Forum Sains Indonesia

Ilmu Alam => Biologi => Topik dimulai oleh: reborn pada Februari 28, 2007, 04:24:35 PM

Judul: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: reborn pada Februari 28, 2007, 04:24:35 PM
Salah satu misteri yang gw pengen banget cari tahu nih : gimana sih awalnya sampe bisa ada kehidupan di planet ini? Udah ada topik ini di  Konsep Hidup dan Kehidupan dan Teori Evolusi dan Asal Usul Manusia, tapi karena itu buat SMU lebih baik berkembang sesuai kurikulum aja  ;D Terus ada juga tentang kontroversi evolusi, itu juga biar berkembang dari berbagai pendekatan  :P

Nah, di sini kita coba sharing (nanya sih lebih tepatnya  :P) tentang asal mula kehidupan dari sudut pandang biologi tentunya.

Gw kagum sekaligus juga penasaran dengan beragam makhluk hidup yang berbeda satu sama lainnya, kita bisa temuin kehidupan hampir di setiap tempat. Klasifikasi makhluk hidup ini juga macem2. Paling gampang bedainnya hewan dan tumbuhan. Tapi karena ini tidak mencakup fungi, protista, dan bakter, akhirnya dipake Lima Kerajaan. Tetapi kemudian diganti lagi jadi Three Domain bacteria, Archaea dan eukaryota.

Gimana sebenernya awalnya sampe bisa berkembang kehidupan seperti sekarang? apa kehidupan awalnya terjadi begitu aja secara kebetulan? Apa kita bisa menciptakan satu sel yang bener2 hidup satu saat?

Baru baca wiki doang :

http://en.wikipedia.org/wiki/Origin_of_life#Current_models
http://en.wikipedia.org/wiki/Graham_Cairns-Smith#Clay_theory

Mungkin yang dari biologi bisa kasih pencerahan  ;D
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada April 11, 2008, 05:07:27 PM
tahun 1953 seorang ilmuwan Amerika berhasil menciptakan Protein hasil cipratan listrik, sebuah substansi kehidupan. percayakah Anda bahwa genome kita menyimpan catatan sejarah mulai saat munculnya fajar kehidupan pertama dimuka bumi?

2,2 milyar tahun silam cipratan listrik tersebut menciptakan eksperimen alam, menciptakan awal-mula kehidupan meskipun tidak sekompleks sekarang, kemudian Prokaryotik berevolusi menjadi Eukaryotik, lalu berevolusi hingga sekarang.

Nomenclature binomial
adalah salah satu cara mencari akar evolusi, spesies kita (manusia) termasuk didalamnya.

namun ada teori yang mengatakan bahwa kehidupan dibumi berasal dari planet lain yang menghantam bumi, disana terdapat organisme kecil sederhana yang beradaptasi dalam kondisi bumi. tapi saya (pribadi) meragukan teori ini.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: twa pada Juni 11, 2008, 04:36:59 AM
tahun 1953 seorang ilmuwan Amerika berhasil menciptakan Protein hasil cipratan listrik, sebuah substansi kehidupan. percayakah Anda bahwa genome kita menyimpan catatan sejarah mulai saat munculnya fajar kehidupan pertama dimuka bumi?

2,2 milyar tahun silam cipratan listrik tersebut menciptakan eksperimen alam, menciptakan awal-mula kehidupan meskipun tidak sekompleks sekarang, kemudian Prokaryotik berevolusi menjadi Eukaryotik, lalu berevolusi hingga sekarang.

Nomenclature binomial
adalah salah satu cara mencari akar evolusi, spesies kita (manusia) termasuk didalamnya.

namun ada teori yang mengatakan bahwa kehidupan dibumi berasal dari planet lain yang menghantam bumi, disana terdapat organisme kecil sederhana yang beradaptasi dalam kondisi bumi. tapi saya (pribadi) meragukan teori ini.

maksud anda percobaan Urey - Miller kan ? dimana asam amino terbentuk dr cipratan listrik. Yang menjadi masalah Miller tdk memiliki bukti yg nyata bahwa atmosfer bumi pada masa awalnya terdiri dr amonia, metana, hidrogen, seperti yg digunakannya dlm eksperimennya. Mereka mendasarkan toerinya kimia fisik. Mereka ingin mendapatkan reaksi kimia yg mendukung pendapat mereka, dan krn itu mrk berasumsi bumi penuh dgn gas2 itu. A. Oparin (pakar biokimia rusia) cukup cerdik utk menyadari bahwa kalau anda memulai dgn gas2 yg lamban spt nitrogen dan CO2, gas2 itu tdk akan bereaksi.

Faktanya semua latar belakang sudah diatur sedemikian rupa spy mendapatkan hasil yg mrk inginkan. Sejak thn 1980-an s/d skrg, para ilmuwan NASA telah menunjukkan bahwa bumi yg primitif pd masa awalnya tdk pernah memiliki gas metana, amonia, atau hidrogen utk dpt menimbulkan reaksi apapun. Sebaliknya, atmosfer bumi zaman itu dipenuhi oleh air, CO2 dan nitrogen yg tentunya tdk akan pernah memperoleh hasil eksperimen yg sama dgn campuran kimiawi spt itu. Tdk akan pernah berhasil. Eksperimen2 yg lebih baru telah mengonfirmasikan hal tsb.


 

 
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: milmi pada Juni 18, 2008, 07:38:54 AM
Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan. Nah, Urey dan Miller menduga, menduga looh, bahwa dahulu atmosfer purba penuh dengan gas metana. Jadi eksperimennya valid. Masalahnya, benarkah dugaan mereka? Nah, hal itu kan belum terpatahkan sampai saat ini, atau setidaknya belum ada teori tandingan. Sampai ada teori tandingan, teori evolusi biokimia Urey-Miller masih dipakai.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: peregrin pada Juni 18, 2008, 06:40:37 PM
Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan.

ini benar2 mengena deh  ;)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada Juli 07, 2008, 09:20:03 PM
coba cari literaturnya di internet, keadaan bumi baik struktur kimianya dan geografisnya sangat berbeda dengan sekarang. percobaan boleh gagal atau tidak menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya di alam, tapi setidaknya percobaan direplikasi untuk menunjukkan apa yang terjadi di alam.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: ENTALFI pada Juli 10, 2008, 12:07:46 AM
Dalam setiap teori penciptaan, bagaimana asal mula kehidupan, selalu saja terdapat suatu materi awal yang tercipta tanpa ada nya bahan dan muncul secara tiba-tiba. Sehingga semua teori tersebut tidak dapat menjelaskan secara lengkap dan akurat tentang bagaimana asal mula kehidupan secara utuh.

Evolusi yang menjadi teori yang cukup terkenal tentang bagaimana berbagai macam makhluk hidup tercipta sungguh suatu teori yang tak lebih dari teori ngigau jika dipandang dari kacamata ilmu pengetahuan saat ini. Struktur DNA yang demikian rumit yang memiliki kemampuan menyimpan seluruh informasi dalam perpustakaan terbesar didunia, atau mungkin server google, tak dapat dijelaskan oleh teori evolusi yang sudah kuno.

Tumbuhan tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi. Bagaimana mungkin tumbuhan bisa berevolusi sedangkan mereka memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suhu, tempat dan musim yang akan menyebabkan mereka langsung mati jika tidak cocok. Pohon kelapa tidak mungkin berevolusi menjadi kaktus melalui rangkaian proses kebetulan sebagaimana yang sering diangkat oleh semua teori evolusi.

Manusia tidak mungkin berasal dari kera. Hanya karena memiliki persamaan anatomi tubuh tidak bisa membenarkan pernyataan teori evolusi ini. Persamaan anatomi juga dimiliki oleh banyak makhluk hidup lainnya. Dan jika kera berevolusi menjadi manusia seharusnya tidak ada kera yang ketinggalan ikut berevolusi. Sehingga seharusnya tidak lagi ada kera saat ini.

Pikirkan juga bagaimana perbedaan jenis kelamin bisa terjadi. Seharusnya jika asal mula kehidupan berlangsung melalui serangkaian proses evolusi dan seleksi alam, perbedaan jenis kelamin tidak seharusnya ada. Sangat tidak logis kita berfikir berbagai makhluk hidup tersebut berbagi tugas dalam rangkaian evolusi yang satu menjadi jantan dan yang lain menjadi betina dengan alat reproduksinya masing-masing.

Kunci sederhana jika kita bisa berpikir jernih  dan logis memperlihatkan bahwa semua ini memang tercipta demikian adanya tanpa melalui proses evolusi. Bersikeras evolusi memang terjadi tetap saja memperlihatkan ada kekuatan besar yang mengaturnya sehingga evolusi tersebut bisa terarah.

Tak dapat disangkal lagi teori yang benar tentang asal mula kehidupan, bahwa kehidupan ini ciptakan oleh satu zat tunggal yang berdiri sendiri, diciptakan secara utuh tanpa melalui rangkaian proses evolusi. Dia lah Allah SWT.

Mari berpikir logis. Jika suatu teori hanya mampu menjelaskan suatu bagian kecil dari asal mula kehidupan, mempercayai teori tersebut sungguh tidak logis.

Tambahan :

Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa.  Pertama, sistem reproduksi kaum jantan yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum betina.  Suatu peluang ketidaklengkapan yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna, dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka.  Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan.  Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki keserupaan dan pada saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur produk sistem reproduksi kaum betina.  Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat dari awalnya.  Proses ini hanya dapat ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong.  Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol sampai ke tingkat yang luar biasa detail.  Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual.

Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada Juli 10, 2008, 02:03:44 AM
Ralat : Evolusi adalah proses bercabang dan tidak searah. monyet, simpanse, gorilla, babun dan manusia (Homo sapiens) tidak bertahap, tapi nenek moyang mereka dan kita (human) berasal dari nenek moyang yang sama. jika Anda ragu, mohon baca buku GENOME atau buku ilmu genetika lebih mendalam.

maka digunakanlah klasifikasi untuk proses bercabang.
~salam
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: ENTALFI pada Juli 10, 2008, 04:33:10 AM
Ralat : Evolusi adalah proses bercabang dan tidak searah. monyet, simpanse, gorilla, babun dan manusia (Homo sapiens) tidak bertahap, tapi nenek moyang mereka dan kita (human) berasal dari nenek moyang yang sama. jika Anda ragu, mohon baca buku GENOME atau buku ilmu genetika lebih mendalam.

maka digunakanlah klasifikasi untuk proses bercabang.
~salam

Ralat : Evolusi adalah proses seleksi alam untuk menjelaskan bagaimana berbagai macam spesies muncul didunia ini bukan merupakan teori klasifikasi spesies menurut genus.

Hukum genetika Mendel dapat menjelaskan bahwa hampir semua variasi fisik yang pernah ditemukan dalam suatu kategori kehidupan tertentu, misalnya dalam keluarga kera.  Suatu konsekuensi logis dari hukum ini dan penyempurnaannya yang dilakukan secara modern menunjukkan bahwa ada batasan tertentu untuk variasi fisik tersebut. Dan ini memperlihatkan kepada kita bahwa kera dan manusia tidak berasal dari nenek moyang yang sama.

Banyaknya kesamaan pada beberapa spesies yang berbeda tidaklah harus diartikan sebagai adanya hubungan genetic, melainkan dapat diartikan bahwa mereka dirancang oleh Perancang yang sama.

Jika evolusi telah terjadi, catatan sejarah fosil seharusnya menunjukkan perubahan yang bertahap dan kontinu semua bentuk kehidupan dari lapisan terbawah ke lapisan teratas.  Apa yang ditemukan justru sebaliknya.  Banyak spesies rumit ditemukan di lapisan yang lebih bawah, di mana kesenjangan dan tidak kontinuitas muncul amat sering.

Para ilmuwan kini sudah tidak lagi mempercayai teori evolusi. Coba search di google dengan kata kunci "Teori Evolusi". Dan memang teori evolusi seharusnya sudah dihapuskan dari pelajaran di sekolah karena teori evolusi hanya lah berdasarkan analisa sederhana. Mengatakan bahwa manusia dan kera merupakan satu nenek moyang tentu kalau kita "berpikir  sederhana" bisa menerima pernyataan tersebut. Tapi bukti-bukti ilmiah dengan bantuan teknologi saat ini menunjukkan bahwa manusia dan kera adalah diciptakan benar-benar berbeda.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada Juli 10, 2008, 05:13:01 AM
Ralat : Evolusi adalah proses yang berubah dengan waktu yang lama. evolusi organik adalah perubahan pada organisme dalam tempo waktu yang lama.

