Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 22, 2022, 12:38:49 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 15
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 16
Total: 16

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: reproduksi seksual  (Dibaca 6740 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
reproduksi seksual
« pada: Desember 01, 2011, 02:27:25 PM »
Organisme sederhana biasanya bereproduksi secara aseksual, sedangkan organisme yg lebih kompleks biasanya bereproduksi secara seksual.
Apa saja keuntungan dari reproduksi seksual Dan korelasinya dengan kompleksitas organisme?
once we have eternity, everything else can wait

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 538
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
Re:reproduksi seksual
« Jawab #1 pada: Desember 01, 2011, 11:22:44 PM »
Salah satu keuntungan reproduksi seksual adalah memperkaya gene pool dari spesies tsb. yg pada akhirnya akan membantu spesies tsb. utk survive.

Misalkan: suatu organisme bereproduksi scr aseksual, keturunannya akan memiliki DNA yg sama dg induknya. Ketika ada parasit yg berhasil menginfeksi organisme tsb, baik induk maupun keturunan akan terinfeksi. Alhasil satu spesies bisa langsung punah oleh sang parasit.

Sebaliknya dg organisme yg bereproduksi scr seksual: keturunannya akan memiliki variasi gen yg berbeda dari gabungan DNA kedua orang tuanya. Dg cara ini, adaptasi dan seleksi alam terjadi. Ketika ada parasit yg berhasil menginfeksi satu generasi, parasit tsb akan kesulitan menginfeksi keturunan organisme tsb yg telah beradaptasi. Alhasil, spesies tsb. lebih survive.

Teori ini baru2 ini dibuktikan dg salah satu eksperimen yg dilakukan oleh grup riset dari Indiana University. Dg manipulasi genetik, sejenis cacing C. elegans dibuat bereproduksi scr seksual dan aseksual. Kedua grup ini kemudian dibiakkan bersama2 dg bakteri patogen yg bisa berevolusi bersama2 dg si cacing. Hasilnya, grup C. elegans yg bereproduksi scr aseksual dg cepat punah ketika terinfeksi oleh sang bakteri patogen. Sebaliknya, grup C. elegans yg bereproduksi scr seksual menghasilkan keturunan yg mampu beradaptasi dan lebih resisten terhadap serangan sang bakteri patogen.

Referensi lebih lanjut:
"Running with the Red Queen: Host-Parasite Coevolution Selects for Biparental Sex," Science, July 8, 2011, by: L.T. Morran; O.G. Schmidt; I.A. Gelarden; R.C. Parrish II; C.M. Lively, Indiana University.
« Edit Terakhir: Desember 01, 2011, 11:26:10 PM oleh peregrin »
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:reproduksi seksual
« Jawab #2 pada: Desember 02, 2011, 12:48:49 AM »
Oya, dulu pernah baca, sebagian besar mutasi itu bersifat netral, sebagian lagi merugikan (bahkan mematikan), hanya sebagian kecil yang menguntungkan. (Seingat saya tulisannya R. Dawkins, tapi lupa judulnya.)

Jadi dengan reproduksi aseksual, peluang terkumpulnya gen-gen baik dalam satu individu sangat-sangat kecil. Jika mutasi yang menguntungkan itu disertai dengan mutasi yang mematikan, gen baik hasil mutasi akan ikut musna dengan matinya individu mutan.

Peluang dengan reproduksi seksual lebih besar, karena gen baik hasil mutasi disharing dengan individu lain. CMIIW.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re:reproduksi seksual
« Jawab #3 pada: Desember 03, 2011, 03:02:02 PM »
Salah satu keuntungan reproduksi seksual adalah memperkaya gene pool dari spesies tsb. yg pada akhirnya akan membantu spesies tsb. utk survive.

Misalkan: suatu organisme bereproduksi scr aseksual, keturunannya akan memiliki DNA yg sama dg induknya. Ketika ada parasit yg berhasil menginfeksi organisme tsb, baik induk maupun keturunan akan terinfeksi. Alhasil satu spesies bisa langsung punah oleh sang parasit.

Sebaliknya dg organisme yg bereproduksi scr seksual: keturunannya akan memiliki variasi gen yg berbeda dari gabungan DNA kedua orang tuanya. Dg cara ini, adaptasi dan seleksi alam terjadi. Ketika ada parasit yg berhasil menginfeksi satu generasi, parasit tsb akan kesulitan menginfeksi keturunan organisme tsb yg telah beradaptasi. Alhasil, spesies tsb. lebih survive.

Teori ini baru2 ini dibuktikan dg salah satu eksperimen yg dilakukan oleh grup riset dari Indiana University. Dg manipulasi genetik, sejenis cacing C. elegans dibuat bereproduksi scr seksual dan aseksual. Kedua grup ini kemudian dibiakkan bersama2 dg bakteri patogen yg bisa berevolusi bersama2 dg si cacing. Hasilnya, grup C. elegans yg bereproduksi scr aseksual dg cepat punah ketika terinfeksi oleh sang bakteri patogen. Sebaliknya, grup C. elegans yg bereproduksi scr seksual menghasilkan keturunan yg mampu beradaptasi dan lebih resisten terhadap serangan sang bakteri patogen.

Referensi lebih lanjut:
"Running with the Red Queen: Host-Parasite Coevolution Selects for Biparental Sex," Science, July 8, 2011, by: L.T. Morran; O.G. Schmidt; I.A. Gelarden; R.C. Parrish II; C.M. Lively, Indiana University.

Setuju sekali dengan peregrin.
Kemampuan reproduksi seksual membantu memperkaya variasi gene di gene pool yang membantu keseluruhan gene pool tersebut melakukan adaptasi evolusioner terhadap perubahan-perubahan yang etrjadi di lingkungan, coba baca tulisan saya di sini:
http://www.forumsains.com/biologi/meluruskan-miskonsepsi-evolusi-dinamika-populasi-spesiasi-(neo)-darwinian/msg25838/?topicseen#msg25838

Sebenarnya bagu organisme yang bereproduksi secara aseksual pun, keanekaragaman gene pool dapat tercapai melalui adanya mutasi, namun dengan rate yang lebih minim tentunya.
"The pen is mightier than the sword"

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:reproduksi seksual
« Jawab #4 pada: Desember 08, 2011, 02:37:42 AM »
Dulu waktu kecil sempat heran, bagaimana beberapa organisme tingkat tinggi/kompleks bisa berkembang biak secara aseksual, seperti pohon pisang, cocor bebek, beberapa jenis kadal dan serangga. Padahal untuk mencapai kompleksitas tinggi tanpa rekombinasi genetik peluangnya sanhgat kecil.
Belakangan saya baca bahwa organisme tersebut berasal dari spesies yang bereproduksi secara seksual, namun kemudian mengalami mutasi atau hybridisasi sehingga memiliki kemampuan reproduksi aseksual. Contohnya parthenogenesis pada beberapa jenis kadal berasal dari hybridisasi dua spesies kadal yang berbeda. CMIIW

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
18 Jawaban
13752 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2008, 02:57:36 AM
oleh eky
1 Jawaban
4367 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 17, 2008, 10:03:16 AM
oleh ahmad fauzan
17 Jawaban
8685 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2009, 11:53:24 AM
oleh Nabih
11 Jawaban
100228 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 22, 2010, 02:24:08 PM
oleh ka-chan
2 Jawaban
8776 Dilihat
Tulisan terakhir September 17, 2009, 11:28:56 PM
oleh milmi