Anda bersedia, sodorkan bukti valid, logis & tak terbantahkan bahwa Muhammad adalah Nabi..

mengujinya sekarang, di zaman sekarang,oleh orang zaman sekarang?...apa tidak terlambat?...dan sudah diuji sejak zaman dulu oleh orang-orang zaman dahulu (para sahabat Nabi saw)...sekarang mau mengujinya dengan apa?....

masih ragu bahwa Muhammad saw itu seorang Nabi?....anda muslim?...aneh sekali...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 11, 2011, 08:03:55 AM
logis itu ada dua yaitu logis-rasional yaitu sesuatu yang masuk akal sejauh yang ditunjukkan oleh hukum alam...dan logis-suprarasional yaitu sesuatu yang masuk akal yang kebenarananya hanya mengandalkan argumen dan tidak diukur dan ditunjukkan oleh hukum alam...tahu kan penjelasan saya masuk yang mana?

hmm numpang sharing http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 12, 2011, 05:03:02 AM
logis itu ada dua yaitu logis-rasional yaitu sesuatu yang masuk akal sejauh yang ditunjukkan oleh hukum alam...dan logis-suprarasional yaitu sesuatu yang masuk akal yang kebenarananya hanya mengandalkan argumen dan tidak diukur dan ditunjukkan oleh hukum alam...tahu kan penjelasan saya masuk yang mana?

Logis Suprarasional? Menurut saya sih logis itu rasional atau masuk akal

ya...hanya diketahui dari wahyu yang Tuhan turunkan kepada Utusan-Nya (salah satunya Muhammad saw) yakni Al-Qur'an

bukan...basis iman kita adalah " beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat (Alloh), beriman kepada para Utusan Alloh (salah satunya Muhammad saw), beriman kepada kitab-kitab (yang diturunkan Alloh)(salah satunya Al-Qur'an), beriman kepada hari akhir (hari kiamat), dan beriman kepada takdir yang baik atau yang buruk (semuanya dari Alloh)...yang dikenal dengan rukun iman

menurut anda tidak logis?...dibagian mana?

Anda mengetahui definisi Tuhan dari Quran..Quran menurut Anda adalah kata-kata Tuhan..Siapa yang pertama kali mengatakan Quran adalah kata-kata Tuhan? Muhammad..Adakah orang lain yang mendengar ketika Tuhan berkata-kata kepada Muhammad? Tidak ada..Muhammad adalah saksi satu-satunya..

Anda beriman kepada Allah, Malaikat2Nya, Kitab2Nya, Nabi2Nya, Hari Akhir dan Takdir..Darimana Anda percaya ini? dari Quran dan Hadis..Siapa yang mengatakan bahwa Quran adalah kata-kata Tuhan? Muhammad..Adakah orang lain yang ikut mendengarkan kata-kata Tuhan? tak seorang pun..Hadis adalah kata-kata Muhammad..

Jadi sumber segala sumber keimanan Anda adalah Muhammad..Berhubung Anda bersikeras bahwa Iman Anda adalah logis, tentu bisa diuji secara logis pula..Hal pertama yang harus diuji adalah sumber keimanan Anda..Yaitu Muhammad..

Jika tetangga Anda mengaku sebagai Nabi..kemudian mengatakan hal-hal yang tidak masuk di akal Anda..Menyuruh Anda untuk percaya begitu saja..Menyuruh Anda untuk bertindak ini dan itu..Mengancam Anda dengan siksa neraka..Apakah yang pertama kali Anda lakukan? Tentu menguji dulu, tetangga Anda ini benar-benar Nabi atau tidak..Anda harus menanyakan bukti-buktinya..Anda harus menggunakan akal Anda..Jika Tuhan menganugerahkan akal kepada kita, mengapa kita tidak menggunakannya? Bagaimana Anda tahu bahwa tetangga Anda bukan penipu, misalnya?


mengujinya sekarang, di zaman sekarang,oleh orang zaman sekarang?...apa tidak terlambat?...dan sudah diuji sejak zaman dulu oleh orang-orang zaman dahulu (para sahabat Nabi saw)...sekarang mau mengujinya dengan apa?....

masih ragu bahwa Muhammad saw itu seorang Nabi?....anda muslim?...aneh sekali...

Mengapa tidak? haruskah kita percaya begitu saja perkataan orang-orang dulu tanpa mengujinya dengan akal dan logika kita?

Kepercayaan saya tidak relevan dalam hal ini..Saya cenderung meragukan segala sesuatu sebelum diuji dengan logika dan bukti-bukti.

Nah, Anda bersikeras menganggap bahwa Iman Anda adalah logis..Untuk itu mohon dijawab pertanyaan sederhana ini : apa buktinya jika Muhammad adalah Nabi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: hakku_DRRR pada November 12, 2011, 06:53:27 AM
kenapa tuhan menciptakan nabi itu ada banyak?......kelas-jelas jika tuhan langsung mengutus nabi muhammad....semua kebodohan di zaman dahulu cepat menghilangkan?........lalu ada cerita nabi?(saya lupa nama nabinya)pada saat itu dia sudah mengenal allah...kenapa dia tidak mengumumkannya kepada kaum kafir?...lalu kenapa dari ke 25 nabi....yang mengenal allah cuma dapat di hitung dengan satu tangan?......jika di ciptakan secara berurut...dan mereka semua semua selalu berkata tentang allah......akankah lebih menyakin kan...bukankah mereka berbeda zaman?......lalu kenapa mereka cuma di turunkan cuma di daerah ARAB?

maaf atas ketidak nyamanannya...tetapi tolong di jawab
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 12, 2011, 06:55:21 AM
logis itu ada dua yaitu logis-rasional yaitu sesuatu yang masuk akal sejauh yang ditunjukkan oleh hukum alam...dan logis-suprarasional yaitu sesuatu yang masuk akal yang kebenarananya hanya mengandalkan argumen dan tidak diukur dan ditunjukkan oleh hukum alam...tahu kan penjelasan saya masuk yang mana?
Aneh, baru kali ini aku mendengar apa yang disebut 'logika supranatural'.
Bahkan supranatural disebut logis juga hal baru.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 12, 2011, 08:06:49 AM
@hakku_DR
Dari 25 Nabi, yang orang Arab hanya Muhammad..Lainnya orang Israel..CMIIW..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 09:26:09 AM
kenapa tuhan menciptakan nabi itu ada banyak?......kelas-jelas jika tuhan langsung mengutus nabi muhammad....semua kebodohan di zaman dahulu cepat menghilangkan?........lalu ada cerita nabi?(saya lupa nama nabinya)pada saat itu dia sudah mengenal allah...kenapa dia tidak mengumumkannya kepada kaum kafir?...lalu kenapa dari ke 25 nabi....yang mengenal allah cuma dapat di hitung dengan satu tangan?......jika di ciptakan secara berurut...dan mereka semua semua selalu berkata tentang allah......akankah lebih menyakin kan...bukankah mereka berbeda zaman?......lalu kenapa mereka cuma di turunkan cuma di daerah ARAB?

maaf atas ketidak nyamanannya...tetapi tolong di jawab

jumlah Nabi itu 124.000 orang...adapun jumlah yang merangkap sebagai Rosul/Utusan Alloh itu 313 orang...dan yang disebutkan di dalam Al-Qur'an memang hanya 25 orang...dan memang sebagian besar dari keturunan Ibrohim as yang kebanyakkan tinggal di timur tengah...kenapa? karena ini terkait dengan janji Alloh kepada Ibrohim as yang akan menjadikan dia sebagai imam bagi manusia (QS 2 ayat 124)...semua para Nabi itu menerima wahyu dari Alloh dan dari wahyu itulah mereka tahu Alloh dengan benar...mereka berasal dari berbagai suku bangsa sejak Adam as hingga Muhammad saw (suku Arab)...dan mereka semua telah mengabarkan apa yang diterima kepada kaumnya masing-masing tentang Alloh...mereka selalu menyeru kepada kaumnya untuk "mengabdi/menghambakan diri/menyembah/beribadah kepada Alloh saja (QS 16 ayat 36)...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 09:27:55 AM
Aneh, baru kali ini aku mendengar apa yang disebut 'logika supranatural'.
Bahkan supranatural disebut logis juga hal baru.

bukan supranatural...suprarasional !!!
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 09:42:32 AM
Logis Suprarasional? Menurut saya sih logis itu rasional atau masuk akalAnda mengetahui definisi Tuhan dari Quran..Quran menurut Anda adalah kata-kata Tuhan..Siapa yang pertama kali mengatakan Quran adalah kata-kata Tuhan? Muhammad..Adakah orang lain yang mendengar ketika Tuhan berkata-kata kepada Muhammad? Tidak ada..Muhammad adalah saksi satu-satunya..

Anda beriman kepada Allah, Malaikat2Nya, Kitab2Nya, Nabi2Nya, Hari Akhir dan Takdir..Darimana Anda percaya ini? dari Quran dan Hadis..Siapa yang mengatakan bahwa Quran adalah kata-kata Tuhan? Muhammad..Adakah orang lain yang ikut mendengarkan kata-kata Tuhan? tak seorang pun..Hadis adalah kata-kata Muhammad..

Jadi sumber segala sumber keimanan Anda adalah Muhammad..Berhubung Anda bersikeras bahwa Iman Anda adalah logis, tentu bisa diuji secara logis pula..Hal pertama yang harus diuji adalah sumber keimanan Anda..Yaitu Muhammad..

Jika tetangga Anda mengaku sebagai Nabi..kemudian mengatakan hal-hal yang tidak masuk di akal Anda..Menyuruh Anda untuk percaya begitu saja..Menyuruh Anda untuk bertindak ini dan itu..Mengancam Anda dengan siksa neraka..Apakah yang pertama kali Anda lakukan? Tentu menguji dulu, tetangga Anda ini benar-benar Nabi atau tidak..Anda harus menanyakan bukti-buktinya..Anda harus menggunakan akal Anda..Jika Tuhan menganugerahkan akal kepada kita, mengapa kita tidak menggunakannya? Bagaimana Anda tahu bahwa tetangga Anda bukan penipu, misalnya?

Mengapa tidak? haruskah kita percaya begitu saja perkataan orang-orang dulu tanpa mengujinya dengan akal dan logika kita?

Kepercayaan saya tidak relevan dalam hal ini..Saya cenderung meragukan segala sesuatu sebelum diuji dengan logika dan bukti-bukti.

Nah, Anda bersikeras menganggap bahwa Iman Anda adalah logis..Untuk itu mohon dijawab pertanyaan sederhana ini : apa buktinya jika Muhammad adalah Nabi?


melihat gelagatnya tentu akan membantah semuanya kan...meski aku sebutkan juga pasti akan anda bantah kan...lalu buat apa?...membantah ayat-ayat Alloh (Al-Qur'an) itu sangat riskan sekali...dan sangat berat konsekuensinya bagi siapa saja, muslim atau non muslim,....

kalau begitu caranya ...berapa banyak pengetahuan yang telah lolos dari dari uji anda ...apa benar pengetahuan anda terima semua sudah anda uji?....

anda muslim????
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 12, 2011, 10:00:01 AM
melihat gelagatnya tentu akan membantah semuanya kan...meski aku sebutkan juga pasti akan anda bantah kan...lalu buat apa?...membantah ayat-ayat Alloh (Al-Qur'an) itu sangat riskan sekali...dan sangat berat konsekuensinya bagi siapa saja, muslim atau non muslim,....
sudah jelas kan, sains itu bisa dibantah
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: danzJr pada November 12, 2011, 10:30:11 AM
Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sang

at tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan, formal maupun informal, dari manusia pemiliknya. Jadi, akal bisa didefinisikan sebagai salah satu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk mengingat, menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau salah.

Namun, karena kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman dan pendidikan tidak sama. Maka tidak ada kemampuan akal antar manusia yang betul-betul sama.

Akal berasal dari bahasa Arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Dengan akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling, juga dapat mengembangkan konsepsi-konsepsi mengenai watak dan keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian yang esensial hidup ini.

Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar. Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan.

Akal fikiran tidak hanya digunakan untuk sekedar makan, tidur, dan berkembang biak, tetapi akal juga mengajukan beberapa pertanyaan dasar tentang asal-usul, alam dan masa yang akan datang.Kemampuan berfikir mengantarkan pada suatu kesadaran tentang betapa tidak kekal dan betapa tidak pastinya kehidupan ini.

