Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 08, 2021, 04:49:45 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 56
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Paper Karno  (Dibaca 129854 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mtk Kerajaan Mataram

  • Pengunjung
Re: Paper Karno
« Jawab #15 pada: Januari 07, 2009, 09:06:22 PM »
Trima kasih Bung Karno dengan kesediaannya mengupload file. Yuk kita kupas pelan-pelan...
Ini bukan masalah pro atau kontra, tapi dengan begini, berarti yang lain bisa ikut memberi masukan.

Kita mulai dari sini..
Dari File : EBD (contoh dan fakta pada alam)september08 PUBLIKASI KE UI formal

__________________________________________________________________________
3. Secara Teori
a. Gerak Revolusi Planet
Objek saat ini adalah sistem tatasurya.
Lihatlah pergerakan planet, mengelilingi matahari. Di titik perihelium planet bergerak semakin cepat dan di titik aphelium planet bergerak semakin diperlambat. Sedangkan diketahui jika ada perubahan kecepatan maka ada percepatan. Jika ada percepatan dan massa maka menghasilkan gaya dengan besar F = m.a . Lalu jika gaya ini bergerak dengan menempuh suatu jarak tertentu maka ia akan menghasilkan usaha yang sesuai dengan persamaan W=F.s.
Jadi disini jelas bahwa revolusi planet itu menghasilkan energi atau perubahan energi. Atau mempunyai energi yang kekal dan tercipta terus menerus walaupun kemungkinan ada perubahannya pengurangan sangat kecil bila dibandingkan energinya dan dalam waktu yang sangat-sangat lama. Dan energi disini sangat besar sebanding dengan massa planet dan percepatannya. Selama masih ada matahari menyebabkan planet selalu berevolusi, walaupun matahari bahan bakarnya telah habis.
Ibaratkan planet adalah sebuah mobil yang sedang bergerak dengan lintasan elips. Bisakah kita hitung usaha totalnya? Untuk satu kali putaran. Dan selama mereka masih mempunyai massa maka akan terjadi gerak ini terus selamanya. Berapa banyak energi ini? Itu menjadi tak terhingga.
Mobil-mobilan ia bisa bergerak karena mempunyai energi dari baterai, jika habis maka ia pun akan berhenti. Sedangkan planet energi geraknya dari energi gravitasi apakah akan habis seperti baterai? Sehingga planet akan berhenti berevolusi. Kenyataannya akan selamanya terus berevolusi.
Ternyata hukum Kekekalan Energi Mekanik tidak berlaku disini.
Energi mekanik = energi potensial gravitasi + energi kinetik
Konstan               = m.g.h                                + ½ m.v2
Sedangkan kita ketahui percepatan gravitasi (g) semakin jauh semakin kecil

Nanti pada penjelasan lainnya akan diketahui bahwa sebenarnya ia adalah hukum Kesebandingan Energi bukan hukum Kekekalan Energi.
******************************************************************
Pernyataan :
"Jadi disini jelas bahwa revolusi planet itu menghasilkan energi atau perubahan energi."

Respon Mtk Kerajaan Mataram :
Tentu saja disini maksudnya perubahan energi, karena gerak melingkar (katakanlah mendekati lingkaran) berarti arah F berubah menurut perubahan arah percepatan a yang selalu menuju ke matahari. Dan total satu periode mengelilingi matahari resultante perubahan gayanya nol. Yang berarti total perubahan energinya nol.

Pernyataan :
Ternyata hukum Kekekalan Energi Mekanik tidak berlaku disini.
Energi mekanik = energi potensial gravitasi + energi kinetik
Konstan = m.g.h + ½ m.v2
Sedangkan kita ketahui percepatan gravitasi (g) semakin jauh semakin kecil

Respon Mtk Kerajaan Mataram :
Apa hubungannya ini dengan gerak revolusi yang arah vektor kecepatannya tegak lurus dengan vektor percepatan gravitasi g, sedangkan vektor kecepatan v pada persamaan "Konstan = m.g.h + ½ m.v^2" arahnya searah dengan vektor g?

