Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Maret 03, 2024, 05:23:28 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 40
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 58
Total: 58

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi

Dimulai oleh Dr.F, September 29, 2014, 09:15:29 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Fariz Abdullah

Kutip dari: Dr.F pada Oktober 01, 2014, 07:12:58 AM
;D ;D ;D :

Saya sangat sepakat dengan mas Sandy tentang dunia tidak ada acuan mutlak dan semoga semua orang juga demikian, sehingga tidak ada yang menyalahkan suatu teori karena teori tersebut tidak bisa diaplikasikan.

Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

sirius.A

Analoginya seperti mempertanyakan apakah bulan mengelilingi bumi atau bumi yang mengelilingi bulan. dari pandangan awam seperti saya, percaya bahwa bulanlah yang megelilingi bumi. dari perbandingan gravitasi ( gravistasi bulan lebih kecil dari gravitasi bumi). Karena gravitasi matahari lebih besar daru grav bumi maka saya percaya bahwa bumi lah yang megelilingi matahari.

Monox D. I-Fly

Kutip dari: Fariz Abdullah pada November 05, 2014, 12:03:00 AM
Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..

Ahaha... Ini beneran apa nyindir Bang? Emang gimana bisa Ka'bah thawaf mengelilingi kita padahal posisi kita aja nggak sama...  ::)
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Pi-One

Kutip dari: Monox D. I-Fly pada November 06, 2014, 06:12:16 AM
Ahaha... Ini beneran apa nyindir Bang? Emang gimana bisa Ka'bah thawaf mengelilingi kita padahal posisi kita aja nggak sama...  ::)
Prinsipnya sama saja seperti kita naik mobil dan melihat dari jendela bagaimana pohon-pohon di pinggir jalan bergerak mendekat dan menjauhi kita...

Sandy_dkk

#34
Kutip dari: Pi-One pada November 06, 2014, 12:27:04 PM
Prinsipnya sama saja seperti kita naik mobil dan melihat dari jendela bagaimana pohon-pohon di pinggir jalan bergerak mendekat dan menjauhi kita...

padahal sebenarnya pohon2 tsb tidak bergerak. begitukah? yakin?
berarti disini bumi dianggap diam.

bagaimana kalau kita melaju dengan mobil dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi ditempat kita berada, namun dengan arah yang berlawanan dengan arah rotasi bumi. maka siapa atau apa yang sebenarnya bergerak?

haha, lagi2, acuan diam mutlak yang dipakai adalah acuan relatif, hanya dianggap diam, sementara tak ada cara untuk mengetahui yang nana yang mutlak diam.



baik geosentris, heliosentris, prikitiewsentris, atau apa saja, sama2 tak bisa dijadikan landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan, tapi semuanya sama2 bisa dijadikan model matematis untuk penyusunan kalender astronomis. jadi santai saja.....


Goen

Kutip dari: Sandy_dkk pada November 06, 2014, 01:31:09 PMbaik geosentris, heliosentris, prikitiewsentris, atau apa saja, sama2 tak bisa dijadikan landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan, tapi semuanya sama2 bisa dijadikan model matematis untuk penyusunan kalender astronomis. jadi santai saja.....
Tapi kenyataannya, landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan inilah yang justru paling dominan mempengaruhi ilmuwan dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena alam. Contoh, percobaan Michelson-Morley yang bertujuan mendeteksi pergerakan bumi di lautan ether, namun hasilnya negatif, malah diinterpretasikan sebagai bukti ketiadaan ether bukan sebagai bukti diamnya bumi (geocentrism).

"Consider first the possibility that Earth isn't moving relative to the ether. I can think of two ways for this to be the case. First, the ether might be a fixed substance that extends throughout the Universe. Then Earth alone among all the cosmos would be at rest relative to the ether. I say 'alone' because all other celestial objects—the Moon, Mars, Venus, the other planets, the Sun, other stars in our galaxy, and the other galaxies in the Universe—all are moving relative to Earth. So if Earth is at rest relative to the ether, then it alone is at rest. That makes us pretty special.... Do you really want to return to parochial, pre-Copernican ideas? Do you really think you and your planet are so special that, in all the rich vastness of the Universe, you alone can claim to be 'at rest?'" [Richard Wolfson, Simply Einstein: Relativity Demystified, 2003, hal. 63]

Memangnya kenapa kalau ternyata bumi itu diam?