Freud membagi manusia menjadi tiga wilayah pokok, antara lain:

1. id, yang mempersamakan id dengan instink atau naluri

2. ego, yang merupakan akal fikiran

3. super ego, yakni adat kebiasaan sosial dan kaidah moral


Sesuai kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar, dipercayakan kepada instink, maka diberikan pada akal (ego) peran yang strategis dalam perencanaan bentuk pemuasan terhadap instink (id) sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang diajukan oleh kenyataan yang rasional serta tuntutan adat kebiasaan sosial dan kepercayaan (super ego).

Kant mengatakan bahwa apa yang kita katakan rasional itu adalah suatu pemikiran yang masuk akal tetapi menggunakan ukuran hukum alam.Dengan kata lain, rasional adalah kebenaran akal yang diukur dengan hukum alam, menurut Kant.

Contoh
    Pesawat terbang yang beratnya ratusan ton, kok bisa terbang?

Jawabannya adalah Ya, dengan alasan karena pesawat itu telah dirancang sesuai dengan hukum alam. Itu rasional. Lain halnya dengan cerita Nabi Musa yang melemparkan tongkatnya ke tanah, lantas tongkat itu menjadi ular, segera saja Anda mengatakan bahwa itu tidak rasional karena menurut hukum alam adalah tidak mungkin tongkat dapat berubah menjadi ular.

Kesimpulan
1. Sesuatu yang rasional ialah sesuatu yang mengikuti atau sesuai dengan hukum alam
2. Yang tidak rasional adalah yang tidak sesuai dengan hukum alam
3. Kebenaran akal diukur dengan hukum alam. artinya akal hanya sebatas hukum alam

http://id.wikipedia.org/wiki/Akal#cite_note-Filsafat_Ilmu-4
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 11:13:56 AM

Contoh
    Pesawat terbang yang beratnya ratusan ton, kok bisa terbang?

Jawabannya adalah Ya, dengan alasan karena pesawat itu telah dirancang sesuai dengan hukum alam. Itu rasional. Lain halnya dengan cerita Nabi Musa yang melemparkan tongkatnya ke tanah, lantas tongkat itu menjadi ular, segera saja Anda mengatakan bahwa itu tidak rasional karena menurut hukum alam adalah tidak mungkin tongkat dapat berubah menjadi ular.


itulah (yakni tentang pesawat terbang itu) yang dimaksud dengan logis-rasional...adapun logis-suprarasional itu begini...dalam kisah Musa as tadi...kita tahu kan Musa as adalah Rosul/Utusan Alloh dan Alloh itu bisa membuat apa saja dari apa saja yang Dia maui ketika Alloh memerintahkan Musa as untuk melemparkan tongkatnya maka dijadikanlah tongkat itu oleh Alloh menjadi ular yang memakan ular-ular yang berasal dari sihir para penyihir itu...ini rangkaian yang logis (masuk akal) meskipun tidak sesuai dengan hukum alam...inilah yang saya maksud dengan logis-suprarasional...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2011, 11:43:33 AM
@hakku_DR
Dari 25 Nabi, yang orang Arab hanya Muhammad..Lainnya orang Israel..CMIIW..

Yunus kayaknya bukan bani israel deh, Ayyub juga. Bahkan baal bin peor juga nabi, tapi ngotot nyembah berhala, akhirnya ya dihantem sama musa.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 12, 2011, 11:45:01 AM
hmm kalo harry potter tu termasuk logis-suprarasional ga?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2011, 11:45:35 AM
itulah (yakni tentang pesawat terbang itu) yang dimaksud dengan logis-rasional...adapun logis-suprarasional itu begini...dalam kisah Musa as tadi...kita tahu kan Musa as adalah Rosul/Utusan Alloh dan Alloh itu bisa membuat apa saja dari apa saja yang Dia maui ketika Alloh memerintahkan Musa as untuk melemparkan tongkatnya maka dijadikanlah tongkat itu oleh Alloh menjadi ular yang memakan ular-ular yang berasal dari sihir para penyihir itu...ini rangkaian yang logis (masuk akal) meskipun tidak sesuai dengan hukum alam...inilah yang saya maksud dengan logis-suprarasional...


Permasalahan dari mukjizat adalah, otak kita bisa meledak mikirin itu kalau menurut saya, memahami logika Trigonometri 3D saja sudah bikin otak saya capek banget. Apalagi kalau alam semesta tidak teratur dan seenak jidat kayak kita bikin program, yang penting jadi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2011, 11:46:18 AM
hmm kalo harry potter tu termasuk logis-suprarasional ga?

Masuknya ke, logis-kalau-disebut-fiksi
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 12, 2011, 11:54:33 AM

Permasalahan dari mukjizat adalah, otak kita bisa meledak mikirin itu kalau menurut saya, memahami logika Trigonometri 3D saja sudah bikin otak saya capek banget. Apalagi kalau alam semesta tidak teratur dan seenak jidat kayak kita bikin program, yang penting jadi.

adalah setuju, menurut sy, hal2 supranatural seperti mukjizat belum (bukan berarti tidak) dimasukkan pada ranah sains, jadi baeknya jangan dihubung2kan (cocologi), sampe2 ketemu istilah logis-suprarasional, dapet drmn ya ini?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 12, 2011, 12:11:44 PM
bukan supranatural...suprarasional !!!
My mistake

dalam kisah Musa as tadi...kita tahu kan Musa as adalah Rosul/Utusan Alloh dan Alloh itu bisa membuat apa saja dari apa saja yang Dia maui ketika Alloh memerintahkan Musa as untuk melemparkan tongkatnya maka dijadikanlah tongkat itu oleh Alloh menjadi ular yang memakan ular-ular yang berasal dari sihir para penyihir itu...ini rangkaian yang logis (masuk akal) meskipun tidak sesuai dengan hukum alam...inilah yang saya maksud dengan logis-suprarasional...
Ini apanya yang rasional?
Bahkan apakah Musa benar rasul bisa dipertanyakan
Fenomena yang terjadi dalam kisah Musa bisa dipertanyakan
Bahkan eksistensi Musa sendiri bisa dipertanyakan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 01:08:55 PM
hmm kalo harry potter tu termasuk logis-suprarasional ga?

memang cukup sulit dibedakan dengan cerita fiksi yang semua rangkaiannya logis (masuk akal)...tapi jika dibedakan dengan melihat apakah itu realistis (ada di alam nyata) atau bukan (fiksi) maka karena harry potter itu cerita fiksi ya dengan sendirinya tidak termasuk...atau barangkali jika memang tidak perlu membedakan realistis atau fiksi asal logis (masuk akal) maka jika cerita harry potter itu logis (masuk akal) maka termasuk....entahlah...tapi ngomong-ngomong cerita harry potter itu itu logis (masuk akal) nggak sih?....menurut anda logis (masuk akal) nggak?...masa sih sapu bisa terbang logikanya bagaimana?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 12, 2011, 01:32:10 PM
Ini apanya yang rasional?
Bahkan apakah Musa benar rasul bisa dipertanyakan
Fenomena yang terjadi dalam kisah Musa bisa dipertanyakan
Bahkan eksistensi Musa sendiri bisa dipertanyakan.

memang tidak rasional dalam arti tidak sesuai dengan hukum alam...itulah yang sama maksud logis-suprarasional (masuk akal meski tidak sesuai dengan hukum alam)...saya bilang logis ada dua yakni logis-rasional (masuk akal dan sesuai dengan hukum alam) dan logis-suprarasional...

boleh saja anda mempertanyakan tentang itu...tapi yang jelas kisah Musa as dsb telah diceritakan oleh Alloh (Tuhan yang sebenarnya bagi seluruh manusia) dalam wahyu-Nya (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Muhammad saw...dan Al-Qur'an itu telah ada pada kita...dan kita mempercayainya (mengimaninya)...perkara anda percaya atau tidak itu terserah anda...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada November 13, 2011, 01:06:51 AM
Oro?
Mananya yang masuk akal ya?
Justru tidak logis dan tidak masuk akal, makanya diragukan, tapi anda ngotot itu masuk akal cuma karena sesuai iman anda?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 13, 2011, 05:14:28 AM
melihat gelagatnya tentu akan membantah semuanya kan...meski aku sebutkan juga pasti akan anda bantah kan...lalu buat apa?...membantah ayat-ayat Alloh (Al-Qur'an) itu sangat riskan sekali...dan sangat berat konsekuensinya bagi siapa saja, muslim atau non muslim,....

kalau begitu caranya ...berapa banyak pengetahuan yang telah lolos dari dari uji anda ...apa benar pengetahuan anda terima semua sudah anda uji?....

anda muslim????

Saya pikir forum di sini bukan untuk membantah..Saya lebih senang menyebutnya "clash of argument"..Setiap orang tentu punya pendapat berbeda..Dengan beradu argumentasi, mungkin salah satu mengkoreksi yang lain..Tetapi tetap terserah yang bersangkutan untuk menerima koreksi atau tidak..Ada kalanya dua-duanya bersikukuh dengan argumennya..Siapa bilang harus ada kesepakatan dalam beradu argumentasi?..Tak seorangpun punya otoritas untuk memonopoli kebenaran, termasuk saya..Semua berpulang kembali kepada yang berdiskusi, dan terserah pembaca yang lain untuk menilainya..

Lantas apa perlunya beradu argumentasi? Kalau saya, banyak manfaatnya..Saya jadi tahu kesalahan dalam argumentasi saya..Saya tidak perlu malu mengakui kesalahan..Mungkin rekan diskusi saya lebih baik pendapatnya, atau bahkan totally "benar", dalam konteks logika..Jika rekan diskusi menurut saya keliru, tetapi toh tetap saja akan ada sisi-sisi kebenaran yang bisa saya ambil untuk menambah wawasan..Dari sini saya berharap pengetahuan saya tumbuh, dan saya berharap menjadi lebih baik..

Di sini, di forum ini, setiap pendapat bisa dibantah..Jika tidak mau dibantah, tulis saja artikel satu arah dan menutup commentnya..Itulah mengapa disebut forum..Untuk saling mengisi, mengkoreksi, menambahkan..Tidak ada yang tabu dalam berbeda pendapat, bahkan dalam urusan kepercayaan sekalipun..Menurut saya, hak untuk beragama dan berkepercayaan harus dihormati..Tetapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati, justru harus dipertanyakan dan diteliti..Jika tidak, kita bisa terjerumus dalam kepercayaan yang salah, bahkan jahat..Misalnay Anda sebagai Muslim harus menghormati hak orang Kristiani untuk percaya pada Trinitas..Anda tidak boleh memaksa mereka supaya meninggalkan kepercayaannya..Tetapi Anda tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas..Anda boleh untuk mempertanyakan dan menelitinya..Baru Anda dipersilakan untuk ikut percaya atau tidak..

Untuk kepercayaan yang jahat seperti Nazisme misalnya, Anda bahkan harus menyelidiki dan mendebatnya..Jika penganut Nazisme tersinggung, biarkan mereka tersinggung..Keselamatan umat manusia lebih penting daripada menjaga perasaan mereka..

Anda berpendapat bahwa iman Anda logis..Tetapi Anda berkelit bahwa logis Anda adalah logis suprarasional..Ini nonsense..Logis adalah masuk akal..Suprarasional adalah di luar akal..Bagaimana Anda menggabungkan air dan api sekaligus?

Menurut Anda Quran adalah firman Tuhan..Dan menurut Anda semua pengetahuan modern, big bang, astronomi, geologi, kedokteran, ternyata sudah ada semua di Quran..Hanya orang tidak atau belum mengetahuinya..Bukankah ini dahsyat sekali? Karena itulah pentingnya berdiskusi tentang ayat-ayat Quran..Bahkan semua ilmuwan modern harus meneliti Quran..Karena dari sini bisa dieksplorasi ilmu-ilmu baru yang belum pernah diketahui..Para ilmuwan tidak perlu mencari sumber lain..Jika mereka sejak semula sudah meneliti Quran, maka big bang, perbintangan, rotasi bumi,  revolusi bumi, bumi itu bulat, pertumbuhan janin, bisa diketahui lebih cepat..Mereka telah menyia-nyiakan waktu dengan tidak mau mempelajari Quran..

Tetapi mungkin para Illmuwan ini ingin pembuktian dulu, benarkah Quran ini kata-kata Tuhan? Tugas Andalah, Muslim, untuk meyakinkan mereka..Jangan buat waktu mereka terbuang sia-sia untuk mengkaji Quran dan menemukan ide scientific di situ, jika ternyata Quran terbukti bukan kata-kata Tuhan, tetapi cuman karangan seseorang ratusan tahun yang lalu, yang sama sekali tidak paham paham sains ....

