Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 20, 2021, 01:19:53 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 43
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 29
Total: 29

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Teori Quantum Gravitasi  (Dibaca 8828 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Alan adhityo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 275
  • IQ: 37
  • Gender: Pria
    • Alseven - Physics and Technology
Teori Quantum Gravitasi
« pada: April 18, 2011, 05:35:58 AM »
Artikel nih...

Semua materi di semuanya-alam semesta yang kita lihat, rasakan dan bau-memiliki struktur diprediksi tertentu, berkat elektron kecil berputar di sekitar inti atom mereka dalam serangkaian kerang konsentris atau tingkat atom.
Sebuah prinsip dasar dari struktur yang teratur adalah bahwa tidak ada dua elektron dapat menempati tingkat atom yang sama (keadaan kuantum) pada suatu waktu prinsip yang sama yang disebut prinsip eksklusi Pauli, yang didasarkan pada teori Albert Einstein relativitas dan teori kuantum.

Namun, sebuah tim dari Universitas Syracuse fisikawan baru-baru ini mengembangkan model teoritis baru untuk menjelaskan bagaimana prinsip eksklusi Pauli dapat dilanggar dan bagaimana, dalam kondisi langka tertentu, lebih dari satu elektron secara bersamaan dapat menempati keadaan kuantum yang sama.

Model mereka, yang diterbitkan 26 Juli di Physical Review Letters (vol. 105) dapat membantu menjelaskan bagaimana hal berperilaku di tepi lubang hitam dan berkontribusi pada pencarian ilmiah yang sedang berlangsung untuk unified teori gravitasi kuantum. Physical Review Letters merupakan publikasi dari American Physical Society bergengsi.

"Transisi elektron dari kulit atom satu ke yang lain yang melanggar prinsip Pauli tantangan dasar-dasar fisika," kata AP Balachandran, JD Steele Profesor Fisika di SU's College of Arts dan Sciences. "Untuk alasan ini, ada minat eksperimental yang kuat dalam mencari transisi tersebut. Sampai saat ini, ada beberapa model yang layak mampu menjelaskan bagaimana transisi tersebut bisa terjadi. Kami. Teori menyediakan seperti model"

Balachandran adalah penulis utama paper dengan Ph.D. calon Anosh Joseph dan Pramono Padmanabhan.

Cara teratur di mana elektron mengisi tingkat atom memberikan stabilitas dan struktur materi, serta menentukan sifat-sifat kimia elemen pada tabel periodik. Mendasari stabilitas ini adalah kemampuan untuk menentukan lokasi objek (elektron, proton dan neutron) hampir tepat dalam ruang dan waktu. Model baru ini berpendapat bahwa pada tingkat di mana gravitasi kuantum adalah signifikan, ini gambar kontinum ruang-waktu rusak, sangat mempengaruhi simetri rotasi atom dan elektron memicu transisi (perpindahan dari satu shell ke yang lain) yang melanggar prinsip Pauli.

"Prinsip Pauli tidak dipatuhi dalam model yang kita bangun," kata Balachandran. "Kami kemudian digunakan ada bukti eksperimental untuk memberi batas pada saat pelanggaran dalam transisi dapat terjadi."

Menurut model, pelanggaran prinsip Pauli secara teoritis akan terjadi di alam dalam kurun waktu yang lebih lama dari umur alam semesta-atau lebih jarang dari sekali dalam pepatah "bulan biru."

"Meskipun efek ini kecil, para ilmuwan menggunakan instrumen presisi tinggi untuk mencoba melihat efek," kata Balachandran. "Jika ditemukan, maka akan sangat mempengaruhi pondasi dasar teori fisika saat ini."

"Selain itu, kimia dan biologi di dunia di mana pelanggaran tersebut terjadi akan sangat berbeda," tambah penulis Padmanabhan.

