Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 06, 2022, 01:12:08 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 67
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 42
Total: 42

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Outside of the space

Dimulai oleh Takagi Fujimaru, April 10, 2010, 05:06:24 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

alf

bagaimana ruang n waktu bisa disambungkan ?? mohon penjelasannya..

Takagi Fujimaru

baca: Relativitas Einstein
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

semut-ireng

Menurut pendapat saya,  Newton yang benar.   Ruang dan Waktu adalah dua dimensi yang terpisah.

Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Mei 31, 2010, 11:12:14 AM
Menurut pendapat saya,  Newton yang benar.   Ruang dan Waktu adalah dua dimensi yang terpisah.
Silakan jabarkan, kenapa anda beranggapan ruang dan waktu itu memang terpisah?

Takagi Fujimaru

Kalau contoh yg simpel, sya berpikiran begini. Ini pengalaman pribadi dalam berkendaraan. Saat naik motor di jalan, motor di depan saya hendak menyalip truk. Saat dia menyalip, saya berpikiran untuk menyalip pula, tentu saja di belakangnya. Tapi saya sadar, walau jalan yang kita lewati sama, tapi waktu yang kita lewati berbeda. Jika dia berhasil menyalip truk itu, belum tentu saya juga berhasil karena perbedaan timing. Nah, karena pengalaman itu, sya brkesimpulan "Walau ruang yang kita lalui sama, tapi waktu yang kita lalui tidak sama. Jadi, ruang dan waktu adalah hal yang saling mempengaruhi."

CMIIW
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

semut-ireng

Yang saya maksud Ruang dan Waktu adalah dua dimensi yang terpisah,  bukan berarti dua dimensi itu tidak berhubungan.  Dua dimensi itu berhubungan tetapi tidak ber-" Kesinambungan ".  Tentang hal ini sudah ada postingan saya di thread yang lain.  Tegasnya,  saya menolak Hukum Kosmis yang dikemukakan Einstein tentang Kesinambungan Ruang-Waktu.

Dan yang saya persoalkan adalah Diskripsi Einstein tentang Ruang,  bahwa Ruang tidak mempunyai realita obyektif kecuali sebagai tatanan atau susunan benda-benda yang kita rasakan.

Menurut pendapat saya,  diskripsi Einstein tentang Ruang adalah Ruang yang terbatas sebagai bagian dari Ruang yang tidak terbatas  (  Ruang Murni / Ruang Mutlak ). Tidak perlu semua materi yang ada di alam semesta ini diambil maka tidak ada ruang ( yang terbatas ),  karena masih  ada ruang yang  tak terbatas.   Logikanya seperti ini :

Kita bayangkan dengan tenaga supranatural kita tiba-tiba berada di luar galaksi Bimasakti,  kita melayang  dalam kesendirian dan dalam keadaan tidak ingat bahwa kita adalah manusia yang berasal dari bumi, sehingga kita juga tidak sadar kalau kita berada dalam sesuatu yang bisa kita sebut " ruang ",  karena tidak ada benda/materi di dekat kita yang bisa kita gunakan sebagai titik referensi / acuan / patokan,  kita tidak tahu mana Barat-Utara-Timur-Selatan,  juga tidak tahu mana Atas dan mana Bawah.  Tidak ada ruang ( yang terbatas )  karena tidak ada sesuatu yang bisa digunakan sebagai titik referensi / acuan / patokan.   Dan karena adanya Waktu tergantung adanya Ruang ( yang terbatas ),  maka dengan tidak adanya Ruang ( yang terbatas ) tidak ada pula yang disebut Waktu.  Singkatnya,  di Ruang yang tak terbatas / Ruang Mutlak tidak ada siang ataupun malam ........

Adanya dimensi Waktu tergantung adanya dimensi  ruang.   Karena tidak ada dimensi ruang - di Ruang Mutlak -   maka tidak ada dimensi  Waktu.  Tidak ada yang bisa disebut Kesinambungan Ruang - Waktu ..........


