Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

September 28, 2022, 07:24:21 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 33
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Ternyata Seekor Ayam Bisa Lebih Pintar Dari Seorang Balita, Lho..

Dimulai oleh prahasetio, Agustus 10, 2014, 01:05:04 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

prahasetio

Banyak orang berfikir bahwa ayam merupakan binatang yang sangat cocok dijadikan sebagai menu santapan. Akan tetapi, pemikiran seperti ini tampaknya tidak sesuai dengan apa yang ada di benak Profesor Christine Nicol dari Universitas Bristol, yang mengklaim bahwa ayam sebenarnya cukup pintar.

Menariknya lagi, informasi yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun membuatnya Nicol mengklaim bahwa ayam mungkin saja memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dari sebagian besar balita.

Profesor tersebut juga menjelaskan bahwa ayam telah menguasai keterampilan kompleks seperti berhitung, kontrol diri, dan rekayasa struktural. Cukup mengejutkan memang penjelasan yang dikemukakan oleh Nicole, terkait klaimnya atas tingkat kepintaran ayam.

Dilansir dari Softpedia, Kamis (20/6/2013), gagasan mengenai ayam yang mengetahui rekayasa struktural, diduga terbukti ketika beberapa burung menunjukkan perhatian lebih, terhadap diagram yang menunjukkan suatu benda dapat dibangun.

Nicol juga menambahkan bahwa anak-anak bahkan butuh waktu hingga berusia 4 tahun untuk mengetahui rekayasa struktural, berhitung, dan lain sebagainya. Sedangkan ayam, mulai memamerkan kekuatan otak mereka hanya beberapa jam setelah melangkah keluar dari telur.

"Ayam mungkin tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap matematika, ilmu pengetahuan, dan sastra dunia. Akan tetapi, binatang ini memiliki kapasitas untuk menguasai keterampilan dan mengembangkan kemampuan yang lebih cepat dari anak manusia," tambah Nicol.[/font]

embrio11s

iya lah.. memang beberapa saat setelah dilahirkan *sejak kapan ayam melahirkan?  ???*, ayam kan udah langsung bisa lari.. lha manusia? cuma bisa nangis  ;D
FYI, tipe burung yang anaknya aktif setelah telur menetas disebut altricial, sebaliknya disebut precocial.

Kalau dihubungkan dengan 'kepintaran', mungkin ada hubungannya dengan perkembangan otak kali yak. Kalau ayam perkembangan otak mencapai 'puncak' ketika sesaat sebelum keluar dari telur, sedangkan manusia perkembangan otak masih berlanjut setelah dilahirkan. #opini
jadi ketika anak ayam langsung baligh* ketika dia menetas dari telur dong?  ???
* mencapai usia kematangan berpikir

ssdestroyer

begitu ya berarti acara tv yang saya tonton dulu benar. Tapi yang diteliti adalah burung macaw

Monox D. I-Fly

Kutip dari: embrio11s pada November 02, 2014, 08:39:00 PM
FYI, tipe burung yang anaknya aktif setelah telur menetas disebut altricial, sebaliknya disebut precocial.

Berarti tipe burung yang masih perlu belajar terbang itu precocial?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Farabi

Kecerdasan makhluk hidup harusnya dilihat dari bagaimana caranya bertahan hidup bersama sama. Kalau melihat secara individu virus terlihat lebih bodoh, tapi dalah skala massal, virus itu cerdas, tidak saling mematikan antar sesamanya, bahkan dalam kondisi inang hampir matipun virus tetap bekerja sama untuk mensekresikan cairan supaya generasi baru tetap lahir. Bandingkan dengan manusia. Tapi kalau kita mengukur kecerdasan dari tingkat memahami sesuatu memang manusia sepintas unggul, tapi harus dilihat juga, kadang suatu pemahaman bisa merusak, apalagi pemahaman sepotong disertai dorongan kuat untuk mempraktekan. Kita bisa melihat lab yang meledak, atau produsen kosmetik yang memakai bahan berbahaya. Hanya memang dalam kondisi ideal, manusia jauh lebih bisa bertahan hidup bersama sama dibandingkan virus, karena manusia sederajat lebih maju dalam pemahamannya, tapi secara instinct manusia jauh lebih primitive daripada binatang, bandingkan saja dengan semut, semut secara instinctive akan bekerja sama mengumpulkan makanan, sedangkan manusia sibuk menyetok makanan dengan tidak menyisakan yang lain sampai mati.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

MuhammadRyan

Simpel. ayam itu pake Insting.

Mungkin kita kaget, kok ayam bisa ngitung... tpi jgn salah, gk ada yg namanya ayam bisa nyelesa'in 1+3... tapi ada balita 3 tahun yg bisa ngelaku'in nya. Ayam cmn mengetahui nominal barang doang, sma kyk hewan yg lain, jdi cmn tau... ranting ini ada 3, ada 4, ada 5... sgitulah, tpi ayam gk menggunakan angka atau nominal, jdi msih 0 dibanding monyet...

Penahanan emosi?... slama dia punya Amigdala dan sistem limbik, harusnya selalu bisa... bayi jga punya gituan, makanya klo dia digendong orang gk dikenal... dia langsung nangis.

Mtur nuwun.
"Saat gerah keterlaluan"
"MATAHARI ADA DUA!!!"
"Liat ABG Kumisan..."
"Asli gak tahan, pake ini itu gak mempaaaan!"

embrio11s

Dalam kajian ilmu perilaku ada istilah stereotype & non-stereotype behavior learning.
Salah satu bentuk perilaku stereotype adalah insting. Instinct (insting) is typically fixed pattern of behavior in animals in response to certain stimuli. Contohnya: rayap membangun sarang, pembagian kerja pada lebah, dll.

Kutip dari: prahasetio pada Agustus 10, 2014, 01:05:04 PM
....
Menariknya lagi, informasi yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun membuatnya Nicol mengklaim bahwa ayam mungkin saja memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dari sebagian besar balita.
Profesor tersebut juga menjelaskan bahwa ayam telah menguasai keterampilan kompleks seperti berhitung, kontrol diri, dan rekayasa struktural. Cukup mengejutkan memang penjelasan yang dikemukakan oleh Nicole, terkait klaimnya atas tingkat kepintaran ayam.
...
Kalau kemampuan berhitung dan lainnya bukan lagi insting, melainkan sudah masuk non-stereotype behavior learning. Perilaku yang diperoleh dari proses belajar (learning) perlu memori. Memori berkaitan dengan fisiologi otak. Pola perkembangan otak manusia dan ayam berbeda. Hal ini yang jadi penyebab ayam lebih "pintar" daripada balita. Jawaban dikembalikan ke konsep pertumbuhan dan perkembangan.