Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 06, 2022, 04:47:35 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 67
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 34
Total: 34

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Paradoks Kembar

Dimulai oleh phice, Juli 18, 2009, 09:53:30 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

cignus

nerusin dari sky

klo setelah berhenti phice yg masuk ke ruang kbh dibumi (phice yg nurunin kecepatan) maka phice yg muda tapi klo kbh yg masuk ke ruangnya phice kbh yg muda/sama2 muda  (jadi bumi harus bergerak mendekati kecepatan cahaya juga agar kbh yg muda)

kira2 kasarnya gitu

phice

Kutip dari: mekanik_gagal pada Juli 22, 2009, 09:54:30 PM
kyana gw prnah baca artikel kya gitu deh.klo g salah yg nmuin einstein...
di forsa kyanya ad juga pembahasannya..coba cari deh

Makasi............
Mau Belajal Yang Pintel Bial Jadi Doktel Hewan Yang Ashoi

Sky

Iya, tapi sebenarnya, karena masing-masing kerangka pernah mengubah kecepatannya, sehingga harus menggunakan Teori Relativitas Umum untuk menentukan mana yang lebih muda.

superstring39

Kenapa disebut Paradoks? karena kita tidak bisa menentukan pengukuran 'waktu' di kerangka acuan mana yang benar. semuanya benar, bergantung dari kerangka mana kita mengukurnya. Misalkan si A menjelajah dengan pesawat luar angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya (asumsikan kecepatannya selalu konstan). sedangkan si B menetap di bumi (diam terhadap bumi). berdasarkan kerangka acuan di bumi si B mengukur 'waktu' di kerangka acuan A, ternyata si B mendapatkan 'waktu' di kerangka acuan A lebih lambat dibandingkan di bumi (kerangka acuan B) karena si B melihat bahwa si A lah yang bergerak.

Dilain sisi si A (yang berada dalam pesawat) mengukur 'waktu' di bumi (kerangka B) dan mendapati bahwa 'waktu' di bumi berjalan lebih lambat dibandingkan di dalam pesawat si A, karena menurut si A bumi-lah yang bergerak menjauhi pesawatnya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Jadi mana yang benar apakah si A atau si B yang mengalami 'waktu' yang lebih lambat? sekali lagi dalam kerangka acuan inersial, gerak adalah relatif. baik si A maupun si B melakukan pengukuran yang benar dan hasil yang benar hanya saja hasil itu sangat bergantung dari kerangka acuan. benar bagi A belum tentu benar bagi si B.

hawkin93

wah, bikin bingung juga yah??
apa itu berarti bisa membuat suatu dunia paralel dong??
maklum, saya baru denger istilah ini nih ;D

dewaruci

Jika kita bergerak, space-time akan mengkompressi kita sebanding dengan energy kinetik gerakan kita. Jika kita bergerak semakin cepat, struktur atomik tubuh kita akan melambat karena compression of space-time makin besar, waktu yang kita jalani jadi lebih lambat. Jika kita bergerak dengan kecepatan cahaya, compression of space time sangat besar sehingga eksistensi kita bisa dilenyapkan oleh compression of space time.
BTW, ini cuma teoriku yg dikembangkan dar gabungan Einstein-Newton, skrg lg aku usulkan ke berbagai ilmuwan.

superstring39

kalo ibaratnya sungai maka air yang mengalir adalah waktu sedangkat path tempat air mengalir itu adalah ruang. jalur sungai tanpa aliran air tidak bisa disebut sungai, air tanpa adanya tempat mengalir juga tidak bisa disebut sungai (banjir kalee). begitulah dunia yang kita tempati sekarang ini ruang-waktu merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

he...he... he... enggak nyambung ya ;D