Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 30, 2022, 12:02:32 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 91
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 55
Total: 55

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pernah dibahas gak tentang makhluk "hidup" yang tdk mirip makhluk hidup di bumi?

Dimulai oleh namakuhiroko, September 25, 2009, 01:53:35 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

cignus

hehehe, entah aku ini orang paling skeptik ato orang paling mudah percaya, tapi keliatanya aku orang yg kedua deh.

Kutip dari: Hendy wijaya, MD pada November 05, 2009, 11:06:02 AM
@Cignus
Biar saya perjelas maksud Anda:
Anda baru saja mengatakan bahwa semua ilmu kedokteran saat ini tidak berlaku lagi  hanya gara2 satu orang bangkit dari kematian setelah mati suri selama sehari dan harus diubah semua?Anda ahli di bidang kesehatan atau biologi?

no no no, bukan begitu maksud saya. tentu ada gunanya menggunakan statistik untuk mencari kebenaran, tetapi galat /error dalam sains ada bila kita tidak dapat mendapatkan sebuah kepastian ato qta tidak mengetahui fariabel tersembunyi yg menyebabkan error tersebut. tetapi seharusnya sebisa mungkin qta mencoba mencari kepastian terlebih dahulu. dalam penelitian yg aku sebutkan diatas, bila anda menemukan orang2 semacam ini tetulah penelitian tersebut dapat diulang2 yg merupakan syarat dari metode ilmiah. jadi bukankah seharusnya qta mengambil data dari penelitian ini juga untuk mencari arti sebuah kehidupan. yah ini masalah filosofi sih, aku tetap percaya bahwa "tuhan tidak bermin dadu"

Hendy wijaya, MD

Saya setuju dengan Anda bung cignus.
Memang Tuhan tidak bermain dadu, tidak ada istilah purely random dalam hukum alam..semuanya ada variabel2 tertentu yang saling berinteraksi satu sama lain dalam jalur yang sangat kompleks dan bahkan "almost unpredictable". Kita saja yang membentuk batasan2 dan asumsi2 dasar untuk membentuk suatu paradigma. Nah pada saat2 kritis, dimana ditemukan anomali, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap asumsi dasar kita, jika memang terjadi perubahan asumsi dasar sebagai fondasi paradigma, saat itu jugalah terjadi pergeseran paradigma. Tapi semua itu tentu tetap berada dalam kaidah atau metodologi sains yang berlaku tanpa melibatkan berbagai macam unsur parapsikologi, misticism, hal2 gaib, dll. Tidak melibatkan hal gaib bukan berarti kita tidak percaya Tuhan, ini yang selalu dituduhkan pada para ilmuwan yang berpegang teguh pada hukum sains saat berada dalam dunia sains, bukankah disiplin seperti itu sudah seharusnya dilakukan seperti saat kita berada dalam dunia relijius.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

~Yami~

Trigardatus itu Water Bear yaa?????
Kalau menurut saya sih, definisi makhluk hidup itu sendiri agak sulit dibuat karena masih ada makhluk seperti virus yang masih sulit ditentukan masuk golongan apa...
Bakteri juga bisa membentuk endospora untuk bertahan dari kondisi ekstrim...
saya adalah anak biotek UPH angkatan 2009...
Join us!! ^^

Hendy wijaya, MD

@Yami
Baca posting an bio2 di atas baru komentar
Baca juga postingan ku tentang beda antara virus dan makhluk hidup seluler. Pada intinya 2 jenis makhluk hidup itu tidak bisa dibandingkan sebab unit fungsional dasar nya udah beda.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

faiqhr

gimana klo saya bilang, ada sesuatu yg Tuhan ajarkan kepada seorang penyembah yang tidak ia ajarkan kepada pengilmu, tetapi di antara keduanya terdapat irisan yg (seharusnya) bisa tapi belum dapat ditemukan oleh keduanya,

Hendy wijaya, MD

Saya seorang penyembah bung faiqhr, saya beragama dan tidak pernah meragukan keberadaanNya. Namun saya juga seorang pengilmu..
Dari kata2 anda kok mengimplikasikan kalau seorang pengilmu berarti seorang kafir..dan seorang penyembah adalah seorang yang tidak berilmu..Ingat penyembah dan pengilmu BUKAN dua kutub berbeda tapi aspek yang saling melengkapi hidup manusia, hati dan otak.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

Mat Dillom

Kutip dari: cignus pada Oktober 31, 2009, 01:33:17 PM
klo penelitian tentang trigardatus gimana bung hendi, dalam penelitian itu hewan tersebut dikeringkan selama berbulan-bulan (2bulan) sehingga tidak ada unsur yg masuk ato keluar artinya tidak ada metabolisme tapi setelah 2 bulan diberi air lagi ia hidup lagi, bila diberinya lebih dari 2bulan ia akan mati. lalu penelitian tentang ahli yogi yg dikubur hidup2 sampe 1bulan kemudian hidup kembali itu gimana mas hendi, hayooo?

Coba Anda ke toko kimia. Belilah ragi (bakteri Saccharomyces Cerevisiae). Ragi itu tersimpan dalam kotak kedap udara bertahun-tahun (bukan cuma berbulan2). Tapi bakterinya masih hidup. Saya biasa gunakan untuk fermentasi membuat tape dan etanol. Bukan hal yang aneh kok.

faiqhr

bung hendy, saya tidak bilang klo seorang penyembah tidak berilmu dan seorang ilmuwan tidak beriman, saya hanya mengatakan 'ada' sisi di mana Tuhan hanya menampakkannya kepada seorang penyembah dan 'ada' pula sisi di mana Tuhan hanya menampakkannya kepada seorang pengilmu. coba saja anda tanyakan kepada para kyai2 sepuh yang anda tahu tentang metode transkripsi DNA, apa mereka tahu?

Hendy wijaya, MD

@faiqhr
Awalnya, Anda bilang "ajarkan" dan "tidak diajarkan", bukan "penampakan sisi yang lain"..tolong baca lagi makna kata2 Anda yang pertama itu jelas berbeda dengan makna kata2 Anda yang terakhir.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

faiqhr

interpretasi yg berbeda, menurut saya itu sama saja. maaf kalo kata2nya salah,

Hendy wijaya, MD

Waduh ga ada yang perlu dimaafkan bung..nyantai aja..salah interpretasi bisa terjadi dimana aja.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio