Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 03, 2022, 10:38:05 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 36
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

[Video] Jika Bumi Berhenti Berputar...

Dimulai oleh nʇǝʌ∀, Januari 16, 2016, 11:54:28 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

nʇǝʌ∀

diambil dari laman [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Jika Bumi Berhenti Berputar

Simak video animasi yang menunjukkan apa yang akan terjadi jika Bumi tak lagi berputar.

Bumi berputar dari barat ke timur dengan kecepatan linear di ekuator 465.1013 m / s (1674.365 km / jam). Majalah online Tech Insider mempublikasikan video animasi yang menunjukkan apa yang akan terjadi jika Bumi tak lagi berputar.

Dalam video berikut dampak yang terjadi jika Bumi berhenti berputar yaitu semua objek akan  terus berotasi dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya. Hal itu terjadi sebagai akibat dari kekekalan momentum.

Akan ada angin kuat yang langsung menyebabkan tsunami raksasa. Satu hari akan menjadi satu tahun, di mana enam bulan pertama matahari akan bersinar tanpa berhenti. Makhluk hidup yang mampu bertahan akan menghadapi cuaca panas ekstrim dan kekeringan. Kemudian dihantam musim dingin yang amat sangat dan kegelapan selama enam bulan selanjutnya.Matahari akan terbit dari barat dan tenggelam di timur hanya sekali dalam setahun.


*ada yang bermasalah loading videonya?

Pada saat Bumi berhenti berputar, batas antara lautan dan daratan juga akan berubah. Ketika Bumi berotasi, gaya sentrifugal akan menyebabkan planet memiliki tonjolan atau bulge di sepanjang ekuator. Jadi, kalau Bumi tidak berotasi maka tidak akan ada tonjolan. Tanpa ada tonjolan maka semua air yang ada di ekuator akan bergerak ke kutub. Kemudian terbentuklah dua lautan raksasa di kutub utara dan selatan, menyisakan daratan raksasa di sepanjang khatulistiwa.

Gaya gravitasi akan memudar, bahaya radiasi mengancam Bumi, hingga tak ada sedikit pun peluang untuk adanya kehidupan di Bumi.

(Lutfi Fauziah/Sumber: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])


sepertinya bumi berotasi seperti ini agaknya memang sebuah rancangan yang bukan kebetulan. sebab tanpa bulan, rotasi bumi justru malah kecepetan.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

ytridyrevsielixetuls

eh siapa bilang bumi berotasi? ;D
kan gravitasi bumi adalah gaya sentripugal dari perputaran cangkang langit yang berubah wujud dari berputar menjadi vertikal terjun bebas ke bawah. ;D
buktinya?

ember berisi air digantung dan diputer-puter ;D
satelit geostasioner nyalain roket thruster terus-terusan buat mempertahankan supaya gak keseret arus perputaran ether ;D
kalo ngak ditanggapi berarti pilih-pilih, kalau dicemooh berarti menghujat ;D
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

eh udah tau belum? kan bumi itu berbentuk seperti elipse di bagian ekuator karena gaya sentripugal dari rotasi bumi. dan ini gak akan terjadi kalo buminya diem anteng kaya klaim geocentrist tempo hari ;D

kali ini apa lagi nih cocoknologinya? elipse mau dipaksain sama dengan bentuk telur gitu? dan masih mau ngotot percaya ether terjun vertikal kebawah tapi tetep memutar pendulum Faucault? atau roket thruster satelit geostasioner dinyalain non-stop buat nahan arus ether? wkwkwkkk...

Tiada Kepicikan Yang Lebih Buruk Daripada Sikap Mati-Matian Menyangkal Fakta.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

teori geosentris adalah teori yang salah. sudah terbukti telak kok. satelit geostasioner itu bukan melawan arus ether. darimana ceritanya? dari operator satelit mana? dari teknisi satelit mana?
fakta bahwa satelit banyak yg dilengkapi dengan energi cadangan baterai tidak membuktikan bahwa satelit itu tetap mampu melawan arus ether di tengah periode gerhana. dan daripada memelintir kutipan2 dari literatur ilmiah mending kasih kutipan langsung dari literatur ilmiah keluaran produsen dan operator satelitnya sendiri yg bener2 secara eksplisit bilang kalau satelit tu melawan arus ether. ketimbang melintir kutipan2 mereka pake tafsiran sendiri.
kalau nggak ada ya sama aja dengan bohong...

jadi nggak bisa seenaknya menyatakan argumen geocentrist dan heliocentrist seimbang padahal semua literatur ilmiah satelit dari produsen dan operatornya jelas2 mengatakan satelit mengikuti rotasi bumi dan nggak ada yang bilang bahwa satelit itu menahan arus ether.

belum terhitung soal bentuk ether yang terjun bebas vertikal kebawah ketika memasuki bumi. padahal pendulum Faucault bisa diputar. apa nggak absurd tuh konsep ethernya?

dan masih ada lagi bukti betapa absurdnya konsep ether geosentris itu. atau lebih tepatnya bukti telak kesalahan teori geosentris. misal klaim semakin dekat ke pusat massa semesta semakin kuat pengaruh ethernya. tapi dikatakan pula semakin dekat ke pusat massa semesta semakin lemah pengaruh ethernya. seperti yg sudah pernah dikatakan sebelumnya di forum ini.

dan sekarang lagi-lagi kita bisa melihat kesalahan teori geosentris yaitu hasil pengamatan bahwa bentuk bumi agak cembung di bagian equator karena gaya sentrifugal dari rotasi bumi.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Monox D. I-Fly

Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Januari 16, 2016, 11:54:28 AMKemudian terbentuklah dua lautan raksasa di kutub utara dan selatan, menyisakan daratan raksasa di sepanjang khatulistiwa.

Kayak Red Line yang di komik One Piece dong? ;D
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Goen

#5
Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Mei 22, 2016, 07:31:44 PM
teori geosentris adalah teori yang salah. sudah terbukti telak kok. satelit geostasioner itu bukan melawan arus ether. darimana ceritanya? dari operator satelit mana? dari teknisi satelit mana?
fakta bahwa satelit banyak yg dilengkapi dengan energi cadangan baterai tidak membuktikan bahwa satelit itu tetap mampu melawan arus ether di tengah periode gerhana. dan daripada memelintir kutipan2 dari literatur ilmiah mending kasih kutipan langsung dari literatur ilmiah keluaran produsen dan operator satelitnya sendiri yg bener2 secara eksplisit bilang kalau satelit tu melawan arus ether. ketimbang melintir kutipan2 mereka pake tafsiran sendiri.
kalau nggak ada ya sama aja dengan bohong...

jadi nggak bisa seenaknya menyatakan argumen geocentrist dan heliocentrist seimbang padahal semua literatur ilmiah satelit dari produsen dan operatornya jelas2 mengatakan satelit mengikuti rotasi bumi dan nggak ada yang bilang bahwa satelit itu menahan arus ether.

belum terhitung soal bentuk ether yang terjun bebas vertikal kebawah ketika memasuki bumi. padahal pendulum Faucault bisa diputar. apa nggak absurd tuh konsep ethernya?

dan masih ada lagi bukti betapa absurdnya konsep ether geosentris itu. atau lebih tepatnya bukti telak kesalahan teori geosentris. misal klaim semakin dekat ke pusat massa semesta semakin kuat pengaruh ethernya. tapi dikatakan pula semakin dekat ke pusat massa semesta semakin lemah pengaruh ethernya. seperti yg sudah pernah dikatakan sebelumnya di forum ini.

dan sekarang lagi-lagi kita bisa melihat kesalahan teori geosentris yaitu hasil pengamatan bahwa bentuk bumi agak cembung di bagian equator karena gaya sentrifugal dari rotasi bumi.
Telak darimana, ya?

Padahal di thread ini, sebelum dilock, sudah dijelaskan berdasarkan pendapat ilmuwan bahwa rotasi distant masses terhadap bumi yang diam bisa menghasilkan Coriolis Effect, Centrifugal Force dan semacamnya. Bahkan hal ini sudah diujicoba oleh Thirring. Fisikawan Max Born, bilang:

"...This has been done by Thirring. He calculated a field due to a rotating, hollow, thick-walled sphere and proved that inside the cavity it behaved as though there were centrifugal and other inertial forces usually attributed to absolute space..." (Max Born, Einstein's Theory of Relativity, hal. 345.)

Bahkan jauh sebelum diujicoba oleh Thirring, sudah diujicoba juga oleh fisikawan Ernst Mach, yang kemudian dikenal sebagai Mach Principle dan menjadi cikal bakal Equivalence Principle-nya Einstein (bagian dari teori Relativitas Umum).

Mengatakan bumi bergerak-langit diam ≠ bumi diam-langit bergerak, otomatis menyalahkan konsep Relativas Umum. Jadi Anda mau pake teori yang mana buat membantah geocentrisme?  :D

Oh iya, ada yang terlewat, soal satelit. Prof. Ruyong Wang dan Engineer GPS, Ronald Hatch, bilang:

"...NavCom Technology, Inc. has licensed software developed by the Jet Propulsion Lab (JPL) which, because of historical reasons, does the entire computation in the ECI frame..." (Ruyong Wang and Ronald R. Hatch, Conducting a Crucial Experiment of the Constancy of the Speed of Light Using GPS, ION GPS 58th Annual Meeting/CIGTF 21st Guidance Test Symposium, hal. 500)

ECI = Earth Centered Inertial. Jadi kerangka acuan yang selama ini dipake adalah kerangka acuan dengan bumi dianggap diam.

"Earth-centered inertial (ECI) coordinate frames have their origins at the center of mass of the Earth. ECI frames are called inertial in contrast to the Earth-centered, Earth-fixed (ECEF) frames which rotate in inertial space in order to remain fixed with respect to the surface of the Earth." ([pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Goen pada Juni 18, 2016, 07:57:15 AM
Telak darimana, ya?