Ralat : lapisan terbawah (precambrian) awal tidak ada kehidupan, kemudian kehidupan muncul dalam form yang sederhana, bahkan bisa dibilang seukuran virus. seiring evolusi, bentuk mereka semakin rumit hingga saat ini. bukti kuatnya adalah, manusia tidak ada pada lapisan paling bawah, demikian juga mamalia atau reptil. dan semua bukti fosil menjelaskan bahwa organisme berubah bertahap dari paling sederhana hingga muncul vertebrata (ikan) > amfibi > reptil > mamalia (untuk kasus chordata saja). dan semuanya matching dengan evolusinya sesuai jajaran fosil, artinya, dalam bukti fosil tidak ada mamalia sezaman dengan amfibi pertama, atau reptil yang sezaman dengan vertebrata pertama.

Manusia memang berbeda dari monyet atau simpanse dan sebangsanya. namun jangan dilupakan bahwa manusia adalah organisme biologis yang juga memiliki klasifikasi. mamalia lebih maju dari reptil dalam evolusi, reptil lebih maju dari amfibi, dalam kandungan manusia (baca : janin), semua sejarah itu terulang lagi dalam bentuk fisik.

studi evolusi justru semakin kuat disokong oleh teknologi maju, ilmu genetika modern dan simulasi komputer. belum lagi, tahun 1998 silam seorang ahli genetika berhasil memetakan seluruh genom tubuh manusia dan menjelaskan kebenaran evolusi yang terekam dalam gen sejak fajar pertama kehidupan dimuka bumi. teori boleh saja salah, tapi genetik ibarat eksak.

jangan lupakan satu hal : manusia adalah makhluk biologi. dengan berpegang pada pemikiran ini, kita tidak naif terhadap sains.

~salam
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: milmi pada Juli 11, 2008, 11:29:16 AM
@entalfi
Mohon dibaca dahulu sebenarnya teori evolusi itu apa. Saya menyarankan membaca buku Charles Darwin yg berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection. Lalu silahkan baca juga tentang gen, salah satu buku yg cukup menarik adalah Selfish Gene karangan Richard Dawkins , dan Genom karangan Mat Ridley. Nah, apabila anda sudah paham, dan bisa melihat keseluruhan masalah, maka baru anda boleh bicara disini. Jangan hanya mengandalkan sumber bacaan dari satu pihak untuk mengomentari suatu teori. Sebutkan acuan bacaan anda tentang para ahli yg membantah teori evolusi dengan bukti-bukti ilmiah.

Harap diingat, seorang saintis tidak boleh berat sebelah dalam memandang suatu masalah, namun harus secara komprehensif. Selain itu, apabila anda tidak setuju dengan teori evolusi, tidak usah berusaha merubah pendapat orang tentang teori tersebut. Teori adalah teori, hasil pemikiran manusia. Boleh kita terima, boleh tidak. Kalau mau yg pasti dan harus di terima, silahkan baca Al Qur'an. Setahu saya, sebagai muslim, Allah SWT tidak pernah mengatakan bahwa Dia menciptakan hewan dan tumbuhan dengan seketika seperti Dia menciptakan manusia. Secara pribadi, saya tidak percaya manusia mengikuti teori evolusi, karena di Al Qur'an telah jelas disebutkan bagaimana penciptaan manusia. Tapi makhluk hidup lain? Jadi, boleh saja manusia berteori tentang penciptaan makhluk hidup. Saya selalu menganggap usaha memahami alam adalah usaha memahami Allah SWT, termasuk memahami bagaimana makhluk hidup diciptakan. Tidakkah pernah anda berfikir bahwa evolusi merupakan Sunnahtullah dalam penciptaan makhluk hidup?
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada Juli 11, 2008, 02:58:47 PM
~peace and please, gw setuju dengan milmi, seorang scientist tidak boleh berat sebelah. ada segudang literatur yang memperkuat studi evolusi mengendap dalam harddisk gw yang kiranya tidak akan gw post, hanya supaya tidak ada debat mendalam atau permusuhan. gw menghargai pendapat dari entalfi atau mereka yang menentang evolusi, tapi (mohon) hargai juga buah pemikiran manusia yang dibuat berdasarkan proses belajar. studi evolusi tidak tercipta dalam semalam.

Tuhan menjelaskan rahasia ciptaanNya dalam garis besar, ada milyaran detil yang sisanya harus manusia temukan seiring waktu. mungkin manusia yang diciptakan dari 'pasir' dalam ciptaan Adam adalah 'DNA' dalam arti ilmiah.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Michelle pada Agustus 05, 2008, 09:51:34 AM
Menggali post-post lama...
Ikutan nimbrung ya, seru nih...

Saya yakin, suatu saat, meskipun mungkin tidak semua, ilmu-ilmu yang terkandung di dalam kitab suci akan dapat dijelaskan secara ilmiah. Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan akal untuk berpikir dan belajar? Bukan berarti apa yang telah dituliskan/diwahyukan di dalam kitab suci kita terima saja mentah-mentah dan kita duduk manis menikmati angin sepoi-sepoi seraya terkantuk-kantuk. Itu doktrin namanya. Kita bersekolah, menuntut ilmu, salah satunya ilmu alam, kita menguak rahasia-rahasia alam ciptaan Tuhan. Kita menemukan sesuatu, kita berhipotesa, kita bereksperimen, menemui kegagalan, mendapati kesalahan, berdebat, konflik, menuntun kita ke pemikiran baru, penelitian lebih lanjut, dan seterusnya.

Apabila ada hasil-hasil penelitian/temuan yang "aneh" saat ini, bagi saya, bukan untuk menghakimi siapa yang salah menentang agama demi ilmu pengetahuan yang tak pasti, siapa yang agamis, siapa yang sekuler. Justru dari kesalahan kita bisa mencari kebenaran. Dan Metode Ilmiah dalam sains telah mengajarkan itu.

Manusia itu sebenarnya makhluk yang kecil tetapi sombong karena diciptakan terakhir, dikatakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan yang lainnya. Dengan mengingat kekecilan ini, keterbatasan ini, maka kta harus bisa 'open-mind', menerima perbedaan dan kesalahan.

Contoh sederhana rahasia ilmu yang tersirat di dalam kitab suci dan doa-doa:
- Manusia diciptakan dari segumpal darah ---> blastosit yang akan berkembang menjadi fetus/janin
- "Ash to ash, dust to dust" --> tubuh manusia berasal dari karbon, salah satu zat penyusun tanah --> manusia diciptakan dari tanah
- Tuhan menciptakan langit sebanyak 7 lapis --> ilmu bumi menjelaskan bahwa lapisan atmosfer kita terdiri dari 7 macam: 1. Troposfer, 2. Stratosfer, 3. Ozonosfer, 4. Mesosfer, 5. Termosfer, 6. Ionosfer, dan 7. Eksosfer
- Masih banyak contoh yang lain.

Kata kunci dalam belajar sains: open-mind, positive thinking hehe ;)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: dopamine pada Agustus 05, 2008, 12:27:58 PM
be good, not bad, God is good.. trust me, deep inside agama ada penjelasan ilmiah.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: milmi pada Agustus 06, 2008, 02:59:08 AM
Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan akal untuk berpikir dan belajar?

Spot on mate! Jadi ingat ayat AlQur'an yg pertama turun kan berbunyi Iqra', yang artinya "bacalah!". Ini kata perintah supaya manusia membaca, atau secara lebih luas belajar. Apa yang dipelajari? Ya jelas ciptaan Tuhan donk, karena kalo mencoba mempelajari Tuhan, mang kita apa? (Kok jadi khotbah ya? ~Kabuuur~)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Kholil pada Juni 22, 2009, 06:02:38 AM
Spot on mate! Jadi ingat ayat AlQur'an yg pertama turun kan berbunyi Iqra', yang artinya "bacalah!". Ini kata perintah supaya manusia membaca, atau secara lebih luas belajar. Apa yang dipelajari? Ya jelas ciptaan Tuhan donk, karena kalo mencoba mempelajari Tuhan, mang kita apa? (Kok jadi khotbah ya? ~Kabuuur~)

Kenapa harus kabur, ngga salah kok!
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 22, 2009, 08:28:27 AM
Yang namanya eksperimen itu memang didesign sedemikian rupa supaya dapat menjawab hipotesis yang diajukan. Nah, Urey dan Miller menduga, menduga looh, bahwa dahulu atmosfer purba penuh dengan gas metana. Jadi eksperimennya valid. Masalahnya, benarkah dugaan mereka? Nah, hal itu kan belum terpatahkan sampai saat ini, atau setidaknya belum ada teori tandingan. Sampai ada teori tandingan, teori evolusi biokimia Urey-Miller masih dipakai.
Yagn namanya percobaan di lab, ya dibuat pada kondisi yang menunjang. kalo emngharap proses alami seperti di alam, mau nunggu berapa lama? Beberapa juta tahun? :D
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: maulidia_ekaputri pada Juni 23, 2009, 06:04:05 AM
Aduh, pada seneng baca buku Harun yahya, ya? sama donk!
Memang, sampai sekarang teori evolusi masih menjadi perdebatan sengit antara kaum evolusionis dan para ilmuwan muda yang tidak mempercayainya. Dan sekarang mulai terbukti kalau ternyata teori evolusi itu bukannya menjadi sebuah teori tapi malah berkembang menjadi sebuah kepercayaan yang disebut neo-darwinisme. Sebuah kepercayaan yang berkembang dari teori atheisme yaitu teori yang percaya pada benda-benda fisik dan cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. Dan walaupun teori itu sudah lama terbukti tidak sesuai dengan fakta ilmiah semenjak ilmu genetika modern berkembang, tapi mengapa tetap dipercaya oleh para evolusionis dan sebagian orang?

Jawabannya mudah saja, pertama para evolusionis tidak mempunyai pilihan lain selain mendukung teori tersebut. Soalnya, mereka cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. karena mereka kebanyakan sangat mendewakan ilmu pegetahuan. Padahal, Aristoteles pun pernah menyatakan, "Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman."

Lalu, kenapa masyarakat yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang kepercayaan semacam itu juga jadi percaya terhadap teori tersebut? simpel saja, karena selama ini para evolusionis telah mendoktrin masyarakat yang tidak terlalu mengerti tentang hal ini dengan bukti-bukti yang telah direkayasa dan mengajukan berbagai asumsi yang kesannya "ilmiah" kepada khalayak ramai. Padahal, dengan berpikir menggunakan sebuah otak anak TK saja kita sudah bisa menyatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil.
Coba saja kita survey ke anak TK, kita tanya:
"Dek, tau gak kalo manusia berasal dari kera?"
Kira-kira jawabannya seperti ini:
"Hahaha... mana mungkin? emang aku monyet?"

Jadi, kesimpulannya, saya (pribadi) sih gak percaya. Yaiyalah, kalo emang manusia berevolusi dari kera, kenapa sampe sekarang keranya masih ada? terus kalo evolusi itu kebetulan, kenapa kera gak berevolusi jadi apaan, kek! kenapa bisa jadi makhluk yang memepunyai akal pikiran seperti manusia? Terus, kalo karena mutasi gen, bukannya mutasi hanya menyebabkan kerugian atau tidak menguntungkan sama sekali, ya? terus, kenapa kalo iya kera bermutasi, kok bisa jadi yang super duper lebih baik : manusia?

Ya gak? ya gak?
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 24, 2009, 02:47:52 AM
Aduh, pada seneng baca buku Harun yahya, ya? sama donk!
Memang, sampai sekarang teori evolusi masih menjadi perdebatan sengit antara kaum evolusionis dan para ilmuwan muda yang tidak mempercayainya. Dan sekarang mulai terbukti kalau ternyata teori evolusi itu bukannya menjadi sebuah teori tapi malah berkembang menjadi sebuah kepercayaan yang disebut neo-darwinisme. Sebuah kepercayaan yang berkembang dari teori atheisme yaitu teori yang percaya pada benda-benda fisik dan cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. Dan walaupun teori itu sudah lama terbukti tidak sesuai dengan fakta ilmiah semenjak ilmu genetika modern berkembang, tapi mengapa tetap dipercaya oleh para evolusionis dan sebagian orang?

