Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 07, 2021, 08:40:28 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 54
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 26
Total: 26

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide  (Dibaca 7223 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« pada: Oktober 16, 2009, 08:03:50 AM »
Beberapa kali sempat disinggung mengenai one gene one polypeptide, namun belum ada yang membuka topik tentang ini. Maka, saya memberanikan diri memberikan suatu uraian sederhana mengenai hal tersebut. Mungkin nanti bisa ditambahi oleh bang milmi, bung hendy, atau om syx.... Kandungan informasi genetik berupa DNA dengan urutan nukleotidanya yang spesifik diwariskan sepenjang generasi. Namun, bagaimana DNA mengatur sifat-sifat yang dimiliki oleh organisme? Bagaimana pesan yang terdapat pada DNA bisa diterjemahkan menjadi sifat yang tampak mata seperti rambut pirang, badan tinggi, atau mata lebar? Ingat pada percobaan kacang ercis Gregor Mendel. Sifat pendek yang resesif terhadap sifat tinggi terbukti dapat diwariskan. Namun, bagaimana mekanismenya sehingga organisme yang homozigot untuk alel pendek tersebut bisa sungguh-sungguh pendek? Bagaimanakah cara kerja gen? Ilmuwan menemukan bahwa ternyata ercis pendek yang diberi giberelin mampu tumbuh normal seperti saudaranya yang lain. Ternyata, kacang ercis tersebut tidak memiliki enzim yang dibutuhkan dalam sintesa hormon giberelin. Protein adalah suatu jembatan yang menghubungkan antara genotip dan fenotip!

Archibald Garrod adalah orang yang pertama kali mengusulkan bahwa orang yang menderita penyakit herediter mewarisi ketidakmampuan membuat enzim tertentu dalam tubuh. Dicontohkannya adalah Alkaptonuria, dimana urine penderita akan berwarna hitam karena zat alkapton yang dalam kondisi normal bisa dipecah oleh tubuh. Penderita penyakit ini mengalami ketidakmampuan mensintesa enzim yang digunakan dalam memecah alkapton.

Bukti tambahan mengenai hipotesa tersebut ialah percobaan Edward Tatum dengan cendawan roti. Ketika Wild Type bisa hidup dengan medium minimum, ternyata ada beberapa versi mutan yang baru bisa hidup ketika mediumnya diberi asam amino tertentu. Tatum menyimpulkan bahwa macam-macam mutan tadi mengalami ketidakmampuan mensintesa enzim tertentu, memblok jalur sintesa asam amino yang dibutuhkan. Cacat ini dialami oleh gen tunggal.

Ilmuwan pun mulai merumuskan hipotesa one gene – one enzyme, namun begitu disadari bahwa ternyata banyak sekali protein (produk dari gen juga) yang bukan enzim, ambil contoh insulin (suatu hormon), ahli biologi molekuler meralat hipotesa sebelumnya dan menggantinya dengan one gene – one protein. Namun, banyak protein yang nyatanya terdiri dari beberapa jenis polipeptida yang masing-masing sintesanya diarahkan oleh gen yang berbeda, seperti hemoglobin yang terdirid ari dua jenis polipeptida. Maka, istilah yang lebih tepat adalah one gene – one polypeptide, satu gen mengarahkan sintesa satu polipeptida (walaupun hal ini sekarang terbukti kurang tepat). Bagaimana cara gen mengarahkan sintesa polipeptida? Silahkan cari informasi mengenai “transkripsi”, yakni sintesa mRNA berdasar arahan DNA dan “translasi”, yakni sintesa protein berdasarkan arahan mRNA di ribosom. Bandingkan pula dengan istilah “triplet nukleotida” dan “kodon”.

Seperti yang disebutkan diatas, ternyata istilah one gene – one polypeptide kurang tepat, ada beberapa pengecualian dimana satu gen bisa mengarahkan sintesa lebih dari satu polipeptida fungsional. Bagaimana caranya? Kuncinya adalah pengaturan bagian mana yang menjadi ekson, dan mana yang menjadi intron selama pemrosesan mRNA.

