Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 01, 2022, 06:05:20 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 50
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 30
Total: 30

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Implementasi Knowledge Pemilihan Umum di Indonesia

<div style="text-align: justify;">Sistem Pemilihan Umum di Indonesia atau disingkat dengan PEMILU dan Pemilihan Kepala Daerah atau PILKADA serta Calon Legislatif atau (<span style="font-style: italic;">Caleg</span>) di daerah umumnya masih dilakukan secara manual sehingga kebanyakan pemilihan tersebut banyak kendala-kendala atau kelemahan-kelemahan dalam penghitungan suara dan akan kemudian menjadi dampak politik yang anarkis. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi kalau bukan mental sumber daya manusianya (<span style="font-style: italic;">Human Error</span>). Diciptakannya sebuah sistem ini untuk menyelenggarakan Pemilihan kepala daerah serta pemilihan untuk anggota Legislatif, Walikota, Bupati dan wakil- wakilnya kini tidak hanya sebatas bisa dicapai dengan menerapkan sistem pemungutan suara, namun juga pada pembuatan program peranti lunak untuk pendataan, komputasi, hingga menampilkan hasil perhitungan secara objektif. Sistem ini dapat digunakan ke seluruh pelosok daerah dengan syarat daerah tersebut sudah masuk <span style="font-weight: bold;">Jaringan Telekomunikasi</span> atau <span style="font-style: italic;">Hotspot Area</span>&nbsp; di daerah yang mempunyai sasaran untuk menghubungkan bagian&ndash;bagian pelosok, balik bukit dan pulau-pulau yang ada di daerah dan pelosok desa terpencil sampai ke kota besar sehingga seluruh masyarakat dapat langsung memilih secara langsung atau secara online dengan baik tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.<br /> <br /> Untuk estimasi biaya yang dikeluarkan untuk proyek tersebut tidak bisa dipastikan tergantung dengan kultur suatu daerah baik dari sisi manusianya maupun dari segi geografis dari daerah tersebut sedangkan waktu yang dibutuhkah untuk menjalankan proyek tersebut akan bersifat terus menerus sampai seluruh desa-desa yang ada di daerah dapat menggunakan sistem dengan baik. Mengingat latar belakang penduduk daerah&nbsp; kebanyakan belum memahami ilmu Teknologi Informasi maka <span style="font-style: italic;">web based knowledge management system</span> merupakan pilihan terbaik. Sistem ini terbangun atas banyak aspek, namun bisa dilakukan berbagai penyederhanaan sehingga bisa diwujudkan dalam bentuk <span style="font-style: italic;">knowledge management portal</span>. Supaya sistem ini dapat terbangun dengan baik, perlu dibudayakan sikap langsung, umum, bebas, rahasia, menyimpan, mengolah, dan menyebarluaskan <span style="font-style: italic;">knowledge</span>.<br /> <br /> Tantangan yang dihadapi dalam proyek pembangunan sistem ini adalah dalam penggunaan monitor layar sentuh (<span style="font-style: italic;">Touch Screen</span>) bagi pengguna (<span style="font-style: italic;">user</span>) yang awam sekali dan belum kenal sistem komputer, kemudian monitor layar timbul bagi pengguna tuna netra. Untuk kedepannya adalah monitor yang menerima masukan suara (<span style="font-style: italic;">audio</span>) user yang sesuai dengan program yang dirancang sehingga masyarakat daerah secara umum dapat berinteraksi secara <span style="font-style: italic;">interface</span> dengan baik yaitu tidak hanya dapat digunakan bagi orang&ndash;orang yang mengenal teknologi informasi saja tetapi melainkan orang&ndash;orang wajib memilih tidak memandang pengetahuan, usia dan cacat fisik saja.<br /> <br /> Untuk mendukung teknologi ini pasti membutuhkan suatu <span style="font-style: italic;">software</span> yang mendukung dan <span style="font-style: italic;">software</span> itu selalu dikembangkan guna proyek pembangunan sistem pemilihan umum secara online di daerah dapat terselesikan dengan baik. Secara kesimpulan tujuannya adalah mempercepat proses terjadinya pemilihan umum (<span style="font-weight: bold;">PEMILU</span>) atau Pemilihan Kepala Daerah <span style="font-weight: bold;">PILKADA</span> dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyerapan <span style="font-style: italic;">knowledge</span> melalui proses <span style="font-style: italic;">knowledge sharing</span>. Empat aktifitas yang mendasari <span style="font-style: italic;">knowledge management system</span> adalah <span style="font-style: italic;">direct knowledge</span>, <span style="font-style: italic;">general knowledge</span>, <span style="font-style: italic;">free knowledge</span> dan <span style="font-style: italic;">secret knowledge</span>.<br /> <br /> Dalam proses ini dituntut kemampuan untuk mengkonversi <span style="font-style: italic;">tacit knowledge</span> menjadi <span style="font-style: italic;">explicit knowledge</span> sehingga bisa dibuktikan secara transparan atau objective dan tidak lagi istilah Pemilu <span style="font-weight: bold;">LUBER</span> Konvensional itu sama dengan istilah LUBER Teknologi Informasi maka penulis memunculkan istilah baru pada pemilihan kepada daerah dengan system ini adalah <span style="font-weight: bold;">DIGEFS Teknologi</span> (<span style="font-style: italic;">direct</span>, <span style="font-style: italic;">general</span>, <span style="font-style: italic;">free</span> and <span style="font-style: italic;">secret</span>) secara teknologi informasi dengan penjelasan sebagai berikut : Langsung (<span style="font-style: italic;">direct)</span> berarti data benar&ndash;benar langsung terkirim secara langsung (<span style="font-style: italic;">online</span>) ke server pusat data, dimana markas data dilindungi secara ketat dan aman. Umum (<span style="font-style: italic;">general)</span> berarti siapa saja bisa melakukan hak suaranya selagi pemilih memenuhi syarat sebagai pemilih maka sistem akan menerima pemilih yang telah memenuhi syaratnya. Bebas (<span style="font-style: italic;">free) </span>berarti pemilih mempunyai kebebasan dalam memilih siapa saja yang mau dipilih dengan ketentuan&ndash;ketentuan yang sudah diatur oleh system. Rahasia (<span style="font-style: italic;">secret) </span>dijamin kerahasiaannya dalam system, karena akan dipasang pengaman komputer yang baik.</div>

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Comments: 2 *

1) Re: Implementasi Knowledge Pemilihan Umum di Indonesia
Comment by akh_akbar pada Desember 02, 2010, 07:29:51 AM

Assalamualaikum Pak Zul....saya akbar dari ilkom IPB
penelitian saya adalah tentang data mining : prediksi hasil pemilu di daerah bogor. Cuma saya sedang kesulitan mencari info utk membuat metode penelitian saya. Saya mohon bantuannya jika ada info/link/referensi yg bisa saya gunakan. Bisa dikirim ke gagah9787@gmail.com. Mhn bantuannya Pak. Terima kasih
2) Re: Implementasi Knowledge Pemilihan Umum di Indonesia
Comment by riko pada Januari 15, 2011, 03:50:42 PM

jika sistem seperti ini diterapkan di indonesia,tidaklah efektif
didaerah-daerah yang sangat terpencil.Namun untuk daerah
yang lebih berkemabang dan telah mengenal teknologi ,juga
tidak efektif sebab banyak sekali orang-ornag yang tidak
bertangung jawab seperti para hacker yang sering
mengotak-atik sistem keamanan.
You don't have permission to comment, or comments have been turned off for this article.

Articles dalam « Umum »