Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 26, 2021, 09:15:29 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 63
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 41
Total: 41

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Balanced Polymorphism  (Dibaca 3427 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Balanced Polymorphism
« pada: September 30, 2009, 11:57:36 AM »
Ada kalanya seleksi alam mempertahankan variasi pada beberapa lokus gen. Hal ini disebut balanced polymorphism atau polimorfisme (yang ter)seimbang(kan). Mekanisme utamanya adalah heterozygous advantage atau keuntungan heterozigot. Jika individu heterozigot lebih sintas dibandingkan homozigot, kedua alel akan dipertahankan pada lokus tersebut.

Pada manusia salah satu keuntungan heterozigot tampak pada salah satu lokus gen rantai hemoglobin. Individu homozigot pada alel HBs resesif terkena "sickle cell disease", menghasilkan substitusi asam amino tertentu pada rantai molekul hemoglobin. Sementara itu, homozigot lainnya rentan terkena malaria. Heterozigot pun akan lebih diuntungkan karena terhindar dari malaria dan "sickle cell disease".

Sementara itu, hybrid vigor atau keunggulan hibrida adalah contoh keuntungan heterozigot pada tumbuhan. Mungkin disebabkan segregasi alel resesif yang berbahaya ketika berada dalam kondisi homozigot.

Bandingkan pula dengan istilah-istilah berikut:
1. frequency dependent selection
2. balanced lethal system
"The pen is mightier than the sword"

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 699
  • IQ: 25
  • Gender: Pria
Re: Balanced Polymorphism
« Jawab #1 pada: Oktober 04, 2009, 03:40:32 AM »
Heterozygous advantages pad sickle cell disease memang bisa dipahami dengan mudah, tapi apa yang terjadi dengan thalasemia?mengapa thalasemia juga memiliki heterozygous advantages pada daerah endemi malaria?
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio