Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 26, 2021, 06:58:35 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 63
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Biografi Richard Dawkins  (Dibaca 301390 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Biografi Richard Dawkins
« pada: Mei 20, 2009, 12:37:53 AM »
Ini dia salah satu tokoh favorit saya...
Pendapatnya dalam bidang sains, kontribusinya dalam biologi evolusi amat mengagumkan...
Ini saya ambil dari wikipedia biografinya..dengan sedikit modifikasi..
Clinton Richard Dawkins lahir di Nairobi, Kenya, 26 Maret 1941. Beliau adalah seorang penulis, ahli etologi, biologi evolusioner, ilmu pengetahuan umum Britania Raya. Ia adalah seorang athies yang banyak menulis tentang etologi, biologi evolusioner dan ilmu pengetahuan umum.
Selain itu, Dawkins adalah seorang kritikus kreasionisme dan perancangan cerdas yang terkemuka. Pada tahun 1986, dalam bukunya yang berjudul The Blind Watchmaker, dia memperdebatkan analogi sang pembuat jam (argumen yang menyatakan bahwa terdapat seorang pencipta yang adikodrati yang didasari oleh kompleksnya makhluk hidup yang ada di dunia ini). Dia mendeskripsikan proses evolusi sebagai sesuatu yang analog dengan sang pembuat jam yang buta. Sejak saat itu, dia telah menulis beberapa buku sains populer dan beberapa kali muncul di televisi dan radio, biasanya mendiskusikan topik-topik tersebut
Richard Dawkins dilahirkan di Nairobi. Ayahnya, Clinton John Dawkins, adalah seorang tentara yang berpindah dari Kenya ke negara Inggris pada perang dunia dua untuk bergabung dengan tentara sekutu. Pada tahun 1949, saat Richard Dawkins berusia 8 tahun, dia kembali ke Inggris. Kedua orangtuanya tertarik dengan ilmu pengetahuan alam, dan mereka selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan Dawkins secara ilmiah.
Dawkins mendeskripsikan masa kanak-kanaknya sebagai "masa kanak-kanak Anglikan yang normal", tetapi dia kemudian mulai meragukan keberadaan Tuhan pada saat dia berusia 9 tahun, tetapi saat itu dia masih terbujuk oleh argumen dari desain, yaitu sebuah argumen yang mendukung eksistensi Tuhan atau pencipta, berdasarkan bukti yang dapat diamati dari keteraturan, tujuan, desain atau arah –atau kombinasi dari beberapa unsur tersebut– yang terdapat di alam. Pada pertengahan usia belasan tahun, ia menyadari bahwa Darwinisme merupakan penjelasan yang lebih baik, dan merasa bahwa tradisi-tradisi dari Gereja Inggris begitu absurd, dan lebih menekankan pendiktean moral daripada Tuhan.
Darwin belajar di Sekolah Oundle dari tahun 1954 hingga 1959. Dia mempelajari zoologi di Balliol College, Oxford, dimana ia diajari oleh seorang etologis pemenang Penghargaan Nobel, Nikolaas Tinbergen, dan lulus pada tahun 1962. Dia melanjutkan kuliah sebagai pelajar peneliti dibawah pengawasan Tinbergen di Universitas Oxford. Ia meraih gelar M.A dan D.Phill pada tahun 1966, sementara tetap menjadi asisten peneliti  pada tahun berikutnya. Tinbergen merupakan seorang pionir dalam studi mengenai perilaku hewan, khususnya menyangkut masalah insting, kemampuan belajar dan memilih. Penelitian Dawkins pada saat itu berfokus pada berbagai model proses membuat keputusan pada hewan.[9]