Sandy_dkk

jadi "possibility" tu artinya keyakinan ya? baru tahu saya, terimakasih pencerahannya.
tadinya saya kira "possibility" tu artinya "kebolehjadian/kemungkinan/dugaan".

jika ternyata bumi diam ya gak masalah, gak akan berpengaruh pada kalender astronomi yang sudah ada.


Sandy_dkk

parochial tu parochialnya si ilmuwan atau parichialnya masyarakat non sains?

Goen

Kutip dari: Sandy_dkk pada November 06, 2014, 03:01:24 PM
jadi "possibility" tu artinya keyakinan ya? baru tahu saya, terimakasih pencerahannya.
tadinya saya kira "possibility" tu artinya "kebolehjadian/kemungkinan/dugaan".
Yang namanya "possibility", ya berarti kemungkinan, bukan keyakinan. Hanya saja, "possibility" ini langsung dinihilkan gara-gara tidak sesuai dengan—saya menyebutnya sebagai aqidah—Copernican Principle.

"If it isn't moving relative to the ether, then earth alone among the cosmos is at rest relative to the ether. Now that may be an absurd possibility but maybe it's true. I think you can see that this is not going to be very philosophically satisfying, and it isn't satisfying physically either, but it violates the Copernican Principle that the earth isn't special." [Richard Wolfson, "Einstein's Relativity and the Quantum Revolution," 2000, Lecture 5: "Speed c Relative to What?"]


Kutipjika ternyata bumi diam ya gak masalah, gak akan berpengaruh pada kalender astronomi yang sudah ada.
Ya, memang tidak berpengaruh untuk kalender astronomi, tapi mungkin berpengaruh—seperti sudah saya sebutkan sebelumnya—dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena alam. Hasil negatif dari eksperimen Michelson-Morley itu cuma memberikan dua opsi: (1) Bumi diam atau (2) ether tidak ada.

Kenapa yang dipilih opsi (2) ether tidak ada? Padahal, teori ether bisa memberikan penjelasan mekanis untuk gravitasi seperti di jaman Newton dan elektromagnetik (magnet, listrik dan cahaya) seperti di jaman Maxwell.


Kutip dari: Sandy_dkk pada November 06, 2014, 03:07:05 PM
parochial tu parochialnya si ilmuwan atau parichialnya masyarakat non sains?
Kedua-duanya.  :)

Sandy_dkk

saya berpikir, jika bumi dan mars berevolusi mengelilingi matahari dengan kecepatan sudut yang berbeda, maka semestinya ada suatu saat dimana jarak mars-bumi lebih jauh dari jarak matahari-bumi. benar tidak?

pertanyaan saya:
berapa jarak terdekat matahari-bumi?
berapa jarak terjauh mars-bumi?

ytridyrevsielixetuls

Dr. F

anda sendiri yang memulai percakapan sosio-psikologi ketika anda merasa diserang dan menuding penilaian penganut paham heliosentris itu subektif. reply anda cuma secuil. tanggapi juga point2 saya yg lain. kalau ndak mending ngaku saja. anda memang ngeles.
kalau mau curhat tentang bagaimana subjektifnya penganut paham heliosentris ya anda yang seharusnya bikin thrrad lain.


Kutip dari: Fariz Abdullah pada November 05, 2014, 12:03:00 AM
Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..

Maklum mereka sudah terdoktrin seperti itu sejak masih TK... meskipun sudah banyak teknologi dan panca indera yang membuktikannya ya bisa jadi tu cuma ilusi. Jadi makanya saya nggak percaya lagi.

