Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Januari 31, 2023, 05:03:12 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,944
  • Latest: Shawnxdy
Stats
  • Total Tulisan: 139,652
  • Total Topik: 10,407
  • Online today: 38
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 15
Total: 15

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Benarkah alam semesta ini mengembang??

Dimulai oleh Issac v3, Agustus 15, 2011, 03:43:39 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Kutip dari: kusmardiyanto pada September 02, 2011, 09:49:26 PM
faktanya bahwa galaksi itu bergerak saling menjauh ....maka dari fakta ini lalu ditarik suatu kesimpulan sementara atau suatu hipotesa bahwa " alam semesta itu mengembang "...lalu hipotesa ini diuji dengan berbagai metode...dan memang sejauh ini secara umum kuat dugaan bahwa memang alam semesta itu mengembang...dan penjelasan lain dari teks suci (Al-Qur'an) bahwa langit akan terus meninggi ( " allhulladzi rofa'as-samawati bi ghoiri amadin...", yang artinya, " Alloh yang meninggikan langit tanpa tiang...", QS 13 ayat 2) atau mengembang...
Lha, malah aneh kalau langit itu bertiang. Dan kalau meninggikan dikaitkan dengan tiang, rasanya gak ada korelasi dengan mengembang...

Farabi

Tapi orang yunani jaman dulu percaya kalo langit itu bertiang loh.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

Bukannya orang Yunani percaya langit disangga oleh titan Atlas?

Farabi

Atlas itu adanya dibawah bumi, katanya atlas itu termasuk dari titan yang ditaklukan dewa zeus sebelum bumi masih dalam kekacauan.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

Kutip dari: Farabi pada September 05, 2011, 06:28:51 AM
Atlas itu adanya dibawah bumi, katanya atlas itu termasuk dari titan yang ditaklukan dewa zeus sebelum bumi masih dalam kekacauan.
Nah, ini salah satu mispersepsi.
Atlas tidak menyangga bumi, seperti yang kadang digambarkan dalam patung-patung. Atlas menyangga langit.

Farabi

#20
Tidak tahu, di game God of War digambarkan begitu. Dan saya menikmati memukuli para Tuhan sampai mati ;D
Nah kan jadi bumi disangka disangga tiang, dan untuk kali ini, informasi dari tahun 600 M ternyata benar.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.


semut-ireng

Kalo boleh tahu,  bilang alam semesta mengembang mengembang terus itu titik pusatnya di mana ? :'(

Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 05, 2011, 07:33:29 PM
Kalo boleh tahu,  bilang alam semesta mengembang mengembang terus itu titik pusatnya di mana ? :'(
alam semesta itu terdiri dari 4 dimensi ( menurut general relativity ), tetapi kita hanya bisa menjamah 3 dimensi ...

begini, misal kita anggap alam semesta itu 2 dimensi, anggap sebagai lingkaran yang semakin meluas ... dimana titik pusatnya ? di tengah lingkaran kan ... sementara kita hanya bisa menjamah 1 dimensi yaitu kelilingnya ...
dan selanjutnya misal alam semesta itu 3 dimensi dan kita ini makhluk 2 dimensi, bayangkan bola yang terus mengembang ... titik pusat pengembangan ada di pusat bola, sementara kita hanya berada di pemukaan bola ...
teruskan untuk 4 dimensi dan 3 dimensi ...

jadi, titik pusat pengembangan alam semesta itu berada pada dimensi ke 4, pada dimensi yang lebih tinggi daripada kita ...
begitu menurut teori ...  :) :)

semut-ireng

#24
Kutip dari: Jim Heart pada September 05, 2011, 08:28:24 PM
alam semesta itu terdiri dari 4 dimensi ( menurut general relativity ), tetapi kita hanya bisa menjamah 3 dimensi ...

begini, misal kita anggap alam semesta itu 2 dimensi, anggap sebagai lingkaran yang semakin meluas ... dimana titik pusatnya ? di tengah lingkaran kan ... sementara kita hanya bisa menjamah 1 dimensi yaitu kelilingnya ...
dan selanjutnya misal alam semesta itu 3 dimensi dan kita ini makhluk 2 dimensi, bayangkan bola yang terus mengembang ... titik pusat pengembangan ada di pusat bola, sementara kita hanya berada di pemukaan bola ...
teruskan untuk 4 dimensi dan 3 dimensi ...

