Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Januari 31, 2023, 05:04:35 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,944
  • Latest: Shawnxdy
Stats
  • Total Tulisan: 139,652
  • Total Topik: 10,407
  • Online today: 38
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 16
Total: 16

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Big Bang, Copernican Principle, & Universe Expansion

Dimulai oleh ytridyrevsielixetuls, Januari 30, 2015, 01:41:43 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

ytridyrevsielixetuls

tiga teori yang digunakan oleh ilmuwan-ilmuwan mainstream. menurut perhitungan para ilmuwan, proses Big Bang sudah selesai kan? namun kalau sudah selesai berarti alam semesta tidak lagi mengembang. artinya ada pusat. tapi karena mereka berpedoman pada Copernican Principle, mereka kemudian menciptakan teori Universe Expansion. setidaknya, teori ini didukung oleh galaksi-galaksi yang saling menjauh dan bintang-bintang yang bergerak ke spektrum merah. tapi kemudian pertanyaan baru muncul, darimana energi yang membuat alam semesta ini mengembang tapi beberapa orbit masih stabil ? akhirnya diciptakanlah teori Dark Matter dan Dark Energy.

bukankah terdengar lebih masuk akal kalau galaksi-galaksi dalam cluster mendekat dan luar cluster menjauh karena faktor gravitasi galaksi saja? dan alam semesta sebenarnya tidak bertepi? sebab kalau alam semesta itu ada tepiannya, ruang apa yang membungkus alam semesta ini? dan sebelum Big Bang, maka benih alam semesta itu ada di dalam suatu ruang tertentu..
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

tentu saja tidak mudah menilai apakah red shift pada bintang itu karena efek Doppler atau tidak. jangan lupa. rumus untuk menentukan nilai efek Doppler pada bintang tidak sama dengan gelombang. karena yang dihitung ini cahaya. dan kalau nggak salah, harus menggunakan semacam "Sistem Pemetaan Langit" dengan koordinat. sama halnya dengan menghitung jarak bintang dari Bumi ataupun gerak semunya. BTW, tapi kalau seperti model semesta yang anda asumsikan, berarti tidak sesuai dengan teori Big Bang?

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Pi-One

#2
Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 30, 2015, 01:41:43 AM
tiga teori yang digunakan oleh ilmuwan-ilmuwan mainstream. menurut perhitungan para ilmuwan, proses Big Bang sudah selesai kan? namun kalau sudah selesai berarti alam semesta tidak lagi mengembang. artinya ada pusat.
Yang bilang sudah selesai siapa?
Menurut penelitian dan perhitungan, pengembangan alam semesta justru bertambah cepat sejak titik tertentu waktu di alam semesta, setelah sempat melambat. Dan sama sekali gak ada alasan bilang ada pusat pengembangan.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 30, 2015, 01:41:43 AMtapi karena mereka berpedoman pada Copernican Principle, mereka kemudian menciptakan teori Universe Expansion. setidaknya, teori ini didukung oleh galaksi-galaksi yang saling menjauh dan bintang-bintang yang bergerak ke spektrum merah. tapi kemudian pertanyaan baru muncul, darimana energi yang membuat alam semesta ini mengembang tapi beberapa orbit masih stabil ? akhirnya diciptakanlah teori Dark Matter dan Dark Energy.
Nah lho?
Big bang ya konsep pengembangan alam semesta, tapi malah menciptakan teori pengembangan semesta lagi? Rasanya kok jungkir balik gini?

Dan yang diamati bergerak redshift itu galaksi yang jauh (distant galaxy). Utamanya galaksi-galaksi yang berada di laur kluster lokal.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 30, 2015, 01:41:43 AMbukankah terdengar lebih masuk akal kalau galaksi-galaksi dalam cluster mendekat dan luar cluster menjauh karena faktor gravitasi galaksi saja? dan alam semesta sebenarnya tidak bertepi? sebab kalau alam semesta itu ada tepiannya, ruang apa yang membungkus alam semesta ini? dan sebelum Big Bang, maka benih alam semesta itu ada di dalam suatu ruang tertentu..
Dan ruang yang membungkus alam semesta juga di dalam ruang tertentu lagi?
Ini akan seperti cerita kepercayaan zaman dulu, dimana sapi menopang bumi, dan sapi ditopang bumi yang ditopang sapi dst dst...

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Pi-One pada Januari 30, 2015, 10:15:47 AM
Yang bilang sudah selesai siapa?

oh iya. belum selesai. hanya seharusnya sudah melambat.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 30, 2015, 10:15:47 AM
Menurut penelitian dan perhitungan, pengembangan alam semesta justru bertambah cepat sejak titik tertentu waktu di alam semesta, setelah sempat melambat. Dan sama sekali gak ada alasan bilang ada pusat pengembangan.

bukan pusat pengembangan. tapi pusat semesta. kalau Big Bang sudah selesai, maka ada pusat. berbeda kalau masih terus mengembang, berarti tidak ada pusatnya. dan ternyata memang belum selesai, tapi seharusnya melambat.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 30, 2015, 10:15:47 AM
Nah lho?
Big bang ya konsep pengembangan alam semesta, tapi malah menciptakan teori pengembangan semesta lagi? Rasanya kok jungkir balik gini?

oke. biar lebih jelas maksudnya...
maksud saya pengembangan itu sudah seharusnya melambat. teori Dark Energy dan Dark Matter itu diciptakan oleh ilmuwan2 karena menurut perhitungan mereka massa-massa yang ada di alam semesta tidak cukup untuk mempercepat pengembangan itu. secara teori, pengembangan itu harusnya melambat karena gravitasi. memang darimana "energi tambahan" tersebut ? haruskah kita melanggar Hukum Kekekalan Energi atau anda punya solusi lain?

Kutip dari: Pi-One pada Januari 30, 2015, 10:15:47 AM
Dan yang diamati bergerak redshift itu galaksi yang jauh (distant galaxy). Utamanya galaksi-galaksi yang berada di laur kluster lokal.

saya sudah tahu. cuma terlalu panjang kalau harus ngomong detail (tidak semua galaksi menjauh, dll). dari dulu-dulu kan saya sudah berkata demikian. saya hanya merefer bintang yang bergerak ke spektrum merah. jadi galaksi-galaksi itu diamati menjauh berdasarkan pengamatan pada spektrum bintangnya dan sepertinya juga dengan perhitungan lain. jadi tak perlu diingatkan yang diamati galaksi, dsb. karena memang perihal itu yang saya maksud.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 30, 2015, 10:15:47 AM
Dan ruang yang membungkus alam semesta juga di dalam ruang tertentu lagi?
Ini akan seperti cerita kepercayaan zaman dulu, dimana sapi menopang bumi, dan sapi ditopang bumi yang ditopang sapi dst dst...

baca dulu donk kalimat saya hati-hati. bukan maksudnya saya menganggap ada ruang yang membungkus alam semesta.

teori yang saya tawarkan adalah "alam semesta tidak bertepi" dan "galaksi-galaksi bergerak mendekat/menjauh karena gravitasi mereka sendiri".

saya menafsirkan Big Bang + Universe Expansion sebagai alam semesta yang tertutup tapi melebar. memang apakah tafsiran ini benar atau salah?
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

nah, silahkan baca :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]


Sedikit kutipan dari websitenya NASA :

"In the early 1990s, one thing was fairly certain about the expansion of the Universe. It might have enough energy density to stop its expansion and recollapse, it might have so little energy density that it would never stop expanding, but gravity was certain to slow the expansion as time went on. Granted, the slowing had not been observed, but, theoretically, the Universe had to slow. The Universe is full of matter and the attractive force of gravity pulls all matter together. Then came 1998 and the Hubble Space Telescope (HST) observations of very distant supernovae that showed that, a long time ago, the Universe was actually expanding more slowly than it is today. So the expansion of the Universe has not been slowing due to gravity, as everyone thought, it has been accelerating. No one expected this, no one knew how to explain it. But something was causing it.

Eventually theorists came up with three sorts of explanations. Maybe it was a result of a long-discarded version of Einstein's theory of gravity, one that contained what was called a "cosmological constant." Maybe there was some strange kind of energy-fluid that filled space. Maybe there is something wrong with Einstein's theory of gravity and a new theory could include some kind of field that creates this cosmic acceleration. Theorists still don't know what the correct explanation is, but they have given the solution a name. It is called dark energy."
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

__________

pengembangan alam semesta sudah seharusnya melambat. tapi sebaliknya, yang terjadi malah dipercepat. hal itu masih menjadi misteri dalam sains. tapi yang jadi masalah adalah ketika kita tetap berkeras pada satu "haluan" sains saja. misal, fanatik pada Einstein saja atau Newton saja. bukan terbuka pada keduanya. paradox memang selalu ada manakala kita melihat sesuatu yang baru. dan yang lebih parah lagi ketika konsep yang memundurkan sains justru ditawarkan sebagai solusi.

Pi-One

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AM
oh iya. belum selesai. hanya seharusnya sudah melambat.
Pernah melambat, tapi kembali berakselerasi.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AMbukan pusat pengembangan. tapi pusat semesta. kalau Big Bang sudah selesai, maka ada pusat. berbeda kalau masih terus mengembang, berarti tidak ada pusatnya. dan ternyata memang belum selesai, tapi seharusnya melambat.
Tidak ada pusat.
Atau pusat tersebut tidak ada di ruang-waktu kita.
Kita bisa tetapkan sembarang titik sebagai pusat alam semesta.
Ini ibarat permukaan bola, kita bisa tetapkan sembarang titik di permukaan bola sebagai pusat permukaan bola.
Walau permukaan bola itu versi 2D, tapi sekedar analogi.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AM
oke. biar lebih jelas maksudnya...
maksud saya pengembangan itu sudah seharusnya melambat. teori Dark Energy dan Dark Matter itu diciptakan oleh ilmuwan2 karena menurut perhitungan mereka massa-massa yang ada di alam semesta tidak cukup untuk mempercepat pengembangan itu. secara teori, pengembangan itu harusnya melambat karena gravitasi. memang darimana "energi tambahan" tersebut ? haruskah kita melanggar Hukum Kekekalan Energi atau anda punya solusi lain?
Berdasar model standar, mestinya pengembangan memang melambat.
Tapi pengamatan tidak sesuai dengan asumsi tersebut.
Konsep dark matter dan dark energi lahir dari perhitungan untuk menjawab permasalahan tersebut.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AMsaya sudah tahu. cuma terlalu panjang kalau harus ngomong detail (tidak semua galaksi menjauh, dll). dari dulu-dulu kan saya sudah berkata demikian. saya hanya merefer bintang yang bergerak ke spektrum merah. jadi galaksi-galaksi itu diamati menjauh berdasarkan pengamatan pada spektrum bintangnya dan sepertinya juga dengan perhitungan lain. jadi tak perlu diingatkan yang diamati galaksi, dsb. karena memang perihal itu yang saya maksud.
Jika bicara big bang, maka merujuk ke galaksi yang bergerak ke spektrum merah.
Bukan bicara ke bintang yang bergerak ke spektrum merah.
Lebih baik sejak awal ditegaskan, bair tak ada salah pengertian di kemudian hari.

baca dulu donk kalimat saya hati-hati. bukan maksudnya saya menganggap ada ruang yang membungkus alam semesta.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AMteori yang saya tawarkan adalah "alam semesta tidak bertepi" dan "galaksi-galaksi bergerak mendekat/menjauh karena gravitasi mereka sendiri".
Tepi macam apa yang diharapkan?
Jika tepi seperti tepi meja, atau dinding bagian dalam bola, mungkin kita memang takkan menemukan hal macam itu. Ibarat semut yang berjalan di atas permukaan bola takkan menemukan ujung permukaan.

Galaksi-galaksi pada kluster yagn sama bisa mendekat karena gravitasi mereka. Tapi itu tak menjelaskan mengapa galaksi-galaksi dari kluster yang berbeda menjauh dengna kecepatan makin meningkat.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 31, 2015, 01:32:23 AMsaya menafsirkan Big Bang + Universe Expansion sebagai alam semesta yang tertutup tapi melebar. memang apakah tafsiran ini benar atau salah?
Mungkin benar, mungkin salah.
Kalimat yang benar bisa jadi salah jika penafsiran atas kalimatnya berbeda.

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Pi-One pada Januari 31, 2015, 10:02:45 AM
Berdasar model standar, mestinya pengembangan memang melambat.
Tapi pengamatan tidak sesuai dengan asumsi tersebut.
Konsep dark matter dan dark energi lahir dari perhitungan untuk menjawab permasalahan tersebut.

dan itu masih berupa asumsi. menurut anda apa kandidat yang pantas untuk ditaksir sebagai dark energy dan dark matter?