Jawabannya mudah saja, pertama para evolusionis tidak mempunyai pilihan lain selain mendukung teori tersebut. Soalnya, mereka cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. karena mereka kebanyakan sangat mendewakan ilmu pegetahuan. Padahal, Aristoteles pun pernah menyatakan, "Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman."

Lalu, kenapa masyarakat yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang kepercayaan semacam itu juga jadi percaya terhadap teori tersebut? simpel saja, karena selama ini para evolusionis telah mendoktrin masyarakat yang tidak terlalu mengerti tentang hal ini dengan bukti-bukti yang telah direkayasa dan mengajukan berbagai asumsi yang kesannya "ilmiah" kepada khalayak ramai. Padahal, dengan berpikir menggunakan sebuah otak anak TK saja kita sudah bisa menyatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil.
Coba saja kita survey ke anak TK, kita tanya:
"Dek, tau gak kalo manusia berasal dari kera?"
Kira-kira jawabannya seperti ini:
"Hahaha... mana mungkin? emang aku monyet?"

Jadi, kesimpulannya, saya (pribadi) sih gak percaya. Yaiyalah, kalo emang manusia berevolusi dari kera, kenapa sampe sekarang keranya masih ada? terus kalo evolusi itu kebetulan, kenapa kera gak berevolusi jadi apaan, kek! kenapa bisa jadi makhluk yang memepunyai akal pikiran seperti manusia? Terus, kalo karena mutasi gen, bukannya mutasi hanya menyebabkan kerugian atau tidak menguntungkan sama sekali, ya? terus, kenapa kalo iya kera bermutasi, kok bisa jadi yang super duper lebih baik : manusia?

Ya gak? ya gak?
Korban HY?

Sejak kapan teori evolusi bertentangan dengan ilmu genetika? Sekarang ilmu genetika malah digunakan untuk melacak moyang makhluk tertentu, dan menguji hubungan kekerabatan makhluk hidup. Misal, kita bisa tahu bahwa Homo sapiens sapiens dan homo neanderthal (atau kadang dianggap homo sapiens neanderthal) adalah dua makhluk berbeda, karena genetika mereka beda.

Dan sebagian besar mereka yang anti teori evolusi, sejauh yang aku temukan, tidak tahu apa-apa, atau tahu hal keliru mengenai teori evolusi. Teori evolusi misalnya, tidak bilang mahnusia berasal dari kera. Teori evolusi bilang manusia dan kera memiliki moyang yang sama, nenek moyang bersama. Dan nenek moyang ini berkembang jadi beberapa makhluk termasuk kera dan manusia. Simpanse misalnya, tidak ada di masa lalu, simpanse juga hasil evolusi sebagaimana manusia. Simpanse tidak pernah jadi moyang manusia (apalagi monyet, yang jelas-jelas bahkan gak masuk keluarga kera besar).

Dan kurasa bahkan banyak dari kmereka yang tidak tahu beda kera dan monyet :)

*Dan apa harus aku ulangi, kalau teori asal-mula makhluk hidup pertama (abiogenesis modern) dan teori evolusi adalah dua teori berbeda?
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 26, 2009, 05:43:12 AM
Salah satu artikel:
Kutip
How RNA got started
Scientists identify chemical reactions that could be responsible for the origin of life
By Solmaz Barazesh
June 6th, 2009; Vol.175 #12 (p. 5)
font_down font_up Text Size

Scientists may have figured out the chemistry that sparked the beginning of life on Earth.

The new findings map out a series of simple, efficient chemical reactions that could have formed molecules of RNA, a close cousin of DNA, from the basic materials available more than 3.85 billion years ago, researchers report online May 13 in Nature.

“This is a very impressive piece of work — a really excellent analysis,” comments chemist James Ferris of the Rensselaer Polytechnic Institute in Troy, N.Y.

The new research lends support to the idea that RNA-based life-forms were the first step toward the evolution of modern life. Called the RNA world hypothesis, the idea was first proposed some 40 years ago. But until now, scientists couldn’t figure out the chemical reactions that created the earliest RNA molecules.

Today, DNA encodes the genetic blueprint for life — excluding some viruses, for those who consider viruses living — and RNA acts as an intermediary in the process, making protein from DNA. But most scientists think it’s unlikely that DNA was the basis of the origin of life, says study coauthor John Sutherland of the University of Manchester in England.

Information-bearing DNA holds the code needed to put proteins together, but at the same time, proteins catalyze the reactions that produce DNA. It’s a chicken-or-egg problem. Scientists don’t think that DNA and proteins could have come about independently — regardless of which came first — and yet still work together in this way.

It’s more plausible that the first life-forms were based on a single molecule that could replicate itself and store genetic information — a molecule such as RNA (SN: 4/7/01, p. 212). RNA world proponents speculate modern DNA and proteins evolved from this RNA-dominated early life, and RNA in cells today is left over from this early time.

While reactions to make RNA from ancient precursors worked on paper, the chemistry didn’t work in the lab. And some scientists thought even RNA molecules were too complex to have spontaneously formed in the primordial soup. Sutherland and his colleagues have shown the reactions are possible.

RNA molecules are formed from three components: a sugar, a base and a phosphate group. In past research, chemists developed each of the components and then tried to put them together to make the complete molecule. “But the components are quite stable, and so they wouldn’t stick together,” Sutherland says. “After 40 years of trying, we decided there had to be a better way of doing this reaction.”

The team took a different approach, starting with a common precursor molecule that had a bit of the sugar and the base. “Basically, we took half a base, added that to half a sugar, added the other piece of base, and so on,” Sutherland says. “The key turned out to be the order that the ingredients are added and the way you put them together — like making a soufflé.”

Another difference is that Sutherland and his team added the phosphate to the mix earlier than in past experiments. Having the phosphate around so early helped the later stages of the reaction happen more quickly and efficiently, the scientists say.

The starting materials and the conditions of the reaction are consistent with models of the geochemistry of an early Earth, the team says.

“But while this is a step forward, it’s not the whole picture,” Ferris points out. “It’s not as simple as putting compounds in a beaker and mixing it up. It’s a series of steps. You still have to stop and purify and then do the next step, and that probably didn’t happen in the ancient world.”

Sutherland and his team can so far make RNA molecules with two different bases, and there are still another two bases to figure out. “It’s related chemistry,” Sutherland says. “That’s how it must have been in the very beginning — a series of fundamental reactions that could make all four types of RNA molecule.”

Once those RNA molecules formed, they would have had to string together to make multiple letters of the code, which could then make proteins. Proteins could then make all the components that make up a cell, and the process would continue from there.

http://www.sciencenews.org/view/generic/id/43723/title/How_RNA_got_started
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: milmi pada Juli 11, 2009, 12:47:50 AM
Dan sebagian besar mereka yang anti teori evolusi, sejauh yang aku temukan, tidak tahu apa-apa, atau tahu hal keliru mengenai teori evolusi. Teori evolusi misalnya, tidak bilang mahnusia berasal dari kera. Teori evolusi bilang manusia dan kera memiliki moyang yang sama, nenek moyang bersama. Dan nenek moyang ini berkembang jadi beberapa makhluk termasuk kera dan manusia. Simpanse misalnya, tidak ada di masa lalu, simpanse juga hasil evolusi sebagaimana manusia. Simpanse tidak pernah jadi moyang manusia (apalagi monyet, yang jelas-jelas bahkan gak masuk keluarga kera besar).

Membetulkan sedikit. Darwin dalam buku pertamanya (the origin of species) tidak pernah menyebut-nyebut kata evolusi. Apalagi menyatakan bahwa manusia dan kera punya nenek moyang yang sama. Dia hanya bilang bahwa spesies baru dapat terbentuk sebagai hasil dari seleksi alam. Barulah pada buku ke 2 nya (The descendant of man) ia banyak berteori tentang asal usul manusia. Saya harap apabila ingin membicarakan "teori evolusi" tolong diacu buku pertama darwin yang menceritakan proses seleksi alam, karena itulah dasar dari evolusi.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: cignus pada Juli 12, 2009, 01:08:10 AM
klo masalah perbedaan mahluk hidup yg beraneka ragam (kayanya yg ini belum dijawab deh) itu bisa diliat dari basa aminanya
kombinasi basa amina (purin pirimidin DKK) bisa membentuk jumlah yg sangat banyak sehingga menghasilkan mahluk hidup yg beraneka ragam termasuk perbedaan dalam spesies itu sendiri misalnya perbedaan kepribadian antara aku dan kamu (walaupun faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: heru.htl pada Juli 12, 2009, 03:16:56 PM
Saya lebih merasa logis jika evolusi makhluk hidup itu dari seleksi alam (contoh: mengapa orang yang hidup digunung rata-rata berbadan pendek dan berkaki kuat, sedangkan orang hidup didataran berbadan jangkung dan berkaki panjang),
tetapi soal transformasi dari kera menuju manusia, itu yang perlu dipertanyakan--jika kera memang telah mengalami transformasi genetika sejak dan selama jutaan tahun ke wujud manusia tentu yang ada hanyalah manusia saat ini sebagai kelanjutan dari kera (setidaknya species kera tertentu itu telah menjadi manusia seutuhnya seperti sekarang), tetapi mengapa kera itu masih ada?
Contoh pendekatan logis:
jika memang ada persamaan bahwa gorila itu punya sidik jari mirip manusia, seharusnya perlu diteliti kembali apa yang berasal dari apa, apakah gorila berasal dari manusia atau sebalikanya, bukan diklaim secara teoritis melulu (atau hanya dengan eksperimen yang kurang meyakinkan hasilnya) bahwa manusialah yang pasti berasal dari gorila (dan pasti katanya?)...
Terus terang, saya tidak membidangi Biologi sebab saya programmer/coder (dimana kami para coder bekerja dan berteori secara full logis, tidak ada kata "in float"). Tetapi, membaca buku-buku biologi (terutama yang terhubung teori evolusi), saya jadi heran, dengan mudahnya para pakar mengatakan sesuatu berasal dari sesuatu dll... dan ternyata sering tidak ada record ekperimentasi dasar dari teori yang dipublikasikan--sering hanya sebatas cetusan teori yang kemudian dipublikasikan lewat karya-karya penulisan buku--Ok, ok, dari segi pemikiran saya tetap menghargai mereka meski tetap bertanya-tanya dalam otak sy.
Saya pernah membaca teori asal kehidupan oleh Miller, kalau yang satu ini, saya merasa logis dan OK--sy setuju dengan Miller.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: biobio pada Juli 12, 2009, 10:11:33 PM
Saya sudah pernah buat threadnya di http://www.forumsains.com/biologi/asal-mula-kehidupan/
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Juli 13, 2009, 08:37:44 AM
Salah satu bantahan kreasionis yang sering digunakan adalah masalah 'peluang'. Mereka mengklaim peluang pembentukan makhluk hidup awal secara alami itu sangat kecil. Tapi mereka juga sering merupakan dua point:
1. Makhluk hidup awal itu tidak harus berbentuk makhluk hidup paling sederhana yang kita kenal sekarang. Mungkin bentuknya adalah repilicator yang lebih sederhana dari virus, dan kalo menurut definisi biologi belum bisa dianggap 'makhluk hidup'. Katakan saja 'prototype' atau 'moyang'. Makhluk macam itu mungkin hanya terdiri dari rangkaian RNA dengan kemampuan menggandakan diri.
2. Nilai proabilitas itu berlaku untuk satu kali proses. Sementara proses di alam itu berlangsung simultan.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: biobio pada Juli 15, 2009, 03:21:01 AM
Salah satu bantahan kreasionis yang sering digunakan adalah masalah 'peluang'. Mereka mengklaim peluang pembentukan makhluk hidup awal secara alami itu sangat kecil. Tapi mereka juga sering merupakan dua point:
1. Makhluk hidup awal itu tidak harus berbentuk makhluk hidup paling sederhana yang kita kenal sekarang. Mungkin bentuknya adalah repilicator yang lebih sederhana dari virus, dan kalo menurut definisi biologi belum bisa dianggap 'makhluk hidup'. Katakan saja 'prototype' atau 'moyang'. Makhluk macam itu mungkin hanya terdiri dari rangkaian RNA dengan kemampuan menggandakan diri.
2. Nilai proabilitas itu berlaku untuk satu kali proses. Sementara proses di alam itu berlangsung simultan.
1. dalam bahasa biologi sering disebut protobion...
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 15, 2009, 04:39:17 AM
Contoh lain lagi, terdapat bukti yang kuat bahwa molekul "hidup" pertama, RNA, berevolusi dalam "clay"..atau lumpur --> manusia diciptakan dari debu..ash to ash,dust to dust..
Kehidupan pertama terbentuk dalam air (primordial soup) --> Air adalah kehidupan.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 15, 2009, 05:05:21 AM
Neo-Darwinisme bukan kepercayaan tetapi merupakan sebuah teori hasil perpaduan teori evoulusi dan ilmu genetika populasi (population genetics).
Perkembangan Ilmu Genetik dan hasil-hasil temuannya justru mendukung teori evolusi. Dan perlu ditekankan di sini dalam teori evolusi tidak ada yang menyebutkan bahwa manusia berasal atau berevolusi dari kera tapi manusia dan kera memiliki nenek moyang bersama. Itu yang perlu teman2 ketahui supaya informasi tidak terdistorsi. Secara genetika molekuler, terdapat bukti yang mendukung bahwa hipotesis nenek moyang bersama (common ancestor) dapat dibuktikan dengan keberadaan pseudogen yang sama antara manusia dan chimps..Pseudogen merupakan gen hasil duplikasi, baik yang mengalami proses transkripsi (processed pseudogenes) ataupun tidak (unprocessed pseudogenes), yang pada akhirnya seiring evolusi, gen hasil duplikasi ini mengalami sejumlah mutasi dan tidak dapat berfungsi lagi layaknya gen asalnya.
Manusia dan chimps, memiliki beberapa pseudogenes yang sama, hal ini bisa menjadikan bukti bahwa manusia dan chimps memiliki nenek moyang bersama.

