Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 16, 2022, 11:24:01 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 15
Total: 15

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Asam Dipikolinat (piridin-2,6-dikarboksilat) Sebagai Ligan Pilihan Pada Kompleks Untuk Bioaktivitas

<div style="text-align: justify;"> <p>Penelitian di bidang obat-obatan kimia anorganik, akhir-akhir ini telah dikembangkan dengan memanfaatkan ligan-ligan pengkhelat yang terkoordinasi bersama ion-ion logam, kompleks yang terbentuk diarahkan sebagai kontrol dalam bioaktivitas. Agen pengkhelat dari ligan ini memberikan keuntungan dalam stabilitas kompleks yang terbentuk (Ryan E. Mewis. 2010). <span style="font-weight: bold;">Asam dipikolinat</span> dapat sebagai ligan anionik berupa <span style="font-style: italic;">dipic</span><sup style="font-style: italic;">2-</sup>. Ligan dipikolinat termasuk jenis ligan tridentat dengan tiga atom donor pasangan elektron, yaitu N (nitrogen) dan 2 buah atom O (oksigen). Karena memiliki lebih dari satu atom donor, ligan dipikolinat termasuk ligan jenis pengkhelat (sepit) (Paul M. Pellegrino. 2001).</p> <p><img width="338" height="187" align="left" alt="" src="/tpadmin/tp-images/Image/asam-dipikolinat.png" />Dipikolinat ini banyak ditemukan dalam beberapa senyawa alami sebagai suatu produk degradasi oksidatif dari vitamin, koenzim, dan alkaloid, serta merupakan suatu komponen dari <span style="font-style: italic;">fulvic acid</span>. Asam dipikolinat (<span style="font-style: italic;">piridin-2,6-dikarboksilat</span>) juga menunjukkan beberapa fungsi biologis, di antaranya adalah kemampuan untuk aktivasi-inaktivasi dari beberapa mettaloenzim, penghambat transfer elektron, oksidasi LDL, selain itu juga toksisitas yang rendah (<span style="font-style: italic;">low toxicity</span>) dari piridin-2,6-dikarboksilat banyak digunakan dalam model senyawa <span style="font-style: italic;">metallo-pharmaceutical</span> (Zafar A. Siddiqi. 2009).</p> <p>Akhirnya, asam dipikolinat menjadi salah satu ligan yang paling sesuai untuk senyawa <span style="font-style: italic;">pharmacological</span> yang aktif, karena sifatnya yang rendah toksisitas dan a<span style="font-style: italic;">mphophilic</span> (AC. Gozales-Baro. 2005). Turunan asam karboksilat dan piridin telah banyak ditemukan kegunaannya dalam bidang kimia analitik dan sebagai penghambat korosi. Suatu asam dengan gugus karboksilat yang bertetangga dengan atom nitrogen berperan dalam suatu pembentukan reaksi kompleks dengan beragam ion logam (B. Setlow. 1993).</p> <p><span style="font-weight: bold;">Asam dipikolinat</span> juga merupakan penyusun utama dari bakteri spora. Dalam beberapa bakteri, asam dipikolinat menyumbang 17% dari berat spora. Asam dipikolinat (H2dipic), atau piridin-2,6-dikarboksilat dipercaya merupakan faktor utama yang berperan dalam melindungi spora dari panas dan radiasi UV (Alper Tolga, et al. 2009). Senyawa ini juga berperan untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan spora. Asam dipikolinat dalam sistem biologis, dipelajari pertama kali oleh Udo pada tahun 1936. Keberadaan asam piridin-2,6-dikarboksilat pada spora bakteri dipelajari oleh Powell pada tahun 1953. Molekul ini juga terdapat pada beberapa jamur.</p> <p>Molekul ini tidak bereaksi dalam beberapa perubahan kimia, karena sifatnya yang inert dan tidak reaktif, tetapi mendapat perhatian yang lebih dalam bidang biologi, karena keberadaannya pada spora bakteri. Molekul asam piridin-2,6-dikarboksilat juga merupakan suatu agen pengkelat yang utama, sifat ini telah dipelajari dalam pergeseran kesetimbangan <span style="font-style: italic;">chiral-induced</span>, yang dikenal juga sebagai <span style="font-weight: bold;">efek Pfeiffer</span>. Efek ini telah digunakan untuk membuktikan kemampuan optis dari kelat ion dipikolinat dengan beberapa logam lanthanida.</p> <p><a titke="Diskusi Asam Dipikolinat (piridin-2,6-dikarboksilat) Sebagai Ligan Pilihan Pada Kompleks Untuk Bioaktivitas" style="font-weight: bold;" href="http://www.forumsains.com/kimia/artikel-forsa-asam-dipikolinat-sebagai-ligan-pilihan-pada-kompleks/">Diskusikan lebih lanjut di forum</a></p> </div>

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Comments: 0 *

You don't have permission to comment, or comments have been turned off for this article.

Articles dalam « Kimia »