Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 04, 2021, 05:23:22 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 38
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 41
Total: 41

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi  (Dibaca 187357 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

destii

  • Pengunjung
Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« pada: Maret 05, 2017, 03:37:28 AM »
Banyak sekali fakta misteri dan fenomena alam yang kita alami di Bumi yang belum terungkap, belum lagi dengan kehidupan lain diluar bumi kita ini yang masih menjadi tanda tanya besar mengenai kehidupan, peradaban dan keberadaannya.


Dahsyatnya kekuatan matahari


Dengan bentuknya yang sangat besar tersebut, diperkirakan satu juta bumi dapat masuk kedalamnya. Suhu matahari adalah sekitar 14 juta derajat Celsius di pusatnya. NASA telah mengamati matahari dari jarak terdekat, terutama pada bagian bintik matahari, flare matahari, dan coronal mass ejections (CME). Meskipun jarak matahari lebih dari 92 juta mil dari Bumi, "Penyimpangan" matahari dapat mempengaruhi kita di Bumi melalui radiasi (satu-satunya jenis perpindahan panas yang dapat melakukan perjalanan melalui ruang hampa). Matahari menghasilkan energi begitu besar, jika diibaratkan, setiap detik inti melepaskan setara dengan 100 miliar bom nuklir  :-\ .


Lama Waktu pesawat ruang angkasa mencapai galaksi terdekat


Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pesawat ruang angkasa untuk bisa nencapai galaksi terdekat? Jawabannya tergantung seberapa cepat ia melaju. Saat ini, ada dua galaksi terdekat kita. Galaksi tersebut adalah galaksi tidak beraturan, ilmuwan mengidentitaskan keduanya dengan Magellanic Besar dan Magellanic Kecil. Selain itu, galaksi spiral andromeda juga diidentifikasi sebagai galaksi beraturan terdekat kita.

Dan sekarang mari kita coba hitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai galaksi terdekat kita.
Jarak Magellanic Besar adalah 179.000 tahun cahaya, sedangkan Magellanic Kecil 210.000 tahun cahaya.
Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun di ruang hampa dengan kecepatan 186.000 mil per detik atau sekitar 5.880.000.000.000 mil! Jadi, galaksi terdekat masih sangat jauh dari kita. Selain itu, teknologi yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan antar galaksi jauh di luar kemampuan kita saat ini.


Jumlah Bintang di alam semesta


Di Dekat galaksi kerdil NGC 1569 adalah 'sarang' aktivitas kelahiran bintang kuat dengan melepaskan "gelembung besar" dan juga "super-gelembung" yang menjadi peran utama teka-teki utama galaksi. Berdasarkan hal itu, ilmuwan memperkirakan bahwa jumlah bintang di alam semesta lebih besar dari jumlah pasir di semua pantai di dunia! Pada malam yang cerah, kita bisa melihat jumlah Bintang setara dengan segenggam pasir.
Diperkirakan, batas maksimum pandangan mata kita pada malam yang sangat cerah, mata manusia hanya dapat melihat sekitar 3.000 bintang. Ada diperkirakan 100.000.000.000 di galaksi kita sendiri, galaksi Bima Sakti.


Badai "abadi" di sistem tata surya


Jupiter memiliki beberapa cuaca paling ekstrim dan dasyat di Tata Surya kita. Badai raksasa seperti amukan "Great Red Spot" berada pada atmosfer yang tebal, seperti hujaman yang luar biasa dari petir dan telah berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad.

The Great Red Spot, yang telah berlangsung setidaknya 300 tahun, adalah tiga kali lebih besar dari Bumi dan pertama kali terlihat oleh ilmuwan Inggris Robert Hooke pada tahun 1664. Warna spot yang bervariasi, kadang-kadang membuat sulit untuk terlihat selain karena awan tebal Jupiter. Ia bergerak ke seluruh planet dalam sebuah band yang tetap dan pada jarak yang tetap dari khatulistiwa. Ukuran The Great Red Spot begitu besar, jika diibaratkan, mungkin puluhan Bumi bisa masuk ke dalamnya.


Kita sedang melihat masa lalu


Ketika melihat bintang, kita sebenarnya melihat ke masa lalu. Banyak bintang yang kita lihat di malam hari pada kenyataannya telah mati. Baca laju gerak waktu adalah sejajar. Cahaya dari bintang-bintang jauh atau galaksi tersebut memerlukan waktu lama untuk mencapai kita, hal itu menunjukkan bahwa kita sedang benar-benar melihat benda-benda yang muncul ratusan, ribuan atau bahkan jutaan tahun yang lalu sebelum bisa terlihat oleh kita di Bumi.