jadi, titik pusat pengembangan alam semesta itu berada pada dimensi ke 4, pada dimensi yang lebih tinggi daripada kita ...
begitu menurut teori ...  :) :)

hahaha, kita bisa membayangkan dua dimensi ( permukaan lingkaran ) dan menentukan titik pusatnya.   Kita juga bisa membayangkan tiga dimensi ( bola ) dan menentukan titik pusatnya.   Lalu ..............membayangkan 4 dimensi ??
:D :D

Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 06, 2011, 05:57:40 AM
hahaha, kita bisa membayangkan dua dimensi ( permukaan lingkaran ) dan menentukan titik pusatnya.   Kita juga bisa membayangkan tiga dimensi ( bola ) dan menentukan titik pusatnya.   Lalu ..............membayangkan 4 dimensi ??
:D :D

memang mustahil rasanya membayangkan langsung, sebab kita ini hanya makhluk 3 dimensi ...
kita hanya bisa beranalogi2 seperti di atas ...  :)

The Houw Liong

#26
Menurut teori relativitas umum, alam semesta merupakan ruang-waktu lengkung 4D (non Euclidean geometry), sehingga dalam pengamatan ruang ini tidak berpusat dan tidak mempunyai batas. Di galaksi mana pun pengamat berada ia akan melihat galaksi yang lain menjauh, dan makin jauh galaksi tsb makin cepat geraknya. Ke mana pun pengamat pergi ia tidak akan menemui batas alam semesta.

Untuk mengerti hal itu, bayangkan mahluk 2D yang bergerak pada permukaan bola, maka pada permukaan bola  ia tidak menemukan  pusat dan tidak menemukan batas. Kemanapun mahluk itu bergerak pada permukaan bola ia akan merasa berada di pusat. Jadi alam semesta yang mengembang di analogikan dengan permukaan balon yang bertitik masa, kemudian balon itu ditiup, maka pada permukaan balon , titik masa akan saling menjauhi, seperti galaksi saling menjauh.
HouwLiong

semut-ireng

Kutip dari: The Houw Liong pada September 06, 2011, 03:20:21 PM
Di galaksi mana pun pengamat berada ia akan melihat galaksi yang lain menjauh, dan makin jauh galaksi tsb makin cepat geraknya. Ke mana pun pengamat pergi ia tidak akan menemui batas alam semesta.

Kalau gak salah pernyataan di atas itu berasal dari idenya Friedmann,  dan kita belum punya bukti ilmiah untuk mendukung atau menyangkal pernyataan tersebut.  Mohon penjelasan pak THL. :)

Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 17, 2011, 09:16:11 AM
Kalau gak salah pernyataan di atas itu berasal dari idenya Friedmann,  dan kita belum punya bukti ilmiah untuk mendukung atau menyangkal pernyataan tersebut.  Mohon penjelasan pak THL. :)

bukannya tak ada bukti ...
@semut-ireng tau CMB ? itu radiasi latar belakang sisa dari bigbang ... setelah diamati dan diukur diketahui bahwa CMB yang bersumber dari arah yang berbeda2 mencapai kita pengamat pada waktu yang bersamaan ( padahal seharusnya berbeda kan, kecuali kita berada di 'pusat' semesta ) ... tapi dicoba dari posisi pengamat yang lain pun didapat hal yang sama terjadi ...
mungkinkah pusat ada dua ? tak mungkin bukan ... dimana salahnya ? kemungkinan besar salahnya adalah karena selama ini kita hanya membayangkan alam semesta sampai tingkat 3 dimensi ...
karena itu muncul ide alam semesta 4 dimensi yang dimana kita ini makhluk hidup 3 dimensi ... untuk kasus CMB tadi terjadi mungkin memang karena CMB bersumber dari tempat yang sama, walau bagi kita arahnya berbeda2 ..
bagi kita makhluk 3 dimensi, alam semesta ini bagai "terbatas tapi tidak bertepi",layaknya dunia 3 dimensi bagi makhluk 2 dimensi ....  :)

The Houw Liong

Jim Heart benar, CMB dan pengamatan Hubble merupakan bukti observasi bahwa alam semesta mengembang.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong