Forum Sains Indonesia

Ilmu Alam => Fisika => Topik dimulai oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 12:15:29 AM

Judul: Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 12:15:29 AM
Salam buat juragan Forsa semuanya,

Masalah bumi berotasi sepertinya sudah dianggap selesai atau final, bahkan sesorang dianggap ketinggalan jaman jika dia berusaha menggugat kembali bahwa bumi itu diam tidak berotasi apalagi berevolusi mengelilingi matahari. Biasanya hal tersebut dilakukan oleh geocentrist (bisa jadi termasuk saya  ;D) karena memang belum ada pembuktian yang memuaskan atas adanya rotasi bumi ini. 
Salah satunya percobaan bandul Foucault langsung di klaim bahwa bumi berputar pada porosnya seperti gasing, karena asumsinya gerakan bandul tersebut tetap segaris dan stabil karena inersia bandul tersebut, sedangkan bumi berputar sehingga orientasi bandul tersebut terlihat berubah. padahal bisa jadi bumi diam sedangkan orientasi bandul tersebut berubah karena pengaruh yang lain (bisa jadi gaya gravitasi dengan matahari yang berputar mengelilingi bumi).

Pada topik kali ini saya mengusulkan suatu percobaan yang mungkin bisa dilakukan dan akhirnya bisa diterima hasilnya oleh semua pihak.
Percobaan tersebut menggunakan asumsi bahwa relatifitas einstein tentang waktu dianggap benar.

Bagi saya hal ini adalah fundamental, teori-teori yang diturunkan dari asumsi bahwa bumi berotasi harus dirombak ulang jika hasil dari percobaan diatas negatif.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada September 30, 2014, 10:12:02 AM
Salam buat juragan Forsa semuanya,

Masalah bumi berotasi sepertinya sudah dianggap selesai atau final, bahkan sesorang dianggap ketinggalan jaman jika dia berusaha menggugat kembali bahwa bumi itu diam tidak berotasi apalagi berevolusi mengelilingi matahari. Biasanya hal tersebut dilakukan oleh geocentrist (bisa jadi termasuk saya  ;D) karena memang belum ada pembuktian yang memuaskan atas adanya rotasi bumi ini. 
Salah satunya percobaan bandul Foucault langsung di klaim bahwa bumi berputar pada porosnya seperti gasing, karena asumsinya gerakan bandul tersebut tetap segaris dan stabil karena inersia bandul tersebut, sedangkan bumi berputar sehingga orientasi bandul tersebut terlihat berubah. padahal bisa jadi bumi diam sedangkan orientasi bandul tersebut berubah karena pengaruh yang lain (bisa jadi gaya gravitasi dengan matahari yang berputar mengelilingi bumi).

Pada topik kali ini saya mengusulkan suatu percobaan yang mungkin bisa dilakukan dan akhirnya bisa diterima hasilnya oleh semua pihak.
Percobaan tersebut menggunakan asumsi bahwa relatifitas einstein tentang waktu dianggap benar.
  • Kita letakkan jam yang sangat teliti pada equator dan kutub
  • jika bumi berputar maka kecepatan benda pada equator jelas lebih besar dari pada benda yang di kutub bumi.
  • jam pada equator harus lebih lambat dari jam yang berada di kutub
  • jika hasil negatif berarti bumi tidak berotasi

Bagi saya hal ini adalah fundamental, teori-teori yang diturunkan dari asumsi bahwa bumi berotasi harus dirombak ulang jika hasil dari percobaan diatas negatif.

eh, bisakah begitu?
Bagaimana dengan menelepon teman-teman di luar negeri? Misal anda di Jakarta, telpon teman di Jeddah, dan New York, terus anda bertiga secara live pake kamera telpon genggam dan sorot ke langit, kemudian kirim gambar live itu ke satu sama lain. Kan beda tuh langitnya. dalam siaran langsung di luar negeri pun kita bisa melihat perbedaan pada langit. misal sepakbola di Eropa. Apakah ini tidak serta merta membuktikan Bumi berotasi?

oh ya. menurut anda, proses siang dan malam itu disebabkan oleh apa?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada September 30, 2014, 11:08:25 AM
oh ya. menurut anda, proses siang dan malam itu disebabkan oleh apa?

jika bumi tidak berotasi, maka penyebab siang dan malam tidak lain adalah revolusi matahari mengelilingi bumi. begitu bukan Dr.F?

tapi coba bayangkan, berapa jarak bumi-matahari? berapa jarang keliling lintasan rotasi jika benar siang-malam di sebabkan revolusi matahari terhadap bumi? berapa kecepatan revolusi matahari yang harus berevolusi 1 putaran dalam waktu 24 jam saja?

ada pembahasan menarik tentang geosentris vs heliosentris disini: http://medialogika.org/kajian-ilmiah/geosentris-atau-heliosentris/
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada September 30, 2014, 04:15:48 PM
simak juga diskusi disini: http://medialogika.org/kajian-ilmiah/dunia-tanpa-acuan-mutlak/

-------------------------
jika pun ada sesuatu yang benar2 diam di alam ini, maka kita pun tidak akan bisa mengetahuinya, dan tidak akan tahu bagaimana cara untuk mengetahuinya.
-------------------------
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 09:22:14 PM
eh, bisakah begitu?
Bagaimana dengan menelepon teman-teman di luar negeri? Misal anda di Jakarta, telpon teman di Jeddah, dan New York, terus anda bertiga secara live pake kamera telpon genggam dan sorot ke langit, kemudian kirim gambar live itu ke satu sama lain. Kan beda tuh langitnya. dalam siaran langsung di luar negeri pun kita bisa melihat perbedaan pada langit. misal sepakbola di Eropa. Apakah ini tidak serta merta membuktikan Bumi berotasi?

oh ya. menurut anda, proses siang dan malam itu disebabkan oleh apa?

Anda seorang heliosentrist tulen...karena sejak SD sudah diajarkan begitu...maklum..
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada September 30, 2014, 09:40:05 PM
Anda seorang heliosentrist tulen...karena sejak SD sudah diajarkan begitu...maklum..

Dan Anda sendiri, apa yang menyebabkan Anda menjadi seorang geosentrist?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 09:41:52 PM
jika bumi tidak berotasi, maka penyebab siang dan malam tidak lain adalah revolusi matahari mengelilingi bumi. begitu bukan Dr.F?

tapi coba bayangkan, berapa jarak bumi-matahari? berapa jarang keliling lintasan rotasi jika benar siang-malam di sebabkan revolusi matahari terhadap bumi? berapa kecepatan revolusi matahari yang harus berevolusi 1 putaran dalam waktu 24 jam saja?


Sebenarnya topik diatas saya maksudkan supaya kita lebih kritis lagi menyikapi hasil dari suatu eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan, jadi tidak asal ngikut.
Tetapi komentar2 yang terjadi seolah menyalahkan pihak yang menganggap bumi tidak berotasi.

Teori bumi berotasi sudah lama ada dan sudah banyak yang meyakininya sebelum percobaan pendulum Foucault dilakukan. sebuah hipotesis dari suatu eksperimen jika sudah menjadi keyakinan, dan hasil yang diperoleh sesuai dengan hipotesis tersebut, saya rasa hasil tersebut tidak obyektif lagi.

Tolong kritisi usulan eksperimen yang saya tulis diatas. bukan mengkritisi teori turunan dari suatu teori pokok.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 09:47:35 PM
Dan Anda sendiri, apa yang menyebabkan Anda menjadi seorang geosentrist?

dulunya heliosentrist karena asal ngikut. Karena mungkin semakin kritis, saya berubah geosentrist sampai ada bukti yang tidak bisa terbantahkan lagi kalau bumi itu berotasi.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada September 30, 2014, 09:54:06 PM
-------------------------
jika pun ada sesuatu yang benar2 diam di alam ini, maka kita pun tidak akan bisa mengetahuinya, dan tidak akan tahu bagaimana cara untuk mengetahuinya.
-------------------------

nah ini yang saya tunggu, usulan eksperimen saya diatas mohon dikritisi mana yang janggal, sehingga pernyataan juragan yang saya kutip ini memang suatu kebenaran.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 01, 2014, 09:12:40 AM
Kutip dari: Dr.F
Sebenarnya topik diatas saya maksudkan supaya kita lebih kritis lagi menyikapi hasil dari suatu eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan, jadi tidak asal ngikut.
Tetapi komentar2 yang terjadi seolah menyalahkan pihak yang menganggap bumi tidak berotasi.

semangat yang sangat baik! sikap kritis dan tidak asal ngikut memang adalah sikap yang diperlukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dan sepertinya belum ada komentar menyalahkan. diskusi pada ranah ilmiah adalah diskusi yang mengandalkan pikiran bukan emosi, sehingga tidak perlu adanya rasa disalahkan atau apa lah namanya. mari bangun diskusi untuk memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.



Kutip dari: Dr.F
Teori bumi berotasi sudah lama ada dan sudah banyak yang meyakininya sebelum percobaan pendulum Foucault dilakukan. sebuah hipotesis dari suatu eksperimen jika sudah menjadi keyakinan, dan hasil yang diperoleh sesuai dengan hipotesis tersebut, saya rasa hasil tersebut tidak obyektif lagi.

Tolong kritisi usulan eksperimen yang saya tulis diatas. bukan mengkritisi teori turunan dari suatu teori pokok.

teori bumi diam justru berumur lebih tua dan bertahan berabad2 sebelum munculnya teori geosentris. telah diyakini berabad2 walau tanpa eksperimen. justru berubahnya cara pandang masyarakat sains dari heliosentris ke geosentris yang telah menjadi keyakinan publik adalah wujud dari sikap kritis dan tidak asal ngikut. bukankah itu sikap yang sama dengan yang TS inginkan?

oh ya, saya belum masuk ke ranah kritisi. komentar saya tentang kecepatan revolusi matahari yang harus berevolusi 1 putaran dalam waktu 24 jam saja hanyalah intermezo santai saja, tak perlu ditanggapi jika dianggap tidak nyambung. intermezo2 ringan dan santai saya rasa bukan masalah dalam sebuah diskusi untuk menyegarkan suasana, tidak perlu bersikap serius terus.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 01, 2014, 09:13:39 AM
untuk selanjutnya, saya akan menyebut Dr.F dengan panggilan "akang" untuk membangun suasana santai akrab dan bersahabat.

nah ini yang saya tunggu, usulan eksperimen saya diatas mohon dikritisi mana yang janggal, sehingga pernyataan juragan yang saya kutip ini memang suatu kebenaran.

eksperimen yang diusulkan akang sangat bagus, dan dalam ranah teori akan sulit (bahkan mustahil) dibantah. akan tetapi dalam ranah eksperimen real, hampir mustahil pula mewujudkan alat ukur waktu yang mutlak teliti. bisa saja eksperimen dapat terlaksana, tapi saya perkirakan nasib hasil dari eksperimen ini akan sama saja dengan nasib hasil percobaan bandul Foucault, yang dicurigai bahwa orientasi bandul tersebut berubah karena pengaruh yang lain, sementara tak ada alat atau cara yang bisa membuktikan kebenaran atau kesalahan kecurigaan tsb.
begitu pula dengan eksperimen yang akang usulkan, kecurigaan bahwa perbedaan alat pengukur waktu dipengaruhi oleh faktor lain, yang juga tidak ada alat atau cara untuk membuktikan bahwa kecurigaan tsb benar atau salah.



adapun mengenai tulisan saya "jika pun ada sesuatu yang benar2 diam di alam ini, maka kita pun tidak akan bisa mengetahuinya, dan tidak akan tahu bagaimana cara untuk mengetahuinya.", ada baiknya jika berkenan akang mengikuti jalannya diskusi pada thread Dunia Tanpa Acuan Mutlak.

teori heliosentris maupun geosentris adalah dua teori dengan acuan berbeda, dimana heliosentris mengacu pada matahari yang dianggap diam (selanjutnya berkembang dalam skala yang lebih luas bahwa matahari juga bergerak mengelilingi suatu pusat revolusi tertentu), sementara geosentris mengacu pada bumi yang dianggap diam.

saya adalah seorang praktisi, dalam kajian dan praktik ilmu falak misalnya, saya berpedoman pada teori heliosentris. bukan karena saya menjadikan heliosentris sebagai aqidah saya yang saya yakini kebenarannya, tapi karena segala perhitungan memang didasari atas teori ini, teori ini lah yang menjadi premis dasar bagi berkembangnya logika ilmu falak. bisa saja saya melakukan konversi matematis terhadap rumus2 ilmu falak dari yang berorientasi heliosentris menjadi berorientasi geosentris, tapi tak ada alasan kenapa saya harus repot2 mengkonversinya lagi.

untuk tujuan perkembangan ilmu itu sendiri (tujuan internal) suatu teori harus dianggap salah, tapi untuk tujuan perkembangan teknologi dan sains terapan (tujuan eksternal) suatu teori harus dianggap benar. jika selalu dianggap salah, takkan ada kemajuan eksternal. jika selalu dianggap benar, takkan ada kemajuan internal.

kalau ada yang menganggap ilimu falak harus mengacu pada teori geosentris, sah2 saja, tidak masalah, silahkan rumuskan, bisa kok. tapi jika hanya jadi ajang perdebatan, ini tak akan ada ujungnya, dan seorang praktisi tidak terlalu berurusan dengan perdebatan ini, selama teori yang ada bisa digunakan untuk pengembangan teknologi dan sains terapan.



-------------------------
teori itu apa sih?
teori adalah seperangkat pernyataan yang saling berhubungan yang disusun secara sistematis terhadap suatu hal, untuk digunakan sebagai rujukan atau dasar bagi kajian seterusnya.
sering kali teori dipandang sebagai suatu model atas kenyataan, namun teori umumnya hanya diterima secara sementara dan bukan merupakan pernyataan akhir yang konklusif, dan memiliki potensi kesalahan.

teori geosentris dan heliosentris, memang merupakan 2 teori yang bertolak belakang. namun, selama keduanya masih mampu menjalankan fungsi teori yaitu rujukan atau dasar bagi kajian seterusnya, maka tidak perlu dipertentangkan secara 'panas'. toh kajian seterusnya tetap akan dikontrol oleh bukti2 empiris baru, sehingga walaupun teori rujukannya salah atau masih belum sempurna, akan segera terbenahi oleh kontrol tsb.
-------------------------

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Oktober 01, 2014, 01:47:56 PM
Anda seorang heliosentrist tulen...karena sejak SD sudah diajarkan begitu...maklum..

Dr. F

Kepercayaan fanatik membabi-buta itu tidak ada dalam kamus saja.
Saya mengkritisi semua doktrin yang saya kenal dan disebarkan manusia. Termasuk agama. Apalagi “cuma” teori heliosentris. Saya bukan jenius tapi paling tidak saya tidak suka bertaklid buta, mau itu pada doktrin ilmiah maupun religious. Tidak ada yang menyalahkan anda yang percaya pada geosentris.

Ada banyak percobaan tidak mustahil dan acuan ilmiah/logis yang dapat dilakukan/dilihat untuk membuktikan kebenaran teori heliosentris. Alhasil, sikap kritis saya pada teori geosentris dan heliosentris (setidaknya yang selama ini saya dengar) berujung pada kesimpulan yang percaya bahwa Bumi berotasi dan berevolusi. jadi teori heliosentris yang akhirnya jadi kepercayaan saya bukan lahir semata-mata karena fanatisme membabi-buta.

Untuk percobaan anda, saya pikir saya serahkan saja pada pakarnya. Sepertinya member yang benar2 yang ahli Fisika + Astronomi sedang tidak aktif.


Sandy_dkk

Itu respon yang sangat bagus dari anda.
Saya pun manakala mengkritisi teori, pasti saya akan cari dulu juga klaim atau bukti (atau indikasi) yang membenarkannya sebelum berkesimpulan teori itu salah. misal teori heliosentris, teori ini bisa dikritisi dan sikap kritis itu, setidaknya bagi saya, dilakukan dengan mencari dulu bukti/klaim/indikasi kebenarannya. Kalau ternyata nggak bisa terbantahkan dengan sains atau logika, ya akhirnya percaya (atau minimal, tidak memvonis teori itu salah).

Salah satu thread yang membahas tentang geosentris vs heliosentris bisa ditemukan disini :

http://www.forumsains.com/astronomi-dan-kosmologi/teori-aberasi-salah/msg136853/#msg136853

Awalnya bukan fokus langsung ke teori helio/geosentris yang dibahas tapi pembahasannya masih berhubungan dengan topik thread. Malah bagus, ada “intermezo” atau apapun namanya karena akan meramaikan thread dan memperkaya wawasan pembacanya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 01, 2014, 02:59:27 PM
nʇǝʌ∀

iya kang.
berbicara tentang sebuah teori, bukanlah berbicara tentang keyakinan. tapi berbicara tentang apakah teori tsb dapat diaplikasikan dalam teknologi dan sains terapan atau tidak?
jika sebuah teori dapat diaplikasikan maka gunakanlah, jika tidak maka tinggalkanlah.

nah, apakah teori geosentris cukup mampu untuk diaplikasikan oleh penganutnya? jika dapat, silahkan mereka gunakan, jika tidak maka jadilah ia hanya sekedar teori tanpa ada manfaat nyata.

jadi ingat kata2 iklan: "ah, teori!" (iklan apa saya lupa).

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada Oktober 01, 2014, 09:35:58 PM
teori bumi diam justru berumur lebih tua dan bertahan berabad2 sebelum munculnya teori geosentris. telah diyakini berabad2 walau tanpa eksperimen. justru berubahnya cara pandang masyarakat sains dari heliosentris ke geosentris yang telah menjadi keyakinan publik adalah wujud dari sikap kritis dan tidak asal ngikut. bukankah itu sikap yang sama dengan yang TS inginkan?

Masalahnya orang yang mengambil kesimpulan atas eksperimen tersebut sudah berpaham heliocentrist, sehingga hasilnya saya rasa kurang obyektif.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada Oktober 01, 2014, 09:48:37 PM
nʇǝʌ∀
iya kang.
berbicara tentang sebuah teori, bukanlah berbicara tentang keyakinan. tapi berbicara tentang apakah teori tsb dapat diaplikasikan dalam teknologi dan sains terapan atau tidak?
jika sebuah teori dapat diaplikasikan maka gunakanlah, jika tidak maka tinggalkanlah.

Teori yang salah tetap bisa diaplikasikan dalam teknologi.
Masalah yang terjadi, teori yang salah tersebut dianggap benar karena bisa diaplikasikan dalam teknologi, kemudian digunakan untuk menyerang suatu keyakinan yang bertolak belakang dengan teori tersebut.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada Oktober 01, 2014, 10:12:58 PM
eksperimen yang diusulkan akang sangat bagus, dan dalam ranah teori akan sulit (bahkan mustahil) dibantah. akan tetapi dalam ranah eksperimen real, hampir mustahil pula mewujudkan alat ukur waktu yang mutlak teliti. bisa saja eksperimen dapat terlaksana, tapi saya perkirakan nasib hasil dari eksperimen ini akan sama saja dengan nasib hasil percobaan bandul Foucault, yang dicurigai bahwa orientasi bandul tersebut berubah karena pengaruh yang lain, sementara tak ada alat atau cara yang bisa membuktikan kebenaran atau kesalahan kecurigaan tsb.
begitu pula dengan eksperimen yang akang usulkan, kecurigaan bahwa perbedaan alat pengukur waktu dipengaruhi oleh faktor lain, yang juga tidak ada alat atau cara untuk membuktikan bahwa kecurigaan tsb benar atau salah.

 ;D ;D ;D :(

Gitu ya ternyata eksperimen yang saya usulkan tidak bisa diterima semua pihak, apapun hasilnya nanti, masing-masing akan tetap dengan pahamnya yang dianut.

Saya sangat sepakat dengan mas Sandy tentang dunia tidak ada acuan mutlak dan semoga semua orang juga demikian, sehingga tidak ada yang menyalahkan suatu teori karena teori tersebut tidak bisa diaplikasikan.
Akhirnya semua kembali pada keyakinan masing2, karena ilmu pengetahuan yang diperoleh manusia terbatas.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 02, 2014, 04:45:32 AM
banyak orang yang salah kaprah dengan dunia sains. mereka menganggap, bahwa konklusi2 hasil logika sains merupakan kebenaran yang mutlak benar, sehingga menjadi patokan dalam hal aqidah agama. mereka menganggap, bahwa jika aqidah tidak sesuai engan sains maka aqidah tsb salah. jika aqidah sesuai engan sains maka aqidah tsb benar. cara beraqidah atau berkeyakinan yang sangat rapuh.

teori2 dalam sains adalah suatu permodelan dari piramida logika yang banyak memiliki premis dasar berupa asumsi2, tentu berbeda dengan aqidah yang kebenarannya mutlak. tidak bisa dicampur2 antara keduanya. masyarakat sains sudah mengerti akan hal ini, tapi sayangnya banyak orang2 diluar masyarakat sains yang tidak mengerti hakikat teori sains tapi berani masuk dan mencampuradukan sains dan ajaran agama dalam hal aqidah.

perdebatan tentang teori sains yang harusnya dalam suasana damai menjadi seperti perdebatan tentang aqidah yang panas, bahkan saling mengkafirkan satu sama lain. sama sekali tidak mencerminkan jiwa masyarakat sains yang sebenarnya.
ada juga masyarakat tertentu yang berusaha mencari2 dan mengutip teori sains yang sesuai dengan aqidahnya agar terkesan aqidahnya benar, ternyata teori sains yang ia kutip terbukti hoax (walaupun bukan hoax, seperti yang sudah saya katakan diatas bahwa teori sains tidak layak dijadikan dalil kebenaran sebuah aqidah). beberapa diantara hoax2 tsb saya kumpulkan disini: Hoax2 Islami (klik).



maka, jangan campuradukkan aqidah dengan sains. jangan dianggap, orang yang menggunakan suatu teori tertentu berarti orang tsb beraqidah sesuai teori yang digunakannya. jangan pula menganggap aqidah yang sesuai dengan sains berarti aqidah tsb benar.
dunia sains adalah dunia penuh asumsi, ada yang mengasumsikan bumi diam, ada yang mengasumsikan bumi bergerak mengelilingi matahari, keduanya dapat didamaikan dengan ilmu kalkulus. kenapa orang2 diluar justru mendebatkannya secara panas? kenapa orang2 diluar justru memposisikan dunia yang penuh asumsi ini sejajar dengan aqidah?

ada yang menjadi kafir karena ternyata agamanya tidak sesuai sains, ada yang menjadi beriman karena ternyata agamanya sesuai dengan sains. keduanya sama saja, sama2 beraqidah dengan landasan yang rapuh...
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 02, 2014, 05:08:42 AM
tambahan

ada juga mereka yang berusaha mematahkan suatu teori sains karena teori tsb tidak sesuai dengan aqidahnya.
percuma, masyarakat sains tidak akan menanggapinya, kecuali hanya sebagai banyolan saja.

kasihan masyarakat luar yang tidak mengerti, hancur keyakinannya oleh orang2 seperti ini, mereka jadi terombang-ambing dalam kebingungan.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada Oktober 02, 2014, 10:18:45 AM
dulunya heliosentrist karena asal ngikut. Karena mungkin semakin kritis, saya berubah geosentrist sampai ada bukti yang tidak bisa terbantahkan lagi kalau bumi itu berotasi.

Oh, ya alhamdulillah deh kalau bukan karena taklid buta semata terhadap agama. Saya hargai pendapat Anda.  :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Oktober 02, 2014, 11:11:44 AM
Dr. F


Sikap anda sungguh tidak terpuji!!
Pertama, anda sudah menuduh orang lain. Anda bilang ke nʇǝʌ∀ bahwa dia adalah heliosentris tulen didikan sejak SD (ini cara anda melarikan diri dari argumen orang?). Ini namanya PERSONAL ATTACK. Memang salah memasukkan teori lain sebagai pembanding? Banyak kok member yang mengajukan klaim atau teori kemudian direspon dengan teori lain sebagai pembanding. Andanya aja yang merasa diserang. Anda sadar nggak sih kalau sikap anda itu kekanak-kanakan? Dan justru dengan sikap anda inilah : anda yang lebih pantas disebut bersikap subjektif.

Kedua, anda ngotot meyakini bahwa sikap kritis orang berpaham heliosentris pada eksperimen anda adalah sikap yang tidak objektif. Nggak merasa sombong kah anda?? Jadi hanya orang berpaham heliosentris saja yang tidak objektif sementara anda yang berpaham geosentris dianggap berpikiran kritis ?

Kalau kaum heliosentris mengkritisi geosentris dibilang subjektif,
Tapi kalau kaum geosentris mengkritisi heliosentris dibilang objektif,
Ini kah jalan pemikiran anda?

Ketiga, memang masalah buat anda kalau orang lain berpaham heliosentris? Memang pernah 3 member yg reply thread anda mempermasalahkan kepercayaan anda pada geosentris? Memang kenapa kalau orang mengkritisi geosentris? Anda merasa dianiaya? Merasa diserang? Padahal anda juga mengkritisi heliosentris! Anda lihat 2 member yang merupakan kaum heliosentris tidak merasa diserang dan dianiaya oleh anda. Tidak seperti anda yg merasa dianiaya dan diserang mereka.
Apakah cuma teori heliosentris aja yang boleh dikritisi? Lantas bedanya anda dengan teroris itu apa?

Keempat, Apakah argumen dari nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk itu dianggap menyerang teori geosentris? Anda sepertinya ogah menggunakan istilah BERPIKIR KRITIS kalau yang bicara adalah kaum heliosentris! Padahal anda sebagai kaum geosentris bisa bebas bicara mengkritisi heliosentris dan tetap pada klaim BERPIKIR KRITIS. Tidakkah anda melihat betapa piciknya cara berpikir anda nggak ubahnya seperti ekstrimis religious? (gimana rasanya jadi korban personal attack? Sakit kan? Padahal anda juga melakukan personal attack sebelumnya).

Kelima, anda merasa diserang cuma karena orang berpaham heliosentris mengkritisi geosentris lalu kenapa bukan anda berpikir bahwa anda juga bisa dianggap menyerang teori heliosentris, sehingga bukti dan argumen apapun yang diajukan oleh kaum heliosentris macam nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk tidak akan dipertimbangkan dan malah dianggap sebagai serangan?
Kalau anda tidak merasa menyerang heliosentris so sudahkah anda temukan kelemahan dari argumen nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk? Mana bukti bahwa argumen mereka salah, ketimbang hanya menuduh mereka saja?

Apakah komentar nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk mengesankan bahwa mereka ini percaya heliosentris karena mereka itu tidak kritis dan dicuci otaknya?

Keenam, seharusnya anda minta maaf pada nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk,
cuma karena mereka berpaham heliosentris, langsung anda TUDUH mereka menyerang geosentris dan mengambil kesimpulan subjektif. Lalu bagaimana dengan sikap anda yang melarikan diri dari argumen nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk ? mana sikap kritis anda? Sudahkah anda lihat bahwa mereka salah? anda koar-koar bahwa teori salah pun bisa diaplikasikan dengan teknologi, lalu apakah itu hanya berlaku pada heliosentris saja?
Menurut anda kalau tekonologinya berupa jam dan pendulum dan teori yang dibela adalah geosentris, lantas bisa dianggap benar? Jadi menurut anda hanya geosentris saja yang dianggap benar dengan aplikasi teknologi?

Ketujuh, tidak ada yang menganggap anda bodoh!! Tidak ada yang menyalahkan anda percaya pada geosentris!! Ingat itu! Bandingkan dengan anda yang menuduh kaum heliosentris menyerang anda dan bersikap subjektif.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Oktober 02, 2014, 11:14:30 AM
Dr. F


PERLU DIINGAT, sebelum anda melancarkan tuduhan-tuduhan baru, yang saya permasalahkan adalah sikap picik anda, BUKAN kepercayaan anda pada geosentris!!
Dan terimalah kenyataan, 2 member yang berpaham heliosentris yang reply thread anda juga pemikir kritis.
Anda sudah tau belum nʇǝʌ∀ itu free thinker? Lu pikir dia bertaklid buta pada doktrin2 pro-heliosentris sebagaimana orang relijius bertaklid buta pada ajaran agama ?
ngawur itu kalau anda berpikir demikian.
nʇǝʌ∀ tidak percaya begitu saja tanpa mengkritisinya! dan dia tidak melakukan one-sided judgement. dia kritisi SEMUA doktrin. tidak ada yang diistimewakan. jadi jangan sok tahu menganggap dia percaya heliosentris karena bertaklid buta karena didikan sejak SD!

asal anda tahu, ya. di FORSA, jangankan teori heliosentris dan geosentris, cerita Adam dan Hawa saja bisa dikritisi disini!! Ajaran2 semua agama juga bisa dikritisi!!
Ngak ada diskriminasi! bukan cuma bertaklid buta sambil ngomong : "eh itu kata kitab suci! udah tertulis disitu! ngga boleh dipertanyakan!"
kalau anda memang seorang pemikir kritis so anda juga mesti punya sikap itu, jangan standar ganda.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Oktober 02, 2014, 11:34:36 AM
SUMMARY jadi kaya gini ya?


nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk adalah penyerang teori geosentris dan tidak objektif, karena mereka adalah penganut paham heliosentris dan mengkritisi geosentris.

Dr. F selaku TS adalah pemikir kritis dan objektif, karena dia adalah penganut paham geosentris dan mengkritisi heliosentris.


jadi kesimpulannya, mereka yang pro-heliosentris itu tidak objektif apapun argumen mereka. meskipun sejauh ini tidak ada bantahan oleh Dr. F pada argumen nʇǝʌ∀ dan Sandy_dkk, bahkan menjawab penyebab siang dan malam saja susahnya minta ampun. tapi anda menuduh kaum heliosentris tidak akan terima argumen/bukti anda, dan itulah yang dijadikan alasan anda tidak mau membantah??....

....atau anda ini sebenarnya tidak sanggup membantah argumen mereka karena anda bisa melihat bahwa argumen mereka benar ??

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada Oktober 02, 2014, 09:45:53 PM
Untuk ytridyrevsielixetuls

Maaf mas ini thread ilmu alam-fisika, bukan thread psikologi-sosiologi, Sebaiknya mas membuat thread khusus, kalaupun saya dianggap demikian, saya kira tidak ada masalah, personal yang ada di forum ini hanya nickname, alias orangnya tidak jelas. seseorang bisa memiliki banyak nickname. Personal attack saya kira relatif, mas bilang sendiri tadi member2 yang juga komentar disini tidak merasa dianiaya. apakah ada definisi yang baku tentang personal attack?
atau ada contoh2 personal attack sesuai dengan kesepakatan antar member di forum ini?

Seorang freethinker akhirnya akan menyadari keterbatasannya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 05, 2014, 10:40:37 AM
Bagaimana cara membuktikannya dengan menggunakan satelit yang diorbitkan diluar jangkauan gravitasi bumi? Jadi waktu bumi berputar satelit itu tidak ikut berputar, dan dengan membuat beberapa stasiun penerima di beberapa negara, kita bisa melihat secara langsung dengan menggunakan kamera apakah benar bumi ini berputar atau tidak.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Dr.F pada Oktober 05, 2014, 10:04:34 PM
Bagaimana cara membuktikannya dengan menggunakan satelit yang diorbitkan diluar jangkauan gravitasi bumi? Jadi waktu bumi berputar satelit itu tidak ikut berputar, dan dengan membuat beberapa stasiun penerima di beberapa negara, kita bisa melihat secara langsung dengan menggunakan kamera apakah benar bumi ini berputar atau tidak.

menentukan satelit tersebut berputar atau tidak itu yang menjadi masalah mas, sudah dijelaskan oleh mas sandy_dkk, tidak ada diam mutlak atau bergerak mutlak, semuanya relatif.
usulan eksperimen saya diatas jika hasilnya negatif, maka kesimpulannya masih ada dua kemungkinan, yang pertama relativitas einstein tentang waktu salah dan bumi berotasi, yang kedua bumi diam dan relativitas einstein tentang waktu benar.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: __________ pada November 02, 2014, 06:21:18 AM
Bagaimana cara membuktikannya dengan menggunakan satelit yang diorbitkan diluar jangkauan gravitasi bumi? Jadi waktu bumi berputar satelit itu tidak ikut berputar, dan dengan membuat beberapa stasiun penerima di beberapa negara, kita bisa melihat secara langsung dengan menggunakan kamera apakah benar bumi ini berputar atau tidak.

masalahnya ada orang yang masih anti teknologi. jangan kan satelit. telepon genggam saja dianggap teknologi yang nggak bisa dipercaya padahal digunakan hampir semua orang. (padahal komputer internet sudah digunakan)

---

BTW
hingga sekarang, adakah alasan ilmiah membantah argumen heliosentris tentang penyebab siang dan malam? atau mungkin kita akan mendengar jawaban nggak nyambung?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 05, 2014, 06:40:16 AM
Maaf, saya orang baru di sini. Mau ikutan nimbrung.  :)

masalahnya ada orang yang masih anti teknologi. jangan kan satelit. telepon genggam saja dianggap teknologi yang nggak bisa dipercaya padahal digunakan hampir semua orang. (padahal komputer internet sudah digunakan)

---

BTW
hingga sekarang, adakah alasan ilmiah membantah argumen heliosentris tentang penyebab siang dan malam? atau mungkin kita akan mendengar jawaban nggak nyambung?
Kalau penyebab bergantinya siang dan malam itu karena perputaran matahari memangnya kenapa?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada November 05, 2014, 08:33:58 AM
masalahnya ada orang yang masih anti teknologi. jangan kan satelit. telepon genggam saja dianggap teknologi yang nggak bisa dipercaya padahal digunakan hampir semua orang. (padahal komputer internet sudah digunakan)

masalahnya, jika kita berhasil melepaskan satelit dari pengaruh gravitasi bumi, apa yang menjadi jaminan bahwa satelit tsb benar2 diam?

masalah lainnya, jika telah terbukti salah satu teori benar, apa manfaatnya?
baik geosentris maupun heliosentris, keduanya sama2 dapat digunakan untuk penyusunan kalender astronomis secara akurat. cukup dengan kalkulus, benda apapun yang dijadikan acuan diam hasilnya sama saja.
jadi manfaat apa yang bisa didapat dari mempersoalkan tentang dua teori ini?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Farabi pada November 05, 2014, 12:24:58 PM
Dr F itu memangnya secara literat percaya matahari mengelilingi bumi atau hanya sedang menguji saja?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 05, 2014, 01:27:48 PM
Memang dalam fisika modern kita akan bicara soal realitas bergantung model.
Dengan cara ini, mau bilang bumi mengelilingi matahari atau matahari yang dikelilingi bumi sah-sah saja.

Tapi perlu disadari, dengan dua model berbeda, sering kali akan dituntut dua set hukum yang bekerja pula, masing-masing untuk tiap model. Artinya jika mau memakai model geosentris, kita perlu set hukum ilmiah yang sesuai pula. Karena kemungkinan hukum ilmiah dari model bumi mengelilingi matahari gak bisa dipakai di model geosentris.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 05, 2014, 03:03:00 PM
;D ;D ;D :

Saya sangat sepakat dengan mas Sandy tentang dunia tidak ada acuan mutlak dan semoga semua orang juga demikian, sehingga tidak ada yang menyalahkan suatu teori karena teori tersebut tidak bisa diaplikasikan.

Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: sirius.A pada November 05, 2014, 03:08:47 PM
Analoginya seperti mempertanyakan apakah bulan mengelilingi bumi atau bumi yang mengelilingi bulan. dari pandangan awam seperti saya, percaya bahwa bulanlah yang megelilingi bumi. dari perbandingan gravitasi ( gravistasi bulan lebih kecil dari gravitasi bumi). Karena gravitasi matahari lebih besar daru grav bumi maka saya percaya bahwa bumi lah yang megelilingi matahari.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 06, 2014, 09:12:16 PM
Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..

Ahaha... Ini beneran apa nyindir Bang? Emang gimana bisa Ka'bah thawaf mengelilingi kita padahal posisi kita aja nggak sama...  ::)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 07, 2014, 03:27:04 AM
Ahaha... Ini beneran apa nyindir Bang? Emang gimana bisa Ka'bah thawaf mengelilingi kita padahal posisi kita aja nggak sama...  ::)
Prinsipnya sama saja seperti kita naik mobil dan melihat dari jendela bagaimana pohon-pohon di pinggir jalan bergerak mendekat dan menjauhi kita...
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada November 07, 2014, 04:31:09 AM
Prinsipnya sama saja seperti kita naik mobil dan melihat dari jendela bagaimana pohon-pohon di pinggir jalan bergerak mendekat dan menjauhi kita...

padahal sebenarnya pohon2 tsb tidak bergerak. begitukah? yakin?
berarti disini bumi dianggap diam.

bagaimana kalau kita melaju dengan mobil dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi ditempat kita berada, namun dengan arah yang berlawanan dengan arah rotasi bumi. maka siapa atau apa yang sebenarnya bergerak?

haha, lagi2, acuan diam mutlak yang dipakai adalah acuan relatif, hanya dianggap diam, sementara tak ada cara untuk mengetahui yang nana yang mutlak diam.



baik geosentris, heliosentris, prikitiewsentris, atau apa saja, sama2 tak bisa dijadikan landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan, tapi semuanya sama2 bisa dijadikan model matematis untuk penyusunan kalender astronomis. jadi santai saja.....

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 07, 2014, 05:50:02 AM
baik geosentris, heliosentris, prikitiewsentris, atau apa saja, sama2 tak bisa dijadikan landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan, tapi semuanya sama2 bisa dijadikan model matematis untuk penyusunan kalender astronomis. jadi santai saja.....
Tapi kenyataannya, landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan inilah yang justru paling dominan mempengaruhi ilmuwan dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena alam. Contoh, percobaan Michelson-Morley yang bertujuan mendeteksi pergerakan bumi di lautan ether, namun hasilnya negatif, malah diinterpretasikan sebagai bukti ketiadaan ether bukan sebagai bukti diamnya bumi (geocentrism).

"Consider first the possibility that Earth isn't moving relative to the ether. I can think of two ways for this to be the case. First, the ether might be a fixed substance that extends throughout the Universe. Then Earth alone among all the cosmos would be at rest relative to the ether. I say 'alone' because all other celestial objects—the Moon, Mars, Venus, the other planets, the Sun, other stars in our galaxy, and the other galaxies in the Universe—all are moving relative to Earth. So if Earth is at rest relative to the ether, then it alone is at rest. That makes us pretty special.... Do you really want to return to parochial, pre-Copernican ideas? Do you really think you and your planet are so special that, in all the rich vastness of the Universe, you alone can claim to be 'at rest?'" [Richard Wolfson, Simply Einstein: Relativity Demystified, 2003, hal. 63]

Memangnya kenapa kalau ternyata bumi itu diam?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada November 07, 2014, 06:01:24 AM
jadi "possibility" tu artinya keyakinan ya? baru tahu saya, terimakasih pencerahannya.
tadinya saya kira "possibility" tu artinya "kebolehjadian/kemungkinan/dugaan".

jika ternyata bumi diam ya gak masalah, gak akan berpengaruh pada kalender astronomi yang sudah ada.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada November 07, 2014, 06:07:05 AM
parochial tu parochialnya si ilmuwan atau parichialnya masyarakat non sains?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 07, 2014, 06:46:57 AM
jadi "possibility" tu artinya keyakinan ya? baru tahu saya, terimakasih pencerahannya.
tadinya saya kira "possibility" tu artinya "kebolehjadian/kemungkinan/dugaan".
Yang namanya "possibility", ya berarti kemungkinan, bukan keyakinan. Hanya saja, "possibility" ini langsung dinihilkan gara-gara tidak sesuai dengan—saya menyebutnya sebagai aqidah—Copernican Principle.

"If it isn't moving relative to the ether, then earth alone among the cosmos is at rest relative to the ether. Now that may be an absurd possibility but maybe it's true. I think you can see that this is not going to be very philosophically satisfying, and it isn't satisfying physically either, but it violates the Copernican Principle that the earth isn't special." [Richard Wolfson, "Einstein’s Relativity and the Quantum Revolution," 2000, Lecture 5: "Speed c Relative to What?"]


Kutip
jika ternyata bumi diam ya gak masalah, gak akan berpengaruh pada kalender astronomi yang sudah ada.
Ya, memang tidak berpengaruh untuk kalender astronomi, tapi mungkin berpengaruh—seperti sudah saya sebutkan sebelumnya—dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena alam. Hasil negatif dari eksperimen Michelson-Morley itu cuma memberikan dua opsi: (1) Bumi diam atau (2) ether tidak ada.

Kenapa yang dipilih opsi (2) ether tidak ada? Padahal, teori ether bisa memberikan penjelasan mekanis untuk gravitasi seperti di jaman Newton dan elektromagnetik (magnet, listrik dan cahaya) seperti di jaman Maxwell.


parochial tu parochialnya si ilmuwan atau parichialnya masyarakat non sains?
Kedua-duanya.  :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada November 08, 2014, 04:30:38 AM
saya berpikir, jika bumi dan mars berevolusi mengelilingi matahari dengan kecepatan sudut yang berbeda, maka semestinya ada suatu saat dimana jarak mars-bumi lebih jauh dari jarak matahari-bumi. benar tidak?

pertanyaan saya:
berapa jarak terdekat matahari-bumi?
berapa jarak terjauh mars-bumi?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 08, 2014, 09:11:57 AM
Dr. F

anda sendiri yang memulai percakapan sosio-psikologi ketika anda merasa diserang dan menuding penilaian penganut paham heliosentris itu subektif. reply anda cuma secuil. tanggapi juga point2 saya yg lain. kalau ndak mending ngaku saja. anda memang ngeles.
kalau mau curhat tentang bagaimana subjektifnya penganut paham heliosentris ya anda yang seharusnya bikin thrrad lain.


Setuju..dalam teori saya, sebenarnya Ka'bah lah yang thawaf mengelilingi kita..Sayangnya banyak yang tidak setuju teori saya, karena mereka sudah terdoktrin sejak kecil..mereka tidak menyadari bahwa tidak ada acuan mutlak..

Maklum mereka sudah terdoktrin seperti itu sejak masih TK... meskipun sudah banyak teknologi dan panca indera yang membuktikannya ya bisa jadi tu cuma ilusi. Jadi makanya saya nggak percaya lagi.

Sekarang saya percaya yang sebaliknya, sesuai teori yg anda katakan. Soalnya saya pemikir kritis.
Anda nggak usah jabarkan alasan ilmiah untuk membenarkan teori anda. soalnya percuma, karena sedari awal mereka sudah menganut faham ka’bah sentris. Jadi penilaian mereka subjektif.
padahal tidak ada acuan mutlak.
memangnya kenapa kalau manusia yang diam ?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 08, 2014, 09:14:30 AM
masalahnya, jika kita berhasil melepaskan satelit dari pengaruh gravitasi bumi, apa yang menjadi jaminan bahwa satelit tsb benar2 diam?

masalah lainnya, jika telah terbukti salah satu teori benar, apa manfaatnya?
baik geosentris maupun heliosentris, keduanya sama2 dapat digunakan untuk penyusunan kalender astronomis secara akurat. cukup dengan kalkulus, benda apapun yang dijadikan acuan diam hasilnya sama saja.
jadi manfaat apa yang bisa didapat dari mempersoalkan tentang dua teori ini?

Satelit itu jumlahnya ribuan mengelilingi bumi dalam ketinggian yang berbeda dan di orbit yang berbeda, dan arah yang berbeda dan sebagian bersinggungan. Kalau tu satelit berhenti bergerak di posisi tidak ketarik gravitasi bumi maka :

-Kalau heliosentris yang bener : beberapa satelit akan tertarik gravitasi bumi karena si bumi berevolusi dan harus “berhadapan” dengan sebagian satelit yang kebetulan “menghalangi” jalannya di orbit bumi, karena si bumi bergerak mendekat. Sedangkan satelit yang lain akan terlihat menjauh lewat pandangan teleskop.

-Kalau geosentris yang bener : ya tidak ada satelit yang akan ketarik gravitasi bumi karena si bumi ga berevolusi so si bumi kan diem tu jadi ga akan “jalan-jalan” dan ga bakal “berhadapan” dengan satelit di tengah perjalanan. Sepanjang hari, bulan, dan tahun posisi satelit ya di situ-situ aja menurut pandangan teleskop, kecuali ada sumber gravitasi lain di luar angkasa yang menarik satelit2 tsb.

Semua satelit dipantau oleh ground station di bumi so mereka jadi tau ada dimana satelit mereka, berotasi ke arah mana dan akan berhadapan dengan satelit lain apa nggak? Menurut anda kenapa hampir nggak pernah ada kejadian satelit tabrakan? Karena posisi mereka sudah diatur supaya ga tabrakan ya tentu saja karena ada komunikasi antar pemilik satelit atau sudah ada sinyal tertangkap. Kalau memang mereka bisa kompakan ya mereka bisa gunakan satelit untuk mengamati benda langit di luar angkasa dan membandingkannya dengan bumi.

Kalau nggak rela satelitnya ditarik oleh gravitasi lain ya dikunci saja posisinya oleh ground station. Bener ndak?
Tapi tentu saja mustahil/hampir mustahil mengajak pemilik satelit kompakan.

Manfaat mempersoalkan teori heliosentris dan geosentris?

Kalau menurut saya ya jelas untuk melihat kebenaran donk. Inikan klaim. Bukan klaim biasa melainkan klaim ilmiah. So sudah sewajarnya dikritisi apalagi tentang pergerakan bumi dan matahari, ya wajar orang ingin tau kebenaran, karena dengan tau kebenaran pengetahuan kita bertambah. Bagaimana manusia memajukan ilmu dan teknologi kalo nga mau mengkritisi doktrin2 dan teori2 yang ada?
Dengan mengkritisi teori2 ilmiah tsb dan mengetahui mana yg benar dan salah jadi kita nggak ada keraguan lagi. Dan keyakinan yang salah nggak perlu dipelihara lagi.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 08, 2014, 09:19:10 AM
Sebenarnya hingga sekarang teori dan eksperimen yang diklaim membantah teori heliosentris dan mengklaim matahari bergerak mengelilingi bumi (meskipun sama2 berpendapat bumi bulat) TERNYATA :

-Sebenarnya tidak benar2 membuktikan matahari bergerak mengelilingi bumi. tidak dibilang kepastian, yang ada kemungkinan. Dengan demikian klaim itu dianggap tidak valid bukan karena gengsi atau anti agama tertentu. Teori dan eksperimen itu tidak benar2 membuktikan heliosentris itu salah.

-Tidak bisa menjelaskan posisi dan pergerakan matahari terhadap planet-planet lain di dalam tata surya, dan sebaliknya. Penjelasan berikutnya ada di point2 di bawah.

-Suhu-suhu planet seharusnya akan naik turun drastis dalam beberapa kasus. Satu contoh, planet merkurius dan venus masihlah yang paling panas di tata surya (tapi venus lebih panas meskipun merkurius lebih dekat ke matahari karena faktor kandungan di planet venus).

-Tapi kalau memang matahari yang bergerak mengelilingi bumi, ada di manakah orbit matahari? Kalau di antara mars dan bumi, maka seharusnya suhu bumi dan mars lebih panas daripada merkurius. Kalau pun ada di orbit lain, misal di antara uranus dan neptunus maka planet terpanas seharusnya adalah uranus atau neptunus bukan venus, dan suhu kedua planet tsb harusnya lebih panas daripada merkurius, ketika mereka mencapai perihelium.

-Jarak bumi ke matahari rata-rata 150 juta km. kalau matahari bergerak mengelilingi bumi berarti orbit matahari ada di antara orbit mars dan orbit jupiter, dan lebih dekat ke mars. Ini kan seharusnya menjadikan mars planet paling panas ketika mars mencapai perihelium (atau kedua terpanas setelah venus).


PS : toh bagi saya nggak masalah meninggalkan keyakinan saya kalau terbukti salah. lha kan saya free thinker. masih mending free thinker yang mau menyadari kekurangannya daripada orang relijius fanatik yang menggunakan logika hanya ketika mengkritisi keyakinan lain. kalau orang fanatik membabi buta tidak akan meninggalkan keyakinannya meski dah terbukti salah.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 08, 2014, 09:24:36 AM
Makanya teori dan eksperimen itu tidak serta merta membuktikan teori heliosentris salah.
Dan kembali ke kata-kata TS ini :

Teori yang salah tetap bisa diaplikasikan dalam teknologi.
...

Namun entah apa pendapat dia kalau teknologinya adalah teknologi yang digunakan dalam eksperimen Michelson-Morley.. bisa saja teknologi mereka mengaplikasikan teori yang salah?
Sehingga hipotesis bahwa bumi diam itu sebenarnya adalah kesalahan teknologi mereka?
Toh kenapa tidak mungkin salah? Satelit dan telepon genggam saja bisa salah.

Dan mengenai kalimat ini

Tidak ada acuan mutlak

Well kalau begitu bisa saja matahari yang diam?
Atau malah cahaya yang diam? Siapa tahu? Bisa jadi selama ini panca indera manusia dan teknologi penginderaan masih terpengaruh oleh ilusi alam? Kemungkinan cahaya yang diam kan seharusnya tidak dinihilkan begitu saja...

Memangnya kenapa kalau cahaya yang diam?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 08, 2014, 06:15:30 PM
Kutip
-Jarak bumi ke matahari rata-rata 150 juta km. kalau matahari bergerak mengelilingi bumi berarti orbit matahari ada di antara orbit mars dan orbit jupiter, dan lebih dekat ke mars. Ini kan seharusnya menjadikan mars planet paling panas ketika mars mencapai perihelium (atau kedua terpanas setelah venus).

ini penjelasan yang paling menarik bagi saya.
jarak Bumi-Matahari bisa dijadikan pertimbangan manakala kita ingin membenarkan teori geosentris dimana Matahari lah yang mengitari Bumi.
Mars memang seharusnya lebih panas daripada Merkurius apabila Mars berada di titik perihelium, kalau memang Matahari yang berevolusi mengelilingi Bumi karena jarak 140-150 juta km dari Bumi itulah merupakan posisi di antara orbit Mars dan orbit Jupiter (sekali lagi, kalau Mataharinya yang mengelilingi Bumi).
eksperimen dan teori pendukung geosentris sama sekali tidak menjelaskan dimana letak kesalahan posisi dan pergerakan ke-8 (atau 9) planet dalam tata surya kita terhadap matahari berdasarkan versi heliosentris. dan tidak menjelaskan mengapa hingga sekarang Merkurius masih menjadi planet yang selalu lebih panas daripada Mars.

soal tidak ada acuan mutlak, saya lebih kepikiran soal ruang dan waktu, dimana waktu adalah ruang yang terus berubah bentuk, jadi sebenarnya tolok ukur perubahan waktu sifatnya tidak mutlak. nggak tahu ya kenapa tiba-tiba berpikir begitu...

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 09, 2014, 03:30:27 AM
padahal sebenarnya pohon2 tsb tidak bergerak. begitukah? yakin?
berarti disini bumi dianggap diam.

bagaimana kalau kita melaju dengan mobil dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi ditempat kita berada, namun dengan arah yang berlawanan dengan arah rotasi bumi. maka siapa atau apa yang sebenarnya bergerak?

haha, lagi2, acuan diam mutlak yang dipakai adalah acuan relatif, hanya dianggap diam, sementara tak ada cara untuk mengetahui yang nana yang mutlak diam.



baik geosentris, heliosentris, prikitiewsentris, atau apa saja, sama2 tak bisa dijadikan landasan aqidah atau kepercayaan atau keyakinan, tapi semuanya sama2 bisa dijadikan model matematis untuk penyusunan kalender astronomis. jadi santai saja.....
Sudah dipost sebelumnya, realitas yang kita kenal adalah realitas bergantung model. Kita bisa memakai model dimana kita yang diam dan pohon serta benda di sekitar yang bergerak, atau sebaliknya. Tapi itu akan memerlukan set hukum/aturan yang berbeda pada berbagai sisi.

Saat kita bergerak dengan mobil, kita bergerak relatif terhadap titik awal kita. Saat kita diam di mobil, sejatinya kita bergerak relatif terhadap posisi awal kita, karena mobil kita ikut bergerak seiring pergerakan permukaan bumi dalam rotasinya (lebih jauh lagi ikut bergerak bersama bumi dalam revolusi mengelilingi matahari, matahari bergerak relatif terhadap pusat galaksi, dst dst).

Dan ya, dalam hal ini, kita tak bisa menerapkan acuan mutlak. Kita bisa memakai model yang mana saja, tapi mesti menyesuaikan lagi set hukum yang dipakai, karena bisa jadi set hukum untuk satu model gak berlaku untuk model lain.

Dalam hal geosentris atau heliosentris, kita bisa saja memakai geosentris. tapi kita akan harus merombak besar-besaran pemahaman kita akan gerak matahari, planet, bintang dsb, dan percayalah, itu akan amat sangat rumit untuk kita pahami. Kita gak bisa memakai model dimana orbit planet-planet lain adalah bulat ataupun elips, kita harus membuat model dimana planet bisa bergerak melingkar maju-mundur, dan itu artinya hukum pergerakan planet harus direvisi total.

Lebih mudah memakai model heliosentris.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 12, 2014, 02:23:45 AM
ini penjelasan yang paling menarik bagi saya.
jarak Bumi-Matahari bisa dijadikan pertimbangan manakala kita ingin membenarkan teori geosentris dimana Matahari lah yang mengitari Bumi.
Mars memang seharusnya lebih panas daripada Merkurius apabila Mars berada di titik perihelium, kalau memang Matahari yang berevolusi mengelilingi Bumi karena jarak 140-150 juta km dari Bumi itulah merupakan posisi di antara orbit Mars dan orbit Jupiter (sekali lagi, kalau Mataharinya yang mengelilingi Bumi).
eksperimen dan teori pendukung geosentris sama sekali tidak menjelaskan dimana letak kesalahan posisi dan pergerakan ke-8 (atau 9) planet dalam tata surya kita terhadap matahari berdasarkan versi heliosentris. dan tidak menjelaskan mengapa hingga sekarang Merkurius masih menjadi planet yang selalu lebih panas daripada Mars.
Jadi bingung. Apa korelasinya antara jarak planet-planet dengan perbedaan sistem geocentric dan heliocentric. Karena, perbedaan sistem geocentric dan heliocentric hanya masalah sudut pandang belaka. Seperti animasi di bawah, dimana, sistem geocentric memakai model Neo-Tychonic:

(http://s1.postimg.org/4llpnmx9r/annual_cycle.gif)

Dalam hal geosentris atau heliosentris, kita bisa saja memakai geosentris. tapi kita akan harus merombak besar-besaran pemahaman kita akan gerak matahari, planet, bintang dsb, dan percayalah, itu akan amat sangat rumit untuk kita pahami. Kita gak bisa memakai model dimana orbit planet-planet lain adalah bulat ataupun elips, kita harus membuat model dimana planet bisa bergerak melingkar maju-mundur, dan itu artinya hukum pergerakan planet harus direvisi total.

Lebih mudah memakai model heliosentris.
Dalam banyak kasus, justru model geocentric lebih mudah. Misalnya, dalam peluncuran satelit GPS. Bisa dibayangkan, meskipun tidak mustahil, bagaimana rumitnya mengkonversi koordinat GPS dari geocentric ke heliocentric. Komunikasi dengan probe-probe di planet-planet lain pun menggunakan sistem geocentric, atau ECI (=Earth Centered Inertial). Sebagaimana dikatakan oleh dua mantan teknisi NASA, Ruyong Wang dan Ronald Hatch, berikut:

"...NavCom Technology, Inc. has licensed software developed by the Jet Propulsion Lab (JPL) which, because of historical reasons, does the entire computation in the ECI frame." [Conducting a Crucial Experiment of the Constancy of the Speed of Light Using GPS, ION GPS 58th Annual Meeting / CIGTF 21st Guidance Test Symposium, 2002, hal. 500.]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 12, 2014, 12:14:37 PM
Jadi bingung. Apa korelasinya antara jarak planet-planet dengan perbedaan sistem geocentric dan heliocentric. Karena, perbedaan sistem geocentric dan heliocentric hanya masalah sudut pandang belaka. Seperti animasi di bawah, dimana, sistem geocentric memakai model Neo-Tychonic:

(http://s1.postimg.org/4llpnmx9r/annual_cycle.gif)
Coba cek jarak bumi dengan mars, apakah titik terdekat dan terjauhnya sesuai dengan data itu? Kita juga harus menyesuaikan dengan jarak terdekat dan terjauh orbit masing-masing planet termasuk bumi, dan juga menguji kondisi retrogade. Atau alasan kenapa planet-planet tertentu mesti bergerak jauh lebih cepat/lebih lambat pada saat tertentu agar sesuai model heliosentris.

Belum lagi hukum yang mengatur pergerakan planet termasuk alasan pergerakan itu terjadi, harus dirombak juga.

*Sori, gak tertarik dengan kecap geosentris plus bumi usia muda :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 12, 2014, 04:06:49 PM
Jadi bingung. Apa korelasinya antara jarak planet-planet dengan perbedaan sistem geocentric dan heliocentric. Karena, perbedaan sistem geocentric dan heliocentric hanya masalah sudut pandang belaka. Seperti animasi di bawah, dimana, sistem geocentric memakai model Neo-Tychonic:

(http://s1.postimg.org/4llpnmx9r/annual_cycle.gif)

berarti menurut Geosentris, gravitasi Bumi bisa menarik Matahari yang ukuran dan massanya jauh lebih besar daripada Bumi? dan di situ jarak Bumi ke Mars digambarkan selalu lebih jauh daripada jarak Bumi ke Matahari. padahal, apakah jarak Bumi ke Mars selalu lebih jauh daripada jarak Bumi ke Matahari?
jarak Bumi ke Mars apabila seperti itu terus seperti model Geosentris, maka nggak akan pernah berubah ketika dilihat dari Bumi. makanya perlu diperhatikan jarak antar planet untuk menilai.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 12, 2014, 06:10:26 PM
tadinya saya kira model geosentris itu menganggap semua planet selain bumi + matahari mengitari bumi. dan setelah meliat gambat visualisasi tsb, yg saya tangkep sepertinya menurut geosentris, semua planet di tata surya adalah “satelit” matahari kecuali bumi. sehingga gravitasi matahari mampu menarik merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus meskipun total massa mereka jauh lebih besar daripada bumi. dan gravitasi matahari juga mampu menarik planet-planet yang jaraknya lebih jauh daripada bumi meskipun jarak matahari ke bumi lebih dekat. lalu pertanyaannya mengapa pusat tata surya bukan bintang melainkan planet dan bukan benda langit terbesar di dlm tata surya itu. darimana kekuatan gravitasi yg besar sehingga mampu menarik matahari, tapi di sisi lain, mengapa planet2 lain malah ngikut gravitasi matahari dan bukan gravitasi bumi sebagai pusat tata surya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 13, 2014, 01:04:07 AM
tadinya saya kira model geosentris itu menganggap semua planet selain bumi + matahari mengitari bumi. dan setelah meliat gambat visualisasi tsb, yg saya tangkep sepertinya menurut geosentris, semua planet di tata surya adalah “satelit” matahari kecuali bumi. sehingga gravitasi matahari mampu menarik merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus meskipun total massa mereka jauh lebih besar daripada bumi. dan gravitasi matahari juga mampu menarik planet-planet yang jaraknya lebih jauh daripada bumi meskipun jarak matahari ke bumi lebih dekat. lalu pertanyaannya mengapa pusat tata surya bukan bintang melainkan planet dan bukan benda langit terbesar di dlm tata surya itu. darimana kekuatan gravitasi yg besar sehingga mampu menarik matahari, tapi di sisi lain, mengapa planet2 lain malah ngikut gravitasi matahari dan bukan gravitasi bumi sebagai pusat tata surya?
Model yang dibawa goen itu model geosentrisnya Tyco Brahe, yang merupakan revisi dari model Ptolomeus. Dan Goen ini percaya keberadaan ether, atau bahwa revolusi matahari dan planet-planet gak terkait massa mereka berbanding bumi.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 13, 2014, 05:00:19 AM
Coba cek jarak bumi dengan mars, apakah titik terdekat dan terjauhnya sesuai dengan data itu? Kita juga harus menyesuaikan dengan jarak terdekat dan terjauh orbit masing-masing planet termasuk bumi, dan juga menguji kondisi retrogade. Atau alasan kenapa planet-planet tertentu mesti bergerak jauh lebih cepat/lebih lambat pada saat tertentu agar sesuai model heliosentris.
Dalam sistem Neo-Tychonic, cuma bulan dan matahari yang be-revolusi langsung terhadap bumi. Planet-planet dalam tata surya tetap me-revolusi matahari. Jadi, tidak ada perubahan secuil pun terhadap jarak planet maupun pergerakan. Yang berubah, hanya sudut pandang pusatnya saja.

Untuk retrograde. Perhatikan dua ilustrasi geocentric dan heliocentric berikut (tidak ada perbedaan sama sekali):

(http://s29.postimg.org/qhzbtl6jb/geo_retrograde.gif)

(http://s4.postimg.org/f5uog04al/helio_retrograde.gif)

Kutip
Belum lagi hukum yang mengatur pergerakan planet termasuk alasan pergerakan itu terjadi, harus dirombak juga.
Sepanjang sepengetahuan saya, belum ada satu pun hukum yang bisa menjelaskan secara akurat posisi dan pergerakan planet. Dengan kata lain, belum ada solusi untuk "n-body problem." Prediksi pergerakan planet saat ini tidak lebih dari tabel hasil observasi belaka.

Kutip
*Sori, gak tertarik dengan kecap geosentris plus bumi usia muda :)
Harus diakui, geocentrists memang mengincar kemenangan filosofis atas perdebatan geocentric vs. heliocentric. Kemenangan filosofis yang didasari atas dogma agama samawi. Heliocentrists tentu "alergi" dengan hal ini.

Heliocentrists pada prinsipnya meyakini bahwa segala sesuatu pasti berlaku secara natural, bukan supranatural. Kasarnya, seperti perkataan Paul Davies:

"...we are godless and making it on our own." ["Cosmic Heresy?" Nature, 273:336, 1978.]

Itu sebabnya, berbagai cara untuk membuktikan bahwa bumi bukan planet spesial dan tak jauh berbeda dengan planet-planet lain di seluruh semesta akan dilakukan. Ironis, untuk melakukan hal itu, heliocentrists justru menciptakan dogma baru, turunan naturalism, yang dinamakan Copernican Principle. Dan hanya bermodalkan ini saja heliocentrists membantah sistem geocentric.

George Ellis berkata:

"People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations. For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations. You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that."["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, October 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]

Tantangan bagi heliocentrists justru seharusnya membuktikan bahwa Copernican Principle itu benar, bukan sekedar dogma.



berarti menurut Geosentris, gravitasi Bumi bisa menarik Matahari yang ukuran dan massanya jauh lebih besar daripada Bumi? dan di situ jarak Bumi ke Mars digambarkan selalu lebih jauh daripada jarak Bumi ke Matahari. padahal, apakah jarak Bumi ke Mars selalu lebih jauh daripada jarak Bumi ke Matahari?
jarak Bumi ke Mars apabila seperti itu terus seperti model Geosentris, maka nggak akan pernah berubah ketika dilihat dari Bumi. makanya perlu diperhatikan jarak antar planet untuk menilai.
Semesta dalam sistem geocentric itu:
1. Tertutup, seperti bola besar.
2. Tidak vakum, tetapi terisi oleh substansi yang dinamakan "ether."
3. Berputar 23 jam 56 menit (sidereal day).
4. Perputaran ini membawa "ether" ikut berputar bersama seluruh isinya (bintang, planet, dll).
5. Perputaran ini menghasilkan "center of mass" atau pusat massa yang sifatnya universal.
6. Bumi terkunci di pusat massa tersebut, tidak bergerak.

Jadi, matahari di sini berputar terhadap pusat massa universal, bukan terhadap bumi. Bumi, cuma berada di pusat massa tersebut. Ada atau tidaknya bumi, matahari dan objek-objek lainnya tetap mengitarinya.

Gravitasi yang diaplikasikan bukanlah gravitasi tarik-menarik versi Newton atau pun space-time curvature versi Einstein. Gravitasi yang digunakan adalah gravitasi versi Le Sage yang berdasarkan ether (baca: en.wikipedia.org/wiki/Le_Sage%27s_theory_of_gravitation). Gravitasi ether ini pada awalnya dicetuskan oleh Nicholas Fatio de Duiller. Sahabat karib Isaac Newton. Yang kemudian, diteruskan oleh Georges-Louis Le Sage.

Terkait "center of mass", Newton berkata:

"That the center of the system of the world is immovable: this is acknowledged by all, although some contend that the Earth, others that the sun, is fixed in that center." [Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, Book 3: The System of the World, Proposition X, Hypothesis I]



tadinya saya kira model geosentris itu menganggap semua planet selain bumi + matahari mengitari bumi. dan setelah meliat gambat visualisasi tsb, yg saya tangkep sepertinya menurut geosentris, semua planet di tata surya adalah “satelit” matahari kecuali bumi. sehingga gravitasi matahari mampu menarik merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus meskipun total massa mereka jauh lebih besar daripada bumi. dan gravitasi matahari juga mampu menarik planet-planet yang jaraknya lebih jauh daripada bumi meskipun jarak matahari ke bumi lebih dekat. lalu pertanyaannya mengapa pusat tata surya bukan bintang melainkan planet dan bukan benda langit terbesar di dlm tata surya itu. darimana kekuatan gravitasi yg besar sehingga mampu menarik matahari, tapi di sisi lain, mengapa planet2 lain malah ngikut gravitasi matahari dan bukan gravitasi bumi sebagai pusat tata surya?
Dalam suatu sistem yang berputar, 2 objek atau lebih yang ada di situ akan mengitari pusat massa (center of mass) yang tidak bergerak. Pusat massa ini dikenal sebagai Barycenter (baca: en.wikipedia.org/wiki/Center_of_mass). Letaknya akan berada di suatu titik abstrak dimana titik tersebut semua massa terdistribusi secara seimbang.

(http://s8.postimg.org/mlh2yz685/bird_toy.jpg)

Umumnya, letak pusat massa ini akan berada pada objek yang massanya paling besar dari semua massa-massa objek di dalam suatu sistem. Contoh: bulan, satelit buatan dan bumi letak pusat massanya akan berada di bumi (meskipun tidak persis di tengah). Karena, meskipun semua massa-massa satelit buatan digabungkan dengan massa bulan hasilnya tidak bisa mengalahkan besarnya massa bumi.

Bagaimana bila semua objek di dalam suatu sistem hampir sama besar massanya? Letak pusat massa akan bergeser ke tengah dari semua objek-objek di dalam sistem tersebut. Tidak berada di satu objek pun di dalam sistem tersebut. Ilustrasinya seperti di bawah ini:

(http://s27.postimg.org/65zmpkq5v/baricenter.gif)

Lengkapnya, silahkan lihat di: en.wikipedia.org/wiki/Barycentric_coordinates_%28astronomy%29

Dalam satu sistem hanya akan ada satu pusat massa. Sistem yang memiliki sub-sub sistem pun hanya akan ada satu pusat massa untuk sub-sub sistem tersebut. Ilustrasi secara heliocentric bisa dibayangkan seperti: satelit-satelit mengelilingi planet, kemudian planet-planet mengelilingi bintang, kemudian bintang-bintang yang membentuk tata surya mengelilingi pusat galaksi, dan seterusnya dan seterusnya.

Semesta itu sendiri secara geocentric adalah satu sistem. Oleh karena itu, hanya akan ada satu pusat massa yang sifatnya universal. Di pusat massa universal inilah bumi itu berada.

Berdasarkan hukum Newton, heliocentrists sering membawakan bantahan untuk sistem geocentric dengan alasan bahwa massa yang kecil akan selalu mengitari massa yang lebih besar. Hal ini tidak tepat. Seperti kutipan Newton di atas, semua objek akan mengitari "center of mass" yang tidak bergerak. Letaknya, tergantung distribusi massa di dalam suatu sistem. Hal ini hanya berlaku bila sistem tata surya hanya terdiri atas bumi dan matahari saja. Akan tetapi, dengan mengikutsertakan seluruh objek di tata surya berikut objek-objek selain itu, "center of mass" bisa bergeser kemana saja.

Mengutip perkataan Fred Hoyle:

"Although in the nineteenth century this argument was believed to be a satisfactory justification of the heliocentric theory, one found causes for disquiet if one looked into it a little more carefully. When we seek to improve on the accuracy of calculation by including mutual gravitational interactions between planets, we find – again in order to calculate correctly – that the center of the solar system must be placed at an abstract point known as the 'center of mass,' which is displaced quite appreciably from the center of the Sun. And if we imagine a star to pass moderately close to the solar system, in order to calculate the perturbing effect correctly, again using the inverse-square rule, it would be essential to use a 'center of mass' which included the star. The 'center' in this case would lie even farther away from the center of the Sun. It appears, then, that the 'center' to be used for any set of bodies depends on the way in which the local system is considered to be isolated from the universe as a whole. If a new body is added to the set from outside, or if a body is taken away, the 'center' changes."[Nicolaus Copernicus, hal. 85]

#Belum_bisa_posting_link  :'(
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 13, 2014, 11:07:46 AM
Dalam sistem Neo-Tychonic, cuma bulan dan matahari yang be-revolusi langsung terhadap bumi. Planet-planet dalam tata surya tetap me-revolusi matahari. Jadi, tidak ada perubahan secuil pun terhadap jarak planet maupun pergerakan. Yang berubah, hanya sudut pandang pusatnya saja.
Lalu, sesuaikah posisi planet-planet tersebut? utamanya dalam orbit penuh?

Untuk retrograde. Perhatikan dua ilustrasi geocentric dan heliocentric berikut (tidak ada perbedaan sama sekali):

Sepanjang sepengetahuan saya, belum ada satu pun hukum yang bisa menjelaskan secara akurat posisi dan pergerakan planet. Dengan kata lain, belum ada solusi untuk "n-body problem." Prediksi pergerakan planet saat ini tidak lebih dari tabel hasil observasi belaka.
Harus diakui, geocentrists memang mengincar kemenangan filosofis atas perdebatan geocentric vs. heliocentric. Kemenangan filosofis yang didasari atas dogma agama samawi. Heliocentrists tentu "alergi" dengan hal ini.
Hukum tidak menjelaskan, hukum memprediksi. yang menjelaskan itu teori. Kita menghitung jarak atau prediksi posisi dengan hukum, kita menjelaskan pergerakan atau sifat dengan teori.

Perhitungan dan teori yang ada disesuaikan dengan data.

Heliocentrists pada prinsipnya meyakini bahwa segala sesuatu pasti berlaku secara natural, bukan supranatural.
Memangnya ada teori dan hukum ilmiah yang melibatkan supranatural?

Semesta dalam sistem geocentric itu:
1. Tertutup, seperti bola besar.
2. Tidak vakum, tetapi terisi oleh substansi yang dinamakan "ether."
3. Berputar 23 jam 56 menit (sidereal day).
4. Perputaran ini membawa "ether" ikut berputar bersama seluruh isinya (bintang, planet, dll).
5. Perputaran ini menghasilkan "center of mass" atau pusat massa yang sifatnya universal.
6. Bumi terkunci di pusat massa tersebut, tidak bergerak.
Lalu, mana yang sudah terbukti secara ilmiah dari poin-poin di atas?

Jadi, matahari di sini berputar terhadap pusat massa universal, bukan terhadap bumi. Bumi, cuma berada di pusat massa tersebut. Ada atau tidaknya bumi, matahari dan objek-objek lainnya tetap mengitarinya.
Dan apa alasan bumi berada di pusat massa?
Alasan supranatural?

Bagaimana bila semua objek di dalam suatu sistem hampir sama besar massanya? Letak pusat massa akan bergeser ke tengah dari semua objek-objek di dalam sistem tersebut. Tidak berada di satu objek pun di dalam sistem tersebut.
Ini bisa diterapkan apda sistem binari/bintang ganda dengan massa relatif sama. Tapi kondisi ini tak ditemukan di tata surya kita.

Lagipula, kenapa matahari mengelilingi bumi/pusat massa, sedang planet-planet lain mengelilingi matahari? Misal pluto, jarak pluto ke matahari apa lebih dekat ke jarak ke pusat massa/bumi? :D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 14, 2014, 04:20:56 AM
Lalu, sesuaikah posisi planet-planet tersebut? utamanya dalam orbit penuh?
Sesuai.


Kutip
Hukum tidak menjelaskan, hukum memprediksi. yang menjelaskan itu teori. Kita menghitung jarak atau prediksi posisi dengan hukum, kita menjelaskan pergerakan atau sifat dengan teori.
Maksudnya "menjelaskan" disini adalah "menggambarkan". Intinya yang ingin saya sampaikan adalah tidak ada satu pun hukum yang bisa memberikan prediksi akurat atas posisi dan pergerakan planet-planet di tata surya. Hal ini dikenal dengan istilah "n-body problem".


Kutip
Perhitungan dan teori yang ada disesuaikan dengan data.
Ambil contoh Hukum Kepler III untuk "2-body problem" : P^2 = R^3. Dimana, P adalah waktu orbit (dalam tahun) dan R adalah sumbu semi-mayor (jarak antara planet dan matahari dalam Astronomical Unit). Dengan hukum ini, cuma merkurius saja yang akurat. Selebihnya, tidak.

1. Merkurius, P = 0,24 tahun dan R = 0,39 AU. Hasilnya, P^2 = 0,06 dan R^3 = 0,06.
2. Venus, P = 0,62 tahun dan R = 0,72 AU.  Hasilnya, P^2 = 0,39 dan R^3 = 0,37.
3. Mars, P = 1,88 tahun dan R = 1,52 AU. Hasilnya P^2 = 3,53 dan R^3 = 3,51.
4. Jupiter, P = 11,9 tahun dan R = 5,20 AU. Hasilnya P^2 = 142 dan R^3 = 141.
5. Saturnus, P = 29,5 tahun dan R = 9,54 AU. Hasilnya P^2 = 870 dan R^3 = 868.
6. Uranus, P = 84 tahun dan R = 19,191 AU. Hasilnya P^2 = 7056 dan R^3 = 7068.
7. Neptunus, P = 165 tahun dan R = 30,071 AU. Hasilnya P^2 = 27225 dan R^3 = 27192.

Lagipula, hukum ini hanya diperlakukan untuk planet-planet di dalam tata surya, tidak bisa untuk satelit-satelit terhadap planetnya (contoh: bulan terhadap bumi).

Newton kemudian memasukkan komponen massa ke dalam Hukum Kepler III, menjadi: (M1 + M2) P^2 = R^3. Tapi, malah muncul konsep "center of mass" yang bisa berada di mana saja ketimbang satu objek (matahari) yang berfungsi sebagai pusat orbit planet-planet versi Keppler.

Ini baru "2-body problem", bagaimana dengan "n-body problem?" Makin berantakan.


Kutip
Memangnya ada teori dan hukum ilmiah yang melibatkan supranatural?
Karena lingkup ilmiah itu sendiri yang membatasi hanya pada hal-hal natural saja yang menyebabkan hal-hal yang supranatural menjadi tidak terlibat.

Tidak masalah bila lingkup ilmiah hanya pada hal-hal natural. Tapi, menjadi masalah ketika realita yang tidak terbatas oleh lingkup apapun harus DINIHILKAN oleh aturan ilmiah yang memiliki lingkup yang lebih sempit.


Kutip
Lalu, mana yang sudah terbukti secara ilmiah dari poin-poin di atas?
Terbukti semua.


Kutip
Dan apa alasan bumi berada di pusat massa?
Alasan supranatural?
Iya.


Kutip
Ini bisa diterapkan apda sistem binari/bintang ganda dengan massa relatif sama. Tapi kondisi ini tak ditemukan di tata surya kita.
Pusat massa suatu sistem itu tergantung jarak dan massa semua objek di dalam sistem tersebut. Ilustrasi sebelumnya itu cuma contoh untuk dua objek  saja yang bermassa sama dalam satu sistem dalam rangka mengkoreksi pemikiran bahwa "yang bermassa kecil akan selalu mengitari massa yang lebih besar."

Tata surya kita itu terdiri dari banyak objek bermassa yang kesemuanya harus diperhitungkan. Ini baru lingkup lokal tatasurya, belum memasukkan lingkup universal dari semesta.


Kutip
Lagipula, kenapa matahari mengelilingi bumi/pusat massa, sedang planet-planet lain mengelilingi matahari? Misal pluto, jarak pluto ke matahari apa lebih dekat ke jarak ke pusat massa/bumi? :D
Secara harian (diurnal), semua mengelilingi pusat massa akibat putaran semesta sehari-semalam. Secara tahunan (annual), dengan kehadiran massa-massa di dalam jarak tertentu (terutama matahari) dari suatu objek menyebabkan perubahan arah orientasi pergerakan objek yang bersangkutan secara perlahan-lahan. Gravitasi dari massa-massa lain inilah yang dikenal dengan istilah "gangguan" (perturbation). Dan gangguan semacam ini belum bisa dirumuskan oleh satu hukum pun. Seperti yang saya katakan sebelumnya, belum ada solusi atas "n-body problem."

"Now so long as there are but two bodies in the system, these six elements are constant, and the smaller body will travel for ever around and around in its unvarying path. From these elements the actual position of the body at any time, past, present, or future, can be calculated by very simple formulas. If, however, a third body be introduced into our ideal universe, then the motions of the bodies are no longer simple and easily calculated. In fact, the paths of the three bodies become so complicated as to defy any mathematical description. Newton failed to find a solution to this problem; and every mathematician since his time has likewise failed." [Charles Lane Poor, Gravitation versus Relativity, hal. 122]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 14, 2014, 11:47:50 AM
Karena lingkup ilmiah itu sendiri yang membatasi hanya pada hal-hal natural saja yang menyebabkan hal-hal yang supranatural menjadi tidak terlibat.
Karena sains memang membahas hal-hal natural.
maksain supranatural hanya akan menjadikannya pseudo sains.

Dan jika yang lu ajukan pseudo sains, maka tak ada alasan melanjutkan bahasannya, karena jelas-jelas tak ilmiah.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 15, 2014, 05:12:57 AM
Karena sains memang membahas hal-hal natural.
maksain supranatural hanya akan menjadikannya pseudo sains.

Dan jika yang lu ajukan pseudo sains, maka tak ada alasan melanjutkan bahasannya, karena jelas-jelas tak ilmiah.
Jawaban supranatural itu terkait pertanyaan anda sendiri:

"Dan apa alasan bumi berada di pusat massa?
Alasan supranatural?"

Di pikiran saya, pertanyaan alasan ini konteksnya motif, tujuan, latar-belakang dan semacamnya. Sebagai geocentrist, tentu jawaban saya akan masuk kategori supranatural karena alasan spesialnya bumi dibandingkan planet-planet lain memang sudah kehendak Tuhan sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab samawi. Bukan jawaban ilmiah memang, saya akui itu.

Sama halnya, ketika ada pertanyaan:

"Dan apa alasan diciptakannya makhluk hidup?
Alasan supranatural?"

Sebagai creationist, tentu jawaban saya pun akan masuk kategori supranatural karena alasan makhluk hidup itu diciptakan agar mereka menghambakan diri kepada Tuhan. Bukan jawaban ilmiah memang, saya akui itu.

Tapi, jawaban supranatural ini hanya pada tahapan awal, motif, tujuan, latar-belakang dan semacamnya. Tahapan setelah itu, baik geocentrism maupun creationism, dalam keberlangsungannya tetap berjalan secara natural sesuai dengan hukum-hukum alam yang sudah digariskan-Nya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 15, 2014, 10:26:17 AM
Sebagai geocentrist, tentu jawaban saya akan masuk kategori supranatural karena alasan spesialnya bumi dibandingkan planet-planet lain memang sudah kehendak Tuhan sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab samawi.

Apakah spesial harus berarti menjadi pusat dari yang lain?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 15, 2014, 02:17:16 PM
Jawaban supranatural itu terkait pertanyaan anda sendiri:

"Dan apa alasan bumi berada di pusat massa?
Alasan supranatural?"

Di pikiran saya, pertanyaan alasan ini konteksnya motif, tujuan, latar-belakang dan semacamnya. Sebagai geocentrist, tentu jawaban saya akan masuk kategori supranatural karena alasan spesialnya bumi dibandingkan planet-planet lain memang sudah kehendak Tuhan sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab samawi. Bukan jawaban ilmiah memang, saya akui itu.
Apa alasan matahari yang menjadi pusat tata surya?
Jawabannya ilmiah.
Apala alasan bumi yang menjadi pusat alam semesta?
jawabannya supranatural.

Spesial karena kehendak Tuhan.
Makin gak ilmiah.
Ini mah namanya kebenaran dibengkokkan demi iman.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 16, 2014, 03:05:53 AM
Apakah spesial harus berarti menjadi pusat dari yang lain?
Kalau gak begitu, ya gak spesial lagi namanya. Sama saja dengan planet-planet lain yang mungkin kelebihannya hanya dari sisi bisa menunjang kehidupan. Mengutip perkataan Carl Sagan:

"We find that we live on an insignificant planet of a humdrum star lost in a galaxy tucked away in some forgotten corner of a universe in which there are far more galaxies than people." ["A Gift for Vividness," Time Magazine, 20 Okt 1980, hal. 61.]

John Richard Gott III juga berkata hal serupa malah dikait-kaitkan dengan darwinism:

"The Copernican revolution taught us that it was a mistake to assume, without sufficient reason, that we occupy a privileged position in the universe. Darwin showed that, in terms of origin, we are not privileged above other species. Our position around an ordinary star in an ordinary galaxy in an ordinary supercluster continues to look less and less special. The idea that we are not located in a special spatial location has been crucial in cosmology..." ["Implications of the Copernican Principle for our Future Prospects," Nature, 27 Mei 1993, vol. 363, hal. 315.]

Tambah lagi, dari Richard Feynman:

"I suspect that the assumption of uniformity of the universe reflects a prejudice born of a sequence of overthrows of geocentric ideas. When men admitted the earth was not the center of the universe, they clung for a while to a heliocentric universe, only to find that the sun was an ordinary star much like any other star, occupying an ordinary (not central!) place within a galaxy which is not an extraordinary galaxy.... It would be embarrassing to find, after stating that we live in an ordinary planet about an ordinary star in an ordinary galaxy, that our place in the universe is extraordinary.... To avoid embarrassment we cling to the hypothesis of uniformity." [Feynman Lectures on Gravitation, Addison-Wesley, 1995, hal. 166.]





Apa alasan matahari yang menjadi pusat tata surya?
Jawabannya ilmiah.
Apala alasan bumi yang menjadi pusat alam semesta?
jawabannya supranatural.
Bukan pertanyaan mengenai motif? Kalau begitu, sudah berlalu penjelasan saya bahwa semesta sebagai satu sistem membentuk satu pusat massa universal dimana bumi berada di situ. Itulah yang membuat bumi menjadi pusat alam semesta.


Kutip
Spesial karena kehendak Tuhan.
Makin gak ilmiah.
Ini mah namanya kebenaran dibengkokkan demi iman.
Jangan standar ganda-lah. Coba buktikan saja dulu Copernican Principle itu benar sesuai kaidah ilmiah, biar tidak dianggap dogma. :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 16, 2014, 03:16:54 AM
Bukan pertanyaan mengenai motif? Kalau begitu, sudah berlalu penjelasan saya bahwa semesta sebagai satu sistem membentuk satu pusat massa universal dimana bumi berada di situ. Itulah yang membuat bumi menjadi pusat alam semesta.
Sudah dibilang, gak ilmiah.
Gak tertarik dengan jawaban supranatural.
Entar juga mesti percaya makhluk hidup bisa tuing nongol begitu aja di muka bumi, dengan alasan 'supranatural' juga.

Jangan standar ganda-lah. Coba buktikan saja dulu Copernican Principle itu benar sesuai kaidah ilmiah, biar tidak dianggap dogma. :)
Emang konsep Copernicus sepenuhnya benar?
Wong dia aja gak tahu kalau orbit itu gak bulat sempurna kok...

Realitanya perkembangan sains memang menunjukkan kalau bumi gak menempati posisi istimewa di alam semesta. Wong usianya jauh lebih muda dari usia alam semesta. Gak ada perlunya terpaku pada copernican principle.

Semoga lu gak jadi menteri pendidikan dan kebudayaan, karena kalau kejadian bisa-bisa kreasionisme (bumi usia muda) jadi menu wajib di sekolah-sekolah :D

Intinya?
Jika bawa supranatural ke sains, tawarin aja kecapnya ke orang lain :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 16, 2014, 03:50:51 AM
Realitanya perkembangan sains memang menunjukkan kalau bumi gak menempati posisi istimewa di alam semesta.
Monggo dishare "perkembangan sains yang memang menunjukkan kalau bumi gak menempati posisi istimewa di alam semesta." :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 17, 2014, 02:13:58 AM
Monggo dishare "perkembangan sains yang memang menunjukkan kalau bumi gak menempati posisi istimewa di alam semesta." :)
Hah?
Dishare gimana lagi?
perkembangan astronomi menunjukkan tata surya bahkan gak ada di pusat galaksi ini, galaksi ini hanya satu galaksi di kluster yang bahkan kalah besar dari galaksi tetangga seperti andromeda, planet-planet di luar tata surya terus ditemukan, dan sebagainya.
Di zaman sekarang, realita sains mana yang menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta?
Pseudo sains lu?  :P

Antara temuan sains dari lembaga sains atau klaim-klaim dari kreasionis bumi usia muda yang modal iman dan supranatural, mana yang akan dipilih, gak perlu ditegaskan lagi kan?  :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 18, 2014, 03:36:22 AM
Hah?
Dishare gimana lagi?
perkembangan astronomi menunjukkan tata surya bahkan gak ada di pusat galaksi ini, galaksi ini hanya satu galaksi di kluster yang bahkan kalah besar dari galaksi tetangga seperti andromeda, planet-planet di luar tata surya terus ditemukan, dan sebagainya.
Di zaman sekarang, realita sains mana yang menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta?
Pseudo sains lu?  :P

Antara temuan sains dari lembaga sains atau klaim-klaim dari kreasionis bumi usia muda yang modal iman dan supranatural, mana yang akan dipilih, gak perlu ditegaskan lagi kan?  :P
Makin kelihatan standar ganda-nya.

Sudah berlalu perkataan George Ellis:

"People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations. For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations. You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that." ["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, October 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]

Diakui sendiri oleh para pakar, model geocentric tidak bisa dibantah melalui observasi. Hanya bermodalkan filosofi saja yang bisa membantahnya.

Sekedar mengingatkan, filosofi yang dipakai adalah Copernican Principle yang dijadikan standar untuk kosmologi.

"In physical cosmology, the Copernican principle, named after Nicolaus Copernicus, states that Earth is not in a central, specially favored position in the universe. More recently, the principle has been generalized to the relativistic concept that humans are not privileged observers of the universe. In this sense, it is equivalent to the mediocrity principle, with important implications for the philosophy of science." [en.wikipedia.org/wiki/Copernican_principle]

Atau, dikenal juga sebagai Cosmological Principle atau Uniformity atau Homogeneity:

"In modern physical cosmology, the cosmological principle is an axiom that embodies the working assumption or premise that the distribution of matter in the universe is homogeneous and isotropic when viewed on a large enough scale, since the forces are expected to act uniformly throughout the universe, and should, therefore, produce no observable irregularities in the large scale structuring over the course of evolution of the matter field that was initially laid down by the Big Bang." [en.wikipedia.org/wiki/Cosmological_principle]

Tidak ada bukti atas prinsip ini, tapi digunakan terus-menerus hingga kini untuk membatalkan seluruh observasi yang mengarah kepada model geocentric. Saya menyebut hal ini sebagai dogma. Sependapat dengan saya terkait pernyataan George Ellis di atas:

"No heresy now, the Copernican view is dogma. And it is a dogma that University of Capetown mathematician George Ellis is questioning..." ["A Great Theory Once – Now It's Been Recycled," Vancouver Sun, Vancouver, Canada, 2 Okt 1973.]

Berulang-ulang kali di setiap forum saya selalu meminta bukti ilmiah terhadap Copernican Principle. Namun, tidak ada yang pernah bisa menjawab. Apa tandanya ini kalau bukan heliocentrists terikat pada suatu dogma? Sementara di satu sisi, heliocentrists sering mengolok-ngolok geocentrists karena jumud berpegang kepada dogma samawi. Bukankah ini standar ganda namanya?

Adapun mengenai perkembangan sains. Lagi-lagi, tidak ada jawaban pasti mengenai ketidakistimewaan bumi di dalam semesta. Tidak ada bukti telak. Yang ada malah sebaliknya, perkembangan sains dari waktu ke waktu semakin menunjukkan bahwa bumi menempati tempat istimewa di dalam semesta. Sedikit saja tunjukkan di sini.

Pertama, eksperimen Michelson-Morley tahun 1887 gagal mendeteksi pergerakan bumi di dalam Luminiferous Ether. Implikasinya: seharusnya menjadi pembenaran model geocentric. Tapi, lagi-lagi karena tidak sesuai dengan Copernican Principle, implikasinya harus ditafsiri lain.

"If it isn't moving relative to the ether, then earth alone among the cosmos is at rest relative to the ether. Now that may be an absurd possibility but maybe it's true. I think you can see that this is not going to be very philosophically satisfying, and it isn't satisfying physically either, but it violates the Copernican Principle that the earth isn't special." [Richard Wolfson, "Einstein's Relativity and the Quantum Revolution," The Teaching Company, 2000, Lecture 5: "Speed c Relative to What?"]

Kedua, temuan Edwin Hubble tahun 1929 mengenai karakteristik redshift yang dimiliki galaksi-galaksi menunjukkan bahwa bumi berada di tengah-tengah redshift-nya semua galaksi-galaksi tersebut. Tapi, lagi-lagi karena tidak sesuai dengan Copernican Principle, implikasi ini harus ditafsiri lain.

"Such a condition would imply that we occupy a unique position in the universe, analogous, in a sense, to the ancient conception of a central Earth.... This hypothesis cannot be disproved, but it is unwelcome and would only be accepted as a last resort in order to save the phenomena. Therefore we disregard this possibility...the unwelcome position of a favored location must be avoided at all costs..." [Edwin Hubble, The Observational Approach to Cosmology, 1937, hal. 50.]

Ketiga, Yatendra Varshni di tahun 1975 membuat katalog untuk redshift quasar-quasar. Hasilnya, jika redshift mengindikasikan jarak, quasar-quasar tersebut semakin jauh dari bumi akan semakin padat. Hal ini mengindikasikan bumi berada di pusat dari quasar-quasar tersebut.

(http://s27.postimg.org/8uts3swar/quarsars_density.jpg)

"The Earth is indeed the center of the Universe. The arrangement of quasars on certain spherical shells is only with respect to the Earth. These shells would disappear if viewed from another galaxy or quasar. This means that the cosmological principle will have to go. Also it implies that a coordinate system fixed to the Earth will be a preferred frame of reference in the Universe. Consequently, both the Special and General Theory of Relativity must be abandoned for cosmological purposes." [Astrophysics and Space Science, 43: (1) (1976), hal. 8.]

Apakah Copernican Principle masih bertahan hingga kini? Jawabnya, "masih. " Apa dasarnya? Jawabnya, "Tidak ada. Ini murni prinsip keyakinan."
;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 18, 2014, 05:05:38 AM
Makin kelihatan standar ganda-nya.
Standar janda?
Ada bilang kalau model Copernicus masih dipakai sekarang?
Copernicus saja menyatakan bahwa matahari, bukan bumi, yang merupakan pusat alam semesta. itu menjadikan bumi hanya sedikit berjarak dari pusat alam semesta. Apa astronomi zaman sekarang masih pakai pandangan Copernicus macam itu?

Dengan realitas bergantung model, mau pakai pandangan bumi, matahari, atau bahkan manusia sebagai pusat alam semesta sah-sah saja, selama bisa menjabarkan teori dan hukum yang cocok untuk model tersebut. tapi kalau memasukkan supranatural sebagai dasar jawaban, itu sudah masuk pseudo sains.

Sudah dibilang, kalau modal lu supranatural, sodorin ke yang lain aja. Gak tertarik pada pseudo sains.
Justru kalau nerima pseudo sains, lu baru bisa nuduh standar ganda!

Bumi di pusat alam semesta karena alasan supranatural?
Putaran ether yang sekedar konsep dari era yunani kuno?
Planet lain mengelilingi matahari tapi matahari mengelilingi bumi karena alasan supranatural? Mungkin percaya kalau lu sodorin waktu umur masih 5 tahun :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 18, 2014, 06:46:10 AM
Standar janda?
Ada bilang kalau model Copernicus masih dipakai sekarang?
Copernicus saja menyatakan bahwa matahari, bukan bumi, yang merupakan pusat alam semesta. itu menjadikan bumi hanya sedikit berjarak dari pusat alam semesta. Apa astronomi zaman sekarang masih pakai pandangan Copernicus macam itu?

Dengan realitas bergantung model, mau pakai pandangan bumi, matahari, atau bahkan manusia sebagai pusat alam semesta sah-sah saja, selama bisa menjabarkan teori dan hukum yang cocok untuk model tersebut. tapi kalau memasukkan supranatural sebagai dasar jawaban, itu sudah masuk pseudo sains.

Sudah dibilang, kalau modal lu supranatural, sodorin ke yang lain aja. Gak tertarik pada pseudo sains.
Justru kalau nerima pseudo sains, lu baru bisa nuduh standar ganda!

Bumi di pusat alam semesta karena alasan supranatural?
Putaran ether yang sekedar konsep dari era yunani kuno?
Planet lain mengelilingi matahari tapi matahari mengelilingi bumi karena alasan supranatural? Mungkin percaya kalau lu sodorin waktu umur masih 5 tahun :)
:o
Baca lagi dengan seksama. Ini bukan cuma model Copernicus. Tapi, ini bicara Copernican Principle. Pahami dulu apa itu Copernican Principle. Tidak paham, silahkan tanya.  ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 18, 2014, 06:52:13 AM
Oh, iya. Satu lagi.

Dengan realitas bergantung model, mau pakai pandangan bumi, matahari, atau bahkan manusia sebagai pusat alam semesta sah-sah saja, selama bisa menjabarkan teori dan hukum yang cocok untuk model tersebut. tapi kalau memasukkan supranatural sebagai dasar jawaban, itu sudah masuk pseudo sains.
Jawaban supranatural yang saya berikan itu terkait MOTIF. Silahkan, baca-baca lagi dengan seksama postingan saya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 19, 2014, 06:01:17 AM
:o
Baca lagi dengan seksama. Ini bukan cuma model Copernicus. Tapi, ini bicara Copernican Principle. Pahami dulu apa itu Copernican Principle. Tidak paham, silahkan tanya.  ;D
Dan siapa bilang Copernican principle harus dipegang teguh?
Bukan gak tahu apa itu Copernican principle, tapi gak tertarik pada hal semacam itu.

Dan khas kreasionis, lu coba bela geosentris dengan menjatuhkan pandangan lain, bukan membuktikan pandnagna sendiri.

Kutip
Sudah berlalu perkataan George Ellis:

"People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations. For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations. You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that." ["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, October 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]
Ini yang dibilang realitas bergantung model.
Model alam semesta apa yang mau dipakai, sah-sah saja jika bisa menentukan set hukum yang sesuai modelnya.
Dan lu malah ngoceh nyanggah tapi malah bawa argumen yang justru mendukung ini?  ::)

Kutip
"The Earth is indeed the center of the Universe. The arrangement of quasars on certain spherical shells is only with respect to the Earth. These shells would disappear if viewed from another galaxy or quasar. This means that the cosmological principle will have to go. Also it implies that a coordinate system fixed to the Earth will be a preferred frame of reference in the Universe. Consequently, both the Special and General Theory of Relativity must be abandoned for cosmological purposes." [Astrophysics and Space Science, 43: (1) (1976), hal. 8.]
Ah, salah satu kecap favorit kreasionis-geosentris.

http://laserstars.org/pdf/1976Ap&SS..43....3V.pdf

Gimana kalau yang salah itu pada metode pengamatannya?
Abaikan aja, gak sesuai geosentris :)

Oh, iya. Satu lagi.
Jawaban supranatural yang saya berikan itu terkait MOTIF. Silahkan, baca-baca lagi dengan seksama postingan saya.
Terus hukum pergerakan planet untuk geosentris yang mana?

*Walau gak merubah fakta kalau pseudosains begini membosankan
Hukum, berarti ada perhitungan matematisnya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 20, 2014, 05:58:51 AM
Dan siapa bilang Copernican principle harus dipegang teguh?
Bukan gak tahu apa itu Copernican principle, tapi gak tertarik pada hal semacam itu.
Yang bilang siapa? Yang bilang, ya heliocentrists sendirilah. Mengingatkan kembali apa kata Edwin Hubble:

"...the unwelcome position of a favored location must be avoided at all costs..." [Edwin Hubble, The Observational Approach to Cosmology, 1937, hal. 50.]"

Bila Copernican Principle tidak dipegang teguh, artinya, ada tempat spesial di alam semesta ini. Atau dengan kata lain, akan ada yang namanya "Pusat Semesta." Mengingatkan kembali apa itu Copernican Principle:

"In physical cosmology, the Copernican principle, named after Nicolaus Copernicus, states that Earth is not in a central, specially favored position in the universe..."  [en.wikipedia.org/wiki/Copernican_principle]

Jika Copernican Principle tidak dipegang teguh, Anda mau terima ada kemungkinan bahwa bumi ini spesial di pusat semesta?  ;D


Kutip
Dan khas kreasionis, lu coba bela geosentris dengan menjatuhkan pandangan lain, bukan membuktikan pandnagna sendiri.
Standar ganda. Memangnya heliocentrists tidak pernah membatalkan bukti-bukti observasi yang mengarah kepada sistem geocentric? Lihat lagi 3 hasil observasi yang saya cantumkan di atas yang mengarah pada sistem geocentric. Heliocentrist cuma membantah bermodalkan Copernican Principle. ;D


Kutip
Ini yang dibilang realitas bergantung model.
Model alam semesta apa yang mau dipakai, sah-sah saja jika bisa menentukan set hukum yang sesuai modelnya.
Gak kebalik, tuh? Dimana-mana, model itu mengikuti realita. Model-lah yang bergantung pada realita. Hanya saja, realitanya sekarang masih diperselisihkan antara heliocentrists dan geocentrists.


Kutip
Dan lu malah ngoceh nyanggah tapi malah bawa argumen yang justru mendukung ini?  ::)
Baca, dong, kutipannya dengan utuh jadi bisa nangkep konteks omongan George Ellis itu seperti apa. Yang ngoceh-ngoceh itu justru Anda sendiri. Sekarang saya tanya, dengan modal apa anda menolak bahwa semesta itu berjalan secara geocentric? Modal keyakinan atau ada modal bukti-bukti ilmiah?

Jika modal Anda itu cuma keyakinan saja, yang penting, pokoknya, tidak boleh ada tempat spesial (baca: Copernican Principle) maka Anda satu perahu dengan saya. Sama-sama punya modal keyakinan. Menjadi standar ganda ketika Anda mengolok-olok geocentrists karena yakin dengan dogma samawinya.

Tapi, jika modal Anda itu adalah, seperti ocehan Anda sendiri, "Realitanya perkembangan sains memang menunjukkan kalau bumi gak menempati posisi istimewa di alam semesta." Dengan kata lain Anda punya bukti-bukti telak yang membenarkan heliocentric, selesai sudah perdebatan heliocentric vs. geocentric. Anda menang. Tapi, ingat kata George Ellis yang Anda bilang saya ngoceh-ngoceh itu:

"For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations...." [ ["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, Oktober 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]]

Tidak ada satu pun observasi sains yang bisa membatalkan model, khususnya, geocentric seperti yang dibicarakan George Ellis. Barangkali Anda memiliki bukti observasi yang tidak dimiliki George Ellis? Saya akan amat sangat menantikan Anda untuk menunjukkan bukti itu di sini. ;D


Kutip
Ah, salah satu kecap favorit kreasionis-geosentris.

http://laserstars.org/pdf/1976Ap&SS..43....3V.pdf
FYI, Varshni itu bukan seorang geocentrist. ;D


Kutip
Gimana kalau yang salah itu pada metode pengamatannya?
Abaikan aja, gak sesuai geosentris :)
Si Varshni itu cuman membuat katalog posisi-posisi quasars berdasarkan redshiftnya. Si Varshni tidak menciptakan metode baru. Metode yang dipakai adalah metode yang sama yang disepakati oleh seluruh pakar Big-bang, dimana redshift menurut Big-banger itu mengindikasikan jarak dan kecepatan.

FYI, setahun setelah temuan Varshni, tahun 1976, sebuah tim dari California Institute of Technology yang diketuai oleh Vera C. Rubin mencoba membantah temuan galacto-centric (atau lebih tepatnya: geo-centric) yang ditemukan oleh Yatendra Varshni. Dengan motivasi:

"Hopefully, it will not force a return to the pre-Copernican view of a hierarchy of motions whose sum is zero at the Sun." [Vera C. Rubin, Norbert Thonnard & W. Kent Ford, Jr., "Motion of the Galaxy and the Local Group determined from the velocity anisotropy of distant Sc I galaxies," The Astronomical Journal, vol. 81, No. 9, Sept. 1976, hal. 735.]

Kesimpulannya, mereka tak juga berhasil membantahnya:

"This conflict remains unresolved." [Ibid, hal. 736.]

Di tahun yang sama, data-data yang dikumpulkan oleh timnya Rubin dianalisa ulang lagi oleh Paul Schechter dari Steward Observatory. Hasilnya:

"The ScI galaxy data by Rubin, Ford... have been examined to determine whether the accuracy of the solar motion derived from anisotropy in the redshift-magnitude diagram can be substantially improved by the application of the 'diameter correction' employed by Rubin et al. It is found that it cannot. Analysis of a sample of nearby bright galaxies gives a solution for the solar motion with three times the formal accuracy obtained with the ScI sample, but with a possible systematic error arising from the motion of the sample galaxies toward the Virgo cluster." [Paul L. Schechter, "On the Solar Motion with Respect to External Galaxies," Astronomical Journal, vol. 82, Agustus 1977, hal. 576.]

Lagi, studi galacto-centric (atau lebih tepatnya: geo-centric) malah makin terkonfirmasi lagi oleh tim dari Ukraina, yaitu, N. A. Zhuck, V. V. Moroz, A. A. Varaksin. Dengan jumlah quasar yang jauh lebih banyak dari punya Varshni yang berjumlah 384 quasar menjadi 23.760 quasar. Jumlah yang sangat fantastis, berkali-lipat lebih banyak dari punya Varshni. Kesimpulan mereka:

"Regularity in quasar allocation... revealing that the quasars are grouped in thin walls of meshes quasars spatial distribution in spherical and Cartesian coordinates... quasars have averages of distribution, root-mean-square diversion and correlation factors, typical for uniform distribution of random quantities; in smaller gauges the quasars are grouped in thin walls of meshes.... It is impossible to term these results, and the results of other similar investigations, as ordinary accidental coincidence." [N. A. Zhuck, V. V. Moroz, A. A. Varaksin, "Quasars and the Large Scale Structure of the Universe," Spacetime and Substance, International Physical Journal, Ukraina, Vol. 2, No. 5 (10) 2001, hal. 196.]

Cuma satu cara untuk membatalkan temuan ini, yaitu, menghilangkan atribut jarak dan kecepatan yang ada pada redshift. Dengan kata lain, redshift sebagai produk intrinsik bukan jarak atau kecepatan. Konsekuensinya, Big-bang atau Expanding Universe KEHILANGAN bukti atas teori mereka. Karena, mereka mendalilkan bahwa bukti semesta itu mengembang adalah menjauhnya galaksi-galaksi sehingga menghasilkan redshift ketika diamati.


Kutip
Terus hukum pergerakan planet untuk geosentris yang mana?

*Walau gak merubah fakta kalau pseudosains begini membosankan
Hukum, berarti ada perhitungan matematisnya.
Waktu masih SD dulu, guru saya sering menyuruh murid-muridnya untuk menyimak. Karena, bila tidak menyimak pelajaran, mereka tidak akan paham dan kalau sudah tidak paham, pasti akan bosan. Mungkin ini yang terjadi pada Anda. Anda tidak menyimak sehingga tidak paham dan menjadi bosan. Sudah saya sebutkan berkali-kali dipostingan saya sebelumnya, tidak ada satu hukum pun yang bisa menggambarkan secara akurat pergerakan dan posisi planet-planet di tata surya. Dengan kata lain, belum ada solusi untuk "n-body problem."

Kata Prof. Charles Lane Poor:

"From the time of Newton, it has been known that Kepler's laws are mere approximations, computer’s fictions, handy mathematical devices for finding the approximate place of a planet in the heavens. They apply with greater accuracy to some planets than to others. Jupiter and Saturn show the greatest deviations from strictly elliptical motion. The latter body is often nearly a degree away from the place it would have been had its motion about the sun been strictly in accord with Kepler's laws. This is such a large discrepancy that it can be detected by the unaided eye. The moon is approximately half a degree in diameter, so that the discrepancy in the motion of Saturn is about twice the apparent diameter of the moon. In a single year, during the course of one revolution about the sun, the Earth may depart from the theoretical ellipse by an amount sufficient to appreciably change the apparent place of the sun in the heavens." ["Gravitation versus Relativity," hal. 129.]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 20, 2014, 10:45:12 AM
Yang bilang siapa? Yang bilang, ya heliocentrists sendirilah. Mengingatkan kembali apa kata Edwin Hubble:
Dan astronomi saat ini tidak berdasar heliosentris.
Heliosentris menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta, sedang astronomi modern menganggap tidak ada pusat pasti alam semesta.

Tidak ada alasan menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta.

Gak kebalik, tuh? Dimana-mana, model itu mengikuti realita. Model-lah yang bergantung pada realita. Hanya saja, realitanya sekarang masih diperselisihkan antara heliocentrists dan geocentrists.
Nope, yang dipakai adalah realitas bergantung model (Model-dependent realism).

Dan hari gini masih ngoceh heliosentris?
Emang pengetahuan lu dari berabad-abad silam?
Emang hari gini orang masih beranggapan matahari sebagai pusat alam semesta?

Baca, dong, kutipannya dengan utuh jadi bisa nangkep konteks omongan George Ellis itu seperti apa.
Bukannya lu yang nangkapnya disesuaikan dengan klaim geosentris doang?
pandangan Ellis kan Inhomogeneous cosmology.

Jika modal Anda itu cuma keyakinan saja
kebalik, itu lu dengan geosentris lu :P

Dan sekali lagi, mana hukum pegerakan planet untuk geocentrism lu?
Lu terus celoteh ke mana-mana karena gak bisa nyodorin hukum pergerakan planet?

Sudah dibilang, sah-sah saja mengajukan model geosentris, jika lu bisa menyodorkan pula hukum yang sesuai dengan modelnya.
Dengan model geosentris, set hukum tertentu juga berubah, termasuk hukum pergerakan planet.

jadi, mana hukumnya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 21, 2014, 07:25:33 AM
Dan astronomi saat ini tidak berdasar heliosentris.
Heliosentris menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta, sedang astronomi modern menganggap tidak ada pusat pasti alam semesta.

Dan hari gini masih ngoceh heliosentris?
Emang pengetahuan lu dari berabad-abad silam?
Emang hari gini orang masih beranggapan matahari sebagai pusat alam semesta?
Siapa juga yang bilang heliocentrist sekarang masih beranggapan matahari sebagai pusat semesta?  ;D

Sejarah mencatat, perselisihan heliocentric vs. geocentric itu sudah berlangsung berabad-abad. Sekalipun sekarang heliocentric tidak lagi mengklaim matahari sebagai pusat semesta, tapi akar pemikirannya tetap berasal dari heliocentrist versi awalnya. Buktinya, Copernican Principle diambil dari nama Copernicus si pelopor perselisihan heliocentric vs. geocentric.

Itulah sebabnya, geocentrist tetap MELABELI anti-geocentric ini sebagai heliocentrist. Sekalipun pandangan mereka sekarang berubah, dari semesta berpusat di matahari menjadi semesta TANPA PUSAT. Ada juga yang melabeli mereka ini sebagai a-centrist, tapi ini kurang lazim dipakai.

*note: tolong bedakan apa itu heliocentric, heliocentrist dan heliocentrism.


Kutip
Nope, yang dipakai adalah realitas bergantung model (Model-dependent realism).
Ini lagi bicarain reality, bukan realism. Tahu bedanya?

Model-dependent-realism itu tidak mementingkan benar atau tidaknya dibandingkan dengan REALITA. Tapi, yang penting bermanfaat atau tidak.


Kutip
pandangan Ellis kan Inhomogeneous cosmology.
So?


Kutip
kebalik, itu lu dengan geosentris lu :P
Kalau saya dengan geocentric-nya, ya wajar. Pernyataan saya terkait motif diawal juga jelas, yaitu, supranatural. Tidak munafik.

Yang jadi masalah, itu heliocentrist sendiri. Standar ganda. Diungkap sendiri oleh George Ellis, seperti kutipan saya sebelumnya:

"What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that."

Hal ini sudah saya buktikan dengan tiga poin mengenai observasi yang mengarah ke geocentric, tapi dibantah hanya dengan modal filosofi heliocentrist yang disebut sebagai Copernican Principle.

Ini seperti halnya ketika heliocentrist menunjukkan bukti heliocentrism dengan observasi ilmiah, tapi dibantah oleh geocentrist alasan tidak sesuai dengan AlQur-an dan AlHadits.  ;D


Kutip
Dan sekali lagi, mana hukum pegerakan planet untuk geocentrism lu?
Lu terus celoteh ke mana-mana karena gak bisa nyodorin hukum pergerakan planet?

Sudah dibilang, sah-sah saja mengajukan model geosentris, jika lu bisa menyodorkan pula hukum yang sesuai dengan modelnya.
Dengan model geosentris, set hukum tertentu juga berubah, termasuk hukum pergerakan planet.

jadi, mana hukumnya?
Gak menyimak, ternyata.  :o
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 21, 2014, 11:40:09 AM
bla bla bla...
Dan ternyata emang gak bisa ajuin hukum pergerakan planet?
As always, cuma bisa ngajuin pandnagan yang diklaim menyanggah pandangan berlawanan.
kalau perlu quote mining.
Maka tak ada artinya model geosentris yang lu ajuin. Pointless.

Sudah dibilang, realitas bergantung model.
Lu mau ngajuin model geosentris, tapi lu gak mampu ajuin set hukum yang berlaku pada modelnya?
Sains akan menyebutnya: model sampah!
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 22, 2014, 06:52:52 AM
Dan ternyata emang gak bisa ajuin hukum pergerakan planet?
Siapa bilang tidak bisa? ;D


Kutip
As always, cuma bisa ngajuin pandnagan yang diklaim menyanggah pandangan berlawanan.
kalau perlu quote mining.
Maka tak ada artinya model geosentris yang lu ajuin. Pointless.
And as always, cuma bisa menggunakan pandangan pribadi yang tidak essential (A.K.A pointless) untuk mementahkan pandangan pakar yang saya "quote mining" itu. Siapa anda? Cuma anonymous yang gentayangan di dunia maya. Tidak jelas apa background kepakaran Anda sehingga apa alasannya saya harus menerima pandangan Anda ketimbang para ilmuwan yang saya "quote mining" itu?

Maaf, saya masih waras. Dan saya tidak se-arogan itu menggunakan karangan pikiran sendiri untuk membangun model agar terbentuk realitas seperti yang saya inginkan.

At least, saya menghargai keilmuwan orang-orang yang saya "quote mining" itu. Saya beli buku dan jurnal-jurnal mereka. Saya baca dan pahami. Lagipula, orang-orang yang "quote mining" itu tidak ada yang berhaluan geocentrism demi menjaga obyektifitas.

Inilah realitas dari kalangan heliocentrists sendiri yang tidak diketahui oleh orang-orang awam dan anonymous seperti Anda. Saya cuma meng-"quote mining" mereka sedikit. Dan begitu kontradiktifnya sehingga saya bahkan tak perlu repot-repot melakukan bantahan. Terguncang? Sudah sewajarnyalah. ;D


Kutip
Sudah dibilang, realitas bergantung model.
Realism = Realita? Penyelewengan makna itu namanya. Realita, ya realita. Bukan realisme. Bukan pula realita berdasarkan model karangan manusia. ;D

"Question: What Is Model-Dependent Realism?

Stephen Hawking and Leonard Mlodinow discuss something called "model-dependent realism" in their book The Grand Design. What does this mean? Is it something they made up or do physicists really think about their work this way?

Answer: Model-dependent realism is a term for a philosophical approach to scientific inquiry which approaches scientific laws based on how well the model does at describing the physical reality of the situation. Among scientists, this is not a controversial approach.

What is a bit more controversial is that model-dependent realism does imply that it's somewhat meaningless to discuss the "reality" of the situation. Instead, the only meaningful thing you can talk about is the usefulness of the model." [physics.about.com/od/stephenhawking/f/ModelDependentRealism.htm]

Dari awal, Anda itu sudah melenceng. Saya disini tidak mau bertele-tele membahas model mana yang lebih manfaat mana yang tidak. Tapi, membahas model mana yang memang sesuai realita.

Membahas yang paling manfaat tentu model geocentric-lah yang paling bermanfaat. Terbukti seperti postingan saya yang lalu, NASA selama ini ternyata menggunakan kerangka ECI (Earth Centered Inertial) untuk peluncuran satelit dan komunikasi diluar angkasa.


Kutip
Lu mau ngajuin model geosentris, tapi lu gak mampu ajuin set hukum yang berlaku pada modelnya?
Sains akan menyebutnya: model sampah!
Model geocentric beserta set hukumnya itu ada. Siapa bilang tidak ada? Hanya saja, semua sepakat (baik itu heliocentrist maupun geocentrist) persamaan matematis dalam set hukum itu tidak merepresentasikan realita, tapi hanya merepresentasikan model itu sendiri. It's just fancy mathematics. Seperti kutipan saya sebelumnya dari Prof. Charles Lane Poor (seandainya anda menyimak):

"From the time of Newton, it has been known that Kepler's laws are mere approximations, computer's fictions, handy mathematical devices for finding the approximate place of a planet in the heavens..." ["Gravitation versus Relativity," hal. 129.]

Model sampah itu justru model yang mengaku sesuai realita hanya dengan menyodorkan persamaan matematis dalam set hukumnya. Makin sampah lagi setelah diuji dengan observasi ternyata melenceng. Cuma orang-orang awam seperti Anda saja yang berpikiran seperti itu, karena tidak satu pun pakar heliocentrist yang pernah saya pelajari berani berpikiran seperti itu.

Lagipula, kalau Anda menjatuhkan geocentric itu hanya dengan modal sayembara, "Berikan padaku persamaan matematis dalam set hukumnya," terus setelah saya berikan lantas sistem geocentric langsung Anda terima gitu? ;D

Untuk menjawab sayembara Anda, salah satunya, ada jurnal yang ditulis oleh Luka Popov yang berjudul "Newton-Machian analysis of Neo-tychonian model of planetary motions." Silahkan download (gratis) di: arxiv.org/abs/1301.6045

Kesimpulan jurnalnya:

"The analysis of planetary motions has been performed in the Newtonian framework with the assumption of Mach's principle. The kinematical equivalence of the Copernican (heliocentric) and the Neo-tychonian (geocentric) systems is shown to be a consequence of the presence of pseudo-potential in the geocentric system, which, according to Mach, must be regarded as the real potential originating from the fact of the simultaneous acceleration of the Universe. This analysis can be done on any other celestial body observed from the Earth. Since Sun and Mars are chosen arbitrarily, and there is nothing special about Mars, one can expect to come up with the same general conclusion.

There is another interesting remark that follows from this analysis. If one could put the whole Universe in accelerated motion around the Earth, the pseudo-potential corresponding to pseudo-force will immediately be generated. That same pseudo-potential then causes the Universe to stay in that very state of motion, without any need of exterior forces acting on it." [Luka Popov, "Newtonian–Machian analysis of the neo-Tychonian model of planetary motions," European Journal of Physics, 34, 383-391 (2013).]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 22, 2014, 07:07:22 AM
Oh ya, satu lagi.

Tidak ada keharusan suatu model menyertakan persamaan matematis di dalam set hukumnya. Baik model Ptolemaic dan Copernican diterima pada jamannya tanpa harus menyertakan itu.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 22, 2014, 03:08:49 PM
@Goen

argumen anda itu termasuk pseudo-sains, tidak dapat diklaim benar menurut sains. contohnya ketika anda berdalih ada "gangguan" yang menyebabkan planet-planet selain bumi malah mengitari matahari. hal yang kontradiktif dengan konsep Center of Mass yang anda sodorkan. kenapa tidak anda jelaskan saja, massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari ketimbang menutupi kelemahan teori dengan dalih ada "gangguan"?

PS: saya tidak sedang menanggapi komentar-komentar yang termasuk debat kusir loh ya
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 23, 2014, 04:53:28 AM
Siapa bilang tidak bisa? ;D
Realisasi = nol besar :P

Oh ya, satu lagi.

Tidak ada keharusan suatu model menyertakan persamaan matematis di dalam set hukumnya. Baik model Ptolemaic dan Copernican diterima pada jamannya tanpa harus menyertakan itu.
Model kosmologi saat ini menyertakan persamaan matematis dalam menentukan pergerakan planet. Jika model geosentris lu gak mampu, silakan terus berkutat di pseudo sains :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Farabi pada November 23, 2014, 05:15:23 AM
Sekarang kan ada robot yang mendarat di komet, komet itu kan pasti bergerak lurus dan tidak berputar, kita liha saja nanti melalui satelit, bumi berputar atau tidak, saya rasa ini akan menjawab pertanyaan dari awal thread ini.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 25, 2014, 03:56:28 AM
Sekarang kan ada robot yang mendarat di komet, komet itu kan pasti bergerak lurus dan tidak berputar, kita liha saja nanti melalui satelit, bumi berputar atau tidak, saya rasa ini akan menjawab pertanyaan dari awal thread ini.
Siapa bilang komet itu lurus doang?
Komet juga mengorbit matahari, janya lintasannya jauh lebih ekstrim (dan ada kalanya membentuk obyek langit lain, atau malah pecah jadi beberapa bagian)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 25, 2014, 05:12:47 AM
@Goen

argumen anda itu termasuk pseudo-sains, tidak dapat diklaim benar menurut sains. contohnya ketika anda berdalih ada "gangguan" yang menyebabkan planet-planet selain bumi malah mengitari matahari. hal yang kontradiktif dengan konsep Center of Mass yang anda sodorkan. kenapa tidak anda jelaskan saja, massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari ketimbang menutupi kelemahan teori dengan dalih ada "gangguan"?

PS: saya tidak sedang menanggapi komentar-komentar yang termasuk debat kusir loh ya
Istilah gangguan (perturbation) itu justru dari heliocentrist. Apa dengan demikian heliocentrism menjadi pseudo sains?

"The deviations from the 'ideal' in the elements of a planet's orbit are called 'perturbations' or 'variations'...." [Charles Lane Poor, "Gravitation versus Relativity," hal. 132.]

Kemudian, center of mass (pusat massa) juga dari heliocentrist.

"When we seek to improve on the accuracy of calculation by including mutual gravitational interactions between planets, we find – again in order to calculate correctly – that the center of the solar system must be placed at an abstract point known as the 'center of mass,' which is displaced quite appreciably from the center of the Sun. And if we imagine a star to pass moderately close to the solar system, in order to calculate the perturbing effect correctly, again using the inverse-square rule, it could be essential to use a 'center of mass' which included the star. The 'center' in this case would lie even farther away from the center of the Sun. It appears, then, that the 'center' to be used for any set of bodies depends on the way in which the local system is considered to be isolated from the universe as a whole. If a new body is added to the set from outside, or if a body is taken away, the 'center' changes." [Fred Hoyle, "Nicolaus Copernicus," hal. 85.]

Di dalam sistem geocentric, seluruh objek, sekali lagi, seluruh objek di dalam semesta akan mengelilingi pusat massa semesta, dimana bumi berada di situ. Hal ini berlangsung sehari-semalam (sidereal day) terus-menerus. Tidak terkecuali matahari dan planet-planet di dalam tata surya, kecuali bumi. Namun, dalam prosesnya, secara perlahan-lahan orbit planet-planet di tata surya itu menyimpang dari orbit idealnya terhadap pusat massa. Hal ini terutama disebabkan adanya massa-massa di dalam tata surya itu sendiri. Terutama matahari yang massanya paling besar.

Massa, jarak dan gravitasi itu, menurut Newton, tidak terpisahkan. Kehadiran massa matahari di dalam tata surya, menyebabkan semua planet-planet di dalam tata surya, kecuali bumi, akan tertarik padanya. Dan menjadi pusat massa baru bagi planet-planet tersebut. Jangan dipikir bahwa pusat massa itu cuma satu. Banyaknya pusat massa itu tergantung lingkup sistem yang diamati dan kondisi objek-objek di dalamnya.

Geocentric yang sekarang bukan lagi menganut sistem Ptolemaic, tetapi Neo-Tychonic. Tidak sulit sebenarnya membayangkan hal ini. Seperti halnya heliocentric, bulan menjadikan matahari sebagai pusat massa, namun karena kehadiran bumi yang lebih dekat, bulan menjadikan bumi sebagai pusat massa dan seterusnya, dan seterusnya.



Realisasi = nol besar :P
Model kosmologi saat ini menyertakan persamaan matematis dalam menentukan pergerakan planet. Jika model geosentris lu gak mampu, silakan terus berkutat di pseudo sains :P
Sains juga menuntut kecocokan dengan observasi atau realita.

"Pseudoscience is a claim, belief or practice which is falsely presented as scientific, but does not adhere to a valid scientific method, lacks supporting scientific evidence or plausibility, cannot be reliably tested, or otherwise lacks scientific status." [en.wikipedia.org/wiki/Pseudoscience]

Dari definisi di atas, heliocentrism juga masuk pseudo sains, karena tidak mencocoki observasi. :P



Sekarang kan ada robot yang mendarat di komet, komet itu kan pasti bergerak lurus dan tidak berputar, kita liha saja nanti melalui satelit, bumi berputar atau tidak, saya rasa ini akan menjawab pertanyaan dari awal thread ini.
Tidak demikian. Alasannya, ini cuma masalah sudut pandang saja. Dalam semesta geocentric, semuanya berputar secara konstan. Jadi, pengamat di komet memang akan terlihat bumi itu berputar, tapi yang sebenarnya, pengamatnya-lah yang berputar.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Farabi pada November 25, 2014, 05:17:59 AM
Siapa bilang komet itu lurus doang?
Komet juga mengorbit matahari, janya lintasannya jauh lebih ekstrim (dan ada kalanya membentuk obyek langit lain, atau malah pecah jadi beberapa bagian)

hoooo...,. baru tahu saya. jadi gimana ceritanya ada komet yang bisa melintasi bumi?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 25, 2014, 12:07:06 PM
Kutip
"The deviations from the 'ideal' in the elements of a planet's orbit are called 'perturbations' or 'variations'...." [Charles Lane Poor, "Gravitation versus Relativity," hal. 132.]

Kutip
"When we seek to improve on the accuracy of calculation by including mutual gravitational interactions between planets, we find – again in order to calculate correctly – that the center of the solar system must be placed at an abstract point known as the 'center of mass,' which is displaced quite appreciably from the center of the Sun. And if we imagine a star to pass moderately close to the solar system, in order to calculate the perturbing effect correctly, again using the inverse-square rule, it could be essential to use a 'center of mass' which included the star. The 'center' in this case would lie even farther away from the center of the Sun. It appears, then, that the 'center' to be used for any set of bodies depends on the way in which the local system is considered to be isolated from the universe as a whole. If a new body is added to the set from outside, or if a body is taken away, the 'center' changes." [Fred Hoyle, "Nicolaus Copernicus," hal. 85.]

Anda baca sendiri kan, istilah “gangguan” disitu tidak merujuk atau terindikasi karena revolusi anual planet-planet selain bumi (sehingga mereka menjadi mengelilingi matahari kecuali bumi sebagai pusat massa yang terkunci oleh ether). Bulan mengelilingi bumi karena jaraknya yang terlalu dekat ke bumi dan bumi lebih besar massanya. Tapi itu tidak sama dengan matahari yang menarik planet-planet lain kecuali bumi mengelilinginya seperti klaim geosentrisme. Matahari itu sebagai pusat massa karena massanya paling besar dalam tata surya sehingga kutipan itu tidak bisa dipakai untuk mendukung klaim bahwa cuma bumi saja yang tidak tertarik mengelilingi matahari karena terkunci oleh ether.

Di kutipan kedua dicontohkan kalau ada bintang dari luar tata surya mendekat maka akan menciptakan gangguan (bergesernya pusat massa).

Berlandaskan kutipan itu, gangguan itu kan muncul karena :

1. Kalau ada body yang “diambil” atau lenyap dalam suatu sistem, sehingga pusat massanya bisa bergeser.
2. Kalau ada body lain yang masuk atau mendekati tata surya, misalnya bintang.

Jadi, kalau berlandaskan kutipan itu, maka perubahan pusat massa atau gangguan di tata surya bisa terjadi bukan karena revolusi anual, melainkan karena ada objek langit di tata surya yang hilang, atau ada objek lain yang masuk ke tata surya. Namun, objek-objek langit macam komet dan Cruithe tidak memberikan gangguan signifikan karena massa mereka terlalu kecil. Tentu beda kalau yang lenyap itu Jupiter dan Saturnus misalnya, atau ada bintang lain sebesar matahari yang mendekati tata surya kita. Gangguannya akan besar. Menempatkan istilah “gangguan” pada revolusi anual planet-planet seperti dalam geosentrisme tidak tepat karena bertentangan dengan konsep pusat massa.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 25, 2014, 12:11:38 PM
Nah sekarang kembali ke pertanyaan saya sebelumnya :

“Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?”

katakanlah geosentrisme yang benar, matahari mengelilingi bumi. namun berdasarkan konsep pusat massa yang tempo hari anda ajukan, berarti harus ada massa lain yang sebanding dengan massa matahari supaya pusat massa tidak bergeser dari bumi. Kalau ada massa lain yang bisa mengimbangi massa matahari, maka pusat massa akan tetap bertahan di tengah tempat bumi berada. Makanya saya tanya demikian. Kalau tidak ada, jadi kontradiktif. Karena kalau tidak ada, berarti pusat massa akan bergeser dari bumi ke tempat lain.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 25, 2014, 12:15:50 PM
Sains juga menuntut kecocokan dengan observasi atau realita.

"Pseudoscience is a claim, belief or practice which is falsely presented as scientific, but does not adhere to a valid scientific method, lacks supporting scientific evidence or plausibility, cannot be reliably tested, or otherwise lacks scientific status." [en.wikipedia.org/wiki/Pseudoscience]

Dari definisi di atas, heliocentrism juga masuk pseudo sains, karena tidak mencocoki observasi. :P

Heliosentrisme memiliki bukti-bukti ilmiah antara lain; paralaks bintang, aberasi bintang, dan efek Doppler. Sebelumnya, model geocentris versi Tycho sudah diperkenalkan, ternyata tidak membuktikan kesalahan teori heliosentris (tapi waktu itu teori geosentris juga masih belum terbukti salah). Dan setelah berbagai penemuan astronomi antara lain penemuannya James Bradley dan Friedrich Bessel, akhirnya teori heliosentrislah yang digunakan karena ada bukti ilmiah bahwa bumi mengelilingi matahari.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 25, 2014, 02:11:58 PM
apakah semudah itu membawa istilah perturbation (astronomi) ? bukankah anda akan temukan hitung-hitungan matematis ketika anda mempelajarinya? coba baca lagi perturbations dalam astronomi anda akan temui berbagai macam hitungan matematis. ini artinya, bagi anda yang membawa istilah perturbations, anda setuju bahwa persamaan matematis diperlukan dalam teori astronomi. dengan demikian, harus ada hitungan matematis sebagai dalil mengapa bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi. dalam general perturbations yang dibahas itu umumnya ya revolusi planet-planet, termasuk bumi, di tata surya mengelilingi matahari. sedangkan special perturbations biasanya yang dibahas adalah komet. kalau boleh tahu, hitungan matematis apa yang membenarkan bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi? jujur saya masih awam.



Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 25, 2014, 02:17:16 PM
Nah sekarang kembali ke pertanyaan saya sebelumnya :

“Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?”

katakanlah geosentrisme yang benar, matahari mengelilingi bumi. namun berdasarkan konsep pusat massa yang tempo hari anda ajukan, berarti harus ada massa lain yang sebanding dengan massa matahari supaya pusat massa tidak bergeser dari bumi. Kalau ada massa lain yang bisa mengimbangi massa matahari, maka pusat massa akan tetap bertahan di tengah tempat bumi berada. Makanya saya tanya demikian. Kalau tidak ada, jadi kontradiktif. Karena kalau tidak ada, berarti pusat massa akan bergeser dari bumi ke tempat lain.

jadi si Goen ini sebenarnya percaya bumi itu jadi pusat massa karena terkunci oleh kekuatan ether atau karena objek-objek langit sekitarnya memiliki massa yang hampir sama?

Heliosentrisme memiliki bukti-bukti ilmiah antara lain; paralaks bintang, aberasi bintang, dan efek Doppler. Sebelumnya, model geocentris versi Tycho sudah diperkenalkan, ternyata tidak membuktikan kesalahan teori heliosentris (tapi waktu itu teori geosentris juga masih belum terbukti salah). Dan setelah berbagai penemuan astronomi antara lain penemuannya James Bradley dan Friedrich Bessel, akhirnya teori heliosentrislah yang digunakan karena ada bukti ilmiah bahwa bumi mengelilingi matahari.

kelebihan model heliosentris adalah dapat terbukti tanpa hitungan matematis. artinya bisa iya dan bisa tidak. karena dengan penjelasan tentang paralaks bintang, aberasi bintang, dan efek Doppler, maka kebenaran teori heliosentris sudah dapat terlihat. soal hitungan matematis saya tidak ngerti. itu urusannya yang pegang teleskop.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 25, 2014, 02:37:45 PM
@ytridyrevsielixetuls

apakah paralaks bintang membatalkan geosentrisme versi Neo-Tychonic? dalam referensi paralaks bintang sejauh yg saya baca bahwa geosentrisme versi Ptolemius yang telah terbukti invalid. namun entahlah kalau modelnya itu model Neo-Tychonic. anda pernah dapat referensinya?
dalam sudut pandang mungkin bisa saja model geosentris yang dipakai cuma soal itu tadi, apakah bumi jadi pusat massa karena terkunci oleh ether atau karena massa objek2 sekitarnya hampir sama... sedangkan dlm model heliosentris, selalu mengikuti yang massanya paling besar. dan massa tidak cuma salah satu faktor. jarak juga. DAN seandainya pun benar kalau planet-planet mengitari matahari karena gangguan akibat revolusi tahunan yang akumulatif, maka secara tidak langsung geosentrisme menganggap bahwa planet-planet awalnya mengitari bumi, sebelum akhirnya mengubah haluannya jadi mengitari matahari.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Putra Betawi pada November 25, 2014, 02:41:07 PM
Sebenarnya heliosentris dan geosentris, menurut kajian saya 22nya salah. Yang benar Korelasiosentris. Dimana bumi, matahari, planet2 di tata surya menuju arah yang sana di garis edarnya. Terkesan mengitari sebenarnya krn gravitasinya saling menmnpengaruhi satu sama lain dln bentuk edar spiral. Ini hanya pengamatan saya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Putra Betawi pada November 25, 2014, 02:42:02 PM
ralat: arah sana maksudnya arah yg sama.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 25, 2014, 03:27:39 PM
ciap ciap...
Seperti biasa, gak mampu buktikan klaim, jurus ngelesnya dengan coba menjatuhkan pandangan lain.
Cukup kan kalau lu ngaku gak bisa ngasih hukum pergerakan planet?
Hari gini masih mau merusak generasi bangsa sendiri dengan omong kosong...
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 25, 2014, 03:33:37 PM
hoooo...,. baru tahu saya. jadi gimana ceritanya ada komet yang bisa melintasi bumi?
Komet itu mengorbit matahari dalam orbit ekstrim. Dan ada kalanya lintasan komet itu amat dekat dengan bumi.

apakah semudah itu membawa istilah perturbation (astronomi) ? bukankah anda akan temukan hitung-hitungan matematis ketika anda mempelajarinya? coba baca lagi perturbations dalam astronomi anda akan temui berbagai macam hitungan matematis. ini artinya, bagi anda yang membawa istilah perturbations, anda setuju bahwa persamaan matematis diperlukan dalam teori astronomi. dengan demikian, harus ada hitungan matematis sebagai dalil mengapa bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi. dalam general perturbations yang dibahas itu umumnya ya revolusi planet-planet, termasuk bumi, di tata surya mengelilingi matahari. sedangkan special perturbations biasanya yang dibahas adalah komet. kalau boleh tahu, hitungan matematis apa yang membenarkan bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi? jujur saya masih awam.
Lha, itu dari awal ditanyakan, dianya cuma ngeles melulu.
Coba mengalihkan topik dengan menyalahkan heliosentris...
Jurus kreasionis, kalau gak mampu angkat pandangan sendiri, maka akan menyeret jatuh pandangan lain biar (seakan) selevel sama punya mereka.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 26, 2014, 07:04:15 AM
Anda baca sendiri kan, istilah “gangguan” disitu tidak merujuk atau terindikasi karena revolusi anual planet-planet selain bumi (sehingga mereka menjadi mengelilingi matahari kecuali bumi sebagai pusat massa yang terkunci oleh ether). Bulan mengelilingi bumi karena jaraknya yang terlalu dekat ke bumi dan bumi lebih besar massanya. Tapi itu tidak sama dengan matahari yang menarik planet-planet lain kecuali bumi mengelilinginya seperti klaim geosentrisme. Matahari itu sebagai pusat massa karena massanya paling besar dalam tata surya sehingga kutipan itu tidak bisa dipakai untuk mendukung klaim bahwa cuma bumi saja yang tidak tertarik mengelilingi matahari karena terkunci oleh ether.

Di kutipan kedua dicontohkan kalau ada bintang dari luar tata surya mendekat maka akan menciptakan gangguan (bergesernya pusat massa).

Berlandaskan kutipan itu, gangguan itu kan muncul karena :

1. Kalau ada body yang “diambil” atau lenyap dalam suatu sistem, sehingga pusat massanya bisa bergeser.
2. Kalau ada body lain yang masuk atau mendekati tata surya, misalnya bintang.

Jadi, kalau berlandaskan kutipan itu, maka perubahan pusat massa atau gangguan di tata surya bisa terjadi bukan karena revolusi anual, melainkan karena ada objek langit di tata surya yang hilang, atau ada objek lain yang masuk ke tata surya. Namun, objek-objek langit macam komet dan Cruithe tidak memberikan gangguan signifikan karena massa mereka terlalu kecil. Tentu beda kalau yang lenyap itu Jupiter dan Saturnus misalnya, atau ada bintang lain sebesar matahari yang mendekati tata surya kita. Gangguannya akan besar. Menempatkan istilah “gangguan” pada revolusi anual planet-planet seperti dalam geosentrisme tidak tepat karena bertentangan dengan konsep pusat massa.
Coba baca lagi kutipan saya dengan seksama. Terutama di bagian ini:

"It appears, then, that the 'center' to be used for any set of bodies depends on the way in which the local system is considered to be isolated from the universe as a whole.

Menurut Anda, se-isolasi apakah tata surya kita dari "universe as a whole?" Apakah massa-massa (bintang, galaksi, quasar) nun jauh di sana tidak punya kontribusi ke tata surya kita?

Kemudian, kutipan berikut:

"If a new body is added to the set from outside, or if a body is taken away, the 'center' changes."

Adalah menyangkut "n-body problem." Alias, perhitungan matematisnya. Seperti awal kutipan itu:

"When we seek to improve on the accuracy of calculation by including mutual gravitational interactions between planets..."

Awalnya, untuk dua objek (2-body problem), dengan hukum Newton-Kepler bisa dengan mudah menggambarkan pergerakan dua objek tersebut. Tapi, ketika objek ketiga ditambahkan ke dalam perhitungan, pergerakannya jadi semakin sulit diprediksi. Makin banyak massa yang dimasukkan ke dalam suatu sistem, makin rumit jadinya. Itu baru dalam lingkup tata surya. Bagaimana bila keseluruhan massa di dalam semesta dilibatkan dalam perhitungan?

Menyangkut hal ini, saya sudah memberikan kutipan sebelumnya di halaman 4 dari thread ini:

"Now so long as there are but two bodies in the system, these six elements are constant, and the smaller body will travel for ever around and around in its unvarying path. From these elements the actual position of the body at any time, past, present, or future, can be calculated by very simple formulas. If, however, a third body be introduced into our ideal universe, then the motions of the bodies are no longer simple and easily calculated. In fact, the paths of the three bodies become so complicated as to defy any mathematical description. Newton failed to find a solution to this problem; and every mathematician since his time has likewise failed." [Charles Lane Poor, Gravitation versus Relativity, hal. 122]

Ke-enam element yang dimaksud Poor adalah gambar berikut:

(http://s22.postimg.org/mgyczjavl/6_elements_of_orbit.jpg)

Itu sebabnya, tidak ada satu pun hukum astronomi yang dapat memprediksi dengan akurat posisi dan pergerakan planet-planet. Posisi dan pergerakan planet saat ini masih berdasarkan tabel ephemeris. Kalau pun mau dirumuskan dalam persamaan matematis, masing-masing planet punya hitungan sendiri-sendiri, bukan berdasarkan persamaan matematis yang sifatnya seperti hukum yang berlaku umum untuk semua planet.

Makanya, adalah aneh kalau sekarang ada yang koar-koar bahwa sistem heliocentric punya set hukum untuk memprediksi pergerakan dan posisi planet-planet dengan akurat. Sungguh naif sekali. ;D



Nah sekarang kembali ke pertanyaan saya sebelumnya :

“Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?”

katakanlah geosentrisme yang benar, matahari mengelilingi bumi. namun berdasarkan konsep pusat massa yang tempo hari anda ajukan, berarti harus ada massa lain yang sebanding dengan massa matahari supaya pusat massa tidak bergeser dari bumi. Kalau ada massa lain yang bisa mengimbangi massa matahari, maka pusat massa akan tetap bertahan di tengah tempat bumi berada. Makanya saya tanya demikian. Kalau tidak ada, jadi kontradiktif. Karena kalau tidak ada, berarti pusat massa akan bergeser dari bumi ke tempat lain.
Bila sudah bicara sistem geocentric, tidak bisa lingkupnya dikecilkan hanya dalam skala tata surya saja. Tapi, sudah harus "universe as a whole." Namanya saja geo-centric.

Semesta dalam geocentric itu tertutup seperti bola besar. Bukan terbuka dan tidak terbatas. Dalam sistem tertutup seperti apa pun wujudnya, pusat massa itu pasti ada. Letaknya tergantung distribusi seluruh massa di dalam sistem tersebut. Letaknya tidak akan berubah, kecuali ada tambahan objek dengan massa yang sangat signifikan, atau perubahan posisi yang sangat signifikan pula. Dan bumi terkunci di pusat massa tersebut. Jadi bukan bumi yang MENJADI pusat massa, tapi BERADA di pusat massa semesta. Newton bilang:

"That the center of the system of the world is immovable: this is acknowledged by all, although some contend that the Earth, others that the sun, is fixed in that center." ["Philosophiae Naturalis Principia Mathematica," Book 3: "The System of the World," Proposition X, Hypothesis I.]

Mengenai pertanyaan, "Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?" Maka jawabannya, bukan hanya mengimbangi, bahkan jauh lebih besar dari massa matahari, yaitu, massa semesta secara keseluruhan.



Heliosentrisme memiliki bukti-bukti ilmiah antara lain; paralaks bintang, aberasi bintang, dan efek Doppler. Sebelumnya, model geocentris versi Tycho sudah diperkenalkan, ternyata tidak membuktikan kesalahan teori heliosentris (tapi waktu itu teori geosentris juga masih belum terbukti salah). Dan setelah berbagai penemuan astronomi antara lain penemuannya James Bradley dan Friedrich Bessel, akhirnya teori heliosentrislah yang digunakan karena ada bukti ilmiah bahwa bumi mengelilingi matahari.
Saya kurang paham mengenai bukti Anda soal efek Doppler. Apa efek Doppler yang Anda maksud ini soal Redshift?

Tapi soal Paralaks dan Aberasi Bintang, bisa dijelaskan dengan mudah. Ini hanya masalah sudut pandang saja. Jika anda paham sistem Neo-Tychonic tentu hal ini akan menjadi jelas. Sebelum sistem Neo-Tychonic, yaitu, Tychonic saja (tanpa Neo), bintang-bintang jauh tidak dimasukkan dalam pergerakan semesta. Terang saja, ketika ditemukan Paralaks dan Aberasi Bintang, sistem Tychonic menjadi tidak sesuai. Tapi, dengan memodifikasi sistem Tychonic dengan memasukkan keseluruhan objek semesta ke dalam pergerakan (Neo-Tychonic) maka hal ini bisa menjawab Paralaks dan Aberasi Bintang. Perhatikan ilustrasi dari sudut pandang heliocentric maupun geocentric (Neo-Tychonic) di bawah ini:

(http://s30.postimg.org/jrtgl3ujl/parallax.gif)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 26, 2014, 07:09:33 AM
apakah semudah itu membawa istilah perturbation (astronomi) ? bukankah anda akan temukan hitung-hitungan matematis ketika anda mempelajarinya? coba baca lagi perturbations dalam astronomi anda akan temui berbagai macam hitungan matematis. ini artinya, bagi anda yang membawa istilah perturbations, anda setuju bahwa persamaan matematis diperlukan dalam teori astronomi. dengan demikian, harus ada hitungan matematis sebagai dalil mengapa bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi. dalam general perturbations yang dibahas itu umumnya ya revolusi planet-planet, termasuk bumi, di tata surya mengelilingi matahari. sedangkan special perturbations biasanya yang dibahas adalah komet. kalau boleh tahu, hitungan matematis apa yang membenarkan bumi terkunci di tengah tata surya sedangkan matahari mengelilinginya dan planet-planet lain tidak ikut mengelilingi bumi? jujur saya masih awam.
Perturbation itu fenomena astronomi, bukan produk dari persamaan matematis. Menurut Newton, perturbation itu, ya disebabkan oleh gravitasi itu sendiri. Ketika para ilmuwan mencoba merumuskan fenomena perturbation itu kedalam persamaan matematis, tidak ada yang berhasil. Hingga detik ini. Coba simak kata Poor di atas:

"Newton failed to find a solution to this problem; and every mathematician since his time has likewise failed."

Bukan berarti saya anti dengan persamaan matematis. Akan tetapi, ada yang terlalu "mendewakan" persamaan matematis seolah-olah hal itu mewakili realitas. Padahal, tidak.

Mending "persamaan matematis" sesuai dengan observasi, kenyataannya juga tidak sesuai observasi. Banyak yang melenceng. Toh kalau pun sesuai observasi, persamaan matematis hanya me-representasi-kan model yang menaunginya saja. Bukan merepresentasikan realitas. Contoh: 1 + 2 = 3, persamaan matematisnya benar dan menghasilkan output yang sesuai. Tapi, apa cuma itu persamaan untuk menghasilkan angka 3? Dan apakah semua persamaan matematis yang menghasilkan angka 3 benar-benar mewakili realitas sebenarnya dalam menghasilkan angka 3? Bisa jadi realitasnya itu 5 - 2 = 3. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Apalagi yang menganut Relativitas, dimana, semua itu relatif tidak ada yang absolut. Ya, berarti persamaan matematisnya tinggal DITRANSFORMASIKAN dari satu kerangka acuan ke kerangka acuan yang lain.

Anyway, jika yang Anda tuntut adalah persamaan matematis yang mewakili model geocentric, bukan realita, sudah pernah saya cantumkan di sini. Jurnalnya silahkan download (gratis) di:

arxiv.org/abs/1301.6045

Pembahasan lebih lengkap bisa membeli buku karangan Andre K.T. Assis yang berjudul, "Relational Mechanics." Keduanya, sama-sama menggunakan Newton Mechanics dan Mach Principle.

Mach Principle:

"Obviously it matters little if we think of the Earth as turning about on its axis, or if we view it at rest while the fixed stars revolve around it. Geometrically these are exactly the same case of a relative rotation of the Earth and the fixed stars with respect to one another." [Ernst Mach, "Die Mechanik in Ihrer Entwicklung Historich-Kritisch Dargestellt," Liepzig: Brokhaus, 1883. Judul Inggris: "The Science of Mechanics: A Critical and Historical Account of its Development," diterjemahkan oleh T. J. Macormack, La Salle, 1960, edisi ke-6, hal. 201.]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 26, 2014, 12:43:50 PM
Massa super besar mampu membuat matahari mengelilingi pusat alam semesta, tapi gak cukup untuk membuat planet-planet mengelilingi pusat alam semesta dan bukannya matahari. Bahkan saat planet seperti mars lebih dekat ke bumi/pusat tata surya ketimbang matahari. Kenapa? Supranatural, gak seru kalau semua mengelilingi bumi/pusat alam semesta.  :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 27, 2014, 01:02:30 AM
Persamaan march bisa diterapkan pada heliosentris maupun geosentris, itu merujuk ke realitas bergantung model.
Tentu saja itu gakserta merta membuktikan konsep geonsentris dengan segala konsep ether antah berantahnya itu benar.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 27, 2014, 06:55:28 AM
Massa super besar mampu membuat matahari mengelilingi pusat alam semesta, tapi gak cukup untuk membuat planet-planet mengelilingi pusat alam semesta dan bukannya matahari.
Ketahuan gak paham Anda ini. Seluruh massa di semesta ini tetap mengelilingi pusat massa semesta, SEHARI-SEMALAM (diurnal orbit). Sementara, keberadaan matahari cuma MENGGANGGU (perturbation) orbit ideal dari planet-planet di tata surya itu PERLAHAN-LAHAN dalam siklus tahunan masing-masing planet (annual orbit).


Kutip
Bahkan saat planet seperti mars lebih dekat ke bumi/pusat tata surya ketimbang matahari. Kenapa? Supranatural, gak seru kalau semua mengelilingi bumi/pusat alam semesta. :P
Pusat massa itu sendiri tidak punya massa. Jadi, tidak punya kemampuan gravitasi untuk "menarik" atau "menahan" planet-planet di tata surya tetap mengorbit secara ideal. Mataharilah dan planet-planet itu sendiri yang punya massa dan punya pengaruh satu sama lain. Pusat massa itu tidak lebih dari sekedar titik acuan dimana total distribusi seluruh massa di dalam suatu sistem bernilai NOL ditempat itu.

"In physics, the center of mass of a distribution of mass in space is the unique point where the weighted relative position of the distributed mass sums to zero." [en.wikipedia.org/wiki/Center_of_mass]



Persamaan march...
Bukan march, tapi Mach. Dan Mach tidak mengeluarkan persamaan, tapi prinsip Fisika.


Kutip
...bisa diterapkan pada heliosentris maupun geosentris, itu merujuk ke realitas bergantung model.
Tentu saja itu gakserta merta membuktikan konsep geonsentris...
Memang bukan bertujuan untuk membuktikan geocentrism, tapi untuk membantah bahwa geocentrism tidak bisa jalan baik itu secara kinematical maupun dynamical. Andai jurnalnya dibaca:

"The term 'Neo-tychonian system' refers to the assumption that orbits of distant masses around the Earth are synchronized with the Sun's orbit. It is the aim of this paper to show the kinematical and dynamical equivalence of these systems, under the assumption of Mach's principle.... The only question remains: are these forces by themselves enough to explain all translational motions that we observe from Earth, and can they reproduce the Tycho Brahe’s model? The discussion in this paper will show that the answer to this question is positive." [Luka Popov, "Newton-Machian analysis of Neo-tychonian model of planetary motions", Eur. J. Phys. 34, 383-391]


Kutip
...dengan segala konsep ether antah berantahnya itu benar.
Konsep ether sudah tak bisa terbantahkan lagi. Bahkan setelah ditiadakannya dalam Teori Relativitas Khusus, Einstein mengembalikannya lagi pada teori Relativitas Umum:

"To deny the ether is ultimately to assume that empty space has no physical qualities whatever. The fundamental facts of mechanics do not harmonize with this view... Newton might no less well have called his absolute space 'ether'... Recapitulating, we may say that according to the general theory of relativity space is endowed with physical qualities; in this sense, therefore, there exists an ether. According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 27, 2014, 02:00:46 PM
Untuk @nʇǝʌ∀ tentang paralaks bintang
dan untuk @Goen tentang efek Doppler

Kelihatannya memang paralaks bintang (dan aberasi) tidak membatalkan Neo-Tychonic. Tychonic geocentrism tidak memasukkan alam semesta sebagai bagian dalam sistemnya. Ini sebenarnya hanya berdasarkan ilustrasi oleh Goen. Tapi memang, di google saya tidak menemukan invaliditas Neo-Tychonic geocentrism oleh paralaks bintang. Di sisi lain, tetap tidak membatalkan heliocentrism.

Soal efek Doppler, setahu saya kan gini, ketika objek bergerak terhadap pengamat, atau pengamat bergerak terhadap objek, atau kedua-duanya yang bergerak, maka akan terjadi perubahan informasi oleh pengamat. Dalam hal ini yg saya maksud itu warna bintang. Karena beberapa bintang berada di spektrum biru di satu waktu dan spektrum merah di waktu yang lain dan balik lagi ke spektrum biru, dan seterusnya. Hal ini berarti bumi mengalami perjalanan bolak balik. Oh ya, beberapa bintang justru bergerak permanen ke spektrum merah. Jadi tentu saja efek Doppler tidak membatalkan teori alam semesta mengembang.

PS: ya saya tahu yg anda maksud dengan pusat massa bukan planet bumi. Saya katakan bumi sebagai pusat massa untuk mempersingkat kata saja.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 27, 2014, 02:10:33 PM
Saya mencoba bersikap objektif, mengesampingkan motif dan latar belakang setiap peserta diskusi. Membaca semua argumen geocentrist dan heliocentrist hingga menjelajah google, saya memang tidak melihat bukti telak geocentrism salah namun heliocentrism juga tidak terbukti salah. Namun saya tetap berpegang pada heliocentrism karena menurut saya, argumen yang mendukungnya lebih masuk akal. Heliocentrism lebih berlandaskan pada argumen yang secara teknis lebih kuat. Misal bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, dll. Massa matahari lebih besar jadi bumi-lah yang mengelilingi matahari, namun jarak bumi ke bulan terlalu dekat sehingga bulan mengelilingi bumi. Sehingga bukannya cuma bumi saja yg tak ikut mengelilingi matahari. Kalau memang planet-planet di tata surya mengelilingi matahari, harusnya bumi juga. Argumen yg mendukung geocentrism, menurut saya, mencari celah dalam kekurangan penemuan sains dan melompati rasionalitas terdekat.

Kutip
Menurut Anda, se-isolasi apakah tata surya kita dari "universe as a whole?" Apakah massa-massa (bintang, galaksi, quasar) nun jauh di sana tidak punya kontribusi ke tata surya kita?

Kutip
Mengenai pertanyaan, "Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?" Maka jawabannya, bukan hanya mengimbangi, bahkan jauh lebih besar dari massa matahari, yaitu, massa semesta secara keseluruhan.

Yang saya tangkap intinya, bintang nun jauh di tata surya lain di galaksi lain pun punya kontribusi dlm menciptakan gangguan atau aktifitas di tata surya kita, sehingga, intinya, pusat massa tetap bertahan di lokasi bumi berada tanpa harus ada massa lain di tata surya kita yang mengimbangi massa matahari. Mungkin itu maksudnya.

Mungkinkah? Bisa jadi. Toh tak ada yang bisa buktikan mereka nggak punya kontribusi kan?

Tapi coba kita analogikan ruang lingkup alam semesta adalah ruang lingkup bumi, dimana kita seluruh manusia adalah bodies dalam satu sistem bernama bumi. Kemudian seorang pria kecil dan kurus di Jakarta batuk karena menghisap asap, terus saya katakan batuk itu bisa saja karena kontribusi asap rokok yang dikepulkan seorang perokok di New York yang badannya tinggi dan berotot. Terus saya tanya balik, se-terisolasi apakah kota Jakarta itu? Bukankah Jakarta dan New York berada dalam satu sistem bernama bumi? Bukankah tidak ada hitungan pasti kemana perginya asap rokok yang dikepulkan oleh perokok di New York tsb?

Dan analogi di atas ini seperti mengatakan bahwa Jakarta dan New York adalah tata surya. Indonesia dan Amerika adalah galaksi. pria kecil dan kurus tsb adalah salah satu benda langit di tata surya Jakarta dan galaksi Indonesia. Dengan demikian, pria tinggi dan berotot tsb adalah benda langit yang massanya lebih besar dan berasal dari tata surya New York dan galaksi Amerika. Dan batuknya pria di Jakarta tsb adalah gangguan. Kemudian dikatakan gangguan tsb bisa saja karena kontribusi asap rokok pria New York tsb.

Mungkinkah? Kemungkinan itu memang ada, tapi apakah bisa kita bisa gunakan argumen itu cuma karena tidak ada persamaan matematis atau hukum pasti yang memprediksi secara detail/akurat kemana asap tsb pergi?

Nah sekarang analogi lain :

bagaimana kalau saya katakan retaknya sebuah kaca jendela rumah di Jakarta bisa saja karena kumandang adzan dari masjid-masjid di Mekkah? Dalihnya adalah, tidak ada persamaan matematis atau hukum yang bisa memprediksi atau menghitung kemana perginya semua gelombang suara itu secara detail/akurat. Jakarta dan Mekkah adalah bagian dari planet bumi juga. kan bisa saja semua gelombang suara itu terpantul-pantul oleh materi-materi dan merambat melalui materi-materi dan akhirnya tiba di sebuah kaca jendela rumah di Jakarta. Kenapa tidak? Asap dari hutan Kalimantan yang terbakar saja bisa ke negara-negara tetangga. Apakah anda punya  persamaan matematis atau hukum yang secara detail/akurat membuktikan bahwa semua gelombang suara adzan dari masjid-masjid di Mekkah tidak sampai ke sebuah kaca jendela rumah di Jakarta?


Itulah yang saya maksud “mencari celah dalam kekurangan penemuan sains dan melompati rasionalitas terdekat.” Seperti analogi di atas.

Dengan menggunakan model geocentrism terkini dan dengan dalih tidak ada persamaan matematis atau hukum yang bisa memprediksi atau menghitung pergerakan benda langit secara detail/akurat, maka kita semua bisa saja modifikasi model itu menjadi versi mars alias marscentris dimana mars diam dan matahari mengelilingi mars. Tapi planet-planet lain di tata surya kita termasuk bumi mengelilingi matahari, dan bukan mars. Dan posisi mars tepat di pusat massa.

Kalau saya ajukan model itu ke dunia sains, apakah ada yang mau membuka diri dengan model itu? Dan kalau model marscentris itu ditolak oleh heliocentrist, anda maklum atau tidak?

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 28, 2014, 01:56:28 AM
Ketahuan gak paham Anda ini. Seluruh massa di semesta ini tetap mengelilingi pusat massa semesta, SEHARI-SEMALAM (diurnal orbit). Sementara, keberadaan matahari cuma MENGGANGGU (perturbation) orbit ideal dari planet-planet di tata surya itu PERLAHAN-LAHAN dalam siklus tahunan masing-masing planet (annual orbit).
Gara-gara mengganggu, planet-planet malah nyasar mengelilingi matahari?
Dan bulan tetap betah mengelilingi bumi?
Ini maunya dimengerti atau dipercaya?

Pusat massa itu sendiri tidak punya massa. Jadi, tidak punya kemampuan gravitasi untuk "menarik" atau "menahan" planet-planet di tata surya tetap mengorbit secara ideal. Mataharilah dan planet-planet itu sendiri yang punya massa dan punya pengaruh satu sama lain. Pusat massa itu tidak lebih dari sekedar titik acuan dimana total distribusi seluruh massa di dalam suatu sistem bernilai NOL ditempat itu.
Dan kebetulan bumi ada di pusat alam semesta tadi, gak bisa terganggu oleh matahari meski jaraknya dekat.
Walau pusat massa sendiri gak punya massa.

Oops, bukan kebetulan, supranatural... :P

Memang bukan bertujuan untuk membuktikan geocentrism, tapi untuk membantah bahwa geocentrism tidak bisa jalan baik itu secara kinematical maupun dynamical. Andai jurnalnya dibaca:
Dan ini toh realitas bergantung model.
Gak ada bedanya kalau kita menerapkan bahwa kita yang diam di tempat, sedang segala yang ada di sekitar kita yang bergerak, saat kita bepergian dengan mobil.

Konsep ether sudah tak bisa terbantahkan lagi. Bahkan setelah ditiadakannya dalam Teori Relativitas Khusus, Einstein mengembalikannya lagi pada teori Relativitas Umum:
*Ngakak guling-guling*
Gimana mau tak terbantahkan, jika terbukti saja gak?
*Ngakak guling-guling lagi*

Eisntein memakai istilah aether untuk merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu, bukan ether dalam konsep geosentris. Karena konsep aether macam itu sudah lama diabaikan Einstein. Sudah quote mining, merujuk relativitas umum cuma kalau support pandangan sendiri, mau menafsirkan konsep Einstein sesuka hati? ::)

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 28, 2014, 04:45:48 AM
Kelihatannya memang paralaks bintang (dan aberasi) tidak membatalkan Neo-Tychonic. Tychonic geocentrism tidak memasukkan alam semesta sebagai bagian dalam sistemnya. Ini sebenarnya hanya berdasarkan ilustrasi oleh Goen. Tapi memang, di google saya tidak menemukan invaliditas Neo-Tychonic geocentrism oleh paralaks bintang. Di sisi lain, tetap tidak membatalkan heliocentrism.
Memang bukan itu tujuan suatu model dibentuk, bukan? ;D


Kutip
Soal efek Doppler, setahu saya kan gini, ketika objek bergerak terhadap pengamat, atau pengamat bergerak terhadap objek, atau kedua-duanya yang bergerak, maka akan terjadi perubahan informasi oleh pengamat. Dalam hal ini yg saya maksud itu warna bintang. Karena beberapa bintang berada di spektrum biru di satu waktu dan spektrum merah di waktu yang lain dan balik lagi ke spektrum biru, dan seterusnya. Hal ini berarti bumi mengalami perjalanan bolak balik.
Nah, itu dia. Berhubung penyebabnya salah satu atau keduanya (pengamat atau yang diamati) yang bergerak, kenapa lantas memvonis PASTI pengamatnya-lah (baca: bumi) yang bergerak, sehingga menjadi bukti heliocentrism? Ingat, dalam sistem Neo-Tychonic, bumi diam dan selainnya bergerak.


Kutip
Oh ya, beberapa bintang justru bergerak permanen ke spektrum merah. Jadi tentu saja efek Doppler tidak membatalkan teori alam semesta mengembang.
Hal ini sudah saya kritisi sebelumnya. Teori alam semesta mengembang (A.K.A Expanding Universe) memegang prinsip yang diberi nama Copernican Principle atau di-saru-kan menjadi Cosmological Principle yang intinya menyatakan, "Tidak ada tempat spesial di alam semesta ini. Tidak ada pusat."

Prinsip ini, katanya, berdasarkan bukti bahwa semua galaksi-galaksi di semesta menjauh sehingga ketika diamati melalui teleskop, cahaya mereka bergeser ke spektrum merah (redshift).

Bila redshift itu adalah interpretasi dari JARAK dan KECEPATAN "distant masses" (galaksi, quasar, dll) maka apakah Anda sudah membaca temuan Yatendra Varshni soal galacto-centric (atau lebih tepatnya geo-centric) sebagaimana sudah saya post di halaman 5 thread ini?

(http://s27.postimg.org/8uts3swar/quarsars_density.jpg)

Jika interpretasi redshift berupa jarak dan kecepatan itu tetap dipertahankan, artinya, Copernican Principle harus dilepas. Bukan begitu?

Tapi jika Copernican Principle dilepas, artinya, minimal galaksi kita ada di pusat semesta. Bukan begitu?

Tapi kalau Copernican Principle tetap dipertahankan, lantas apa bukti yang bisa mendukung hal ini? Karena prinsip ini tidak ada bukti lain selain redshift yang dinterpretasikan sebagai jarak dan kecepatan. Seperti kata Hubble:

"On the other hand, if the recession factor is dropped, if redshifts are not primarily velocity-shifts, the picture is simple and plausible. There is no evidence of expansion and no restriction of the time-scale, no trace of spatial curvature, and no limitation of spatial dimensions." ["The Observational Approach to Cosmology," hal. 63.]

Bila tidak ada bukti tapi tetap ingin mempertahankan Copernical Principle maka apakah ini bukan dogma namanya?

Yang lebih fatal lagi, bila redshift tak lagi diinterpretasikan sebagai jarak dan kecepatan, ilmuwan harus mencari metode baru untuk menghitung jarak dan usia galaksi-galaksi termasuk semesta (baca: Hubble Law). Bukan begitu?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 28, 2014, 04:49:15 AM
Saya mencoba bersikap objektif, mengesampingkan motif dan latar belakang setiap peserta diskusi. Membaca semua argumen geocentrist dan heliocentrist hingga menjelajah google, saya memang tidak melihat bukti telak geocentrism salah namun heliocentrism juga tidak terbukti salah.
Heliocentrism yang mana dulu, nih? Ada dua, lho. Heliocentrism jadul yang sudah ditinggalkan yang menyatakan matahari sebagai pusat semesta. Atau, heliocentrism yang menyatakan, "Tidak ada yang spesial di alam semesta ini. Tidak ada pusat?"


Kutip
Namun saya tetap berpegang pada heliocentrism karena menurut saya, argumen yang mendukungnya lebih masuk akal. Heliocentrism lebih berlandaskan pada argumen yang secara teknis lebih kuat. Misal bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, dll. Massa matahari lebih besar jadi bumi-lah yang mengelilingi matahari, namun jarak bumi ke bulan terlalu dekat sehingga bulan mengelilingi bumi. Sehingga bukannya cuma bumi saja yg tak ikut mengelilingi matahari. Kalau memang planet-planet di tata surya mengelilingi matahari, harusnya bumi juga.
Jika lingkupnya dibatasi hanya pada tata surya saja, berpegang pada rasionalitas seperti yang Anda ungkapkan memang masuk akal. Tapi bila lingkupnya diperluas sampai keseluruhan semesta, maka Anda harus berhenti dulu sebentar dan berpikir ulang lebih kritis lagi.


Kutip
Argumen yg mendukung geocentrism, menurut saya, mencari celah dalam kekurangan penemuan sains dan melompati rasionalitas terdekat.
Saya kurang sependapat dalam hal ini. Memang harus diakui sumber daya geocentrist tidak semasif sumber daya heliocentrist, sehingga tidak ada penemuan mandiri yang dilakukan geocentrist. Tapi yang namanya KEBENARAN itu bisa ditemukan oleh siapa saja. Kebenaran dalam hal ini seperti objek yang sudah ada dari sananya dan tinggal menunggu ditemukan. Oleh siapa pun itu.

Masalahnya di sini, objek kebenaran diinterpretasikan berbeda tergantung siapa penemunya. Bukan, begitu?

Coba kita ambil contoh paling mudah. Percobaan Michelson-Morley tahun 1887 yang ditujukan untuk membuktikan pergerakan bumi melewati ether. Tapi percobaan ini gagal, meski percobaan serupa sudah dilakukan berulang-ulang hingga masa kini. Apakah berdasarkan rasionalitas yang Anda miliki, Anda sepakat dengan saya bahwa implikasi dari percobaan ini cuma menyisakan dua opsi, yaitu: (1) bumi tidak bergerak atau (2) ether tidak ada? Atau Anda punya opsi lain? Mari kita diskusikan.


Kutip
Yang saya tangkap intinya, bintang nun jauh di tata surya lain di galaksi lain pun punya kontribusi dlm menciptakan gangguan atau aktifitas di tata surya kita, sehingga, intinya, pusat massa tetap bertahan di lokasi bumi berada tanpa harus ada massa lain di tata surya kita yang mengimbangi massa matahari. Mungkin itu maksudnya.

Mungkinkah? Bisa jadi. Toh tak ada yang bisa buktikan mereka nggak punya kontribusi kan?

...

Mungkinkah? Kemungkinan itu memang ada, tapi apakah bisa kita bisa gunakan argumen itu cuma karena tidak ada persamaan matematis atau hukum pasti yang memprediksi secara detail/akurat kemana asap tsb pergi?

Nah sekarang analogi lain :

bagaimana kalau saya katakan retaknya sebuah kaca jendela rumah di Jakarta bisa saja karena kumandang adzan dari masjid-masjid di Mekkah? Dalihnya adalah, tidak ada persamaan matematis atau hukum yang bisa memprediksi atau menghitung kemana perginya semua gelombang suara itu secara detail/akurat.

...

Itulah yang saya maksud “mencari celah dalam kekurangan penemuan sains dan melompati rasionalitas terdekat.” Seperti analogi di atas.
Yang saya tangkap dari analogi "asap" dan "suara" versi Anda adalah intinya kontribusi "distant masses" sangat kecil hingga bisa diabaikan. Bukan begitu?

Dalam konteks kontribusi "distant masses" yang sedang kita bicarakan ini, analogi Anda tidak tepat. Alasannya, kontribusi "distant masses" ternyata sangat besar dan dengan kontribusi inilah, menurut ilmuwan, INERSIA itu bisa muncul. Hal ini bisa dibuktikan, misalnya, dengan simpangan gerakan Foucault Pendulum.

"At either the North Pole or South Pole, the plane of oscillation of a pendulum remains fixed relative to the distant masses of the universe while Earth rotates underneath it, taking one sidereal day to complete a rotation. So, relative to Earth, the plane of oscillation of a pendulum at the North Pole undergoes a full clockwise rotation during one day; a pendulum at the South Pole rotates counterclockwise." [en.wikipedia.org/wiki/Foucault_pendulum]

Tentu, kita sepakat bahwa Foucault Pendulum bukan pembenaran heliocentrism, meski kutipan di atas memang mengarah di sana. Karena, hal ini sudah terjawab dengan model Neo-Tychonic.

Selain Foucault Pendulum, ada juga Coriolis Effect, Newton Bucket Experiment yang menjadi dasar pemikiran Ernst Mach sehingga melahirkan Mach Principle. Hal ini pun diaminkan oleh Einstein dan dijadikan inspirasi untuk teori Relativitas:

"Your happy investigations on the foundations of mechanics, Planck's unjustified criticism  notwithstanding,  will  receive  brilliant confirmation. For it necessarily turns out that inertia originates in a kind of interaction between bodies, quite in the sense of your considerations on Newton's pail experiment. The first consequence is on page 6 of my paper. The following additional points emerge: (1) If one accelerates a heavy shell of matter S (rotating universe -red), then a mass enclosed by that shell experiences an accelerative force. (2) If one rotates the shell relative to the fixed stars about an axis going through its center, a Coriolis force arises in the interior of the shell, that is, the plane of a Foucault pendulum is dragged around." ["Zum Briefwechsel Albert Einsteins mit Ernst Mach,” Forschungen und Fortschritte, 37:239-43, dicantumkan oleh Mishner, Thorne & Wheeler dalam, "Gravitation," hal. 544.]

Selanjutnya tinggal kita lihat, mana yang benar-benar berputar, apakah: (a) heavy shell of matter (semesta) atau (b) bumi.

*Saya tentu punya argumen untuk memilih (a) daripada (b).


Kutip
Dengan menggunakan model geocentrism terkini dan dengan dalih tidak ada persamaan matematis atau hukum yang bisa memprediksi atau menghitung pergerakan benda langit secara detail/akurat, maka kita semua bisa saja modifikasi model itu menjadi versi mars alias marscentris dimana mars diam dan matahari mengelilingi mars. Tapi planet-planet lain di tata surya kita termasuk bumi mengelilingi matahari, dan bukan mars. Dan posisi mars tepat di pusat massa.

Kalau saya ajukan model itu ke dunia sains, apakah ada yang mau membuka diri dengan model itu? Dan kalau model marscentris itu ditolak oleh heliocentrist, anda maklum atau tidak?
Tentu tidak. Atas dasar apa baik bagi heliocentrist maupun geocentrist menolak model versi marscentrist, padahal mereka bertiga di perahu yang sama di tengah lautan yang gelap gulita tanpa tahu arah dan tujuan?

Tentunya kalau kita bicara sains, harus ada bukti telak yang bisa membuktikan pandangan centrist-nya, bukan bukti yang sifatnya relatif.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 28, 2014, 04:55:40 AM
Gara-gara mengganggu, planet-planet malah nyasar mengelilingi matahari?
Dan bulan tetap betah mengelilingi bumi?
Ini maunya dimengerti atau dipercaya?
Newton bilang:

"That the center of the system of the world is immovable: this is acknowledged by all, although some contend that the Earth, others that the sun, is fixed in that center." ["Philosophiae Naturalis Principia Mathematica," Book 3: "The System of the World," Proposition X, Hypothesis I.]

Pusat massa dan apa-apa yang ada di pusat massa tidak akan bergerak, "...fixed in that center." Jadi:

1. Bumi itu juga punya massa yang dengan gravitasinya bisa membuat bulan betah.
2. Matahari terlalu jauh dari bulan dan gravitasinya kalah dengan bumi.
3. Pusat massa tidak punya massa yang dengan demikian tidak punya gravitasi untuk "menahan" atau "menarik" planet-planet lain untuk mengorbit ideal padanya. Pusat massa hanya bisa "menahan" apa-apa yang ada di pusat massa itu sendiri. Karena, karakter pusat massa itu sendiri, yaitu, "...fixed in that center."


Kutip
Dan kebetulan bumi ada di pusat alam semesta tadi, gak bisa terganggu oleh matahari meski jaraknya dekat.
Walau pusat massa sendiri gak punya massa.
Itulah karakter pusat massa SEMESTA. Tidak akan terganggu. Apalagi hanya karena massa matahari yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan massa semesta secara keseluruhan. Pusat massa semesta dibentuk oleh massa semesta, bedakan dengan pusat massa tata surya yang hanya dibentuk oleh massa tata surya itu sendiri.

Pusat massa suatu sistem hanya bisa berubah bila ada massa atau posisi yang berubah secara signifikan. Bila tidak ada, tidak akan berubah.


Kutip
Oops, bukan kebetulan, supranatural... :P
Bantahan heliocentrist umumnya cuma modal dogma Copernican Principle. Dogma yang tak kalah supranaturalnya.


Kutip
Dan ini toh realitas bergantung model.
Bukan realitas, tapi realisme.


Kutip
Gak ada bedanya kalau kita menerapkan bahwa kita yang diam di tempat, sedang segala yang ada di sekitar kita yang bergerak, saat kita bepergian dengan mobil.
Memang gak ada beda secara kinematical. Tapi, akan berbeda secara dynamical.


Kutip
*Ngakak guling-guling*
Gimana mau tak terbantahkan, jika terbukti saja gak?
*Ngakak guling-guling lagi*
"It turns out that such matter exists. About the time relativity was becoming accepted, studies of radioactivity began showing that the empty vacuum of space had spectroscopic structure similar to that of ordinary quantum solids and fluids. Subsequent studies with large particle accelerators have now led us to understand that space is more like a piece of window glass than ideal Newtonian emptiness. It is filled with 'stuff' that is normally transparent but can be made visible by hitting it sufficiently hard to knock out a part. The modern concept of the vacuum of space, confirmed every day by experiment, is a relativistic ether. But we do not call it this because it is taboo. " [Robert B. Laughlin, "A Different Universe: Reinventing Physics from the Bottom Down," hal. 120]

*Ngakak guling-guling*

"According to accepted theory, free space is a vacuum. If this is so, how can it exhibit impedance? But it does. The answer, of course, is that there is no such thing as a vacuum, and what we call free space has structure. The impedance equals 376+ ohms." [Robert Moon, "Space Must Be Quantizied," 21 st Century, hal. 26ff]

*Ngakak guling-guling lagi*


Kutip
Eisntein memakai istilah aether untuk merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu,
Kenapa tidak konsisten pakai istilah kelengkungan ruang-waktu saja, lebih keren? Kenapa musti pakai istilah "ether" yang malah tabu untuk diucapkan?


Kutip
bukan ether dalam konsep geosentris.
Ether bukan konsep geocentrism, tapi konsep Fisika. Dipakai oleh Le Sage, Michelson, Maxwell, Sagnac, Gale dan lain-lain.


Kutip
Karena konsep aether macam itu sudah lama diabaikan Einstein. Sudah quote mining, merujuk relativitas umum cuma kalau support pandangan sendiri, mau menafsirkan konsep Einstein sesuka hati? ::)
Gak nyimak? Belum habis baca keburu ngakak guling-guling? Bacalah dengan seksama:

Recapitulating, we may say that according to the general theory of relativity space is endowed with physical qualities; in this sense, therefore, there exists an ether. According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]

Tidak ada tuh, ungkapan Einstein soal ether untuk kelengkungan ruang-waktu. Einstein merujuk kepada "space." Anda quote mining punya siapa, ya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada November 28, 2014, 05:54:06 AM

Thread ini kan awalnya mempermasalahkan rotasi bumi, namun belakangan bergeser menjadi perdebatan heliosentris dan geosentris.

Salam buat juragan Forsa semuanya,

Masalah bumi berotasi sepertinya sudah dianggap selesai atau final, bahkan sesorang dianggap ketinggalan jaman jika dia berusaha menggugat kembali bahwa bumi itu diam tidak berotasi apalagi berevolusi mengelilingi matahari. Biasanya hal tersebut dilakukan oleh geocentrist (bisa jadi termasuk saya  ;D) karena memang belum ada pembuktian yang memuaskan atas adanya rotasi bumi ini. 
Salah satunya percobaan bandul Foucault langsung di klaim bahwa bumi berputar pada porosnya seperti gasing, karena asumsinya gerakan bandul tersebut tetap segaris dan stabil karena inersia bandul tersebut, sedangkan bumi berputar sehingga orientasi bandul tersebut terlihat berubah. padahal bisa jadi bumi diam sedangkan orientasi bandul tersebut berubah karena pengaruh yang lain (bisa jadi gaya gravitasi dengan matahari yang berputar mengelilingi bumi).

Pada topik kali ini saya mengusulkan suatu percobaan yang mungkin bisa dilakukan dan akhirnya bisa diterima hasilnya oleh semua pihak.
Percobaan tersebut menggunakan asumsi bahwa relatifitas einstein tentang waktu dianggap benar.
  • Kita letakkan jam yang sangat teliti pada equator dan kutub
  • jika bumi berputar maka kecepatan benda pada equator jelas lebih besar dari pada benda yang di kutub bumi.
  • jam pada equator harus lebih lambat dari jam yang berada di kutub
  • jika hasil negatif berarti bumi tidak berotasi

Bagi saya hal ini adalah fundamental, teori-teori yang diturunkan dari asumsi bahwa bumi berotasi harus dirombak ulang jika hasil dari percobaan diatas negatif.

Bandul Foucault diterima sebagai bukti adanya rotasi bumi karena konsisten dengan hasil pengamatan bahwa periode presesinya tergantung pada posisi latitudenya di permukaan bumi. Jika memang presesi tersebut disebabkan oleh gravitasi matahari, seharusnya perbedaannya tidak signifikan antara bandul di kutub dan bandul di khatulistiwa.

Kutip
At either the North Pole or South Pole, the plane of oscillation of a pendulum remains fixed relative to the distant masses of the universe while Earth rotates underneath it, taking one sidereal day to complete a rotation. So, relative to Earth, the plane of oscillation of a pendulum at the North Pole undergoes a full clockwise rotation during one day; a pendulum at the South Pole rotates counterclockwise.

When a Foucault pendulum is suspended at the equator, the plane of oscillation remains fixed relative to Earth. At other latitudes, the plane of oscillation precesses relative to Earth, but slower than at the pole; the angular speed, ω (measured in clockwise degrees per sidereal day), is proportional to the sine of the latitude, φ:
(http://upload.wikimedia.org/math/b/6/1/b61b9c6cfd7b3c0b4aa3ea6be793194e.png)
where latitudes north and south of the equator are defined as positive and negative, respectively. For example, a Foucault pendulum at 30° south latitude, viewed from above by an earthbound observer, rotates counterclockwise 360° in two days.
http://en.wikipedia.org/wiki/Foucault_pendulum

Jika memang bumi tidak berotasi, berarti galaksi-galaksi di luar bimasakti bergerak mengelilingi bumi jauh lebih cepat daripada kecepatan cahaya, karena jarak milyaran tahun cahaya dapat ditempuh dalam waktu 24 jam saja. Ini bertentangan dengan teori relativitas Einstein yang anda asumsikan benar dalam percobaan anda.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada November 28, 2014, 06:12:53 AM
...
Coba kita ambil contoh paling mudah. Percobaan Michelson-Morley tahun 1887 yang ditujukan untuk membuktikan pergerakan bumi melewati ether. Tapi percobaan ini gagal, meski percobaan serupa sudah dilakukan berulang-ulang hingga masa kini. Apakah berdasarkan rasionalitas yang Anda miliki, Anda sepakat dengan saya bahwa implikasi dari percobaan ini cuma menyisakan dua opsi, yaitu: (1) bumi tidak bergerak atau (2) ether tidak ada? Atau Anda punya opsi lain? Mari kita diskusikan.
...
Opsi lain mungkin bias ditemukan di sinihttp://www.infinite-energy.com/iemagazine/issue59/adissidentview.html
atau http://bourabai.kz/wallace/farce.htm
Opsi 1 dapat dibantah dengan "mudah" jika Percobaan Michelson-Morley dilakukan di planet lain, misalnya Mars. Jika masih menunjukkan hasil negative, tidak mungkin disimpulkan bahwa Mars juga tidak bergerak, karena jelas-jelas posisinya seiring waktu berubah terhadap bumi.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 28, 2014, 10:04:59 AM
Newton bilang:

"That the center of the system of the world is immovable: this is acknowledged by all, although some contend that the Earth, others that the sun, is fixed in that center." ["Philosophiae Naturalis Principia Mathematica," Book 3: "The System of the World," Proposition X, Hypothesis I.]
Dan hari gini masih pakai konsep Newton soal pusat sistem?
Sedang newton terkenal sebagai ilmuwan yang sering memasukkan pandangan filosofis pribadinya.
Tidak ada pusat alam semesta yagn pasti. Kita bisa memakai titik manapun sebagai pusat alam semesta. bahkan pakai pantat lu sebagai pusatnya juga bisa.

Dan sekarang lu bicara gravitasi newton, sedang sebelum ini lu celoteh relativitas umum Einstein. padahal konsep gravitasi Einstein dan newton itu berbeda!

Kenapa tidak konsisten pakai istilah kelengkungan ruang-waktu saja, lebih keren? Kenapa musti pakai istilah "ether" yang malah tabu untuk diucapkan?
Aether, untuk membedakan dengan eter (diethil ether) yang untuk obat bius.
Dan justru penggunaan istilah aether oleh Einstein untuk kelengkungan ruang-waktu tadi  gak populer, gak dipakai ilmuwan lain. dan cuma lu yang nyambar, untuk dipakai dalam konsep lelucon lu?

Recapitulating, we may say that according to the general theory of relativity space is endowed with physical qualities; in this sense, therefore, there exists an ether. According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]

Tidak ada tuh, ungkapan Einstein soal ether untuk kelengkungan ruang-waktu. Einstein merujuk kepada "space." Anda quote mining punya siapa, ya?
Tidak ada?
Dari sumber sesama wiki aja:
Kutip
Einstein sometimes used the word aether for the gravitational field within general relativity, but this terminology never gained widespread support.
http://en.wikipedia.org/wiki/Aether_theories#General_relativity

Kutip
So the only similarity of this relativistic aether concept with the classical aether models lies in the presence of physical properties in space. Therefore, as historians such as John Stachel argue, Einstein's views on the "new aether" are not in conflict with his abandonment of the aether in 1905. For, as Einstein himself pointed out, no "substance" and no state of motion can be attributed to that new aether. In addition, Einstein's use of the word "aether" found little support in the scientific community, and played no role in the continuing development of modern physics.
http://en.wikipedia.org/wiki/Luminiferous_aether#Einstein.27s_views_on_the_aether

Jelas-jelas istilah aether yang dipakai Einstein berbeda dengan Aether klasik sebagai elemen yang megnisi ruang kosong alam semesta, atau yang berputar gak keluan di geosentris...

Ayo terus, quote mining, karena itu jurus utama kreasionis... :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 29, 2014, 08:17:48 AM
Perturbation itu fenomena astronomi, bukan produk dari persamaan matematis. Menurut Newton, perturbation itu, ya disebabkan oleh gravitasi itu sendiri. Ketika para ilmuwan mencoba merumuskan fenomena perturbation itu kedalam persamaan matematis, tidak ada yang berhasil. Hingga detik ini. Coba simak kata Poor di atas:

"Newton failed to find a solution to this problem; and every mathematician since his time has likewise failed."

Bukan berarti saya anti dengan persamaan matematis. Akan tetapi, ada yang terlalu "mendewakan" persamaan matematis seolah-olah hal itu mewakili realitas. Padahal, tidak.

Mending "persamaan matematis" sesuai dengan observasi, kenyataannya juga tidak sesuai observasi. Banyak yang melenceng. Toh kalau pun sesuai observasi, persamaan matematis hanya me-representasi-kan model yang menaunginya saja. Bukan merepresentasikan realitas. Contoh: 1 + 2 = 3, persamaan matematisnya benar dan menghasilkan output yang sesuai. Tapi, apa cuma itu persamaan untuk menghasilkan angka 3? Dan apakah semua persamaan matematis yang menghasilkan angka 3 benar-benar mewakili realitas sebenarnya dalam menghasilkan angka 3? Bisa jadi realitasnya itu 5 - 2 = 3. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Apalagi yang menganut Relativitas, dimana, semua itu relatif tidak ada yang absolut. Ya, berarti persamaan matematisnya tinggal DITRANSFORMASIKAN dari satu kerangka acuan ke kerangka acuan yang lain.

Anyway, jika yang Anda tuntut adalah persamaan matematis yang mewakili model geocentric, bukan realita, sudah pernah saya cantumkan di sini. Jurnalnya silahkan download (gratis) di:

arxiv.org/abs/1301.6045

Pembahasan lebih lengkap bisa membeli buku karangan Andre K.T. Assis yang berjudul, "Relational Mechanics." Keduanya, sama-sama menggunakan Newton Mechanics dan Mach Principle.

Mach Principle:

"Obviously it matters little if we think of the Earth as turning about on its axis, or if we view it at rest while the fixed stars revolve around it. Geometrically these are exactly the same case of a relative rotation of the Earth and the fixed stars with respect to one another." [Ernst Mach, "Die Mechanik in Ihrer Entwicklung Historich-Kritisch Dargestellt," Liepzig: Brokhaus, 1883. Judul Inggris: "The Science of Mechanics: A Critical and Historical Account of its Development," diterjemahkan oleh T. J. Macormack, La Salle, 1960, edisi ke-6, hal. 201.]


ya saya tahu perturbation itu fenomena astronomi. jadi muncul duluan lalu ilmuwan mencoba "memecahkan" fenomena ini dengan persamaan matematis. memang sih tidak akurat 100 persen namun tentu saja tidak mudah untuk melakukan vonis hukum pergerakan benda langit apalagi tanpa modal instrumen-instrumen yang diperkenalkan oleh orang yang sudah ahli/lebih ahli sama sekali. saya akui kalimat ini subjektif. saya juga tidak mendewakan persamaan matematis.

kalau persamaan matematis dari link yang anda sodorkan itu sebenarnya sudah pernah saya baca dari sumber lain. intinya adalah paralaks bintang bisa diterapkan di teori heliosentris dan geosentris. kalau persamaan matematis yang anda maksud itu adalah jurnal/thesis mahasiwa Serbia.

seperti @ytridyrevsielixetuls, saya juga tetap berpegang pada teori heliosentris. massa yang lebih kecil mengitari massa yang lebih besar. tapi saya tidak bisa mengatakan prinsip Copernicus harus dianut semua heliosentris. selama dia percaya bumi yang mengelilingi matahari, maka dia adalah heliocentrist. mungkin saja galaksi bimasakti adalah galaksi paling tengah. dengan demikian saya tidak setuju kalau semua heliocentrist harus mengakui tidak ada body yang paling special di alam semesta (meskipun yang bilang itu ilmuwan).

teori geosentris mempercayai alam semesta berotasi hampir 24 jam untuk satu kala rotasi. itu artinya bintang-bintang ikut bergerak mengikuti pergerakan ether melebihi kecepatan cahaya. massa mereka harusnya imajiner dan tidak bisa dideteksi oleh teleskop maupun pandangan manusia.
lagipula, bisakah objek bermassa diam bergerak melebihi kecepatan cahaya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 29, 2014, 08:21:18 AM
Opsi lain mungkin bias ditemukan di sinihttp://www.infinite-energy.com/iemagazine/issue59/adissidentview.html
atau http://bourabai.kz/wallace/farce.htm
Intinya, tidak memilih opsi (1)bumi bergerak dan lebih memilih opsi (2)meninggalkan ether, bukan?

Kutip
Opsi 1 dapat dibantah dengan "mudah" jika Percobaan Michelson-Morley dilakukan di planet lain, misalnya Mars. Jika masih menunjukkan hasil negative, tidak mungkin disimpulkan bahwa Mars juga tidak bergerak, karena jelas-jelas posisinya seiring waktu berubah terhadap bumi.
Ide bagus. Tapi sebelum kesana, ada baiknya kita melihat bagaimana jawaban pihak-pihak yang lebih memilih opsi (2)meninggalkan ether.

Diantaranya, Einstein menjelaskan gagalnya eksperimen Michelson-Morley dengan membuat teori Relativitas Khusus yang tidak melibatkan ether. Salah satu prinsipnya:

"The speed of light in free space has the same value c in all inertial frames of reference." [en.wikipedia.org/wiki/Postulates_of_special_relativity]

Dengan kata lain, dalam kerangka acuan mana pun, baik bergerak atau pun diam, kecepatan cahaya c selalu konstan. Dan bumi dalam hal ini adalah kerangka acuan tempat eksperimen Michelson-Morley yang melibatkan cahaya tersebut.

Seandainya ether itu ada dan menjadi medium perambatan cahaya, pasti akan didapati nilai "fringe" yang sesuai pergerakan bumi ketika eksperimen Michelson-Morley memisahkan dua cahaya yang ke Timur-Barat dan ke Utara-Selatan kemudian menyatukannya kembali. Karena asumsi Michelson-Morley, bumi bergerak di dalam ether yang statis.

Teori ini pun menyatakan bahwa ether tidak ada dan cahaya adalah partikel yang bergerak dalam kerangka acuan ruang-waktu. Voila! Terjawab sudah kenapa interferometer Michelson-Morley tidak menunjukkan nilai "fringe" yang sesuai dengan asumsi kecepatan bumi mengelilingi matahari sebesar 30 km/s. Sederhananya, hal ini disebabkan karena kerangka acuan cahaya tersebut ikut terbawa bersama bumi saat bergerak. Masuk akal memang.

Akan tetapi:

Pertama, kenapa hal yang sama tidak berlaku untuk Foucault Pendulum, Coriolis Effect dan Newton Bucket Experiment? Ambil Foucault Pendulum, simpangan seharusnya tidak boleh ada karena kerangka acuannya ikut terbawa bersama bumi, bukan?

Kedua, eksperimen Sagnac membuktikan bahwa prinsip Relativitas Khusus di atas ternyata tidak terbukti. Alasannya, ketika eksperimen Sagnac memisahkan dua cahaya kemudian menyatukannya kembali di interferometer yang diputar secara konstan, detektor mendapati nilai "fringe" yang konsisten dengan kecepatan putaran interferometer.

Bagaimana Anda menjawab ini?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 29, 2014, 08:23:51 AM
Kutip dari: Pi-One link=topic=14042.msg143309#msg143309 date=1417***99
Dan hari gini masih pakai konsep Newton soal pusat sistem?
Konsep "center of mass" masih dipakai hingga kini. Aplikasinya ada dalam kehidupan sehari-hari dan bisa diamati. Coba saja menyeimbangkan sebuah buku di atas jari telunjuk. Titik "center of mass" adalah titik di mana buku bisa seimbang di atas telunjuk tanpa terjatuh.

Kutip
Sedang newton terkenal sebagai ilmuwan yang sering memasukkan pandangan filosofis pribadinya.
Baguslah. Berarti, Newton tidak munafik. Teringat kembali perkataan George Ellis:

What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that." ["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, October 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]

Kutip
Tidak ada pusat alam semesta yagn pasti. Kita bisa memakai titik manapun sebagai pusat alam semesta.
Sungguh indah ungkapan Anda ini. Sangat berkesesuaian sekali dengan Copernican Principle yang menyatakan tidak ada tempat spesial di alam semesta, tidak ada pusat.

Kutip
bahkan pakai pantat lu sebagai pusatnya juga bisa.
Di pantat saya bisa? ;D

Setelah Anda nyatakan BISA, lantas dengan cara apa Anda akan membantah bahwa ternyata pantat saya-lah pusatnya?

*Sebentar, sebentar. Buka dulu kitab suci heliocentristnya.

Oh, ketemu! Ada di bab yang berjudul, "Copernican Principle." ;D

Kutip
Dan sekarang lu bicara gravitasi newton, sedang sebelum ini lu celoteh relativitas umum Einstein. padahal konsep gravitasi Einstein dan newton itu berbeda!
Oh, tentu saja berbeda. Saya tidak menyangkal itu. Saya cuma mengikuti kemana arah angin heliocentrism bertiup membawa bukti-bukti bantahan untuk geocentrism. Bicara Newtonion, ayuk. Bicara Einsteinian, juga ayuk.

Mau pakai Relativitas Einstein, menurut saya, malah tambah blunder. Karena Relativitas tidak bisa menghalangi bumi sebagai pusat semesta, dengan alasan semua itu relatif.

Kutip
Aether, untuk membedakan dengan eter (diethil ether) yang untuk obat bius.
Tidak ada di sini yang sedang membicarakan ilmu kimia. Kata ether sudah banyak memenuhi buku-buku dan jurnal-jurnal Fisika. Terserah Anda mau pakai Aether atau Ether.

Kutip
Dan justru penggunaan istilah aether oleh Einstein untuk kelengkungan ruang-waktu tadi  gak populer, gak dipakai ilmuwan lain. dan cuma lu yang nyambar, untuk dipakai dalam konsep lelucon lu?
Anda masih belum menjawab pertanyaan saya sebelumnya, "Tidak ada tuh, ungkapan Einstein soal ether untuk kelengkungan ruang-waktu. Einstein merujuk kepada "space." Anda quote mining punya siapa, ya?"

Gak bisa jawab, kan?

Anda cuma bisa ambil dari ilmuwan lain yang menafsirkan perkataan Einstein, kan?

Kutip
Tidak ada?
Dari sumber sesama wiki aja:

Kutip
Einstein sometimes used the word aether for the gravitational field within general relativity, but this terminology never gained widespread support.
en.wikipedia.org/wiki/Aether_theories#General_relativity
Nope. Masih belum menjawab pertanyaan saya. Malah ada kutipan yang justru kembali lagi ke kutipan saya soal surat Einstein ke Universitas Leyden tahun 1920 itu.

Meskipun saya terima penafsiran Kostro, jelas sekali di situ istilah "gravitational field." Tidak sama dengan kelengkungan ruang-waktu atau gravitasi seperti klaim Anda itu. Field atau medan jelas menyangkut ruang (space). Di mana lagi kalau bukan di situ? Di pantat saya? ;D

Kutip
Jelas-jelas istilah aether yang dipakai Einstein berbeda dengan Aether klasik sebagai elemen yang megnisi ruang kosong alam semesta, atau yang berputar gak keluan di geosentris...
Makanya untuk soal Ether ini saya langsung mengutip perkataan Einstein daripada tafsir Relativists pengikut-pengikutnya. Di berbagai buku dan literatur Ether versi perkataan Einstein ditafsiri macam-macam. Padahal jelas di situ Einstein bilang:

Recapitulating, we may say that according to the general theory of relativity space is endowed with physical qualities; in this sense, therefore, there exists an ether. According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]

Saya amat maklum kalau perkataan ini akan ditafsiri lain oleh Relativists. Sebab, keberadaan ether si substansi pengisi ruang ini otomatis akan membantah Teori Relativitas Khusus itu sendiri. Bagaimana pun juga, dogma suci ini harus terus dipertahankan oleh penganut Relativism. :)

Kutip
Ayo terus, quote mining, karena itu jurus utama kreasionis... :P
Dengan senang hati. ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada November 29, 2014, 08:31:12 AM
seperti @ytridyrevsielixetuls, saya juga tetap berpegang pada teori heliosentris. massa yang lebih kecil mengitari massa yang lebih besar. tapi saya tidak bisa mengatakan prinsip Copernicus harus dianut semua heliosentris. selama dia percaya bumi yang mengelilingi matahari, maka dia adalah heliocentrist. mungkin saja galaksi bimasakti adalah galaksi paling tengah. dengan demikian saya tidak setuju kalau semua heliocentrist harus mengakui tidak ada body yang paling special di alam semesta (meskipun yang bilang itu ilmuwan).
Berarti, Anda heliocentrism versi 1.0. :)
Tidak apa-apa, saya justru bisa fokus mau membahas apa dengan Anda.

Kutip
teori geosentris mempercayai alam semesta berotasi hampir 24 jam untuk satu kala rotasi. itu artinya bintang-bintang ikut bergerak mengikuti pergerakan ether melebihi kecepatan cahaya. massa mereka harusnya imajiner dan tidak bisa dideteksi oleh teleskop maupun pandangan manusia.
lagipula, bisakah objek bermassa diam bergerak melebihi kecepatan cahaya?
Berhubung hari sudah sore, dekat maghrib di tempat saya, saya ringkas saja, ya?
1. Limitasi yang menyatakan tidak ada yang lebih cepat dari cahaya ada di Teori Relativitas Khusus.
2. Limitasi ini hanya untuk segala sesuatu yang berada di dalam ruang (space) termasuk cahaya. Tapi, limitasi ini tidak berlaku untuk ruang itu sendiri.
3. Bintang-bintang itu tidak bergerak secara mandiri, tapi ruang semesta (yang berisi ether) itulah yang membawa semua objek berputar. Ilustrasinya seperti komidi putar. Limitasi hanya untuk orang-orang yang bergerak di dalam komidi putar, tapi bukan untuk wahananya sendiri.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada November 29, 2014, 11:38:01 AM
Konsep "center of mass" masih dipakai hingga kini. Aplikasinya ada dalam kehidupan sehari-hari dan bisa diamati. Coba saja menyeimbangkan sebuah buku di atas jari telunjuk. Titik "center of mass" adalah titik di mana buku bisa seimbang di atas telunjuk tanpa terjatuh.
maksudnya terkait ke alam semesta, bukan ke praktek sehari-hari. Karena alam semesta mengembang tanpa titik pusat pengembangan, maka gak ada bedanya kita menetapkan titik mana sebagai pusat semesta.

Sungguh indah ungkapan Anda ini. Sangat berkesesuaian sekali dengan Copernican Principle yang menyatakan tidak ada tempat spesial di alam semesta, tidak ada pusat.
Di pantat saya bisa? ;D
Yup.
Tinggal kalibrasi hukumnya biar sesuai.

*Sebentar, sebentar. Buka dulu kitab suci heliocentristnya.
Masih bawa lelucon ini?
Yang dari awal bawa copernican principle itu lu.


Mau pakai Relativitas Einstein, menurut saya, malah tambah blunder. Karena Relativitas tidak bisa menghalangi bumi sebagai pusat semesta, dengan alasan semua itu relatif.
halooo... yang dibahas itu gravitasi dalam relativitas umum.
Sudah tahu beda gravitasi dalam konsep Einstein dan Newton?

Bawa-bawa konsep relativitas umum, tapi dicomot yang disuka doang...

Tidak ada di sini yang sedang membicarakan ilmu kimia. Kata ether sudah banyak memenuhi buku-buku dan jurnal-jurnal Fisika. Terserah Anda mau pakai Aether atau Ether.
Anda masih belum menjawab pertanyaan saya sebelumnya, "Tidak ada tuh, ungkapan Einstein soal ether untuk kelengkungan ruang-waktu. Einstein merujuk kepada "space." Anda quote mining punya siapa, ya?"
Gak ada bedanya?
Yup, jurus quote mining.
Abaikan kalau pengertian Einstein itu sama sekali gak merujuk ke unsur yang mengisi ruang angkasa dan berperan sebagai penghantar cahaya (luminiferous aether). Abaikan kalau relativitas umum Einstein justru menggantikan konsep luminiferous aether.

Tinggal googling aja soal [Einstein and Aether], ada banyak sumber panjang lebar, dan gak satupun yang mengaitkannya dengan ether dalam konsep lu. Kecuali kalau diquote mining, tentunya. Karena jika Einstein menerima konsep aether versi lu, sama saja dia menyanggah pandangannya sendiri. :P

Dan tahu beda antara space (ruang) dengan kelengkungan ruang?
Oops, quote mining gak bakal peduli perbedaannya. yang bisa dikutip ya kutip, peduli setan maknanya gak nyambung :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 29, 2014, 07:56:47 PM
Memang bukan itu tujuan suatu model dibentuk, bukan? ;D

Menurut saya tujuan model ilmiah dibuat adalah untuk mewakili realita, teori, cerita, anatomi tubuh, hipotesa, dsb. Ya mungkin ada tujuan lain tergantung orangnya.

Nah, itu dia. Berhubung penyebabnya salah satu atau keduanya (pengamat atau yang diamati) yang bergerak, kenapa lantas memvonis PASTI pengamatnya-lah (baca: bumi) yang bergerak, sehingga menjadi bukti heliocentrism? Ingat, dalam sistem Neo-Tychonic, bumi diam dan selainnya bergerak.

Berarti menurut anda bintangnya yang bergerak. Kalau menurut saya buminya yg bergerak karena pengaruh gravitasi matahari. Jadi tidak semua bintang bergerak menjauhi bumi.

Hal ini sudah saya kritisi sebelumnya. Teori alam semesta mengembang (A.K.A Expanding Universe) memegang prinsip yang diberi nama Copernican Principle atau di-saru-kan menjadi Cosmological Principle yang intinya menyatakan, "Tidak ada tempat spesial di alam semesta ini. Tidak ada pusat."

Prinsip ini, katanya, berdasarkan bukti bahwa semua galaksi-galaksi di semesta menjauh sehingga ketika diamati melalui teleskop, cahaya mereka bergeser ke spektrum merah (redshift).

Bila redshift itu adalah interpretasi dari JARAK dan KECEPATAN "distant masses" (galaksi, quasar, dll) maka apakah Anda sudah membaca temuan Yatendra Varshni soal galacto-centric (atau lebih tepatnya geo-centric) sebagaimana sudah saya post di halaman 5 thread ini?

(http://s27.postimg.org/8uts3swar/quarsars_density.jpg)

Jika interpretasi redshift berupa jarak dan kecepatan itu tetap dipertahankan, artinya, Copernican Principle harus dilepas. Bukan begitu?

Tapi jika Copernican Principle dilepas, artinya, minimal galaksi kita ada di pusat semesta. Bukan begitu?

Tapi kalau Copernican Principle tetap dipertahankan, lantas apa bukti yang bisa mendukung hal ini? Karena prinsip ini tidak ada bukti lain selain redshift yang dinterpretasikan sebagai jarak dan kecepatan. Seperti kata Hubble:

"On the other hand, if the recession factor is dropped, if redshifts are not primarily velocity-shifts, the picture is simple and plausible. There is no evidence of expansion and no restriction of the time-scale, no trace of spatial curvature, and no limitation of spatial dimensions." ["The Observational Approach to Cosmology," hal. 63.]

Bila tidak ada bukti tapi tetap ingin mempertahankan Copernical Principle maka apakah ini bukan dogma namanya?

Yang lebih fatal lagi, bila redshift tak lagi diinterpretasikan sebagai jarak dan kecepatan, ilmuwan harus mencari metode baru untuk menghitung jarak dan usia galaksi-galaksi termasuk semesta (baca: Hubble Law). Bukan begitu?

Seperti kata nʇǝʌ∀, saya pun berpendapat menjadi heliocentrist tidak harus juga meyakini ada atau tidak ada pusat atau tempat paling spesial di alam semesta. Intinya kan percaya bumi mengelilingi matahari.

Sebagian bintang itu bergerak ke spektrum merah permanen sedangkan sebagian lagi bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian. Artinya ada sebagian bintang yang tidak ikut menjauh dari bumi. Kalau anda tanya saya lagi mengapa saya anggap bumi yang bergerak jawabnya karena gravitasi matahari. Saya juga masih membuka kemungkinan kalau galaksi kita itu paling tengah, tapi soal benda langit apa yang ada di tengah alam semesta saya saat ini mengambil sikap netral. yang saya percayai kan bumi mengelilingi matahari.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 29, 2014, 08:04:00 PM
Heliocentrism yang mana dulu, nih? Ada dua, lho. Heliocentrism jadul yang sudah ditinggalkan yang menyatakan matahari sebagai pusat semesta. Atau, heliocentrism yang menyatakan, "Tidak ada yang spesial di alam semesta ini. Tidak ada pusat?"

Yang percaya bumi mengelilingi matahari.