__________________________________________________________________________

b. Bulan sebagai Generator Listrik
Sekarang coba lihat ke alam, objek saat ini adalah bumi dan bulan.
Dengan sangat beruntungnya untuk mendukung penjelasan ini, ternyata kala rotasi bulan sama dengan kala revolusinya mengelilingi bumi. Sehingga permukaan bulan yang dilihat dari bumi selalu sama, dalam arti orang yang berada di bumi tidak pernah bisa melihat permukaan yang berada dibelakang bulan.
Misalkan ditancapkan tali pada permukaan bulan. Dengan tali yang sangat panjang dan dikaitkan pada sebuah modul di bumi yang menarik seloneida. Lalu seloneida ini melewati magnet-magnet yang disusun pada lajurnya. Lajurnya dibuat melingkar mengelilingi bumi sesuai pergerakan bulan, sehingga saat bulan berevolusi mengelilingi bumi ia juga menarik selenoida pada lajurnya yang ikut mengelilingi bumi juga. Dan ketika ia melewati magnet-magnet pada lajur maka akan menghasilkan energi listrik.

Karena besarnya energi bulan untuk berevolusi maka hambatan oleh gesekan, dan lainnya tak akan mempengaruhi atau mengurangi energi bulan untuk berevolusi. Sehingga selenoida yang di bumi bisa terus menerus berputar dan menghasilkan energi baru.
Ket :
1.   Tali yang menarik seloneida oleh bulan.
2.   Seloneida
3.   Lajur tempat berjalannya seloneida, yang berisi magnet-magnet.
4.   Lampu bukti terjadinya energi
5.   Magnet

Beberapa koreksi yang mungkin terjadi. Seperti dibutuhkan panjang tali yang sangat panjang, kuat dan dapat memulur dari bulan ke bumi hampir mustahil. Ini masih model dasar jadi bisa dilihat gesekan antara seloneida dengan lajur harus ada roda atau dan oli agar tidak panas dan meleleh.
Walaupun terjadi hambatan oleh gesekan ini, energi bulan tetap tidak berkurang karena besarnya gaya revolusi oleh bulan sangat besar sebanding dengan massa bulan. Seperti 1000 gajah menarik satu semut sebagai hambatan. Ini bisa dilihat jika kecepatan dan “kebiasaan” bulan tidak ada perubahan maka energi total bulan untuk bergerak tidak berubah.
Manakah energi yang kekal? Energi yang kekal itu adalah energi bulan untuk berevolusi. Ia bertenaga sangat besar sesuai dengan besarnya massa bulan tersebut. Jadi secara teori ia bisa.
******************************************************************
Respon Mtk Kerajaan Mataram :
Yaa... secara teori mungkin terjadi. weleh-weleh.
__________________________________________________________________________

c. Energi Panas Bumi
   Di dalam suatu planet, terdapat kalor yang tersimpan. Kalor tersebut terisolasi oleh lapisan tanah di atasnya sehingga jumlah kalor yang berada di dalam itu selalu tetap. Terisolasi jika planet itu atau lapisan tanah itu tidak menghasilkan radiasi kalor.
   Kalor tersebut yang jumlahnya tetap ternyata dapat menghasilkan energi baru yaitu energi pergerakan lapisan tanah. Kalor tersebut tetap ada setelah menghasilkan karena ia terisolasi dan lapisan tanah yang paling atas tidak panas atau memancarkan radiasi kalor.
*****************************************************************
Respon Mtk Kerajaan Mataram :
Apakah maksudnya cairan magma dan isolatornya mantel bumi?
Yang dimaksud pergerakan tanah apakah maksudnya pergerakan lempeng?
_________________________________________________________________________

Monggo silahkan bung Karno...atau kolega anda atau yang lain-lain deh...

