Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

November 26, 2022, 11:29:21 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,847
  • Latest: Fordemah
Stats
  • Total Tulisan: 139,639
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 30
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 29
Total: 29

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

akankah betelgeuse meledak pada tahun 2012???

Dimulai oleh Venuz, April 17, 2011, 06:50:47 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Venuz

Akankah Betelgeuse Meledak Sebelum Tahun 2012?Setidaknya saat ini ada 3 pemberitaan dengan berita
utama yang hampir sama. Beritanya menarik loh.
Dalam ketiga berita tersebut, disebutkan Bumi tak lama
lagi akan memiliki ''Dua Matahari'', Calçada Salah satu berita menyebutkan Betelgeuse akan
mendekat dan supernova mencapai Bumi sebelum
tahun 2012 ketika si bintang meledak. Di berita lainnya
disebutkan menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland,
Australia, saat Betelgeuse meledak sebagai supernova ia akan sangat terang sampai-sampai malam akan
menjadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu. Nah menarik kan? Apalagi disebutkan bintang maha
raksasa merah di Rasi Orion itu akan "meledak" dan tampak seperti "Matahari" akhir tahun ini. Artinya kita akan melihat "bintang terang" laksana Matahari di tahun 2012. Artinya lagi, apa ini ada kaitannya
dengan isu kiamat?Oh la la ... Setelah mencoba mencari tau sumber
"kredibel " (paper yang diterbitkan resmi di jurnal ataupun sumber pertama lainnya jika ini bukan hasil
penelitian) dari berita tersebut, ternyata diketahui
berita tersebut berasal dari salah satu media di
Australia. Dalam berita tersebut pemberitaannya tidak jauh
berbeda, yakni kita akan melihat matahari lain
menyinari Bumi meski hanya dalam hitungan beberapa
minggu. Selain itu ditambahkan juga bahwa ketika
ledakan tersebut terjadi, akan ada hujan partikel
nutrino yang menghantam Bumi meskipun katanya lagi tidak berbahaya.Pertanyaannya benarkah ? Simak yuk!Mengenal Bintang Betelgeuse Betelgeuse, bintang yang satu ini sangat mudah
dikenali di langit malam. Ia berada di antara bintang-
bintang si rasi sang pemburu Orion dan ia juga
merupakan bintang terang ke-2 setelah Rigel di rasi
tersebut. Kamu bisa mengenalinya dengan mudah
bahkan ketika dilihat dari kota yang penuh cahaya. Bintang maharaksasa Betelgeuse
yang dipotret oleh VLT milik ESO pada panjang gelombang dekat infra merah. Nama Betelgeuse berasal dari bahasa arab yad al-Jawza
yang artinya "tangan Jawza". Jawza sendiri merupakan nama dari konstelasi Gemini. Di abad
pertengahan karakter pertamanya salah dibaca saat di
alihbahasakan ke latin menjadi Bedalgeuze. Dan di masa
renaisance, nama ini kemudian dikoreksi menjadi
'Betelgeuse'. Bintang yang satu ini masih terhitung muda jika
dibandingkan dengan usia Matahari. Namun di
kelasnya, ia sudah termasuk bintang tua yang tengah
menjalani masa tua sebagai bintang maha raksasa
merah. Usianya hanya beberapa juta tahun namun
kecerlangannya sangat besar, cahayanya 100.000 kali
cahaya Matahari. Ukuran bintang ini juga raksasa
mencapai hampir 1000 kali ukuran Matahari. Ukuran
yang ekstrim untuk sebuah bintang yang hidupnya
hanya sebentar. Nah, jika Betelgeuse ditempatkan di pusat Tata Surya,
maka Ia akan sangat besar karena ia diselubungi
atmosfer 1000 kali Matahari sehingga ia akan mencapai
Jupiter dan menelan Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan
asteroid di sabuk asteroid. Massa bintang ini mencapai sekitar 20 kali massa
Matahari. Bintang yang memiliki massa besar akan memiliki evolusi yang cepat, demikian juga Betelgeuse. Dalam usianya yang hanya beberapa juta tahun,
Betelgeuse saat ini sedang menghadapi masa tuanya
sebagai bintang maha raksasa merah dan tak lama lagi
akan mendekati akhir hidupnya yakni meledak sebagai
supernova. Betelgeuse ini juga dikenal sebagai bintang variabel,
yakni bintang yang cahayanya berubah-ubah. Sebagai
bintang maha raksasa merah, Betelgeuse yang berada
pada jarak 640 tahun cahaya ini diketahui ada struktur
serupa gelembung raksasa di permukaan bintang yang
berdenyut. Bintang Betelgeuse juga diketahui memiliki sejumlah
besar materi yang terbuat dari berbagai molekul dan
debu yang di daur ulang sebagai bahan bintang
generasi berikutnya atau juga planet seperti Bumi.
Fakta lainnya, bintang ini mulai mengerut dan mengalami kehilangan materi secara teratur yang setara dengan massa Bumi setiap tahunnya. Suatu hari, ia akan mengakhiri masa hidupnya dan meledak sebagai supernova dalam beberapa juta tahun
lagi. Pada saat itu terjadi, para pengamat di Bumi akan mendapat kesempatan untuk menikmati kecerlangannya yang terang bahkan di siang hari. Dua Matahari dan Supernova yang mencapai Bumi Nah, terkait berita yang datang bahwa kita akan melihat dua Matahari di penghujung tahun 2011 selama beberapa minggu dan Betelguese akan meledak dalam rentang sekarang. Perlu diketahui Betelguese berada 640 tahun cahaya dari Bumi. Jarak yang luar biasa jauh yang artinya cahaya dari Betelgeuse butuh waktu 640 tahun untuk tiba di Bumi dan dilihat manusia. Jadi, perubahan yang terjadi di bintang tersebut sekarang tidak akan bisa kita ketahui hanya dalam hitungan detik. Betelgeuse akan meledak itu benar. Tapi apakah di tahun 2012? Wah luar biasa. Tidak ada indikasi apapun tentang itu dan bahkan pemodelan dan pengamatan
pun tidak akan bisa memprediksikan waktu setepat itu. Yang pasti Betelgeuse tidak akan meledak dalam setahun dua tahun ini. Ia masih membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengakhiri masa tuanya dan meledak. Dalam berita disebutkan juga supernova itu akan mencapai Bumi ketika bintang meledak. Dalam artikel awal sebelum dialihbahasakan disebut juga yang sampai ke Bumi adalah partikel-partikel nutrino.
Hmm..
Lagi-lagi jarak menjadi masalah. Betelgeuse berada 640 tahun cahaya yang artinya ia berada pada jarak 6.054.738.179.200.000 km atau kira-kira 6 bilyun km. Jarak ini terlalu jauh untuk bisa mengancam manusia. Mengutip Phil Plait dari Bad Astronomy, "jika ada supernova yang bisa mengancam manusia dengan hujan partikel atau bahkan menggoreng manusia dengan cahayanya, maka ia harus berada pada jarak 25 tahun cahaya. Dan Betelguese berada 25 kali lebih jauh dari jarak itu. Artinya lagi kekuatannya untuk bisa menyakiti manusia akan berkurang 600 kali. Pada jarak tersebut,
ketika ia meledak jutaan tahun lagi. Betelgeuse memang akan tampak terang secerlang Bulan Purnama.
Dan itu jelas sangat terang di malam hari dan menyilaukan mata. Tapi yang pasti bintang ini tidak akan tampak terang seperti Matahari. Ia bahkan tak akan bisa mencapai
1/100.000 kecerlangan Matahari jika dilihat dari Bumi.
Dan yang pasti ketika itu terjadi, manusia tidak akan terancam". Jadi, tidak akan ada supernova apapun di tahun 2012 yang bisa mengukuhkan teori kiamat 2012!