Padahal di thread ini, sebelum dilock, sudah dijelaskan berdasarkan pendapat ilmuwan bahwa rotasi distant masses terhadap bumi yang diam bisa menghasilkan Coriolis Effect, Centrifugal Force dan semacamnya. Bahkan hal ini sudah diujicoba oleh Thirring. Fisikawan Max Born, bilang:

"...This has been done by Thirring. He calculated a field due to a rotating, hollow, thick-walled sphere and proved that inside the cavity it behaved as though there were centrifugal and other inertial forces usually attributed to absolute space..." (Max Born, Einstein's Theory of Relativity, hal. 345.)

Bahkan jauh sebelum diujicoba oleh Thirring, sudah diujicoba juga oleh fisikawan Ernst Mach, yang kemudian dikenal sebagai Mach Principle dan menjadi cikal bakal Equivalence Principle-nya Einstein (bagian dari teori Relativitas Umum).

Mengatakan bumi bergerak-langit diam ≠ bumi diam-langit bergerak, otomatis menyalahkan konsep Relativas Umum. Jadi Anda mau pake teori yang mana buat membantah geocentrisme?  :D

dasar tong kosong karatan. selalu mengulang-ngulang argumen lama yg salah.
argumen distant mass lu nggak cocok dengan pernyataan lu sendiri bahwa ether yang masuk ke bumi bentuknya tidak lagi berputar melainkan lurus kebawah.

logikanya, kalau bentuk ethernya vertikal ke bawah berarti tidak akan memutar pendulum faucault, efek coriolis.
yang seperti ini malah NGGAK NYAMBUNG dengan distant mass. anda gak bisa maksa-maksain ether itu tetap bisa memutar pendulum dengan terus membawa-bawa argumen distant mass anda kalo anda sendiri yg bilang ethernya berbentuk lurus.
jadi jangan coba-coba bermain curang! ngak nyambung ya ngak nyambung.

kecuali anda mau mengakui bahwa ethernya tidak berbentuk vertikal seperti itu.
beru tuh pendulum bisa berputar meski buminya diem.
baru nyambung dengan distant mass.

tapi jangan lupa... kalau bentuk ethernya tidak lurus kebawah seharusnya manusia yg diam di atas gedung akan ikut terlempar. terpengaruh oleh perputaran langit.
begitu juga benda yang ditaroh di atas atap rumah. mereka nggak punya kehendak bebas jadi pasti ikut terseret.

lihat sendiri kan absurdnya teori anda ini.
anda telah membantah argumen anda sendiri!
aneh anda ini kalau mesti diputar balik lagi ke distant mass.

Kutip dari: Goen pada Juni 18, 2016, 07:57:15 AM
Oh iya, ada yang terlewat, soal satelit. Prof. Ruyong Wang dan Engineer GPS, Ronald Hatch, bilang:

"...NavCom Technology, Inc. has licensed software developed by the Jet Propulsion Lab (JPL) which, because of historical reasons, does the entire computation in the ECI frame..." (Ruyong Wang and Ronald R. Hatch, Conducting a Crucial Experiment of the Constancy of the Speed of Light Using GPS, ION GPS 58th Annual Meeting/CIGTF 21st Guidance Test Symposium, hal. 500)

ECI = Earth Centered Inertial. Jadi kerangka acuan yang selama ini dipake adalah kerangka acuan dengan bumi dianggap diam.

"Earth-centered inertial (ECI) coordinate frames have their origins at the center of mass of the Earth. ECI frames are called inertial in contrast to the Earth-centered, Earth-fixed (ECEF) frames which rotate in inertial space in order to remain fixed with respect to the surface of the Earth." ([pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])

lagi-lagi anda mencoba mengelabui kami dengan terus menutupi kebohongan anda.
kutipan elu soal satelit tidak membuktikan apapun yang membenarkan teori geosentris! mendukung saja tidak!
intinya kan bukan thruster dipakai buat menahan arus ether! ngapain dihubung-paksakan ke kerangka acuan pada komputasi!? anda ini doyan sekali mengalihkan kemana-mana! ngeles terus kerjanya!

klaim thruster satelit dipakai untuk menahan arus ether NGGAK NYAMBUNG dengan fakta bahwa bumi dipakai sebagai kerangka acuan satelit
jadi lhu gak usah ngeles dan berkilah sana-sini!

kalo masalah kerangka acuan dalam komputer mah tinggal di-switch doank. dipilih yang paling cocok sesuai dengan zona operasi satelit atau wahana antariksa. atau sesuai dengan tujuan. wahana antariksa juga bisa pake kerangka acuan heliosentris kalau mereka meninggalkan orbit bumi.
kerangka acuan satelit ya jelas pake geosentris. karena paling cocok.
dan ini jelas nggak bisa dipake sebagai dukungan apalagi bukti teori geosentris maupun heliosentris! mikir donk!

so nggak ada satupun kutipan valid soal satelit yang bisa dipake buat mendukung klaim thruster dipake buat nahan arus ether. anda aja yang menafsirkan sesuai iman anda!
jadi argumen lu soal kerangka acuan satelit pake geosentris itu nggak berguna! kayak pepesan kosong basi!
cuma sampah lama yang dibawa-bawa lagi.

intinya elu nggak bisa tunjukin kutipan ilmuwan dan operator satelit yang secara eksplisit mengatakan thruster dipakai untuk menahan arus ether.

sudah ya. cukup dengan semua jurus ngeles anda.
intinya anda sudah ketahuan berbohong dan mengarang cerita.
teruslah kau berfantasi sendiri tentang thruster satelit nahan arus ether
nggak usah kau tularkan keyakinan ngawur lu itu pada yang lain.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 20, 2016, 06:05:42 AMdasar tong kosong karatan. selalu mengulang-ngulang argumen lama yg salah.
argumen distant mass lu nggak cocok dengan pernyataan lu sendiri bahwa ether yang masuk ke bumi bentuknya tidak lagi berputar melainkan lurus kebawah.

logikanya, kalau bentuk ethernya vertikal ke bawah berarti tidak akan memutar pendulum faucault, efek coriolis.
yang seperti ini malah NGGAK NYAMBUNG dengan distant mass. anda gak bisa maksa-maksain ether itu tetap bisa memutar pendulum dengan terus membawa-bawa argumen distant mass anda kalo anda sendiri yg bilang ethernya berbentuk lurus.
jadi jangan coba-coba bermain curang! ngak nyambung ya ngak nyambung.

kecuali anda mau mengakui bahwa ethernya tidak berbentuk vertikal seperti itu.
beru tuh pendulum bisa berputar meski buminya diem.
baru nyambung dengan distant mass.

tapi jangan lupa... kalau bentuk ethernya tidak lurus kebawah seharusnya manusia yg diam di atas gedung akan ikut terlempar. terpengaruh oleh perputaran langit.
begitu juga benda yang ditaroh di atas atap rumah. mereka nggak punya kehendak bebas jadi pasti ikut terseret.

lihat sendiri kan absurdnya teori anda ini.
anda telah membantah argumen anda sendiri!
aneh anda ini kalau mesti diputar balik lagi ke distant mass.
Jangan-jangan, Anda ini gak ngerti apa itu "Distant Mass"? Jadi dengan ketidakmengertian itu, Anda menuduh saya dusta. :D

Ether dalam dunia fisika tidak lain adalah substansi pengisi kevakuman. Dengan kata lain, tidak ada yang vakum di dunia ini kecuali terisi oleh Ether. Ether ini cuma istilah umum saja. Teknisnya ada yang bilang: graviton, maximon, machion, etheron, axion, newtonite, higgsion, fermion, boson, zero-point energy field, dan lain-lain. Seabrek-abrek jurnalnya, silahkan Googling sendiri.

Anda bisa membuktikan/menunjukkan eksperimen yang bisa menghasilkan ruang vakum? Saya persilahkan Anda tunjukkan jurnalnya. Kalau tidak, ya tidak perlu koar-koar Ether itu tidak eksis. Kalau demikian, dalam tahap ini, justru Andalah yang berdusta karena bicara tanpa data dan fakta.

Secara relativitas, pilihannya cuma 2:
1. Bumi bergerak, ether diam; atau
2. Bumi diam, ether bergerak.

Sesederhana itu. Kecuali, Anda mengingkari Relativitas, hal itu lain soal. Saya persilahkan Anda menggunakan teori Fisika lain yang menurut Anda tidak memungkinkan geosentrisme.

Terkait Pendulum. Heliocentrist sendiri mengklaim Pendulum itu fixed terhadap Distant Mass atau Fixed Stars, sementara bumi itu bergerak. Permasalahannya, muncul kasus action-at-distant. Pernah denger, gak? Sepertinya belum. Baca [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].

Secara relativitas khusus, hal ini melanggar hukum maksimal kecepatan objek yang tidak boleh melebihi kecepatan cahaya. Karena Distant Mass itu sangat jauh, tapi efeknya instan terhadap pendulum.

Solusinya tidak lain dengan menghidupkan lagi medium ether sebagai media gravitasi. Kalau tidak, bagaimana Anda menjawab action-at-distant tanpa medium ether antara Pendulum dan Distant Mass? Dijawab, ya? Tapi jangan dusta. :D

Kutiplagi-lagi anda mencoba mengelabui kami dengan terus menutupi kebohongan anda.
kutipan elu soal satelit tidak membuktikan apapun yang membenarkan teori geosentris! mendukung saja tidak!
intinya kan bukan thruster dipakai buat menahan arus ether! ngapain dihubung-paksakan ke kerangka acuan pada komputasi!? anda ini doyan sekali mengalihkan kemana-mana! ngeles terus kerjanya!

klaim thruster satelit dipakai untuk menahan arus ether NGGAK NYAMBUNG dengan fakta bahwa bumi dipakai sebagai kerangka acuan satelit
jadi lhu gak usah ngeles dan berkilah sana-sini!

kalo masalah kerangka acuan dalam komputer mah tinggal di-switch doank. dipilih yang paling cocok sesuai dengan zona operasi satelit atau wahana antariksa. atau sesuai dengan tujuan. wahana antariksa juga bisa pake kerangka acuan heliosentris kalau mereka meninggalkan orbit bumi.
kerangka acuan satelit ya jelas pake geosentris. karena paling cocok.
dan ini jelas nggak bisa dipake sebagai dukungan apalagi bukti teori geosentris maupun heliosentris! mikir donk!

so nggak ada satupun kutipan valid soal satelit yang bisa dipake buat mendukung klaim thruster dipake buat nahan arus ether. anda aja yang menafsirkan sesuai iman anda!
jadi argumen lu soal kerangka acuan satelit pake geosentris itu nggak berguna! kayak pepesan kosong basi!
cuma sampah lama yang dibawa-bawa lagi.

intinya elu nggak bisa tunjukin kutipan ilmuwan dan operator satelit yang secara eksplisit mengatakan thruster dipakai untuk menahan arus ether.

sudah ya. cukup dengan semua jurus ngeles anda.
intinya anda sudah ketahuan berbohong dan mengarang cerita.
teruslah kau berfantasi sendiri tentang thruster satelit nahan arus ether
nggak usah kau tularkan keyakinan ngawur lu itu pada yang lain.
Balik lagi ke relativitas. Pilihannya cuma 2:
1. Satelit bergerak melawan ether yang diam (heliocentric), atau;
2. Satelit diam melawan arus ether (geocentric).

Sesederhana itu. Lagi-lagi kalau Anda menyalahkan Relativitas, monggo ditunjukkan teori Fisika alternatif mana yang bisa Anda ajukan sebagai tandingan.

Bukti konkrit bahwa satelit itu melawan arus ether adalah adanya koreksi Sagnac pada setiap GPS. Fungsinya? Untuk mengkalibrasi perbedaan kecepatan sinyal yang terkirim. Besarnya sekitar 50 ns. Seperti pada gambar berikut:



Dalam geocentric, arus ether adalah dari timur ke barat. Jadi yang searah arus ke timur, akan mendapat tambahan kecepatan, sementara yang berlawanan akan mendapat pengurangan kecepatan karena melawan melawan arus.

Artikel Ruyong Wang dan Ronald Hatch di atas itu masih ada lanjutannya:

"Because of some discrepancies between our standard earth-centered earth-fixed solution results  and the JPL results, we investigated the input parameters to the solution very carefully. The measured and theoretical ranges computed in the two different frames agreed precisely, indicating that the Sagnac correction had been applied in each frame."

Tambahan saja, daripada koar-koar menuduh saya dusta, lebih produktif bila Anda memiliki dulu sumbernya. Kemudian, dibaca. Setelah itu, tunjukkan di sini bagian mana yang saya ubah sehingga terkesan saya berdusta. Terima kasih.

nʇǝʌ∀

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 20, 2016, 06:12:11 AM
inappropriate post

sorry yah. saya hapus postnya.  ;)
tidak bagus juga kalau harus sampai marah dan oot segala.
terima kasih.

nanti kalau mau diskusi soal efek sagnac atau equatorial bulge itu nanti anda saya ajak diskusi di forum internasional.
cuma agak susah nantinya pakai bahasa inggris. tunggu PM saya.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

ytridyrevsielixetuls

baiklah Goen! anda benar! sekarang saya berguru pada anda!
berarti saya akan bertanya. anda akan menjawab.
tapi komitmen ya jangan memelintir kalimat, jangan mengalihkan kemana-mana, jangan berkilah sana-sini, harus pakai sumber yang valid, fokus menjawab sesuai pertanyaan, nggak usah ngeles, dsb.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

#10
Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 21, 2016, 05:25:21 AM
baiklah Goen! anda benar! sekarang saya berguru pada anda!
berarti saya akan bertanya. anda akan menjawab.
tapi komitmen ya jangan memelintir kalimat, jangan mengalihkan kemana-mana, jangan berkilah sana-sini, harus pakai sumber yang valid, fokus menjawab sesuai pertanyaan, nggak usah ngeles, dsb.

wah jadi tawaran saya untuk diskusi equatorial bulge dan sagnac effect tidak diterima ya? :)
kalau soal geocentrism saya rasa kembali pada pilihan masing2.
saya sendiri masih heliocentrist kok. cuma forum ini aja mesti netral. teori geosentris ttp boleh didiskusikan.
kalo gwa sendiri sich udah males diskusi soal itu. bahkan diskusi soal teori heliosentris :)

BTW komitmen itu terlalu berat. bahkan tergolong mustahil. memang heliocentrist, geocentrist, quantum theorist, atau relativist mana yang benar2 bisa berkomitmen begitu? :)

coba anda lihat artikel2 atau forum2 internasional. bahas efek sagnac dlm relativitas aja ga habis2. :)