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Paper Karno
« Jawab #16 pada: Januari 07, 2009, 09:42:04 PM »
Saya melihat beragam pandangan dari rekan2 sekalian yang cukup menarik. Jika rekan2 melihat tulisan saya di thread yang dibuat karno sebelumnya, sebenarnya saya bukannya menolak pemikirannya melainkan cara penyampaiannya dan dasar teori yang kurang matang.

saya menambahkan komentar tentang alat yang ditampilkan di paper tersebut. Alat yang pertama yakni APEK PIKA (Pipa Kapilaritas), dimana menggunakan prinsip kapilaritas. misal kita memiliki pipa dari kaca berdiameter 0.1 mm hanya mampu menaikkan air setinggi 14cm, jika radius pipa 0.01mm maka bisa menaikkan air setinggi 1.4m. yang pertama pipa sekecil itu sangat sulit sekali dibuat, kedua jumlah air yang terangkut sangat sedikit sekali sehingga tetesannya sangat lamaa sekali dan keciil sekali untuk memutar turbin. katakanlah ada yang sanggup membuat pipa kapiler sekecil itu dan masalah debit air yang naik bisa diatasi dengan membuat pipa kapiler sejajar dengan jumlah yang banyak, tapi ada masalah lain, (ketiga) saat pipa dibuat membelok dan diarahkan ke bawah maka tekanan udara di sekitar mulut pipa akan lebih besar atau maksimal sama dengan tekanan hidrostatik di mulut pipa menyebabkan air tidak akan keluar dari mulut pipa tambah lagi tegangan permukaan air yang menahannya. Jadi Tidak akan pernah ada air yang keluar dari mulut pipa.

Kesalahan yang serupa terjadi pada alat kedua APEK PERTE (Perbedaan Tekanan), dan coba lihat pernyataan berikut:
Kutip
Pada pipa ukuran kecil turun tekanannya lebih besar dari pipa ukuran kecil naik, sebab pada pipa ini ditekan air yang lebih banyak oleh cairan yang tertampung pada pipa ukuran besar bentuk kerucut. Berbentuk kerucut sehingga semua berat difokuskan pada satu titik arah kebawah diujung kerucut.

Pada pernyataan di atas, dia beranggapan bahwa dengan menggunakan bentuk kerucut terbalik menyebabkan tekanan di ujung bawah (bagian mengerucut) akan semakin besar. berdasarkan hukum pascal bahwa tekanan hidrostatik hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi, massa jenis zat cair, dan kedalaman/level permukaan. jadi bagaimanapun bentuk penampung tidak akan mempengaruhi tekanan di bagian bawah penampung selama faktor-faktor yang telah saya sebutkan dibuat tetap. kemudian dengan alasan yang sama dengan alat sebelumnya air tidak akan pernah keluar dari mulut kerucut.

Jadi kedua alat tersebut di atas mustahil terjadi tanpa adanya tambahan energi dari luar.

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Paper Karno
« Jawab #17 pada: Januari 07, 2009, 09:42:04 PM »
Dalam semua gejala/proses yang diajukan oleh Karno, hukum kekekalan energi tetap berlaku.
HouwLiong

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
Re: Paper Karno
« Jawab #18 pada: Januari 08, 2009, 09:48:45 PM »
wah superstring39 itu kamu mempublish paper yang dua tahun lalu. saat belum ada dosen yang membimbing saya.

nanti saya kirim yang update yah. yang lebih jelas, dan lebih rinci. hasil masukan dari guru-guru fisika dan dosen-dosen yang berpikiran maju.
"Orang Pintar adalah Orang yang Berusaha Membangun Rumah atau Kehidupan yang Bagus di dunia dan Istana Di Surga"

caranya Belajar dan Bekerja serta Beramal dan Beribadah

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
Re: Paper Karno
« Jawab #19 pada: Januari 08, 2009, 09:57:54 PM »
to "superstring39"

hukum pascal, saya percaya hukum pascal. kamu pernah gak ngerjakan soal benda yang bergerak pada bidang miring? disitukan gaya gravitasi oleh benda miring, di rubah menjadi dua yaitu gaya gerak dan gaya normal.

nanti deh penjelasan komplit ya,

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Paper Karno
« Jawab #20 pada: Januari 08, 2009, 10:42:01 PM »
@karno
Kalo udah ada updateannya langsung aja segera publish disini, kalo engak tau caranya kirim aja ke email gw nanti gw publish lagi disini. truz alat yang ada di paper sebelumnya juga perlu diupdate, coz kalo rancangannya kayak begitu mau pake hukum Newton, pascal, bernouli semuanya enggak mendukung keberhasilan alat tersebut.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Paper Karno
« Jawab #21 pada: Januari 09, 2009, 07:41:57 AM »
Yah, kalo punya update, ya ajukan. Kalo gak, anda hanya akan jadi 'Pak Joko' kedua...