Ammar18

Betelgeuse (pronunciation: /ˈbiːtəldʒuːz/ or /ˈbɛtəldʒuːz/[1]), also known by its Bayer designation Alpha Orionis (α Orionis, α Ori), is the eighth brightest star in the night sky and second brightest star in the constellation of Orion, outshining its neighbour Rigel (Beta Orionis) only rarely. Distinctly reddish-tinted, it is a semiregular variable star whose apparent magnitude varies between 0.2 and 1.2, the widest range of any first magnitude star. The star marks the upper right vertex of the Winter Triangle and center of the Winter Hexagon.

Classified as a red supergiant, Betelgeuse is one of the largest and most luminous stars known. If it were at the center of our Solar System, its surface would extend past the asteroid belt possibly to the orbit of Jupiter and beyond, wholly engulfing Mercury, Venus, Earth and Mars. However, with distance estimates in the last century that have ranged anywhere from 180 to 1,300 light years from Earth, calculating its diameter, luminosity and mass have proven difficult. Betelgeuse is currently thought to lie around 640 light years away, yielding a mean absolute magnitude of about −6.05.

In 1920, Alpha Ori was the first star (after the Sun) to have its angular diameter measured. Since then, researchers have used a number of telescopes to measure this stellar giant, each with different technical parameters, often yielding conflicting results. Current estimates of the star's apparent diameter range from about 0.043 to 0.056 arcseconds. This is a moving target at best, as Betelgeuse appears to change shape periodically. Because of limb darkening, variability, and angular diameters that vary with wavelength, the star remains a perplexing mystery. To complicate matters further, Betelgeuse has a complex, asymmetric envelope caused by colossal mass loss involving huge plumes of gas being expelled from its surface. There is even evidence of stellar companions orbiting within this gaseous envelope, possibly contributing to the star's eccentric behavior.

Astronomers believe Betelgeuse is only 10 million years old, but has evolved rapidly because of its high mass. It is thought to be a runaway star from the Orion OB1 Association, which also includes the late type O and B stars in Orion's belt—Alnitak, Alnilam and Mintaka. Currently in a late stage of stellar evolution, Betelgeuse is expected to explode as a type II supernova, possibly within the next million years.