Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 27, 2022, 10:27:41 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 85
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 79
Total: 79

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Teori Big Bang itu MANDUL. apa mungkin sebelum big bang tak ada ruang dan waktu?

Dimulai oleh DemonThinker, Mei 22, 2010, 05:39:48 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Apa anehnya jika ilmuwan menolak pandangan orang lain, atau bahwa ilmuwan pun bisa memiliki kesalahan? Toh sains bukan dogma. Kesalahan tidak membuat ilmuwan menjadi hancur atau gak bsia dipercaya sama sekali, atau karyanya yang lain ikut diabaikan. Tapi kalau yang bukan ilmuwan tapi ngoceh ngolor ngidul gak keruan, lain soal...

Terlebih lagi, alih-alih memberikan perhitungan matematis atau data ilmiah, saat itu Lemaitre lebih banyak bertumpu pada penafsiran alkitab semata.

Farabi

Kalau memang terbentuknya alam semesta benar dari gas dan kemudian bertumbukan satu sama lain yang menghasilkan hamburan cahaya dimana mana maka terminologi Bigbang menurut saya benar, tapi tentunya kita yang berada diluar bentukan galaxy tersebut tidak akan mendengar ledakan.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-Man

Kutip dari: Farabi pada September 06, 2011, 11:36:31 AM
Kalau memang terbentuknya alam semesta benar dari gas dan kemudian bertumbukan satu sama lain yang menghasilkan hamburan cahaya dimana mana maka terminologi Bigbang menurut saya benar, tapi tentunya kita yang berada diluar bentukan galaxy tersebut tidak akan mendengar ledakan.
Gas bukannya lebih ke pembentukan bintang dan galaksi?

Dan mana mungkin mendengar, sementara suara tidak merambat di ruang hampa?
oro?

Jim Heart

Kutip dari: Farabi pada September 06, 2011, 11:36:31 AM
Kalau memang terbentuknya alam semesta benar dari gas dan kemudian bertumbukan satu sama lain yang menghasilkan hamburan cahaya dimana mana maka terminologi Bigbang menurut saya benar, tapi tentunya kita yang berada diluar bentukan galaxy tersebut tidak akan mendengar ledakan.

eh ? apa maksudnya ini ?  ???
banyak salah deh kayaknya ...  :-\

Farabi

Saya sedang membahas terminologi 'BigBang'. Yang membuat saya bingung adalah adanya ruang. Bukan terbentuknya alam semesta.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

Kutip dari: Pi-One pada September 05, 2011, 11:59:36 PM
Planet tidak tercipta. Planet terbentuk sebagai 'sisa' dari pembentukan bintang.

Tetap saja saya menyebutnya tercipta, bukan terbentuk.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-Man

Kutip dari: Farabi pada September 06, 2011, 12:22:33 PM
Saya sedang membahas terminologi 'BigBang'. Yang membuat saya bingung adalah adanya ruang. Bukan terbentuknya alam semesta.
Tidak ada 'ruang' sebelum big bang.
oro?

The Houw Liong

Menurut teori membran 11 D ( teori multiverse), Big Bang timbul karena benturan 2 semesta yang tidak bisa kita amati dari semesta kita, karena semesta itu berada pada dimensi tinggi ( di luar ruang-waktu kita).
HouwLiong

semut-ireng


Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 08, 2011, 06:40:04 AM
kalo boleh tahu,  siapa yang mencipta dimensi tinggi ? :)
mengharap jawaban "Tuhan" ya ?
aha ... tak semudah itu, science tak segampang itu main klaim ...
lagian saya malas debat soal tuhan kalo situasi dan kondisinya tak cocok seperti ini ...
malahan kalo memang tuhan ( terutama tuhan beragama ) yang menciptakan rasanya mubazir amat, manusia ciptaannya cuma 3 dimensi juga kan ...

kalo saya condong berpikir, dimensi2 itu bagian dari alam ...
kemungkinan besar alam itu berdiri sendiri ( saya tak bilang pasti ), layaknya tuhan berdiri sendiri bagi kaum theis ...  ;)

Pi-Man

Kutip dari: Jim Heart pada September 08, 2011, 11:02:13 AM
mengharap jawaban "Tuhan" ya ?
aha ... tak semudah itu, science tak segampang itu main klaim ...
lagian saya malas debat soal tuhan kalo situasi dan kondisinya tak cocok seperti ini ...
malahan kalo memang tuhan ( terutama tuhan beragama ) yang menciptakan rasanya mubazir amat, manusia ciptaannya cuma 3 dimensi juga kan ...

kalo saya condong berpikir, dimensi2 itu bagian dari alam ...
kemungkinan besar alam itu berdiri sendiri ( saya tak bilang pasti ), layaknya tuhan berdiri sendiri bagi kaum theis ...  ;)

Yah, kalau mau jawab siapa yang ciptakan, mau jawab apapun bisa.
Masalahnya kan soal pembuktian atas jawaban tadi. Theis biasa langsung lari ke iman, dan berusaha menghentikan pengujian lanjutan setelah tahap ini.
Makanya dikatakan mereka mencampuradukkan sains dan agama...
oro?

semut-ireng

Kalo begitu pertanyaan saya ralat,  dan saya ganti berikut ini :

Bahwa ruang itu dimensi 3 D,  itu yang sudah diketahui oleh umum.   Tapi lalu waktu dipandang sebagai dimensi ke empat / 4 D,  sehingga tercipta konsep kesinambungan dimensi Ruang-Waktu,  bagaimana penjelasan atau buktinya ? :)

Intinya, bukti bahwa waktu adalah suatu dimensi.

Jim Heart

sulit dijelaskan dengan kata2, tapi dimensi itu mungkin berarti sesuatu yang "membedakan" atau sesuatu "tempat berpindah" ...
kita berbeda dalam ruang dan kita juga berbeda dalam waktu, kita dapat berpindah dalam ruang dan kita dapat berpindah dalam waktu ...
kita disebut makhluk 3D karena kita hanya dapat mengontrol perpindahan kita pada ruang, kita tak dapat mengatur perpindahan kita pada waktu ... padahal kenyataannya kita juga berpindah dalam waktu, saya di kordinat (5,5,0) satu detik yang lalu berbeda dengan saya di kordinat (5,5,0) sekarang, walau tak berpindah dalam ruang ...

hmm ...


semut-ireng

Hmm ya,  terima kasih atas penjelasan dan linknya.  Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi,  apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.

Mungkin saja cara berpikir saya keliru.  Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian,  atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan.  Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu,  kemudian melihat waktu sekarang,  maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur.  Intinya,  parameter dari waktu adalah maju dan mundur,  atau ke depan dan kebelakang,  dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis.  Sehingga,  menurut persepsi saya,  bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D,  maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.

Itu cuma persepsi saya ............ :)