Kutip dari: Pi-One pada Januari 31, 2015, 10:02:45 AM
Tepi macam apa yang diharapkan?
Jika tepi seperti tepi meja, atau dinding bagian dalam bola, mungkin kita memang takkan menemukan hal macam itu. Ibarat semut yang berjalan di atas permukaan bola takkan menemukan ujung permukaan.

saya sendiri saat ini berasumsi alam semesta tidak ada tepinya. tidak ada bungkusnya. tidak ada dinding, atap, lantainya. tapi saya juga berasumsi alam semesta mengembang. tidak ada tepinya tapi tetap mengembang.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 31, 2015, 10:02:45 AM
Galaksi-galaksi pada kluster yagn sama bisa mendekat karena gravitasi mereka. Tapi itu tak menjelaskan mengapa galaksi-galaksi dari kluster yang berbeda menjauh dengna kecepatan makin meningkat.

saat ini masih belum ada jawaban pasti. dengan demikian kita masih bisa berasumsi. oh ya menurut anda sendiri, bagaimana mengetahui dan melihat bahwa galaksi-galaksi tsb menjauh melebihi kecepatan cahaya? distant galaxies yang diamati itu kan adalah pemandangan masa lampau.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 31, 2015, 10:02:45 AM
Galaksi-galaksi pada kluster yagn sama bisa mendekat karena gravitasi mereka. Tapi itu tak menjelaskan mengapa galaksi-galaksi dari kluster yang berbeda menjauh dengna kecepatan makin meningkat.

kalau ether anda percaya tidak? tapi bukan ether versi geocentris.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Pi-One

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 01, 2015, 11:35:10 PM
dan itu masih berupa asumsi. menurut anda apa kandidat yang pantas untuk ditaksir sebagai dark energy dan dark matter?
Dark energy dan dark matter, apapun kandidatnya, akan disebut demikian. Kenapa perlu nama kandidat lagi?

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 01, 2015, 11:35:10 PMsaya sendiri saat ini berasumsi alam semesta tidak ada tepinya. tidak ada bungkusnya. tidak ada dinding, atap, lantainya. tapi saya juga berasumsi alam semesta mengembang. tidak ada tepinya tapi tetap mengembang.
Sudah dibilang, tepi sebagai batas tepi memang takkan ditemukan.
Ibarat lingkaran mebius, lu bisa menyusuri tanpa henti hanya untuk kembali ke titik awal.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 01, 2015, 11:35:10 PMsaat ini masih belum ada jawaban pasti. dengan demikian kita masih bisa berasumsi. oh ya menurut anda sendiri, bagaimana mengetahui dan melihat bahwa galaksi-galaksi tsb menjauh melebihi kecepatan cahaya? distant galaxies yang diamati itu kan adalah pemandangan masa lampau.
Ada cahaya-cahaya terakhir dari galaksi-galaksi jauh yang masih bisa kita amati, dan ke depannya cahaya dari galaksi yang sama takkan pernah bisa kita amati lagi.

Batasan kecepatan cahaya sendiri berlaku untuk benda bermassa, dan tak membatasi kecepatan pengembangan ruang-waktu.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 01, 2015, 11:35:10 PMkalau ether anda percaya tidak? tapi bukan ether versi geocentris.
Ether sebagai medium (entah medium cahaya ataupun medium penyeret obyek langit), tidak.
Jika merujuk ke sesuatu yang memungkinkan pengembangan ruang-waktu (macam dark matter), bisa jadi.

Sandy_dkk

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 12:17:59 PM
Sudah dibilang, tepi sebagai batas tepi memang takkan ditemukan.
Ibarat lingkaran mebius, lu bisa menyusuri tanpa henti hanya untuk kembali ke titik awal.

bentuk alam semesta seperti ini mengharuskan adanya ruang dengan dimensi yang lebih tinggi, seperti juga kulit bola 2 dimensi yang mengharuskan adanya ruang 3 dimensi sehingga dapat melengkung dan membentuk bidang geometri berhingga namun tanpa batas/ujung. saya katakan berhingga karena luas permukaan bola bukan tak hingga walau tanpa ujung.

ketika ruang 3 dimensi ini juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas, maka pastinya ada ruang dengan dimensi lebih tinggi sebagai konsekuensi kelengkungan ruang 3 dimensi, katakanlah ruang 4 dimensi. tanda tanya berikutnya, apakah ruang 4 dimensi tsb juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas yang selanjutnya juga mengharuskan adanya dimensi ruang yang lebih tinggi (5, 6, dst)? terus menerus akan ada pertanyaan seperti itu. akhirnya, ada berapa dimensi sebenarnya ruang kita ini? dan pada dimensi tertinggi tsb, apakah berujung? tentunya tidak melengkung lagi kan? karena sudah merupakan dimensi ruang yang tertinggi.