Coba kita ambil contoh paling mudah. Percobaan Michelson-Morley tahun 1887 yang ditujukan untuk membuktikan pergerakan bumi melewati ether. Tapi percobaan ini gagal, meski percobaan serupa sudah dilakukan berulang-ulang hingga masa kini. Apakah berdasarkan rasionalitas yang Anda miliki, Anda sepakat dengan saya bahwa implikasi dari percobaan ini cuma menyisakan dua opsi, yaitu: (1) bumi tidak bergerak atau (2) ether tidak ada? Atau Anda punya opsi lain? Mari kita diskusikan.

Soal Michelson-Morley experiment... Saya kurang paham. Apakah intinya cahaya selalu bergerak dalam kecepatan sama dimana saja? Lalu mengenai mengapa kecepatan cahaya matahari sama ketika datang dari Utara, Selatan, Timur, Barat... Saya tidak tahu. Mungkin karena matahari berotasi dan berevolusi juga terhadap bintang lain yang lebih besar? hubungannya? Nggak tahu juga sih... mungkin gara-gara pernah denger temuan soal Solar Apex atau semacamnya. bisa saja kan cahaya terdistribusi dengan sempurna ke bumi meski bumi bergerak karena matahari juga berotasi dan berevolusi. cuma mungkin lho..

Yang saya tangkap dari analogi "asap" dan "suara" versi Anda adalah intinya kontribusi "distant masses" sangat kecil hingga bisa diabaikan. Bukan begitu?

Untuk analogi “asap” dan “gelombang suara” itu sebenarnya hanya contoh argumen yang ekuivalent dengan argumen anda ini :

Kutip
Menurut Anda, se-isolasi apakah tata surya kita dari "universe as a whole?" Apakah massa-massa (bintang, galaksi, quasar) nun jauh di sana tidak punya kontribusi ke tata surya kita?

Kutip
Mengenai pertanyaan, "Massa objek langit apa yang mengimbangi massa matahari?" Maka jawabannya, bukan hanya mengimbangi, bahkan jauh lebih besar dari massa matahari, yaitu, massa semesta secara keseluruhan.

Intinya adalah analogi “asap” dan “gelombang suara” tadi memiliki rasionalitas yang ekuivalent dengan argumen itu :

“yang nun jauh disana tetap bisa punya kontribusi ke sini.”

Kalau menurut anda pantaskah kita nihilkan begitu saja kemungkinan asap rokok di New York sampai ke Jakarta dan gelombang suara dari adzan di masjid-masjid Mekkah sampai ke Jakarta? Kalau kemungkinan itu nihil, maka hitungan atau hukum pastinya apa? Gitu maksud saya..
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 29, 2014, 08:11:57 PM
1. Limitasi yang menyatakan tidak ada yang lebih cepat dari cahaya ada di Teori Relativitas Khusus.
2. Limitasi ini hanya untuk segala sesuatu yang berada di dalam ruang (space) termasuk cahaya. Tapi, limitasi ini tidak berlaku untuk ruang itu sendiri.
3. Bintang-bintang itu tidak bergerak secara mandiri, tapi ruang semesta (yang berisi ether) itulah yang membawa semua objek berputar. Ilustrasinya seperti komidi putar. Limitasi hanya untuk orang-orang yang bergerak di dalam komidi putar, tapi bukan untuk wahananya sendiri.

mengapa cuma matahari saja yang mengelilingi pusat massa dalam waktu yang sama dengan ether yaitu hampir 24 jam tapi bintang-bintang lain tidak?

dan ada dimanakah asteroid itu? bagaimana orbit asteroid tidak tabrakan dengan planet atau matahari? orbit asteroid penuh terisi bebatuan. bersinggungan dengan orbit lain berarti siap tabrakan.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada November 30, 2014, 02:43:31 PM
Intinya, tidak memilih opsi (1)bumi bergerak dan lebih memilih opsi (2)meninggalkan ether, bukan?
...
Tampaknya anda belum benar-benar membaca isi dari link yang saya berikan. Saya bisa maklum karena artikelnya cukup panjang. Intinya artikel itu membahas kemungkinan mengenai partially entrained ether. Percobaan Michelson_Morley sendiri telah diulangi dengan ketelitian yang lebih tinggi, dan hasilnya tidak benar-benar nol, namun lebih kecil dari nilai yang diprediksi oleh teori unentrained ether.
Kutip
...
Aether-based Theories

But what about alternative theories? Are they better? And what of aether-based theories? High school science students are conditioned to ridicule the concept of a nineteenth-century luminiferous aether with eye-rolling and giggling. But is this really a contemptible idea when compared with the "new and improved" terminology of gravitational masses "warping" the fabric of "space-time"? Sounds a little like an über-aether in another guise. Given that the nothingness of a perfect absolute vacuum is bestowed with the physical properties of a permittivity, eo8.854 pF/m, a permeability, mo4p x 10-7 H/m, and a characteristic impedance of 377 ohms, is the concept of an aether really that outlandish?

 

Unentrained Aether

We will banish the term "aether" in due course, but let’s take a closer look at this much maligned substance, given its historical importance to the whole question of the speed of light. To be certain, the 1887 Michelson-Morley (M-M) null-result disproved the concept of an unentrained aether. An unentrained aether would be totally unaffected by a gravitational field. The Earth would glide effortlessly through it without dragging any of it along, by virtue of the Earth’s gravitational pull. From a scientist’s perspective, an unentrained aether would come blowing through the laboratory like a hurricane with a velocity of the Earth’s speed of revolution around the Sun (30 km/sec). And like the passing eye of a hurricane, the aether-wind would reverse direction twice each day as the Earth rotated on its axis. At 0.01% of c the M-M experiment was certainly sensitive enough to detect such an aether-wind, and a small non-null result was found, but not to the level expected for an unentrained aether.

 

Partially Entrained Aether

You won’t find them mentioned in a mainstream physics text, but there are aether theories that are perfectly compatible with the M-M (almost) null-result. Suppose for a moment that the aether is partially entrained. Such a substance would be attracted by the Earth’s gravitational pull, and therefore would be denser at the Earth’s surface than at higher altitudes. This aether would have a density distribution with altitude that is not unlike that of the Earth’s atmospheric density. Under these circumstances, the partially entrained aether would be traveling almost as fast, almost keeping pace with the Earth’s tangential speed of revolution around the Sun. So from the perspective of the Earth-bound laboratory, the relative velocity between the Earth and the aether would be arbitrarily small, certainly well below 30 km/sec. And if the speed of light is constant with respect to a medium such as the aether, then in this instance a null-result would be expected, given the limited sensitivity of the M-M experiment.

This partially entrained aether would be dragged along with the Earth like an invisible atmospheric coating, but it would not rotate along with the Earth about its axis (the Earth’s rotational velocity being ~0.35 km/sec at mid-latitudes). Put another way, the Earth would revolve within this aether shell. But why would there be no rotation of the aether along with the Earth? It is true that the Earth revolves within its own gravitational and magnetic fields, but these fields do not rotate with the Earth. They are generated and released to propagate outward as a symmetrical Earth rotates away from underneath. If the fields did rotate, imagine the spiraling entanglement that would be encountered at some distance out. (Likewise, the magnetic field of a cylindrical bar magnet does not rotate when the bar magnet is rotated about its (long) z-axis. This is the source of much consternation and amusement to students when demonstrating a Faraday unipolar generator.) The M-M experiment was not sensitive enough to prove or disprove the concept of a partially entrained aether, although it did detect a small fraction of a fringe shift contrary to the history books.

To reveal the Earth’s rotation at work, a more sensitive version of the experiment was needed. This quest resulted in the Michelson-Gale (and Pearson) experiment of 1925, a massive interferometer experiment spread over fifty acres outside of Chicago.16 The experiment detected a fringe shift of 0.236 of one fringe due to the Earth’s rotation, in agreement with aether theory and within the limits of observational error. This was a successful outcome for an aether-based theory, but it was not considered a failure of Einstein’s relativity, because the rotating Earth is not considered to be an inertial frame of reference. Special relativity doesn’t apply here. General relativity must come to the rescue, and the analysis is not without controversy. Relativists consider this a Sagnac-type of experiment17 in a rotating (non-inertial) frame of reference. (Also see IE #39, p. 24.)

So far, we have at least two competing theories: a partially entrained aether and Einstein’s relativity. Both can explain the results of the Michelson-Morley and Michelson-Gale experiments, the Sagnac effect, (and the Häfele-Keating experiment). But we need a tie-breaking experiment for it is not good enough to merely come up with an alternative theory. We need a decisive blow.
...
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada November 30, 2014, 03:12:24 PM
...
Akan tetapi:

Pertama, kenapa hal yang sama tidak berlaku untuk Foucault Pendulum, Coriolis Effect dan Newton Bucket Experiment? Ambil Foucault Pendulum, simpangan seharusnya tidak boleh ada karena kerangka acuannya ikut terbawa bersama bumi, bukan?

Kedua, eksperimen Sagnac membuktikan bahwa prinsip Relativitas Khusus di atas ternyata tidak terbukti. Alasannya, ketika eksperimen Sagnac memisahkan dua cahaya kemudian menyatukannya kembali di interferometer yang diputar secara konstan, detektor mendapati nilai "fringe" yang konsisten dengan kecepatan putaran interferometer.

Bagaimana Anda menjawab ini?
Aether yang diusulkan dalam artikel di atas adalah medium perambatan cahaya, bukan kerangka acuan universal.
Eksperimen Sagnac menunjukkan bahwa kecepatan cahaya dipengaruhi oleh percepatan sumbernya. Dalam relativitas umum, percepatan dianggap sama saja dengan medan gravitasi.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 01, 2014, 02:10:56 AM
Di saat sains lagi bahas soal pengembangan alam semesta, gravitasi kuantum, tumbukan antar galaksi, inflasi di awal big bang, dsb, si kreasionis masih memaksakan ide pusat alam semesta dan ether. Untung juga ini sudah bukan zaman yang punya pandnagna non-kreasionis dihukum.

Kutip
Although the singularity theorems of Penrose and myself, predicted that the universe had a beginning, they didn't say how it had begun. The equations of General Relativity would break down at the singularity. Thus Einstein's theory cannot predict how the universe will begin, but only how it will evolve once it has begun. There are two attitudes one can take to the results of Penrose and myself. One is to that God chose how the universe began for reasons we could not understand. This was the view of Pope John Paul. At a conference on cosmology in the Vatican, the Pope told the delegates that it was OK to study the universe after it began, but they should not inquire into the beginning itself, because that was the moment of creation, and the work of God. I was glad he didn't realize I had presented a paper at the conference suggesting how the universe began. I didn't fancy the thought of being handed over to the Inquisition, like Galileo.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada Desember 01, 2014, 02:27:31 AM
Di saat sains lagi bahas soal pengembangan alam semesta, gravitasi kuantum, tumbukan antar galaksi, inflasi di awal big bang, dsb, si kreasionis masih memaksakan ide pusat alam semesta dan ether. Untung juga ini sudah bukan zaman yang punya pandnagna non-kreasionis dihukum.

Kutip
Although the singularity theorems of Penrose and myself, predicted that the universe had a beginning, they didn't say how it had begun. The equations of General Relativity would break down at the singularity. Thus Einstein's theory cannot predict how the universe will begin, but only how it will evolve once it has begun. There are two attitudes one can take to the results of Penrose and myself. One is to that God chose how the universe began for reasons we could not understand. This was the view of Pope John Paul. At a conference on cosmology in the Vatican, the Pope told the delegates that it was OK to study the universe after it began, but they should not inquire into the beginning itself, because that was the moment of creation, and the work of God. I was glad he didn't realize I had presented a paper at the conference suggesting how the universe began. I didn't fancy the thought of being handed over to the Inquisition, like Galileo.

Yg diatas kutipan Hawking ya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 02, 2014, 03:22:16 AM
maksudnya terkait ke alam semesta, bukan ke praktek sehari-hari. Karena alam semesta mengembang tanpa titik pusat pengembangan, maka gak ada bedanya kita menetapkan titik mana sebagai pusat semesta.
Inilah klaim heliocentrism terkini berupa konsep Expanding Universe dimana konsep ini didasarkan atas interpretasi redshift sebagai indikator kecepatan. Prinsip "tidak ada pusat di dalam Expanding Universe" inilah yang dikenal sebagai Copernican Principle.

Sudah lewat postingan saya tentang perkataan Hubble mengenai redshift. Jika redshift adalah efek Doppler atau indikator dari kecepatan, maka semua galaksi yang teramati menjauhi bumi menandakan bumi itu menjadi PUSAT menjauhnya galaksi-galaksi itu.

"...Such a condition would imply that we occupy a unique position in the universe, analogous, in a sense, to the ancient conception of a central Earth." [Edwin Hubble, "The Observational Approach to Cosmology, hal. 50]

(http://s3.postimg.org/ivx89p79f/center_of_red_shift.jpg)

Untuk mengatasi hal ini, dibentuklah prinsip yang menjadi standar keyakinan heliocentrist, yaitu, Copernican Principle. Klaimnya, bukan galaksi-galaksi yang diamati saja yang menjauh tapi galaksi tempat kita berada juga ikut menjauh. Prinsip ini menjadi keyakinan (dogma),  karena hal ini hanya asumsi saja tanpa bukti. Tidak ada bukti kalau galaksi kita ikut menjauh.

Itu pun seandainya benar bahwa redshift adalah indikator kecepatan. Padahal, ada alternatif-alternatif lain selain sebagai indikator kecepatan (efek Doppler). Tapi tentunya, heliocentrist lebih memilih untuk mencomot alternatif indikator ini dan menihilkan alternatif-alternatif lain untuk mendukung dogmanya. Kalau tidak, mau pakai dalil apa lagi untuk Copernican Principle? Hubble bilang:

"On the other hand, if the recession factor is dropped, if redshifts are not primarily velocity-shifts, the picture is simple and plausible. There is no evidence of expansion and no restriction of the time-scale, no trace of spatial curvature, and no limitation of spatial dimensions." [Idem, hal. 63]

Ambillah perkataan Hubble bahwa redshift adalah indikator kecepatan, dogma Copernican Principle ternyata tidak berlangsung lama. Ketika Varshni membuat katalog quasar-quasar berdasarkan nilai redshiftnya, didapati bahwa galaksi kita ternyata berada dalam ruang "void" dalam radius tertentu, setelah itu diikuti distribusi quasar-quasar yang makin lama makin rapat. Silahkan lihat postingan saya sebelumnya perihal temuan Varshni, Galacto-Centric.

Kutip
Masih bawa lelucon ini?
Yang dari awal bawa copernican principle itu lu.
Masih hangat tulisan Anda sendiri di atas. Anda itu cuma tidak sadar sedang membicarakan Copernican Principle.

Kutip
halooo... yang dibahas itu gravitasi dalam relativitas umum.
Sudah tahu beda gravitasi dalam konsep Einstein dan Newton?

Bawa-bawa konsep relativitas umum, tapi dicomot yang disuka doang...
Standar ganda. ;D

Ketika heliocentrist bawa-bawa sains untuk membatalkan geocentrism, mereka juga cuma mencomot sebagian yang bisa menguatkan pendapat mereka. Padahal, mereka seharusnya tahu bahwa ternyata sains-sains yang mereka bawa itu tidak menutup peluang geocentrism sama sekali.

Kutip
Gak ada bedanya?
Yup, jurus quote mining.
Abaikan kalau pengertian Einstein itu sama sekali gak merujuk ke unsur yang mengisi ruang angkasa dan berperan sebagai penghantar cahaya (luminiferous aether). Abaikan kalau relativitas umum Einstein justru menggantikan konsep luminiferous aether.
Tidak baca?

...According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [http://en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]

Kutip
Tinggal googling aja soal [Einstein and Aether], ada banyak sumber panjang lebar, dan gak satupun yang mengaitkannya dengan ether dalam konsep lu. Kecuali kalau diquote mining, tentunya. Karena jika Einstein menerima konsep aether versi lu, sama saja dia menyanggah pandangannya sendiri. :P
Tepat sekali. Surat Einstein ke Universitas Leyden tahun 1920 itu lebih kepada pandangan beliau pribadi. Bukan sikap resmi yang kemudian dituangkan ke dalam teori Relativitas. Jika tidak ditafsiri, pandangan Einstein soal medium ether akan Anda dapati tidak mendapat dukungan, sebagaimana dibuktikan dalam kutipan Anda sendiri sebelumnya. Jadi, sebagian besar Relativist harus membuat penafsiran berbeda. Anda pun akan mendapati berbagai penafsiran ini memenuhi buku-buku Relativitas dan paling banyak muncul ketika Anda meng-googling-nya.

Dalam konteks ether, hal inilah yang membuat saya dari awal tidak mengambil pandangan sebagian besar kaum Relativist, tapi langsung mengutip perkataan Einstein. Kalau pandangan Einstein ini diakui sebagai sikap resmi, tentu akan kontradiktif dengan teori Relativitas itu sendiri yang menyatakan bahwa tidak ada medium yang bertindak sebagai kerangka acuan yang absolut (baca: medium ether).

Einstein itu jenius, lho. Einstein itu tahu ada kelemahan pada teori Relativitas miliknya. Salah satunya, pada konsep ruang-waktu (space-time). Konsep ruang-waktu Relativitas itu abstrak. Cuma digambarkan secara geometri berupa panjang x lebar x tinggi x waktu. Tidak ada: "Physical Mechanisms." Dan medium ether inilah yang dicoba dikonsolidasikan oleh Einstein. Sangat disayangkan memang. Karena dengan demikian, Relativitas Khusus yang dibangga-banggakan bisa menjawab gagalnya eksperimen Michelson-Morley dalam mendeteksi pergerakan Bumi di lautan ether harus di-"recall." Tentunya hal ini akan membangkitkan opsi lama yang sudah ditinggalkan, yaitu, opsi (1)bumi tidak bergerak dan melepas opsi (2)ether tidak ada.

Prof. Robert B. Laughlin berkata:

"It is ironic that Einstein's most creative work, the general theory of relativity, should boil down to conceptualizing space as a medium when his original premise was that no such medium existed... Einstein...utterly rejected the idea of ether and inferred from its nonexistence that the equations of electromagnetism had to be relative. But this same thought process led in the end to the very ether he had first rejected, albeit one with some special properties that ordinary elastic matter does not have. The word 'ether' has extremely negative connotations in theoretical physics because of its past association with opposition to relativity. This is unfortunate because, stripped of these connotations, it rather nicely captures the way most physicists actually think about the vacuum.

In the early days of relativity the conviction that light must be waves of something ran so strong that Einstein was widely dismissed. Even when Michelson and Morley demonstrated that the earth's orbital motion through the ether could not be detected... ["A Different Universe: Reinventing Physics from the Bottom Down," hal. 120]

Masih ingat perkataan Laughlin bahwa membicarakan ether adalah hal yang tabu?

"The modern concept of the vacuum of space, confirmed every day by experiment, is a relativistic ether. But we do not call it this because it is taboo." [Idem, hal. 121]

Hal itu disebabkan karena begitu bencinya Relativist dengan perkataan ini (baca: ether). Sikap Anda di thread ini pun telah membuktikannya. Bisa dijamin dalam dunia nyata, karir keilmuwan seseorang menjadi beresiko ketika dia mulai membicarakan ether. Memang luar biasa doktrin satu ini.

"...the impression of suggesting an ether theory is carefully avoided, because such can still be career suicide. Only physicists who were established beyond reproach could discuss ether-like aspects openly, like George Chapline, Gerd't Hooft, Robert Laughlin, or Frank Wilczek, just to alphabetically list a few who did. Today, we finally witness the dams breaking and ever more people dare to 'come out.'" [Sascha Vongehr, "Supporting Abstract Relational Space-Time as Fundamental without Doctrinism Against Emergence," Nanjing University, China, Des. 2009, hal. 2]

Satu lagi, bukan cuma pandangan pribadi Einstein soal medium ether saja yang tidak didukung. Einstein juga pernah berpandangan untuk mengubah prinsip "constancy of light c in vacuum." But, that is another story. :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 02, 2014, 03:28:53 AM
Menurut saya tujuan model ilmiah dibuat adalah untuk mewakili realita, teori, cerita, anatomi tubuh, hipotesa, dsb. Ya mungkin ada tujuan lain tergantung orangnya.
Yah, saya cuma menanggapi postingan Anda sebelumnya yang menganggap bahwa Neo-Tychonic itu untuk membatalkan heliocentrism.

Yang percaya bumi mengelilingi matahari.
Oke. Percaya di sini apakah percaya secara keyakinan hati atau memang tahu ilmu sainsnya?

Kalau memang hanya keyakinan hati, yah, saya tidak mau berdebat. Anggap sajalah seperti toleransi beragama. ;D

Tapi kalau memang tahu ilmu sainsnya, setidaknya Anda punya pegangan bukti yang bisa menutup peluang geocentrism. Ini yang benar-benar ingin saya ketahui.

Adapun saya, kedua-duanya.

Kutip
Soal Michelson-Morley experiment... Saya kurang paham. Apakah intinya cahaya selalu bergerak dalam kecepatan sama dimana saja? Lalu mengenai mengapa kecepatan cahaya matahari sama ketika datang dari Utara, Selatan, Timur, Barat... Saya tidak tahu. Mungkin karena matahari berotasi dan berevolusi juga terhadap bintang lain yang lebih besar? hubungannya? Nggak tahu juga sih... mungkin gara-gara pernah denger temuan soal Solar Apex atau semacamnya. bisa saja kan cahaya terdistribusi dengan sempurna ke bumi meski bumi bergerak karena matahari juga berotasi dan berevolusi. cuma mungkin lho..
Nah, dengan eksperimen Michelson-Morley inilah saya akan gunakan untuk membantah heliocentrism versi Anda itu. Dimana, bumi be-revolusi terhadap matahari. Coba lihat desain interferometer Michelson-Morley di bawah ini.

(http://s30.postimg.org/xctf635g1/mm_interferometer.jpg)

Cahaya dari satu sumber dibagi dua oleh cermin khusus sehingga arahnya saling tegak lurus. Satu horizontal Barat-Timur bolak-balik, satunya lagi vertikal Utara-Selatan bolak-balik. Pada akhirnya, kedua cahaya ini disatukan kembali oleh cermin khusus yang tadi untuk kemudian diteruskan ke detektor. Di detektor akan tercatat garis-garis inteferensi yang disebut dengan "fringe."

Asumsi Michelson-Morley adalah, cahaya merambat di medium ether yang statis. Jadi, bila bumi bergerak ke arah Barat-Timur seharusnya cahaya yang menuju Timur akan melambat karena melawan ether daripada cahaya yang menuju Barat. Indikasinya pasti terlihat dengan adanya perubahan panjang gelombang cahaya yang merambat horizontal. Sementara cahaya yang merambat vertikal, antara Utara-Selatan atau sebaliknya tidak akan ada perubahan. Itu sebabnya, ketika disatukan kembali, harus muncul fringe yang nilainya setara dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari sebesar 30 km/s. Dan nilai yang diinginkan adalah 0,4. Ada perhitungan matematisnya kalau Anda mau.

"The experiments on relative motion of earth and ether have been completed and the result is decidedly negative. The expected deviation of the interference fringes from the zero should have been 0.40 of a fringe – the maximum displacement was 0.02 and the average much less than 0.01 – and then not in the right place. As displacement is proportional to squares of the relative velocities it follows that if the ether does slip past (the Earth -red) the relative velocity is less than one sixth of the Earth's velocity." [Dorothy M. Livingston, "The Master of Light: A Biography of Albert A. Michelson," hal. 130.]

Eksperimen Michelson-Morley bukan tidak mendapati fringe sama sekali, namun, nilai fringe-nya tidak sesuai harapan. Maksimal nilai fringe yang didapat sebesar 0,02. Ini artinya, implikasi atas temuan ini adalah: (1)bumi tidak bergerak [ether tetap ada] atau (2)[bumi bergerak] ether tidak ada. Ada opsi ketiga yang merupakan kombinasi keduanya, yaitu, (3)bumi bergerak membawa ether bersamanya, tapi hakikat opsi ketiga ini  sebenarnya sama dengan opsi kedua. Nanti di bawah saya akan bahas opsi ketiga ini selagi menanggapi postingan sdr. mhyworld.

mengapa cuma matahari saja yang mengelilingi pusat massa dalam waktu yang sama dengan ether yaitu hampir 24 jam tapi bintang-bintang lain tidak?
Waktu perputaran semesta adalah 23 jam 56 menit (sidereal day). Sementara matahari lebih lambat 4 menit, sebesar 24 jam (solar day). Bulan juga melambat 54 menit sehari, sebesar 24 jam 50 menit (lunar day). Perlambatan ini dikarenakan gaya sentrifugal yang keluar dari bumi melawan arah rotasi semesta. Dalam Newtonian dikenal sebagai "fictitious force." Tapi, sebenarnya gak fiktif.

Jadi, begini. Semesta geocentric itu 'kan digambarkan bola besar yang berputar sehari-semalam (Mach Universe). Perputaran ini menimbulkan gaya sentripetal (ke pusat). Di jurnal Luka Popov yang sempat saya posting sebelumnya, gaya ini disebut sebagai pseudo-potential. Nah, ketika gaya ini sampai ke bumi, gaya ini berbalik arah menghasilkan gaya sentrifugal. Kedua gaya ini jelas akan saling "cancel." Dalam jarak tertentu dari bumi akan terbentuk zona "equilibrium." Pada zona ini satelit menjadi tidak bergerak (geostationer). Gaya sentrifugal inilah yang membuat matahari dan bulan melambat. Tentu semakin jauh, efeknya akan semakin berkurang dan menghilang.

(http://s21.postimg.org/9hbxcfegn/centrifugal_effect.jpg)

Saya sudah posting sebelumnya bagaimana Eintein menyetujui Mach Principle. Berikut ini kutipan lain yang sedikit lebih jelas.

"According to Einstein, the argument over whether the earth turns around or the heavens revolve around it, is seen to be no more than an argument over the choice of reference frames. There is no frame of reference from which an observer would not see the effects of the flattening of the poles. Thus in frame number 1 (the earth turns round while the sky is at rest), the centrifugal force is a consequence of the earth's motion (uniform acceleration) relative to the heavens. This causes the flattening. In the latter frame, number 2 (the sky rotates and the earth stands still), the centrifugal force should be understood as being an effect of the rotating heavens, which is generating a gravitational field that causes the flattening of the poles. The two explanations are equivalent as there is equivalence between inertial and gravitational mass." [Galina Granek, "Einstein's Ether: D. Rotational Motion of the Earth," Department of Philosophy, Vol. 8, No. 2, hal. 61.]

Kutip
dan ada dimanakah asteroid itu? bagaimana orbit asteroid tidak tabrakan dengan planet atau matahari? orbit asteroid penuh terisi bebatuan. bersinggungan dengan orbit lain berarti siap tabrakan.
Sebagian besar asteroid ada di antara orbit Mars dan Jupiter.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 02, 2014, 03:33:03 AM
Tampaknya anda belum benar-benar membaca isi dari link yang saya berikan. Saya bisa maklum karena artikelnya cukup panjang. Intinya artikel itu membahas kemungkinan mengenai partially entrained ether. Percobaan Michelson_Morley sendiri telah diulangi dengan ketelitian yang lebih tinggi, dan hasilnya tidak benar-benar nol, namun lebih kecil dari nilai yang diprediksi oleh teori unentrained ether.
Hasil Michelson-Morley memang tidak nol, tapi tidak sesuai dengan prediksi fringe seharusnya sebagaimana postingan saya di atas. Mengenai opsi "partially entrained ether," meski tidak meniadakan ether, sebenarnya opsi ini tercakup dalam opsi 2 yang saya cantumkan sebelumnya:

1. Bumi tidak bergerak (ether tetap ada).
2. (Bumi bergerak) ether tidak ada.
3. Bumi bergerak ether tetap ada (terseret).

Perbedaannya adalah, kerangka acuan untuk cahaya itu space-time geometry untuk opsi 2 dan medium ether untuk opsi 3. Yang satu abstrak, yang satu fisik. Yang satu frame-dragging, yang satu ether-dragging. Kedua hal ini sebenarnya sudah terwakili satu sama lain dalam opsi 2. Dan sama-sama kontradiktif atas 2 pertanyaan saya sebelumnya:

1. Pendulum Foucault, Efek Coriolis dan Eksperimen Newton Bucket.
2. Eksperimen Sagnac.

Okelah, mungkin untuk opsi 3 yang terseret hanya sebagian, seperti judulnya, "partially entrained ether." Ini bisa menjelaskan pertanyaan nomor 1 di atas, tetapi eksperimen Sagnac menunjukkan bahwa fringe yang diperoleh konsisten dengan kecepatan putaran interferometer. Bila yang terseret hanya sebagian, fringe yang tercatat harusnya LEBIH KECIL dari nilai yang diharapkan persis seperti eksperimen Michelson-Morley.

Penjelasan untuk eksperimen Sagnac yang masuk akal adalah, tidak ada kerangka acuan yang terseret baik sebagian atau pun seluruhnya bersama perputaran interferometer. Cahaya dalam eksperimen Sagnac masih mengambil kerangka acuan bumi.

Aether yang diusulkan dalam artikel di atas adalah medium perambatan cahaya, bukan kerangka acuan universal.
Pemisahan ini keliru. Kerangka acuan itu istilah, medium ether itu fisiknya.

Medium ether dalam hal ini adalah substansi yang mengisi seluruh ruang kosong di dalam semesta, bahkan ruang antar atom. Itu sebabnya dia berfungsi menjadi medium perambatan elektromagnetik versi Maxwell (listrik, magnet dan cahaya) dan sekaligus agen gravitasi versi Le Sage.

Kutip
Eksperimen Sagnac menunjukkan bahwa kecepatan cahaya dipengaruhi oleh percepatan sumbernya. Dalam relativitas umum, percepatan dianggap sama saja dengan medan gravitasi.
Interferometer Sagnac berputar secara konstan. Tidak ada percepatan.

Tambahan untuk "[partially] entrained ether." Ide awalnya adalah berasal dari pemikiran Petr Beckmann:

"The Earth's field 'translates' with the Earth, but it does not rotate with its rotation" [Tom Bethell, "Questioning Einstein: Is Relativity Necessary?," hal. 181.]

Pertanyaan yang mengganjal adalah: kecepatan antara translasi dan rotasi bumi masih besar kecepatan translasi, kenapa ether bisa terseret pada kecepatan tinggi daripada kecepatan rendah? Bagaimana mekanisme fisikanya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada Desember 02, 2014, 07:58:18 AM
...Pemisahan ini keliru. Kerangka acuan itu istilah, medium ether itu fisiknya.

Medium ether dalam hal ini adalah substansi yang mengisi seluruh ruang kosong di dalam semesta, bahkan ruang antar atom. Itu sebabnya dia berfungsi menjadi medium perambatan elektromagnetik versi Maxwell (listrik, magnet dan cahaya) dan sekaligus agen gravitasi versi Le Sage.
...
Memang jadi keliru kalau menggunakan teori yang anda ikuti. Apakah kerangka acuan cahaya secara otomatis menjadi kerangka acuan mekanis? Contoh yang dapat dijumpai sehari-hari, cahaya dibelokkan oleh gradasi density udara panas dekat permukaan tanah dalam efek fatamorgana. Namun peluru yang ditembakkan searah dengan cahaya tersebut tidak serta merta mengikuti lintasannya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: mhyworld pada Desember 02, 2014, 08:01:33 AM
...Interferometer Sagnac berputar secara konstan. Tidak ada percepatan.

...
Tanpa percepatan, interferometer itu akan diam atau bergerak lurus beraturan. Benda bergerak melingkar karena ada percepatan yang arahnya tegak lurus dengan arah gerak liniernya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 02, 2014, 11:56:27 AM
Yg diatas kutipan Hawking ya?
Yup, salah satu materi bahasan dia, yang juga dibahas di buku Grand Design.

Inilah klaim heliocentrism terkini berupa konsep Expanding Universe dimana konsep ini didasarkan atas interpretasi redshift sebagai indikator kecepatan. Prinsip "tidak ada pusat di dalam Expanding Universe" inilah yang dikenal sebagai Copernican Principle.
Klaim?
yang cuma modal klaim itu geosentris. Segitu pengennya nyeret pandangan lain biar serendah lu?
Ilmuwan lagi pada bahas soal alasan mengapa alam semesta tidak kolaps akibat pengembangan dsb, lu malah celoteh soal red shift atau copernican principle. Ilmuwan sudah nemu bukti inflasi berupa gravitational waves, lu masih muter kaset soak yang sama.

Boring...

...According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense." [http://en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]
Dan kapan Einstein bicara kalau etther itu medium seperti dalam geocentrism?
Ah, abaikan, karna itu yang harus dilakukan praktisi quote mining. :P
Dan bahwa Einstein memagn gak merevisi pandangannya tentang ether, lalu kenapa lu ngotot Einstein dengan relativitas umumnya nyokong omong kosong lu? Oops, quote mining, sori langsung lupa :p

kesalahan terbesar Einstein dalam bicara masalah alam semesta adalah soal [God doesn't play dice]. Karena fisika kuantum dalam pembentukan alam semesta justru menunjukkan sebaliknya, yakni [God plays dice].

Sori, tapi sungguh susah betah meladeni tulisan membosankan lu  :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 03, 2014, 12:21:58 AM
Ngutip wiki soal relativitas umum Einstein, tapi sengaja mengabaikan bagian di artikelnya dimana ether merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu akibat massa (gravitasi dalam definisi Einstein, yang berbeda dengan konsep gravitasi Newton). Begitulah quote miner ...
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 03, 2014, 03:14:47 AM
Memang jadi keliru kalau menggunakan teori yang anda ikuti. Apakah kerangka acuan cahaya secara otomatis menjadi kerangka acuan mekanis? Contoh yang dapat dijumpai sehari-hari, cahaya dibelokkan oleh gradasi density udara panas dekat permukaan tanah dalam efek fatamorgana. Namun peluru yang ditembakkan searah dengan cahaya tersebut tidak serta merta mengikuti lintasannya.
Pernah dengar:

"Spacetime tells matter how to move; matter tells spacetime how to curve." [John Wheeler, "A Journey Into Gravity and Spacetime," hal. xi]

Sulit dinalar rasanya, membicarakan materi terkecil sejagad raya yang menjadi acuan cahaya, tapi tidak bagi hal-hal yang lebih besar dari itu. :)

Tanpa percepatan, interferometer itu akan diam atau bergerak lurus beraturan. Benda bergerak melingkar karena ada percepatan yang arahnya tegak lurus dengan arah gerak liniernya.
Percepatan semacam ini di sebut sebagai GAYA. Tidak harus gerak melingkar, bahkan gerak lurus juga butuh gaya.

Lagipula, dalam eksperimen Sagnac, cahaya tidak terpengaruh dengan kecepatan interferometer. Karena acuan cahayanya adalah bumi dan bergerak konstan di acuan ini, bukan acuan dari interferometer itu sendiri. Sehingga, saat dua cahaya dipisah, salah satunya lebih cepat sampai ke detektor karena arahnya berlawanan dengan arah interferometer.

Ilustrasi saat interferometer Sagnac diam:

(http://s9.postimg.org/lu4ywkv8f/sagnac_no_motion.gif)

Ilustrasi saat interferometer Sagnac bergerak:

(http://s28.postimg.org/6sedjz9f1/sagnac_rotate.gif)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 03, 2014, 03:19:03 AM
Klaim?
yang cuma modal klaim itu geosentris. Segitu pengennya nyeret pandangan lain biar serendah lu?
Ilmuwan lagi pada bahas soal alasan mengapa alam semesta tidak kolaps akibat pengembangan dsb, lu malah celoteh soal red shift atau copernican principle.
Oh, jadi redshift sudah tidak relevan lagi sebagai dalil Expanding Universe? Jadi, selama ini Expanding Universe adalah pseudo sains yang berdalilkan omong-kosong? ;D

Kutip
Ilmuwan sudah nemu bukti inflasi berupa gravitational waves, lu masih muter kaset soak yang sama.
Mari kita analisa apa itu gravitational waves. Dari sebuah artikel wawancara langsung dengan peneliti BICEP2:

Because the cosmic microwave background is a form of light, it exhibits all the properties of light, including polarization. On Earth, sunlight is scattered by the atmosphere and becomes polarized, which is why polarized sunglasses help reduce glare. In space, the cosmic microwave background was scattered by atoms and electrons and became polarized too.

"Our team hunted for a special type of polarization called 'B-modes,' which represents a twisting or 'curl' pattern in the polarized orientations of the ancient light," said BICEP2 co-leader Jamie Bock, a professor of physics at Caltech and NASA’s Jet Propulsion Laboratory (JPL).

Gravitational waves squeeze space as they travel, and this squeezing produces a distinct pattern in the cosmic microwave background. Gravitational waves have a “handedness,” much like light waves, and can have left- and right-handed polarizations.

"The swirly B-mode pattern is a unique signature of gravitational waves because of their
handedness," Kuo said. ["Physicists Find Evidence of Cosmic Inflation: First direct evidence of cosmic inflation supports origin theory of the universe," By Bjorn Carey, Stanford News Service, 17 Mar 2014.]

Intinya, tim BICEP2 mencari tanda-tanda gravitational waves akibat Big-Bang di CMB (Cosmic Microwave Background). Tanda-tanda itu berupa ketidak-aturan yang membentuk lipatan-lipatan dengan pola "B-modes" di CMB.

Hal yang mengganjal adalah, CMB muncul sekitar 380 ribu tahun setelah Big-Bang.

The CMB is a snapshot of the oldest light in our Universe, imprinted on the sky when the Universe was just 380,000 years old. [en.wikipedia.org/wiki/Cosmic_microwave_background]

Bagaimana bisa gravitational waves tercetak sebagai bentuk ketidak-aturan pada CMB yang munculnya belakangan? Ajaibnya, dampak dari Cosmic Inflation (A.K.A Expanding Universe) adalah menghilangkan hampir segala bentuk inhomogeneity (ketidak-aturan) akibat Big-Bang itu sendiri.

In the Big Bang model for the formation of the universe, Inflationary Cosmology predicts that after about 10^−37 seconds the nascent universe underwent exponential growth that smoothed out nearly all inhomogeneities. [Idem.]

Sebelum jauh-jauh ke gravitational waves, CMB diklaim sebagai bukti Big-Bang tanpa menoleh sedikit pun kepada alternatif-alternatif lain. Salah satunya:

"The Cosmic Microwave Background Radiation can be either the remainder of the high temperature explosion of the super-dense substance or the total radiation of all stars of the stationary universe with the said dissipation of the energy of light. [N. A. Zhuck, V.
V. Moroz, A. A. Varaksin, "Quasars and the Large Scale Structure of the Universe," Spacetime and Substance, International Physical Journal, Ukraine, Vol. 2, No. 5 (10) 2001, hal. 193.]

Ajaib benar. ;D

Semakin ajaib, observasi BICEP2 soal gravitational waves terlalu dibesar-besarkan sebagai bukti Expanding Universe, tetapi setelah data-datanya di teliti ulang ternyata tidak lebih dari sekedar "pencitraan" belaka. Silahkan baca:

www.huffingtonpost.com/2014/06/04/gravitational-wave-discovery-challenged_n_5440197.html

Kutip
Dan kapan Einstein bicara kalau etther itu medium seperti dalam geocentrism?
Ah, abaikan, karna itu yang harus dilakukan praktisi quote mining. :P
Memang ether dalam geocentrism itu seperti apa?

Kutip
Dan bahwa Einstein memagn gak merevisi pandangannya tentang ether, lalu kenapa lu ngotot Einstein dengan relativitas umumnya nyokong omong kosong lu? Oops, quote mining, sori langsung lupa :p
Saya tidak perlu Relativitas untuk mendukung "omong-kosong" saya. Saya cuma perlu menunjukkan bahwa Relativitas tidak bisa membantah "omong-kosong" saya. Bisa bedakan itu?

Kutip
kesalahan terbesar Einstein dalam bicara masalah alam semesta adalah soal [God doesn't play dice]. Karena fisika kuantum dalam pembentukan alam semesta justru menunjukkan sebaliknya, yakni [God plays dice].
Pseudo sains memang sudah biasa bawa-bawa Tuhan. ;D

Kutip
Sori, tapi sungguh susah betah meladeni tulisan membosankan lu  :P
Tidak ada paksaan, kok, untuk meladeni saya. Dipersilahkan meladeni yang lain.

