Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 14, 2022, 06:49:12 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 39
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Apa itu hidup?

Dimulai oleh Farabi, Februari 06, 2011, 11:29:12 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

rafek

Mengenai jiwa, maksudnya soul, atau spirit, atau malah mind? Setahu saya, penafsiran consciousness/kesadaran dalam sains masih diperdebatkan.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

Monox D. I-Fly

Masa' mind juga?
Tapi emang perlu dibedakan sih antara roh, jiwa, dan nyawa. Tapi bedanya apa?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Farabi

Sebetulnya yang dimaksud dengan jiwa itu apa sih? Atau ruh?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

vendome

jiwa itu aku, yang sudah melepas keakuan berarti juga melepas jiwa.

rafek

Nah, saya juga masih bingung, definisi soul, spirit, mind, dan consciousness itu jelasnya dalam sains itu apa? Jika keakuan, bukannya itu dinamakan ego personal.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

Farabi

Kutip dari: vendome pada Mei 25, 2011, 06:16:31 PM
jiwa itu aku, yang sudah melepas keakuan berarti juga melepas jiwa.

Kayaknya itu lebih ke pembahasan psikologi, kalo di komputer masuknya ke user level, bukan ring 0.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

rafek

Berbicara tentang kesadaran, atau consciousness, itu salah satu bahasan neuroscience, jadi masih ada kaitannya dgn biologi. Tapi saya tdk tahu penjelasan mendalam mengenai itu.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

Farabi

Ya, jadi kita semua paham dan yakin bahwa kita semua mempunyai kesadaran. Nah kesadaran inilah yang mungkin kita definisikan sebagai jiwa atau ruh. Nah, apa yang membuat kita bisa mempunyai kesadaran? Itulah pertanyaannya
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

vendome

kesadaran (conciousness) tidak identik dengan jiwa (soul), kesadaran lebih ke interaksi, jiwa lebih merujuk ke sebuah objek. Namun hubungannya adalah dengan kesadaran, kita dapat memahami jiwa.

milmi

Apakah topik ini masih relevan di board Biologi? Kenapa pembahasannya ke arah ruh, spirit, jiwa etc? Silahkan dijawab secara Biologis, atau topik akan ditutup. Makasih.

rafek

Sekali lagi, consciousness adalah salah satu bahasan neuroscience, jadi masih ada kaitannya dengan biologi.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

milmi

Kutip dari: rafek pada Mei 26, 2011, 01:25:03 PM
Sekali lagi, consciousness adalah salah satu bahasan neuroscience, jadi masih ada kaitannya dengan biologi.

Bukankah topik ini menanyakan apa itu kehidupan? Apakah consciousness bisa menjawab pertanyaan itu? Kalau iya mohon dielaborasi. Jangan hanya asal ngomong tapi tidak ada dasarnya. Kalau perlu tulis judul literaturnya, nama pengarangnya, dan di jurnal apa diterbitkannya. Itu baru namanya seorang ilmuwan.

rafek

Sori, saya bukan ilmuwan, hanya memberi masukan. Dari kalimat pembuka TS:

Kutip dari: Farabi pada Februari 06, 2011, 11:29:12 AM
Makluk apakah kita sebenarnya? Bukankah tubuh hanyalah mesin penunjang kehidupan? Apa wujud kita yang sebenarnya?
Apa itu hidup?
Kenapa kita bisa hidup dan merasakan ini dan itu?

Saya rasa ada hubungannya dengan consciousness, hanya saja saya belum menemukan fungsi biologisnya secara persis dan akurat. Saya masih dalam tahap mencari tahu.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

milmi

Ok, karena sudah tidak ada yang bisa memberi masukan dan masih pada "tahap mencari tahu", walaupun yang namanya mencari tahu harusnya kesandung dengan yang namanya literatur, thread ini saya tutup.