Anda terus menerus menanyakan saya Muslim atau tidak..Ini benar-benar, maaf,  konyol..Ini tidak ada kaitannya..Jika saya Non Muslim, tetap saja Anda harus menjawab pertanyaan saya, siapa tahu saya akan menjadi Muslim, jika argumen Anda benar..Jika saya Muslim, inilah kesempatan Anda untuk memperkuat iman saya..jadi tunggu apa lagi?

Kembali ke permintaan saya semula..Mohon dijawab pertanyaan yang sederhana namun penting ini..Apa buktinya kalau Muhammad adalah Nabi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 13, 2011, 07:28:10 AM
Oro?
Mananya yang masuk akal ya?
Justru tidak logis dan tidak masuk akal, makanya diragukan, tapi anda ngotot itu masuk akal cuma karena sesuai iman anda?

sebaiknya lihat rangkaian dari penjelasan sebelumnya...dan dan sebutkan mana yang tidak logis, tidak masuk akal?....
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 13, 2011, 08:24:19 AM
Yunus kayaknya bukan bani israel deh, Ayyub juga. Bahkan baal bin peor juga nabi, tapi ngotot nyembah berhala, akhirnya ya dihantem sama musa.

Minta tolong di cek kan di Perjanjian Lama, apakah Yunus dan Ayub orang Israel atau Arab..Kayaknya ada di PL..Kalo gak salah Yunus itu Yonah ya..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 13, 2011, 09:05:32 AM
Saya pikir forum di sini bukan untuk membantah..Saya lebih senang menyebutnya "clash of argument"..Setiap orang tentu punya pendapat berbeda..Dengan beradu argumentasi, mungkin salah satu mengkoreksi yang lain..Tetapi tetap terserah yang bersangkutan untuk menerima koreksi atau tidak..Ada kalanya dua-duanya bersikukuh dengan argumennya..Siapa bilang harus ada kesepakatan dalam beradu argumentasi?..Tak seorangpun punya otoritas untuk memonopoli kebenaran, termasuk saya..Semua berpulang kembali kepada yang berdiskusi, dan terserah pembaca yang lain untuk menilainya..

Lantas apa perlunya beradu argumentasi? Kalau saya, banyak manfaatnya..Saya jadi tahu kesalahan dalam argumentasi saya..Saya tidak perlu malu mengakui kesalahan..Mungkin rekan diskusi saya lebih baik pendapatnya, atau bahkan totally "benar", dalam konteks logika..Jika rekan diskusi menurut saya keliru, tetapi toh tetap saja akan ada sisi-sisi kebenaran yang bisa saya ambil untuk menambah wawasan..Dari sini saya berharap pengetahuan saya tumbuh, dan saya berharap menjadi lebih baik..

Di sini, di forum ini, setiap pendapat bisa dibantah..Jika tidak mau dibantah, tulis saja artikel satu arah dan menutup commentnya..Itulah mengapa disebut forum..Untuk saling mengisi, mengkoreksi, menambahkan..Tidak ada yang tabu dalam berbeda pendapat, bahkan dalam urusan kepercayaan sekalipun..Menurut saya, hak untuk beragama dan berkepercayaan harus dihormati..Tetapi kepercayaan itu sendiri tidak harus dihormati, justru harus dipertanyakan dan diteliti..Jika tidak, kita bisa terjerumus dalam kepercayaan yang salah, bahkan jahat..Misalnay Anda sebagai Muslim harus menghormati hak orang Kristiani untuk percaya pada Trinitas..Anda tidak boleh memaksa mereka supaya meninggalkan kepercayaannya..Tetapi Anda tidak harus menghormati kepercayaan akan Trinitas..Anda boleh untuk mempertanyakan dan menelitinya..Baru Anda dipersilakan untuk ikut percaya atau tidak..

Untuk kepercayaan yang jahat seperti Nazisme misalnya, Anda bahkan harus menyelidiki dan mendebatnya..Jika penganut Nazisme tersinggung, biarkan mereka tersinggung..Keselamatan umat manusia lebih penting daripada menjaga perasaan mereka..

Anda berpendapat bahwa iman Anda logis..Tetapi Anda berkelit bahwa logis Anda adalah logis suprarasional..Ini nonsense..Logis adalah masuk akal..Suprarasional adalah di luar akal..Bagaimana Anda menggabungkan air dan api sekaligus?

Menurut Anda Quran adalah firman Tuhan..Dan menurut Anda semua pengetahuan modern, big bang, astronomi, geologi, kedokteran, ternyata sudah ada semua di Quran..Hanya orang tidak atau belum mengetahuinya..Bukankah ini dahsyat sekali? Karena itulah pentingnya berdiskusi tentang ayat-ayat Quran..Bahkan semua ilmuwan modern harus meneliti Quran..Karena dari sini bisa dieksplorasi ilmu-ilmu baru yang belum pernah diketahui..Para ilmuwan tidak perlu mencari sumber lain..Jika mereka sejak semula sudah meneliti Quran, maka big bang, perbintangan, rotasi bumi,  revolusi bumi, bumi itu bulat, pertumbuhan janin, bisa diketahui lebih cepat..Mereka telah menyia-nyiakan waktu dengan tidak mau mempelajari Quran..

Tetapi mungkin para Illmuwan ini ingin pembuktian dulu, benarkah Quran ini kata-kata Tuhan? Tugas Andalah, Muslim, untuk meyakinkan mereka..Jangan buat waktu mereka terbuang sia-sia untuk mengkaji Quran dan menemukan ide scientific di situ, jika ternyata Quran terbukti bukan kata-kata Tuhan, tetapi cuman karangan seseorang ratusan tahun yang lalu, yang sama sekali tidak paham paham sains ....

Anda terus menerus menanyakan saya Muslim atau tidak..Ini benar-benar, maaf,  konyol..Ini tidak ada kaitannya..Jika saya Non Muslim, tetap saja Anda harus menjawab pertanyaan saya, siapa tahu saya akan menjadi Muslim, jika argumen Anda benar..Jika saya Muslim, inilah kesempatan Anda untuk memperkuat iman saya..jadi tunggu apa lagi?

Kembali ke permintaan saya semula..Mohon dijawab pertanyaan yang sederhana namun penting ini..Apa buktinya kalau Muhammad adalah Nabi?

saya ulangi sekali lagi...masalahnya adalah membantah/mendebat ayat-ayat Alloh (Al-Qur'an) adalah sangat riskan sekali dan sangat berat konsekuensinya bagi yang membantahnya (QS 40 ayat 4, yang artinya " Tidak ada yang membantah/mendebat ayat-ayat Alloh, kecuali orang-orang yang  kafir... " , dan QS 3 ayat 131, yang artinya, " dan peliharalah dirimu dari api neraka yang  disediakan untuk orang-orang yang kafir" )...makanya selalu saya tanyakan "anda muslim?"...dan saya tidak ingin seorang muslim terjatuh dalam  kekafiran....

adapun perihal Muhammad saw adalah seorang Nabi dan Utusan/Rosul Alloh telah ma'ruf (dikenal) oleh orang-orang zaman dahulu (para sahabat ra) makanya mereka menyebut Muhammad saw dengan sebutan Rosululloh saw atau Nabi saw dan ini banyak diriwayatkan dalam banyak hadits (kabar ) yang shohih (valid) dan yang lebih penting lagi pernyataan bahwa "Muhammad saw adalah seorang Nabi dan Rosul/Utusan Alloh" ini telah dinyatakan oleh Alloh sendiri dalam ayat-ayat-Nya (Al-Qur'an) (QS 33 ayat 40, yang artinya, " tidaklah Muhammad saw itu bapak dari seorang laki-lai dari kalian melainkan Rosul/Utusan Alloh dan penutup dari para Nabi ") ...dan mereka (sahabat ra) mengimaninya tidak asal mengimani tanpa membuktikan mereka telah membutkikannya oleh karena itu mereka menyebut Muhammad saw sebagai "Nabi" dan "Rosululloh" saw, sebab kalau tidak terbukti mana mungkin mereka ra menyebut seperti itu....adapun kita yang hidup di zaman sekarang untuk membuktikan itu ya sudah terlambat...mau dibuktikan dengan logika semata?...ya pasti bisa dibantah dengan logika yang lain lha wong hanya dengan logika...orang sekarang (yang ragu atau skeptis terhadap  segala hal) bisa saja minta bukti ini atau itu terhadap orang telah mengimani kenabian dan kerosulan Muhammad saw...bisa apa dia?...dijawab dengan logika dia?...paling yang dia sodorkan ayat-ayat dan hadits...kalau dibantah?...mau bilang apa lagi?...




 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 13, 2011, 12:49:10 PM
dan kalau coba dibuktikan bahwa Al-Qur'an itu mustahil dari Muhammad saw sendiri dan mestinya dari Tuhan...dengan menunjukkan makna yang sesungguhnya dari ayat ayat tertentu yang ternyata sesuai benar dengan pengetahuan orang zaman sekarang yang qoth'i yang mana pada zaman itu (zaman Muhammad saw hidup) dengan segala keterbatasan pengetahuan pada saat itu tidak mungkin bisa di ketahui...eh malah mereka bilang aah itu cocokologi...meskipun, alhamdulillah,  ada sebagian saintis yang jujur akan percaya (dengan ditunjukkannya hal itu) kalau itu pasti bukan dari Muhammad saw dan pasti dari Tuhan dan percaya pula bahwa Muhammad saw itu adalah Utusan Tuhan dan pada akhirnya menjadi muallaf...

Jadi memang penjelasan itu perlu....meskipun pada akhirnya diterima atau ditolak....
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 13, 2011, 02:11:37 PM
memang tidak rasional dalam arti tidak sesuai dengan hukum alam...itulah yang sama maksud logis-suprarasional (masuk akal meski tidak sesuai dengan hukum alam)...saya bilang logis ada dua yakni logis-rasional (masuk akal dan sesuai dengan hukum alam) dan logis-suprarasional...

boleh saja anda mempertanyakan tentang itu...tapi yang jelas kisah Musa as dsb telah diceritakan oleh Alloh (Tuhan yang sebenarnya bagi seluruh manusia) dalam wahyu-Nya (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Muhammad saw...dan Al-Qur'an itu telah ada pada kita...dan kita mempercayainya (mengimaninya)...perkara anda percaya atau tidak itu terserah anda...
Nah, lagi-lagi anda menyodorkan sesuatu yang hanya diterima dengan iman, dan anda masih sebut itu logis?

dan kalau coba dibuktikan bahwa Al-Qur'an itu mustahil dari Muhammad saw sendiri dan mestinya dari Tuhan...dengan menunjukkan makna yang sesungguhnya dari ayat ayat tertentu yang ternyata sesuai benar dengan pengetahuan orang zaman sekarang yang qoth'i yang mana pada zaman itu (zaman Muhammad saw hidup) dengan segala keterbatasan pengetahuan pada saat itu tidak mungkin bisa di ketahui...eh malah mereka bilang aah itu cocokologi...meskipun, alhamdulillah,  ada sebagian saintis yang jujur akan percaya (dengan ditunjukkannya hal itu) kalau itu pasti bukan dari Muhammad saw dan pasti dari Tuhan dan percaya pula bahwa Muhammad saw itu adalah Utusan Tuhan dan pada akhirnya menjadi muallaf...

Jadi memang penjelasan itu perlu....meskipun pada akhirnya diterima atau ditolak....
Hm, tentu saja disebut cocologi, karena bahkan anda pun tak bisa menunjukkan bahwa Alquran memang memuat sesuatu yang katanya belum diktahui di masanya. Seperti penjelasan anda soal janin.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 13, 2011, 08:16:44 PM
Melihat dari abjad hebrew dan quran, tapi dengan bahasa yang sama, rasanya tidak mungkin quran itu buatan Muhammad. Terlalu rumituntuk terpikirkan, iman saya seih begitu. Apalagi melihat tulisan tulisan china dan jepang yang super rumit. Sebetulnya orang jepang dan china itu terisolir. Justru indonsia yang harusnya diuntungkan, tapi berhubung agama mayortisanya titik titik, ya jadilah begini ;D
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada November 14, 2011, 02:59:12 AM
sebaiknya lihat rangkaian dari penjelasan sebelumnya...dan dan sebutkan mana yang tidak logis, tidak masuk akal?....
Justru itu, apa yang anda sodorkan hanya iman dan iman.
Bagaimana anda bisa mengharap orang lain menerimanya?
Anda kira orang lain punya iman yang sama dengan anda?
Mau mengklaim sesuatu yang hanya diterima berdasar iman itu logis?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada November 14, 2011, 05:10:07 AM
Apa anda memiliki sumber untuk logika suprarasional?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 14, 2011, 07:37:02 AM
Dalam pandangan saya, seseorang yang menawarkan iman sebagai jawaban tidak memiliki bukti yang kuat. Ini didasarkan daripada definisi iman itu sendiri.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 15, 2011, 04:04:54 AM
saya ulangi sekali lagi...masalahnya adalah membantah/mendebat ayat-ayat Alloh (Al-Qur'an) adalah sangat riskan sekali dan sangat berat konsekuensinya bagi yang membantahnya (QS 40 ayat 4, yang artinya " Tidak ada yang membantah/mendebat ayat-ayat Alloh, kecuali orang-orang yang  kafir... " , dan QS 3 ayat 131, yang artinya, " dan peliharalah dirimu dari api neraka yang  disediakan untuk orang-orang yang kafir" )...makanya selalu saya tanyakan "anda muslim?"...dan saya tidak ingin seorang muslim terjatuh dalam  kekafiran....