Jangan lupa, "Lambaikan dulu tangan Anda ke kamera." ;D

Ngutip wiki soal relativitas umum Einstein, tapi sengaja mengabaikan bagian di artikelnya dimana ether merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu akibat massa (gravitasi dalam definisi Einstein, yang berbeda dengan konsep gravitasi Newton). Begitulah quote miner ...
Wikisource yang ini?

en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity

Itu adalah isi keseluruhan surat Einstein ke Universitas Leyden 1920. Dan tak satu pun isi dari surat itu yang menyatakan, "...ether merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu akibat massa."

*Sudah biasa disangkal sama Relativist Wannabe. ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Farabi pada Desember 03, 2014, 11:10:11 AM
Secara simulasi komputer, saya menggunakan geocentris dimana benda benda yang ada di sekitar saya saya gerakkan. Jadi semua benda di "translate" berdasarkan titik pelihat. Tapi harus diperhatikan juga tanggapan mhyworld yang mengatakan, semua benda angkasa harus berotasi melebihi kecepatan cahaya untuk bisa memutari bumi, karena alam semesta itu luas.
Secara simulasi mungkin benar bahwa alam semesta mengelilingi bumi, tapi itu hanya komputer dimana konsepnya berbeda, konsepnya hanya pelihat menjadi titik pusat karena keterbatasan prosesor, tapi alam semesta itu lain lagi. Lebih masuk diakal bumi lah yang mengelilingi alam semesta.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 04, 2014, 12:58:36 AM
Oh, jadi redshift sudah tidak relevan lagi sebagai dalil Expanding Universe?
Tuh, quote miner...
Sekali ada tanggapan, langsung dibelokkan sesukanya. Sudah jadi jurus otomatis mereka.
Cuma mau ngambil sumber yang sesuai klaim mereka, kalau perlu cuma ngutip bagian tertentu dan buang sisanya.

CMB sampai sekarang pun masih jadi bukti big bang. Gak ada yang bilang itu sama sekali bukan bukti (kecuali kreasionis macam lu, tentunya), cuma tiap data tentu saja perlu diuji lagi untuk menilai validitasnya.

Hal yang mengganjal adalah, CMB muncul sekitar 380 ribu tahun setelah Big-Bang.
Dan angka 380 ribu tahun itu angka apa?
Itu adalah jejak dari bibit bintang dan galaksi yang masih bisa kita lihat sekarang.
Kutip
Why is it so important to study the cosmic microwave background?
The cosmic microwave background (CMB) is the furthest back in time we can explore using light. It formed about 380,000 years after the Big Bang and imprinted on it are traces of the seeds from which the stars and galaxies we can see today eventually formed. Hidden in the pattern of the radiation is a complex story that helps scientists to understand the history of the Universe both before and after the CMB was released.
Intinya, batas pengamatan kita berdasar cahaya adalah 380 ribu tahun pasca big bang.

"The Cosmic Microwave Background Radiation can be either the remainder of the high temperature explosion of the super-dense substance or the total radiation of all stars of the stationary universe with the said dissipation of the energy of light. [N. A. Zhuck, V.
V. Moroz, A. A. Varaksin, "Quasars and the Large Scale Structure of the Universe," Spacetime and Substance, International Physical Journal, Ukraine, Vol. 2, No. 5 (10) 2001, hal. 193.]
lalu?
lantas itu nyangkal CMB adalah bukti big bang?

Semakin ajaib, observasi BICEP2 soal gravitational waves terlalu dibesar-besarkan sebagai bukti Expanding Universe, tetapi setelah data-datanya di teliti ulang ternyata tidak lebih dari sekedar "pencitraan" belaka. Silahkan baca:
yang gak baca itu bukannya lu?
Ilmuwan di sana cuma bicara soal kemungkinan lain. Misal adanya penyimpangan karena prediksi yang keliru atau apa. gak ada bilang menyangkal hasilnya.

Ah, peduli apa quote miner soal itu?

Memang ether dalam geocentrism itu seperti apa?
Malah bertanya?

Saya tidak perlu Relativitas untuk mendukung "omong-kosong" saya. Saya cuma perlu menunjukkan bahwa Relativitas tidak bisa membantah "omong-kosong" saya. Bisa bedakan itu?
Gak. :P
Karena bagi quote miner macam lu memang gak ada bedanya, selama bisa diquote mining.

Wikisource yang ini?

en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity

Itu adalah isi keseluruhan surat Einstein ke Universitas Leyden 1920. Dan tak satu pun isi dari surat itu yang menyatakan, "...ether merujuk ke medan gravitasi atau kelengkungan ruang-waktu akibat massa."
Cukup pahami isinya, gak perlu dijejalkan paksa ke kepala kalau ether di sana sama sekali gak merujuk ke medium apapun. karena lu otomatis membengkokkan fakta biar sesuai omong-kosong lu. Abaikan juga segala tulisan ilmuwan lain, kalau mereka memberi penjelasan yang sama namun maknanya berbeda dengan yang dipercaya quote miner macam lu... :)

*Satu alasan gak tanya bagaimana tata surya dan alam semesta terbentuk versi kreasionis, karena gak pengen sakit perut dengar omong kosong lain :)
Tapi quote miner memang gak akan mampu ngerti :)

Secara simulasi komputer, saya menggunakan geocentris dimana benda benda yang ada di sekitar saya saya gerakkan. Jadi semua benda di "translate" berdasarkan titik pelihat.
berdasar [realitas bergantung model], memang memungkinkan membuat moodel dimana bumi jadi pusat alam semesta.
Sama halnya kalau kita masuk ke dalam ruangan yang dikelilingi kaca cembung, kita melihat dunia di luar kaca yang amat berbeda dengna kalau kita melihatnya tanpa kaca cembugn tadi. tapi kita tetap bisa menganggap dunia di balik kaca cembung yang kita lihat sebagai realitas - cuma kita harus menerapkan aturan/hukum yang berbeda dengan kalau melihatnya tanpa kaca cembung.

Tapi harus diperhatikan juga tanggapan mhyworld yang mengatakan, semua benda angkasa harus berotasi melebihi kecepatan cahaya untuk bisa memutari bumi, karena alam semesta itu luas.
Lupa kalau ada jurus khas kreasionis-quote miner yang bernama [dispensasi]?
Apalagi kalau masukin faktor supranatural, segalanya jadi mungkin  :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 04, 2014, 03:46:15 AM
Tuh, quote miner...
Sekali ada tanggapan, langsung dibelokkan sesukanya. Sudah jadi jurus otomatis mereka.
Cuma mau ngambil sumber yang sesuai klaim mereka, kalau perlu cuma ngutip bagian tertentu dan buang sisanya.
Simpel, tho, tinggal ditanggapi saja postingan saya soal redshift. Jangan kabur bawa bahasan baru soal gravitational waves. ;D

Kutip
CMB sampai sekarang pun masih jadi bukti big bang. Gak ada yang bilang itu sama sekali bukan bukti (kecuali kreasionis macam lu, tentunya), cuma tiap data tentu saja perlu diuji lagi untuk menilai validitasnya.
Klaim lagi. Typical. ;D

Kutip
Dan angka 380 ribu tahun itu angka apa?
Itu adalah jejak dari bibit bintang dan galaksi yang masih bisa kita lihat sekarang.Intinya, batas pengamatan kita berdasar cahaya adalah 380 ribu tahun pasca big bang.
Hal sesimpel ini saja tidak paham. Why I'm not surprise? ;D

CMB terbentuk 380 ribu tahun setelah Big-bang. Big-bang dulu baru CMB. Efek dari Big-bang adalah gravitational wave.  Harapan Big-banger gravitational wave tercetak pada CMB yang baru muncul belakangan? Ajaib. ;D

Kutip
lalu?
lantas itu nyangkal CMB adalah bukti big bang?

Ah, peduli apa quote miner soal itu?
Bisa baca, kan?
Jika ada alternatif lain tentang asal-usul CMB, kenapa DIKLAIM sepihak sama Big-banger?

Sudah tidak heran. Typical. ;D

Kutip
yang gak baca itu bukannya lu?
Ilmuwan di sana cuma bicara soal kemungkinan lain. Misal adanya penyimpangan karena prediksi yang keliru atau apa. gak ada bilang menyangkal hasilnya.
Nope. Baca lagi:

But the new analyses suggest that the twisting patterns in the CMB polarization could just as easily be accounted for by dust in the Milky Way.

Jurus klaim Big-banger. Typical. ;D

Kutip
Malah bertanya?
Anda sendiri kan yang tanya, "Dan kapan Einstein bicara kalau etther itu medium seperti dalam geocentrism?"

Dimana saya bicara ether itu medium seperti dalam geocentrism? ;D

Kutip
Gak. :P
Karena bagi quote miner macam lu memang gak ada bedanya, selama bisa diquote mining.
Cukup pahami isinya, gak perlu dijejalkan paksa ke kepala kalau ether di sana sama sekali gak merujuk ke medium apapun. karena lu otomatis membengkokkan fakta biar sesuai omong-kosong lu. Abaikan juga segala tulisan ilmuwan lain, kalau mereka memberi penjelasan yang sama namun maknanya berbeda dengan yang dipercaya quote miner macam lu... :)
Biasa ajalah. Gak perlu terguncang begitu. ;D

Kutip
*Satu alasan gak tanya bagaimana tata surya dan alam semesta terbentuk versi kreasionis, karena gak pengen sakit perut dengar omong kosong lain :)
Tapi quote miner memang gak akan mampu ngerti :)
Daripada mencemooh kreasionis, mendingan dijawab, tuh, teka-teki Big-banger:

1. Apa penyebab Big-bang?
2. Mana itu bukti Dark Matter?
3. Darimana asal Dark Energy?
;D

Kutip
Lupa kalau ada jurus khas kreasionis-quote miner yang bernama [dispensasi]?
Apalagi kalau masukin faktor supranatural, segalanya jadi mungkin  :P
Lupa kalo udah dijawab? ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: __________ pada Desember 04, 2014, 07:04:27 AM
Gaya sentripetal mengikuti rotasi alam semesta sedangkan gaya sentrifugal memperlambat revolusi bintang-bintang. Semua itu jadi absurd ketika kita lihat fakta bahwa sebagian bintang bergerak ke spektrum merah permanen dan sebagian bintang justru bergerak ke spektrum biru dan merah bergantian, bahkan ada yang lenyap dan muncul bergantian. Kalau memang buminya yang diam berarti bintang2 tsb mampu bergerak bolak-balik setiap tahun, mendekat dan menjauh dari bumi tanpa mengikuti putaran sentripetal atau sentrifugal dari pusat massa.

Gaya sentripetal mengikuti rotasi alam semesta sedangkan gaya sentrifugal memperlambat revolusi bintang-bintang. Semua itu jadi absurd ketika kita lihat fakta bahwa asteroid tetap pada bentuknya (sepanjang orbit asteroid adalah bebatuan). Apakah geocentrist punya gambaran orbit asteroid itu seperti apa dan mengelilingi apa, dan bagaimana orbit asteroid itu tidak bertabrakan dengan planet-planet atau matahari yang berevolusi?

Dengan berlandaskan teori gaya sentripetal-sentrifugal geosentris, semua asteroid itu seharusnya sudah buyar. atau sebagian terbakar oleh matahari kalau orbitnya tetap utuh.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 05, 2014, 12:09:52 AM
Simpel, tho, tinggal ditanggapi saja postingan saya soal redshift. Jangan kabur bawa bahasan baru soal gravitational waves. ;D
Bosan.
Toh mau ditanggapi gimana, lu tinggal comot argumen yang kontra dan setelah itu ngotot doang.
Tipikal quote miner. Fakta saja, red shift adalah fakta fisika dan fakta astronomi. Bintang dan galaksi yang bergerak menjauhi kita menunjukkan pola red shift. Sedang galaksi seperti Andromeda, galaksi dalam kluster yang sama dengan galaksi bima sakti dan bergerak mendekati galaksi kita adalah blueshift.

Toh klaim sanggahan terhadap redshift modal big bang sudah ada sejak tahun 60-an, dan utamanya diusung oleh penyokong teori steady state atau modifikasi lanjutannya.

CMB terbentuk 380 ribu tahun setelah Big-bang. Big-bang dulu baru CMB. Efek dari Big-bang adalah gravitational wave.  Harapan Big-banger gravitational wave tercetak pada CMB yang baru muncul belakangan? Ajaib. ;D
Ajaib?
Dibilang CMB adalah pelacakan tertua dari big bang berdasar cahaya.
Andai ada jejak yang lebih tua, sudah gak terlacak saat ini.
Pengukurna nilai bisa terdistorsi, hingga lebih besar dari aslinya, tapi gak nyangkal hasilnya.
Oops, itu gak masuk hitungan quote miner :P

Daripada dengan modal itu masih klaim alam semesta berusia ribuan tahun - itu sudha bukan ajaib lagi, tapi dongeng :)

Sudah tidak heran. Typical. ;D
Nope. Baca lagi:

Anda sendiri kan yang tanya, "Dan kapan Einstein bicara kalau etther itu medium seperti dalam geocentrism?"

Dimana saya bicara ether itu medium seperti dalam geocentrism? ;D
Dan penjelasan Einstein konsisten kalau itu adalah medan gravitasi, atau kelengkungan ruang-waktu dalam relativitas umum.
Dan quote miner maksa itu ether dari konsep geosentris.
Lulusan APi mungkin :P

*Terus saja membodoho sesama bangsa sendiri.
Atau mungkin ambisi Goen adalah melebihi 'popularitas' Karno Gendengtono tempo hari, yang nyangkal hukum kekekalan energi...  ::)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 05, 2014, 08:33:24 AM
Gaya sentripugal mampu menahan/memperlambat bintang-bintang supaya tidak bergerak melebihi kecepatan cahaya sehingga meskipun alam semesta berotasi selama 23 jam lebih per satu putaran penuh, ternyata bintang-bintang tidak ikut bergerak mengelilingi pusat massa karena terpengaruh oleh putaran sentripugal, mereka hanya makin lambat, bahkan ada yang diam... Itu artinya apapun partikel atau materi di dalam alam semesta ini TERMASUK yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya dapat terpengaruh oleh putaran sentripugal ether ini. Tapi ternyata cahaya sendiri malah tidak terpengaruh. anda akan menemukan dilema disini :

-Kalau putaran sentripugal itu ada, seharusnya cahaya juga ikut terpengaruh.

-Tapi kalau putaran sentripugal itu tidak ada, berarti bintang-bintang ikut mengelilingi pusat massa melebihi kecepatan cahaya artinya seharusnya kita tidak bisa melihat bintang-bintang dan bintang-bintang tsb memiliki massa imajiner.

Kecuali kalau luar angkasa ini void, maka gravitasi benda-benda langit inilah yg menyebabkan kestabilan orbit tapi tetap tidak mempengaruhi cahaya, kecuali black hole. Toh tidak ada yang menyamai atau melebihi kecepatan cahaya. dan black hole sendiri tidak berada di seluruh bagian alam semesta sehingga tidak mempengaruhi semua yang ada di alam semesta. ini beda dengan konsep ether.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 05, 2014, 08:48:48 AM
dan satu hal lagi, kalau memang kekuatan putaran sentripugal dari pusat massa itu makin jauh makin lemah pengaruhnya, maka seharusnya bulan berevolusi jauh lebih cepat daripada matahari, karena lokasi bulan lebih dekat ke bumi dan massa matahari sangat jauh lebih besar daripada massa bulan. dan dalam sebulan kita akan mengalami bulan purnama lebih dari 1 atau 2 kali. intinya tidak akan pernah mengalami purnama sebulan sekali.

apakah karena zona equilibrium tadi? kalau iya berarti cahaya juga dapat terpengaruh di zona itu. karena di zona itulah bulan dan matahari "melambat". cahaya juga harusnya ikut melambat.


EDIT :

oh, mungkin maksudnya gaya sentripetal DAN sentripugal itu saling bertabrakan sehingga benda-benda langit yang berada jarak tertentu dari pusat massa menjadi makin lambat. sedangkan bintang2 nun jauh di sana tidak bergerak karena gaya sentripugal DAN sentripetal itu kurang atau bahkan tidak mempengaruhi mereka? mungkin begitu maksudnya ?

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 05, 2014, 09:34:27 AM
mungkin maksudnya yang makin jauh makin lemah pengarunya itu BUKAN CUMA sentripugalnya saja. Jadi sentripetalnya juga. Jadi mungkin itu yg dimaksud si Goen sebagai zona equilibrium. Artinya semakin jauh dari pusat massa, maka zona equilibrium akan makin lemah bahkan tidak mempengaruhi. Lalu bagaimana dengan bintang2 yang bolak balik redshift dan blueshift?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 11, 2014, 12:33:28 PM
saya tetap berpegang pada teori heliosentris. Hanya saja, Copernican Principle tidak harus dipegang teguh.

Namun, dengan berlandaskan pada hukum Newton “sederhana” pun yg dibawa tempo hari, lebih masuk akal menaksir hukum pergerakan benda langit versi heliocentrism tanpa melanggar Copernican Principle (meski saya nggak bermaksud membela Copernican P.). Untuk n-body problem, hipotesis yang rasional lebih cocok kepada hukum Newton tsb ketimbang konsep ether dan pusat massa yg berada di lokasi Bumi.

Kalau ada bintang-bintang yang bergerak ke redshift dan secara “seimbang” menjauh dari pengamat di Bumi, itu karena pengaruh keseimbangan yang tercipta dari gaya pusat gravitasi dan gaya sentripugal dari sekian banyak benda langit. Hanya saja, keseimbangan itu berubah-ubah “sedikit”. Jadi Copernican P. sebenarnya masih tidak bisa divonis salah begitu saja dengan observasi redshift tsb. yang menyebabkan Bima Sakti atau bahkan tata surya kita “seolah” tetap berada di “tengah” alam semesta justru karena ada banyak pusat gravitasi di alam semesta. Sehingga gaya-gaya yang tercipta oleh mereka inilah yang menahan Bima Sakti atau atau tata surya kita tetap di “tengah”. Jadi bukan karena ada pusat massa di lokasi Bumi.

lagipula, nggak semua bintang dan galaksi menjauh dari Bumi kan..
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 11, 2014, 12:38:49 PM
Klaim geocentrism dimana terjadi gaya sentripugal yang timbul akibat gaya sentripetal pusat massa pada akhirnya malah kontradiktif dengan fakta sabuk asteroid yg tidak “berantakan”. Tentu harus ada pusat gravitasi yang massanya lebih besar daripada asteroid yg mempertahankan kestabilan sabuk asteroid yg dipenuhi bebatuan itu (dimana si pusat gravitasi ini dikelilingi oleh asteroid). Dalam versi heliosentrime, sabuk asteroid mengelilingi matahari. Bagaimana dengan versi geosentrisme, kalau memang sabuk asteroid itu ada di antara Mars dan Jupiter, mengelilingi apakah dia? well lihat modelnya seperti apa bentuknya kemudian cocokkan dengan observasi. Malah jadi tidak cocok dengan model geosentrisme kan?

Kalau ada pusat massa di lokasi Bumi seperti klaim geocentrism, maka sabuk asteroid tentu akan “berantakan” semua karena terjadi “tabrakan” antara gaya sentripetal pusat massa dan gaya sentripugal yang dihasilkan. Dan tidak ada bintang-bintang yang bergerak ke redshift dan blueshift bergantian, muncul dan hilang bergantian. dan kalau galaksi Andromeda mendekat ke Bumi seharusnya benda langit yang lebih dekat ke Bumi juga ikut ketarik ke pusat massa juga. mengapa pusat massa itu tidak membuat matahari tertarik ke pusat massa, tapi galaksi Andromeda malah mendekat ?

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 11, 2014, 12:40:44 PM
Dan satu hal lagi, ketidakkonsistenan geosentrisme kelihatan pada klaimnya bahwa pusat massa tidak punya gaya gravitasi super besar yang menyedot lebih kuat daripada Black Hole, tapi tetap mengklaim body bermassa lebih kecil tertarik oleh body bermassa lebih besar pada benda langit yg lain. Sementara dalam heliosentrisme, klaim body bermassa lebih besar lah yang lebih kuat gaya tariknya ini berlaku pada semua celestial bodies. Seharusnya dengan hukum Newton yg tempo hari dibawa, justru teori heliosentris-lah yg lebih masuk akal. Dan tetap tidak harus melanggar Copernican P. meskipun disodorkan observasi redshift yg tempo hari dibawa di thread ini. Again, saya nggak bermaksud membela Copernican. P.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 11, 2014, 12:51:14 PM
Sebenarnya efek Casimir + hukum Newton bisa dijadikan penjelasan simple tentang hukum pergerakan benda langit kan? Sama seperti kita bicara soal hukum pergerakan gelombang laut. Kita menaksir hukum pergerakan gelombang laut dengan model atau eksperimen yang lebih sederhana atau dengan hukum dasar. Toh sama-sama nggak punya persamaan matematis akurat tapi kita tetap menerimanya.

Sedangkan dark energy dan dark matter dan juga efek Casimir justru bukan ether yang selama ini diklaim oleh geocentrist. Justru itu gaya yg muncul karena keseimbangan antara pusat gravitasi dan gaya sentripugal seperti yg saya katakan sebelumnya. Pusat gravitasi ya tentu saja dari materi bermassa. Sama seperti 2 plat identik dalam kotak hampa itu yang pusat gravitasinya bergeser ke tengah. Hanya saja kedua plat tsb diam. Sehingga tertarik ke tengah, nggak menimbulkan gaya sentripugal. Dalam hal cosmology, plat tsb adalah benda langit, tapi berotasi dan berevolusi sehingga nggak tertarik ke tengah. Jadi bukan karena dark energy dan dark matter itu adalah ether dari pusat massa yang berotasi 23 jam lebih. Konsep dark enery dan dark matter justru lebih tetap masuk akal ke heliocentrism. didukung oleh efek Casimir + hukum Newton.

CMIIW

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 11, 2014, 07:20:50 PM
Sebenarnya efek Casimir + hukum Newton bisa dijadikan penjelasan simple tentang hukum pergerakan benda langit kan? Sama seperti kita bicara soal hukum pergerakan gelombang laut. Kita menaksir hukum pergerakan gelombang laut dengan model atau eksperimen yang lebih sederhana atau dengan hukum dasar. Toh sama-sama nggak punya persamaan matematis akurat tapi kita tetap menerimanya.

Semua hal yang tidak termasuk ilmu pasti pastilah “n-body problem”. Cuma geocentrist hanya menggunakan n-body problem ini untuk membenarkan geocentrism saja dalam fisika kosmologi.
Padahal setelah ketemu dasar hukumnya, kita menaksir fenomena alam. Seperti ke mana arah gelombang air laut, kapan dan dimana hujan, dll semuanya tidak ada persamaan matematis yang TELAK bisa memastikan secara akurat bukan? Lantas mengapa kita percayai hukum itu padahal sama-sama n-body problem?

Sedangkan dark energy dan dark matter dan juga efek Casimir justru bukan ether yang selama ini diklaim oleh geocentrist. Justru itu gaya yg muncul karena keseimbangan antara pusat gravitasi dan gaya sentripugal seperti yg saya katakan sebelumnya. Pusat gravitasi ya tentu saja dari materi bermassa. Sama seperti 2 plat identik dalam kotak hampa itu yang pusat gravitasinya bergeser ke tengah. Hanya saja kedua plat tsb diam. Sehingga tertarik ke tengah, nggak menimbulkan gaya sentripugal. Dalam hal cosmology, plat tsb adalah benda langit, tapi berotasi dan berevolusi sehingga nggak tertarik ke tengah. Jadi bukan karena dark energy dan dark matter itu adalah ether dari pusat massa yang berotasi 23 jam lebih. Konsep dark enery dan dark matter justru lebih tetap masuk akal ke heliocentrism. didukung oleh efek Casimir + hukum Newton.

CMIIW

bisa juga ya? kalau kata member lain di salah satu thread, fenomena semacam efek Casimir itu dijelaskan dengan relativitas umum. entah apa maksudnya. kalau memang efek casimir itu bisa menghasilkan gaya tarik, berarti kedua plat tsb memang menghasilkan gaya tarik yang ke tengah di antara keduanya dan salah satu dari mereka tidak akan tertarik mengelilingi yang lain karena mereka identik dari segi bentuk maupun massa. setuju bahwa fenomena itu lebih masuk akal ke teori heliosentris tentang hukum pergerakan planet. bukannya konsep ethernya geosentris. karena kedua plat tsb menggambarkan benda langit yang menghasilkan gravitasi. tapi karena benda langit itu bergerak/berputar, maka mereka tidak serta-merta saling menarik dan bertabrakan karena ada gaya sentripugal yang mengimbanginya. dan karena faktor2 itulah, maka tetap bisa terjadi tabrakan.

darl energy dan dark matter juga bisa dikatakan hasil keseimbangan pusat gravitasi benda langit dan gaya sentripugal yang dihasilkan oleh perputaran benda langit yang akumulatif. dengan demikian dark energy dan dark matter tidak serta merta membenarkan eksistensi ether. terlebih dengan sejumlah alasan yg saya katakan di post selanjutnya.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 11, 2014, 07:24:32 PM
Makin keliatan kejanggalan teori geosentris itu... Misalnya klaim ether yang berotasi 23 jam lebih dan mampu menggerakkan seluruh benda langit, termasuk matahari dan bintang-bintang lain, dan menahannya dengan gaya sentripugal sehingga tidak bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Tahu apa artinya ini ?

Artinya, objek bermassa diam yang ada di luar angkasa seperti bintang dan planet dapat digerakkan dan ditahan oleh ether. Anehnya, pesawat luar angkasa bisa lepas dari pengaruh ether. Dan lebih aneh lagi ketika baru keluar angkasa. pesawat tsb berada lebih dekat ke pusat massa dibandingkan matahari. Dan massa matahari jelas jauh lebih besar. Jangankan dibandingkan dengan matahari, dengan bumi dan bulan saja, massa pesawat jauh lebih kecil. Tapi mengapa pesawat tidak terpengaruh oleh ether? Terlebih lagi ketika pesawat berada lebih dekat ke pusat massa.

Dan geocentrism sendiri tidak bisa menjelaskan tentang sabuk asteroid. Kenapa sabuk asteroid tidak terbakar oleh matahari atau tidak terbentur oleh planet-planet. Dan kenapa sabuk asteroid tidak berantakan karena terpengaruh oleh gaya sentripetal dan sentripugal dari pusat massa.

Kejanggalan lainnya adalah tentang beberapa bintang yang bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian setiap tahun, muncul dan lenyap bergantian setiap tahun. Dan juga fenomena galaksi andromeda yang mendekat ke bimasakti. Tidak sinkron dengan penjelasan geocentrism tentang gaya sentripetal dan sentripugal ethernya.

Dan seperti kata nʇǝʌ∀, geocentrism tidak konsisten menjelaskan mengapa benda2 langit bergerak. Di satu sisi, bilangnya karena ether, tapi kemudian membenarkan juga hukum Newton bahwa body bermassa lebih besar itu gaya tariknya lebih kuat.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 11, 2014, 07:36:38 PM
saya tetap berpegang pada teori heliosentris. Hanya saja, Copernican Principle tidak harus dipegang teguh.

Namun, dengan berlandaskan pada hukum Newton “sederhana” pun yg dibawa tempo hari, lebih masuk akal menaksir hukum pergerakan benda langit versi heliocentrism tanpa melanggar Copernican Principle (meski saya nggak bermaksud membela Copernican P.). Untuk n-body problem, hipotesis yang rasional lebih cocok kepada hukum Newton tsb ketimbang konsep ether dan pusat massa yg berada di lokasi Bumi.

Kalau ada bintang-bintang yang bergerak ke redshift dan secara “seimbang” menjauh dari pengamat di Bumi, itu karena pengaruh keseimbangan yang tercipta dari gaya pusat gravitasi dan gaya sentripugal dari sekian banyak benda langit. Hanya saja, keseimbangan itu berubah-ubah “sedikit”. Jadi Copernican P. sebenarnya masih tidak bisa divonis salah begitu saja dengan observasi redshift tsb. yang menyebabkan Bima Sakti atau bahkan tata surya kita “seolah” tetap berada di “tengah” alam semesta justru karena ada banyak pusat gravitasi di alam semesta. Sehingga gaya-gaya yang tercipta oleh mereka inilah yang menahan Bima Sakti atau atau tata surya kita tetap di “tengah”. Jadi bukan karena ada pusat massa di lokasi Bumi.

lagipula, nggak semua bintang dan galaksi menjauh dari Bumi kan..

Klaim geocentrism dimana terjadi gaya sentripugal yang timbul akibat gaya sentripetal pusat massa pada akhirnya malah kontradiktif dengan fakta sabuk asteroid yg tidak “berantakan”. Tentu harus ada pusat gravitasi yang massanya lebih besar daripada asteroid yg mempertahankan kestabilan sabuk asteroid yg dipenuhi bebatuan itu (dimana si pusat gravitasi ini dikelilingi oleh asteroid). Dalam versi heliosentrime, sabuk asteroid mengelilingi matahari. Bagaimana dengan versi geosentrisme, kalau memang sabuk asteroid itu ada di antara Mars dan Jupiter, mengelilingi apakah dia? well lihat modelnya seperti apa bentuknya kemudian cocokkan dengan observasi. Malah jadi tidak cocok dengan model geosentrisme kan?

Kalau ada pusat massa di lokasi Bumi seperti klaim geocentrism, maka sabuk asteroid tentu akan “berantakan” semua karena terjadi “tabrakan” antara gaya sentripetal pusat massa dan gaya sentripugal yang dihasilkan. Dan tidak ada bintang-bintang yang bergerak ke redshift dan blueshift bergantian, muncul dan hilang bergantian. dan kalau galaksi Andromeda mendekat ke Bumi seharusnya benda langit yang lebih dekat ke Bumi juga ikut ketarik ke pusat massa juga. mengapa pusat massa itu tidak membuat matahari tertarik ke pusat massa, tapi galaksi Andromeda malah mendekat ?

Ya saya sih nggak masalah tidak memegang Copernican Principle. kita tak usah mentup mata pada observasi tentang perubahan spektrum sejumlah bintang ke merah yang dikatakan menjauh dari bumi secara “seimbang”. namun itu tetap tidak mengarah pada geocentrism karena opsi lain yg bisa diambil adalah justru karena pengaruh gaya-gaya yg dihasilkan oleh pusat-pusat gravitasi dari objek2 langit di alam semesta ini seperti kata anda. Dan seperti kata anda pula, tidak semua bintang dan galaksi menjauh dari bumi. Sejumlah bintang bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian, sedangkan galaksi andromeda mendekat ke bimasakti.

terus kenapa bukan opsi bumi pusat massa yang diambil ?

alasannya di kalimat dan post2 sebelumnya. dan lebih baik opsi yang diambil cocok dengan observasi. misalnya posisi sabuk asteroid. tidak harus memegang teguh Copernican. P untuk menjadi seorang heliosentris.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 11, 2014, 07:42:59 PM
Kemudian tentang n-body problem-nya geocenstrism, yang saya nilai “melompati rasionalitas terdekat dan memanfaatkan kekurangan penemuan sains”.

sekarang gini, kalau saya klaim :

1. Gelombang suara dari masjid-masjid di Mekkah bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.
2. Gelombang suara dari gereja-gereja di Roma bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.

Masuk akal kah bagi anda?
Kenapa tidak masuk akal, saya punya argumen yang sama dengan argumennya geocentrist sendiri yaitu :

1. Tidak ada persamaan matematis yang mampu memastikan secara akurat kemana perginya gelombang suara itu.
2. Bukankah Jakarta dan Mekkah/Roma berada di ruang lingkup yang sama yaitu planet bumi?
3. Menurut anda, seberapa ter-isolasi-kah kota Jakarta itu?
4. Adakah bukti ilmiah telak yang membuktikan bahwa gelombang suara dari Mekkah/Roma tidak akan bisa sampai ke Jakarta?
5. Yang berada nun-jauh disana bisa punya kontribusi hingga ke sini.

Nah, apakah para geocentrist itu mau terima logika seperti itu? Padahal logika mereka juga sama.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 12, 2014, 12:48:55 AM
Maaf, saya ketinggalan. Load pekerjaan lagi tinggi.  ;D

Kemudian tentang n-body problem-nya geocenstrism, yang saya nilai “melompati rasionalitas terdekat dan memanfaatkan kekurangan penemuan sains”.

sekarang gini, kalau saya klaim :

1. Gelombang suara dari masjid-masjid di Mekkah bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.
2. Gelombang suara dari gereja-gereja di Roma bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.

Masuk akal kah bagi anda?
Kenapa tidak masuk akal, saya punya argumen yang sama dengan argumennya geocentrist sendiri yaitu :

1. Tidak ada persamaan matematis yang mampu memastikan secara akurat kemana perginya gelombang suara itu.
2. Bukankah Jakarta dan Mekkah/Roma berada di ruang lingkup yang sama yaitu planet bumi?
3. Menurut anda, seberapa ter-isolasi-kah kota Jakarta itu?
4. Adakah bukti ilmiah telak yang membuktikan bahwa gelombang suara dari Mekkah/Roma tidak akan bisa sampai ke Jakarta?
5. Yang berada nun-jauh disana bisa punya kontribusi hingga ke sini.

Nah, apakah para geocentrist itu mau terima logika seperti itu? Padahal logika mereka juga sama.
Konteksnya pembicaraan adalah SEBERAPA BESAR kontribusi Distant Masses nun jauh di sana terhadap Bumi, kan?

Masalahnya, yang bilang Distant Masses itu BERKONTRIBUSI BESAR adalah heliocentrist sendiri, bukan geocentrist. Coba simak postingan saya beberapa halaman belakang terkait Foucault Pendulum, Coriolis Effect atau Newton Bucket Experiment. Salah satu contoh, yang bikin Foucault Pendulum menyimpang itu apa?

"Distant Masses," Jawab heliocentrists. ;D

Kemudian terkait redshift/blueshift. Jika redshift/blueshift itu efek Doppler seperti klaim Edwin Hubble, artinya, perubahan panjang gelombang cahaya hanya bisa terjadi karena mendekat/menjauhnya sumber cahaya. BUKAN PENGAMAT. Ini yang luput dari analisa kalian.

(http://oi60.tinypic.com/2r5djsj.jpg)

Jadi dalam hal ini, heliocentrist mengalami dilema saat melihat DISTANT STARS seluruhnya mengalami redshift (blueshift hanya untuk closed stars). Artinya, semua distant stars itu menjauhi pengamat, dalam hal ini di bumi. Di tambah lagi, katalog quasar-quasar oleh Varshni dan penerusnya menunjukkan bahwa kita berada di pusat semesta. Ini kalau tetap bersikukuh redshift adalah produk efek Doppler. Sebenarnya hal ini sudah cukup untuk menggugurkan Copernican Principle yang menyatakan bahwa, "Tidak ada pengamat yang spesial di alam semesta ini."

Nah, tambahan soal redshift. Bahkan matahari kita pun mengalami redshift bila diamati dari Bumi (lihat tabel 1 di: sprg.ssl.berkeley.edu/adminstuff/webpubs/2003_ajl_L81.pdf). Dan nilai redshift-nya terlalu besar untuk dianggap sebagai gravitational shift. Apa yang terjadi? Matahari menjauhi bumi-kah? ;D

Tidak demikian. Tapi, justru redshift matahari ini adalah bukti bahwa matahari-lah yang mengelilingi bumi. Darimana? Dari gerak revolusi matahari itu sendiri karena terbawa perputaran semesta sehari-semalam.

Dengan perputaran langit sehari-semalam akan muncul gaya sentrifugal dari cangkang langit (distant masses) menuju ke pusat (menjadi sentripetal bila acuannya dari pusat) dan hal ini akan "dirasakan" oleh SEMUANYA. Tidak terkecuali cahaya. Gaya ini (F = mv^2/r) akan membuat gelombang cahaya memanjang dari normalnya atau dengan kata lain, redshift. Tentu tidak mengesampingkan efek Doppler di sini, hanya saja efek Doppler ini hanya ada pada closed stars saja yang memang menjauhi atau mendekati bumi dalam siklus tahunannya.

Saat ini ada dua perdebatan besar atas penyebab redshift, yaitu, faktor kecepatan dan jarak (efek Doppler) versi Edwin Hubble dan faktor intrinsik versi Halton Arp. Keduanya ini saling meniadakan.

Dengan skenario geocentric, redshift tidak perlu meninggalkan FAKTOR KECEPATAN DAN JARAK versi Edwin Hubble. Karena makin jauh dari pusat, makin cepat sekaligus makin besar gaya sentrifugal yang dihasilkan dan mempengaruhi gelombang cahaya (redshift makin besar). Dengan skenario ini pula, redshift sebagai FAKTOR INTRINSIK versi Halton Arp bisa digabungkan.

Beberapa hal yang menguatkan skenario ini:

Pertama, eksperimen Pound-Rebka menunjukkan adanya keterkaitan antara gravitasi dan cahaya. Menuju gravitasi yang lebih kuat, cahaya mengalami redshift. Sementara, gaya sentripetal/sentrifugal itu sendiri bersifat gravitasional. Seperti kata Einstein:

The centrifugal force that works on a body under given conditions is determined by precisely the same natural constants as the action of a gravitational field on the same body (i.e., its mass), in such a way that we have no means to differentiate a ‘centrifugal field’ from a gravitational field... ["Die formale Grundlage der allgemeinen Relativitätstheorie," diterjemahkan oleh Carl Hoefer, dalam "Mach's Principle: From Newton's Bucket to Quantum Gravity," hal. 69.]

Hanya mengandalkan gravitational shift saja, nilai redshift tidak sebesar pengamatan. Jadi, butuh faktor tambahan yang memperbesar nilai redshift matahari.

Kedua, karena semesta geocentric itu seperti bola besar yang berputar, pada bagian sumbu kutub utara atau selatan semesta tidak mengalami perputaran yang signifikan. Akibatnya, gaya sentrifugal yang keluar terlalu kecil untuk menghasilkan redshift. Di sini, redshift akan bernilai nol atau bahkan terjadi blueshift. Sebagaimana hal ini terjadi pada bintang Polaris yang malah mengalami blueshift sebesar -16,85 Km/det.

Ketiga, Michael Longo mengobservasi 15.158 galaksi spiral menunjukkan bahwa galaksi-galaksi ternyata punya kecenderungan "handedness." Yaitu, berputar ke kiri atau ke kanan. Galaksi-galaksi yang diamati di belahan bumi utara berputar berlawanan jarum jam atau dari Timur ke Barat. Sementara di belahan bumi selatan sebaliknya. Hal ini hanya bisa terjadi bilamana semesta itu BERPUTAR.

Beritanya:

news.discovery.com/space/do-we-live-in-a-spinning-universe-110708.htm

(http://oi62.tinypic.com/ei8orp.jpg)

Menurut Longo, Galaxy Handedness ini mengkonfirmasi keunikan Axis of Evil yang ada pada CMB:

The approximate agreement of the spin alignment axis with the WMAP quadrupole/octopole axes reinforces the finding of an asymmetry in spiral galaxy handedness and suggests that this special axis spans the universe. The fact that the spin asymmetry appears to be independent of redshift suggests that it is not connected to local structure. On the other hand, the spiral galaxy handedness represents a unique and completely independent confirmation that the AE is not an artifact in the WMAP data due to foreground contamination... It is interesting to note that the spiral galaxy alignment implies that the universe has a handedness as well as a unique axis. [Michael J. Longo, "Detection of a Dipole in the Handedness of Spiral Galaxies with
Redshifts z ~ 0.04," arxiv.org/abs/0904.2529]

Tambah lagi penggugat Copernican Priciple. ;D

Keempat, Axis of Evil. Multipole pada CMB (produk radiasi semua bintang, bukan Big-bang) ternyata berhubungan dengan bidang ekliptika bumi. Dipole dengan equinox, sementara Quadrupole dengan ekliptika dan equinox. Garis pertemuan atau sumbu ini dikenal sebagai Axis of Evil. Ilustrasinya:

(http://oi57.tinypic.com/23linhs.jpg)

Particularly puzzling are the alignments with solar system features. CMB anisotropy should clearly not be correlated with our local habitat. While the observed correlations seem to hint that there is contamination by a foreground or perhaps by the scanning strategy of the telescope, closer inspection reveals that there is no obvious way to explain the observed correlations. Moreover, if their explanation is that they are a foreground, then that will likely exacerbate other anomalies that we will discuss in section IVB below. Our studies indicate that the observed alignments are with the ecliptic plane, with the equinox or with the CMB dipole, and not with the Galactic plane: the alignments of the quadrupole and octopole planes with the equinox/ecliptic/dipole directions are much more significant than those for the Galactic plane. Moreover, it is remarkably curious that it is precisely the ecliptic alignment that has been found on somewhat smaller scales using the power spectrum analyses of statistical isotropy. [Craig J. Copi, D. Huterer, D. Schwarz, and G. Starkman, "Large-angle anomalies in the CMB," arxiv.org/abs/1004.5602]

Makin tambah lagi penggugat Copernican Principle. ;D

Ada yang membantah soal Ether di sini? Oke, tidak masalah. Tapi, silahkan buktikan dulu ketiadaan Ether itu dengan eksperimen yang menjunjukkan bahwa "Free space is vacuum." Karena, menurut Prof. Robert Moon dari Universitas Chicago:

"According to accepted theory, free space is a vacuum. If this is so, how can it exhibit impedance? But it does. The answer, of course, is that there is no such thing as a vacuum, and what we call free space has structure. The impedance equals 376+ ohms." [ "Space Must Be Quantizied,", hal. 26ff.]