Untuk perbandingan, silahkan dicari arti istilah berikut:
-   5’ Cap
-   3’ Poly A Tail
-   Promoter
-   Box TATA
-   Start Kodon
-   Stop Kodon
-   RNA Splicing
-   snRNP
-   Ekson
-   Intron
"The pen is mightier than the sword"

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« Jawab #1 pada: Oktober 18, 2009, 12:17:17 AM »
Untuk perbandingan, silahkan dicari arti istilah berikut:
Kebetulan saya ada waktu senggang, ini ada link untuk istilah-istiah yang saya tuliskan beberapa hari lalu:
Kutip
-5’ Cap
www.wikipedia.org/wiki/5'_cap
Kutip
-3’ Poly A Tail
www.biology-online.org/dictionary/Poly_a_tail
Kutip
-Promoter
www.wikipedia.org/wiki/Promoter
Kutip
-Box TATA
www.wikipedia.org/wiki/TATA_box
Kutip
-Start Kodon
www.wikipedia.org/wiki/Start_codon
Kutip
-Stop Kodon
www.wikipedia.org/wiki/Stop_codon
Kutip
-RNA Splicing
www.wikipedia.org/wiki/RNA_splicing
Kutip
-snRNP
www.wikipedia.org/wiki/SnRNP
Kutip
-Ekson
www.wikipedia.org/wiki/Exon
Kutip
-Intron
www.wikipedia.org/wiki/Intron
« Edit Terakhir: Oktober 18, 2009, 12:19:19 AM oleh biobio »

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Re: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« Jawab #2 pada: Oktober 31, 2009, 01:29:06 AM »
Ya kalau gitu lebih tepat lagi kalau dibalik, yaitu one polypeptide-one gene.
Sebab, seperti yang saya sebelumnya, bahwa gen tidak selalu mengkode protein. Bisa saja gen mengkode suatu produk fungsional yang berupa RNA.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

Offline cignus

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 211
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • nobitaaaaaaaa
Re: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« Jawab #3 pada: November 02, 2009, 05:39:56 AM »
Ya kalau gitu lebih tepat lagi kalau dibalik, yaitu one polypeptide-one gene.

malah tambah gak ngerti bisa dijelaskan lebih lanjut. mana mungkin polypetide dapat menghasilkan gen

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« Jawab #4 pada: November 02, 2009, 05:53:34 AM »
malah tambah gak ngerti bisa dijelaskan lebih lanjut. mana mungkin polypetide dapat menghasilkan gen
Bukan begitu, kan Bung Hendy bilangnya "one polypeptide-one gene", bukan "one polypeptide makes one gene", maksud Bung Hendy, satu polipeptida dikode oleh satu gen. Analoginya, kita tidak bisa bilang "satu toko, satu pizza" karena toko itu bisa membuat banyak sekali pizza dengan aneka macam rasa. Lebih logis bilang "satu pizza, satu toko", artinya pizza yang anda makan sekarang ini pasti dibuat oleh satu toko tertentu.

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Re: From Gene To Protein, One Gene – One Polypeptide
« Jawab #5 pada: November 17, 2009, 01:52:40 AM »
Bung bio2 setelah saya baca-baca lagi kok ide tentang one gene - one polypeptide tidak valid lagi ya..soalnya ada beberapa polypeptide dalam tubuh kita yang berasal dari beberapa gene melalui mekanisme trans-splicing..nah lo..jd makin pusing..

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
4733 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 11, 2007, 08:24:31 AM
oleh science lover
0 Jawaban
3959 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2007, 04:13:11 PM
oleh science lover
4 Jawaban
6744 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 17, 2007, 05:23:01 PM
oleh reborn
0 Jawaban
4507 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2007, 07:39:59 AM
oleh reborn
1 Jawaban
16481 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 21, 2017, 01:20:12 AM
oleh The Houw Liong