Terima kasih atas peringatan dan empatinya..Tapi ijinkan saya berbeda pendapat..Jika Allah adalah Tuhan, tentu Dia Maha Adil dan Maha Bijaksana..Tuhan memberikan akal kepada saya..Kemudian Dia menurunkan Kitab PetunjukNya tanpa bukti apa pun..Dengan akal saya, saya melihat ayat-ayatNya tidak  sesuai sains, penuh dengan ancaman, kekerasan dan kebencian..Saya melihat UtusanNya pun senada..Maka saya pun mempertanyakannya..Atas "kesalahan" saya ini, maka saya dibakar di dalam neraka untuk selama-lamanya..Adilkah ini? Patutkah saya menyembah Tuhan yang tidak adil?


adapun perihal Muhammad saw adalah seorang Nabi dan Utusan/Rosul Alloh telah ma'ruf (dikenal) oleh orang-orang zaman dahulu (para sahabat ra) makanya mereka menyebut Muhammad saw dengan sebutan Rosululloh saw atau Nabi saw dan ini banyak diriwayatkan dalam banyak hadits (kabar ) yang shohih (valid) dan yang lebih penting lagi pernyataan bahwa "Muhammad saw adalah seorang Nabi dan Rosul/Utusan Alloh" ini telah dinyatakan oleh Alloh sendiri dalam ayat-ayat-Nya (Al-Qur'an) (QS 33 ayat 40, yang artinya, " tidaklah Muhammad saw itu bapak dari seorang laki-lai dari kalian melainkan Rosul/Utusan Alloh dan penutup dari para Nabi ") ...dan mereka (sahabat ra) mengimaninya tidak asal mengimani tanpa membuktikan mereka telah membutkikannya oleh karena itu mereka menyebut Muhammad saw sebagai "Nabi" dan "Rosululloh" saw, sebab kalau tidak terbukti mana mungkin mereka ra menyebut seperti itu....adapun kita yang hidup di zaman sekarang untuk membuktikan itu ya sudah terlambat...mau dibuktikan dengan logika semata?...ya pasti bisa dibantah dengan logika yang lain lha wong hanya dengan logika...orang sekarang (yang ragu atau skeptis terhadap  segala hal) bisa saja minta bukti ini atau itu terhadap orang telah mengimani kenabian dan kerosulan Muhammad saw...bisa apa dia?...dijawab dengan logika dia?...paling yang dia sodorkan ayat-ayat dan hadits...kalau dibantah?...mau bilang apa lagi?...


Kesaksian orang-orang dulu bukanlah bukti yang valid..Orang - orang jaman dulu menyebut bumi ini datar, dan matahari mengelilingi bumi..Apakah kita hendak menggunakannya sebagai bukti?..Orang-orang jaman dulu menyebut Reza Ghulam Ahmad sebagai Nabi..Apakah Anda akan menggunakannya sebagai bukti? Bukankah Anda boleh menggunakan akal Anda untuk memverifikasinya?

Tentu saja jika bukti tidak sesuai logika, maka orang akan mempertanyakannya, membantahnya..Bukankah selalu ada alasan untuk percaya?..Anda mengajukan bukti tidak logis atau suprarasional..Dan Anda mengancam jika tidak percaya maka saya menjadi kafir dan masuk neraka selama-lamanya..Apakah dengan ancaman ini akan membuat orang percaya begitu saja? Ini logical fallacy..

Anda juga mengajukan Al Quran sebagai bukti kenabian Muhammad..Benarkah? Saya sudah mengatakan siapa yang ikut mendengar Tuhan berkata-kata kepada Muhammad? Tidak seorang pun..Muhammad adalah satu-satunya saksi..Apa buktinya jika Quran bukan kata-kata Muhammad sendiri?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 15, 2011, 05:15:48 AM
intinya orang suka menggunakan standar ganda dlm menilai kebenaran, kalo terbukti salah ya paling jawaban yg diberikan ya begini2 aja :

1. Itu rahasia Tuhan, berprasangka baik sajalah. Logika manusia beda dengan logika Tuhan.
2. Jangan membuat Tuhan murka loh!
3. Ini pasti konspirasi pihak lain yang ingin memecah-belah persatuan umat kita!
4. Kamu tu udah kemasukan syetan, makanya rajin baca kitab anu, jangan main internet mulu!
5. Ini pelecehan! Kamu harus dikenakan pasal penistaan terhadap agama!
6. dsb dsb dsb

Tapi giliran mengkritik agama/keyakinan lain, mereka mulai jadi rasional.

"Hahahah masak mau aja percaya sama ajaran bodoh itu, untung ya kita tidak tersesat..." itu kan yg kita bisa dengar kalo kita berada di bagian diskusi eksklusif agama mereka?

BTW neh gwa ada pertanyaan.... Tuhan berinkarnasi menjadi manusia laki-laki, mati, dan bangkit lagi... masuk akal apa ngga ? Terus kalo masuk akal gimana cerita tentang pemuda yang ketemu malaikat di dalam goa dan setelah itu ia nikah dengan banyak wanita dan pergi ke langit ketujuh dengan menaiki semacam hewan bersayap...

yang mana yang masuk akal ? yang mana yang nga masuk akal ?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 16, 2011, 12:33:44 AM
standar ganda, setuju.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 16, 2011, 03:38:12 AM
Apa anda memiliki sumber untuk logika suprarasional?

dari buku tulisan Prof. Dr. Ahmad Tafsir yang berjudul “ FILSAFAT ILMU :  Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan “, yang diterbitkan oleh Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung ….
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: kusmardiyanto pada November 16, 2011, 03:45:18 AM
Justru itu, apa yang anda sodorkan hanya iman dan iman.
Bagaimana anda bisa mengharap orang lain menerimanya?
Anda kira orang lain punya iman yang sama dengan anda?
Mau mengklaim sesuatu yang hanya diterima berdasar iman itu logis?

waa ya susah memang kalau yang terpatri dalam benak adalah pikiran sempit dan cenderung stigmatis yakni “iman pasti tidak logis (tidak masuk akal)”…giliran diminta menyebutkan di bagian mana yang tidak logis (tidak masuk akal)…malah nggak mau jawab…yah saya paham yang anda terima hanya logis-rasional (masuk akal sejauh yang sejalan dengan hukum-hukun alam) ….tapi itu “sempit”  mas…itulah masalah anda cs…iman pun punya jalan logikanya sendiri…o ya kata-kata “ iman itu beyond the logic “  ini sebenarnya kata-kata siapa sih?...pendapat pribadi atau pendapat tokoh tertentu (yang anda cs pegang dengan kuat sekali dan anda cs ikuti) ?...ini semacam iman (kepercayaan) juga, tapi dalam bentuk lain…yakni iman (kepercayaan) kepada diri sendiri atau kepada tokoh-tokoh tertentu itu…

Dalam kasus Musa as tersebut orang pada waktu itu terpecah menjadi dua…pertama orang yang beriman yakni yang menerima rangkaian logis yang saya sebutkan tadi (logis-suprarasional) sehingga tertanaman dalam diri mereka bahwa Musa as memang Utusan Tuhan (dengan bukti kejadian itu) sebab tidak mungkin itu (tongkat menjadi ular) terjadi tanpa campur tangan Tuhan karena yang bisa melakukan hal itu hanya Tuhan …kedua, orang yang tidak beriman, mereka ini berpegang pada rasionalitas semata (logis-rasional, masuk akal sejauh sejalan dengan hukum-hukum alam) demi melihat kejadian itu akalnya tidak menerima, masak tongkat bisa menjadi ular, tapi karena itu fakta di depan matanya maka mereka mengambil kesimpulan “ ah ini mesti sihir “ …padahal dalam kisah Musa as itupun tukang sihir tadi yakin itu bukan sihir (sebab mereka pasti tahu seluk beluk sihir) dan sadar dan pada akhirnya para tukang sihir tadi beriman…adapun orang zaman sekarang yang masih hanya berpegang dengan raisonalitas semata (yakni logis-rasional, yang logis (masuk akal) sejauh sejalan dengan hukum-hukm alam) demi melihat kisah ini  (dalam Al-Qur’an) dengan sendirinya langsung menuding aah itu tidak rasional (ya memang tidak rasional kerena bertentangan hukum-hukum alam, mana pernah ada tongkat bisa menjadi ular, karena tidak pernah mendapati seumur hidupnya tongkat bisa menjadi ular)…lalu dengan cerdiknya (kalau nggak mau dibilang tolol) minta bukti “mana buktinya kalau tongkat bisa menjadi ular? “…..lalu diingkarinya kisah itu, yang berarti ia mendustakan salah satu ayat-ayat Alloh yang ada di dalam Al-Qur’an yang sangat berat konsekuensinya….pada hal tidak rasional belum tentu tidak logis…   

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 16, 2011, 08:46:06 AM
waa ya susah memang kalau yang terpatri dalam benak adalah pikiran sempit dan cenderung stigmatis yakni “iman pasti tidak logis (tidak masuk akal)”…giliran diminta menyebutkan di bagian mana yang tidak logis (tidak masuk akal)…malah nggak mau jawab…yah saya paham yang anda terima hanya logis-rasional (masuk akal sejauh yang sejalan dengan hukum-hukun alam) ….tapi itu “sempit”  mas…itulah masalah anda cs…iman pun punya jalan logikanya sendiri…o ya kata-kata “ iman itu beyond the logic “  ini sebenarnya kata-kata siapa sih?...pendapat pribadi atau pendapat tokoh tertentu (yang anda cs pegang dengan kuat sekali dan anda cs ikuti) ?...ini semacam iman (kepercayaan) juga, tapi dalam bentuk lain…yakni iman (kepercayaan) kepada diri sendiri atau kepada tokoh-tokoh tertentu itu…
Sebelum berdebat lebih jauh, saya cuma ingin memastikan bahwa kita sedang membahas hal yang sama, yaitu iman. Supaya kita tidak membuat definisi sendiri-sendiri yang bisa mengacaukan diskusi, berikut saya kutip definisi iman.
Kutip
http://www.kamusbesar.com/14867/iman
kepercayaan (yg berkenaan dng agama); keyakinan dan kepercayaan kpd Allah, nabi, kitab, dsb (nomina)
sumber: kbbi3
ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin; (nomina)
sumber: kbbi3

Dalam bahasa Inggris, iman sering dipadankatakan dengan faith, meskipun faith sendiri memiliki arti/padan kata lain yang agak berbeda, seperti kesetiaan.
Kutip
http://www.thefreedictionary.com/faith
1. Confident belief in the truth, value, or trustworthiness of a person, idea, or thing.
2. Belief that does not rest on logical proof or material evidence. See Synonyms at belief, trust.
3. Loyalty to a person or thing; allegiance: keeping faith with one's supporters.
4. often Faith Christianity The theological virtue defined as secure belief in God and a trusting acceptance of God's will.
5. The body of dogma of a religion: the Muslim faith.
6. A set of principles or beliefs.

