Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juli 25, 2021, 07:08:14 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139656
  • Total Topik: 10398
  • Online Today: 118
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 39
Total: 39

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Sebuah Rahasia dari Terobos Halang Melalui Horizon (artikel oleh Haryanto)  (Dibaca 8670 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ksatriabajuhitam

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
diangkat dari artikel yang dikirim oleh Haryanto berjudul Sebuah Rahasia dari Terobos Halang Melalui Horizon.



oleh Haryanto pada Juni 02, 2009, 01:44:00
Sebuah Rahasia dari Terobos Halang Melalui Horizon

(tulisan ini merupakan saduran bebas saya dari artikel M. Parikh <http://lanl.arxiv.org/abs/hep-th/0405160>

Abstrak :
Radiasi Hawking sering divisualisasikan secara intuisi sebagai partikel-pertikel yang telah menerobos (penghalang) horizon. Namun, tidak jelas di mana penghalang yang harus diterobosnya. Kuncinya adalah untuk mengimplementasikan kekekalan energi, sehingga lubang hitam berkontraksi selama proses radiasi. Sebuah konsekuensi langsung adalah spectrum radiasi tidak dapat sepenuhnya termal. Koreksi terhadap spectrum termal merupakan bentuk yang diharapkan dari sifat keuniteran teori kuantum. Ini mungkin saja dapat merupakan sebuah petunjuk untuk teka-teki informasi lubang hitam.

Secara klasik, sebuah lubang hitam adalah penjara yang mutlak, semua yang masuk ke dalamnya pasti akan terkurung, tak ada jalan keluar. Lebih jauh, karena tidak ada yang dapat keluar, sebuah lubang hitam klasik hanya dapat bertambah ‘besar’ seiring berjalannya waktu. Kemudian, pada waktu itu, merupakan sebuah shock bagi fisikawan ketika Hawking menunjukkan bahwa secara mekanika kuantum lubang hitam sebenarnya dapat meradiasikan partikel. Dengan emisi radiasi Hawking ini, lubang hitam dapat kehilangan energi, mengkerut, lantas akhirnya menguap secara total.

Bagaimana ini dapat terjadi? Ketika sebuah objek yang secara klasik adalah stabil (energi tetap, tidak berubah) menjadi secara mekanika kuantum menjadi tak stabil (ada perubahan), maka secara alamiah kita akan memperkirakan yang terjadi adalah terobos halang (tunneling). Jelas, ketika Hawking pertama kali membuktikan keberadaan radiasi lubang hitam, dia menggambarkannya sebagai terobos halang yang dipicu oleh fluktuasi vakum (munculnya partikel dan antipartikel dari sistem dengan energi awal gabungan = nol, vakum) di dekat horizon. Sebelumnya, horizon merupakan sekat antara bagian ‘dalam’ dan ‘luar’ lubang hitam yang mana cahaya tidak dapat keluar dari padanya. Oleh karena itu, kita sebut lubang hitam ini adalah ‘hitam’ karena tidak ada informasi (secara klasik) yang sampai pada pengamat.

Ide Hawking adalah peristiwa produksi pasangan tepat disekitar horizon, dalam maupun luar. Partikel dengan energi positif yang tercipta dari produksi pasangan di dalam horizon akan menerobos halang horizon – meskipun tidak ada lintasan klask yang mungkin, namun secara kuantum hal ini dapat diperbolehkan - . Dalam hal ini kita dapat membayangkan antipartikel (dengan energi negatif) yang tertinggal di dalam horizon mengakibatkan total energi lubang hitam berkurang. Kemudian, jika produksi pasangan terjadi tepat diluar horizon, maka antipartikelnya yang masuk ke dalam horizon, dan efeknya dapat kita bayangkan sama saja dengan sebelumnya. Ada partikel yang ‘lari’ menjauhi lubang hitam (inilah radiasi) dan mengakibatkan energi (massa) lubang hitam berkurang.

Namun sayangnya, meskipun gambaran Hawking seperti yang diterangkan di atas, namun penurunan asli mula-mula tidaklah memanfaatkan gambaran ini secara lengkap. Ini cukup ganjil. Untuk memanfaatkan sepenuhnya gambaran ini, kita perlu mengatasi 2 masalah : pertama yaitu teknis, untuk melakukan perhitungan terobos halang, dibutuhkan sistem koordinat yang berkelakuan baik di horizon (tidak ada infinity). Kedua: konseptual, apa penghalang yang harus diterobos?