mungkin ini akan sulit dijawab, karena mengenai bentuk dimensi ruang 4, 5, dst sudah berada diluar jangkauan pikir bahkan khayal sekalipun. walaupun secara matematis kita masih dapat menghitung "volume" bangun geometri di dimensi berapapun dia berada.



tentang tingkatan dimensi pada ruang, maka saya juga akan sedikit menyinggung suatu konsep tentang waktu yang juga tak berujung, namun "melengkung" ke "arah" dimensi waktu yang lebih tinggi sampai dengan batas dimensi yang tidak diketahui. kata "melengkung" dan "arah" sengaja diberi tanda kutip karena kata2 tsb berasal dari konteks ruang, sementara dalam konteks waktu saya kesulitan mencari kata yang sesuai. sebuah konsep tentang waktu yang tak terbayangkan, bahkan sulit diucapkan. dan pada dimensi ruang-waktu tertinggi itulah segalanya dikendalikan.

Pi-One

Kutip dari: Sandy_dkk pada Februari 02, 2015, 04:12:32 PM
bentuk alam semesta seperti ini mengharuskan adanya ruang dengan dimensi yang lebih tinggi, seperti juga kulit bola 2 dimensi yang mengharuskan adanya ruang 3 dimensi sehingga dapat melengkung dan membentuk bidang geometri berhingga namun tanpa batas/ujung. saya katakan berhingga karena luas permukaan bola bukan tak hingga walau tanpa ujung.

ketika ruang 3 dimensi ini juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas, maka pastinya ada ruang dengan dimensi lebih tinggi sebagai konsekuensi kelengkungan ruang 3 dimensi, katakanlah ruang 4 dimensi. tanda tanya berikutnya, apakah ruang 4 dimensi tsb juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas yang selanjutnya juga mengharuskan adanya dimensi ruang yang lebih tinggi (5, 6, dst)? terus menerus akan ada pertanyaan seperti itu. akhirnya, ada berapa dimensi sebenarnya ruang kita ini? dan pada dimensi tertinggi tsb, apakah berujung? tentunya tidak melengkung lagi kan? karena sudah merupakan dimensi ruang yang tertinggi.

mungkin ini akan sulit dijawab, karena mengenai bentuk dimensi ruang 4, 5, dst sudah berada diluar jangkauan pikir bahkan khayal sekalipun. walaupun secara matematis kita masih dapat menghitung "volume" bangun geometri di dimensi berapapun dia berada.



tentang tingkatan dimensi pada ruang, maka saya juga akan sedikit menyinggung suatu konsep tentang waktu yang juga tak berujung, namun "melengkung" ke "arah" dimensi waktu yang lebih tinggi sampai dengan batas dimensi yang tidak diketahui. kata "melengkung" dan "arah" sengaja diberi tanda kutip karena kata2 tsb berasal dari konteks ruang, sementara dalam konteks waktu saya kesulitan mencari kata yang sesuai. sebuah konsep tentang waktu yang tak terbayangkan, bahkan sulit diucapkan. dan pada dimensi ruang-waktu tertinggi itulah segalanya dikendalikan.
Ruang di dalam ruang?
Itu jika kita menerapkan standar ruang 3 dimensi semata.
Ingat film interstellar, yang memperkenalkan konsep tesseract?
Tesseract bisa dibilang bentuk 4 dimensi dari sebuah kubus.
Tapi sulit menyebutnya kubus di dalam kubus.


Sandy_dkk

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 07:33:36 PM
Ruang di dalam ruang?
Itu jika kita menerapkan standar ruang 3 dimensi semata.
Ingat film interstellar, yang memperkenalkan konsep tesseract?
Tesseract bisa dibilang bentuk 4 dimensi dari sebuah kubus.
Tapi sulit menyebutnya kubus di dalam kubus.

ruang di dalam ruang? mungkin bisa dibilang begitu, tapi tentu saja bukan seperti kamar di dalam rumah. tapi seperti titik pada garis, garis pada bujursangkar, bujursangkar pada kubus.

wah, saya belum pernah nonton interstellar Kang!