Perkara revolusi planet atau bukan, itu anda sudah belajar astronomi? Anda paham kenapa benda yang mengorbit tidak jatuh ke benda yang diputarinya? Anda sudah emmasukkan faktor keseimbangan energi, antara gaya sentrifugal dan sentripetal?

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Paper Karno
« Jawab #22 pada: Januari 10, 2009, 06:11:20 AM »
Sedikit meluruskan gaya sentrifugal itu bukan gaya real tetapi gaya semu sehingga dalam perhitungan matematis hukum newton ia tidak dimasukkan melainkan gaya sentripetal.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Paper Karno
« Jawab #23 pada: Januari 10, 2009, 09:52:03 AM »
Sedikit meluruskan gaya sentrifugal itu bukan gaya real tetapi gaya semu sehingga dalam perhitungan matematis hukum newton ia tidak dimasukkan melainkan gaya sentripetal.
Bisa dijelaskan maksudnya? Semu di sini bagaimana? Tidak ada? Atau bagaimana?

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Paper Karno
« Jawab #24 pada: Januari 10, 2009, 10:04:58 AM »
Jika bung karno masih beranggapan Big bang adalah suatu proses ledakan besar yang menghamburkan materi ke ruang kosong, maka aku kira aku bisa mengabaikannya...

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Paper Karno
« Jawab #25 pada: Januari 12, 2009, 09:15:55 PM »
Bisa dijelaskan maksudnya? Semu di sini bagaimana? Tidak ada? Atau bagaimana?
Dalam kerangka acuan non-inersial hukum Newton tidak berlaku. Pada keadaan gerang melingkar (beraturan) ada gaya yang membuatnya terus bergerang melingkar yakni gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat kelengkungan, saat gaya ini hilang maka objek akan bergerak lurus (beraturan). Nah dalam keadaan gerak melingkar (beraturan) objek dalam kerangka acuan non-inersial dimana hukum-hukum Newton tidak berlaku sama. agar hukum Newton tetap berlaku maka harus ada gaya (tambahan) lagi sehingga hukum Newton tetap berlaku. Maka ditambahkanlah gaya (semu) yakni gaya sentrifugal yang arahnya (sesuai konversi) berlawanan arah dengan gaya sentripetal dan besarnya sama. ket: kerangka acuan Non-inersial adalah kerangka acuan dimana resultan gaya dalam kerangka tersebut tidak sama dengan nol.

Jika bung karno masih beranggapan Big bang adalah suatu proses ledakan besar yang menghamburkan materi ke ruang kosong, maka aku kira aku bisa mengabaikannya...
Berdasarkan teori Big Bang, semula jagad raya ini berasal dalam suatu keadaan dimana memiliki densitas yang luar biasa besarnya, jari-jari kecil dengan kandungan massa yang besaaaaaar sekali. saking besarnya maka gravitasinya juga luar biasa besarnya. karena tidak sanggup menahan gravitasinya sendiri maka massa tersebut "rontok" (collapse). Kumpulan massa tersebut mengembang dengan kecepatan yang cepat sekali bahkan lebih cepat dari kecepatan cahaya (konon cahaya juga terbentuk dari kumpulan massa tersebut). karena cepatnya pengembangan massa tersebut maka biar lebih gampang ditangkap maka disebut ledakan besar untuk menggambarkan kejadian tersebut. Ini merupakan teori penciptaan alam semesta yang cukup terkenal, tapi bukan satu-satunya teori yang diterima berdasarkan data yang ada saat ini. Rahasia penciptaan alam semesta akan tetap menjadi misteri, manusia hanya bisa menerkanya berdasarkan keadaan saat ini. Boleh jadi keadaan yang sebenarnya tidak kontinu seperti yang kita duga, tidak ada yang akan pernah tahu.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Paper Karno
« Jawab #26 pada: Januari 13, 2009, 04:47:51 AM »
Dalam kerangka acuan non-inersial hukum Newton tidak berlaku. Pada keadaan gerang melingkar (beraturan) ada gaya yang membuatnya terus bergerang melingkar yakni gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat kelengkungan, saat gaya ini hilang maka objek akan bergerak lurus (beraturan). Nah dalam keadaan gerak melingkar (beraturan) objek dalam kerangka acuan non-inersial dimana hukum-hukum Newton tidak berlaku sama. agar hukum Newton tetap berlaku maka harus ada gaya (tambahan) lagi sehingga hukum Newton tetap berlaku. Maka ditambahkanlah gaya (semu) yakni gaya sentrifugal yang arahnya (sesuai konversi) berlawanan arah dengan gaya sentripetal dan besarnya sama. ket: kerangka acuan Non-inersial adalah kerangka acuan dimana resultan gaya dalam kerangka tersebut tidak sama dengan nol.
Pada dasarnya gerak melingkar itu terjadi sebagai resultan gaya bukan? Jadi tidak ada gaya yang terus-menerus diciptakan...