Takagi Fujimaru

Utara-selatan-barat-timur. Hanya ada di bumi. Siang-malam hanya karena rotasi bumi. Tak perlu jauh2 keluar galaksi bima sakti. Jika kita ke luar angkasa, kita tak akan mengenal adanya siang dan malam. Dalam dilatasi waktu, dari permisalan bung semut-ireng, jika orang itu bergerak dalam kcepatan yg cukup tinggi, maka waktu yang mengenainya seolah2 melambat. Jika 1 tahun kemudian tiba2 ia kembali ke bumi, pastilah teman2 yg dulu seusia dengannya, saat ia kembali, teman2nya akan menjadi lebih tua...
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 01, 2010, 06:17:49 AM
Utara-selatan-barat-timur. Hanya ada di bumi. Siang-malam hanya karena rotasi bumi. Tak perlu jauh2 keluar galaksi bima sakti. Jika kita ke luar angkasa, kita tak akan mengenal adanya siang dan malam. Dalam dilatasi waktu, dari permisalan bung semut-ireng, jika orang itu bergerak dalam kcepatan yg cukup tinggi, maka waktu yang mengenainya seolah2 melambat. Jika 1 tahun kemudian tiba2 ia kembali ke bumi, pastilah teman2 yg dulu seusia dengannya, saat ia kembali, teman2nya akan menjadi lebih tua...
Untuk melihat perbedaan, selain kecepatannya harus cukup tinggi (katakanlah mendekati kecepatan cahaya), juga jangka waktu perjalanannya harus cukup lama. kalau cuma setahun, kurasa kita akan sulit mendapati teman yang 'lebih tua'...

semut-ireng

Mungkin tidak akan pernah ada wahana angkasa yang bergerak dengan  "  kecepatan yang cukup tinggi  ",  sehingga tidak ada peluang untuk membuktikan  "  saat ia kembali,  teman2nya akan menjadi lebih tua ...."

"Nature and Nature's laws lay hid in night:
God said, Let Newton be! and all was light."

( Alexander Pope )

Takagi Fujimaru

@Pi-One
Iya, itu tadi kan melanjutkan pengandaian dari semut-ireng..
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

#25
Kita sadar atau tidak akan keberadaan ruang,memang ada pengaruhnya? bahkan saat tenggelam dalam air, kadang kita juga bingung di mana atas dan bawah.

Jika menggunakan konsep Newton, maka tidak bisa menjelaskan pengenai 'pembelokan ruang-waktu', satu teori Einstein yang telah dibuktikan.

Dan jika menolak konsep ruang-waktu Einstein, artinya menolak konsep big bang. Karena big-bang adalah pengembangan ruang-waktu, di mana keduanya bukanlah hal terpisah seperti katamu.

ngajakmikir

menurut saya..
Ruang itu ada karena dia dibutuhkan oleh materi supaya ada. Suatu benda (materi) membutuhkan ruang untuk menunjukkan bentuknya. Kalau tidak ada ruang maka materi tidak berbentuk. Atau kalau dimensi alam ini adalah dua dimensi, maka benda-benda yang kita kenal tidak akan berbentuk seperti apa yang kita lihat sekarang. Begitu juga kalau alam memiliki dimensi yang lebih tinggi.

Sedangkan waktu ada karena ada perubahan. Bisa saja ada ruang, tetapi dalam ruang itu tidak pernah terjadi perubahan, maka tidak ada waktu.
Aku adalah sesuatu yang tersembunyi. Aku berkehendak untuk dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenalKu

Takagi Fujimaru

@ngajakmikir
contohnya "ruang" yang tidak pernah terjadi perubahan?
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

ngajakmikir

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 02, 2010, 06:11:27 PM
@ngajakmikir
contohnya "ruang" yang tidak pernah terjadi perubahan?
Mirip dengan konsep waktu termodinamik (ada tiga konsep waktu menurut hawking, baca a brief history of time)
Alam ini menuju ke suatu keadaan entropi maksimum. Ketika keadaan entroppi maksimum sudah tercapai maka tidak akan ada lagi reaksi yang terjadi karena semua energi sudah tidak bisa di "daur-ulang". Tidak ada lagi gerakan dan tidak ada lagi perubahan. Semuanya seakan terhenti. Ketika itu terjadi maka waktu pun terhenti.
Karena siapa yang butuh konsep waktu kalau semuanya sudah mati (terhenti).
Tidak ada perubahan sama sekali, maka tidak ada waktu.
Aku adalah sesuatu yang tersembunyi. Aku berkehendak untuk dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenalKu

Takagi Fujimaru

Loh? Sekilas saya baca2 dulu, kalau entropi mencapai maksimum, akan muncul entropi2 yg lain. Jadi saya salah? T-T
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.