Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Desember 04, 2022, 08:10:05 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,639
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 46
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 38
Total: 38

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

DNA IS NOT A Blue Print of Life

Dimulai oleh Hendy wijaya, MD, Desember 21, 2009, 08:07:24 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Hendy wijaya, MD

DNA, seperti yang telah banyak dikenal orang sebagai molekul pembawa sifat, sering disebut sebagai the blue print of life atau, dalam bahasa indonesia disebut sebagai cetak biru kehidupan walaupun sebenarnya istilah atau sebutan itu tidaklah cocok dengan fungsi DNA yang sesungguhnya. Sebelum melangkah lebih jauh sekiranya per;u dibahas terlbeih dahulu apa yang disebut dengan blue print. Blue print atau cetak biru adalah rancang bangun atau desain arsitektur suatu produk yang bisa berupa bangunan, pesawat, kapal laut, mobil dan lain sebagainya. Jadi, dari definisi terebut dapat ditarik beberapa poin penting, di antaranya, pertama, cetak biru adalah suatu gambaran dua dimensi. Kedua, dalam cetak biru terdapat gambaran langsung dari produk yang didesain. Dengan demikian seseorang bisa langsung mengerti bentuk jadi dan memperkirakan fungsi dari produk tersebut hanya dengan melihat cetak birunya. Ketiga, masing masing bagian dalam cetak biru merupakan suatu modul fungsional dari desain secara keseluruhan, seperti misalnya ruang-ruang dalam bangunan, mesin atau modul dari pesawat dan lain-lain.



Sekarang kita masuk ke dalam penjelasan singkat apa itu sebenarnya DNA. DNA singkatan dari Deoxyribonucleic Acid merupakan polimer molekul asam nukleat yang membentuk barusan penyandi empat digit (A, T, G dan C) dan berfungsi sebagai molekul pembawa pesan genetis guna membentuk suatu individu. Dalam definisi ini dapat dilihat jelas bahwa terdapat perbedaan konseptual yang sangat signifikan dari pengetian cetak biru secara umum.



Perbedaan-perbedaan tersebut di antaranya adalah, pertama, DNA merupakan kode satu dimensi, yaitu berupa barisan kode empat digit basa nitrogen adenosine (A), thymine (T), guanosine (G) dan cytosine (C) yang dibaca dengan arah tertentu seperti kita membaca tulisan dari kanan ke kiri. Kedua, segmen DNA fungsional tertentu yang disebut gen memang menghasilkan suatu produk, tapi kita tidak dapat memprediksikan fungsinya secara langsung hanya dengan melihat deretan kode empat digitnya. Ketiga, dari barisan kode itu saja tidak seorang pun dapat mengetahui ataupun bahkan hanya memprediksi morfologi atau bahkan perilaku makhluk hidup terkait seperti halnya anda tidak bisa memprediksi bentuk kue tart hanya dengan melihat resepnya. Sebenarnya daripada disebut sebagai cetak biru, DNA jauh lebih cocok disebut sebagai resep untuk membuat makhluk hidup.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

xSaVioRx

If someone feels that they had never made a mistake in their life,then it means that they had never tried a new thing in their life ~ Einstein

Huriah M Putra

Lebih cocok disebut cetak biru yang dibuat oleh orang yang bodoh...
Kerangka untuk suatu individu, tapi dalam keadaan yang acak2an dan tidak terbaca.

Kalau resep juga jelas.. Apa2 yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya..
Apa2 yang dilakukan..
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

xSaVioRx

hahahaha..bisa ga kita sebut cetak biru yg dibuat oleh seorang ahli kode hebat,karena bisa mengkonversi berbagai macam 'resep' menjadi bentuk kode yg hnya 4 digit..haha..
If someone feels that they had never made a mistake in their life,then it means that they had never tried a new thing in their life ~ Einstein

Huriah M Putra

Kalo mau sebut kode hebat, cetak birunya harus diganti..
Soalnya, cetak biru itu agar kita bisa melihat satu rancangan langsung dari cetak biru itu saja..
Kalau mau masukin kode, mungkin kalimatnya jadi gini:

Teka-teki mengenai suatu individu yang dibuat oleh seorang ahli kode hebat.


Kalau tetep ada cetak birunya, ya tetep:

Cetak biru yang dibuat oleh orang yang bodoh..
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

Hendy wijaya, MD

Resep untuk membuat makhluk hidup jauh lebih cocok dibandingkan istilah blue print dengan argumen yang saya sebutkan di atas. Masalah kode 4 digit, itu hanyalah perbedaan bahasa, bahasa sel, dan bahasa indonesia. Bahasa apapun pada dasarnya adalah lambang, simbol atau pengkodean informasi, sama persis seperti fenomena pengkodean informasi dalam bentuk basa nitrogen. Kalau anda sering melihat sekuens DNA, anda akan sering menjumpai bahwa sekuens tersebut bagaikan resep, yang tidak hanya menyebutkan bahan (asam amino atau produk fungsional lain) tapi juga menyatakan saat apa, di mana  dan seberapa banyak produk itu itu dihasilkan lewat regulatory region nya, misalkan promoter, proximal promoter region, enhancer, silencer, response elements, dll.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio