Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 27, 2022, 09:35:18 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 85
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 41
Total: 41

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

relativitas

Dimulai oleh kiez, September 02, 2009, 02:07:49 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mtk Kerajaan Mataram

Tentang kecepatan cahaya ini kan...sebenarnya sesuatu yang jauh dari tangkapan otak manusia. Otak kita hanya meraba pada kecepatan2 rendah hampir dapat dikatan diam bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya. Walaupun katakanlah kita mengenal kecepatan satelit sampai 30 km/detik sekalipun, ini masih dapat dikatakan hampir diam bila dibandingkan dg kecepatan cahaya.

Perumusan Enstein salah satunya berdasarkan postulatnya yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya adalah tetap dari segala arah, baik dari arah mendekati maupun menjauhi, kemudian diperoleh tetapan \gamma. Kalau kita tidak yakin dengan postulatnya tsb, berarti perumusannya kan buyar. Memang teorinya selama akhir ini dapat dibilang lebih dapat menjelaskan fenomena, tapi bukan berarti mutlak.

The Houw Liong

#16
Besar kecepatan cahaya dalam vakum ialah c terhadap kerangka pengamatan manapun juga dijadikan postulat oleh Einstein. Postulat lainnya ialah kovariansi dari hukum alam yang menjamin keuniversalan hukum alam.

Berdasarkan postulat ini dan hukum kekekalan, ia dapat membuktikan E=m.c2
HouwLiong

The Houw Liong

#17
Kutip dari: Mtk Kerajaan Mataram pada September 15, 2009, 01:42:00 AM
Tentang kecepatan cahaya ini kan...sebenarnya sesuatu yang jauh dari tangkapan otak manusia. Otak kita hanya meraba pada kecepatan2 rendah hampir dapat dikatan diam bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya. Walaupun katakanlah kita mengenal kecepatan satelit sampai 30 km/detik sekalipun, ini masih dapat dikatakan hampir diam bila dibandingkan dg kecepatan cahaya.

Perumusan Enstein salah satunya berdasarkan postulatnya yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya adalah tetap dari segala arah, baik dari arah mendekati maupun menjauhi, kemudian diperoleh tetapan \gamma. Kalau kita tidak yakin dengan postulatnya tsb, berarti perumusannya kan buyar. Memang teorinya selama akhir ini dapat dibilang lebih dapat menjelaskan fenomena, tapi bukan berarti mutlak.

Hukum alam yang dirumuskan oleh manusia hanya bisa mendekati hukum alam yang mutlak.
HouwLiong

kiez

"kesukesan ada di seberang samudra kesulitan"[move][/move]