Tampaknya Kusmardiyanto berkeberatan dengan definisi faith no. 2, namun justru inilah yang digunakan oleh beberapa anggota forum yang lain yang terlibat dalam diskusi ini.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 16, 2011, 08:53:34 AM

Kutip
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, —maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Matius 17:20)

Dengan metode penalaran modus tollens, bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Jika anda berkata kepada gunung untuk berpindah tempat, namun gunung itu diam saja, maka iman anda (dalam pandangan Kristen) masih lebih kecil daripada biji sesawi (diameter kurang dari 2 mm).
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 16, 2011, 10:08:18 AM
ketahui definisi, baru berdiskusi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada November 16, 2011, 12:24:51 PM
waa ya susah memang kalau yang terpatri dalam benak adalah pikiran sempit dan cenderung stigmatis yakni “iman pasti tidak logis (tidak masuk akal)”…giliran diminta menyebutkan di bagian mana yang tidak logis (tidak masuk akal)…malah nggak mau jawab…
Lha, apa yang anda sodorkan memang gak logis, karena cuma anda terima berdasar iman anda. Apapun bagi anda masuk akal, karena ada di kitab suci anda, dan apapun masukakal karena 'Tuhan bisa apa saja'. Dan anda anggap orang yang tak punya iman yang sama dengan anda sebagai 'berpikiran sempit'? Stigmatis?

yah saya paham yang anda terima hanya logis-rasional (masuk akal sejauh yang sejalan dengan hukum-hukun alam) ….tapi itu “sempit”  mas…itulah masalah anda cs…iman pun punya jalan logikanya sendiri…o ya kata-kata “ iman itu beyond the logic “  ini sebenarnya kata-kata siapa sih?...pendapat pribadi atau pendapat tokoh tertentu (yang anda cs pegang dengan kuat sekali dan anda cs ikuti) ?...ini semacam iman (kepercayaan) juga, tapi dalam bentuk lain…yakni iman (kepercayaan) kepada diri sendiri atau kepada tokoh-tokoh tertentu itu…
Anda mengharap orang lain menerima iman anda sebagai pembuktian?

Dalam kasus Musa as tersebut orang pada waktu itu terpecah menjadi dua…pertama orang yang beriman yakni yang menerima rangkaian logis yang saya sebutkan tadi (logis-suprarasional) sehingga tertanaman dalam diri mereka bahwa Musa as memang Utusan Tuhan (dengan bukti kejadian itu) sebab tidak mungkin itu (tongkat menjadi ular) terjadi tanpa campur tangan Tuhan karena yang bisa melakukan hal itu hanya Tuhan …
Nah kan? Anything is possible for God. Dan itu anda sebut ;logis'?

kedua, orang yang tidak beriman, mereka ini berpegang pada rasionalitas semata (logis-rasional, masuk akal sejauh sejalan dengan hukum-hukum alam) demi melihat kejadian itu akalnya tidak menerima,
Tidak semua orang punya iman yang sama dengan anda, lalu bagaimana anda berharap mereka menerima modal iman doang?

masak tongkat bisa menjadi ular, tapi karena itu fakta di depan matanya maka mereka mengambil kesimpulan “ ah ini mesti sihir “ …padahal dalam kisah Musa as itupun tukang sihir tadi yakin itu bukan sihir (sebab mereka pasti tahu seluk beluk sihir) dan sadar dan pada akhirnya para tukang sihir tadi beriman…
Dari pada itu, bagaimana dengan yang meragukan kisah itu benar terjadi?

adapun orang zaman sekarang yang masih hanya berpegang dengan raisonalitas semata (yakni logis-rasional, yang logis (masuk akal) sejauh sejalan dengan hukum-hukm alam) demi melihat kisah ini  (dalam Al-Qur’an) dengan sendirinya langsung menuding aah itu tidak rasional (ya memang tidak rasional kerena bertentangan hukum-hukum alam, mana pernah ada tongkat bisa menjadi ular, karena tidak pernah mendapati seumur hidupnya tongkat bisa menjadi ular)…lalu dengan cerdiknya (kalau nggak mau dibilang tolol) minta bukti “mana buktinya kalau tongkat bisa menjadi ular? “…..lalu diingkarinya kisah itu, yang berarti ia mendustakan salah satu ayat-ayat Alloh yang ada di dalam Al-Qur’an yang sangat berat konsekuensinya….pada hal tidak rasional belum tentu tidak logis…
Nah kan? Standar 'logis' anda patutu dipertanyakan. Anda menerima hanya karena iman anda, dan anda ngotot itu logis karena 'Tuhan bisa apa saja'.

Tanyakan saja pada sejarahwan, apa bukti eksistensi Musa di luar kisah-kisah agama samawi, atau kapan pastinya mereka hidup. Dijamin mereka takkan bisa memberi jawaban yang memuaskan. :)
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 16, 2011, 12:43:56 PM
Definisi iman yang tertulis di kbbi memang kurang spesifik, dan batasannya agak kabur, soalnya di situ disebutkan kata dsb (dan sebagainya). Jadinya kita mesti menduga-duga apakah sesuatu hal termasuk dalam kelompok "dan sebagainya" dalam definisi di atas.
Misalnya ,mempercayai hukum sebab-akibat, hukum gravitasi universal, dan hukum alam lainnya apakah bisa disebut iman?

Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 16, 2011, 01:05:17 PM
maksudnya mungkin begini mas kusmardiyanto:
katakanlah anda tidak tahu bagaimana hujan terjadi
kemudian sy mengatakan itu terjadi karena dewa angin dan dewa petir bertemu
koq bisa tau, krn tertulis di kitab saya, siapa yg mengatakan, dewanya sendiri
karena anda tidak mengimani dewa saya tentu saja anda menjadi ragu dan bertanya
lalu jika jawaban saya seperti itu apa anda puas dengan jawaban saya? menurut sy itu logis-suprarasional ~
jd intinya jangan iman dijadikan jawaban untuk membela argumen anda,
cobalah eksplorasi bukti dan tulisan pendukung agar kita di sini lebih yakin
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 16, 2011, 09:24:50 PM
Religion is like a penis.
It's fine to have one.
It's fine to be proud of it.
But please don't whip it out in public and start waving it around.
and PLEASE don't try to shove it to my children's throats.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: cendiceps pada November 16, 2011, 11:20:45 PM
proses hujan terjadi karena adanya proses sirkulasi, kalo soal kepercayaan jelas saya percaya dg ALLAH karena ALLAH pencipota ala semesta ini..
kalo soal tuhan nikah, saya gk percaya karena tuhan gk mungkin sama dg umatnya...
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 17, 2011, 07:51:23 AM
hercules?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: hakku_DRRR pada November 17, 2011, 09:23:30 AM
hahahah hercules itu dewa............itu juga legenda yunani
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: hakku_DRRR pada November 17, 2011, 09:25:11 AM
pada zaman dahulu orang-orang menjadikan orang yang memiliki magis ialah pemimpin........seperti nabi musa,nabi isa dll.....tapi sekarang bukankah orang yang memiliki magis bisa di bilang 20% hingga lebihdari jumlah penduduk dunia
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 18, 2011, 12:18:51 AM
pada jaman yunani, ada konsep ALLAH? bukannya konsep yang ada adalah DEWA dan DEWI?

tentu saja caps on bisa membuat sesuatu menjadi lebih besar.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada November 18, 2011, 05:34:28 AM
Secara kronologis, konsep polytheisme memang lebih dulu ada sebelum monotheisme. Mungkin memang monotheisme berakar dari polytheisme.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 19, 2011, 07:23:04 AM
Sains sangat sejalan dengan agama tuhan.
Sains hanyalah nama baru dari beberapa rumusan keseimbangan alam, seluruh alam semesta bekerja membentuk rumusan keseimbangan. tidak ada yang tidak seimbang. Keempat agama samawi turunnya  bertahap untuk membentuk rumusan keseimbangan. Seperti air/mendingin, udara/mengecil,api/memanas,tanah/mengeras membentuk keseimbangan tertentu.
Adanya sains karena tidak adanya sains.
logikanya sains sangat membutuhkan ketidak beradaan sains.
jika sains + (-sains) = 0                  'berarti sains hampa
jika sains * (-sains) = - sains           'berarti sains tidak ada
sains sangatlah lemah, sains-sains sibuk bertasbih hanya ingin membuktikan bahwa sains sangat ingin menjadi/ mendekati 0.
Kesimpulannya sains butuh yang maha satu untuk menjadi tampil.
Saina butuh tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 19, 2011, 07:43:16 AM
Logikanya tuhan sangat membutuhkan setan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 19, 2011, 09:28:52 AM
Iman, sama seperti bayi yang saya gendong kemudian saya lempar keatas, dia tertawa, tidak takut, karena dia tahu, saya akan menangkapnya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 19, 2011, 01:30:14 PM
Iman, sama seperti bayi yang saya gendong kemudian saya lempar keatas, dia tertawa, tidak takut, karena dia tahu, saya akan menangkapnya.
Aku ragu bayi tahu anda akan menangkapnya.
Bayi tertawa hanya karena dia merasa senang.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada November 19, 2011, 01:32:25 PM
Sains sangat sejalan dengan agama tuhan.
Sains hanyalah nama baru dari beberapa rumusan keseimbangan alam, seluruh alam semesta bekerja membentuk rumusan keseimbangan. tidak ada yang tidak seimbang. Keempat agama samawi turunnya  bertahap untuk membentuk rumusan keseimbangan. Seperti air/mendingin, udara/mengecil,api/memanas,tanah/mengeras membentuk keseimbangan tertentu.
Adanya sains karena tidak adanya sains.
logikanya sains sangat membutuhkan ketidak beradaan sains.
jika sains + (-sains) = 0                  'berarti sains hampa
jika sains * (-sains) = - sains           'berarti sains tidak ada
sains sangatlah lemah, sains-sains sibuk bertasbih hanya ingin membuktikan bahwa sains sangat ingin menjadi/ mendekati 0.
Kesimpulannya sains butuh yang maha satu untuk menjadi tampil.
Saina butuh tuhan.
Sejalan dengan agama Tuhan yang mana?
Kita amat mudah menemukan hal-hal dimana penjelasan agama akan satu fenomena alam bertentangan dengan sains. Yang paling kentara, asal bumi, asal kehidupan dan asal manusia dari agama-agama samawi.

Dan anda tak menunjukkan Sains memerlukan Tuhan.
Toh sains tak berusaha menjelaskan tentang Tuhan.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 19, 2011, 03:54:21 PM
Sains sangat sejalan dengan agama tuhan.
Sains hanyalah nama baru dari beberapa rumusan keseimbangan alam, seluruh alam semesta bekerja membentuk rumusan keseimbangan. tidak ada yang tidak seimbang. Keempat agama samawi turunnya  bertahap untuk membentuk rumusan keseimbangan. Seperti air/mendingin, udara/mengecil,api/memanas,tanah/mengeras membentuk keseimbangan tertentu.
Adanya sains karena tidak adanya sains.
logikanya sains sangat membutuhkan ketidak beradaan sains.
jika sains + (-sains) = 0                  'berarti sains hampa
jika sains * (-sains) = - sains           'berarti sains tidak ada
sains sangatlah lemah, sains-sains sibuk bertasbih hanya ingin membuktikan bahwa sains sangat ingin menjadi/ mendekati 0.
Kesimpulannya sains butuh yang maha satu untuk menjadi tampil.
Saina butuh tuhan.
Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.

Sebaiknya anda lebih mendalami teknik pengambilan kesimpulan menggunakan logika matematika, seperti yang diajarkan waktu SMU. Di forum ini juga ada latihan soal mengenai hal ini, silakan dicoba.

Anda juga sebaiknya mengenal kesalahan-kesalahan logika dalam berdebat, seperti yang dijelaskan dalam salah satu thread di forum ini. IMO, logical fallacy yang paling jelas dari pernyataan di atas adalah non-sequitur. Kesimpulan anda tidak memiliki korelasi logis dengan premis yang diajukan.

Bahkan premis yang diajukan juga tidak memiliki dasar yang kuat, kalau tidak mau dibilang tidak berdasar sama sekali. Okelah kalau sekedar buat selingan, intermezzo, refreshing, atau guyon. Tapi tidak cocok untuk ditampilkan dalam diskusi yang serius.
 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 19, 2011, 04:02:18 PM
Kalau memang mau guyon, coba saja simak tulisan berikut. Sama dengan tulisan asli, hanya kata sains ditukar dengan kata tuhan. Secara logika tidak lebih aneh daripada tulisan aslinya.
Kutip
tuhan sangat sejalan dengan agama sains.
tuhan hanyalah nama baru dari beberapa rumusan keseimbangan alam, seluruh alam semesta bekerja membentuk rumusan keseimbangan. tidak ada yang tidak seimbang. Keempat agama samawi turunnya  bertahap untuk membentuk rumusan keseimbangan. Seperti air/mendingin, udara/mengecil,api/memanas,tanah/mengeras membentuk keseimbangan tertentu.
Adanya tuhan karena tidak adanya tuhan.
logikanya tuhan sangat membutuhkan ketidak beradaan tuhan.
jika tuhan + (-tuhan) = 0                  'berarti tuhan hampa
jika tuhan * (-tuhan) = - tuhan           'berarti tuhan tidak ada
tuhan sangatlah lemah, tuhan-tuhan sibuk bertasbih hanya ingin membuktikan bahwa tuhan sangat ingin menjadi/ mendekati 0.
Kesimpulannya tuhan butuh yang maha satu untuk menjadi tampil.
tuhan butuh sains.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada November 20, 2011, 04:36:59 AM
pada jaman yunani, ada konsep ALLAH? bukannya konsep yang ada adalah DEWA dan DEWI?

tentu saja caps on bisa membuat sesuatu menjadi lebih besar.