Berdasarkan teori Big Bang, semula jagad raya ini berasal dalam suatu keadaan dimana memiliki densitas yang luar biasa besarnya, jari-jari kecil dengan kandungan massa yang besaaaaaar sekali. saking besarnya maka gravitasinya juga luar biasa besarnya. karena tidak sanggup menahan gravitasinya sendiri maka massa tersebut "rontok" (collapse). Kumpulan massa tersebut mengembang dengan kecepatan yang cepat sekali bahkan lebih cepat dari kecepatan cahaya (konon cahaya juga terbentuk dari kumpulan massa tersebut). karena cepatnya pengembangan massa tersebut maka biar lebih gampang ditangkap maka disebut ledakan besar untuk menggambarkan kejadian tersebut. Ini merupakan teori penciptaan alam semesta yang cukup terkenal, tapi bukan satu-satunya teori yang diterima berdasarkan data yang ada saat ini. Rahasia penciptaan alam semesta akan tetap menjadi misteri, manusia hanya bisa menerkanya berdasarkan keadaan saat ini. Boleh jadi keadaan yang sebenarnya tidak kontinu seperti yang kita duga, tidak ada yang akan pernah tahu.
Daripada penciptaan, aku lebih suka menyebutnya pembentukan. Dan daripada ledakan besar, lebih enak diterjemahkan sebagai dentuman besar. Dalam big bang, ruang-waktu itu sendiri turut mengembang bersama materi di dalamnya, dan benda-benda bergerak menjauh bukan karena terlempar oleh ledakan, tapi kana ruang-waktu itu sendiri yang mengembang. Seperti balon yang mengembang, dua titik pada permukaan balon turut menjauh...

Dan karena big bang terjadi setelah adanya singularitas, maka jelas big bang bukan proses penciptaan dari ketiadaan. Ini sama dengan teori evolusi berlaku setelah makhluk pertama ada, dan tidka membahas bagaimana makhluk pertama terbentuk.
« Edit Terakhir: Januari 13, 2009, 04:52:56 AM oleh Pi-One »

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Paper Karno
« Jawab #27 pada: Januari 13, 2009, 06:04:31 AM »
Pada dasarnya gerak melingkar itu terjadi sebagai resultan gaya bukan? Jadi tidak ada gaya yang terus-menerus diciptakan...
Yaa seperti yang saya sebutkan tadi karena resultan gayanya tidak sama dengan nol...dst. Pada kasus gerang melingkar beraturan gaya sentripetal yang terjadi bernilai (secara ideal) konstan. Saya tidak mengerti maksud anda dengan "gaya yang terus menerus diciptakan". Dalam fisika biasanya disebutkan gaya konstan atau tidak konstan, aksi-reaksi, sebab-akibat, kontinu atau diskrit dll.

