Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 28, 2022, 12:45:27 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 47
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

bagaimana kita melihat arah cahaya?

Dimulai oleh milkqwe, Juli 25, 2010, 12:30:09 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

12

tapi kayaknya gini dech,  kita bisa melihat arah lampu senter itu karena partikel-partikel udara yg "ditabrak" oleh foton dari lampu senter itu meradiasi foton ke segala arah sehingga arah senter bisa dilihat dari arah manapun.
kita tau partikel/atom yg ditembak oleh foton akan mengalami eksitasi energi dan kemudian segera kembali ke tingkat energi semula sambil meradiasi foton ke segala arah. foton inilah yg ditangkap oleh mata pengamat yg posisinya tidak sejajar dengan arah foton lampu senter.

#12

nandaz

artinya harus ada benda yang ditabrak oleh foton agar kita bisa mengasumsikan benda itu bersinar gitu? berarti adalah benar kalo kita imajinasikan kalo cahaya senter tidak menabrak apapun maka mata kita tidak dapat melihat sinar?...berarti kita tidak dapat melihat cahaya diluar angkasa sampai cahaya itu menabrak "sesuatu"? terus bagaimana kita bisa melihat bintang dan matahari yah....? jadi bingung ???
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

topazo

Kalau bintang dan sinar matahari, kita kan langsung melihat "sumber cahaya" sendiri... Sumber cahaya tersebut memancarkan cahaya ke segala arah, termasuk ke dalam mata kita...
Jadi diasumsikan bahwa kita melihat matahari karena cahayanya mengarah langsung ke mata kita...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

nandaz

menarik, makasih jawabanya...aku tambah IQ mu :P
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

milkqwe

Kutip dari: 12 pada Februari 03, 2011, 02:25:59 PM
cahaya itu sendiri merupakan gelombang elektromagnetik yg tampak oleh mata yg memiliki panjang gelombang antara 380 nm - 400 nm dan frekuansi antara 405 THz - 790 THz.
cahaya adalah paket energi (foton) yg tampak oleh mata.
jadi kayaknya gak mungkin dech melihat cahaya jika cahaya itu gak menuju ke mata kita ???

walaupun senter tidak mengarah ke mata tapi mungkinkah foton dari lampu senter itu "mampir" ke mata kita?? jujur sebenernya saya juga bingung sich :angel:



lalu gimana kita  bisa tau arahnya yaa???
misalnya sebuah senter diarahkan ke utara, sedangkan kita lagi menghadap ke barat. berati kalo kita bisa liat cahaya dari senter itu,karena ada foton yang menuju mata kita kan.tapi kok kita bisa liat arah senter

topazo

Sejauh yang saya tahu, kita tidak bisa mengetahui arah cahaya sebelum menemukan lokasi sumber cahaya... Coba senternya (sumber cahaya) gak ketahuan di mana arahnya, kita gak akan tau itu cahaya dari mana...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

hery_hunterz

Kutip dari: milkqwe pada Maret 31, 2011, 04:31:14 AM
lalu gimana kita  bisa tau arahnya yaa???
misalnya sebuah senter diarahkan ke utara, sedangkan kita lagi menghadap ke barat. berati kalo kita bisa liat cahaya dari senter itu,karena ada foton yang menuju mata kita kan.tapi kok kita bisa liat arah senter

mungkin arah foton senter tersebut memantul ke benda2 kecil yg dilaluinya sehingga memantul ke arah mata kita dan saat itu sel batang yang sensitif terhadap cahaya bekerja. sel ini lebih berfungsi pada saat melihat ditempat gelap. Sel batang ini mengandung suatu pigmen yang fotosensitif disebut rhodopsin. Cahaya lemah seperti cahaya senter yg remang2 pun akhirnya ditangkap mata...
Ora Et Labora

lukuz

Triangulasikan saja...
Toh Cahaya > Gelombang EM > Paket Informasi > Sinyal > Pengolahan Sinyal.
Mau tau asalnya.. yaa.. di triangulasikan saja..

Gak perlu seluk beluk pendar/bias/pantul/diversitas/atenuan/amplify soalnya itu semua ada di enhancement citra nantinya..

mhyworld

Kutip dari: lukuz pada Desember 09, 2011, 10:21:09 AM
Triangulasikan saja...
Toh Cahaya > Gelombang EM > Paket Informasi > Sinyal > Pengolahan Sinyal.
Mau tau asalnya.. yaa.. di triangulasikan saja..

Gak perlu seluk beluk pendar/bias/pantul/diversitas/atenuan/amplify soalnya itu semua ada di enhancement citra nantinya..
Bisa tolong dijelaskan lebih detail?
Saya pikir penjelasan dari Topazo sudah cukup jelas.
once we have eternity, everything else can wait

ksatriabajuhitam

Kutip dari: 12 pada Februari 03, 2011, 03:36:33 PM
tapi kayaknya gini dech,  kita bisa melihat arah lampu senter itu karena partikel-partikel udara yg "ditabrak" oleh foton dari lampu senter itu meradiasi foton ke segala arah sehingga arah senter bisa dilihat dari arah manapun.
...
yup, foton/cahaya yang kita lihat dari berkas sinar tegak lurus penglihatan ialah foton yang terhambur oleh partikel2 di udara.
ada sebuah percobaan di fisika dasar (atau kimia dasar ya, lupa) berkas cahaya laser ditembakkan ke wadah air bening, dilihat dari arah tegak lurus. mula mula berkas cahaya tidak terlihat, setelah air ditaburi bubuk kapur barulah berkas cahayanya terlihat. percobaan Efek Tindall untuk kaloid.

Kutip dari: lukuz pada Desember 09, 2011, 10:21:09 AM
Triangulasikan saja...
Toh Cahaya > Gelombang EM > Paket Informasi > Sinyal > Pengolahan Sinyal.
Mau tau asalnya.. yaa.. di triangulasikan saja..

Gak perlu seluk beluk pendar/bias/pantul/diversitas/atenuan/amplify soalnya itu semua ada di enhancement citra nantinya..
berlaku kalau kita punya referensi lain, misalnya melihat bayangan.
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2