Dari tahun 1967 sampai 1969, Dawkins menjadi asisten profesor zoologi di Universitas California, Berkeley. Selama periode ini, para mahasiswa dan fakultas di UC Berkeley umumnya menentang Perang Vietnam yang sedang berlangsung saat itu, dan Dawkins menjadi sangat terlibat dalam demonstrasi dan aktivitas anti-perang. Dia kembali ke Universitas Oxford di tahun 1970 sebagai pengajar dan –pada tahun 1990- sebagai reader (posisi akademis yang lebih tinggi dari pengajar senior tapi lebih rendah dari profesor) di bidang zoologi. Pada tahun 1995, dia ditunjuk sebagai Profesor Simonyi dalam Pengertian Publik terhadap Sains di Universitas Oxford, sebuah posisi yang diberikan oleh Charles Simonyi dengan maksud bahwa pemegang gelar tersebut “diharapkan memberikan kontribusi penting kepada pengertian publik terhadap beberapa bidang sains”.  Sejak tahun 1970, dia menjadi bagian dari New College, Oxford.
Pada tahun 1970-an Dawkins menjelaskan sains kehidupan kepada pembaca umum, dimulai dengan karyanya berjudul The Selfish Gene.
Dawkins telah memberikan sejumlah pengajaran dan kuliah, termasuk kuliah peringatan Henry Sidgwick (1989), kuliah peringatan pertama Erasmus Darwin (1990), kuliah peringatan Michael Faraday (1991), kuliah peringatan T.H. Huxley (1992), kuliah peringatan Irvine (1997), kuliah Sheldon Doyle (1999), Kuliah Tinbergen (2004) dan kuliah Tanner (2003).[4] Pada tahun 1991, dia memberikan kuliah natal Royal Institution bagi anak-anak. Dia juga menjadi editor pada sejumlah jurnal dan menjadi penasihat editorial untuk Encarta Encyclopedia dan Encyclopedia of Evolution. Dia menjadi editor senior dari Majalah Free Inquiry milik Dewan Humanisme Sekular, dimana ia juga menulis kolom di situ. Dia juga menjadi anggota dari dewan editorial untuk majalah Skeptic sejak dari awal berdirinya.
Dawkins duduk sebagai juri penilai berbagai penghargaan (award) seperti Royal Society’s Faraday Award dan British Academy Television Award, dan menjadi presiden bidang Sains Biologi dari British Association for thw Advancement of Science. Pada tahun 2004, Balliol College, Oxford menginstitusikan Dawkins Prize, yang dianugerahkan bagi “peelitian yang luar biasa pada ekologi dan perilaku hewan yang kehidupan dan daya tahannya terancam oleh aktivitas manusia”.
Pada September 2008, Dawkins pensiun dari posisinya sebagai Profesor Simonyi dalam Pengertian Publik terhadap Sains di Universitas Oxford, dan berencana untuk menulis buku yang ditujukan bagi generasi muda, dimana ia memberi peringatan menyangkut kepercayaan terhadap “dongeng anti sains”.
Pada bulan Agustus 1967, Dawkins menikahi rekan sesama etologis, Marian Stamp, dan bercerai tahun 1984. Di tahun yang sama pada tanggal 1 Juni, ia menikahi Eve Barham –yang menghasilkan seorang anak perempuan, Juliet Emma Dawkins– Tapi mereka kemudian bercerai dan Barham meninggal akibat kanker pada 28 Februari 1999.  Pada tahun 1992, ia menikahi aktris Lalla Ward. Dawkins mengenalnya melalui teman bersama mereka, Douglas Adams, yang sebelumnya bekerja dengan Ward di program televisi fiksi ilmiah BBC, Doctor Who. Ward membuat ilustrasi di lebih dari separuh buku-buku Dawkins dan menjadi pembatu narator dalam versi audio dari dua buku Dawkins berjudul The Ancestor Tale dan The God Delusion. Pada tahun 2008 Dawkins muncul dalam Doctor Who di episode “The Stolen Earth" dan berperan sebagai dirinya sendiri.
Bukunya antara lain The Selfish Gene (1976), The Blind Watchmaker (1986), Climbing Mount Imporobable (1996), Unweaving The Rainbow (1998), The Ancestor’s Tale (2004), The God Delusion (2006)
"The pen is mightier than the sword"