Daripada penciptaan, aku lebih suka menyebutnya pembentukan. Dan daripada ledakan besar, lebih enak diterjemahkan sebagai dentuman besar. Dalam big bang, ruang-waktu itu sendiri turut mengembang bersama materi di dalamnya, dan benda-benda bergerak menjauh bukan karena terlempar oleh ledakan, tapi kana ruang-waktu itu sendiri yang mengembang. Seperti balon yang mengembang, dua titik pada permukaan balon turut menjauh...

Dan karena big bang terjadi setelah adanya singularitas, maka jelas big bang bukan proses penciptaan dari ketiadaan. Ini sama dengan teori evolusi berlaku setelah makhluk pertama ada, dan tidka membahas bagaimana makhluk pertama terbentuk.
Anda disini mulai bermaik dengan kata-kata... kalau menggunakan kata "penciptaan" berarti memulai dari ketiadaan, jika menggunakan kata "pembentukan" berarti ada bahan pembentuknya atau penyusun, anda bisa menjelaskan apa bahan penyusun massa masif tersebut?

Disini anda terus menggunakan kata "singularitas", memangnya apa sih makna dari kata tersebut?

Teori big bang muncul berdasarkan kenyataan bahwa alam semesta yang ada sekarang terus mengembang dengan kecepatan yang semakin cepat. ini diperoleh dari data astronomi dimana bintang-bintang yang berada lebih jauh  memiliki pergeseran merah (efek dopler) yang lebih besar. para ilmuan kemudian berkesimpulan bahwa jauh sebelum sekarang alam semesta lebih kecil dari sekarang, kalau di lanjutkan jauuh lagi ke belakang maka alam semesta berupa suatu titik, apa yang terjadi sebelum titik itu? hal ini belum bisa dijelaskan oleh para ilmuan, mereka hanya menerka-nerka. jika diambil secara generalisir cara mereka mengambil kesimpulan tersebut di atas berarti sebelum titik itu ada, ada lagi titik yang lebih kecil dimana diameternya mendekati nol. Apakah sampai ke titik nol?

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Paper Karno
« Jawab #28 pada: Januari 16, 2009, 03:35:39 AM »
Dalam penciptaan, kita mengharap sesuatu diciptakan sang pencipta dari ketiadaan. alam pembentukan, itu adalah satu proses yang mungkin alami, sesuatu berubah jadi yang lain, atau jadi kondisi yang lain. Big bang adalah proses pengembangan dari kondisi singularitas, maka tidka ada yang tercipta. hanya proses mengembangnya alam semesta, bukan penciptaan alam semesta.

Singularitas secara kasar bsia dikatakan kondisi terkompresi hingga mendekati volume nol (limit nol). Ingat bahwa limit nol bukan berarti nol!

Dan proses pengembangan ini pun bukan tak terbatas. Alam semesta belum mendekati masa akhir, kita tak tahu proses apa yang akan terjadi berikutnya. Big Crunch? Cig chill? Atau big bounce?

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
Re: Paper Karno
« Jawab #29 pada: Januari 19, 2009, 07:41:48 AM »
nih yah ada dua teori
teori penciptaan alam
1. alam tercipta dari ketiadaan
2. alam dikonversi dari suatu hal yang sudah ada

teori bigbang awalnya mendukung no.1 namun karena adanya hukum kekekalan energi maka bigbang itu adalah proses bukan saat jagat raya bermula atau saat nol detik saat waktu dan massa tidak ada namun saat 0,000001 detik setelah itu.

hukum kekekalan energi mendukung no.2 sedangkan penemuan saya mendukung no.1

nih buat simple aja kita belajar pelajaran sma.

energi mekanik = energi potensial + energi kinetik
jumlah energi mekanik selalu tetap pada setiap ketinggian.

menurut saya salah, kenapa salah? coba kalo yang merasa pinter selidikin sendiri, saya kasih petunjuk posisi awal dibumi dan posisi akhir saat jauh sekali dari pusat gravitasi.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3690 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2009, 02:56:16 PM
oleh skuler
0 Jawaban
4277 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 16, 2009, 11:20:50 AM
oleh ghostdoors
5 Jawaban
5291 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2011, 05:39:14 AM
oleh rasi arasen
4 Jawaban
5562 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 13, 2012, 12:08:04 AM
oleh Melnick