Hal ini bisa diibaratkan jika kita ingin mengetahui/menguji sebuah buku itu asli hasil pemikiran sendiri ataupun hanya merupakan hasil plagiat/kopian dari pemikiran orang lain (dalam hal evolusi --> common ancestor), kita tidak melihat pada kesamaan sejumlah pernyataan yang benar, tapi melihat dari kesalahan yang ada pada buku tersebut, salah cetak ataupun salah ketik yang memang secara sengaja dimasukkan oleh si penulis asli, untuk "menandai" orisinalitas karya..jika ada orang yang mencontek, maka kesalahan ketik ini akan ikut tercontek. Hal ini menjadi bukti bahwa buku hasil contekan berasal dari satu karya. (kesalahan cetak disini sebagai pegganti pseudogen). Kalau memang hasil karya itu asli dan bukan contekan, mengapa buku itu memiliki kesalahan cetak yang persis sama?(=kalau manusia dan chimps merupakan "hasil karya sendiri2" atau berevolusi sendiri2 sejak awal dari nenek moyangnya masing2 mengapa mereka memiliki pseudogenes yang persis sama?)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: The Houw Liong pada September 16, 2009, 02:51:13 AM
Salah satu hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah (deduksi logis dar hukum alam yang sudah teruji, dan bukti experimen) dari hipotesis NeoDarwin  ialah :
Awal kehidupan , khususnya terjadinya inteligen (DNA) dari elemen anorganik.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada September 16, 2009, 03:37:02 AM
Ya, itu tetap menjadi missing link..sebab keterbatasan-keterbatasan kita dalam melakukan eksperimen. Kita menggeneralisaskian hasil pemikiran atau kesimpulan berdasarkan uji laboratorium yang hanya beberapa tahun saja lamanya, dibandingkan umur bumi yang 4,5 milyar tahun (kurang lebih 4 milyar kali lebih lama), dan paling banter kita hanya melakukan uji coba dalam tabung reaksi di lab dengan jumlah total luasnya sekitar 10 meter persegi, bumi memiliki luas 500 juta kilometer persegi (kurang lebih 50 triliyun kali lebih luas)...Dengan demikian, bumi memiliki peluang yang jauh lebih besar sebagai tempat "trial and error" munculnya kehidupan dari molekul anorganik ketimbang dalam lab..
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: The Houw Liong pada September 16, 2009, 04:36:17 AM
Jika algoritmanya diketahui maka proses itu dapat disimulasikan dengan komputer. Walaupun dengan superkomputer ternyata hanya berdasarkan "chance" saja tidak mungkin terbentuk urutan yang mengandung inteligensi. Huruf yang diacak bermilyar tahun, tidak akan menghasilkan ensiklopedia.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 16, 2009, 08:52:24 AM
Salah satu hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah (deduksi logis dar hukum alam yang sudah teruji, dan bukti experimen) dari hipotesis NeoDarwin  ialah :
Awal kehidupan , khususnya terjadinya inteligen (DNA) dari elemen anorganik.

Asal mula kehidupan adalah bagian dari bahasan teori The Origin of Life, dimana abiogenesis menjadi salah satu bagiannya. Sementara Teori evolusi adalah teori tentang The origin of spesies. Tolong dibedakan.

Dan soal DNA, saat ini asumsi yang umum diterima adalah DNA berkembang dari bentuk yang lebih sederhana, yakni RNA.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 16, 2009, 09:00:25 AM
Jika algoritmanya diketahui maka proses itu dapat disimulasikan dengan komputer. Walaupun dengan superkomputer ternyata hanya berdasarkan "chance" saja tidak mungkin terbentuk urutan yang mengandung inteligensi. Huruf yang diacak bermilyar tahun, tidak akan menghasilkan ensiklopedia.
Sayangnya kondisi di alam tidak pure chance, tapi dibatasi oleh hukum-hukum alam. Rantai DNA yang panjang tidak langsung terangkai keseluruhan, tapi berkembang dari rantai yang lebih pendek.

Jika kita pertimabngkan kondisi, hukum alam, dan faktor-faktor lain, maka kita akan temukan bahwa sebagian besar chance mustahil terwujud, dan nilai probabilitas yang sebenarnya tidak sekecil asumsi awal.
Judul: ...
Ditulis oleh: biobio pada September 20, 2009, 06:47:21 AM
Terlepas dari semua itu, Darwinisme sebenarnya hanya membahas evolusi dan spesiasi dengan seleksi alam sebagai mekanismenya,jadi tidak membahas awal mula kehidupan (meskipun ini juga implikasinya)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: renant pada Desember 24, 2010, 01:58:05 AM
makhluk hidup apakah yang pertama hidup dunia? pertanyaan ini sering kali dipertanyakan dan ada banyak perdebatan mengenai hal ini dalam dunia science, juga yang tertulis didalam kitab suci. science adalah ilmu pasti yang didasarkan pada fakta yang terukur dan dapat dibuktikan secara matematis atau berdasarkan uji coba yang pasti tentu suatu fakta yang dibuktikan secara eksakta mempunyai nilai kebenaran. apakah semua yang tertulis didalam Alkitab adalah benar dan dapat dibuktikan? jawabannya ya, saya mengimani bahwa semua yang tertulis disana adalah suatu kebenaran, hanya saja pengetahuan kita sebagai manusia sangatlah terbatas untuk dapat menjelaskan maksud dari alkitab yang saya imani bahwa rahasia terbesar dunia ada tertulis disana.
kita kembali ke topik mengenai makhluk hidup pertama di dunia, di alkitab tidak tertulis secara rinci mengenai makhluk hidup pertama yang hidup di bumi, hanya tertulis bahwa Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan pada hari ketiga (kej 1:11-13) . mari kita cermati, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan pada hari ketiga dan pada hari ketiga belum terdapat matahari, Allah baru menciptakan matahari pada hari keempat (kej 1:14-19). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa unsur yang sangat berperan dalam kelangsungan hidup makhluk hidup adalah oksigen tanpa oksigen suatu makhluk tidak dapat hidup (kecuali makhluk anaerobik) dan lagi Cahaya Matahari merupakan suatu kebutuhan primer dari makhluk hidup. bagaimana tumbuh2an dapat hidup jika tidak ada matahari? dan apakah awal penciptaan oksigen sudah tersedia?

air (H2O) adalah molekul pertama yang ada pada awal penciptaan, pada Kejadian 1 :2b tertulis 'Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air, pada ayat berikutnya tertulis berfirmanlah Allah:' jadilah terang'. dan terang itu jadi. darimana datangnya terang itu, bukannya matahari diciptakan pada hari keempat, terang itu adalah Allah sendiri karena Allah adalah terang (1 yoh 1:5), sekarang kita tidak perlu mempersoalkan mengenai sumber cahaya bagi kelangsungan kehidupan karena ada sumber cahaya lain selain dari matahari. sekarang mari kita cari tahu mengenai Oksigen (O2) yang merupakan unsur terpenting bagi kelangsungan kehidupan.

Allah kita adalah Allah yang mengetahui segala sesuatu dan segala sesuatu itu diciptakan olehNya bagi kemuliaanNya. Ada suatu reaksi kimia fantastis yang diciptakan Allah demi kelangsungan kehidupan, reaksi itu disebut reaksi fotosintesis. mari kita tinjau mengenai reaksi fotosintesis:

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. (http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis).

6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

http://www.biologycorner.com/resources/photosynthesis.jpg

sekarang kita tahu bahwa untuk menghasilkan oksigen diperlukan cahaya dan sebagai converter diperlukan klorofil sebagai penangkap cahaya. sekarang apakah hubungan semuanya itu dengan makhluk hidup pertama di dunia? ijinkan saya untuk memperkenalkan pahlawan kita, namanya adalah Plankton, Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Plankton), dan salah satunya yang sangat berperan penting dari proses fotosintesis adalah ganggang hijau biru, Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau adalah filum (atau "divisi") bakteri yang mendapat energi melalui fotosintesis. Jejak fosil cyanobacteria telah ditemukan sejak 3,8 miliar tahun lalu. Cyanobacteria sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting bakteri di bumi. Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan, dari samudera ke air tawar ke batu sampai tanah dan adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mengurai nitrogen dan karbon dalam kondisi tidak ada oksigen.
. (http://id.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria#Fotosintesis).
http://www.funbumperstickers.com/images/Plankton.gif

Organisme-organisme inilah yang memiliki senyawa klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis guna menghasilkan oksigen. dalam Kej 1: 2-3 tertulis demikian "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. kita tahu sekarang bahwa terdapat suatu organisme yang berperan penting pada awal penciptaan dan ia ada di samudra raya yaitu plankton (lebih spesifik lagi ganggang hijau biru) yang tentu dipakai Allah untuk maksudNya, organisme ini yang kemudian menghasilkan Oksigen dengan memakai energi cahaya dari Allah dan klorofil yang dipunyainya sebagai pemberian Allah, oksigen yang dihasilkan kemudian memberi kontribusi besar bagi kelangsungan kehidupan di dunia.
tentu kita mempertanyakan apakah segampang itu penjelasannya, bukankah Allah menciptakan segalanya hanya dalam 6 hari, ya benar, 6 hari bagi Allah belum tentu 6 harinya manusia.

pertimbangkanlah sendiri, tentu tulisan ini tidak sepenuhnya benar, sebab sebagai manusia tentu kita tidak dapat menyelami pikiran Allah yang sangat besar, komentar dan masukan yang bertujuan membangun sangat diharapkan.

(rudolf s bonay)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 24, 2010, 10:40:56 AM
Awalnya saja dulu. Anda mau bilang bumi sudah ada lebih dulu dari matahari dan bintang-bintang? Dan sementara matahari belum ada, 'prototipe matahari' atau mau dibilang Allah yang jadi mataharinya? Dan itu terjadi selama sekian lama sampai matahari selesai dibikin?

It's unlogical, captain
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: biobio pada Maret 11, 2011, 12:56:58 PM
Awalnya saja dulu. Anda mau bilang bumi sudah ada lebih dulu dari matahari dan bintang-bintang? Dan sementara matahari belum ada, 'prototipe matahari' atau mau dibilang Allah yang jadi mataharinya? Dan itu terjadi selama sekian lama sampai matahari selesai dibikin?

It's unlogical, captain

Ah, tidak perlu logis. Bukankah setiap kata-kata yang tertulis di buku suci adalah benar, Pak? hehehe
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Im pada Maret 12, 2011, 01:58:21 AM
kehidupan dimulai karena diawali oleh kehidupan itu sendiri...... ;)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: biobio pada Maret 12, 2011, 12:26:27 PM
kehidupan dimulai karena diawali oleh kehidupan itu sendiri...... ;)
kehidupan pada awalnya dimulai dari benda tak hidup (baca: abiogenesis modern)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada Agustus 12, 2011, 04:08:25 PM
Sekarang saya mau tanya, apa hakikat benda itu disebut hidup?bagaimana kita membedakannya dengan benda mati?

Sebenarnya untuk apa kita selalu memperdebatkan kapan tepatnya kehidupan itu muncul?kapan suatu entitas disebut hidup atau sebaliknya benda mati?kita kadang terlalu terobsesi dengan permainan kata-kata dengan melupakan fakta bahwa bahasa atau kata-kata didalamnya hanyalah alat untuk berkomunikasi.

Entah kita menyebut benda itu hidup atau mati tidak akan mempengaruhi proses yang sedang dan akan terjadi pada benda itu, seperti jika saya mengatakan bahwa orang tercedas yang pernah ada adalah Darwin, sedangkan yang lain ngotot dan bilang bahwa orang tercerdas adalah Newton. Entah siapa yang memang paling cerdas, hasil karya mereka tidak akan terpengaruhi sedikitpun oleh predikat-predikat yang kita buat sendiri. Demikian halnya, entah bagaimana kita menyebut suatu entitas itu hidup atau mati, proses yang terjadi akan terus terjadi, sepeti molekul-molekul RNA yang dapat mereplikasi dirinya sendiri dan berevolusi sepanjang waktu, entah dia bisa digolongkan hidup atau tidak, prosesnya akan terus berjalan untuk menghasilkan mesin-mesin survival dengan mengikuti hukum alam yang ada tanpa terpengaruh kata-kata hidup atau mati.

Di samping itu, bagaimana kita bisa memberikan predikat-predikat hidup atau mati jika perbedaan antara keduanya saja kita tidak tahu pasti. Bagi orang yang mengerti dan memahami biologi, tentu mengakui bahwa tidaklah mudah mendefinisikan hakikat benda hidup dan sampai detik ini perdebatan masih berlangsung. Dengan begitu, jika definisi hidup saja masih belum bisa dibentuk, bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk mendasari asumsi anda?bukannya malah akan membentuk argumen siklik atau dalam logika disebut dengan kesesatan relevansi dalam berargumen jenis petitio principii.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 12, 2011, 10:14:19 PM
Sekarang saya mau tanya, apa hakikat benda itu disebut hidup?bagaimana kita membedakannya dengan benda mati?

Sebenarnya untuk apa kita selalu memperdebatkan kapan tepatnya kehidupan itu muncul?kapan suatu entitas disebut hidup atau sebaliknya benda mati?kita kadang terlalu terobsesi dengan permainan kata-kata dengan melupakan fakta bahwa bahasa atau kata-kata didalamnya hanyalah alat untuk berkomunikasi.

Entah kita menyebut benda itu hidup atau mati tidak akan mempengaruhi proses yang sedang dan akan terjadi pada benda itu, seperti jika saya mengatakan bahwa orang tercedas yang pernah ada adalah Darwin, sedangkan yang lain ngotot dan bilang bahwa orang tercerdas adalah Newton. Entah siapa yang memang paling cerdas, hasil karya mereka tidak akan terpengaruhi sedikitpun oleh predikat-predikat yang kita buat sendiri. Demikian halnya, entah bagaimana kita menyebut suatu entitas itu hidup atau mati, proses yang terjadi akan terus terjadi, sepeti molekul-molekul RNA yang dapat mereplikasi dirinya sendiri dan berevolusi sepanjang waktu, entah dia bisa digolongkan hidup atau tidak, prosesnya akan terus berjalan untuk menghasilkan mesin-mesin survival dengan mengikuti hukum alam yang ada tanpa terpengaruh kata-kata hidup atau mati.Di samping itu, bagaimana kita bisa memberikan predikat-predikat hidup atau mati jika perbedaan antara keduanya saja kita tidak tahu pasti. Bagi orang yang mengerti dan memahami biologi, tentu mengakui bahwa tidaklah mudah mendefinisikan hakikat benda hidup dan sampai detik ini perdebatan masih berlangsung. Dengan begitu, jika definisi hidup saja masih belum bisa dibentuk, bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk mendasari asumsi anda?bukannya malah akan membentuk argumen siklik atau dalam logika disebut dengan kesesatan relevansi dalam berargumen jenis petitio principii.

Yang saya bold :  yang dimaksud seleksi alam ?  Jika seleksi alam itu dikatakan sebagai hukum alam / fenomena tentang proses yang terjadi di alam :

-   apakah secara teori bisa memprediksi apa yang terjadi sekian milyar tahun kemudian,  misalnya,  belalai gajah berubah menjadi lebih pendek atau tambah panjang ?

-   apakah seleksi alam itu tidak mempunyai arah / tujuan,  sehingga tidak bisa digunakan memprediksi apapun juga tentang spesies masa depan ?

Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada Agustus 16, 2011, 01:09:27 AM
Tidak. Kita tidak bisa memprediksi kemana arah seleksi alam, karena faktor-faktor yang mempengaruhi sangat banyak, dan sifat interaksinya random. Selain itu evolusi berdasar seleksi alam sendiri tidak memiliki tujuan jangka panjang, lebih tepat jikadisebut spekulasi. Kita tidak bisa memprediksi hasil seleksi alam seperti halnya kita tidak bisa meramalkan keadaan cuaca tahun depan, jangankan tahun depan, ramalan cuaca minggu depan saja kita tidak bisa tahu.

Seleksi alam sebenarnya adalah penamaan yang kurang tepat, sebab memunculkan ilusi seolah alam secara aktif dan bertujuan menyeleksi makhluk hidup. Kenyataannya tidak demikian. Lebih tepat jika seleksi alam itu disebut sebagai perbedaan tingkat survival rate antar individu berdasarkan variasi yang dimilikinya di dalam alam tempat hidup yang senantiasa dinamis.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada Agustus 16, 2011, 03:52:11 AM
Saya beri contoh kasus bagaimana seleksi alam bekerja:
Misalkan dalam suatu pulau bernama 1 yang terletak tepat di atas bertemunya lempeng tektonik, hidup seekor hewan pemakan serangga bernama A, suatu saat karena gempa bumi, pulau terbelah menjadi dua dan makin lama, seiring berjalannya waktu geologis pulau yang terbelah menjadi pulau 1 dan 2 yang terpisah jauh sehingga antar kelompok hewan A di masing2 pulau tidak pisa saling bertemu atau menyeberang. Di pulau 1, jumlah serangga tetap banyak, maka hewan A di pulau 1 tetap bisa makan serangga, demikian juga keturunannya. Sedangkan di pulau 2, jumlah serangga sangat sedikit, sebab itu, masing2 keturunan hewan A di pulau 2 yang memiliki sifat yang paling adaptif, misal memiliki sifat dapat memakan apa saja selain serangga akan memiliki survival rate lebih tinggi dan akhirnya akan mewariskan sifat tersebut di generasi berikut. Hewan A di pulau 2 yang tidak memiliki sifat adaptif, atau dengan kata lain tetap makan serangga yang jumlahnya sedikit akan mati kelaparan dan tidak bisa memiliki keturunan (lha wong mati,yo ga iso manak), tidak akan mewariskan gen pembawa sifat makan serangga di generasi berikut.

Variasi yang ada pada keturunan berikut pada hewan A di atas adalah sama baik di pulau 1 dan 2, tapi karena dipulau 1 kondisi alam tetap sama seperti sebelum pulau itu terbelah, maka hewan A di pulau 1 tetap memiliki sifat pemakan serangga, walaupun ada beberapa di antaranya yang suka makan makanan selain serangga, namun sifat baru ini tidak lah lebih unggul dibandingkan sifat makan serangga sebab jumlah serangga tetap banyak. Sebaliknya di pulau 2, sifat makan selain serangga akan lebih unggul dibandingkan sifat makan serangga sebab jumlah serangga makin sedikit. Seiring berjalannya waktu, kondisi alam yang dinamis akan diikuti dengan perbedaan survival rate antar variasi sampai pada titik dimana hewan A di pulau 1 tidak bisa saling kawin atau menghasilkan keturunan fertil jika dikawinkan dengan hewan A di pulau 2 sebab semakin jauhnya perbedaan sifat. Sampai titik ini, Hewan A telah berevolusi menjadi spesies lain di pulau 2. Dari situ dikatakan keturunan hewan A pemakan selain serangga di pulau 2 telah terseleksi.

Dari contoh di atas, kondisi alam terpecahnya pulau, semakin jauhnya jarak pulau, perbedaan jenis sumber daya merupakan faktor penyeleksi. Di sini, kondisi alam ini tidak bisa diprediksi, tidak direncanakan dan tidak bertujuan. Siapa bisa memprediksi kapan dan dimana gempa terjadi?tidak ada. Apa tujuan bergeraknya lempeng tektonik?apa tujuan jumlah serangga lebih sedikit?tidak ada. Demikian juga hewan A juga tidak bisa memprediksi kemana tujuan evolusinya, setiap sepesies hewan A hanya dibekali kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang bervariasi sifat dan bentuknya, yang mana yang paling cocok dengan kondisi alam yang dinamis, keturunan itulah yang bisa hidup dan beranak lebih banyak dibanding varian lain sehingga mewariskan sifat itu ke generasi berikut.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 16, 2011, 08:48:48 AM
Saya beri contoh kasus bagaimana seleksi alam bekerja:
Misalkan dalam suatu pulau bernama 1 yang terletak tepat di atas bertemunya lempeng tektonik, hidup seekor hewan pemakan serangga bernama A, suatu saat karena gempa bumi, pulau terbelah menjadi dua dan makin lama, seiring berjalannya waktu geologis pulau yang terbelah menjadi pulau 1 dan 2 yang terpisah jauh sehingga antar kelompok hewan A di masing2 pulau tidak pisa saling bertemu atau menyeberang. Di pulau 1, jumlah serangga tetap banyak, maka hewan A di pulau 1 tetap bisa makan serangga, demikian juga keturunannya. Sedangkan di pulau 2, jumlah serangga sangat sedikit, sebab itu, masing2 keturunan hewan A di pulau 2 yang memiliki sifat yang paling adaptif, misal memiliki sifat dapat memakan apa saja selain serangga akan memiliki survival rate lebih tinggi dan akhirnya akan mewariskan sifat tersebut di generasi berikut. Hewan A di pulau 2 yang tidak memiliki sifat adaptif, atau dengan kata lain tetap makan serangga yang jumlahnya sedikit akan mati kelaparan dan tidak bisa memiliki keturunan (lha wong mati,yo ga iso manak), tidak akan mewariskan gen pembawa sifat makan serangga di generasi berikut.

Variasi yang ada pada keturunan berikut pada hewan A di atas adalah sama baik di pulau 1 dan 2, tapi karena dipulau 1 kondisi alam tetap sama seperti sebelum pulau itu terbelah, maka hewan A di pulau 1 tetap memiliki sifat pemakan serangga, walaupun ada beberapa di antaranya yang suka makan makanan selain serangga, namun sifat baru ini tidak lah lebih unggul dibandingkan sifat makan serangga sebab jumlah serangga tetap banyak. Sebaliknya di pulau 2, sifat makan selain serangga akan lebih unggul dibandingkan sifat makan serangga sebab jumlah serangga makin sedikit. Seiring berjalannya waktu, kondisi alam yang dinamis akan diikuti dengan perbedaan survival rate antar variasi sampai pada titik dimana hewan A di pulau 1 tidak bisa saling kawin atau menghasilkan keturunan fertil jika dikawinkan dengan hewan A di pulau 2 sebab semakin jauhnya perbedaan sifat. Sampai titik ini, Hewan A telah berevolusi menjadi spesies lain di pulau 2. Dari situ dikatakan keturunan hewan A pemakan selain serangga di pulau 2 telah terseleksi.