Fakta bahwa prinsip Pauli dapat dilanggar juga dapat membantu menjelaskan bagaimana hal berperilaku di tepi lubang hitam, Yusuf berkata: "Meskipun kita tidak tahu apa yang terjadi dengan materi di lubang hitam, model kita dapat memberikan petunjuk bagaimana materi tentang berperilaku sebagai runtuh atom dari tarikan gravitasi lubang hitam. "

Sumber: http://www.syr.edu/

menurut teman2 di forsa, apa pendapat kalian mengenai teori quantum gravitasi ini?
kunjungi MIL education (bandung) http://mileducation.wordpress.com

Offline Scorpion

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 125
  • IQ: 1
Re: Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #1 pada: Mei 01, 2011, 10:54:27 AM »
satu- satunya gaya yang tidak memerlukan gaya lain untuk eksis adalah gaya gravitasi.
q jusa yakin gravitasi lebih tercipta lebih dahulu di banding masa.
#lho kok gak nyambung#

Offline alek

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 12
  • IQ: 2
Re: Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #2 pada: Mei 03, 2011, 12:43:29 AM »
dalam konteks pembahasan diatas adalah terjadi didalm atom / dunia mikroskopis, hal ini bertentangan apa yang sikatakan scorpion. karena gaya gravitasi yang dimaksut adalah garavitasi newton. dalam konteks pembahasan ada 2 teori yag belainan tapi tetap nsatu tujuan, yaitu fisika newtonian dan fisika kuantum.
yg menurutq yg dimaksut adalah gaya ikat yang terjadi didal atom dimana proton dan netron ( inti atom) mengikat elektronnya sangat kuat

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re:Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #3 pada: April 03, 2015, 12:23:46 AM »
Bagaimana kaitan quantum gravity dengan partikel Higg (God's particle ?).
HouwLiong

Offline abdillahibnunasrullah

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 56
  • IQ: 2
  • ganbate senpai ! ♡
Re:Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #4 pada: Juni 09, 2015, 11:39:57 PM »
Pada dasarnya gravitasi bukanlah gaya, tetapi konsekuensi dari pelengkungan ruang dan waktu karena adanya massa
Senpai daisuki ♡♡♡
Ganbate senpai ♡♡♡

Offline Emerald_Eyes

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 114
  • IQ: 6
Re:Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #5 pada: Juni 10, 2015, 06:49:56 AM »
Teori gravitasi kuantum masih berupa konsep yg belum established, ilmuwan sendiri belum yakin apa graviton itu ada. Teori gravitasi kuantum pada dasarnya dikembangkan dalam koridor model standar dalam fisika, tapi kenyataannya tidak terlalu memuaskan. Oleh karenanya skg mulai berkembang yg namanya physics beyond standard model dimana fisikawan berusaha mencari teori yg bisa menghubungkan teori kuantum dg teori gravitasi yg lebih kuat seperti relativitas umum.

Offline Gremory

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 0
  • ForSa!
Re:Teori Quantum Gravitasi
« Jawab #6 pada: Juli 07, 2015, 01:29:52 PM »
tulisannya keliatan lebih fokus le larangan pauli drpd gravitasi kuantum.
penjelasan gravitasi saat ini masih memakai model relativitas umum.
dalam relativitas umum, gravitasi adalah kelengkungan ruang-waktu.

kalo menggunakan mekanika kuantum, gravitasi sepertinya mesti ditarik kembali ke konsep lamanya, yaitu sebagai gaya.
gravitasi jadinya termasuk dalam 4 gaya fundamental.
sebagai gaya artinya memiliki force-carrier particlenya, dalam hal ini adalah partikel hipotesis graviton.
graviton mesti bermassa 0, karena jangkauan gravitasi tidak terbatas.
spinnya 2 (boson).
salah satu yg membedakan boson dan fermion adalah boson tidak harus memenuhi larangan pauli.
2 boson dapat berada dalam keadaan yg sama.

yg lumayan populer dalam usaha menyatukan gravitasi menurut relativitas umum dan mekanika kuantum adalah loop quantum gravity.
secara garis besarnya dikatakan bahwa ruang terdiri dari butiran2 kecil(granule).
loop quantum gravity berusaha mengajukan kuantisasi gravitasi dengan menganggap ruang terdiri dari bagian2 seperti partikel.

CMIIW

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
3783 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2009, 02:22:29 PM
oleh skuler
5 Jawaban
15120 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2009, 10:19:19 AM
oleh milmi
6 Jawaban
7744 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2011, 03:29:07 AM
oleh gema
38 Jawaban
37504 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 28, 2012, 12:32:31 AM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
145240 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2017, 12:25:30 AM
oleh zoldik