Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 01, 2022, 06:48:38 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 76
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 52
Total: 52

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pemanasan global atau pendinginan global ?

Dimulai oleh The Houw Liong, November 07, 2008, 08:58:07 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

The Houw Liong

Menurut Easterbrook mungkin 2000 --- 2030 adalah perioda pendinginan global. Bukan pemanasan global.

Despite no global warming in 10 years and recording setting cold in 2007-2008, the Intergovernmental Panel on Climatic Change (IPCC) and computer modelers who believe that CO2 is the cause of global warming still predict the Earth is in store for catastrophic warming in this century. IPCC computer models have predicted global warming of 1° F per decade and 5-6° C (10-11° F) by 2100 (Fig. 1), which would cause global catastrophe with ramifications for human life, natural habitat, energy and water resources, and food production. All of this is predicated on the assumption that global warming is caused by increasing atmospheric CO2 and that CO2 will continue to rise rapidly.

However, records of past climate changes suggest an altogether different scenario for the 21st century. Rather than drastic global warming at a rate of 0.5 ° C (1° F) per decade, historic records of past natural cycles suggest global cooling for the first several decades of the 21st century to about 2030, followed by global warming from about 2030 to about 2060, and renewed global cooling from 2060 to 2090 (Easterbrook, D.J., 2005, 2006a, b, 2007, 2008a, b); Easterbrook and Kovanen, 2000, 2001). Climatic fluctuations over the past several hundred years suggest ~30 year climatic cycles of global warming and cooling, on a general rising trend from the Little Ice Age.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

The Houw Liong


Banyak ilmuwan yang mengemukakan siklus alam yang ditimbulkan oleh siklus aktivitas matahari dan siklus sinar kosmik galaksi lebih kuat pengaruhnya daripada yang ditimbulkan oleh ulah manusia (kendaraan bermotor dan industri).

Informasi tambahan ilmuwan yang meragukan prediksi model iklim yang dipakai oleh IPCC dapat dilihat pada :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

fitrie

eh...eh mau tanya............

kira2 kalo terjadi pendinginan global apa sama berbahayanya dengan pemanasan global?

kira2 efek dari pendinginan global itu seperti apa?  ???

makaciiii............. ;D
semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........

The Houw Liong

Menurut paleoclimate , musnanya Dinosaurus ialah pada jaman es yaitu ketika terjadi pendinginan global.
Pada waktu terjadi pemanasan global pada masa lampau , tidak terjadi pemusnaan mahluk hidup.
Jadi menurut sejarah iklim sebetulnya pendinginan global, lebih berbahaya daripada pemanasan global.
HouwLiong

dhera

[email]ReSki[/email]

ZeroFour

oi....q mo nanya y..... :-X

1. pa penyebab dari pendinginan global....?

2. menyebabkan pa/efek pendinginan global ntu...?

???  ???  ???

The Houw Liong

Pendinginan global bisa terjadi karena letusan gunung yang dahsyat seperti letusan gunung Krakatau atau Tambora.
debu yang dilepaskan akan menutup atmosfer sehingga cahaya matahari yang menembus sampai ke permukaan bumi sangat berkurang dan mengakibatkan pendinginan global.

Pendinginan global juga bisa terjadi ketika matahari tenang ( hampit tidak ada sunspot) dalam perioda yang cukup panjang seperti yang terjadi  sekitar tahun 1600 --1700 yang dikenal sebagai Maunder minimum, pada waktu seperti itu sinar kosmik yang menembus Bumi akan maksimum dan menimbilkan inti kondensasi untuk terbentuknya awan tinggi ( di atas 10 km) yang mengurangi sinar matahari yang menembus atmosfer Bumi, sehingga menimbulkan pendinginan global dan menyebabkan timbulnya jaman es kecil ( Little ice age).
HouwLiong

fitrie

itu pernah terjadi ya?
penyebabnya apa?

trus kira2 bakalan terjadi lagi gak ya?
semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........

uzik-sama

kalo menurut beberapa artikel atopun beberapa bahan yang aku baca, pendinginan global tuh salah satu efek dari pemanasan global. jadi, pemanasan global --> pendinginan (zaman es).

salah satu kengerian dari pendinginan global yang terjadi di masa lalu tepatnya pas zaman es, pernah ditemukan fosil mamouth yang membeku dan masih terdapat sisa makanan di sistem pencernaannya. para ahli memperkirakan kalo mamouth itu terkena gelombang dingin dan membeku pada saat makan. gimana rasanya kalo pas manusia makan terus terkena gelombang dingin dan membeku dengan posisi sendok masih berada dimulut?