Dari contoh di atas, kondisi alam terpecahnya pulau, semakin jauhnya jarak pulau, perbedaan jenis sumber daya merupakan faktor penyeleksi. Di sini, kondisi alam ini tidak bisa diprediksi, tidak direncanakan dan tidak bertujuan. Siapa bisa memprediksi kapan dan dimana gempa terjadi?tidak ada. Apa tujuan bergeraknya lempeng tektonik?apa tujuan jumlah serangga lebih sedikit?tidak ada. Demikian juga hewan A juga tidak bisa memprediksi kemana tujuan evolusinya, setiap sepesies hewan A hanya dibekali kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang bervariasi sifat dan bentuknya, yang mana yang paling cocok dengan kondisi alam yang dinamis, keturunan itulah yang bisa hidup dan beranak lebih banyak dibanding varian lain sehingga mewariskan sifat itu ke generasi berikut.

Itu masih hipotesa,  dan menyederhanakan masalah,  karena tidak mungkin bisa menjelaskan adanya jutaan spesies  yang sudah diketahui sekarang ini,  dengan proses seleksi alam seperti yang anda jelaskan.   Misalnya,  selain gempa yang bisa menyebabkan pulau menjadi terpisah,  harus ada ribuan atau jutaan kejadian alam selain gempa,  ditambah faktor2 lain yang bisa menyebabkan perubahan spesies.   Contohnya,  keberadaan spesies di laut / samudera,  bagaimana menjelaskan cara kerja seleksi alamnya ? ::)


Kutipan  :

  Setidaknya ada satu juta spesies di samudra--belum termasuk sebagian mikrob--berdasarkan data bulan Juli 2010. Sebanyak 230 ribu spesies baru saja ditemukan. Dari 230 ribu tersebut, 1.203 sudah dikatalogkan. Sisanya masih menunggu deskripsi.

Berikut ini daftar 1.203 spesies tersebut.
- 562 spesies krustasea, termasuk lobster, ketam, dan isopod.
- 191 moluska, termasuk siput, sotong, gurita, bivalvia.
- 92 cnidaria, termasuk ubur-ubur, karang, anemon.
- 70 spons laut.
- 67 cacing laut polychaete.
- 60 cacing gelang.
- 50 khordata, termasuk ikan dan asidia.
- 48 ekhinodermata, termasuk bintang laut, bulu babi, dan teripang.
- 26 mikroba, termasuk bakteri dan protozoa.
- 37 lain-lain, seperti alga, cacing, dan brachiopod.

Dan penjelasan anda :  '  Selain itu evolusi berdasar seleksi alam sendiri tidak memiliki tujuan jangka panjang, lebih tepat jika disebut spekulasi ',  membuktikan tidak sejalannya konsep seleksi alam dengan agama.   Evolusionis beragama sering mengatakan bahwa evolusi / seleksi alam adalah cara Tuhan menciptakan bermacam-macam makhluknya.   Namun berdasarkan keyakinan agama,  tidak mungkin Tuhan berbuat sesuatu tanpa tujuan.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 16, 2011, 09:27:30 AM
Seleksi alam hanya salah satu faktor, dimana seleksi alam berperan menyeleksi varian yang survive dan yang gagal survive. Hanya yang bisa survive yang mewariskan sifat genetis mereka ke generasi berikut, dan yang gagal survive takkan bsia mewariskan sifat genetis mereka.

Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Farabi pada Agustus 16, 2011, 02:59:30 PM
Alam semesta muncul dari gas. kemudian suatu partikel bergerak dengan cepat membentur yang lainnya. Cahaya muncul dimana mana, saling bertabrakan. KArena tidak ada gravitasi, semua benda yang berkumpul saling tarik menarik membentuk bentuk bulat dimana paling dalam, paling panas, sedangkan dibagian terluar paling dingin dan paling padat. Baru itu yang saya bisa ketahui.

Planet banyak, tapi dari 9 yang terdekat, hanya bumi yang paling melimpah airnya. Berarti sangat jarang terjadi benturan yang membuat orbit elektron hanya 1 atau 2 pada sebuah atom. Rata rata banyak. Bahkan di bulan saja melihat dari materinya yang padat dan keras, bisa dipastikan itu minimal adalah atom karbon ato bahkan atom lain yang berjumlah elektron banyak.

Saya belum bisa menemukan alasan yang masuk diakal, kenapa dari benturan tersebut bisa muncul planet bumi yang mempunyai banyak unsur air.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada Agustus 16, 2011, 03:11:24 PM
Sesuai atau tidaknya evolusi dengan agama itu diluar konteks pembahasan secara ilmiah. Apakah Tuhan memang merencanakan atau tidak atau bahkan ada tidaknya Tuhan itu sendiri di luar penalaran sains. Siapa bilang itu masih hipotesa?Kalaupun ingin penjelasan secara filosofis, Tuhan memang tidak pernah berbuat sesuatu tanpa tujuan, tapi siapa bisa memprediksi apa tujuan dan rencana Tuhan?Alam tidak bisa diprediksi dan rencana Tuhan yang tidak bisa diketahui, apa bedanya?toh outcomenya kedua hal itu menghasilkan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Perdebatan semacam ini hanyalah argumen mubazir karena ada atau tidaknya rencana Tuhan, kondisi alam tetap tidak bisa diprediksi.

Sekarang saya mau tanya, apa beda antara hipotesa dan teori?hanya masalah waktu dan dapat bertahannya suatu pernyataan mengahadapi ujian berupa kapasitasnya menejelaskan hasil observasi yang sudah ada ataupun kemampuannya memprediksi hal yang belum terjadi, suatu pernyataan disebut hipotesa atau sudah berupa teori. Teori selalu terbuka untuk didebat, tidak ada satu teori pun yang mampu bertahan selama berabad2, selalu ada modifikasi. Evolusi sudah menjadi teori sebab ia mampu menjelaskan hasil observasi dan memprediksi hasil observasidi masa depan, walaupun prediksinya tidak bisa mencapai detil yang sempurna.

Jangankan hanya satu juta, ada sekitar 7-8 juta species di bumi, dan itu belum termasuk spesies baru yang terus ditemukan. Memang tidak mudah menjelaskan satu per satu diversifikasi m.h yang ada, salah satu bentuk diversifikasi yang saya contohkan di atas adalah diversifikasi allopatrik, dimana satu spesies dapat mengalami diversifikasi akibat adanya pemisah. Ada pula diversifikasi akibat perbedaan sumber daya dalam satu  lingkungan tanpa ada pemisah yang jelas, di sini disebut simpatrik. Dan memang dalam dunia biologi, occam razor TIDAK berlaku.

Gambaran secara kasar, sekali bertelur, seekor hewan laut bisa menhasilkan ratusan telur, dan semasa hidupnya, hewan laut bisa menghasilkan ratusan atau bahkan ribuan keturunan, jika masing-masing keturunan unik/bervariasi, bisa dikatakan mereka memiliki kemampuan berbeda-beda dalam bertahan hidup, dari titik ini, seleksi dimulai. Semakin jauh perbedaan di antara mereka, kemungkinan mereka dapat digolongkan dalam spesies yang berbeda, dan mohon dicatat proses ini TIDAK terjadi dalam satu generasi. Dan ingat pula bahwa penggolongan spesies tidak saja berdasar morfologi tapi juga berdasar hal lain yang lebih kecil, yaitu gen nya, bisa saja m.h yang tampak mirip dan bisa saling mengawini (meskipun tidak secara alami), telah digolongkan ke dalam spesies yang berbeda karena jauhnya perbedaan filogenetisnya.

Dan perlu dicatat pula, gempa dalam contoh saya di atas itu hanyalah salah satu contoh, kenyataannya, m.h sering tidak memerlukan bencana alam atau pemisah alam yang jelas untuk dapat mengalami diversifikasi.

Contoh kasus lain misalnya, dalam satu pulau terdapat satu spesies burung pemakan biji2an dari tanaman A. Karena jumlah burung tersebut makin banyak, maka terdapat kompetisi di antara burung dalam spesies tersebut. Dalam spesies burung tersebut muncul burung yang memiliki perilaku memakan biji tanaman A dan B, karena ia dapat memakan biji A dan B, maka ia dapat makan lebih banyak dibanding burung lain yang hanya makan biji A. Dengan demikian, ia dapat beranak lebih banyak, memberi makan anaknya lebih banyak dan dapat berkembang jumlahnya lebih banyak. Sebab ia tidak perlu berkompetisi dengan burung pemakan biji A, ia dapat makan biiji B jika persediaan biji A tipis. Seiring berjalannya waktu, muncul varian lain yang dapat makan biji C, biji D, makan buah E, mengambil sari madu tanaman F atau bahkan dapat makan serangga 1, serangga 2, dst. Dari sini muncul banyak varian yang jika berkembang semakin jauh, dapat digolongkan ke dalam spesies yang berbeda. Belum lagi jika dikombinasi dengan adanya predator2 yang memangsa burung tersebut, kemampuan menghidar dari predator2 pun perlu ikut diperhitungkan, bisa saja satu spesies yg memakan makanan yang sama memiliki survival rate berbeda sebab adanya perbedaan kemampuan menghindar dari predator, belum lagi ditambah perbedaan kemampuan memperebutkan pasangan kawin, menguasai area, kemampuan dalam "memperdayai" individu lain, dst. Semua hal ini dapat dijelaskan dalam evolusi. Ini salah satu contoh kasus diversifikasi TANPA harus ada pemisah alam, yang ada hanya kompetisi merebutkan sumber daya dalam satu lingkungan.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 16, 2011, 09:11:21 PM
Sesuai atau tidaknya evolusi dengan agama itu diluar konteks pembahasan secara ilmiah. Apakah Tuhan memang merencanakan atau tidak atau bahkan ada tidaknya Tuhan itu sendiri di luar penalaran sains. Siapa bilang itu masih hipotesa?Kalaupun ingin penjelasan secara filosofis, Tuhan memang tidak pernah berbuat sesuatu tanpa tujuan, tapi siapa bisa memprediksi apa tujuan dan rencana Tuhan?Alam tidak bisa diprediksi dan rencana Tuhan yang tidak bisa diketahui, apa bedanya?toh outcomenya kedua hal itu menghasilkan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Perdebatan semacam ini hanyalah argumen mubazir karena ada atau tidaknya rencana Tuhan, kondisi alam tetap tidak bisa diprediksi.
 

Saya sependapat,  bahwa kondisi alam tetap tidak bisa diprediksi.  Lalu, ' kasus2 bekerjanya seleksi alam dan faktor2 kompleks lain yang mempengaruhinya ',  apa bukan upaya menjelaskan suatu prediksi ??  Padahal outcomenya sudah jelas :  kondisi alam ( proses yang terjadi di alam )  tidak bisa diprediksi ??
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Hendy wijaya, MD pada Agustus 17, 2011, 12:47:54 AM
Kan sudah saya bilang kondisi alamnya yang senantiasa dinamis memang tidak bisa diprediksi. Teori evolusi pun tidak dapat dengan sempurna,atau hanya sebagian, mampu memprediksi ke arah mana evolusi terjadi dalam jangka pendek, karena pengaruh faktor alam sendiri yang susah diprediksi. Tapi kemampuannya dalam menjelaskan hasil observasi pada fenomena diversifikasi yang sudah ada sangatlah logis dan sesuai dengan fakta yang ada seperti misalnya contoh diversifikasi burung tadi itu memang benar-benar ada dan terjadi. Sampai saat ini tidak ada teori lain yang mampu menjelaskan fenomena ini.

Ingat dalam dunia sains, kurang sempurnanya teori dalam menjelaskan semua fenomena yang ada tidak sekonyong-konyong membuat teori itu runtuh, bisa saja semata-mata kesalahan bukanterletak di teorinya, tapi karena adanya faktor yang tidak dapat diprediksi atau tidak terpikirkan, yang dalam kasus ini kondisi alam. Untuk meruntuhkan teori yang berlaku, diperlukan hipotesis tandingan yang terbukti LEBIH mampu menjelaskan hasil observasi dan memprediksi fenomena di masa datang dengan sempurna.

Memang judul thread ini adalah ASK, Asal Mula Kehidupan, berbeda dengan Asal Mula Spesiasi, tetapi implikasi dari dapat dijelaskannya ASM adalah dapat dijelaskan nya pula ASK dengan mode yang lebih kurang sama.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 17, 2011, 01:04:05 AM
Alam semesta muncul dari gas. kemudian suatu partikel bergerak dengan cepat membentur yang lainnya. Cahaya muncul dimana mana, saling bertabrakan. KArena tidak ada gravitasi, semua benda yang berkumpul saling tarik menarik membentuk bentuk bulat dimana paling dalam, paling panas, sedangkan dibagian terluar paling dingin dan paling padat. Baru itu yang saya bisa ketahui.
Anda bicara soal pembentukan alam semesta atau pembentukan planet?

