Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 25, 2022, 05:34:54 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 64
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 26
Total: 26

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Pemisahan Langit dan Bumi  (Dibaca 2024 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Chanz99

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 32
  • IQ: 27
  • Gender: Pria
Pemisahan Langit dan Bumi
« pada: Oktober 17, 2011, 01:34:54 AM »
Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)

Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
11 Jawaban
8791 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 21, 2013, 05:25:05 AM
oleh Monox D. I-Fly
6 Jawaban
9010 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 23, 2009, 07:40:35 AM
oleh oyi
7 Jawaban
4573 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 23, 2010, 06:27:26 AM
oleh binekas
3 Jawaban
5221 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2010, 10:23:32 PM
oleh syx
1 Jawaban
4778 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2010, 07:02:06 AM
oleh Bintang Orion