Biasanya, ketika terobos halang terjadi, terdapat dua daerah klasik yang terpisah yang digabungkan oleh sebuah lintasan dalam waktu imajiner/kompleks. Dalam limit WKB (sebuah istilah aproksimasi dalam kuantum), peluang untuk terobos halang dihubungkan dengan bagian imajiner dari pada aksi (partikel) ketika melewati lintasan yang secara klasik dilarang dengan ungkapan
    G µ exp (-2 Im S)
dengan S merupakan aksi pada lintasan terkait. Namun masalah muncul ketika teknik ini dipakai untuk lubang hitam. Sepertinya, daerah ‘luar’ dan ‘dalam’ horizon ini terpisah dalam jarak nol cm. Katakan sebuah partikel hasil produksi pasangan terpisah secara infinitesimal diluar horizon, namun ia tetap dapat ‘lari’. Bagaimana ini dapat terjadi?

Seperti yang Hawking mula-mula gambarkan, bahwa partikel menerobos horizon, ini memang terjadi. Namun penjelasannya dengan argumen yang sedikit rumit, karena tidak terdapat penghalang yang sebelumnya telah ada (sudah ada dari sononya). Namun, yang terjadi adalah partikel menerobos penghalang yang ia ciptakan sendiri (ingat dalam relativitas, gerak benda ditentukan oleh geometri disekitarnya, geometri ini ditentukan oleh kandungan massa dan momentum sudut dari lubang hitam). Point terpenting yaitu energi harus kekal. Ketika radiasi terjadi, energi/massa lubang hitam berkurang, maka ia makin mengkerut. Pengkerutan ini berdampak pada makin kecilnya radius lubang hitam tersebut. Ukuran kontraksi yang terjadi tentu bergantung pada jumlah energi partikel yang keluar. Makin besar energi keluar, makin besar juga kontraksi yang terjadi. Di sini sudah terlihat bahwa partikel yang keluar itulah yang mendefinisikan penghalang. Namun kita akan lihat ini lebih jelas pada bagian selanjutnya.

Lebih lengkapnya tentu kita sangat butuh teori lengkap kuantum gravitasi di sini (yang sampai sekarang masih jauh dari final). Katakan dalam sudut pandang yang diterima umum, kita butuh mengikut sertakan graviton (medan gauge yang memediasi interaksi gravitasi secara kuantum, seperti foton untuk interaksi elektromagnetik kuantum). Namun karena kita membahas sistem lubang hitam yang simetri bola, maka tidak diperlukan analisis graviton yang memiliki spin 2, karena nanti jadinya tidak algi simetri bola. Yang diperlukan hanyalah parikel spin nol (skalar) sehingga derajat kebebasan yang akan dibahas hanyalah posisi parikel ketika terjadi terobos halang.

Dipersenjatai pandangan ini, kita dapat melakukan perhitungan untuk proses terobos halang dalam radiasi Hawking. Koordinat yang digunakan tentunya bukanlah standar seperti sperti Schwarschild, karena di horizon koordinat ini tidak berkelakuan baik, ada ketidak berhinggaan untuk sector spasial radius, dr. Namun dengan transformasi Painleve (yang menemukan sebuah transformasi sebagai kritik atas relativitas umum di mana singularitas dapat dibuang hanya dengan sebuah trasnformasi koordinat). Elemen garis akibat transformasi ini untuk geometri yang mula-mula Schwarschild adalah

ds2=-(1-2M/r)dt2+2.sqrt(2M/r)dtdr+dr2+r2dX2

dengan dX2 adalah metrik untuk bola 2 dimensi.

Dengan elemen garis ini, kita dapat menghitung aman integral dari aksi partikel (p.dr dengan p=momentum dan dr=infinitesimal radius). Integrasi radius dilakukan dari radius horizon mula-mula sampai pada saat partikel telah keluar, dengan energi E, yaitu dari r=2M ke r=2(M-E). Integral inilah yang analog dengan integral perhitungan probabilitas terobos halang biasa. Jelas bahwa penghalang dalam radiasi Hawking bergantung pada energi partikel keluar, seperti yang pernah disinggung sebelumnya.

Dengan menyamakan exp (-2 Im S) hasil perhitungan terhadap factor Boltzman, exp(E/T) dengan T = temperatur Hawking, maka dapat ditemukan temperatur Hawking seperti yang mula-mula ditemukan dulu.