Caps atau hurup kapital kan cuma pemaknaan yang dibuat manusia saja, akhirnya malah jadi bumerang dan bikin rumit, misalkan saya bilang tuhan yesus, atau Tuhan Yesus, atau allah, dengan Allah, cuma salah sedikit saja bisa perang. Beginilah kalau manusia membuat sesuatu, pasti jadi masalah.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 20, 2011, 05:29:10 AM
Saya tidak melihat sebelum dijelaskan mhyworld. hahaha... terima kasih.


@Farabi : itu joke saja. entah kalau ada yang sensitif terhadap hal-hal seperti kapital.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 20, 2011, 12:02:38 PM
Baru pulang kerja, maklum buruh kasar.....
Istirahat, baru nimbrung
Para profesor dan dosen menunggu
ok lah

Thank
pencerahan gratis dari para pemikir
Ungkapan tuhan sangat membutuhkan sains adalah benar keberadaan nya, ungkapan hanyalah prodak pemikiran, pemikiran yang membatu terpisah dari akunya. Akunya hanyalah menyendiri.

Farabi penyambut bayi
Bayi adalah jasad yang hampir tidak punya pikiran, semua sepakat bayi juga manusia.
Legendaris Al farabi adalah bayi yang tumbuh dengan perangkat mulai melekat satu persatu, hingga merasa perangkat pikirannya juga akunya. Al farabi dengan akunya yang sendiri menarik  dipelajari.

Setiap prodak  pemikiran saling terkait
Logika dan Filosofi dulunya tidak ada, lalu prodak ini pun muncul didukung oleh prodak kebodohan perlu yang mendahuluinya. Hewan pun tanpa logika sebenarnya berbuat logika untuk mempertahankan  kehewanannya. Jika anda pemikir kenapa tidak cenderung lebih melihat sesuatu yang baru, atau mungkin penglihatan anda yang payah. Apa yang dilihat ,dirasa dan ter lintas di pikiran sudah dicerna pikiran itu,dan masuk di akal, Anda tidak merasa yang ter pikir adalah logika.

Beberapa orang senang dengan kepayahan pikiran dan intuisi nya sendiri.
Aku sangat kecil senang rendah diantar yang merasa ahli
Aku sangat kecil sekali diantara keseimbangan pikiran dan intuisi
Diantara pikiran dan intuisi Aku nyaris tidak ada.






Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 20, 2011, 01:43:04 PM
Poin nya apa nih..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 21, 2011, 11:22:44 PM
salam untuk para pemikir


Lapangan logika di dunia filosofi tidak semudah logika praktis dan
Logika matematika , yang hanya berhubingan dengan bidak yang dimainkan.
Di sini kita dituntut untuk memahami ke tidak adanya logika sebagai prodak pemikiran.
Tataran nya meliputi awal bagai mana manusia mendapatkan ilmu logika.
Kajian yang salah tentang filosofi logika membuat perkembangan ilmu logika ter hambat pada akarnya.

Teman yang senang logika coba bayang kan jika anda di ruang ter tutup tanpa menyisakan ruang kosong, anda pasti tidak bisa leluasa bergerak bukan.....

Begitu juga anda memiliki komputer yang bekerja dengan perangkat lunak, perangkat keras, yang didasari dari ilmu digital elektronika dengan perpaduan komponen tersusun. Menarik memang, logika praktis turunan dari himpunan semesta Aljabar telah berkembang pesat. Yang mendalami ilmu ini pasti lebih ahli dan lebih tau, himpunan semesta, teori de morgan, gerbang-gerbang logika, flip-flop, register, memori dll. Semua prodak pikiran dan buah tangan manusia itu tidak akan berarti tanpa manusia, bahkan tidak ada tanpa manusia.

Bagi yang senang logika praktis, di lapangan filosofi mari kita lihat ketidak ada an logika praktis, untuk perkembangan kususnya akar ilmu logika.



Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 21, 2011, 11:49:34 PM
@ahmadsan
Sepertinya Anda mendalami filosofi ya..:)..Senang sekali Anda berkenan sharing ilmunya.

Anda membedakan logika menjadi 2 : logika praktis dan logika filosofis..Bisa dijelaskan di mana letak perbedaannya?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 22, 2011, 03:07:01 AM
Salam untuk Fariz Abdullah
salam untuk para pemikir

Mohon maaf jika bahasa saya kurang menyenangkan
Apa pun itu saya hanya ingin lebih berarti, saya masih belajar hingga nanti

Yang terpenting dari sesuatu adalah titik keseimbangan, sedikit ayat surat al mulk

1.  Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2.  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3.  Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4.  Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
5.  Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.


Paham saya begini

1. Jika ada ilmu logika, untuk keseimbangan  pasti juga ada ilmu (ke tidak ada an logika), atau katakan lah anti ilmu logika, saya sebut logika praktis
    sebagai contoh anda melihat sesuatu secara langsung beda dengan anda melihat sesuatu menggunakan kacamata biru.
2. logika filosofi adalah bagaimana kebijaksanaan kita manusia menempatkan diri di titik keseimbangan antara ilmu logika dan anti ilmu logika.
    sebagai contoh bagai mana anda membuat kebijaksanaan  pas nya waktu itu anda pakai kaca mata atau tidak, boleh juga mata sebelah plong yang     sebelah biru.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 22, 2011, 04:10:36 AM
Mungkin kita berbeda dalam membuat definisi logika..Menurut saya, logika adalah masuk akal..Perbedaan Logika menurut sains, & logika menurut filosofi, terletak pada CARA MENGAMBIL KESIMPULAN..Sains berdasarkan data empirik obyektif dan diuji dgn eksperimen..Filosofi hanya dgn kekuatan berpikir (kualitatif & subyektif).

Sedangkan agama mengambil kesimpulan dgn dogma atau iman..Sifatnya "beyond the logic", dan tidak bisa difalsifikasi..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: sayang pada November 22, 2011, 04:11:51 AM
Salam untuk Fariz Abdullah
salam untuk para pemikir

Mohon maaf jika bahasa saya kurang menyenangkan
Apa pun itu saya hanya ingin lebih berarti, saya masih belajar hingga nanti

Yang terpenting dari sesuatu adalah titik keseimbangan, sedikit ayat surat al mulk

1.  Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2.  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3.  Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4.  Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
5.  Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
menurut ayat di atas kesemuanya adalah perbuatan allah , yang saya setuju kali .

tetapi , kalau menurut kitab-kitab Hadist  , allah ada 10 malaikan yang ini saya kurang setuju :
1.malaikat Jibril , tugasnya pengatar wahyu kepada para Nabi
2.malaikat Mikail , tugasnya dalam soal-soal kejahteraan umat , umpamanya menurunkan hujan menghantar angin , tentang Tanah , dan soal-soal kesuburan lainnya .
3.malaikat Israfil , tugasnya dalam soal-soal akhirat , umpamanya meniup terumpit tenda qiamat  , meniup terumpit tenda bangun di padang mahsyar dan lainnya .
4.malaikat , Izrail , tugasnya mencabut nyawa setiap makhluk
5-6.malaikat munkar dan nakir , yaitu tugasnya untuk menyual orang yang telah mati .
7-8.malaikat , raqib dan atib , tugasnya menuliskan amalan perkerjaan manusia hari-hari
9.malaikat , malik , tugasnya menjaga Neraka Jahannam
10.malaikat , ridhuan , tugasnya menjaga Syurga .

kalau gini caranya , allah ini tak ubah manusia yang memerintah satu-satu Nagara .
1 ada raja yang berkuasa .
2.ada pendana manteri yang memrintah DAN ada bibarapa manteri-manteri yang menpunyai tugas berlainan ...

dan ada rakyat ...

dan ada musuh .

karena Tuhan juga ada musuh :
5.  Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

betul ke gitu ?

beda dengan ajaran agama hindu , saya tahu dari kawan-kawan saya beragama Hindu .  tuhan ada satu katanya :
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/saya-ingin-tanya-tentang-tuhan-yesus/msg128791/#msg128791
dalam Hindu Tuhan dikenal dengan nama Brahman
Brahman bersifat acintya (tak terpikirkan) bukan laki bukan perempuan bukan pula banci, demikian yang dijelaskan Shri Krishna dalam Bhagavad Gita

dalam Hindu dikenal pula "Trinitas" yaitu Brahman (TUHAN) Antaratman (Roh/Tuhan) dan Atman (Diri/Jiwa Pribadi) yg jika dicari hakekatnya adalah satu kesatuan
untuk para dewa, merupakan manifestasi kekuatan Brahman,

kekuatan penciptaan disimbolkan dengan Dewa Brahma,
kekuatan pemeliharaan/keberlangsungan disimbolkan dengan Dewa Wisnu,
kekuatan pelebur/pemusnah disimbolkan dengan Dewa Siwa
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 22, 2011, 12:05:45 PM
mereka yang berbicara sederhana paham apa yang dibicarakannya.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 22, 2011, 09:24:02 PM
Senang dengan masukan dan bantuan nya

kekuatan pikiran(kualitatif dan subyektif) menurut saya itu adalah anti logika dan masih rumpun logika peraktis sedangkan logika filsafat adalah ilmu cara menyeimbangkan atau transfaransi antara logika yang bersifat empiris obyektif dan yang bersifat kualitatif sobyektif.

Jika tidak ada titk keseimbangan bagaiman kira kira kita menjembatani rasional irasional atau fisika metafisika

Semoga saya masih pada ajaran tauhid yang benar

Al kuran/al furkan kan pembeda.....

Allah adalah sebutan tuhan yang maha suci, bukan benda dan bukan anti benda
Tuhan yang maha satu
Tuhan yang maha raja
Tuhan yang memiliki nama yang bagus agar kita senang mengenali sifatnya

Empat kitab agama samawi turunya bertahap dengan muhammad saw nabi terakhir jika dipelajari dengan teiliti akan membentuk rumusan keseimbangan alam bertasbih.

Empat gerakan sholat juga membentuk rumusan keseimbangan alam bertasbih

Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya untuk mengabdi pada Nya

Tuhan menciptakan alam semesta beseta isinya dari sesuatu yang tidak ada atau identik dengan 0, melalui proses yang rapi, terperinci dan bertahap hingga membentuk rumusan keseimbangan alam bertasbih.
Begitu juga tuha menciptaka energi diantara ruang, massa dan waktu dengan rapi pada logika tiga dimensi alam bertasbih, dari sesuatu yang kosong.

Cara alam bertasbih dengan membentuk rumusan keseimbangan hingga jika dijumlahkan menjadi kosong., memang kita tidak bisa menjumlahkan seluruh alam semesta karena itu hak tuhan sebagai proses kiamat sekehendak tuhan, tetapi dari miniatur proses kita bisa membuat miniatur rumusan rumusa keseimbangan  sebagai bukti bahwa seluruh alam beserta isinya lemah dan kosong.

Pada manusia juga terjadi efek rumusan keseimbangan di logika tingkah laku seperti jika ada baik pasti ada buruk ,seolah keburukan boleh dipakai manusia, namun manusia bayi dilahirkan pada titik keseimbangan bersih dan manusia dewasa masih bisa merasakan titik keseimbangan itu diantara pikiran  intuisi atau yang lebih renda rasional irasional. 

Menurut saya titik keseimbangan segala pengetahuan sangatlah di perlukan, untuk membentuk rumusan keseimbangan alam bertasbih di zaman
ilmu cara/ teknologi.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 22, 2011, 11:21:31 PM
Definisi kita memang berbeda..Menurut Anda ada ilmu logika dan anti ilmu logika (logika praktis)..Kemudian ada logika filosofi yang menyeimbangkan keduanya..Gambaran mudahnya logika filosofi menyeimbangkan antara rasional dan irrasional, begitu menurut Anda..

Dari semua definisi Anda, Anda menyimpulkan bahwa science membutuhkan Tuhan..Mungkin bisa dijelaskan korelasi antara kesimpulan Anda dengan definisi logika menurut Anda tadi?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada November 22, 2011, 11:35:17 PM
Sains adalah ilmu yang membahas fenomena yang terjadi di dunia fisik.
Sains tidak membicarakan supranatural
Sains tidak membicarakan Tuhan
Sains tidak menerima intervensi gaib dalam proses yang terjadi di alam.

Lalu, kenapa sains harus memerlukan Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada November 23, 2011, 12:24:13 AM
Vote untuk pertanyaan Pi-One tentang kenapa Science harus membutuhkan Tuhan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada November 23, 2011, 01:03:35 AM
Beberapa orang berpendapat bahwa sains dan agama mereka sejalan, atau tidak bertentangan. Walaupun begitu, keduanya memiliki ranah masing masing, dan berlandaskan sesuatu yang berbeda pula. Sains berdasarkan logika, sedangkan agama berdasarkan iman, dan terkadang(atau bahkan seringkali), ditemukan kontradiksi antara logika dan iman. Jadi sains dan agama harus dipisahkan, serta tidak boleh ada intervensi antar kedua pihak.

Iman, atau kepercayaan, adalah hak pribadi tiap individu. Seseorang boleh saja mengklaim kepercayaannya sejalan dengan sains, namun hal itu terbatas pada pandangan filosofis dan spiritual pribadinya saja, tidak untuk dicampuradukan.

Sains pada dasarnya tidak membahas Tuhan, baik membantah ataupun membenarkan. Tuhan beserta konsepnya adalah ranah agama dan filosofi. Kesimpulannya, Tuhan tidak perlu diikutsertakan dalam bahasan sains. 
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada November 23, 2011, 03:13:22 AM
Sains adalah ilmu yang membahas fenomena yang terjadi di dunia fisik.
Sains tidak membicarakan supranatural
Sains tidak membicarakan Tuhan
Sains tidak menerima intervensi gaib dalam proses yang terjadi di alam.

Lalu, kenapa sains harus memerlukan Tuhan?


disimpulkan sains memang tdk memerlukan Tuhan
yang memerlukan itu orangnya (sebagian)
tetapi krn keterlibatan manusia dlm penemuan sains
jd sering kita temukan, Tuhan mjd slh satu motivasi penemuannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-One pada November 23, 2011, 03:50:55 AM
tetapi krn keterlibatan manusia dlm penemuan sains
jd sering kita temukan, Tuhan mjd slh satu motivasi penemuannya
Tetap saja, hal itu tidak membuat sains jadi memerlukan Tuhan kan?
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 23, 2011, 08:01:04 AM
Pencerahan yang bagus

Judul yang tepat tuhan tidak perlu di ikutsertakan dalam bahasan sains

Logikanya  Jika tuhan tidak perlu di ikutsertakan pada bahasan sains maka sains pun tidak perlu diikutsertakan dalam bahasan tuhan

kesimpulan logika di atas adalah kosong

Nanti pas bukak kitab injil umpamanya ada ayat yang menceritakan  pohon umpamanya/ ada yang bilang gak boleh tu pohon di ayat tuhan/ kesimpulan sains melarang.......

Aku jadi bingung sama kesimpulan rafek yang kosong

Tambah bingung lagi tulisan tuhan ada pulak diforim ini....

Forum ini forum sains tapi bahas tuhan...

Si pi-one sama Mr ? Pun asbun tidak membuat kesimpulan secara logika, ayem ayem

Hanya permainan kata ya

Tambah yang buat topik pun gak muncul lagi

Ini forum sains apa pasar sayor

Aku bagus nya diskusi terus apa ngak ya...

Kalau diskusi sama orang orang payah penglihatan memang bisa gila/rugi miker.

Hilang sudah satu ilmu.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 23, 2011, 08:43:06 AM
@Ahmad Santoso
Semua yang Anda katakan hanyalah Ad Hominem, atau penghinaan..Ini kesalahan logika..

Ini memang Forum Sains, dgn sub forum Agama & Filosofi..Karena itu juga membahas Tuhan..Seharusnya Anda tahu ketika memasuki forum ini..

Jika menurut Anda, orang2 ini tidak menggunakan logika, mohon dibantah dengan intelek, dan tidak menghina sana sini..
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 23, 2011, 09:55:24 AM
trimakasih panduannya
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 23, 2011, 10:24:47 AM
Kepada teman-teman forum sain mohon maaf atas ungkapan yang menyakitkan hati.

Ini tulisan terakhir saya di forum sains ini.

Teman bercanda sayapun bercanda.

Saya hanya melihat gelileo berdiri, lalu newton melihat titik keseimbangan benda tegar, diantara telapak kaki yang dipijak, lalu dia melihat sedikit ke atas rupanya ada lagi titik keseimbangan di dalam kaki, melihat ke atas sedikit lagi juga titik keseimbangan, sehingga semua hanyalah kumpulan titik titik keseimbangan yang rapuh.

Semoga forum yang telah memberi kesempatan saya menulis disini melahirkan para pemikir yang bijak.

Trimakasih kepada pemilik forum

Sekali lagi mohon maaf, salam sejahtera.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: reborn pada November 23, 2011, 10:39:28 AM
@ahmadsantoso
Saya sama sekali tidak dapat menangkap point anda, selain kesan negatif yang juga ditangkap @Fariz Abdullah.
Keputusan berhenti berdiskusi di sini mungkin keputusan yang bijak. Terima kasih untuk partisipasinya.

Secara umum, saya sependapat dengan @rafek

Beberapa orang berpendapat bahwa sains dan agama mereka sejalan, atau tidak bertentangan. Walaupun begitu, keduanya memiliki ranah masing masing, dan berlandaskan sesuatu yang berbeda pula. Sains berdasarkan logika, sedangkan agama berdasarkan iman, dan terkadang(atau bahkan seringkali), ditemukan kontradiksi antara logika dan iman. Jadi sains dan agama harus dipisahkan, serta tidak boleh ada intervensi antar kedua pihak.

Iman, atau kepercayaan, adalah hak pribadi tiap individu. Seseorang boleh saja mengklaim kepercayaannya sejalan dengan sains, namun hal itu terbatas pada pandangan filosofis dan spiritual pribadinya saja, tidak untuk dicampuradukan.

Sains pada dasarnya tidak membahas Tuhan, baik membantah ataupun membenarkan. Tuhan beserta konsepnya adalah ranah agama dan filosofi. Kesimpulannya, Tuhan tidak perlu diikutsertakan dalam bahasan sains.  

Jika ada yang pernah membaca deskripsi singkat SF ini, saya sudah tuliskan :

Agama : A socio-cultural system characterized by the belief in the sacred or the holy.
Filosofi : The rather broad discussions concerning reality, knowledge, or values, based on logical reasoning rather than empirical methods or dogma.
Judul: Re: Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada November 26, 2011, 01:49:51 PM
Pada dasarnya sains mencoba menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dari realitas fisik menggunakan model fisik maupun matematis. Model yang mampu mewakili kondisi sebenarnya akan memberikan keunggulan/keuntungan bagi pemakainya, dibandingkan dengan model yang kurang lengkap atau kurang akurat.
There is the truth out there.
Jika realitas diibaratkan sebagai suatu wilayah, teori sains bisa diibaratkan sebagai petanya. Dengan peta yang lengkap dan akurat, kita bisa mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Peta yang salah atau kurang lengkap dapat membuat kita tersesat.
Sains terus berkembang hingga mencapai derajat presisi dan akurasi yang sangat tinggi dewasa ini. Hal ini memberikan keuntungan yang sangat besar bagi orang/golongan/bangsa yang mampu menguasai dan menerapkannya. Sementara orang yang masih menggunakan "peta lama" yang sudah terbukti tidak akurat akan semakin tertinggal.

A new scientific truth does not triumph by convincing opponents and making them see the light, but rather because its opponents eventually die, and a new generation grows up that is familiar with it. ~Max Planck

Pada akhirnya hanya akan tersisa teori-teori sains yang paling akurat pada zamannya, sesuai semboyan survival for the fittest. Pada masa berikutnya bisa jadi muncul teori baru yang bahkan lebih lengkap dan presisi dibanding pendahulunya.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: e_rhema pada Desember 02, 2011, 07:45:19 AM
Sains adalah alat untuk meyatakan kemuliaan, keberadaan TUHAN, ketika kita belajar sains dan semakin mendalaminya, akan ada suatu batas yang menyatakan bahwa kita ini terbatas.
Soal keotomatisan sains, tidak, sains nggak otomatis, nggak mungkin TUHAN cuma membuat dan menjalankannya otomatis, Dia ikut campur tangan.
Contoh, ditemukannya sepesies baru, fenomena alam yang berubah ubah dan tak pasti, beberapa fenomena melawan hukum fisika, dll.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 02, 2011, 09:21:15 AM
Sains adalah alat untuk meyatakan kemuliaan, keberadaan TUHAN, ketika kita belajar sains dan semakin mendalaminya, akan ada suatu batas yang menyatakan bahwa kita ini terbatas.
Soal keotomatisan sains, tidak, sains nggak otomatis, nggak mungkin TUHAN cuma membuat dan menjalankannya otomatis, Dia ikut campur tangan.
Contoh, ditemukannya sepesies baru, fenomena alam yang berubah ubah dan tak pasti, beberapa fenomena melawan hukum fisika, dll.

Ya, hanya campur tangan kecil yang kadang tidak terasa. Tapi sebagian besar berjalan secara mekanik.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Desember 02, 2011, 10:51:15 AM
Sains adalah alat untuk meyatakan kemuliaan, keberadaan TUHAN, ketika kita belajar sains dan semakin mendalaminya, akan ada suatu batas yang menyatakan bahwa kita ini terbatas.
Keterbatasan kita tak otomatis menjadikan Tuhan ada.
Apalagi sains sama sekali tak membahas Tuhan.

Soal keotomatisan sains, tidak, sains nggak otomatis, nggak mungkin TUHAN cuma membuat dan menjalankannya otomatis, Dia ikut campur tangan.
Contoh, ditemukannya sepesies baru, fenomena alam yang berubah ubah dan tak pasti, beberapa fenomena melawan hukum fisika, dll.
Kemunculan spesies baru adalah peristiwa alami. Tidak perlu intervensi gaib di sana. Fenomena alam yang terus berubah juga bukan hal luar biasa. Lalu, apa fenomena yang melawan hukum alam? Semoga anda tak membicarakan kisah-kisah ajaib dari masa lalu seperti banjir nuh atau terbelahnya laut merah oleh Musa, karena peristiwa-peristiwa itu tak terbukti secara historis dan ilmiah.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 02, 2011, 12:05:15 PM
Apa yang anda sebut sebagai alami? Suatu akibat dari suatu ketentuan yang harus terjadi?
Saya sering bertanya, siapakah yang merancang motor bakteri? Bakterikah? Atau siapa? Saya tidak menyatakan bahwa ada Tuhan, saya hanya ingin anda menjawab ini. Bakteri, DNA, atau apa? Secara acak? Masing masing berinovasi dengan resiko tewas seperti manusia yang berkutat dalam karirnya?
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: e_rhema pada Desember 03, 2011, 05:28:50 AM
"Keterbatasan kita tak otomatis menjadikan Tuhan ada.
Apalagi sains sama sekali tak membahas Tuhan." Kutipan dari Pi Man
Mungkin sains terlalu kecil untuk menyatakan keberadaan Tuhan jika begitu..
Jarak BUmi dari matahari yang sangat tepat untk mendukung kehidupan (Bandingkan dengan merkurius, Venus, Mars, dll) tidak mungkin sesuatu yang kebetulan (mungkin sangat kebetulan)

Ada bbrp tempat di muka bumi, gravitasi tidak berjalan semestinya.
Untuk musa membelah laut, udh ada bukti ilmiahnya, Kapal nuh udh ditemukkan bukan ? Kalau histori dari Musa, kalau dilihat dari sudut pandang mesir, mana mau Firaun  Mesir itu menuliskan kekalahan yang teramat memalukan di daftar sejarahnya ?
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2011, 06:16:56 AM
Hehehe, saat suatu kecerdasarn seseorang diukur dari pendapat orang lain, seperti ijasah, yang sarat dengan uang dan politik, menggelikan sekali kadang melihat orang orang. Sebagian besar mengaku sebagai beragama, berusaha dengan berbagai cara untuk mencegah orang orang mengakui lawannya lebih cerdas, lebih unggul. Menggelikan.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: PocongSains pada Desember 03, 2011, 07:33:13 AM
yang jelas sains membutuhkan moral,
pertanyaannya dimana kita bisa mendapatkan moral??
:D
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2011, 07:35:46 AM
Apa itu moral? ;D Saya bingung dengan definisi ini.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Desember 03, 2011, 07:48:51 AM
ah, Science tak membutuhkan Tuhan ?
bukan hanya itu, tapi memang TIDAK ADA yang butuh Tuhan, sebab Tuhan itu memang TIDAK ADA !
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2011, 09:13:37 AM
Menggelikan sekali melihat para sunni muslim di FB, mereka menggunakan semua penelitian saya yang saya kemukakan disini untuk melawan saya sendiri. Benar benar setan yang tidak patut dikasihani. Besar kemungkinan mereka semua adalah anak anak kecil sekitar usia SMP, kecil kemungkinan dibawah 17 tahun, tidak ada yang lebih bebal daripada yang seusia ini.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2011, 09:14:25 AM
ah, Science tak membutuhkan Tuhan ?
bukan hanya itu, tapi memang TIDAK ADA yang butuh Tuhan, sebab Tuhan itu memang TIDAK ADA !