Berat badan kita berubah, tergantung di planet mana kita berada


Seberapa kuat daya tarik yang terasa tergantung pada seberapa besar planet tempat kita berada. Jika kita berada di planet dengan massa lebih Besar dari bumi, kita akan merasa lebih berat, dan di planet dengan massa lebih kecil kita akan merasa lebih ringan. Jika kita membuat satu perjalanan di tata surya kita dan menempatkan diri di tanah planet yang berbeda, kita akan melihat bahwa timbangan badan kita menunjukkan jumlah yang berbeda pada planet yang berbeda. Hal ini karena medan gravitasi di permukaan planet memiliki nilai yang berbeda antara satu dan lainnya. Jika medan gravitasi planet yang kita tempati saat ini adalah dua kali lipat gravitasi Bumi, kita akan nemiliki berat dua kali lebih besar dibandingkan kita di bumi, hal inipun akan terjadi untuk planet lainnya. Sebagai contoh, seorang astronot dengan berat 75 kg di Bumi akan akan mengalami perubahan berat menjadi hanya 28 kg di Mars, 175 kf di Jupiter, 67 kg di Uranus, dan lain seterusnya.

Offline ruslan58

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • belajar komputer
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #1 pada: Juli 21, 2017, 05:43:30 AM »
Wah ternyata masih banyak hal yang belum diketahui ya, bahkan tidak diajarkan dalam pelajaran ilmu pengetahuan  alam di sekolah. Memang manusia harus senantiasa belajar agar bisa berkembang dan menemukan berbagai misteri kehidupan yang belum diketahui
Dapatkan berbagai artikel mengenai ilmu pengetahuan alam dari portal berita lebihbaik.newstipsindonesia

Offline chizauma

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 1
  • ForSa!
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #2 pada: Desember 13, 2017, 06:53:15 AM »
aku suka topik ^^ mungkin ada yang mau nambahin ^^

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #3 pada: Desember 18, 2017, 09:11:33 PM »
CCC-predicted low-variance circles in CMB sky and LCDM
V. G. Gurzadyan, R. Penrose(Submitted on 29 Apr 2011)
New analysis confirms our earlier claim [1], [7] of circles of notably low temperature variance, often in concentric sets, in the cosmic microwave background (CMB), discernable in WMAP data. Their reality can be interpreted as evidence of supermassive black-hole encounters in a previous aeon, as predicted by conformal cyclic cosmology (CCC) [2]. Counter arguments [4-6] pointed out that such circles arise, at similar frequency, also in simulated data using WMAP's CMB power spectrum, plus random input. We responded [7] that if such circles contribute to CMB, this influences the power spectrum, enhancing such circles in simulations. We confirm this here, but show that if the theoretical LCDM power spectrum is used instead, then the low-variance circles disappear. This is evidence that the LCDM model gives an incomplete explanation of the CMB, missing crucial information, which is provided by incorporating low-variance circles of CCC. The excellent agreement between theoretical LCDM and observed power spectrum, even for fairly large l-values, does not reveal this discrepancy, of relevance only at larger l-values where agreement is weak. We point out various non-random aspects of the circles, seen both in the true data and in simulations with WMAP power spectrum, but not with the theoretical LCDM spectrum. We also show the spatial distribution of concentric circle sets to be very non-random in the true WMAP data (perhaps owing to large-scale mass inhomogeneities distorting CCC's circle shapes), in complete contrast with simulations with WMAP power spectrum, where such circle sets are much sparser and closer to average temperature. These features are fully consistent with CCC (and with an earlier analysis [8] that the random Gaussian component in the CMB is only around 0.2 in the total CMB signal) but do not readily fit in with the random initial fluctuations of standard inflation.
Comments:8 pages, 5 figuresSubjects:Cosmology and Nongalactic Astrophysics (astro-ph.CO); General Relativity and Quantum Cosmology (gr-qc)Cite as:arXiv:1104.5675 [astro-ph.CO] (or arXiv:1104.5675v1 [astro-ph.CO] for this version)
Article CCC-predicted low-variance circles in CMB sky and LCDM
HouwLiong

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #4 pada: Desember 18, 2017, 09:18:22 PM »
Cyclic Model of the Universe

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #5 pada: Desember 18, 2017, 09:32:57 PM »
Mathematical Universe


Offline sorosoro

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 15
  • IQ: 0
  • Gender: Pria
  • ForSa!
Re:Fakta Misteri Tentang Kehidupan Luar Angkasa Dan Astronomi
« Jawab #6 pada: Juni 13, 2021, 07:18:02 AM »
Banyak sekali fakta misteri dan fenomena alam yang kita alami di Bumi yang belum terungkap, belum lagi dengan kehidupan lain diluar bumi kita ini yang masih menjadi tanda tanya besar mengenai kehidupan, peradaban dan keberadaannya.


Dahsyatnya kekuatan matahari


Dengan bentuknya yang sangat besar tersebut, diperkirakan satu juta bumi dapat masuk kedalamnya. Suhu matahari adalah sekitar 14 juta derajat Celsius di pusatnya. NASA telah mengamati matahari dari jarak terdekat, terutama pada bagian bintik matahari, flare matahari, dan coronal mass ejections (CME). Meskipun jarak matahari lebih dari 92 juta mil dari Bumi, "Penyimpangan" matahari dapat mempengaruhi kita di Bumi melalui radiasi (satu-satunya jenis perpindahan panas yang dapat melakukan perjalanan melalui ruang hampa). Matahari menghasilkan energi begitu besar, jika diibaratkan, setiap detik inti melepaskan setara dengan 100 miliar bom nuklir  :-\ .