Offline obbiq

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 57
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
  • "Science Is Mistery"
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #1 pada: April 28, 2011, 11:32:48 PM »
nice info prof :o :o :o

ane skrng jadi tau deh biografi tentang richard dawkins sebagai pengamat biologi evousi ...
"My Life Is My Adventure"

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #2 pada: April 29, 2011, 01:24:08 PM »
Ada yang mau bandingkan dengan HY, khususnya dalam hal akademik dan latar sains? :D

Offline obbiq

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 57
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
  • "Science Is Mistery"
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #3 pada: April 30, 2011, 01:47:40 AM »
Ada yang mau bandingkan dengan HY, khususnya dalam hal akademik dan latar sains? :D

HY itu maksudnya Harun Yahya bukan ???

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #4 pada: April 30, 2011, 03:42:41 AM »
RD itu cuma telat saja jadi atheis. :D

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #5 pada: April 30, 2011, 05:30:11 AM »
RD itu cuma telat saja jadi atheis. :D

telat?

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #6 pada: Mei 01, 2011, 02:33:24 AM »
telat?
Mungkin si asbuner kira perkembangan jadi atheis/agnostik itu mesti dari kecil atau malah sejak lahir. Atau dia kira jadi atheis/agnostik itu sekedar karena malas ibadah ::)
« Edit Terakhir: Mei 01, 2011, 02:37:40 AM oleh Pi-One »

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #7 pada: Mei 03, 2011, 11:57:26 AM »
Pi One terlebih lagi terlambatnya.   Terlambat bela Darwin.   Sudah kadung dihabisi oleh HY baru koar-koar. :D

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #8 pada: Mei 03, 2011, 02:02:25 PM »
Nguiiinnnggg......
*Buang post sampah ke tempat sampah*

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #9 pada: Mei 08, 2011, 10:16:33 PM »
RD itu ilmuwan apa bukan sih ?   Seorang ilmuwan mendasarkan pendapatnya dengan bukti ilmiah.  Kalo RD bilang tidak percaya adanya Tuhan,  atau bilang Tuhan tidak ada,  baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi,  dia mesti menyodorkan bukti ilmiahnya dulu.   Kalo dia tidak punya bukti ilmiahnya,  sama saja dengan bohong,  atau pendapatnya itu sampah yang memang harus dibuang ke tempat sampah. :D

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #10 pada: Mei 09, 2011, 07:05:33 AM »
Nguikk nguikkkk...
Atheisme adalah pandangan filosofis, bukan bahasan sains.

Newton juga percaya Tuhan, dan berkali-kali mengungkapkan kepercayaannya pada Tuhan, apa ia pernah memberi bukti ilmiah eksistensi Tuhan? Nope.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #11 pada: Mei 09, 2011, 08:26:01 AM »
Keyakinan adanya Tuhan adalah suatu Keimanan,  Keimanan tidak memerlukan bukti apapun karena dasarnya adalah akal dan budi nurani.   Newton percaya kepada Tuhan,  dia tidak perlu memberikan bukti apapun juga kepada mereka yang tidak percaya.

RD tidak percaya adanya Tuhan,  dasarnya adalah menggunakan akal semata.   RD  menyamakan agama dengan sains.   Oleh karena itu wajib hukumnya bagi RD memberikan bukti  secara sains ( yang bisa diterima oleh akal semata ).   Dan karena RD tidak mampu memberikan bukti,  sekali lagi,  pendapatnya itu identik dengan sampahnya sains. :D

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #12 pada: Mei 10, 2011, 02:20:51 AM »
ciap ciap...
Percaya buta dijadikan dasar? Pants aja segitu fanatisnya apda HY... ::)

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #13 pada: Mei 10, 2011, 02:53:02 AM »
Keyakinan adanya Tuhan adalah suatu Keimanan,  Keimanan tidak memerlukan bukti apapun karena dasarnya adalah akal dan budi nurani.   Newton percaya kepada Tuhan,  dia tidak perlu memberikan bukti apapun juga kepada mereka yang tidak percaya.

RD tidak percaya adanya Tuhan,  dasarnya adalah menggunakan akal semata.   RD  menyamakan agama dengan sains.   Oleh karena itu wajib hukumnya bagi RD memberikan bukti  secara sains ( yang bisa diterima oleh akal semata ).   Dan karena RD tidak mampu memberikan bukti,  sekali lagi,  pendapatnya itu identik dengan sampahnya sains. :D
Pendapat si HY di terima begitu aja padahal tuh orang ngak ada kemampuan dibidang nya.
Giliran si RD yg terang2 kompeten di bidang nya, pendapat nya dibilang sampah?

God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Biografi Richard Dawkins
« Jawab #14 pada: Mei 10, 2011, 05:17:02 AM »
Percaya buta dijadikan dasar? Pants aja segitu fanatisnya apda HY... ::)

Pendapat si HY di terima begitu aja padahal tuh orang ngak ada kemampuan dibidang nya.
Giliran si RD yg terang2 kompeten di bidang nya, pendapat nya dibilang sampah?

Gak nyambung.   Sudah gak punya ide untuk membantah argumen yang saya kemukakan ?? :D

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
247 Jawaban
83881 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 17, 2010, 11:35:58 PM
oleh pr@m
0 Jawaban
6574 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 20, 2009, 03:09:10 AM
oleh biobio
4 Jawaban
5337 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 01:59:10 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
6851 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2011, 11:27:59 PM
oleh obbiq
24 Jawaban
14791 Dilihat
Tulisan terakhir November 20, 2011, 04:20:19 AM
oleh Farabi