Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 20, 2020, 02:11:47 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139604
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 52
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 38
Total: 38

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Bunyi bisa terdengar oleh telinga manusia jika terjadi getaran di udara atau medium lain yang sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.


Alat telinga dan pendengaran manusia secara terus-menerus bekerja sebagai pintu masuk komunikasi dan informasi melalui suatu proses transformasi yang rumit dan kompleks untuk menginterpretasikan getaran suara dan bunyi lingkungan. Tanpa kita sadari, manusia tidak luput dari berbagai faktor bahaya yang dapat mengganggu fungsinya. Salah satunya adalah paparan bunyi lingkungan yang makin bising, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran maupun kesehatan pada umumnya.


Bising yang kontinu di atas 85 desibel tidak hanya akan menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi berbagai penelitian membuktikan terjadinya peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, meningkatnya emosi, dan berbagai kelainan akibat stres. Seperti kita ketahui, banyak sekali jenis kegiatan yang melebihi ambang 85 desibel tersebut, misalnya peralatan mesin, lalu lintas ramai, musik yang menggunakan loudspeaker, permainan, dan aktivitas rekreasi lainnya. Dengan demikian, yang paling rentan adalah para pekerja pembangunan dan pabrik, mereka yang beraktivitas dan tinggal dipinggiran jalan raya, dan anak-anak.


Otot di telinga tengah manusia yang bekerja secara terus-menerus tidak akan mampu bertahan pada keadaan bising yang terlalu kuat dan kontinu sehingga terjadilah stimulasi berlebih yang merusak fungsi sel-sel rambut. Kerusakan sel rambut dapat bersifat sementara saja pada awalnya sehingga akan terjadi ketulian sementara. Akan tetapi, kemudian bila terjadi rangsangan terus-menerus, terjadi kerusakan permanen, sel rambut reseptor yang berfungsi untuk meredam getaran akan berkurang sampai menghilang dan terjadi ketulian menetap.


Ketulian akan terjadi pada kedua telinga secara simetris dengan mengenai nada tinggi terlebih dahulu, terutama dalam frekuensi 3.000 - 6.000 Hz. Sering kali juga terjadi penurunan tajam (dip) hanya pada frekuensi 4.000 Hz, yang sangat khas untuk gangguan pendengaran akibat bising. Karena yang terkena adalah nada yang lebih tinggi dari nada percakapan manusia, sering kali pada awalnya sama sekali tidak dirasakan oleh penderitanya karena belum begitu jelas gangguan pada saat berkomunikasi dengan sesama.


Perlu dipahami bahwa makin tinggi paparan bising, makin berkurang jangka waktu paparan yang aman. Misalnya pada 115 desibel (konser musik rock), 15 menit saja sudah berbahaya, pada 130 desibel (mesin jet), dua menit saja dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Musik orkestra klasik dan gamelan juga dapat memberi paparan kebisingan lebih dari 85 desibel, tetapi berbeda dengan bising industri, intensitasnya intermiten, bergantian antara bagian yang keras dan pelan, serta variasi nada yang cukup luas, sehingga terbukti kurang berbahaya bagi pendengaran. Walaupun demikian, tetap ditemukan kasus pada sebagian pemusik, yaitu antara 10 sampai 50 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.


Bila terjadi ketulian akibat bising, tidak dapat baik kembali dan memerlukan alat bantu mendengar yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik menghindari kebisingan dan berbagai kiat. Caranya? Menghindari bising, mengurangi volume bunyi sekitar, dan menggunakan alat pelindung. Seperti pendapat Helen Keller--yang tuli dan buta sejak usia balita--ketika ditanyakan, andaikata ia mendapat kesempatan kedua, manakah yang ingin dihilangkannya? Ia menjawab, ingin terlahir kembali tanpa ketulian karena kebutaan memisahkannya dari benda-benda, sedangkan ketulian memisahkannya dari manusia.


Lihat juga diskusi mengenai kesehatan telinga di forum kesehatan.

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Kesehatan »

Tanggapan: * 11

  1) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by manusiarender pada Februari 06, 2008, 04:54:34 PM

mendengar musik menggunakan headset/earbud juga katanya 130dB.... mirip pesawat jet.

otak manusia memiliki kemampuan mengenal melodi dan nada! makanya ga ada yang mau dengerin pesawat jet...bising sih.. tapi kalo lagu, baru deh doyan.
2) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by  pada Februari 08, 2008, 10:47:12 AM

Saya tidak suka membersihkan telinga... dan saya suka menyalakan tv, dan mp3 dengan suara yg tinggi
tapi setelah saya membaca ini saya jadi ingin merawat telinga saya dengan baik....
terima kasih....
3) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by  pada Februari 29, 2008, 05:29:27 PM

setuju telingakan bagian dari panca indra manusia
4) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by  pada Maret 02, 2008, 10:22:30 AM

Tuhan memberi satu lidah tetapi dua telinga, agar kita dua kali lebih banyak mendengar daripada berbicara. saya termasuk orang yang paling sering membersihkan telinga, kalo gatal sedikit telingaku berarti ia udah mulai kotor dan perlu dibersihkan, makanya pendengaran saya tetap terjaga, apalagi kalo lagi kuliah and duduknya dibelakang, kalo ndak bersih mana bisa terdengar.
5) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by  pada Maret 26, 2008, 05:24:31 AM

wahh... punya info lebih lengkap lagi gak??? referensi yang kira2 mudah dipahami apa ya??? coz, aq juga punya permasalahan seputar telinga. telingaq terkadang sering mendenging gitu deh, napa ya??
6) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by hasni pada Mei 24, 2008, 01:09:42 PM

orang yg tuli tuch berarti juga g bisa ngomong dong???
bner gak????
7) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by genjur pada Juni 15, 2008, 05:12:28 AM

cara mensyukuri apa yang telah kita miliki dalam hal ini telinga yang masih berfungsi dengan baik ya...dengan menjaga dan merawatny, menjaga dari suara bising,jg membersihkannya... hidup cottonbud!! 
  8) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by reborn pada Juli 11, 2008, 05:30:28 AM

@hasni
Tergantung. Kalo tulinya sejak lahir, biasanya memang bisu.
9) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by dwidyas pada Juli 22, 2008, 05:58:46 AM

bagi saya secara pribadi telinga merupakan indera yang sangat besar manfaatnya bagi manusia. sebagai contoh bayi ketika lahir, dia hanya memanfaatkan beberapa indera nya untuk belajar yaitu indera penglihatan dan pendengaran. indera pendengaran digunakan oleh bayi untuk memulai yang namanya  proses belajar
  10) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by palestine pada Oktober 24, 2008, 03:27:12 AM

Gangguan pada telinga salah satunya di sebabkan karena pengaruh lingkungan yang bising dan kurangnya perawatan,,,Tapi untuk kasus Kebiasaan Pura-pura tidak mendengarkan,apa itu pada akhirnya bisa menyebakan terjadinya gangguan pada telinga????
  11) Re: Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga Kita
Comment by andreanvee pada April 11, 2010, 05:27:44 PM

sip sip... rawatlah panca indera kita sebaik2nya....
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.