Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 03, 2022, 08:01:49 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 33
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 11
Total: 11

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kiamat Menurut Alam Semesta .

Dimulai oleh Venuz, April 11, 2011, 06:53:19 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

dafiudden

bagaimana kalau ternyata wujud alam semesta tidak sesuai dengan yang telah kita pelajari? misalnya ternnyata jarak dan besar benda langit tidak sejauh dan sebesar yang kita tahu saat ini?

Pi-One

Kutip dari: dafiudden pada September 14, 2017, 09:06:56 AM
bagaimana kalau ternyata wujud alam semesta tidak sesuai dengan yang telah kita pelajari? misalnya ternnyata jarak dan besar benda langit tidak sejauh dan sebesar yang kita tahu saat ini?
Maka kita harus mengganti "model" yang kita pergunakan saat ini dalam menjelaskan alam semesta.

The Houw Liong

Kiamat bagi umat manusia berarti semua manusia mati akibat malapetaka yang dahsyat, misalnya perang Nuklir, atau bumi tertabrak asteroid yang sangat besar (lebih besar dari Gunung Himalaya).
HouwLiong

The Houw Liong

HouwLiong

Hanover

dalam perspektif marxian. sejarah peradaban manusia tidak lepas dari persoalan ekonomi (ekonomis determinis). demikian juga persoalan kiamat.

jika kiamat diartikan berakhirnya peradaban manusia di planet bumi. dan jika doktrin ekonomi kapitalisme terus bertahan. maka menjadi suatu keniscayaan bahwa kemampuan manusia dalam menciptakan komoditi + kemampuan produksi berbanding lurus dg kemampuan meng eksploitasi sumber daya alam dan ekspansi dalam menjual komoditi.

sebagai contoh ketersediaan minyak bumi berpengaruh terhadap kemampuan mesin2 produksi dalam skala besar untuk mengolah/menghasilkan komoditi (produk/barang) untuk dijual.

kemampuan manusia dalam merusak alam/ ekosistem di planet ini sangatlah luar biasa. jika satu sumber daya di satu daerah telah habis dieksploitasi maka akan berpindah kepada daerah lain. tidak cukup hanya eksploitasi, kapitalisme memerlukan daerah2 sebagai tempat menjual komoditi.

sementara planet bumi ini sudah tua. over populated. saya pikir kesalahan menggunakan sistem ekonomi dalam peradaban manusia dapat menjadi salah satu faktor mempercepat kematian planet bumi sebagai planet yang layak huni.

memaksa manusia untuk mempercepat kemampuan memahami alam semesta serta meningkatkan daya jelajah dengan pengembangan teknologi. semata mata untuk pencarian sumber daya yang dapat mempertahankan mesin dan alat-alat produksi tetap bekerja.

sama hal nya dengan ekspedisi untuk menemukan benua baru dalam sejarah merkantilisme. hanya saja keperluan membentuk koloni diperluas menjadi skala per/antar planet antar galaxy.

bagaimana pun manusia sebagaimana mahluk hidup lain selalu mencari cara agar tetap bertahan, terhindar dari kepunahan.

pendek kata. istilah kiamat harus lah di definisikan secara jelas. berakhirnya riwayat bumi sebagai planet layak huni atau kehancuran total alam semesta.

jika kiamat diyakini sebagai kehancuran total alam semesta saya pikir kesimpulan tersebut terlalu dini mengingat pemahaman manusia akan alam semesta. teknologi dan daya jelajah masih terus dikembangkan dan belum sampai pada level tertinggi.

setidaknya pada saat ini akan lebih masuk akal jika kiamat dipahami sebagai akhir riwayat planet bumi sebagai planet layak huni yang telah menopang hidup dan berkembangnya peradaban manusia selama ini.