Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 29, 2020, 08:59:13 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139606
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 48
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 42
Total: 42

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan unsur yang terletak di dalam golongan lantanida dan termasuk tiga unsur tambahan yaitu Yttrium, Thorium dan Scandium. Unsur yang termasuk dalam logam tanah jarang dapat dilihat di tabel berikut:

Tabel 1. Nama-nama Unsur Logam Tanah Jarang

Pemasukkan yttrium, torium dan skandium ke dalam golongan logam tanah jarang dilakukan dengan alasan kesamaan sifat.

Logam tanah jarang tidak ditemukan di bumi sebagai unsur bebas melainkan dalam bentuk senyawa kompleks karbonat ataupun fosfat.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen logam jarang yang semakin dibutuhkan untuk industri global, menurut Koordinator Litbang tentang Permanen Magnet Logam Jarang Balai Besar Logam dan Mesin Kementerian ESDM, E Sri Bimo Pratomo.

Logam jarang ini dapat memasok industri dalam negeri maupun global, bahkan cadangan logam jarang Indonesia bisa melebihi yang dihasilkan China.

Salah satu pemanfaatan logam tanah jarang adalah untuk menjadi permanen magnet yang dibutuhkan untuk industri elektronika.

Saat ini pengetahuan limbah pengolahan tembaga dan logam tanah jarang memiliki ekonomi tinggi masih sangat sedikit. Padahal logam jenis itu sangat dibutuhkan misalnya oleh industri telepon selular, televisi flat, komputer, green industri, dan mobil listrik. Akibat sedikitnya pengetahuan tentang logam tanah jarang itu, potensi yang ada saat ini banyak terbuang atau tersia-siakan.

Saat ini pasokan logam tanah jarang untuk industri global sebagian besar masih dari China yang memasok sekitar 80 persen kebutuhan global. China saat ini menjadi kawasan yang memiliki 36 persen cadangan logam tanah jarang dunia. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi, cadangan mineral logam jarang di Indonesia sekitar 200 ribu tim namun belum termanfaatkan.

Sri Bimo Pratomo menyebutkan, Indonesia memiliki sumber alam untuk menghasilkan logam jarang, selain dari limbah timah juga dari pada limbah emas di mana Indonesia memiliki lokasi penambangan emas cukup banyak.


Sumber: Wikipedia, (U.S033/Y003), antaranews.com

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Kimia »

Tanggapan: * 0

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.