                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Juni 21, 2016, 06:33:51 AM
wah jadi tawaran saya untuk diskusi equatorial bulge dan sagnac effect tidak diterima ya? :)
kalau soal geocentrism saya rasa kembali pada pilihan masing2.
saya sendiri masih heliocentrist kok. cuma forum ini aja mesti netral. teori geosentris ttp boleh didiskusikan.
kalo gwa sendiri sich udah males diskusi soal itu. bahkan diskusi soal teori heliosentris :)

nggak ditolak kok.
tadi itu belum memutuskan aja. tadinya saya fokus mau menantang sepak-terjang Goen disini. makanya saya posisikan saya sebagai penanya so mesti pake istilah berguru gitu. mau menguji seberapa konsisten dia pada pernyataan-pernyataanya dulu. karena dia dari dulu berani bilang sudah terbukti semua. dia selalu mengatakan "seharusnya sudah clear-lah..." artinya pernyataan-pernyataan dia seharusnya sudah final, jelas, detail, dan pasti. nggak pakai ditambah-tambah dan dikurang-kurangi.

saya nggak langsung nanya karena nggak pingin terjadi debat kusir jadi kedua pihak harus berkomitmen seperti yg saya katakan tempo hari. jadi biar diskusinya lebih efisien dan terarah ga kaya dulu. misal : kalau minta kutipan ya kasih kutipan dari sumber valid. kalau minta penjelasan ya kasih penjelasan bukan kutipan. kan kalau minta rumus luas atau keliling nggak perlu kutipan pakar kan?
terus mesti fokus. bukan dialihkan kemana-mana. ketemu kontradiksi ya hadapi. bukan menutupinya dengan hal ilmiah tertentu dan mengabaikan kontradiksi ini.
jadi mesti pake perjanjian pra-diskusi. dan sebenarnya tidak ada paksaan. niatnya tadi cuma mau nantang balik aja.

tapi berhubung nggak ada respon dari Goen ya berarti batal. diskusi saya dengan Goen atau geocentrist saya nyatakan selesai. saya nggak akan lagi merespon dia kalo tau-tau dia balik lagi.


cukup sekian dengan geocentrist.
sekarang baru bisa fokus ke anda. sorry kalau kelamaan nunggu.

saya sendiri tetap heliocentrist kok. saya telah membaca kelebihan dan kekurangan teori heliosentris dan geosentris. setelah mempertimbangkan, saya nilai teori heliosentris lebih akurat. cuma males kalo mesti dibahas ulang. liat aja post2 kita yg lama dan diskusi-diskusi diluar forum ini. ada seabrek-abrek.
intinya, saya menilai teori yang paling lemah kalau penjelasan teori itu paling banyak kontradiksi melebihi teori lain manapun. sekaligus paling banyak ubah-ubah pernyataan dan pelintir kalimat.

kalau mau bahas yg lain2 terkait rotasi bumi nanti kapan2 sy respon lagi disini atau lewat PM.

Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Juni 21, 2016, 06:33:51 AM

BTW komitmen itu terlalu berat. bahkan tergolong mustahil. memang heliocentrist, geocentrist, quantum theorist, atau relativist mana yang benar2 bisa berkomitmen begitu? :)

coba anda lihat artikel2 atau forum2 internasional. bahas efek sagnac dlm relativitas aja ga habis2. :)

oh.. dari pengalaman anda berdiskusi di dunia maya, di forum online misalnya, anda pernah ketemu dengan orang yang suka cari2 alasan misal kalau kepergok salah atau kontradiktif terus bikin macam2 alasan dengan dalih klarifikasi, dsb. melintir2 kalimat dan maksud kalimat seolah-olah teorinya tidak ada kelemahan/tidak salah? atau berkarakter lainnya seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya? :D
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 23, 2016, 02:05:38 AM
nggak ditolak kok.........
tapi berhubung nggak ada respon dari Goen ya berarti batal. diskusi saya dengan Goen atau geocentrist saya nyatakan selesai. saya nggak akan lagi merespon dia kalo tau-tau dia balik lagi.


cukup sekian dengan geocentrist.
sekarang baru bisa fokus ke anda. sorry kalau kelamaan nunggu.

intinya kagak jadi nantang atau berguru kan? berarti disudahi saja bahas-bahas heliosentris sama geosentrisnya :)
sekarang anda ikut saya ke forum internasional. disana lebih rame dan banyak yang lebih ahli daripada kita. kita bisa belajar dari mereka.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 23, 2016, 02:05:38 AM
oh.. dari pengalaman anda berdiskusi di dunia maya, di forum online misalnya, anda pernah ketemu dengan orang yang suka cari2 alasan misal kalau kepergok salah atau kontradiktif terus bikin macam2 alasan dengan dalih klarifikasi, dsb. melintir2 kalimat dan maksud kalimat seolah-olah teorinya tidak ada kelemahan/tidak salah? atau berkarakter lainnya seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya? :D

ah-uh
pernah ketemu orang dengan gaya diskusi macam gini di forum online.
udah kepergok masih ngeles. males nanggepinnya.
jadi pingin quote Mayweather:

"Excuses... Excuses... Excuses..."

halah... jadi oot

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 23, 2016, 02:05:38 AM
menguji seberapa konsisten dia pada pernyataan-pernyataanya dulu. karena dia dari dulu berani bilang sudah terbukti semua. dia selalu mengatakan "seharusnya sudah clear-lah..." artinya pernyataan-pernyataan dia seharusnya sudah final, jelas, detail, dan pasti. nggak pakai ditambah-tambah dan dikurang-kurangi.

