Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 29, 2020, 09:56:50 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139606
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 48
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kita tentunya sudah sering mendengar nama bunga bangkai, namun saya yakin masih banyak diantara anda yang belum pernah melihatnya, apalagi memakannya! Ya, dimakan! Yang akan kita bahas bukanlah bunga bangkai Rafflesia arnoldii yang berbentuk ceper seperti piring dan endemik Bengkulu, melainkan bunga bangkai dari genus Amorphophallus yang bentuknya seperi corong yang menjulang ke atas. Nama genus Amorphophallus sendiri berasal dari dua kata Yunani amorphos dan phallos. Kata pertama berarti “tak berbentuk”, dan kata kedua artinya “penis”. Nama ini mengacu pada spadix bunga bangkai yang dianggap mirip alat kelamin pria.

Kingdom : Plantae
(Informal) : Spermatophyta
(Informal) : Monocotyledonae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Familia : Araceae
Sub Familia: Aroideae
Tribe : Thomsonieae
Genus : Amorphophallus

Jangan menyangka bahwa bunga bangkai adalah tumbuhan yang langka, nyatanya kita dapat membeli bunga bangkai di pasar Keputran. Jika sempat bermain ke pasar, tanyalah kepada penjual umbi-umbian nama suweg, mbote, atau iles-iles. Itu adalah umbi bunga bangkai yang untuk mendapatkannya, kita cukup mengeluarkan Rp 1000,-. Iles-iles (Amorphophallus konjac) dimanfaatkan untuk membuat konyaku (jelly asal Jepang) dan bahkan jika difermentasi akan menghasilkan minuman beralkohol yang harganya lumayan mahal. Jika punya sebotol Hennesy X.O (eXtra Old), anda akan melihat tulisan “cognac”. Itu mengacu pada A. konjac yang merupakan bahan bakunya. Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) tidak kalah menariknya. Setelah diproses untuk menghilangkan getahnya yang gatal (karena mengandung kalsium oksalat / CaC2O4) dengan cara dicuci dengan air garam atau asam sitrat,direbus dan dibumbui, suweg sangatlah  nikmat untuk dikonsumsi. Selain itu, suweg juga bisa dijadikan keripik dengan cara dipotong tipis-tipis, dijemur, dibumbui, lalu digoreng kering. Bahkan, bunga dari bunga bangkai ini juga bisa dikonsumsi dengan cara dipotong menjadi lembaran-lembaran seukuran telapak tangan, kemudian ditumis. Rasanya mirip sekali dengan jamur kuping.

Jika berniat untuk menanam bunga bangkai di halaman rumah (jangan khawatir karena sebenarnya bunga bangkai tidak berbau busuk, hanya saja mirip terasi), siapkanlah gentong berdiameter 50 cm yang sudah diisi media berupa tanah yang porous (gembur). Campurkanlah pupuk NPK butiran sebanyak 3 atau 4 sendok makan ke dalam tanah dan aduk hingga rata. Kemudian, pilihlah umbi bunga bangkai yang ingin anda tanam, bisa berupa suweg atau mungkin bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanium. Tanam umbi sedalam 5-10 cm. Nantinya umbi akan mengeluarkan batang selama musim kemarau, dan jika persediaan makanan sudah mencukupi, niscaya ia akan berbunga pada musim penghujan. Jika cadangan makanan belum terpenuhi, ia akan mengumpulkan lagi pada musim kemarau berikutnya, dan seterusnya sampai memiliki cukup cadangan makanan untuk berbunga. Penulis sendiri telah mencoba menanam berbagai jenis bunga bangkai dan berhasil membungakan beberapa diantaranya, yakni A. gigas, A. paeoniifolius, A. konjac, A. beccarii, dan A. borneensis.

Selamat mencoba untuk menanam atau memakan bunga bangkai!
Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Biologi »

Tanggapan: * 26

  1) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by skuler pada Mei 11, 2009, 07:16:38 PM

waduuu... klo ada gambar2 makanannya, pasti lebi seru nii....
  2) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by BANGBEN pada Mei 15, 2009, 06:47:08 AM

ya
  3) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by BANGBEN pada Mei 15, 2009, 06:47:49 AM

mang capa yg buat??
  4) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by Ariatami pada Mei 16, 2009, 06:39:43 AM

dari cara masaknya... kayaknya kripiknya enak tuh.....
  5) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by biobio pada Mei 17, 2009, 02:53:11 AM

saya yang buat...
  6) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by indriani pada Mei 18, 2009, 11:56:20 AM

makan bunga bangkai?? wah..menarik jg tuh..!!! ju2r saya bru dngar. bukankah bunga bangkai sngat di identikkan dg bunga yg berbau. bila bunga bangkai itu di konsumsikan apa g da efek sampingnya bwat tubuh Qt? sdangkan binatang yg rentan aja bs mati bl berterbangan dkat bunga tersbut. tetapi bla untuk di koleksikan taw menanamnya mungkin itu lebih baik dan menarik, pa lg di indonesia ini belum bgtu mengenal bunga tersebut. 