Lama Waktu pesawat ruang angkasa mencapai galaksi terdekat


Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pesawat ruang angkasa untuk bisa nencapai galaksi terdekat? Jawabannya tergantung seberapa cepat ia melaju. Saat ini, ada dua galaksi terdekat kita. Galaksi tersebut adalah galaksi tidak beraturan, ilmuwan mengidentitaskan keduanya dengan Magellanic Besar dan Magellanic Kecil. Selain itu, galaksi spiral andromeda juga diidentifikasi sebagai galaksi beraturan terdekat kita.

Dan sekarang mari kita coba hitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai galaksi terdekat kita.
Jarak Magellanic Besar adalah 179.000 tahun cahaya, sedangkan Magellanic Kecil 210.000 tahun cahaya.
Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun di ruang hampa dengan kecepatan 186.000 mil per detik atau sekitar 5.880.000.000.000 mil! Jadi, galaksi terdekat masih sangat jauh dari kita. Selain itu, teknologi yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan antar galaksi jauh di luar kemampuan kita saat ini.


Jumlah Bintang di alam semesta


Di Dekat galaksi kerdil NGC 1569 adalah 'sarang' aktivitas kelahiran bintang kuat dengan melepaskan "gelembung besar" dan juga "super-gelembung" yang menjadi peran utama teka-teki utama galaksi. Berdasarkan hal itu, ilmuwan memperkirakan bahwa jumlah bintang di alam semesta lebih besar dari jumlah pasir di semua pantai di dunia! Pada malam yang cerah, kita bisa melihat jumlah Bintang setara dengan segenggam pasir.
Diperkirakan, batas maksimum pandangan mata kita pada malam yang sangat cerah, mata manusia hanya dapat melihat sekitar 3.000 bintang. Ada diperkirakan 100.000.000.000 di galaksi kita sendiri, galaksi Bima Sakti.


Badai "abadi" di sistem tata surya


Jupiter memiliki beberapa cuaca paling ekstrim dan dasyat di Tata Surya kita. Badai raksasa seperti amukan "Great Red Spot" berada pada atmosfer yang tebal, seperti hujaman yang luar biasa dari petir dan telah berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad.

The Great Red Spot, yang telah berlangsung setidaknya 300 tahun, adalah tiga kali lebih besar dari Bumi dan pertama kali terlihat oleh ilmuwan Inggris Robert Hooke pada tahun 1664. Warna spot yang bervariasi, kadang-kadang membuat sulit untuk terlihat selain karena awan tebal Jupiter. Ia bergerak ke seluruh planet dalam sebuah band yang tetap dan pada jarak yang tetap dari khatulistiwa. Ukuran The Great Red Spot begitu besar, jika diibaratkan, mungkin puluhan Bumi bisa masuk ke dalamnya.


Kita sedang melihat masa lalu


Ketika melihat bintang, kita sebenarnya melihat ke masa lalu. Banyak bintang yang kita lihat di malam hari pada kenyataannya telah mati. Baca laju gerak waktu adalah sejajar. Cahaya dari bintang-bintang jauh atau galaksi tersebut memerlukan waktu lama untuk mencapai kita, hal itu menunjukkan bahwa kita sedang benar-benar melihat benda-benda yang muncul ratusan, ribuan atau bahkan jutaan tahun yang lalu sebelum bisa terlihat oleh kita di Bumi.


Berat badan kita berubah, tergantung di planet mana kita berada


Seberapa kuat daya tarik yang terasa tergantung pada seberapa besar planet tempat kita berada. Jika kita berada di planet dengan massa lebih Besar dari bumi, kita akan merasa lebih berat, dan di planet dengan massa lebih kecil kita akan merasa lebih ringan. Jika kita membuat satu perjalanan di tata surya kita dan menempatkan diri di tanah planet yang berbeda, kita akan melihat bahwa timbangan badan kita menunjukkan jumlah yang berbeda pada planet yang berbeda. Hal ini karena medan gravitasi di permukaan planet memiliki nilai yang berbeda antara satu dan lainnya. Jika medan gravitasi planet yang kita tempati saat ini adalah dua kali lipat gravitasi Bumi, kita akan nemiliki berat dua kali lebih besar dibandingkan kita di bumi, hal inipun akan terjadi untuk planet lainnya. Sebagai contoh, seorang astronot dengan berat 75 kg di Bumi akan akan mengalami perubahan berat menjadi hanya 28 kg di Mars, 175 kf di Jupiter, 67 kg di Uranus, dan lain seterusnya.

valid nggak nih gan?


https://www.topkarir.com/lowongan

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
49 Jawaban
100925 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 11:16:14 AM
oleh Monox D. I-Fly
13 Jawaban
14322 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2016, 12:55:03 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
3321 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 11, 2010, 07:33:50 AM
oleh milannerz
15 Jawaban
10285 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 28, 2012, 08:26:47 AM
oleh Monox D. I-Fly
38 Jawaban
22950 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2014, 10:34:20 AM
oleh Pi-One