Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juni 22, 2021, 01:47:46 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139653
  • Total Topik: 10396
  • Online Today: 69
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 70
Total: 70

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage  (Dibaca 16034 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« Jawab #30 pada: Februari 28, 2015, 10:54:31 PM »
1. bukankah black hole sendiri adalah bentuk penyusutan alam semesta (alam semesta dalam proses terkompresi)? meskipun berasal dari bintang raksasa meledak.
Lebih baik dikatakan ruang-waktu yang terkompresi.

2. apakah sudah ada buktinya black hole bisa lenyap? atau justru semakin membesar?
Kalau membesar, itu dimungkinkan.
Apalagi saat dua black hole bertabrakan (misal saat tabrakan antar galaksi).
Tapi sejarah pengamatan manusia atas black hole terlalu singkat untuk bisa mengamatinya.

3. mungkinkah terjadi lubang-lubang hitam di seluruh alam semesta semakin banyak dan bersatu? dan apa yang terjadi kalau semua lubang hitam bersatu?
Teoritisnya bisa.
Tapi karena gravitasi black hole sebanding dengan massa, sedang bahkan galaksi-galaksi yang ada saja saling menjauh untuk kluster yang berbeda, sulit membayangkan semua black hole menyatu. Kecuali ada hal-hal yang belum kita ketahui yang krusial dalam hal ini.

dan soal alam semesta makin banyak bintang, sepertinya skenario kiamat kedua versi ytridyrevsielixetuls mengarah para paradox Olber. beberapa waktu lalu di thread soal usulan percobaan apakah bumi berotasi, sempat dibahas. dan sepertinya pandangan ytridyrevsielixetuls tidak sejalan dengan solusi paradox tersebut (tapi tidak sependapat juga dengan solusi geocentrist). jadinya bikin asumsi sendiri.
Pantas pandangannya rada asing...

Offline ytridyrevsielixetuls

  • To Kick Out Fake Critical Thinkers!
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 687
  • IQ: 219
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« Jawab #31 pada: Maret 03, 2015, 09:15:26 PM »
paradox Olber kurang lebih maksudnya alam semesta ini sudah terang benderang baik siang maupun malam karena jumlah cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang semuanya sudah seharusnya sampai ke bumi. paradox ini juga bisa digunakan untuk menggugat teori alam semesta tidak bertepi dan jumlah bintang tidak terbatas. yang jadi kenyataan justru langit gelap ketika malam. dan ketika keluar angkasa tidak serba terang benderang.

solusi Paradox Olber itu ada dua. pertama, dengan mengasumsikan bahwa alam semesta ini tidak transparan. artinya, cahaya dari bintang-bintang terhalangi oleh debu dan gas kosmos. tapi seharusnya objek yang menyekatkan cahaya tadi ikut terpanaskan dan memancarkan radiasi tapi radiasi tersebut tidak terdeteksi. solusi kedua, alam semesta mengembang melebihi kecepatan cahaya. sehingga cahaya dari bintang-bintang di luar horizon tidak pernah sampai ke bumi. atau, sebagaimana yang kita bahas, jarak antar galaksi yang beda cluster saling menjauh.

tapi lagi-lagi ada paradoxnya untuk solusi kedua ini, seharusnya hitungan total massa di seluruh alam semesta cukup untuk percepatan pengembangan alam semesta namun tetap stabilnya orbit benda-benda langit. tapi ternyata hitungan ini tidak cukup. jadi muncullan teori "dark-dark" tersebut. saya pun menawarkan solusi bahwa bumi tidak melawan kerangka acuan langit seperti gravitasi massa. karena alam semesta tidak ada tepinya tapi tetap memuai.

solusi lainnya adalah lubang hitam. karena lubang hitam menyerap cahaya maka jumlah cahaya yang ada di alam semesta ini bisa "terkurangi". tapi kalau cahaya bisa musnah maka hukum kekekalan energi dilanggar. untuk "mengamankan" hukum kekekalan energi, maka dikatakan informasi materi yang disebut radiasi Hawking bisa keluar lubang hitam. tapi ketemu paradox lagi, yaitu : kalau cahaya saja tidak bisa keluar lubang hitam, kenapa radiasi bisa ?
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Offline ytridyrevsielixetuls

  • To Kick Out Fake Critical Thinkers!
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 687
  • IQ: 219
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« Jawab #32 pada: Maret 03, 2015, 09:21:27 PM »
Beberapa temuan yang membuktikan :

A. ALAM SEMESTA SEMAKIN TERANG, atau
B. ALAM SEMESTA LEBIH TERANG DARIPADA PERKIRAAN SEBELUMNYA



1. Alam semesta ternyata lebih terang daripada yang diperkirakan sebelumnya. tidak jelas sumbernya. tapi diperkirakan berasal dari bintang yang keluar dari galaksi. jadi penyebab asilnya masih belum diketahui.

http://www.nasa.gov/press/2014/november/nasa-rocket-experiment-finds-the-universe-brighter-than-we-thought/
http://www.natureworldnews.com/articles/10134/20141107/why-universe-brighter-thought.htm

tapi kemungkinan sumber cahaya baru itu bisa saja dari bertambahnya jumlah bintang, bukan?

2. Atau mungkin tabrakan antar galaksi bisa membuat alam semesta lebih terang?

http://www.natureworldnews.com/articles/11141/20141212/two-clashing-galaxies-brighten-universe.htm

3. Tapi biar lebih kuat teori saya, saya tunjukkan penemuan sumber-sumber cahaya baru di tempat bekas tabrakan antar galaksi. ini pun akhirnya membatalkan teori geosentris yang menampik bintang baru akan tercipta lagi.

http://www.natureworldnews.com/articles/9991/20141031/ghostly-glow-from-dead-galaxies-reappear.htm

4. Materi gelap misterius membuat alam semesta terlalu terang. sebagian sumbernya tidak diketahui.

http://www.newscientist.com/article/mg22329782.700-strange-dark-stuff-is-making-the-universe-too-bright.html

cocok tidak temuan ini dengan teori fairycentris yang saya tawarkan beberapa waktu lalu?  8)

http://www.forumsains.com/astronomi-dan-kosmologi/anda-bertanya-geocentrist-menjawab/msg143864/#msg143864

Kutip
Ada beberapa alasan mengapa alam semesta akan makin terang :

1. Bintang solo. Bintang yang tak punya galaksi sendiri. Baik itu yang terbentuk dari sumbu putaran di “vakum” (baik itu dari partikel sisa ledakan bintang, tabrakan galaksi, dll) maupun yang lepas dari galaksi. Bintang solo bisa bergerak ke mana-mana tanpa terikat galaksi sehingga radiasi cahaya yang terpancarkan ke alam semesta lebih bebas dari pengaruh gravitasi benda langit.

2. Siklus bintang. Ketika sebuah bintang meledak, sebagian radiasi yang dilepaskannya akan berkumpul dengan radiasi bintang lain atau partikel bebas di luar angkasa, menciptakan sumbu putar dan akhirnya muncul bintang baru. Tidak semua bintang mati jadi bintang lagi. Ada yang jadi black hole atau white dan brown draft. Dan akhirnya lenyap total. (Dan itupun masih ada yang lahir bintang lagi dari radiasi sisa bintang yang lenyap. Bergabung dengan partikel dari sumber lain).

3. Atas alasan yang sama, galaksi pun juga begitu. Setelah lenyap, akan muncul galaksi baru. Berarti akan muncul banyak bintang baru yang mana artinya muncul banyak sumber cahaya baru.

4. Di alam semesta ini ada banyak sekali sumber cahaya ultraviolet. Bintang, quasar, gas yang terionisasi, dll. Proses itu akan terus berkelanjutan hingga seluruh alam semesta benar-benar terang dan panas. Manusia tak bisa menghindar lagi.

wah saya salah ketik. 'dwarf' malah ditulis 'draft'


soal perputaran tunggal yang menciptakan semesta. ada disini :

http://news.discovery.com/space/do-we-live-in-a-spinning-universe-110708.htm
http://physicsworld.com/cws/article/news/2011/jul/25/was-the-universe-born-spinning

cukup amankah kita berasumsi alam semesta akan musnah melalui perputaran juga? dari perputaran yang menciptakan alam semesta ke perputaran yang memusnahkan alam semesta. awalnya perputaran tunggal yang menciptakan perputaran-perputaran lain yang menciptakan bintang. kemudian dari bintang-bintang akan menjadi lubang-lubang hitam yang menyusutkan alam semesta. tidak semua bintang menjadi lubang hitam. tapi satu lubang hitam bisa menyedot banyak bintang. jadi bisa saja dengan makin besarnya lubang-lubang hitam, mereka akan menjangkau berbagai galaksi.

Offline nʇǝʌ∀

  • 🆈🆄🆁🅸 🅻🅾🆅🅴🆁
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 505
  • IQ: 232
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
Re:Gravitasi : Newton, Einstein, dan Le Sage
« Jawab #33 pada: Maret 07, 2015, 02:34:53 AM »
ternyata sudah anda siapin toh semua referensinya.  :o pantas anda berasumsi bahwa ada 2 skenario kiamat yaitu black hole semesta dan makin banyak bintang. berarti kalau alam semesta dipenuhi banyak bintang, yang terjadi mungkin adalah kebakaran universal. kemudian semua atau sebagian besar bintang itu akan menjadi lubang hitam, bersatu, dan menyusutkan alam semesta/ruang-waktu. dan nanti akan terjadi big bang lagi dan seterusnya. berarti alam semesta tak berawal dan tak berakhir donk. gimana bayanginnya... and by the way, link tentang perputaran semesta itu, ditambah sebuah catatan Hubble, justru menunjukkan ada yang unik dari posisi planet kita ini atau tata surya kita. dan menjadi copernican dilemma.
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
14 Jawaban
12307 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2008, 04:58:01 AM
oleh superstring39
8 Jawaban
14332 Dilihat
Tulisan terakhir September 29, 2014, 08:54:58 AM
oleh Dr.F
9 Jawaban
7250 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 17, 2010, 11:14:25 AM
oleh Haryanto
1 Jawaban
3099 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2010, 02:25:44 AM
oleh M51
20 Jawaban
14752 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2011, 05:23:06 AM
oleh mhyworld