Planet banyak, tapi dari 9 yang terdekat, hanya bumi yang paling melimpah airnya. Berarti sangat jarang terjadi benturan yang membuat orbit elektron hanya 1 atau 2 pada sebuah atom. Rata rata banyak. Bahkan di bulan saja melihat dari materinya yang padat dan keras, bisa dipastikan itu minimal adalah atom karbon ato bahkan atom lain yang berjumlah elektron banyak.

Saya belum bisa menemukan alasan yang masuk diakal, kenapa dari benturan tersebut bisa muncul planet bumi yang mempunyai banyak unsur air.
Koreksi, planet sekarang tinggal 8. Itu belum termasuk exoplanet, planet-planet di luar tata surya.

Dan hipotesis asal air di planet bumi beragam. Termasuk bahwa air dibawa oleh meteor/komet yang membawa es beku. Dan lihat juga kondisinya. Di Merkurius, air akan emnguap dan kemudian terkikis angin matahari. Di Venus, tekanan dan suhu terlalu tinggi. Di mars, meski suhunya tak terlalu tinggi, tapi atmosfernya juga terkikis angin matahari, gak memungkinkan siklus air. Jupiter hingga neptunus adalah planet gas. Di beberapa satelit, air mungkin ada, dalam bentuk es beku.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 17, 2011, 08:39:16 PM

Ingat dalam dunia sains, kurang sempurnanya teori dalam menjelaskan semua fenomena yang ada tidak sekonyong-konyong membuat teori itu runtuh, bisa saja semata-mata kesalahan bukanterletak di teorinya, tapi karena adanya faktor yang tidak dapat diprediksi atau tidak terpikirkan, yang dalam kasus ini kondisi alam. Untuk meruntuhkan teori yang berlaku, diperlukan hipotesis tandingan yang terbukti LEBIH mampu menjelaskan hasil observasi dan memprediksi fenomena di masa datang dengan sempurna.


Memang tidak sekonyong-konyong runtuh,  karena semua yang dinamakan teori itu memiliki / berasal dari konsep,  yaitu ide atau gagasan tentang whatness.   Konsep evolusi akan tetap ada dan tidak akan runtuh.

Dan konsep teori yang mengandalkan kepada sesuatu yang tidak dapat diprediksi,  tidak akan pernah menjadi teori ilmiah.  Contohnya konsep evolusi itu yang mengandalkan terjadinya spesiasi tergantung seleksi alam,  dengan kata lain tergantung kepada kondisi alam yang tidak mungkin diprediksi.   Memprediksi kondisi alam dalam jangka pendek mungkin masih bisa tepat dan akurat ( misalnya ramalan cuaca dll ) dan cukup akurat,  serta dapat diamati langsung / diverifikasi.  Kondisi alam dalam jangka amat panjang ??  jangankan jutaan tahun atau milyar tahun,  1 - 2 tahun saja sulit dilakukan prediksinya.

Dan jelas kesalahan pencetus teori,   bila dia mengandalkan teorinya kepada sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan diverifikasi.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 18, 2011, 11:21:24 AM
Abaikan celoteh asbuenr yang bahkan gak paham apa itu 'teori evolusi'.
Wong referensinya cuma tulisan tukang obat yang bilagn ular laut itu belut ::)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Farabi pada Agustus 18, 2011, 12:20:34 PM
Para peneliti mengatakan bahwa kehidupan itu berawal dari air. Jadi rahim kehidupan berasal dari dasar laut, dimana makhluk makhluk bergerak keatas sampai mencapai daratan. Sebenarnya, ada apa sih di bawah air tersebut?
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 18, 2011, 08:38:12 PM
Louis Agassiz: Anti-Darwinist Harvard Paleontology Professor

by Jerry Bergman, Ph.D. *

Introduction

Jean Louis Agassiz (1807-1873) is regarded as one of the greatest scientists of the 19th century. A founding father of the modern American scientific establishment, Agassiz was also a lifelong opponent of Charles Darwin’s theory of evolution. Agassiz “ruled in professorial majesty at Harvard’s Museum of Comparative Zoology.”

        [He] was a brilliant….man, an essentialist who detested evolutionism—Darwin’s brand in particular—and clung to a vision of well-ordered nature assembled by special creations. The zoology of Agassiz was consonant with the natural theology of William Paley.1

Education

Agassiz was born in the village of Montier in the French-speaking part of Switzerland. Like many naturalists of the time, Agassiz was educated as a physician. He studied with several prominent German biologists, including zoologist Lorenz Oken and embryologist Ignatius Döllinger. After receiving his medical degree from the University of Erlangen in 1830, he traveled to Paris to study comparative anatomy under the most renowned comparative anatomist in all Europe, Baron Georges Cuvier.4

Cuvier, the founder of the field of paleontology, was so impressed with Agassiz’s work on fossil fish that he turned his own notes and drawings, gathered in the course of years of study, over to Agassiz to complete his opus on fossil fish. This research documented that no evidence existed for the evolution of fish from non-fish worm-like creatures as hypothesized by Darwin. When published, Agassiz’s work was “hailed for its accuracy and originality in describing…fishes in the ancient fossiliferous bed of red sandstone.”5

Agassiz concluded from his lifelong study of nature that purpose and design were manifested everywhere in nature.6 He noted that if it required an intelligent mind just to study the facts of biology, “it must have required an intelligent mind to establish them.”7 Following his famous teacher Cuvier, he asserted that the major groups of animals do not represent ancestral branches of a hypothetical evolutionary tree but, instead, document a great plan that was used by the Creator to design the many different species in existence today.

Already an eminent scientist while still a young man, Agassiz came to the United States in 1848 to accept a professorship at Harvard. In 1860, Agassiz founded the Museum of Comparative Zoology at Harvard, later to be headed by Stephen Jay Gould. His studies of “fishes, both living and fossil, were definitive, and have never been equaled.”8 Agassiz and his colleagues also founded The National Academy of Sciences in 1863.

His many students influenced science for decades after his death. Stanford professor-scientist David Starr Jordan noted that “of the older teachers in America—the men who were born between 1830 and 1850—nearly all who have reached eminence have been at one time or another pupils of Agassiz.”9

Henry Morris wrote that Agassiz was “also a great teacher, in both Europe and America, where his Harvard classes in natural history were said to have produced all the notable teachers of that subject in America during the last half of the 19th century.”10 Noted author-naturalist Donald Peattie asserted that “no American scientist ever had as much influence on scientific education as Agassiz.”11 A man of erudition, Agassiz’s close friends included not only famous scientists such as Darwin, but also Henry Wadsworth Longfellow, Ralph Waldo Emerson, and other literary notables.12

Henry Morris called Agassiz not only “a great Christian paleontologist” but “the father of glacial geology and the science of glaciology.” Morris added:

        He profoundly believed in God and His special creation of every kind of organism. Probably no man was more intimately acquainted with a greater variety of kinds of animals, living and extinct, and it is significant that he was an inveterate opponent of evolutionism to the very end of his life.14

Furthermore, Agassiz believed that science can lead to “recognition of the existence of God…from the study of His works” and “the importance of the study of the animal kingdom with reference to its manifestation of the power, wisdom, and goodness of God, is very great.”15

Macroevolution Falsified by Science

Long before the mutational theory of evolution was popularized, Agassiz foresaw the overwhelmingly harmful nature of mutations and the inability of “selection” to produce new life forms.16 He recognized that the problem with Darwinism was not the survival of the fittest, but rather the arrival of the fittest. Agassiz knew, as did most all animal and plant breeders both then and today, that clear limits exist to variation and no known way exists to go beyond these limits in spite of 4,000 years of trying. Creationists today refer to this fact as variation in life limited to that existing within the Genesis kinds. The fact is, all mutations known to us cannot even begin to produce the variety required for molecules to mankind evolution, but rather they create

        monstrosities, and the occurrence of these, under disturbing influences, are…only additional evidence of the fixity of species. The extreme deviations obtained in domesticity are secured…at the expense of the typical characters and end usually in the production of sterile individuals. All such facts seem to show that the so-called varieties or breeds, far from indicating the beginning of new types, or the initiating of incipient species, only point out the range of flexibility in types which in their essence are invariable.17

Darwin sent Agassiz a copy of his now-famous Origin of Species published in 1859. Although very “familiar with the factual evidence advanced by Darwin,” Agassiz carefully examined his ideas and the evidence on which they were based. As Agassiz studied the Origin, “mounting annoyance” resulted as he continued to read because he recognized that the “ideas it contained were plainly no different from the notions…he had long since rejected.”18

Two years after Origin was published, Agassiz wrote that Darwin’s theory was scientifically wrong and was “propounded by some very learned but…rather fanciful scientific men” who taught that the forms of life presently inhabiting our earth “had grown out of a comparative simple and small beginning.”19 Agassiz concluded that a great variety of evidence discovered in times past has refuted evolutionary theory. He considered this fact based on his paleontological research “a most powerful blow at that theory which would make us believe that all the animals have been derived from a few original beings, which have become diversified and varied in [the] course of time.”20

The man whom Professor Vander Weyde called an “eminent savant”21 excelled in several science fields. Agassiz also correctly recognized that in his writings on evolution “Darwin had departed from the methods of scientific inquiry so well exemplified in his earlier studies.” Furthermore, his famous 1859 Origin of Species book “had contributed nothing new to the understanding of nature.”22 Bolton Davidheiser added:

        Louis Agassiz not only did not accept Charles Darwin’s theory of evolution, he actively opposed it. He attacked it at a vital point, namely, its inability to show evidence of the transformation of one kind of living or fossil animal or plant into another. This is still a basic problem.23

A main reason he rejected evolution was based on paleontology, the area of Agassiz’s expertise. Agassiz knew that the fossil record did not support Darwin’s theory and strongly argued against it. He also concluded, in contrast to Darwinism, that “the crowning act of the Creator, man, was placed on the earth at the head of creation.”24

Agassiz was also active in debating and defending his anti-Darwin views. Among those he debated included Harvard professor Asa Gray, considered the leading American botanist of the 19th century, and Professor William Barton Rogers, President of MIT.25 Unfortunately, in one area Agassiz made a major mistake—he accepted the racist conclusion in that certain groups of men were inferior to others in contradiction to the clear teaching of both biblical and historic Christianity that all humans descended from one couple, Adam and Eve. Instead, Agassiz accepted the then-popular unbiblical preAdamite theory that taught only Caucasians were descended from Adam and that other, supposedly inferior, races of men, such as Negroes, were created before Adam.26 Unfortunately, this idea still has many adherents today as part of a futile attempt to harmonize biblical teachings with Darwinism.

Conclusions

Harvard professor Louis Agassiz, one of the 19th century’s leading paleontologists, was able to effectively articulate the many major scientific objections to Darwinism that remain unanswered. After a lifetime of scientific work and numerous science awards and honors, Agassiz never could accept Darwinism—he concluded, from his study of paleontology, that the scientific evidence was strongly against it—and never swerved from his creationist worldview.27

Agassiz also concluded, in contrast to Darwinism, that “there is order in nature; that the animal kingdom especially has been constructed upon a plan which presupposes the existence of an intelligent being as its Author.”28 Most of his arguments against Darwin have not been refuted even today but, instead, the research, especially in cell biology, has eloquently supported the many lethal problems with macroevolution that Agassiz recognized over a century ago.29
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 19, 2011, 04:34:16 AM
Para peneliti mengatakan bahwa kehidupan itu berawal dari air. Jadi rahim kehidupan berasal dari dasar laut, dimana makhluk makhluk bergerak keatas sampai mencapai daratan. Sebenarnya, ada apa sih di bawah air tersebut?
Ada apa di bawah air? Yang pertama tentu saja air, substansi dasar kehidupan. Lalu, ada gunung berapi bawah air, yang bisa menjadi pemicu dalam proses abiogenesis (eksperimen Miller yang tidak dipublikasikan)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 19, 2011, 04:41:08 AM
Kutip
Agassiz was a staunch creationist; he taught that after every global extinction of life God created every species anew. This differed from the view of Cuvier, who recognized extensive and sometimes apparently quite abrupt changes in fossil faunas and their environments. Cuvier did not think that God re-created life; he thought that new species migrated in from elsewhere as climates and environments changed.

Agassiz's works on living and fossil fishes and on glaciers have remained classics. His work on glaciers revolutionized geology, and drove another nail in the coffin of the Biblical Flood as a serious scientific hypothesis. He trained and influenced a generation of American zoologists and paleontologists, including Alpheus Hyatt, William Healey Dall, David Starr Jordan, Nathaniel Shaler, and Edward S. Morse. He left a mark on the development and the practice of American science, and brought science to "the man in the street" as no one else had before. People from all over the world read his books, sent him specimens, and asked his advice. By the time of his death, on December 14, 1873, he was the most famous scientist in America, and although he actually published few major scientific works after he emigrated, his popular books and public lectures made him extremely well-known and respected by the public. Scientifically, however, he was being left behind by his absolute rejection of evolution and his insistence on glaciers as a major force that shaped geology worldwide.

Agassiz was also being left behind by his racist attitudes, which were extreme even for his day. In the early and mid-1800s there was considerable scientific debate about the origins of humans and of human races, and about just how different human groups were. This debate concerned all groups of plants and animals — how do you tell how much difference constitutes a species? — and was an important avenue of inquiry. Unlike Darwin and others, who thought that humans all belonged to one species and that their populations had differentiated through time as they spread geographically and adapted to new environments, Agassiz could not accept that all groups of humans belonged to the same species, and he argued vehemently for the inferiority of non-white human groups. He was not alone in this; several prominent scientists saw populational differences as major and discontinuous, and used various statistical and other arguments to support this. But Agassiz was also physically revulsed by the idea that all humans were equal. In this feeling he was not alone, but increasingly he was seen as the product of a bygone age himself.
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/agassiz.html
Seorang ilmuwan besar bukan berarti semua karya dan pandangannya benar.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 19, 2011, 12:12:07 PM
Tidak diperlukan ilmuwan besar untuk mengetahui evolusi itu bukan teori ilmiah.   Mereka yang beriman dan memiliki akal sehat,  itu lebih dari cukup.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 20, 2011, 01:36:24 PM
Sains tidak dibuktikan dengan 'iman'. Karena sains bukan satu bentuk kepercayaan.  ::)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 23, 2011, 12:33:09 AM
Ada kok ilmuwan yang buat sains menjadi suatu bentuk kepercayaan,  namanya Francis Collins,  dia bilang percaya saja tentang adanya common ancestor walaupun itu dalam evolusi tidak bisa dibuktikan adanya.   Percaya saja,  karena di fisika orang2 juga percaya adanya elektron tanpa pernah menanyakan asal-usulnya ........ :D
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 23, 2011, 04:33:29 AM
Hoaem...ada yang mau bantal untuk teman omong kosong si asbuner?

ZZZzzz.......
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Farabi pada Agustus 27, 2011, 07:25:25 AM
Masih hipotesis tapi mungkin tertarik
http://www.newscientist.com/article/mg21128251.300-first-life-the-search-for-the-first-replicator.html

Saya jadi ingat ayat ini

21:30.Apakah tidak melihat orang-orang yang kafir bahwasanya langit dan bumi adalah keduanya berpadu?, lalu kami belah keduanya dan kami jadikan dari air tiap-tiap sesuatu yang hidup. Apakah maka tidak mereka beriman?.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 28, 2011, 01:36:33 AM
Sebelumnya tentukan dulu, langit di sini maksudnya apa?
Kangan bilang langit itu alam semesta, karena bumi gak pernah berpisah dari alam semesta.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Farabi pada Agustus 28, 2011, 01:44:48 AM
Saya tidak tahu. Silahkan ditanyakan ke pada muslims ;D
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 02, 2011, 03:22:17 AM
Natural Selection Does Not Explain Evolution

http://ed5015.tripod.com/ReligCreationismNaturalSelect129.html
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: rafek pada September 03, 2011, 06:42:22 AM
Setiap kesalahan(jika ada) pada teori evolusi tidak lantas menjadikan penciptaan langsung benar adanya.

Sekarang, coba dibalik, setiap pertanyaan yg anda ajukan pada teori evolusi dibalik menjadi ditujukan pada konsep penciptaan langsung, apa bisa terjawab?

Oh, saya tahu. Jawabannya sangat simpel, cukup 1 kalimat saja. "Karena Tuhan berkenan dan berkehendak demikian". Hebat.

Jika setiap pertanyaan atas problema yg kita hadapi cukup dijawab dengan itu, sama sekali tidak menjawab apapun, hanya membawa satu pertanyaan ke pertanyaan lainnya yg tak terjawab dan tak berujung.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 03, 2011, 01:46:08 PM
Bosan kalau si asbuner bawa kaset soal melulu.
Natural selection adalah faktor penyaring variasi yang ada. Variasi sendiri dihasilkan oleh mutasi dan disebarkan oleh pertukaran sifat/perkawinan.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 03, 2011, 11:02:11 PM
bosan ngomong variasi-variasi melulu,  Darwin bahkan gak mampu menjelaskan sumber variasi ............................

ketidakmampuan menjelaskan sumber variasi menyebabkan bukunya gak kelar-kelar selama lebih dari 20 tahun, dan lalu tertolong oleh Surat Dari Ternate yang dikirim oleh AR. Wallace,  yang mengenalkan istilah seleksi alam,  dan belakangan ide contekan tentang seleksi alam itu diperkuat oleh ide contekan lain dari Spencer tentang survival of the fittest .................

dan sayangnya,  seleksi alam itu gak bisa diprediksi,  wong cuma imajinasi digatuk-gatukkan dengan imajinasi lain tentang spesiasi .............. :D   
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 04, 2011, 03:33:13 AM
Hoaem...fitnah klasik.

Darwin jelas-jelas mempublikasikan karyanya bareng karya Wallace, dan ilmuwan akan bisa langsung tahu kalau Darwin mencontek. Realitanya? Dan survival of the fittest hanya digunakan Darwin sebgai metafora, in fact survival of the fittest tidak mewakili evolusi itu sendiri.

Kreasionis idiot memang gak bsia berkembang :)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 04, 2011, 08:38:41 AM
Setiap kesalahan(jika ada) pada teori evolusi tidak lantas menjadikan penciptaan langsung benar adanya.

Sekarang, coba dibalik, setiap pertanyaan yg anda ajukan pada teori evolusi dibalik menjadi ditujukan pada konsep penciptaan langsung, apa bisa terjawab?

Oh, saya tahu. Jawabannya sangat simpel, cukup 1 kalimat saja. "Karena Tuhan berkenan dan berkehendak demikian". Hebat.

Jika setiap pertanyaan atas problema yg kita hadapi cukup dijawab dengan itu, sama sekali tidak menjawab apapun, hanya membawa satu pertanyaan ke pertanyaan lainnya yg tak terjawab dan tak berujung.

Ya ya ya.   Kalo di atheis ada yang namanya Fred Hoyle yang menolak semuanya,  baik konsep Penciptaan,  Bigbang,  maupun teori Evolusi.   Dan di kalangan orang beriman ada yang namanya Francis Collins ( dkk termasuk evolusionis lokal ) yang menerima semuanya,  baik konsep Tuhan Sang Pencipta,  Bigbang,  maupun Evolusi dengan natural selectionnya  ( proses di alam tanpa ada tujuannya ).

Kehidupan di dunia tidak semata hitam-putih,  ada yang abu-abu ........... :D
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 05, 2011, 12:09:25 AM
Dan ada asbuner yang terus sengaja pamer kebodohan biar tetap eksis... ::)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: rafek pada September 05, 2011, 03:40:57 AM
Saya tidak mempermasalahkan keyakinan seseorang, baik theis atau atheis. Saya hanya tidak setuju jika teori evolusi dibilang "runtuh" lalu digantikan oleh penciptaan langsung, alasannya telah saya sebutkan berulang kali.

Dan ya, saya rasa paradigma hitam putih terlalu naif, karena dunia ini serba relatif.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-One pada September 05, 2011, 12:49:59 PM
Saya tidak mempermasalahkan keyakinan seseorang, baik theis atau atheis. Saya hanya tidak setuju jika teori evolusi dibilang "runtuh" lalu digantikan oleh penciptaan langsung, alasannya telah saya sebutkan berulang kali.
Teori evolusi gak pernah runtuh, sebaliknya bukti baru makin emndukung.
Sebaliknya sejak awal, kreasionisme memiliki bukti ilmiah sebanyak......nol besar

Jadi, mana mungkin kreasionisme menggusur teori evolusi? ::)

Lagian ini bicara asal kehidupan, mestinya bahas abiogenesis (modern). Kenapa terus lari ke teori evolusi?

*Yah, paling si asbuner maksain konsep generatio spontanea ajaib versi asbuner lagi... ::)
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: ukhti lovely pada Oktober 01, 2011, 09:18:27 AM
Aduh, pada seneng baca buku Harun yahya, ya? sama donk!
Memang, sampai sekarang teori evolusi masih menjadi perdebatan sengit antara kaum evolusionis dan para ilmuwan muda yang tidak mempercayainya. Dan sekarang mulai terbukti kalau ternyata teori evolusi itu bukannya menjadi sebuah teori tapi malah berkembang menjadi sebuah kepercayaan yang disebut neo-darwinisme. Sebuah kepercayaan yang berkembang dari teori atheisme yaitu teori yang percaya pada benda-benda fisik dan cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. Dan walaupun teori itu sudah lama terbukti tidak sesuai dengan fakta ilmiah semenjak ilmu genetika modern berkembang, tapi mengapa tetap dipercaya oleh para evolusionis dan sebagian orang?

Jawabannya mudah saja, pertama para evolusionis tidak mempunyai pilihan lain selain mendukung teori tersebut. Soalnya, mereka cenderung tidak percaya pada teori penciptaan. karena mereka kebanyakan sangat mendewakan ilmu pegetahuan. Padahal, Aristoteles pun pernah menyatakan, "Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman."

Lalu, kenapa masyarakat yang kebanyakan tidak tahu menahu tentang kepercayaan semacam itu juga jadi percaya terhadap teori tersebut? simpel saja, karena selama ini para evolusionis telah mendoktrin masyarakat yang tidak terlalu mengerti tentang hal ini dengan bukti-bukti yang telah direkayasa dan mengajukan berbagai asumsi yang kesannya "ilmiah" kepada khalayak ramai. Padahal, dengan berpikir menggunakan sebuah otak anak TK saja kita sudah bisa menyatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil.
Coba saja kita survey ke anak TK, kita tanya:
"Dek, tau gak kalo manusia berasal dari kera?"
Kira-kira jawabannya seperti ini:
"Hahaha... mana mungkin? emang aku monyet?"

Jadi, kesimpulannya, saya (pribadi) sih gak percaya. Yaiyalah, kalo emang manusia berevolusi dari kera, kenapa sampe sekarang keranya masih ada? terus kalo evolusi itu kebetulan, kenapa kera gak berevolusi jadi apaan, kek! kenapa bisa jadi makhluk yang memepunyai akal pikiran seperti manusia? Terus, kalo karena mutasi gen, bukannya mutasi hanya menyebabkan kerugian atau tidak menguntungkan sama sekali, ya? terus, kenapa kalo iya kera bermutasi, kok bisa jadi yang super duper lebih baik : manusia?

Ya gak? ya gak?

sama dunk ukhti dulu penggemar harun yahya coba deh cek lagi tentang HY dia tidak punya latar belakang BIOLOGI lulusan sekolah seni, sekarang dia jadi bahan tertawaan para ilmuan, bahkan dia menyangkal telah menulis salah satu karyanya. ck...ck...ck....sain tetap sain HY menggunakan doktrin AL-Quran dari sudut pandang Quran salah kaprah dari sudut pandang sain kita diskusiin di forun ini 
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Pi-Man pada Oktober 01, 2011, 02:24:33 PM
Begitulah jika teori ilmiah dibantah dengan iman.
Judul: Re: [ASK] Asal Mula Kehidupan
Ditulis oleh: Im pada Oktober 01, 2011, 11:07:23 PM
Asal Mula Kehidupan Bermula Dari Kehidupan Itu Sendiri, Ngk Usah Pusing-Pusing Bro ...