saya nggak langsung nanya karena nggak pingin terjadi debat kusir jadi kedua pihak harus berkomitmen seperti yg saya katakan tempo hari. jadi biar diskusinya lebih efisien dan terarah ga kaya dulu. misal : kalau minta kutipan ya kasih kutipan dari sumber valid. kalau minta penjelasan ya kasih penjelasan bukan kutipan. kan kalau minta rumus luas atau keliling nggak perlu kutipan pakar kan?
terus mesti fokus. bukan dialihkan kemana-mana. ketemu kontradiksi ya hadapi. bukan menutupinya dengan hal ilmiah tertentu dan mengabaikan kontradiksi ini.
jadi mesti pake perjanjian pra-diskusi. dan sebenarnya tidak ada paksaan. niatnya tadi cuma mau nantang balik aja.

saya ingatkan anda lagi akan response saya ke kutipan dibawah....

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 21, 2016, 05:25:21 AM
tapi komitmen ya jangan memelintir kalimat, jangan mengalihkan kemana-mana, jangan berkilah sana-sini, harus pakai sumber yang valid, fokus menjawab sesuai pertanyaan, nggak usah ngeles, dsb.

....anda mengharapkan sesuatu yang mustahil

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Juni 23, 2016, 02:05:38 AM
kalau mau bahas yg lain2 terkait rotasi bumi nanti kapan2 sy respon lagi disini atau lewat PM.

yup. yang PM itu yang siap dan inisiatif ngajak duluan aja :)
udah ah... ntar terlalu oot

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Goen

Buat yang masih bingung... :D

Bumi yang cembung di bagian ekuator, presesinya pendulum Foucault, atau arah pusaran angin, semua ini disebabkan oleh gaya/force yang disebut dengan Coriolis Force atau Centrifugal Force. Dalam sistem heliocentric, gaya ini fiktif. Makanya lebih dikenal dengan nama "Fictitious Force."

"In physics, the Coriolis force is an inertial force (also called a fictitious force) that acts on objects that are in motion relative to a rotating reference frame." ([pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])

"A fictitious force, also called a pseudo force, d'Alembert force or inertial force, is an apparent force that acts on all masses whose motion is described using a non-inertial frame of reference, such as a rotating reference frame." ([pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])

Kuncinya di sini adalah adanya kerangka acuan yang berputar. Seperti tersebut di Wikipedia #1 dan #2 di atas.

Ingat, bila suatu kerangka acuan berputar, dia menjadi akseleratif atau non-inersial. Sebaliknya, bila suatu kerangka acuan diam, dia menjadi non-akseleratif atau inersial. Tinggal dibolak-balik saja.

Bagaimana gaya ini bisa muncul? Masih dari Wikipedia #2:

"A fictitious force on an object arises when the frame of reference used to describe the object's motion is accelerating compared to a non-accelerating frame."

Jadi, harus ada dua kerangka acuan yang terlibat di sini. Yang satu akseleratif terhadap non akseleratif. Atau, yang satu non-inersial terhadap inersial. Atau, yang satu berputar terhadap yang diam. Sederhana.

Dalam sistem heliocentric, bumi berotasi. Thus, bumi menjadi kerangka acuan akseleratif atau non-inersial. Berlawanan dengan kerangka acuan yang non-akseleratif atau inersial, yaitu ruang angkasa, bumi menjadi cembung di bagian ekuator, pendulum Foucault presesi dan muncul Coriolis Effect.

Apakah ini hanya bisa terjadi dengan skema heliocentric? Jawabnya, tidak. Skema geocentric pun bisa. Karena, tetap ada dua kerangka acuan yang terlibat. Bedanya, cuma menukar kerangka acuan saja. Bumi menjadi kerangka acuan diam atau non-akseleratif atau inersial, dan ruang angkasa menjadi kerangka acuan yang berputar atau akseleratif atau non-inersial.

Arthur Eddington berkata:

"The bulge of the Earth's equator may be attributed indifferently to the Earth's rotation or to the outward pull of the centrifugal force introduced when the Earth is regarded as non-rotating." (Space, Time and Gravitation: An Outline of the General Relativity Theory, hal. 41)

Dalam skema geocentric, Centrifugal Force ini tidak lagi disebut sebagai Fictitious Force, tapi disebut sebagai Real Force.

Goen

Ada fakta menarik terkait koreksi Sagnac pada GPS. Perhatikan...

Pada tahun 1887, Michelson dan Morley mengadakan eksperimen untuk menguji kecepatan revolusi bumi mengelilingi matahari dan hasil yang diperoleh adalah nilai fringe yang diinginkan tidak tercapai, alias null.

"Michelson and Morley should have noted a movement in the interference pattern 0.4 fringe. They could have easily detected this, since their apparatus was capable of observing a fringe shift as small as 0.01 fringe. But they found no significant fringe shift whatever! They set their apparatus at various orientations. They made observations day and night, so that they would be at various orientations with respect to the sun. They tried at different seasons of the year (the Earth at different locations due to its orbit around the Sun). Never did they observe a significant fringe shift. This 'null' result was one of the great puzzles of physics at the end of the nineteenth century." (Douglas C. Giancoli, Physics: Principles with Applications, hal. 799.)

