Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

November 29, 2021, 07:07:04 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 33
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Pernah dibahas gak tentang makhluk "hidup" yang tdk mirip makhluk hidup di bumi?  (Dibaca 18175 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline cignus

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 211
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • nobitaaaaaaaa
hehehe, entah aku ini orang paling skeptik ato orang paling mudah percaya, tapi keliatanya aku orang yg kedua deh.

@Cignus
Biar saya perjelas maksud Anda:
Anda baru saja mengatakan bahwa semua ilmu kedokteran saat ini tidak berlaku lagi  hanya gara2 satu orang bangkit dari kematian setelah mati suri selama sehari dan harus diubah semua?Anda ahli di bidang kesehatan atau biologi?

no no no, bukan begitu maksud saya. tentu ada gunanya menggunakan statistik untuk mencari kebenaran, tetapi galat /error dalam sains ada bila kita tidak dapat mendapatkan sebuah kepastian ato qta tidak mengetahui fariabel tersembunyi yg menyebabkan error tersebut. tetapi seharusnya sebisa mungkin qta mencoba mencari kepastian terlebih dahulu. dalam penelitian yg aku sebutkan diatas, bila anda menemukan orang2 semacam ini tetulah penelitian tersebut dapat diulang2 yg merupakan syarat dari metode ilmiah. jadi bukankah seharusnya qta mengambil data dari penelitian ini juga untuk mencari arti sebuah kehidupan. yah ini masalah filosofi sih, aku tetap percaya bahwa "tuhan tidak bermin dadu"

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Saya setuju dengan Anda bung cignus.
Memang Tuhan tidak bermain dadu, tidak ada istilah purely random dalam hukum alam..semuanya ada variabel2 tertentu yang saling berinteraksi satu sama lain dalam jalur yang sangat kompleks dan bahkan "almost unpredictable". Kita saja yang membentuk batasan2 dan asumsi2 dasar untuk membentuk suatu paradigma. Nah pada saat2 kritis, dimana ditemukan anomali, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap asumsi dasar kita, jika memang terjadi perubahan asumsi dasar sebagai fondasi paradigma, saat itu jugalah terjadi pergeseran paradigma. Tapi semua itu tentu tetap berada dalam kaidah atau metodologi sains yang berlaku tanpa melibatkan berbagai macam unsur parapsikologi, misticism, hal2 gaib, dll. Tidak melibatkan hal gaib bukan berarti kita tidak percaya Tuhan, ini yang selalu dituduhkan pada para ilmuwan yang berpegang teguh pada hukum sains saat berada dalam dunia sains, bukankah disiplin seperti itu sudah seharusnya dilakukan seperti saat kita berada dalam dunia relijius.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

Offline ~Yami~

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 9
  • IQ: 0
  • Gender: Pria
Trigardatus itu Water Bear yaa?????
Kalau menurut saya sih, definisi makhluk hidup itu sendiri agak sulit dibuat karena masih ada makhluk seperti virus yang masih sulit ditentukan masuk golongan apa...
Bakteri juga bisa membentuk endospora untuk bertahan dari kondisi ekstrim...
saya adalah anak biotek UPH angkatan 2009...
Join us!! ^^

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
@Yami
Baca posting an bio2 di atas baru komentar
Baca juga postingan ku tentang beda antara virus dan makhluk hidup seluler. Pada intinya 2 jenis makhluk hidup itu tidak bisa dibandingkan sebab unit fungsional dasar nya udah beda.

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 264
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • faiqhr
gimana klo saya bilang, ada sesuatu yg Tuhan ajarkan kepada seorang penyembah yang tidak ia ajarkan kepada pengilmu, tetapi di antara keduanya terdapat irisan yg (seharusnya) bisa tapi belum dapat ditemukan oleh keduanya,

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Saya seorang penyembah bung faiqhr, saya beragama dan tidak pernah meragukan keberadaanNya. Namun saya juga seorang pengilmu..
Dari kata2 anda kok mengimplikasikan kalau seorang pengilmu berarti seorang kafir..dan seorang penyembah adalah seorang yang tidak berilmu..Ingat penyembah dan pengilmu BUKAN dua kutub berbeda tapi aspek yang saling melengkapi hidup manusia, hati dan otak.
« Edit Terakhir: November 27, 2009, 12:01:47 PM oleh Hendy wijaya, MD »

Offline Mat Dillom

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 620
  • IQ: 23
klo penelitian tentang trigardatus gimana bung hendi, dalam penelitian itu hewan tersebut dikeringkan selama berbulan-bulan (2bulan) sehingga tidak ada unsur yg masuk ato keluar artinya tidak ada metabolisme tapi setelah 2 bulan diberi air lagi ia hidup lagi, bila diberinya lebih dari 2bulan ia akan mati. lalu penelitian tentang ahli yogi yg dikubur hidup2 sampe 1bulan kemudian hidup kembali itu gimana mas hendi, hayooo?

Coba Anda ke toko kimia. Belilah ragi (bakteri Saccharomyces Cerevisiae). Ragi itu tersimpan dalam kotak kedap udara bertahun-tahun (bukan cuma berbulan2). Tapi bakterinya masih hidup. Saya biasa gunakan untuk fermentasi membuat tape dan etanol. Bukan hal yang aneh kok.

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 264
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • faiqhr
bung hendy, saya tidak bilang klo seorang penyembah tidak berilmu dan seorang ilmuwan tidak beriman, saya hanya mengatakan 'ada' sisi di mana Tuhan hanya menampakkannya kepada seorang penyembah dan 'ada' pula sisi di mana Tuhan hanya menampakkannya kepada seorang pengilmu. coba saja anda tanyakan kepada para kyai2 sepuh yang anda tahu tentang metode transkripsi DNA, apa mereka tahu?

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
@faiqhr
Awalnya, Anda bilang "ajarkan" dan "tidak diajarkan", bukan "penampakan sisi yang lain"..tolong baca lagi makna kata2 Anda yang pertama itu jelas berbeda dengan makna kata2 Anda yang terakhir.

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 264
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • faiqhr
interpretasi yg berbeda, menurut saya itu sama saja. maaf kalo kata2nya salah,

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Waduh ga ada yang perlu dimaafkan bung..nyantai aja..salah interpretasi bisa terjadi dimana aja.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
104 Jawaban
70787 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2010, 01:17:27 AM
oleh nandaz
46 Jawaban
30085 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2016, 12:10:45 PM
oleh Monox D. I-Fly
5 Jawaban
8822 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2008, 10:29:24 PM
oleh syx
makhluk hidup abadi

Dimulai oleh nandaz « 1 2 3 4 » Biologi

55 Jawaban
36467 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2010, 01:12:56 AM
oleh Hendy wijaya, MD
54 Jawaban
170400 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2010, 10:31:29 AM
oleh bimabot