Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 04, 2021, 08:08:26 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 38
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 29
Total: 29

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Regenerasi rambut untuk mengatasi masalah kebotakan?  (Dibaca 9381 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 538
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
Regenerasi rambut untuk mengatasi masalah kebotakan?
« pada: November 01, 2007, 09:49:20 AM »
Sumber: Nature 447 (17 Mei 2007) - buat yang tertarik baca artikel aslinya (ada 2), silahkan diunduh di arsip nalaryogya  :D


Kebotakan adalah masalah yang tidak diinginkan. Sebuah studi di Maryborough, Central Victoria (Australia) menunjukkan bahwa prevalensi kerontokan rambut bagian depan-tengah kepala meningkat seiring bertambahnya usia dan menimpa 57% wanita dan 73.5% pria berusia 80 tahun ke atas. Pola kebotakan yang sering kita lihat pada pria biasanya telah tampak pada usia 25 tahun ke atas.
Berbagai cara biasa ditempuh untuk mengatasi masalah kebotakan ini, mulai dari pemakaian obat minum, terapi hormon, hingga transplantasi rambut.

Pada umumnya, kemampuan regenerasi mamalia dewasa sangat terbatas. Ini bisa terjadi karena keterbatasan jumlah stem cells atau tidak adanya transmisi signal yang diperlukan. Namun, dalam artikel terbarunya di Nature, Ito et al menunjukkan bahwa epidermis, lapisan terluar kulit, dari mencit dewasa yang terluka mampu melakukan regenerasi folikel rambut pada saat lukanya mengalami penyembuhan secara alami.  Kemampuan ini bergantung pada tipe luka yang terjadi pada kulitnya.

Fenomena pertumbuhan rambut baru pada kulit yang sembuh dari luka sebenarnya telah diamati pada mencit, kelinci dan manusia sekitar 50 tahun yang lalu. Namun karena tidak adanya penelitian dan bukti-bukti yang meyakinkan, fenomena ini terlupakan begitu saja. Sekarang, dengan kemajuan teknologi biologi molekuler, grup riset Ito et al berhasil melakukan eksperimen yang mengkonfirmasi kemampuan regenerasi folikel rambut ini. 

Dalam artikel Nature tersebut, ditunjukkan bahwa ketika luka yang lebar (1-2.25 cm2) dibuat pada mencit, di mana diameter bagian kulit yang mengalami penutupan dan penyembuhan akan lebih lebar dari 0.5 cm, rambut-rambut baru terbentuk di bagian tengah bekas luka tersebut. Pada mulanya, grup riset tersebut sebenarnya hanya bermaksud melakukan penelitian tentang perjalanan stem cells folikel rambut, sehingga mereka sengaja membiarkan luka di mencit terbuka agar mengalami penutupan dan penyembuhan secara alami. Jadi, kombinasi dari desain experimen yang kreatif dan observasi yang tajam membawa mereka ke penemuan yang menarik ini.

Dari mana asal stem cells yang menghasilkan rambut-rambut baru ini? Ito et al kemudian melakukan label genetik pada stem cells yang berada di bulge (bagian yang menggembung) dari folikel rambut, juga pada sel-sel epidermis di antara folikel rambut. Mereka menemukan bahwa pertumbuhan rambut-rambut baru tersebut berasal dari sel-sel epidermis, bukan berasal dari stem cells yang terdapat di bulge folikel rambut. Namun belum diketahui apakah regenerasi ini dimulai dari stem cells epidermis ataukah dari diferensiansi sel-sel epidermis dewasa.

Ito et al juga menemukan bahwa terjadinya luka menstimulasi protein Wnt, suatu protein yang merupakan bagian dari transmisi signal untuk pertumbuhan rambut dan bersepeda. Inhibisi protein tersebut menunjukkan secara signifikan berkurangnya jumlah rambut baru yang tumbuh saat penyembuhan luka. Sebaliknya, ketika aktivitas protein Wnt tersebut distimulasi, jumlah rambut baru juga meningkat secara signifikan. Proses ini mirip dengan apa yang terjadi pada saat perkembangan embrio, sehingga mungkin sekali ada kemiripan transmisi signal dan molekul-molekul yang terlibat dalam pertumbuhan rambut pada saat perkembangan embrio dan penyembuhan luka di kulit mamalia dewasa. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Penutupan luka dengan cepat (penyembuhan luka) tentu penting. Namun penelitian-penelitian yang lebih berfokus pada regenerasi akan bisa membantu kita untuk menciptakan kondisi penyembuhan yang lebih sesuai, sehingga regenerasi organ (contoh: pertumbuhan rambut baru) juga dimungkinkan. Antara kulit manusia dan mencit tentu berbeda, sehingga temuan Ito et al tersebut masih harus diteliti lebih lanjut pada manusia. Namun penemuan mereka membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam usaha-usaha terapi kebotakan (alopecia), tissue engineering, dan regenerasi organ tubuh.
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Re: Regenerasi rambut untuk mengatasi masalah kebotakan?
« Jawab #1 pada: Juli 29, 2008, 02:43:55 PM »
Naikin lagi ah, siapa tau ada yang belum liat.
Full textnya ada di http://nalaryogya.com :
1. Regenerative biology: New hair from healing wounds - Nature 447, 265-266 (17 May 2007)
2. Wnt-dependent de novo hair follicle regeneration in adult mouse skin after wounding - Nature 447, 316-321 (17 May 2007)

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
7437 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 12, 2008, 03:47:14 AM
oleh insan sains
15 Jawaban
9669 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2009, 10:37:07 AM
oleh raisuien
18 Jawaban
9907 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2013, 11:47:33 PM
oleh raisuien
2 Jawaban
4762 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2010, 09:26:38 AM
oleh peregrin
18 Jawaban
12559 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2011, 11:19:08 AM
oleh hafizh