Berapa lama anda akan mampu untuk mempertahankan pernyataan ini? 60 tahun? 70 Tahun? ;D hehehehe.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: MonDay pada Desember 03, 2011, 11:12:36 AM
Berapa lama anda akan mampu untuk mempertahankan pernyataan ini? 60 tahun? 70 Tahun? ;D hehehehe.
pendapat anda pun tidak ada jaminan untuk bertahan lama hmm
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2011, 11:14:50 AM
pendapat anda pun tidak ada jaminan untuk bertahan lama hmm

Bahwa Tuhan dan Neraka ada???
Coba 60 tahun lagi kita lihat siapa yang benar. Hehehehe.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Desember 03, 2011, 11:33:58 AM
Apa yang anda sebut sebagai alami? Suatu akibat dari suatu ketentuan yang harus terjadi?
Saya sering bertanya, siapakah yang merancang motor bakteri? Bakterikah? Atau siapa? Saya tidak menyatakan bahwa ada Tuhan, saya hanya ingin anda menjawab ini. Bakteri, DNA, atau apa? Secara acak? Masing masing berinovasi dengan resiko tewas seperti manusia yang berkutat dalam karirnya?
Apakah bakteri memerlukan perancang? Mutasi terjadi secara acak, seleksi alam tidak. Proses evolusilah yang membentuk bakteri yang kita kenal sekarang, lalu siapa yang akan ditunjuk jadi 'designer'?

Jarak BUmi dari matahari yang sangat tepat untk mendukung kehidupan (Bandingkan dengan merkurius, Venus, Mars, dll) tidak mungkin sesuatu yang kebetulan (mungkin sangat kebetulan)
Jarak bumi sangat pas? Bisa jadi, jika meninjau kehidupan sekarang.
Tapi beberapa puluh atau beberapa ratus juta tahun silam, mungkin jarak marslah yang lebih pas.
Beberapa ratus juta tahun lagi, mungkin jarak venuslah yang pas.
Dan bagaimana jika bumi sepuluh kilometer lebih dekat atau lebih jauh? Akan jadi lebih buruk, atau lebih baik? Kita tak tahu, tak cukup mengklaim hanya dari kondisi kita sekarang.

Ada bbrp tempat di muka bumi, gravitasi tidak berjalan semestinya.
Dan apa sebabnya? Pelanggaran hukum alam? Atau sebatas fenomena yang belum kita pahami?

Untuk musa membelah laut, udh ada bukti ilmiahnya, Kapal nuh udh ditemukkan bukan ? Kalau histori dari Musa, kalau dilihat dari sudut pandang mesir, mana mau Firaun  Mesir itu menuliskan kekalahan yang teramat memalukan di daftar sejarahnya ?
Maaf, sudah banyak klaim temuan kapal nabi nuh, tapi belum ada yang valid. Dan peristiwa pembelahan laut juga belum terbukti ilmiah. Bahkan eksistensi Musa belum terbukti secara historis. Dan sampai sekarang, bahkan belum ada satupun nama Firaun yang bisa diajukan sebagai 'firaun of exodus'.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Jim Heart pada Desember 03, 2011, 02:54:44 PM
Bahwa Tuhan dan Neraka ada???
Coba 60 tahun lagi kita lihat siapa yang benar. Hehehehe.
maksudnya dengan anggapan bahwa 60 tahun lagi kita sudah mati ?

haha, saya "mengalah" ...
kita takkan bisa membuktikannya di "akhirat" nanti ...
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: mhyworld pada Desember 03, 2011, 06:50:11 PM
Maaf, sudah banyak klaim temuan kapal nabi nuh, tapi belum ada yang valid. Dan peristiwa pembelahan laut juga belum terbukti ilmiah. Bahkan eksistensi Musa belum terbukti secara historis. Dan sampai sekarang, bahkan belum ada satupun nama Firaun yang bisa diajukan sebagai 'firaun of exodus'.

Tentang membelah samudera, IMO, kemungkinan berasal dari majas hiperbola. Orang sering menggunakannya untuk menarik perhatian. Sialnya, orang-orang yang mendengar cerita itu kemudian mengartikannya secara harfiah.

berikut hasil search google untuk membelah samudera dan membelah angkasa.
Kutip
Membelah Samudera di Pantai Popoh | ANTARA JATIM : Portal ...
7 Okt 2011 – Membelah Samudera di Pantai Popoh. Oleh Fiqih Arfani Tulungagung - Awalnya cukup lelah menempuh perjalanan panjang dari jantung kota ...
Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 2) - Travel ...
Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 2). Posted on 14 April 2011. Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 2). Salah satu yang ...
Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 1) - chicmagz
Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 1). Posted on 14 April 2011. Membelah Samudera Menuju Pulau Komodo (Bagian 1). Lima hari empat ...
Kutip
detikFoto : Layang-Layang Membelah Angkasa Bali
foto.detik.com › Foto News
29 Jul 2011 – Langit biru Bali dipenuhi layang-layang yang membelah angkasa. Ratusan layang-layang mengikuti Festival Layang-Layang Bali 2011 di ...
Membelah Angkasa - Fotokita
Sayap pesawat dapat diibaratkan seperti pisau membelah angkasa. - Komunitas Fotografi National Geographic Indonesia.
Membelah Angkasa - Fotokita
Membelah Angkasa. OLEH moeldjanee • 2 tahun lalu. pekerjaan saya yang tidak tetap kerap membuat saya melakukan perjalanan jauh. ...
Deru F16 dan F/A 18 Hornet Membelah Angkasa Pulau Dewata
7 Sep 2011 – Deru mesin pesawat jet dari kedua negara membelah angkasa Pulau Dewata. 13153609821094794506 Para pilot yang menerbangkan ...
Layang-Layang Membelah Angkasa Bali | HOT DAN UNIK | www ...
31 Jul 2011 – Langit biru Bali dipenuhi layang-layang yang membelah angkasa. Ratusan layang-layang mengikuti Festival Layang-Layang Bali 2011 di ...
Come And Share: “THE GREEN PLANE” BOEING 787 ...
29 Sep 2011 – “THE GREEN PLANE” BOEING 787 DREAMLINER AKHIRNYA MEMBELAH ANGKASA. Pesawat Boeing 787 Dreamliner baru saja membelah ...
Layang-Layang Membelah Angkasa Bali
31 Jul 2011 – Langit biru Bali dipenuhi layang-layang yang membelah angkasa. Ratusan layang-layang mengikuti Festival Layang-Layang Bali 2011 di ...
SINDOnews | Perdana, Sang Dreamliner membelah angkasa
27 Okt 2011 – Perdana, Sang Dreamliner membelah angkasa ... Pesawat jumbo ini kemudian membelah langit biru untuk selanjutnya mendarat mulus di ...
Inilah Produk Baru Honda Yang Mampu Membelah Angkasa - Lintas Berita
INILAH Produk Baru HONDA Yang Mampu Membelah Angkasa !!! Semua orang udah tahu merk Honda dari ... Berita Terkait. HondaJet : Honda yang membelah angkasa ...
[foto] Layang-Layang Membelah Angkasa Bali | Tracking News
29 Jul 2011 – [foto] Layang-Layang Membelah Angkasa Bali - Berita Nasional dan ... Langit biru Bali dipenuhi layang-layang yang membelah angkasa. ...
AFAIK, sejauh ini penjelasan di atas adalah penjelasan yang paling sederhana. Extraordinary claims require extraordinary evidence. Ordinary claims require ordinary evidence.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 04, 2011, 07:23:31 AM
Oke, jadi mutasi terjadi secara acak, sekarang tarolah dalam sebuah kode DNA ada 4 kemungkinan untuk 1 "BIT" bukan 2 seperti komputer, dengan panjang sekitar 3 milyar basa, dimana 1 saja terjadi kesalahan, maka besar kemungkinan tewas. Menurut anda yang seperti ini masuk diakal? Ini persis sama seperti saya melempar koin selama 1 juta tahun, kemudian saya membuat sebuah pesawat tempur F-22 RAPTOR.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: rafek pada Desember 04, 2011, 11:51:24 AM
Apakah keteraturan dalam alam semesta lantas menjadi bukti bahwa Tuhan yg mengatur? Itu konsep God of the Gaps. Tuhan dalam konsep itu tidak lebih dari dummy variable yg dapat senantiasa diganti oleh apapun yg anda kehendaki tanpa merubah artian atau makna konsep tsb.

Saya jadi teringat kalimat yg sangat terkenal dalam chaos theory. Satu kepakan sayap kupu kupu di suatu belah dunia tertentu dapat menimbulkan angin topan di belahan dunia lain. Butterfly effect.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Pi-Man pada Desember 04, 2011, 12:08:09 PM
Oke, jadi mutasi terjadi secara acak, sekarang tarolah dalam sebuah kode DNA ada 4 kemungkinan untuk 1 "BIT" bukan 2 seperti komputer, dengan panjang sekitar 3 milyar basa, dimana 1 saja terjadi kesalahan, maka besar kemungkinan tewas. Menurut anda yang seperti ini masuk diakal? Ini persis sama seperti saya melempar koin selama 1 juta tahun, kemudian saya membuat sebuah pesawat tempur F-22 RAPTOR.
Peluang yang anda sodorkan kelewat gak sesuai.

Katakanlah ada 1000 individu yang lahir, sepuluh diantaranya mengalami mutasi, 7 mengalami mutasi netral, dua mengalami mutasi merugikan, dan satu menguntungkan. Dua yang mengalami mutasi merugikan mungkin akan gagal survive, dan sifat mutasinya takkan diwariskan ke generasi berikut, maka kita punya jumlah yang selamat dari 990 individu yang tak mengalami mutasi (entah berapa banyak dari mereka yang survive) plus yang selamat dari 8 yang mengalami mutasi tak merugikan. Proses diulang lagi untuk generasi berikut.

Sekali lagi, mayoritas mutasi itu netral. Dan mayoritas mutasi merugikan tak diwariskan ke generasi berikutnya, karena peluang mereka untuk survive juga kecil. Jadi secara umum, yang tersisa cuma mutasi menguntungkan dan netral.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 05, 2011, 06:18:14 AM
Apakah keteraturan dalam alam semesta lantas menjadi bukti bahwa Tuhan yg mengatur? Itu konsep God of the Gaps. Tuhan dalam konsep itu tidak lebih dari dummy variable yg dapat senantiasa diganti oleh apapun yg anda kehendaki tanpa merubah artian atau makna konsep tsb.

Saya jadi teringat kalimat yg sangat terkenal dalam chaos theory. Satu kepakan sayap kupu kupu di suatu belah dunia tertentu dapat menimbulkan angin topan di belahan dunia lain. Butterfly effect.

Apa saya bilang ini adalah sebuah konsep of the gaps? Tidak, Tuhan memang ada, dan dia membuat semua ini, dan tidak kepada sembarang orang dia memberitahukan. Bahkan dengan fasilitas yang sama pun hasil bisa berbeda.
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: ? pada Desember 05, 2011, 02:03:33 PM
Kalau kita berbicara ilmiah, apakah bukti ilmiahnya?
Judul: Re:Science Tidak membutuhkan Tuhan.
Ditulis oleh: reborn pada Desember 05, 2011, 04:46:13 PM
Saya pikir diskusinya sudah melebar terlalu jauh. Selain itu sepertinya sudah terjawab juga. Jadi topik ini akan dikunci. Silahkan buat topik baru untuk melanjutkan diskusi dengan tema yang berbeda.