Dalam prinsip fisika, baik itu klasik maupun relativitas Einstein, dikatakan bahwa gerak kecepatan konstan itu relatif, dalam artian misal kita berada didalam pesawat ruang angkasa yg bergerak, kemudian melintasi pesawat lain yg diam. Kita bisa menganggap pesawat kita yg diam dan pesawat kedua yg bergerak dg arah berlawanan. Kita tidak tahu mana yg sebenarnya bergerak.
Yang ingin saya tanyakan kenapa prinsip itu tidak bisa dikembangkan untuk gerak dengan akselerasi? Kenapa kita bisa membedakan mana yg mengalami akselerasi? Dalam kasus tadi, misalkan pesawat kita tiba tiba menambah kecepatan. Tubuh kita akan tersentak ke belakang. dari tersentaknya tubuh kita, kita tahu kitalah yg mengalami akselerasi. Tapi kenapa begitu?
Saya mohon pencerahannya. Saya akan sangat berterima kasih jika disertai argumen matematis. Tapi tidak membatasi bagi yg ingin menjawab dari penalaran logis biasa.
relatifitas khusus --> khusus membahas untuk kecepatan konstan
relatifitas umum --> membahas secara umum baik kecepatan konstan maupun tidak konstan
ga ngerti relatifitas umum, ayo yang bisa tolong dibantu :)
relativitas khusus --------> dengan asumsi ether tidak ada / diabaikan.
relativitas umum -------- > ether tidak mungkin tidak ada.
mana yang benar ? pastikan dulu / buktikan dulu ada tidaknya ether .......... :)
OML...kapan relativitas bicara soal ether?
Kutip dari: Pi-One pada Agustus 08, 2011, 09:53:36 AM
OML...kapan relativitas bicara soal ether?
pelajari lagi bagaimana Einstein mendapatkan idenya tentang relativitas khusus itu setelah mencermati percobaan M-M yang gagal membuktikan adanya ether, dan lalu apa yang dia katakan berkaitan dengan ether dan relativitas khususnya, lalu apa yang dia katakan berkaitan dengan ether dan relativitas umumnya.
Yeah-yeah, klaim asbuner idiot yang maksa Einstein itu theis ::)
Kutip dari: Anton_Soepriyanto pada Agustus 03, 2011, 01:27:54 PM
Dalam prinsip fisika, baik itu klasik maupun relativitas Einstein, dikatakan bahwa gerak kecepatan konstan itu relatif, dalam artian misal kita berada didalam pesawat ruang angkasa yg bergerak, kemudian melintasi pesawat lain yg diam. Kita bisa menganggap pesawat kita yg diam dan pesawat kedua yg bergerak dg arah berlawanan. Kita tidak tahu mana yg sebenarnya bergerak.
Yang ingin saya tanyakan kenapa prinsip itu tidak bisa dikembangkan untuk gerak dengan akselerasi? ................
artinya prinsip tersebut memang hanya bisa diterapkan untuk pengamat inersial. ketika berakselerasi maka pengamatan tidak lagi bersifat inersial. misal

maka rumus itu akan menghasilkan angka yg sama jika diukur oleh pengamat manapun asalkan inersial. tapi hasilnya akan berbeda jika yg mengukur tidak inersial alias berakselerasi