Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 26, 2022, 02:43:15 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 53
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 22
Total: 22

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Debu Satelit  (Dibaca 7252 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
Debu Satelit
« pada: Februari 13, 2009, 09:43:43 PM »
Tabrakan satelit US dan Russia

10 Februari 2009, 16:56 GMT, 776 km di atas Semenanjung Taymyr, Siberia; Iridium 33 dan Kosmos-2251 bertabrakan pada kecepatan sekitar 11.6 km/s dan menghancurkan kedua satelit tersebut.

Iridium 33 dimiliki oleh Iridium Satellite LLC dan Kosmos-2251 dimiliki oleh Russian Space Force. Iridium masih beroperasi sampai terjadinya tabrakan, sedangkan Kosmos-2251 tidak beroperasi sejak beberapa tahun. Juru bicara Russia menolak berkomentar apakah satelitnya lepas kendali saat terjadinya tabrakan.

NASA melaporkan sejumlah besar debris (sampah angkasa) dihasilkan dari tabrakan tersebut. NASA mengatakan kepada International Space Station bahwa debris beresiko kecil bagi orbit sekitar 430 km di bawah tabrakan. Bagaimanapun ilmuwan China mengatakan bahwa debris mengancam satelit China di orbit Sun-syncronous. Pada tahun 1996, satelit Cerise bertabrakan dengan debris.



Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/2009_satellite_collision
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline ryoma

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 418
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!
    • Jurnal Milzam
Re: Tabrakan satelit US dan Russia
« Jawab #1 pada: Februari 14, 2009, 07:54:03 AM »
apakah perang dingin masih berlangsung?

sepertinya gak ada hubungannya ya.

Tapi kalo dipikir-pikir,
Juru bicara Russia menolak berkomentar apakah satelitnya lepas kendali saat terjadinya tabrakan.

rasanya ada yang disembunyikan. (dasar prasangka buruk!  >:( )
When there is a will there is a way..
قل حو الله الحد

Offline Mars

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 250
  • IQ: 45
  • Mars........
Re: Tabrakan satelit US dan Russia
« Jawab #2 pada: Februari 14, 2009, 09:43:39 AM »
emang faktor2 apa j yang bisa menyebabkan terjadinya tabrakan antara satelit2 itu ?????? ???

Offline ryoma

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 418
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!
    • Jurnal Milzam
Re: Tabrakan satelit US dan Russia
« Jawab #3 pada: Februari 14, 2009, 09:54:31 AM »
emang faktor2 apa j yang bisa menyebabkan terjadinya tabrakan antara satelit2 itu ?????? ???

ini salah satunya:

ilmuwan China mengatakan bahwa debris mengancam satelit China di orbit Sun-syncronous. Pada tahun 1996, satelit Cerise bertabrakan dengan debris.

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Tabrakan satelit US dan Russia
« Jawab #4 pada: Februari 14, 2009, 09:59:25 AM »
yang diluar negeri udah ditabrak-tabrakin diIndonesia masih dalam pengembangan, hmmmf,...
mungkin juga perang bintang berubah menjadi berang angkasa,

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Debu Satelit
« Jawab #5 pada: Maret 08, 2009, 04:59:57 AM »
satu lagi bencana akibat ulah manusia... saking banyaknya satelit rusak di luar sana sekarang ada potensi kejatuhan benda-benda tersebut. gimana nih cara menanggulanginya?

Debu Satelit Mengancam

JAKARTA,JUMAT-Badan roket peluncur Satelit Cosmos 2445 milik Rusia diperkirakan jatuh di bumi pada Maret 2009. Hal yang sama juga akan terjadi dalam dua bulan mendatang pada pecahan Cosmos 2251 dan Iridium yang bertabrakan pada 10 Februari 2009.

Peluang jatuhnya serpihan satelit tersebut di Indonesia tergolong besar karena seperdelapan bentang wilayah di khatulistiwa ditempati negeri ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Sri Kaloka, Jumat (20/2).

Abdul Rachman, peneliti di pusat tersebut, menjelaskan, berdasarkan data dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Cosmos 2445 yang akan jatuh pada Maret nanti merupakan badan roket atau SL-6 RB yang tidak dapat dikendalikan.

”Saat ini belum dapat diperkirakan waktu dan lokasi jatuhnya bagian satelit itu, tetapi biasanya lima hingga tiga hari sebelumnya,” ujarnya.

Adapun Cosmos 2251 memiliki sistem kontrol untuk mengarahkan lokasi jatuhnya satelit. Satelit milik Rusia ini sudah tidak aktif meski masih utuh.

Selasa pekan lalu satelit ini bertabrakan dengan yang masih aktif berfungsi. Akibat tabrakan itu, kata Sri, menimbulkan banyak serpihan, di antaranya terpantau 22 keping berukuran relatif besar, di atas 10 sentimeter persegi.

Kepingan itu beredar di atas wilayah khatulistiwa dan beberapa kali lewat di atas Indonesia. ”Hari ini kepingan itu terpantau lewat di atas Sumatera, terus bergerak ke arah timur,” ujarnya kemarin.

Selain terus beredar mengelilingi khatulistiwa, serpihan itu turun secara gradual mendekati atmosfer. Pergerakannya dipantau jam per jam.

Meski berupa kepingan, jatuhnya ke permukaan bumi akan melesat dalam kecepatan yang sangat tinggi. ”Bahaya bila kepingan jatuh di jalan tol, mengenai kendaraan di sana. Akibatnya bisa menimbulkan tabrakan beruntun,” ujarnya.

Namun dengan mengamati obyek itu, tindakan pengamanan dapat dilakukan sebelum kejadian, misal dengan menutup jalan tol.

Pada masa mendatang, kemungkinan jatuhnya sampah antariksa di muka bumi kian besar. Hingga 27 Januari lalu, jumlah serpihan ada 7.789—berukuran di atas 10 cm—satelit berfungsi dan tidak berfungsi berjumlah 3.338, dan badan roket ada 1.820—total 12.947.

Tubrukan satelit

Sementara itu, tubrukan Iridium 33 berbobot 560 kilogram dan Cosmos 2251 terjadi ketika Iridium bergerak 7,5 kilometer per detik ke utara, sedangkan Cosmos 2251 (900 kg) ke selatan dengan laju sama. Tubrukan terjadi dengan laju 6,7 km per detik atau 24.000 km per jam.

Tubrukan terjadi pada 10 Februari lalu pukul 23.56 di ketinggian 788 km di atas Siberia, Rusia. Pengamatan menunjukkan kedua benda yang bertubrukan tersebut pecah dan serpihannya terbagi menjadi dua kelompok awan serpihan dengan total serpihan lebih dari 700. (YUN)

Sumber: Kompas.com

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:Debu Satelit
« Jawab #6 pada: April 12, 2016, 09:34:43 AM »
yang diluar negeri udah ditabrak-tabrakin diIndonesia masih dalam pengembangan, hmmmf,...

Lah, emang situ pengen Indonesia tabrak-tabrakan satelit juga?  :o
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Offline nʇǝʌ∀

  • 🆈🆄🆁🅸 🅻🅾🆅🅴🆁
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 505
  • IQ: 232
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
Re:Debu Satelit
« Jawab #7 pada: April 18, 2016, 01:30:39 AM »
Tabrakan satelit US dan Russia

10 Februari 2009, 16:56 GMT, 776 km di atas Semenanjung Taymyr, Siberia; Iridium 33 dan Kosmos-2251 bertabrakan pada kecepatan sekitar 11.6 km/s dan menghancurkan kedua satelit tersebut.

Iridium 33 dimiliki oleh Iridium Satellite LLC dan Kosmos-2251 dimiliki oleh Russian Space Force. Iridium masih beroperasi sampai terjadinya tabrakan, sedangkan Kosmos-2251 tidak beroperasi sejak beberapa tahun. Juru bicara Russia menolak berkomentar apakah satelitnya lepas kendali saat terjadinya tabrakan.

NASA melaporkan sejumlah besar debris (sampah angkasa) dihasilkan dari tabrakan tersebut. NASA mengatakan kepada International Space Station bahwa debris beresiko kecil bagi orbit sekitar 430 km di bawah tabrakan. Bagaimanapun ilmuwan China mengatakan bahwa debris mengancam satelit China di orbit Sun-syncronous. Pada tahun 1996, satelit Cerise bertabrakan dengan debris.



Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/2009_satellite_collision

terjemahannya ada yang tidak tepat. Debris itu artinya puing-puing. dan di tulisan itu yg dimaksud adalah pecahan-pecahan akibat tabrakan dua satelit tsb. terus kata "bagaimanapun" seharusnya diganti jadi "akan tetapi"
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
3500 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 02, 2009, 10:43:51 AM
oleh sisca, chemistry
satelit

Dimulai oleh alf « 1 2 » Astronomi dan Kosmologi

20 Jawaban
14739 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2010, 06:11:05 AM
oleh BugsBuster
1 Jawaban
2901 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 14, 2011, 09:41:27 PM
oleh utusan langit
0 Jawaban
2350 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2011, 02:15:02 AM
oleh viz
0 Jawaban
19135 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 23, 2020, 12:03:12 AM
oleh globaltelesindo