Berbagai macam penjelasan muncul terhadap hasil null ini. Salah satunya, pada tahun 1905, Einstein merumuskan Relativitas Khusus yang menyatakan bahwa ether itu tidak eksis dan kecepatan cahaya selalu konstan, tak peduli kerangka acuannya bergerak atau diam asalkan masih inersial atau non-akseleratif.

"The speed of light in free space has the same value c in all inertial frames of reference. ([pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.])

Ingat, gerakan revolusi bumi mengelilingi matahari tergolong gerakan translasi, bukan rotasi. Jadi dalam hal ini, kerangka acuan bumi masih tergolong inersial untuk konteks revolusi.

Tapi, eksperimen Sagnac pada tahun 1913 menunjukkan bahwa cahaya tidak selalu konstan. Seperti ditunjukkan pada ilustasi berikut, saat interferometer diam dan berputar:





Mungkin ada yang akan membantah, karena interferometer Sagnac berputar, kerangka acuannya dalam hal ini tidak lagi inersial. Thus, postulat Relativitas Khusus tidak berlaku. Akan tetapi, bila diperhatikan dengan seksama, kerangka acuan cahaya dalam hal ini adalah lingkungan sekitar interferometer, bukan interferometer itu sendiri. Dari fisikawan Herbert Ives:

"The net result of this study appears to be to leave the argument of Sagnac as to the significance of his experiment as strong as it ever was. The suggested use of 'local time' merely offers another way of measuring the effect of rotating the apparatus, namely in terms of the differences between two clocks carried around a circuit, instead of difference of arrival time of two light signals sent around the same circuit. The rotation, which can be measured in either of these ways, is not relative rotation of the apparatus with respect to the platform on which it is mounted, or to the laboratory – either of these might be rotated with respect to the apparatus, with no resultant Sagnac effect. The observer on the apparatus has just one reference framework by which he can predict whether the Sagnac effect will appear or not; that framework is the pattern of radiant energy from the stars. If his apparatus rotates with respect to the stars he will observe a Sagnac effect, if it does not, then no matter how great relative rotation it exhibits with respect to its material surroundings, there will be no Sagnac effect." ("Light Signals Sent Around a Closed Path," Journal of the Optical Society of America, Vol. 28, hal. 296)

Teknisi GPS, Ronald Hatch juga menyimpulkan:

"This observation validates Ives's claim that the Sagnac effect is not caused by rotation. In 1938 Ives showed by analysis that the measured Sagnac effect would be unchanged if the Sagnac phase detector were moved along a cord of a hexagon-shaped light path rather than rotating the entire structure. Thus, he showed the effect could be induced without rotation or acceleration." ("Relativity and GPS," Part I, Galilean Electrodynamics, hal. 7)

Diperkuat oleh eksperimen yang dilakukan oleh Prof. Ruyong Wang dan kawan-kawan, efek Sagnac tetap muncul meski dilakukan pada kerangka acuan inersial.

"The  travel-time  difference  of  two  counter-propagating light beams in moving fiber is proportional to both the total length and the speed of the fiber, regardless of whether the motion is circular or uniform." (Modified Sagnac experiment for measuring travel-time difference between counter-propagating light beams in a uniformly moving fiber. Download jurnalnya [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].)

PR buat heliocentrists adalah, mengapa terjadi inkonsistensi hasil eksperimen antara revolusi bumi mengelilingi matahari dengan revolusi gps mengelilingi bumi, padahal sama-sama dalam konteks gerakan translasi?

Catatan Penting

Pada tahun 1887, Michelson memang gagal mendeteksi revolusi bumi bersama rekannya Edward Morley. Akan tetapi, setelah penemuan Sagnac tahun 1913, pada tahun 1925, Michelson bekerja sama dengan Henry Gale berhasil melakukan eksperimen untuk mendeteksi rotasi bumi.

"Experimental Test of Theory: Air was exhausted from a twelve-inch pipe line laid on the surface of the ground in the form of a rectangle 2010 × 1113 feet. Light from a carbon arc was divided at one corner by a thinly coated mirror into direct and reflected beams, which were reflected around the rectangle by mirrors at the corners. The two beams returning to the original mirror produced interference fringes. The beam traversing the rectangle in a counter-clockwise direction was retarded. The observed displacement of the fringes was found to be 0.230 ± .005, agreeing with the computed value 0.236 ± .002 within the limits of experimental error." ("The Effect of the Earth's Rotation on the Velocity of Light," Part I, by A. A. Michelson. The Astrophysical Journal, April 1925, Vol. LXI, No. 3)

Penjelasan dari geocentrists tentu saja sederhana. Eksperimen gagal mendeteksi gerakan revolusi bumi mengelilingi matahari karena memang bumi tidak melakukannya. Bumi tidak bergerak. Yang bergerak adalah ruang angkasa yang berputar sehari-semalam (sidereal day) terhadap bumi dimana ether-wind dari perputaran ruang angkasa inilah yang terdeteksi oleh eksperimen Michelson-Gale pada tahun 1925.