tapi tentang tesseract, matematika memang memiliki konsep tentang itu, yaitu sebuah kubus (3 dimensi) yang terhubung dengan sebuah kubus lain pada dimensi 3 yang berbeda. setiap sisi (bukan rusuk) terhubung dengan setiap sisi pada kubus yang ada pada ruang 3 dimensi yang lain sehingga membentuk 6 kubus baru, total jadi 8 buah kubus yang membentuk "kulit" sebuah tesseract.

analoginya, seperti sebuah bujursangkar (2 dimensi) yang terhubung dengan sebuah bujursangkar lain pada dimensi 2 yang berbeda. setiap rusuk terhubung dengan setiap rusuk pada bujursangkar yang ada pada 2 dimensi yang lain sehingga membentuk 4 bujursangkar baru, total jadi 6 buah bujursangkar yang membentuk sisi sebuah kubus.

dan seperti sebuah garis (1 dimensi) yang terhubung dengan sebuah garis lain pada dimensi 1 yang berbeda. setiap titik terhubung dengan setiap titik pada garis yang ada pada 1 dimensi yang lain sehingga membentuk 2 garis baru, total jadi 4 buah garis yang membentuk rusuk sebuah bujursangkar.

juga seperti sebuah titik (0 dimensi) yang terhubung dengan sebuah titik lain pada dimensi 0 yang berbeda. hanya 2 titik ini yang membentuk ujung sebuah garis.

2 buah titik yang berdimensi 0 saling terhubung lintas dimensi membentuk garis 1 dimensi.
4 buah garis yang berdimensi 1 saling terhubung lintas dimensi membentuk bujursangkar 2 dimensi.
6 buah bujursangkar yang berdimensi 2 saling terhubung lintas dimensi membentuk kubus 3 dimensi.
8 buah kubus yang berdimensi 3 saling terhubung lintas dimensi membentuk tesseract 4 dimensi.

sulit membayangkan wujud tesseract, namun ada hypercube yang merupakan proyeksi tesseract pada 3 dimensi:


tesseract memang tidak bisa dikatakan kubus dalam kubus, seperti juga kubus tidak bisa dikatakan bujursangkar dalam bujursangkar. tapi jika memang tak ada kata lain untuk menggambarkannya ya apa boleh bulat? yang lebih penting dari kata2 adalah pemahaman. jika sudah paham, maka boleh memilih kata apa saja untuk pendekatan.

Sandy_dkk

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 07:33:36 PM
Ingat film interstellar, yang memperkenalkan konsep tesseract?

barusan saya cek di wikipedia, ternyata film interstellar rilis perdana baru pada tanggal 26 oktober 2014. padahal di forum sebelah saya sudah menulis tentang tesseract pada tanggal 6 september 2014 pukul 12.59.33 , ini link-nya: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]. jadi tidak benar bahwa konsep tesseract diperkenalkan oleh film interstellar, karena konsep tesseract sudah lebih lama ada pada matematika geometri.

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 12:17:59 PM
Dark energy dan dark matter, apapun kandidatnya, akan disebut demikian. Kenapa perlu nama kandidat lagi?

anda tahu dark energy dan dark matter sebenarnya istilah yang dipakai oleh ilmuwan untuk menyebut "kekuatan misterius" yang menyebabkan alam semesta memuai dipercepat dan orbit tetap stabil ? kalau anda cari-cari info soal astronomy dan cosmology, anda akan temukan ilmuwan sendiri sedang mencari kandidat untuk dark energy dan dark matter. singkatnya, mereka kan lagi mencari tahu, apa sih bentuk atau jenis energi yang selama ini mereka sebut dark energy dan dark matter.

jadi dark energy dan dark matter pada dasarnya bukan jawaban. hanya istilah yang mewakilkan "kekuatan misterius" tersebut. semua "biang kerok"-nya masih belum benar-benar ketemu. makanya saya tanya pendapat anda. apa itu dark matter dan dark energy.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

setelah masuk ke link di atas. anda search kata : candidate

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 12:17:59 PM
Dark energy dan dark matter, apapun kandidatnya, akan disebut demikian. Kenapa perlu nama kandidat lagi?

...tapi memang tidak menutup kemungkinan bahwa memang ada energi atau partikel yang belum kita kenal.