By : Haryanto M. Siahaan
SMP St. Aloysius BN, Bandung
www.friendster.com/antoms
e-mail : [email protected]



hm,,, jadi lubang hitam tidak selamanya "hitam", karena memancarkan radiasi juga (radiasi dari lubang hitam sendiri, bukan radiasi sinar-x dari massa yang terserap)
tapi saya masih bingung masalah energi negatif? apa ya itu?
juga munculnya partikel dan anti-partikel dari energi nol, sejauh yang saya ketahui, pair production memerlukan energi awal.

ayo teman-teman, kita diskusikan topik ini, mumpung ada Bang Haryanto jagonya theoretical physics :D
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline Sky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 473
  • IQ: 36
  • Gender: Pria
Saya juga masih belum paham tentang energi negatif itu.
Yang saya tahu, Hawking merumuskan adanya radiasi yang dipancarkan lubang hitam agar kekekalan entropi berlaku dan sesuai dengan hukum kuantum.
Radiasi yang dipancarkan ini menyebabkan massa black hole menyusut dan akhirnya bisa hilang (untuk black hole ukuran kecil).

Offline Sky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 473
  • IQ: 36
  • Gender: Pria
Temperatur radiasi Black Hole ini berbanding lurus dengan gravitasi di permukaan Black Hole, akibatnya berbanding terbalik dengan massa Black Hole.
Konsekuensinya, Black Hole kecil temperaturnya lebih besar dan lebih cepat menyusut.

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
stephen hawkings, kalo gak salah ia kan tidak mendukung hukum kekekalan energi loh...








"Orang Pintar adalah Orang yang Berusaha Membangun Rumah atau Kehidupan yang Bagus di dunia dan Istana Di Surga"

caranya Belajar dan Bekerja serta Beramal dan Beribadah

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
stephen hawkings, kalo gak salah ia kan tidak mendukung hukum kekekalan energi loh...
Referensinya dari mana?

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
coba deh km cari buku tentang stephen hawkings, di internet jg ada loh... trus bacanya yg teliti oke...

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Artikel tentang Hawkings itu ada banyak, makanya, kalo gak ada spesifik buku atau artikel yang amna, susah nyarinya.

Offline Karno Giyantono

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 647
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
  • orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....
yah oke deh nanti saya cariin... cos rada lupa nemu yah dimna waktu itu...
pi coba km cari dulu sendiri di internet, kan banyak tuh buku gratis di internet
coba cari yg membahas tentang biografinya atau riwayat hidupnya...

Offline Sky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 473
  • IQ: 36
  • Gender: Pria
Hmm...
Tepatnya bukan gitu.
Hawking bilang, blackhole memancarkan radiasi.
Tapi, kalo gitu aja, prinsip kekekalan energi tidak berlaku.
Supaya prinsip kekekalan Energi berlaku, massa Blackhole harus menyusut, karena energi yang dipancarkan oleh blackhole harus sama dengan energi yang hilang dari black hole.
Karena energi yang dimiliki blackhole hanya dalam bentuk massa, jadi massanya yang menyusut.

Offline irwan15534

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 0
Re: Sebuah Rahasia dari Terobos Halang Melalui Horizon (artikel oleh Haryanto)
« Jawab #9 pada: Desember 02, 2009, 05:57:52 AM »
klo blackhole mnyusut, berarti lama-kelamaan akan hilang donk...

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 272
  • IQ: 26
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • my_papers
Re: Sebuah Rahasia dari Terobos Halang Melalui Horizon (artikel oleh Haryanto)
« Jawab #10 pada: Desember 31, 2009, 08:05:38 AM »
Wah, ni tulisan saya nih.. Baru nemu, sy pikir hanya ada di hal depan artikel saja.. sori, baru gabung..
[@ KBH, belum jago atuh, masih blajar...]

klo blackhole mnyusut, berarti lama-kelamaan akan hilang donk...
Yap, anda benar skali.. metode penurunan temperatur Hawking banyak, bahkan dalam framework teori string (teknologi D-brane dst..), atau loop gravity..

Tapi, dengan gaya yg mirip dengan penurunan asli Hawking, dinamakan teknik semiklasik.. Semua penurunan ini, paling beda ada faktor koreksi dst, memiliki sifat dimana suhu berbanding terbalik dengan massa lubang hitam.. untuk proses radiasi Hawking yg real, tentu massa lubang hitam akan berkurang, lantas suhu makin tinggi.. akhirnya lubang hitam akan menyusut dan akhirnya meledak, bang.. :)
We must know — we will know!
-David Hilbert -

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
11293 Dilihat
Tulisan terakhir November 26, 2009, 11:43:04 AM
oleh Mat Dillom
17 Jawaban
14183 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2011, 11:13:27 PM
oleh syahbana
1 Jawaban
4884 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2013, 03:32:42 AM
oleh spectrasolve
2 Jawaban
3832 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2010, 04:16:43 AM
oleh Too Payz
haryanto

Dimulai oleh endangak Fisika

6 Jawaban
4133 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2011, 10:21:41 AM
oleh ksatriabajuhitam