@fitrie
zaman es kedua menurut para ahli sangat mungkin terjadi

fitrie

ih syerem juga yahhh....

trus katanya adanya padang pasir sekarang dulunya adalah ktub yah?
itu gimana se?
apa benar kalo terjadinya padang pasir karena bekas terjadinya kutub, bukan karena hujan meteor
mungkin karena bukti material batu meteor tidak ditemukan di padang pasir tersebut.

ada yang tau gak? tolong dong jelasin.........

thanks  ;) ;) ;)
semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........

The Houw Liong

Salah satu faktor yang mendukung bahwa pengaruh aktivitas matahari yang dominan terhadap perubahan iklim ialah pemansan di Mars.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

h4ry

wAH klo pendinginan ja suhunya udah tinggi gini , ,gmna klo pemanasan ?



bisa gosong toh !?!?  :o :o :o :o :o :o




lalu pada saat jaman es kan ozonya blom bolong jadi kemungkinan mathari susah menembus sampai ke bumi ?  (so toy deh  :P :P :P :P :P)


^^V
_Don't Be Affraid_

superstring39

Dingin dan panas itu sebenernya gak pernah bisa dipisahkan, seperti dua sisi koin. dimana ada panas pasti ada dingin dan keduanya terjadi pada saat yang bersaman pada tempat yang berhubungan. misalnya pada kulkas dalemnya dingin, tapi coba pegang bagian belakangnya puanas banget. kalo siangnya panaas banget pasti malemnya ujan gede (dingin). kalo tangan kiri kita habis megang es batu, tangan kita habis megang air panas kemudian disentuhkan pasti yang kiri merasa panas sedangkan yang kanan merasa dingin.

Pada dunia ini juga terjadi hal yang sama. jika pada generasi ini dunia terlalu panas maka pada generasi berikutnya akan menjadi dingin sekali.

Tapi ada satu hal yang sangat jelas; polusi udara berlebih seperti CO2 dkk, tetap tidak baik untuk kesehatan bikin sakit pernapasan, para dokter juga pasti sepakat dengan hal ini. jadi walau tidak menyebabkan pemanasan global, emisi CO2 harus tetap dikurangi untuk kesehatan anak cucu kita dimasa depan.  :D

The Houw Liong

Dari sudut pandang astronomi/astrofisika, sangat menarik untuk membahas pengaruh aktivitas matahari dan sinar kosmik galaktik pada perubahan iklim.
Nir Shaviv membahas aktivitas matahari dan pengaruh sinar kosmik galaktik dan menunjukkan korelasi yang sangat erat dengan suhu permukaan Bumi selama milyaran tahun lalu dengan menganalisis meteor yang jatuh ke Bumi.
# Nir Shaviv, astrophysicist at the Hebrew University of Jerusalem: "The truth is probably somewhere in between [the common view and that of skeptics], with natural causes probably being more important over the past century, whereas anthropogenic causes will probably be more dominant over the next century. ... About 2/3's (give or take a third or so) of the warming [over the past century] should be attributed to increased solar activity and the remaining to anthropogenic causes." His opinion is based on some proxies of solar activity over the past few centuries.

Penelitian Svenmark juga berpendapat pengaruh aktivitas matahari sangat besar terhadap perubahan iklim.
# Henrik Svensmark, Danish National Space Center: "Our team ... has discovered that the relatively few cosmic rays that reach sea-level play a big part in the everyday weather. They help to make low-level clouds, which largely regulate the Earth's surface temperature. During the 20th Century the influx of cosmic rays decreased and the resulting reduction of cloudiness allowed the world to warm up. ... most of the warming during the 20th Century can be explained by a reduction in low cloud cover."
HouwLiong

superstring39

Sadarlah umat manusia, kiamat sudah dekat... bertaubatlah segera...