Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 28, 2022, 01:43:16 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 65
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 39
Total: 39

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Teori Big Bang itu MANDUL. apa mungkin sebelum big bang tak ada ruang dan waktu?

Dimulai oleh DemonThinker, Mei 22, 2010, 05:39:48 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

The Houw Liong

Kutip dari: semut-ireng pada September 08, 2011, 02:59:06 PM
Hmm ya,  terima kasih atas penjelasan dan linknya.  Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi,  apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.

Mungkin saja cara berpikir saya keliru.  Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian,  atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan.  Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu,  kemudian melihat waktu sekarang,  maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur.  Intinya,  parameter dari waktu adalah maju dan mundur,  atau ke depan dan kebelakang,  dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis.  Sehingga,  menurut persepsi saya,  bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D,  maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.

Itu cuma persepsi saya ............ :)

Untuk memperoleh persepsi yang benar anda harus mendalami teori relativitas. Dalam teori tsb transformasi koordinat ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan . Contohnya transformasi Lorentz, sedangkan dalam fisika klasik berlaku transformasi Galilei. Dalam transformasi Galilei, ruang bertransformasi dengan koordinat ruang saja, terpisah dengan waktu, seperti dalam persepsi anda.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

semut-ireng

Terima kasih linknya, pak THL.  Saya pelajari,  dan makin menambah semangat saya untuk menghidupkan lagi teori yang dibilang sekarat,  berkaitan dengan ether.   Gak tahu kenapa,  saya suka dengan yang klasik-klasik. :)

The Houw Liong

Kutip dari: semut-ireng pada September 09, 2011, 06:48:19 AM
Terima kasih linknya, pak THL.  Saya pelajari,  dan makin menambah semangat saya untuk menghidupkan lagi teori yang dibilang sekarat,  berkaitan dengan ether.   Gak tahu kenapa,  saya suka dengan yang klasik-klasik. :)

Memang fisika klasik sesuai dengan "common sense", sedangkan fisika modern di luar "common sense", namun peengamatan menyatakan fisika modern benar secara ilmiah (memenuhi logico-empiricism).
HouwLiong

Farabi

Oh saya ngerti tentang sebab kenapa dimensi ke 4 dimasukan. Biarpun menurut saya sebetulnya waktu hanyalah semu saja, hanya perasaan kita saja, pada kenyataannya waktu tidaklah ada, hanya alat ukur bagi kita saja.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 08, 2011, 02:59:06 PM
Hmm ya,  terima kasih atas penjelasan dan linknya.  Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi,  apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.

Mungkin saja cara berpikir saya keliru.  Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian,  atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan.  Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu,  kemudian melihat waktu sekarang,  maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur.  Intinya,  parameter dari waktu adalah maju dan mundur,  atau ke depan dan kebelakang,  dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis.  Sehingga,  menurut persepsi saya,  bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D,  maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.

Itu cuma persepsi saya ............ :)
Kutip dari: Farabi pada September 09, 2011, 10:30:16 AM
Oh saya ngerti tentang sebab kenapa dimensi ke 4 dimasukan. Biarpun menurut saya sebetulnya waktu hanyalah semu saja, hanya perasaan kita saja, pada kenyataannya waktu tidaklah ada, hanya alat ukur bagi kita saja.

para ilmuwan pun juga mempertimbangkan hal itu kok, hampir semua orang juga secara awam akan menganggap waktu seperti itu lebih masuk akal dibanding waktu yang 'menyatu' dengan ruang ...
hanya saja sesuai kata pak THL tadi, eksperimen bicara lain ...

semut-ireng

Kutip dari: Jim Heart pada September 11, 2011, 09:07:53 AM
para ilmuwan pun juga mempertimbangkan hal itu kok, hampir semua orang juga secara awam akan menganggap waktu seperti itu lebih masuk akal dibanding waktu yang 'menyatu' dengan ruang ...
hanya saja sesuai kata pak THL tadi, eksperimen bicara lain ...

memangnya sudah ada eksperimennya  ?  kalo gak salah pencipta waktu menyatu dengan ruang itu gak pake eksperimen,  atau mungkin eksperimen secara imajiner saja,  beliau kan dikenal teoritis murni .............

Jim Heart

Kutip dari: semut-ireng pada September 14, 2011, 07:42:28 AM
memangnya sudah ada eksperimennya  ?  kalo gak salah pencipta waktu menyatu dengan ruang itu gak pake eksperimen,  atau mungkin eksperimen secara imajiner saja,  beliau kan dikenal teoritis murni .............

ya, awalnya memang sekedar teori dan persamaan matematika ...
tapi saat di eksperimenkan pun itu memang benar, bahwa ruang dan waktu itu tak dapat dipisahkan ... misal eksperimen mengukur pembengkokan maupun perubahan ruang dan waktu karena gravitasi, saat yang satu berubah yang satunya lagi juga ikut berubah, atau dengan kata lain "fungsi" matematikanya sama ...

reborn

Sudah 16 halaman tapi kok makin melenceng dari pertanyaan awal? Topik ini ditutup tapi silahkan buka yang baru biar lebih fokus diskusinya. Yang minat ikutan nimbrung juga lebih enak, gak perlu baca tulisan2 yang OOT.