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 12:17:59 PM
Sudah dibilang, tepi sebagai batas tepi memang takkan ditemukan.

ketika saya berkata alam semesta tidak bertepi, itu artinya menurut asumsi saya tepi alam semesta itu tidak eksis. tapi itu cuma pendapat saya sendiri. kalau boleh tahu pendapat anda, tepi alam semesta itu eksis atau tidak?

Kutip dari: Pi-One pada Februari 02, 2015, 12:17:59 PM
Ibarat lingkaran mebius, lu bisa menyusuri tanpa henti hanya untuk kembali ke titik awal.

apakah itu berarti semakin jauh kita menyusuri ruang angkasa, kita akan sampai ke planet Bumi kembali ? atau hanya analoginya saja yang susah digambarkan ?
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Sandy_dkk pada Februari 02, 2015, 04:12:32 PM
bentuk alam semesta seperti ini mengharuskan adanya ruang dengan dimensi yang lebih tinggi, seperti juga kulit bola 2 dimensi yang mengharuskan adanya ruang 3 dimensi sehingga dapat melengkung dan membentuk bidang geometri berhingga namun tanpa batas/ujung. saya katakan berhingga karena luas permukaan bola bukan tak hingga walau tanpa ujung.

ketika ruang 3 dimensi ini juga membentuk bidang geometri berhingga tanpa batas, maka pastinya ada ruang dengan dimensi lebih tinggi sebagai konsekuensi kelengkungan ruang 3 dimensi....

betul. makanya pertanyaan ini masih belum ketahuan jawabannya :

Kelereng di dalam toples.
Topless di dalam kamar.
Kamar di dalam rumah.
Rumah di dalam planet Bumi.
Planet Bumi di dalam ruang angkasa.
Ruang angkasa di dalam...?

Kutip dari: Sandy_dkk pada Februari 02, 2015, 09:12:48 PM
ruang di dalam ruang? mungkin bisa dibilang begitu, tapi tentu saja bukan seperti kamar di dalam rumah. tapi seperti titik pada garis, garis pada bujursangkar, bujursangkar pada kubus.

saya pikir sama saja. karena mereka membutuhkan sesuatu yang lebih luas. selama itu 3 dimensi kita selalu butuh "ruang pembungkus"-nya.

Kutip dari: Sandy_dkk pada Februari 02, 2015, 09:12:48 PM
sulit membayangkan wujud tesseract, namun ada hypercube yang merupakan proyeksi tesseract pada 3 dimensi:


kalau alam semesta itu seperti tesseract biru tsb, atau berbentuk lain macam terompet, eklips, bulat, dan sebagainya maka tetap saja kita menganggap ada tepinya karena mereka bangun 3 dimensi. artinya harus ada ruang lagi yang "membungkus" alam semesta. diperlukan ruang yang lebih besar ukurannya. bahkan kalau kita katakan alam semesta itu datar, maka harus ada ruang atau objek yang menjadi wadah atau tempat ditaruhnya alam semesta datar ini. model tesseract biru tersebut tetaplah bangun 3 dimensi. coba anda pikir, sampai berapa lapis alam semesta kita kalau memang seperti itu konsepnya ?

jadi memang bukan masalah ketemu tidak atau ketemu tepinya. melainkan eksis atau tidak eksis tepinya.

makanya saya berasumsi alam semesta ini tidak ada tepinya. tapi massa-massa yang ada di alam semesta ini seperti planet dan bintang itu 3 dimensi.

Kutip dari: Sandy_dkk pada Februari 02, 2015, 11:41:07 PM
barusan saya cek di wikipedia, ternyata film interstellar rilis perdana baru pada tanggal 26 oktober 2014. padahal di forum sebelah saya sudah menulis tentang tesseract pada tanggal 6 september 2014 pukul 12.59.33 , ini link-nya: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]. jadi tidak benar bahwa konsep tesseract diperkenalkan oleh film interstellar, karena konsep tesseract sudah lebih lama ada pada matematika geometri.

atau lebih tepatnya, tesseract itu sendiri yang menjadi inspirasi bagi film Interstelar. tapi bro, bikin film kan butuh waktu lama. itu waktu rilis perdananya yang anda cantumkan. jadi sepertinya ide film itu sudah muncul duluan sebelum thread anda. sebenarnya kata tesseract sendiri sepertinya saya pernah dengar jauh sebelum sekarang. kalau nggak salah itu salah satu animasi dalam Windows yang muncul ketika komputernya lagi idle (Screen Saver).
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|