Sekarang saya percaya yang sebaliknya, sesuai teori yg anda katakan. Soalnya saya pemikir kritis.
Anda nggak usah jabarkan alasan ilmiah untuk membenarkan teori anda. soalnya percuma, karena sedari awal mereka sudah menganut faham ka'bah sentris. Jadi penilaian mereka subjektif.
padahal tidak ada acuan mutlak.
memangnya kenapa kalau manusia yang diam ?
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Sandy_dkk pada November 04, 2014, 05:33:58 PM
masalahnya, jika kita berhasil melepaskan satelit dari pengaruh gravitasi bumi, apa yang menjadi jaminan bahwa satelit tsb benar2 diam?

masalah lainnya, jika telah terbukti salah satu teori benar, apa manfaatnya?
baik geosentris maupun heliosentris, keduanya sama2 dapat digunakan untuk penyusunan kalender astronomis secara akurat. cukup dengan kalkulus, benda apapun yang dijadikan acuan diam hasilnya sama saja.
jadi manfaat apa yang bisa didapat dari mempersoalkan tentang dua teori ini?

Satelit itu jumlahnya ribuan mengelilingi bumi dalam ketinggian yang berbeda dan di orbit yang berbeda, dan arah yang berbeda dan sebagian bersinggungan. Kalau tu satelit berhenti bergerak di posisi tidak ketarik gravitasi bumi maka :

-Kalau heliosentris yang bener : beberapa satelit akan tertarik gravitasi bumi karena si bumi berevolusi dan harus "berhadapan" dengan sebagian satelit yang kebetulan "menghalangi" jalannya di orbit bumi, karena si bumi bergerak mendekat. Sedangkan satelit yang lain akan terlihat menjauh lewat pandangan teleskop.

-Kalau geosentris yang bener : ya tidak ada satelit yang akan ketarik gravitasi bumi karena si bumi ga berevolusi so si bumi kan diem tu jadi ga akan "jalan-jalan" dan ga bakal "berhadapan" dengan satelit di tengah perjalanan. Sepanjang hari, bulan, dan tahun posisi satelit ya di situ-situ aja menurut pandangan teleskop, kecuali ada sumber gravitasi lain di luar angkasa yang menarik satelit2 tsb.

Semua satelit dipantau oleh ground station di bumi so mereka jadi tau ada dimana satelit mereka, berotasi ke arah mana dan akan berhadapan dengan satelit lain apa nggak? Menurut anda kenapa hampir nggak pernah ada kejadian satelit tabrakan? Karena posisi mereka sudah diatur supaya ga tabrakan ya tentu saja karena ada komunikasi antar pemilik satelit atau sudah ada sinyal tertangkap. Kalau memang mereka bisa kompakan ya mereka bisa gunakan satelit untuk mengamati benda langit di luar angkasa dan membandingkannya dengan bumi.

Kalau nggak rela satelitnya ditarik oleh gravitasi lain ya dikunci saja posisinya oleh ground station. Bener ndak?
Tapi tentu saja mustahil/hampir mustahil mengajak pemilik satelit kompakan.

Manfaat mempersoalkan teori heliosentris dan geosentris?

Kalau menurut saya ya jelas untuk melihat kebenaran donk. Inikan klaim. Bukan klaim biasa melainkan klaim ilmiah. So sudah sewajarnya dikritisi apalagi tentang pergerakan bumi dan matahari, ya wajar orang ingin tau kebenaran, karena dengan tau kebenaran pengetahuan kita bertambah. Bagaimana manusia memajukan ilmu dan teknologi kalo nga mau mengkritisi doktrin2 dan teori2 yang ada?
Dengan mengkritisi teori2 ilmiah tsb dan mengetahui mana yg benar dan salah jadi kita nggak ada keraguan lagi. Dan keyakinan yang salah nggak perlu dipelihara lagi.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Sebenarnya hingga sekarang teori dan eksperimen yang diklaim membantah teori heliosentris dan mengklaim matahari bergerak mengelilingi bumi (meskipun sama2 berpendapat bumi bulat) TERNYATA :

-Sebenarnya tidak benar2 membuktikan matahari bergerak mengelilingi bumi. tidak dibilang kepastian, yang ada kemungkinan. Dengan demikian klaim itu dianggap tidak valid bukan karena gengsi atau anti agama tertentu. Teori dan eksperimen itu tidak benar2 membuktikan heliosentris itu salah.

-Tidak bisa menjelaskan posisi dan pergerakan matahari terhadap planet-planet lain di dalam tata surya, dan sebaliknya. Penjelasan berikutnya ada di point2 di bawah.

