Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 01, 2022, 05:17:56 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 76
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 51
Total: 51

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Misteri di Balik Tape

<div style="text-align: justify;">Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.<br /> <br /> Inokulum tape, atau sering disebut ragi tape, telah lama diteliti. Dwidjoseputro &amp; Wolf (1970) merupakan salah satu peneliti pertama yang berusaha mengidentifikasi mikroorganisme dari ragi tape dan berhasil mengidentifikasi dua spesies khamir yaitu <span style="font-style: italic;">Candida lactosa</span> dan <span style="font-style: italic;">Pichia malanga</span>. Djien (1972) adalah peneliti lain yang berhasil mengidentifikasi kapang <span style="font-style: italic;">Chlamydomucor oryzae</span>, lima spesies dari genus <span style="font-style: italic;">Mucor</span> dan satu spesies <span style="font-style: italic;">Rhizopus</span>, serta khamir <span style="font-style: italic;">Pichia burtonii</span> dan <span style="font-style: italic;">Endomycopsis fibuliger</span> dari ragi tape. <span style="font-style: italic;">Chlamydomucor oryzae</span> merupakan sinonim dari <span style="font-style: italic;">Amylomyces rouxii</span>, dan nama terakhir tersebut merupakan nama yang sekarang digunakan (Ellis et al. 1976), <span style="font-style: italic;">Endomycopsis fibuliger</span> dan <span style="font-style: italic;">Candida lactosa</span> merupakan sinonim dari <span style="font-style: italic;">Saccharomycopsis fibuligera</span> (Barnett et al. 2000), sedangkan <span style="font-style: italic;">Pichia malanga</span> merupakan sinonim <span style="font-style: italic;">Saccharomycopsis malanga</span> (Barnett et al. 2000). Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan spesies-spesies lain yang terdapat dalam ragi tape selain yang telah disebutkan di atas, antara lain khamir <span style="font-style: italic;">Candida utilis</span> dan <span style="font-style: italic;">Saccharomyces cerevisiae</span>,serta bakteri <span style="font-style: italic;">Pediococcus</span> sp. dan <span style="font-style: italic;">Bacillus</span> sp. (Gandjar 2003).<br /> <br /> Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang <span style="font-style: italic;">Amylomyces rouxii</span>, <span style="font-style: italic;">Mucor</span> sp., dan <span style="font-style: italic;">Rhizopus</span> sp.; khamir <span style="font-style: italic;">Saccharomycopsis fibuligera</span>, <span style="font-style: italic;">Saccharomycopsis malanga</span>, <span style="font-style: italic;">Pichia burtonii</span>, <span style="font-style: italic;">Saccharomyces cerevisiae</span>, dan <span style="font-style: italic;">Candida utilis</span>; serta bakteri <span style="font-style: italic;">Pediococcus</span> sp. dan <span style="font-style: italic;">Bacillus</span> sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.<br /> <br /> Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (<span style="font-style: italic;">saccharification</span>). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.</div>

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Comments: 11 *

1) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by b0cah pada Juli 28, 2008, 11:03:27 AM

ini juga yang menyebabkan tape bisa menjadi bahan bakar alternatif, karena "alkohol" yang dihasilkan merupakan hidrokarbon juga kan? namun hati2 dengan persaingan bahan makanan menjadi bahan bakar...
2) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by  pada Juli 31, 2008, 11:40:34 AM

asslm.dah lama aq ga buka ni website.maklum org sibuk:) he..he..ngomong2 soal tape, aq mw tanya, tape kan salah satu makanan hasil fermentasi yg akhirnya menghasilkan alkohol. nah, apakah itu berarti semua bahan makanan n minuman yang diolah dengan fermentasi sudah pasti mengandung alkohol??trims ya..
3) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by milmi pada Agustus 01, 2008, 10:54:24 AM

@Ruqayah,
Istilah fermentasi sendiri sangat luas, tergantung dilihat dari sudut mana. Kalau dari sisi fisiologi mikrobia, fermentasi adalah proses penghasilan energi yg menggunakan molekul organik sebagai akseptor elektron hasil dari glikolisis. Sedangkan kalo dari sisi industri, fermentasi adalah semua proses perubahan atau penghasilan produk yang menggunakan mikrobia. Tidak semua fermentasi menghasilkan alkohol, ada juga yg menghasilkan asam asetat, asam laktat, dll. Fermentasi yang menghasilkan alkohol dilakukan oleh khamir dengan substrat gula. Oleh sebab itu, makanan hasil fermentasi yang menggunakan khamir dengan substrat awal yang mengandung banyak gula akan menghasilkan alkohol. Contoh tape, arak, ciu, brem.
4) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by lesley kish pada Desember 10, 2008, 09:53:47 AM

ass.
lama saya tidak nimbrung neh
saya mau tanya kepada kawan semua, kalo tape menghasilkan alkohol berarti tape bisa memabuk g?
mohon bantuannya ye...
5) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by goodkid pada Januari 01, 2009, 09:04:38 AM

sepertinya memabukkan yah klo makannya 10 kg sih...
6) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by n-gage QD pada Februari 11, 2009, 05:42:06 PM

sebenarnya Tape makanan tradisional yang lumayan enak tapi
kl di frementasi menjadi minuman berakohol lumayan enak juga
tapi jangan mpe maboooooooooooooook ya.........
7) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by sha2_cren pada Maret 15, 2009, 03:26:26 PM

oh ana bru tw klo ntw yg nyebapin tape beralkohol..
yah, jgn minum yg alkoholnya..okok
8) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by reddevil84 pada April 01, 2009, 08:51:33 AM

oooooh gt ya pantesan tape itu rasanya agak beralkohol y...............
brarti makan tape sm aja komsumsi alkohol dong?????
hehehehe...................
9) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by Dimas Riska Irawan pada Juli 19, 2009, 09:24:46 PM

kebanyakan makan tape juga eneg
10) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by sora pada Juli 31, 2009, 06:48:59 PM

haha.. tape gk enak.. tpi ttp mkan..hha=p
wkwkwk..
klo di campur es enak koq..hha.
11) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by cha.xiaojie pada April 12, 2010, 12:31:09 PM

buat ngompres luka, hehehe :D
You don't have permission to comment, or comments have been turned off for this article.

Articles dalam « Biologi »