jika boleh saya meminta kelanjutan dan gambar topik ini tolong dikirimkan ke email saya y.. saya suka bnget dg topik ini. dikampus saya memegang unit kerja mahasiswa di bidang pencinta alam. saya tgu y blsannya,, trims..
7) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by athenadeflorist-com pada Mei 20, 2009, 10:53:35 AM

nga beracun???
tidak merusak badan???
  8) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by biobio pada Mei 21, 2009, 01:40:59 AM

gak...
  9) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by QomaraNH pada Mei 31, 2009, 09:43:05 AM

Rasanya aneh juga, masa makan bunga bangkai? Sepertinya nggak mau nyoba, deh
  10) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by BOGEN pada Juni 03, 2009, 10:52:35 AM

makan bunga bangkai???
wouuu....
kirimin gambar bunga dong...
mau liat ne
jadi penasaran
  11) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by biobio pada Juni 08, 2009, 08:24:35 AM

@BOGEN= silahkan cari di om google dan om wiki aja, nama ilmiahnya Amorphophallus sp.
@INDRIANI= binatang yang beetrbangan mati? ndak ah....
  12) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by TheRevenant pada Juli 21, 2009, 10:53:47 AM

klo bunga bangkai Rafflesia arnoldii bs dimakan g???????
  13) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by sora pada Agustus 01, 2009, 09:41:52 AM

hah? masa iyah? waahh.. bahayaaa..== tpi aneh :?
  14) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by Pandan Alas pada Agustus 07, 2009, 10:13:29 AM

Raflesia arnoldi sebenarnya lebih dikenal dengan nama bunga padma, jenis ini endemik Bengkulu, tumbuh sebagai parasit pada liana Tetrastigma sp., bunga padma dijadikan maskot nasional sebagi Puspa Langka.  Untuk Amorphophallus titanum dikenal sebagai bunga bangkai atau 'kibut' sebutan yang diberikan oleh masyarakat Ketahun (Bengkulu Utara) masa vegetatifnya sekitar 3 tahun, di Bengkulu Utara banyak tumbuh di ladang atau kebun kopi -saya ketemu beberapa tahun lalu di kebun kopi pelepah daunnya setinggi 3 M-an.  Yang biasa kita makan -oleh sebagian masyarakat Jawa adalah suweg (Amorphophallus campanulatus), ubinya putih, pulen, kalau benar-benar tua rasanya manis. Jenis ini memang disarankan sebagai sumber karbohidrat altenatif, jangan ragu-ragu mencoba, ayo kita lestarikan kekayaan hayati kita melalui pemanfaatan terlanjutkan, salam buat yang nulis artikel ini. PA     
  15) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by Denisaajadeh! pada Oktober 19, 2009, 11:51:51 AM

Eits simbahku suka banget ama suweg. Rasanya lumayan pas nyobain. Tapi suweg yang kumakan bentuknya mirip tales, betul yang itu gak sih???
  16) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by cenn pada November 02, 2009, 04:22:34 AM

lumayan tuh buat sumber bahan makanan sekunder...
kalo rasanya enak bisa di jual di resto>>>.
di bikin menu makanan baru
 
  17) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by rudiutomo pada November 09, 2009, 01:44:42 AM

DIPERJELAS donk....,, dengan gambar-gambarnya,tales orang jawapun bermacam-macam/kalo dibilang bunga bangkai,,setahu kami bunga bangkai itu tidak ada umbinya???
  18) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by firta m. d. r. pada Desember 10, 2009, 07:06:17 AM

Di daerah saya juga banyak tales,bahkan sudah menjadi konsumsi warga.tapi kalau tales di kampung saya
bunganya tidak seperti bunga bangkai.
  19) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by vikovernando pada Desember 13, 2009, 01:08:52 PM

aman ga tuh makanan?

bisa buat orang gatel gatel ga?

hehehehe
  20) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by andreanvee pada Februari 12, 2010, 03:26:43 PM

wah, bunga langka bisa di budidayakan menjadi makanan home industri.. sayang belum di dukung dengan gambar.
  21) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by wibi pada Maret 21, 2010, 08:43:28 AM

mungkin bunga bangkai bisa dijadikan obat dan dibudidayakan ;)_
  22) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by PocongSains pada Maret 25, 2010, 03:29:59 PM

haha, yang makan di hukum gak tuh, bunga bangkai kan dilindungi :D
  23) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by cha.xiaojie pada April 13, 2010, 03:26:34 AM

bos udah coba makan? jadi penasaran nih *kayaknya enak, tapi sYereeem, ga tau napa*
  24) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by expertmedia pada April 16, 2010, 12:35:48 PM

Ya. Aku dulu waktu kecil sering makan suweg. Rasanya gempi (jw). Jadi kangen pulang kampung nih....
  25) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by Mat Dillom pada Juni 09, 2010, 12:45:02 AM

Pak bunga bangkai yang mudah cepat tumbuh dan banyak "umbinya" jenis yang mana? Soalnya saya akan coba untuk membuat ethanol.
Mohon informasinya.
  26) Re: Makan Bunga Bangkai (?)
Comment by fajary pada Desember 25, 2010, 08:16:31 AM

kenapa ya,diberi nama bunga bangkai ?? mungkin dulu ada bangkai tubuh manusia yg kemudian menjamur menjadi bunga..wkwkwkwk..
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.