-Suhu-suhu planet seharusnya akan naik turun drastis dalam beberapa kasus. Satu contoh, planet merkurius dan venus masihlah yang paling panas di tata surya (tapi venus lebih panas meskipun merkurius lebih dekat ke matahari karena faktor kandungan di planet venus).

-Tapi kalau memang matahari yang bergerak mengelilingi bumi, ada di manakah orbit matahari? Kalau di antara mars dan bumi, maka seharusnya suhu bumi dan mars lebih panas daripada merkurius. Kalau pun ada di orbit lain, misal di antara uranus dan neptunus maka planet terpanas seharusnya adalah uranus atau neptunus bukan venus, dan suhu kedua planet tsb harusnya lebih panas daripada merkurius, ketika mereka mencapai perihelium.

-Jarak bumi ke matahari rata-rata 150 juta km. kalau matahari bergerak mengelilingi bumi berarti orbit matahari ada di antara orbit mars dan orbit jupiter, dan lebih dekat ke mars. Ini kan seharusnya menjadikan mars planet paling panas ketika mars mencapai perihelium (atau kedua terpanas setelah venus).


PS : toh bagi saya nggak masalah meninggalkan keyakinan saya kalau terbukti salah. lha kan saya free thinker. masih mending free thinker yang mau menyadari kekurangannya daripada orang relijius fanatik yang menggunakan logika hanya ketika mengkritisi keyakinan lain. kalau orang fanatik membabi buta tidak akan meninggalkan keyakinannya meski dah terbukti salah.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Makanya teori dan eksperimen itu tidak serta merta membuktikan teori heliosentris salah.
Dan kembali ke kata-kata TS ini :

Kutip dari: Dr.F pada Oktober 01, 2014, 06:48:37 AM
Teori yang salah tetap bisa diaplikasikan dalam teknologi.
...

Namun entah apa pendapat dia kalau teknologinya adalah teknologi yang digunakan dalam eksperimen Michelson-Morley.. bisa saja teknologi mereka mengaplikasikan teori yang salah?
Sehingga hipotesis bahwa bumi diam itu sebenarnya adalah kesalahan teknologi mereka?
Toh kenapa tidak mungkin salah? Satelit dan telepon genggam saja bisa salah.

Dan mengenai kalimat ini

Tidak ada acuan mutlak

Well kalau begitu bisa saja matahari yang diam?
Atau malah cahaya yang diam? Siapa tahu? Bisa jadi selama ini panca indera manusia dan teknologi penginderaan masih terpengaruh oleh ilusi alam? Kemungkinan cahaya yang diam kan seharusnya tidak dinihilkan begitu saja...

Memangnya kenapa kalau cahaya yang diam?
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

#44
Kutip
-Jarak bumi ke matahari rata-rata 150 juta km. kalau matahari bergerak mengelilingi bumi berarti orbit matahari ada di antara orbit mars dan orbit jupiter, dan lebih dekat ke mars. Ini kan seharusnya menjadikan mars planet paling panas ketika mars mencapai perihelium (atau kedua terpanas setelah venus).

ini penjelasan yang paling menarik bagi saya.
jarak Bumi-Matahari bisa dijadikan pertimbangan manakala kita ingin membenarkan teori geosentris dimana Matahari lah yang mengitari Bumi.
Mars memang seharusnya lebih panas daripada Merkurius apabila Mars berada di titik perihelium, kalau memang Matahari yang berevolusi mengelilingi Bumi karena jarak 140-150 juta km dari Bumi itulah merupakan posisi di antara orbit Mars dan orbit Jupiter (sekali lagi, kalau Mataharinya yang mengelilingi Bumi).
eksperimen dan teori pendukung geosentris sama sekali tidak menjelaskan dimana letak kesalahan posisi dan pergerakan ke-8 (atau 9) planet dalam tata surya kita terhadap matahari berdasarkan versi heliosentris. dan tidak menjelaskan mengapa hingga sekarang Merkurius masih menjadi planet yang selalu lebih panas daripada Mars.

soal tidak ada acuan mutlak, saya lebih kepikiran soal ruang dan waktu, dimana waktu adalah ruang yang terus berubah bentuk, jadi sebenarnya tolok ukur perubahan waktu sifatnya tidak mutlak. nggak tahu ya kenapa tiba-tiba berpikir begitu...


                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!