Silahkan buktikan kalau freespace itu vakum.  :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 12, 2014, 08:07:06 AM
Yang saya maksud dari post ini.....

Kemudian tentang n-body problem-nya geocenstrism, yang saya nilai “melompati rasionalitas terdekat dan memanfaatkan kekurangan penemuan sains”.

sekarang gini, kalau saya klaim :

1. Gelombang suara dari masjid-masjid di Mekkah bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.
2. Gelombang suara dari gereja-gereja di Roma bikin retak sebuah kaca jendela di rumah di Jakarta.

Masuk akal kah bagi anda?
Kenapa tidak masuk akal, saya punya argumen yang sama dengan argumennya geocentrist sendiri yaitu :

1. Tidak ada persamaan matematis yang mampu memastikan secara akurat kemana perginya gelombang suara itu.
2. Bukankah Jakarta dan Mekkah/Roma berada di ruang lingkup yang sama yaitu planet bumi?
3. Menurut anda, seberapa ter-isolasi-kah kota Jakarta itu?
4. Adakah bukti ilmiah telak yang membuktikan bahwa gelombang suara dari Mekkah/Roma tidak akan bisa sampai ke Jakarta?
5. Yang berada nun-jauh disana bisa punya kontribusi hingga ke sini.

Nah, apakah para geocentrist itu mau terima logika seperti itu? Padahal logika mereka juga sama.

....adalah intinya respon dari perkataan anda tempo hari yaitu yang nun-jauh disana punya kontribusi ke sini. Saya tidak mempersoalkan itu disebut distant mass atau bukan. Pertama kali dengar logika ini juga dari anda yang tempo hari berkata demikian.

Yang saya percayai itu bumi mengelilingi matahari karena pengaruh massa matahari, jadi yang saya tidak percayai itu kalau matahari mengelilingi bumi meskipun tidak ada massa pengimbang di tata surya kita. Jarak bumi dengan matahari tentu jauh lebih dekat ketimbang ke bintang yang milyaran tahun cahaya jauhnya. Jadi meski terpisah jarak yang jauh, matahari punya kontribusi dalam menggerakkan bumi tapi masuk akal bagi saya karena mereka ada di tata surya yang sama. Jadi bukan mengambil bintang yang jaraknya sampai milyaran tahun cahaya bisa mengimbangi massa matahari.

Berhubung anda tempo hari mengatakan yang nun-jauh disana punya kontribusi ke sini. lantas apakah bisa juga terbuka kemungkinan gelombang suara dari Mekkah/Roma sampai ke Jakarta? Itu saja. Tidak perlu dialihkan kemana-mana.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 12, 2014, 08:16:22 AM
Dari sekian banyak point dari saya dan nʇǝʌ∀ sepertinya anda paling fokus pada Copernican Principle saja?  :) Padahal saya dan nʇǝʌ∀ tidak pernah mengatakan Copernican P. wajib dipegang teguh.  :) Soal redshift & stuff itu seperti yang dikatakan sebelumnya, karena adanya banyak pusat massa tersebar di alam semesta. Perputaran galaksi tsb bisa juga terjadi karena memang ada banyak pusat gravitasi dari para galaksi beserta isinya, yang berimbang dengan gaya sentripugal mereka sehingga menghasilkan gerakan berputar. Ini juga sama seperti penjelasan tentang dark energy dan dark matter. Jadi seperti magnet-magnet yang saling mempengaruhi dengan gaya tarik dan tolaknya, dan kombinasi gaya2 tsb menghasilkan perputaran individual maupun kelompok. Sekali lagi, ini tanpa bermaksud membela Copernican P.

Terus mengapa tidak saya ambil opsi alam semesta berputar karena ether ? Ini jawabannya :

Tidak perlu membuktikan ketiadaan ether kalau memang konsep ethernya sendiri memiliki blunder yaitu tidak mampu mempengaruhi pesawat luar angkasa. Intinya sudah jelas, ether itu mampu menggerakkan dan menahan sejumlah benda langit seperti matahari. Dan matahari itu objek bermassa diam, bukan? Begitu juga dengan pesawat luar angkasa. Pesawat dan matahari sama-sama objek bermassa diam. Lalu mengapa pesawat luar angkasa tidak ikut bergerak mengikuti perputaran ether? Bahkan ketika posisi pesawat lebih dekat ke pusat massa ? intinya mengapa pesawat tidak terpengaruh oleh ether padahal benda2 langit seperti matahari dan juga cahaya saja bisa terpengaruh..

Jadi segala hasil observasi ilmiah yang mendukung keberadaan ether sudah seharusnya dibuat kesimpulan lain. Kalau si observernya sendiri mempercayai ether so maka bisakah ia jawab pertanyaan tadi? kecuali kalau dia punya konsep ether yang lain...

Kemudian soal sabuk asteroid. Dalam model Neo-Tychonic geocentrism tidak digambarkan seperti apa sabuk asteroid. Lokasinya di antara mars dan jupiter, tapi bagaimana bentuknya? Mengelilingi apa ? Mengapa sabuk asteroid tidak bertabrakan dengan planet2 dan matahari ? Kemudian apakah observasi pada sabuk asteroid cocok dengan model geocentrism ?

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 12, 2014, 08:52:39 AM
Yang saya maksud dari post ini.....

....adalah intinya respon dari perkataan anda tempo hari yaitu yang nun-jauh disana punya kontribusi ke sini. Saya tidak mempersoalkan itu disebut distant mass atau bukan. Pertama kali dengar logika ini juga dari anda yang tempo hari berkata demikian.

Yang saya percayai itu bumi mengelilingi matahari karena pengaruh massa matahari, jadi yang saya tidak percayai itu kalau matahari mengelilingi bumi meskipun tidak ada massa pengimbang di tata surya kita. Jarak bumi dengan matahari tentu jauh lebih dekat ketimbang ke bintang yang milyaran tahun cahaya jauhnya. Jadi meski terpisah jarak yang jauh, matahari punya kontribusi dalam menggerakkan bumi tapi masuk akal bagi saya karena mereka ada di tata surya yang sama. Jadi bukan mengambil bintang yang jaraknya sampai milyaran tahun cahaya bisa mengimbangi massa matahari.

Berhubung anda tempo hari mengatakan yang nun-jauh disana punya kontribusi ke sini. lantas apakah bisa juga terbuka kemungkinan gelombang suara dari Mekkah/Roma sampai ke Jakarta? Itu saja. Tidak perlu dialihkan kemana-mana.
Saya tidak bermaksud mengalihkan kemana-mana.

Begini, saya 'kan bicara pusat massa yang terbentuk di dalam suatu sistem. Katakanlah sistem tersebut tata surya kita. Untuk lingkup sistem seperti ini, Anda benar menyangsikan bahwa pusat massa itu berada di bumi. Tapi, bila lingkup sistemnya diperluas sampai habis, dengan kata lain, semesta secara keseluruhan, Anda akan dapati bahwa semua massa-massa semesta itu BERKONTRIBUSI membentuk pusat massa semesta.

Dan bukti atas perkataan saya ini adalah, salah satunya, menyimpangnya Foucault Pendulum akibat massa-massa nun jauh di sana.

Dari sekian banyak point dari saya dan nʇǝʌ∀ sepertinya anda paling fokus pada Copernican Principle saja?  :) Padahal saya dan nʇǝʌ∀ tidak pernah mengatakan Copernican P. wajib dipegang teguh.  :) Soal redshift & stuff itu seperti yang dikatakan sebelumnya, karena adanya banyak pusat massa tersebar di alam semesta. Perputaran galaksi tsb bisa juga terjadi karena memang ada banyak pusat gravitasi dari para galaksi beserta isinya, yang berimbang dengan gaya sentripugal mereka sehingga menghasilkan gerakan berputar. Ini juga sama seperti penjelasan tentang dark energy dan dark matter. Jadi seperti magnet-magnet yang saling mempengaruhi dengan gaya tarik dan tolaknya, dan kombinasi gaya2 tsb menghasilkan perputaran individual maupun kelompok. Sekali lagi, ini tanpa bermaksud membela Copernican P.
Maaf, saya kurang menangkap perkataan Anda ini. Ketika Edwin Hubble mendapati seluruh galaksi mengalami redshift, Hubble menyatakan bahwa galaksi-galaksi yang diamati itu menjauh, efek Doppler. Nah, pertanyaan saya, apakah Anda setuju akan hal ini?

Kutip
Terus mengapa tidak saya ambil opsi alam semesta berputar karena ether ? Ini jawabannya :

Tidak perlu membuktikan ketiadaan ether kalau memang konsep ethernya sendiri memiliki blunder yaitu tidak mampu mempengaruhi pesawat luar angkasa. Intinya sudah jelas, ether itu mampu menggerakkan dan menahan sejumlah benda langit seperti matahari. Dan matahari itu objek bermassa diam, bukan? Begitu juga dengan pesawat luar angkasa. Pesawat dan matahari sama-sama objek bermassa diam. Lalu mengapa pesawat luar angkasa tidak ikut bergerak mengikuti perputaran ether? Bahkan ketika posisi pesawat lebih dekat ke pusat massa ? intinya mengapa pesawat tidak terpengaruh oleh ether padahal benda2 langit seperti matahari dan juga cahaya saja bisa terpengaruh..

Jadi segala hasil observasi ilmiah yang mendukung keberadaan ether sudah seharusnya dibuat kesimpulan lain. Kalau si observernya sendiri mempercayai ether so maka bisakah ia jawab pertanyaan tadi? kecuali kalau dia punya konsep ether yang lain...
Pesawat tetap terpengaruh ether. Ketika lepas dari gravitasi bumi, pesawat hanyut dalam ether yang berputar sehari-semalam. Seperti halnya ketika Anda melompat ke dalam komidi yang sedang berputar.

Kutip
Kemudian soal sabuk asteroid. Dalam model Neo-Tychonic geocentrism tidak digambarkan seperti apa sabuk asteroid. Lokasinya di antara mars dan jupiter, tapi bagaimana bentuknya? Mengelilingi apa ? Mengapa sabuk asteroid tidak bertabrakan dengan planet2 dan matahari ? Kemudian apakah observasi pada sabuk asteroid cocok dengan model geocentrism ?
Neo-Tychonic itu cuma mengubah sudut pandang saja. Tidak perlu ada perubahan posisi sama sekali.  Jadi, masalahnya dimana?  ???
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 12, 2014, 12:02:23 PM
Center of mass bukannya gak dikenal dalam astronomy saat ini sekalipun.
Misal kasus begini
(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/59/Orbit3.gif)
Dimana obyek yang lebih kecil bisa mempengaruhi obyek yang lebih besar, sehingga tidak tetap berada di center of mass. Akan jadi satu keajaiban jika obyek sekecil bumi gak terpengaruh sekian obyak yang lebih besar dengan gravitasi jauh lebih besar semata cuma karna bumi ada di 'center of mass alam semesta secara keseluruhan'. Sebagai ilustrasi, bumi memperi efek sebesar 0,1 meter per detik dalam 1 tahun kepada matahari

Ada 3 alasan mengapa obyek mengalami redshift/blueshift. Pertama yang umum ya karena obyek mendekat atau menjauh tadi. Kedua karena dilatasi waktu akibat gerak relatif. Lalu ada gravitational red shift, yang dipengaruhi perbedaan potensial gravitasi. Misal cahaya dari matahari.
*http://www.animations.physics.unsw.edu.au/jw/electromagnetic-radiation-doppler.htm

Dan link yang dibawa goen sendiri membahas redshift dari solar flare pada tanggal tertentu, gak berhubungan dengan redshift untuk menentukan apakah bintang mendekat atau menjauh dari bumi.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Putra Betawi pada Desember 13, 2014, 01:12:09 PM
Pi-One. Emang mengelilinginya (bumi terhadap matahari) dari titik awal ketemu titik awal lagi, hingga membentuk satu lingkaran seperti itu?.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: __________ pada Desember 14, 2014, 12:26:03 AM
Pesawat tetap terpengaruh ether. Ketika lepas dari gravitasi bumi, pesawat hanyut dalam ether yang berputar sehari-semalam. Seperti halnya ketika Anda melompat ke dalam komidi yang sedang berputar.

Kalau begitu, pesawat seharusnya ikut terseret berputar mengitari bumi sebagaimana matahari. Kan alam semesta terisi penuh oleh ether. Dan berhubung massa matahari jauh lebih besar daripada massa pesawat, so sudah pasti pesawat tidak punya kekuatan untuk menahan apalagi melawan pengaruh ether, mau itu dikasih 1000 kali tenaga roket nggak ngaruh, lha massa matahari aja yg jauh lebih besar bisa ikut terseret. Apalagi pesawat yg massanya jauh lebih kecil. Terlebih lagi kalau si pesawat lebih dekat ke pusat massa. Kalau di luar angkasa ada zona void, maka si pesawat masih bisa keluar dari pengaruh gravitasi. Tapi tidak ada void dalam model geosentris.

dengan demikian, model geosentris menolak klaim bahwa pesawat atau wahana luar angkasa bisa jalan-jalan dengan leluasa di luar angkasa, mengunjungi bulan, atau mars. karena mereka nggak kuat menahan dan melawan pengaruh ether yg kekuatannya sanggup menyeret bintang seperti matahari.

Neo-Tychonic itu cuma mengubah sudut pandang saja. Tidak perlu ada perubahan posisi sama sekali.  Jadi, masalahnya dimana?  ???

Masalahnya, menurut geosentris, planet-planet di tata surya kita (kecuali bumi) mengelilingi matahari berarti planet Mars s/d Neptunus juga. Nah gimana menggambarkan sabuk asteroid kalau mars dan jupiternya tidak mengelilingi pusat tata surya ? Mau tidak mau modelnya digambarkan berbeda dari versi heliosentris.

*Mudah-mudahan jawabannya bukan : yang mengelilingi matahari cuma merkurius dan venus. sebab dari awal sudah confirmed, semua planet di tata surya kita (kecuali bumi) mengelilingi matahari.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 14, 2014, 03:13:34 AM
Pi-One. Emang mengelilinginya (bumi terhadap matahari) dari titik awal ketemu titik awal lagi, hingga membentuk satu lingkaran seperti itu?.
Cuma ilustrasi sederhana, karena orbit bumi berbentuk ellips. Ada titik terdekat dan terjauh.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Putra Betawi pada Desember 14, 2014, 05:05:33 AM
Ok, sebab anggapan yang salah jika dianggap bumi mengelilingi matahari atau matahari mengelilingi bumi. Gerak yang seakan mengelilingi hanya persepsi kita karena mereka saling mempengaruhi sehingga berkesan mengelilingi. Planet-planet dan matahari sesunggunya bergerak lurus (jika tidak ada benda langit yang mempengaruhinya). Coba baca planet sebatang kara atau bintang sebatang kara. Mereka sedang bergerak menuju antah berantah.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 14, 2014, 05:16:57 AM
Kalau begitu, pesawat seharusnya ikut terseret berputar mengitari bumi sebagaimana matahari. Kan alam semesta terisi penuh oleh ether. Dan berhubung massa matahari jauh lebih besar daripada massa pesawat, so sudah pasti pesawat tidak punya kekuatan untuk menahan apalagi melawan pengaruh ether, mau itu dikasih 1000 kali tenaga roket nggak ngaruh, lha massa matahari aja yg jauh lebih besar bisa ikut terseret. Apalagi pesawat yg massanya jauh lebih kecil. Terlebih lagi kalau si pesawat lebih dekat ke pusat massa. Kalau di luar angkasa ada zona void, maka si pesawat masih bisa keluar dari pengaruh gravitasi. Tapi tidak ada void dalam model geosentris.
Betul.

Kutip
dengan demikian, model geosentris menolak klaim bahwa pesawat atau wahana luar angkasa bisa jalan-jalan dengan leluasa di luar angkasa, mengunjungi bulan, atau mars. karena mereka nggak kuat menahan dan melawan pengaruh ether yg kekuatannya sanggup menyeret bintang seperti matahari.
Ether menjadi kerangka inersia acuan dalam hal ini. Seperti ketika berada di dalam komidi putar dan komidi putar ini menjadi kerangka inersia acuan Anda, Anda tetap bisa berjalan kesana-kemari di dalam komidi putar tersebut.

Kutip
Masalahnya, menurut geosentris, planet-planet di tata surya kita (kecuali bumi) mengelilingi matahari berarti planet Mars s/d Neptunus juga. Nah gimana menggambarkan sabuk asteroid kalau mars dan jupiternya tidak mengelilingi pusat tata surya ? Mau tidak mau modelnya digambarkan berbeda dari versi heliosentris.
Di belakang sudah ada ilustrasi Neo-Tychonic.

(http://s1.postimg.org/4llpnmx9r/annual_cycle.gif)

Secara diurnal (harian), perputaran terhadap pusat massa semesta. Secara annual (tahunan), perputarannya terhadap matahari.

*Mudah-mudahan jawabannya bukan : yang mengelilingi matahari cuma merkurius dan venus. sebab dari awal sudah confirmed, semua planet di tata surya kita (kecuali bumi) mengelilingi matahari.
[/quote]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Putra Betawi pada Desember 14, 2014, 05:40:33 AM
Jika kita ada di kereta, tentu kita bisa buat ilustrasi bahwa pepohonan di luar keretalah yang bergerak dan bukan keretanya. Kedua ilustrasi di atas bukan sebuah hakikat (kebenaran). Kita dapat membuktikannya jika kita bisa lihat tata surya dari jauh.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 14, 2014, 03:16:33 PM
Jika kita ada di kereta, tentu kita bisa buat ilustrasi bahwa pepohonan di luar keretalah yang bergerak dan bukan keretanya. Kedua ilustrasi di atas bukan sebuah hakikat (kebenaran). Kita dapat membuktikannya jika kita bisa lihat tata surya dari jauh.
Ini termasuk realitas bergantung model.
Kita sah-sah saja membuat model yang berbeda, jika kita bisa membuat teori dan hukum yang sesuai dengan model tersebut.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 16, 2014, 04:24:29 AM
analogi ether lebih cocok ke pusaran air ketimbang komidi putar, itu didasari deskripsi tentang ether-nya geosentris sendiri. karena semua objek di luar angkasa itu ada di dalam ether, dan bukan di permukaannya. sifat ether ini menghanyutkan objek apapun termasuk matahari dan sejumlah benda langit lainnya. jelas tidak mungkin pesawat luar angkasa bisa bergerak leluasa di luar angkasa karena dia ada di dalam ether dan terpengaruh oleh arus perputaran ether ini. bukankah matahari yang massanya jauh lebih besar saja masih bisa terseret apalagi cuma pesawat? ibarat pusaran air mampu menyeret batu seukuran kapal besar. tentu saja manusia tak bisa berenang leluasa di pusaran air yang terlalu besar dan kuat arusnya. apalagi kalau si manusia sudah tenggelam. pusaran air adalah analogi untuk ether. batu besar adalah analogi untuk matahari. sedangkan manusia adalah analogi untuk pesawat luar angkasa. berdasarkan deskripsi tentang ether itu sendiri seharusnya dapat disimpulkan dalam teori geosentris pesawat luar angkasa tidak bisa bergerak leluasa di luar angkasa.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 16, 2014, 05:51:33 AM
analogi ether lebih cocok ke pusaran air ketimbang komidi putar, itu didasari deskripsi tentang ether-nya geosentris sendiri. karena semua objek di luar angkasa itu ada di dalam ether, dan bukan di permukaannya. sifat ether ini menghanyutkan objek apapun termasuk matahari dan sejumlah benda langit lainnya. jelas tidak mungkin pesawat luar angkasa bisa bergerak leluasa di luar angkasa karena dia ada di dalam ether dan terpengaruh oleh arus perputaran ether ini. bukankah matahari yang massanya jauh lebih besar saja masih bisa terseret apalagi cuma pesawat? ibarat pusaran air mampu menyeret batu seukuran kapal besar. tentu saja manusia tak bisa berenang leluasa di pusaran air yang terlalu besar dan kuat arusnya. apalagi kalau si manusia sudah tenggelam. pusaran air adalah analogi untuk ether. batu besar adalah analogi untuk matahari. sedangkan manusia adalah analogi untuk pesawat luar angkasa. berdasarkan deskripsi tentang ether itu sendiri seharusnya dapat disimpulkan dalam teori geosentris pesawat luar angkasa tidak bisa bergerak leluasa di luar angkasa.
Medium ether ini sebagai kerangka acuan inersia. Jika sulit membayangkannya, coba sekarang dibalik. Bayangkan bumi sebagai kerangka acuan inersia, tapi kali ini secara heliocentric. Apakah Anda kesulitan berjalan kesana-kemari di muka bumi padahal Anda sedang "terseret" bumi yang be-rotasi dengan kecepatan 465 m/det ditambah be-revolusi kecepatan 30.000 m/det. :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 16, 2014, 11:24:36 AM
analogi ether lebih cocok ke pusaran air ketimbang komidi putar, itu didasari deskripsi tentang ether-nya geosentris sendiri. karena semua objek di luar angkasa itu ada di dalam ether, dan bukan di permukaannya. sifat ether ini menghanyutkan objek apapun termasuk matahari dan sejumlah benda langit lainnya. jelas tidak mungkin pesawat luar angkasa bisa bergerak leluasa di luar angkasa karena dia ada di dalam ether dan terpengaruh oleh arus perputaran ether ini. bukankah matahari yang massanya jauh lebih besar saja masih bisa terseret apalagi cuma pesawat? ibarat pusaran air mampu menyeret batu seukuran kapal besar. tentu saja manusia tak bisa berenang leluasa di pusaran air yang terlalu besar dan kuat arusnya. apalagi kalau si manusia sudah tenggelam. pusaran air adalah analogi untuk ether. batu besar adalah analogi untuk matahari. sedangkan manusia adalah analogi untuk pesawat luar angkasa. berdasarkan deskripsi tentang ether itu sendiri seharusnya dapat disimpulkan dalam teori geosentris pesawat luar angkasa tidak bisa bergerak leluasa di luar angkasa.
Dispensasi.
Ether sanggup menyeret massa seukuran matahari dan bahkan bintang-bintang yang ribuan kali matahari, dengan kecepatan entah berapa kali kecepatan cahaya (kalau mempertimbangkan jarak), tapi gak sanggup menyeret roket kecil dengan massa gak ada apa-apanya :D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 16, 2014, 09:05:25 PM
Saya tidak bermaksud mengalihkan kemana-mana.

Begini, saya 'kan bicara pusat massa yang terbentuk di dalam suatu sistem. Katakanlah sistem tersebut tata surya kita. Untuk lingkup sistem seperti ini, Anda benar menyangsikan bahwa pusat massa itu berada di bumi. Tapi, bila lingkup sistemnya diperluas sampai habis, dengan kata lain, semesta secara keseluruhan, Anda akan dapati bahwa semua massa-massa semesta itu BERKONTRIBUSI membentuk pusat massa semesta.

Oh jadi yang membentuk pusat massa semesta itu adalah massa-massa di seluruh alam semesta.. Berarti bukan ether ya?

Maaf, saya kurang menangkap perkataan Anda ini. Ketika Edwin Hubble mendapati seluruh galaksi mengalami redshift, Hubble menyatakan bahwa galaksi-galaksi yang diamati itu menjauh, efek Doppler. Nah, pertanyaan saya, apakah Anda setuju akan hal ini?

Seperti kata Pi-One di halaman 10. ada 3 faktor yang mempengaruhi perubahan spektrum bintang.

Pesawat tetap terpengaruh ether. Ketika lepas dari gravitasi bumi, pesawat hanyut dalam ether yang berputar sehari-semalam. Seperti halnya ketika Anda melompat ke dalam komidi yang sedang berputar.

Medium ether ini sebagai kerangka acuan inersia. Jika sulit membayangkannya, coba sekarang dibalik. Bayangkan bumi sebagai kerangka acuan inersia, tapi kali ini secara heliocentric. Apakah Anda kesulitan berjalan kesana-kemari di muka bumi padahal Anda sedang "terseret" bumi yang be-rotasi dengan kecepatan 465 m/det ditambah be-revolusi kecepatan 30.000 m/det. :)

kan ada zona void. Lagipula gravitasi bumi jangkauannya sangat terbatas kalau dibandingkan dengan seluruh alam semesta. Pesawat bisa keluar dari pengaruh gravitasi bumi, yang notabene tidak cukup kuat untuk mempengaruhi seluruh tata surya apalagi seluruh alam semesta. Ini beda dengan ether yang ada diseluruh alam semesta dan mempengaruhi semua benda langitnya.

Apakah Anda kesulitan berjalan kesana-kemari di muka bumi padahal Anda sedang "terseret" bumi yang be-rotasi dengan kecepatan 465 m/det ditambah be-revolusi kecepatan 30.000 m/det. :)

itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan ether yang ada di seluruh alam semesta tanpa menyisakan zona void sedikitpun dan mampu menyeret semua benda langit termasuk bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 16, 2014, 09:09:25 PM
Dispensasi.
Ether sanggup menyeret massa seukuran matahari dan bahkan bintang-bintang yang ribuan kali matahari, dengan kecepatan entah berapa kali kecepatan cahaya (kalau mempertimbangkan jarak), tapi gak sanggup menyeret roket kecil dengan massa gak ada apa-apanya :D

Penganut paham geocentris beralasan ada gaya sentripugal dari pusat massa sehingga bintang-bintang nun jauh disana tidak terseret melebihi kecepatan cahaya. Tapi itu justru malah makin memperkuat pernyataan bahwa ether memang mempengaruhi objek apapun di luar angkasa tanpa bisa dilawan (mau itu gaya sentripetal atau sentripugal). Seluruh bintang saja tidak sanggup apalagi cuma secuil pesawat luar angkasa... Mau ditambah sejuta tenaga roket lagi juga percuma.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 17, 2014, 03:39:27 AM
Oh jadi yang membentuk pusat massa semesta itu adalah massa-massa di seluruh alam semesta.. Berarti bukan ether ya?
Bukan. :)

Kutip
Seperti kata Pi-One di halaman 10. ada 3 faktor yang mempengaruhi perubahan spektrum bintang.
Redshift produk Gravitational Shift itu sama dengan Time Dilation. Jadi cuma tersisa 2 faktor, efek Doppler atau Gravitational Shift. ;D

Sebenarnya ada banyak mekanisme yang bisa menjelaskan redshift. Jumlahnya ada lebih dari 50-an mekanisme. Silahkan lihat paper Louis Marmet di:

www.marmet.org/cosmology/redshift/mechanisms.pdf

Kita sering dicekoki Big-banger dengan klaim bahwa galaksi-galaksi itu menjauhi kita (efek Doppler). Efek Gravitational Shift (atau Time Dilation) itu terlalu kecil untuk menghasil redshift sesuai pengamatan. Jadi, Big-banger hanya pede mengklaim efek Doppler.

Di halaman 10 sudah saya beri contoh soal redshift pada matahari (Solar Flare). Nilainya besar = 0,8% c atau setara dengan objek yang menjauh dengan kecepatan 2.400 km/det (efek Doppler). Apakah matahari menjauhi kita? Tidak, bukan? ;D

Untuk Gravitational Shift, masukkan saja ke dalam rumusan berikut (en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_redshift):

z = (1 / (1 - (2GM / R c^2)) ^-1/2) - 1

Diketahui:
G = Gravitational constant = 6,67E-11 m^3 kg^-1 s^-2.(en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_constant)
M = Massa matahari = 1,99E+30 kg. (en.wikipedia.org/wiki/Solar_mass)
R = Jarak dari pusat objek = radius matahari = 6,96E+8 m. (en.wikipedia.org/wiki/Solar_radius)
c = Kecepatan cahaya ≈ 3E+8 m/det.

z = (1 / (1 - (2 x 6,67E-11 x 1,99E+30 / 6,96E+9 x (3E+8)^2))^-1/2) - 1
z = 2,12E-6 atau 2,12 x 10^-2 (CMIIW).

Pengamatan terhadap Solar Flare:

z = (λ0 - λe) / (λe).

Dari tabel 1 kemarin pakai yang redshiftnya 0,8% (isotop C):

z = (4438 - 4403) / 4403 = 7,9E-3 atau 7,9 x 10^-3.

Nilai ini lebih besar dari Gravitational Shift di atas. Jadi, harus ada mekanisme tambahan untuk memperbesar nilai redshift dari dugaan Gravitational Redshift.

Terkait Solar Flare:

A solar flare is a sudden flash of brightness observed over the Sun's surface or the solar limb, which is interpreted as a large energy release of up to 6 × 1025 joules of energy (about a sixth of the total energy output of the Sun each second or 160,000,000,000 megatons of TNT equivalent, over 25,000 times more energy than released from the impact of Comet Shoemaker–Levy 9 with Jupiter)... [en.wikipedia.org/wiki/Solar_flare]

Large energy release => higher frequency => shorter wavelength => BLUESHIFT!

Solar flare harusnya menghasilkan blueshift, tapi kenapa yang diobservasi malah jadi redshift?

Alergi dengan Solar Flare? Okelah, masih ada redshift di lapisan Chromosphere matahari yang nilainya tetap tak sesuai dengan Gravitational Shift. Silahkan lihat di:

www.newtonphysics.on.ca/chromosphere/

Nah, jika memang penyebabnya bukan efek Doppler, kenapa hal yang sama tidak berlaku pada distant galaxies?

Dispensasi-kah? ;D ;D ;D

Kutip
kan ada zona void. Lagipula gravitasi bumi jangkauannya sangat terbatas kalau dibandingkan dengan seluruh alam semesta. Pesawat bisa keluar dari pengaruh gravitasi bumi, yang notabene tidak cukup kuat untuk mempengaruhi seluruh tata surya apalagi seluruh alam semesta. Ini beda dengan ether yang ada diseluruh alam semesta dan mempengaruhi semua benda langitnya.

itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan ether yang ada di seluruh alam semesta tanpa menyisakan zona void sedikitpun dan mampu menyeret semua benda langit termasuk bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak.
Tahu yang dimaksud dengan kerangka acuan inersia? Anda bicara soal gravitasi, kan? Ya, medium ether itulah kerangka acuan inersia dimana gravitasi itu secara fisik terjadi di dalamnya.

Sudah berlalu beberapa halaman sebelumnya mengenai eksperimen Michelson-Morley. Kenapa, hasilnya negatif? Sebagian yang masih kekeuh ether itu exists mengajukan opsi entrained ether atau partially entrained ether. Jadi, ketika bumi be-revolusi (tidak untuk be-rotasi) medium ether yang menjadi kerangka acuan ini ikut "terseret" bersama pergerakan bumi. Itu sebabnya, kata mereka, eksperimen Michelson-Morley hasilnya negatif.

Secara geocentric, ya, tinggal dibalik, kan? Ether "terseret" pergerakan semesta. Apa masalahnya?  :o

Penganut paham geocentris beralasan ada gaya sentripugal dari pusat massa sehingga bintang-bintang nun jauh disana tidak terseret melebihi kecepatan cahaya. Tapi itu justru malah makin memperkuat pernyataan bahwa ether memang mempengaruhi objek apapun di luar angkasa tanpa bisa dilawan (mau itu gaya sentripetal atau sentripugal). Seluruh bintang saja tidak sanggup apalagi cuma secuil pesawat luar angkasa... Mau ditambah sejuta tenaga roket lagi juga percuma.
Ups, Anda keliru. Gaya sentrifugal dari bumi di pusat massa itu terlalu kecil dan takkan sampai ke bintang-bintang nun jauh di sana. Bedakan dengan sentripetal yang berasal dari cangkang langit. Semua akan merasakan gaya ini.

Lagipula, bintang-bintang nun jauh di sana itu, bila acuannya bumi, tetap terlihat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Mustahil, bukan?

Tapi, sebenarnya bintang-bintang nun jauh di sana itu gak perlu bergerak banyak. Medium ether-lah yang membawa mereka berputar sehari-semalam. Makanya, saya ilustrasikan dengan komidi putar. Cukup duduk manis di dalamnya tanpa terlalu banyak bergerak.

Dalam dunia Expanding Universe, konon katanya, galaksi-galaksi itu menjauhi kita bukan? Beberapa diantaranya bahkan melebihi kecepatan cahaya. Mustahil, bukan?

Tapi menurut Big-banger, ruang semesta yang mengembang itulah yang membawa galaksi-galaksi itu menjauh. Melebihi kecepatan cahaya? Tidak masalah. Karena limitasi kecepatan cahaya itu untuk segala sesuatu di dalam ruang (termasuk cahaya), BUKAN UNTUK RUANG ITU SENDIRI. Seperti kata Stephen Hawking:

...during this cosmic inflation, the universe expanded by a factor of 1 × 10^30 in 1 × 10^‒35 seconds. It was as if a coin 1 centimeter in diameter suddenly blew up to ten million times the width of the Milky Way. That may seem to violate relativity, which dictates that nothing can move faster than light, but that speed limit does not apply to the expansion of space itself... ["The Grand Design," hal. 129]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 17, 2014, 03:43:21 AM
RALAT

z = (1 / (1 - (2GM / R c^2)) ^-1/2) - 1

Diketahui:
G = Gravitational constant = 6,67E-11 m^3 kg^-1 s^-2.(en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_constant)
M = Massa matahari = 1,99E+30 kg. (en.wikipedia.org/wiki/Solar_mass)
R = Jarak dari pusat objek = radius matahari = 6,96E+8 m. (en.wikipedia.org/wiki/Solar_radius)
c = Kecepatan cahaya ≈ 3E+8 m/det.

z = (1 / (1 - (2 x 6,67E-11 x 1,99E+30 / 6,96E+8 x (3E+8)^2))^-1/2) - 1
z = 2,12E-6 atau 2,12 x 10^-6

CMIIW.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 17, 2014, 06:00:38 AM
Di halaman 10 sudah saya beri contoh soal redshift pada matahari (Solar Flare). Nilainya besar = 0,8% c atau setara dengan objek yang menjauh dengan kecepatan 2.400 km/det (efek Doppler). Apakah matahari menjauhi kita? Tidak, bukan? ;D
AFAIK, solar flare menghasilkan baik redshift maupun blueshift.
Tinggal soal apa yang diamati
Pengamatan terhadap dampak solar flare tentu berbeda dengan pengamatan efek dari pergerakan benda.

Secara geocentric, ya, tinggal dibalik, kan? Ether "terseret" pergerakan semesta. Apa masalahnya?  :o
Ups, Anda keliru. Gaya sentrifugal dari bumi di pusat massa itu terlalu kecil dan takkan sampai ke bintang-bintang nun jauh di sana. Bedakan dengan sentripetal yang berasal dari cangkang langit. Semua akan merasakan gaya ini.
Dan sekarang langit punya cangkang...
Oops, supranatural... ::)

Lagipula, bintang-bintang nun jauh di sana itu, bila acuannya bumi, tetap terlihat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Mustahil, bukan?
Nope.
Karena bumi berotasi, pergerakan bintang-bintang tak melebihi kecepatan cahaya. Kalau bumi tak berotasi, baru pergerakan bintang yang melebihi kecepatan cahaya.

Tapi, sebenarnya bintang-bintang nun jauh di sana itu gak perlu bergerak banyak. Medium ether-lah yang membawa mereka berputar sehari-semalam. Makanya, saya ilustrasikan dengan komidi putar. Cukup duduk manis di dalamnya tanpa terlalu banyak bergerak.
Dan ether bergerak melebihi kecepatan cahaya?
Maka jelas-jelas ether yang ini sama sekali gak nyambung dengan aethernya Einstein.  ::)

Dalam dunia Expanding Universe, konon katanya, galaksi-galaksi itu menjauhi kita bukan? Beberapa diantaranya bahkan melebihi kecepatan cahaya. Mustahil, bukan?

Tapi menurut Big-banger, ruang semesta yang mengembang itulah yang membawa galaksi-galaksi itu menjauh. Melebihi kecepatan cahaya? Tidak masalah. Karena limitasi kecepatan cahaya itu untuk segala sesuatu di dalam ruang (termasuk cahaya), BUKAN UNTUK RUANG ITU SENDIRI. Seperti kata Stephen Hawking:

...during this cosmic inflation, the universe expanded by a factor of 1 × 10^30 in 1 × 10^‒35 seconds. It was as if a coin 1 centimeter in diameter suddenly blew up to ten million times the width of the Milky Way. That may seem to violate relativity, which dictates that nothing can move faster than light, but that speed limit does not apply to the expansion of space itself... ["The Grand Design," hal. 129]
Lalu? Pengembangan ruang gak dibatasi kecepatan cahaya, tapi kecepatan ether (yang bahkan eksistensinya meragukan)itu soal lain.
Emang ada rumus yang mengatur pembatasan kecepatan pengembangan ruang?

Oops, relativitas umum itu gak dipakai kalau kontra geosentris :P
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 17, 2014, 08:27:56 AM
argumen bahwa Copernican Principle itu salah, atau teori Big Bang itu salah, tetap tidak membuat konsep ether jadi masuk akal. Begitu juga dengan sebutan bahwa ether bukan gravitasi. Intinya adalah ether mempengaruhi benda-benda langit sehingga ia bisa menyeret mereka mengelilingi pusat massa. Katakanlah kita tidak mengikut-sertakan bintang-bintang nun-jauh di sana, hanya matahari saja. Dan... It doesn’t make any difference. Ketika ether dianggap mampu menyeret massa sebesar matahari dan tidak ada zona void, maka sudah pasti ether juga bisa menyeret pesawat luar angkasa mengitari pusat massa dan pesawat itu tidak bisa melawannya. Kalau ethernya mampu menyeret matahari tapi pesawat bisa melawan pengaruh ether padahal lokasi pesawat lebih dekat ke pusat massa, maka jadi absurd konsep ethernya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 18, 2014, 12:27:06 AM
AFAIK, solar flare menghasilkan baik redshift maupun blueshift.
AFAIK, ini klaim terbodoh yang pernah saya dengar. ;D ;D ;D

Secara definisi saja sudah salah. Perbandingan spektrum cahaya Solar Flare itu diadu dengan spektrum cahaya normal yang ada di laboratorium di bumi. Tidak mungkin spektrum yang dihasilkan oleh Solar Flare itu lebih rendah daripada yang ada di bumi.

*This is a blasphemy to our mighty sun!  >:(

Kutip
Tinggal soal apa yang diamati
Pengamatan terhadap dampak solar flare tentu berbeda dengan pengamatan efek dari pergerakan benda.
Klaim bodoh lagi.

Objek yang diamati itu sama, spektrum cahaya. Penyebabnya yang diperselisihkan. Tapi, untuk distant galaxies ngotot diklaim sama Big-Banger sebagai efek Doppler.  :P

Kutip
Dan sekarang langit punya cangkang...
Oops, supranatural... ::)
Aduh, pernyataan bodoh apa lagi ini? :o

Semesta memang punya batas, bahkan versi Big-Banger sekalipun. Supranatural-kah ini?  :P

Dan cangkang (shell) di sini adalah istilah distant masses (galaxies, quasars, dll) yang membentuk kumpulan hingga pinggir semesta. Seperti ditunjukkan pada CMB.

The uniform distribution of burst arrival directions tells us that the distribution of gamma-ray-burst sources in space is a sphere or spherical shell, with us at the center... [Jonathan I. Katz, "The Biggest Bangs: The Mystery of Gamma-Ray Bursts, The Most Violent Explosions in the Universe," hal. 90]

Sudah berlalu temuan Varshni dan penerusnya perihal "Quantized redshifts." Tapi, gak ada satu pun bantahan berarti dari Anda sejak saya angkat masalah ini ke thread ini.

A natural interpretation is that concentric spherical shells of higher galaxy number densities surround us, with their individual centers situated at our location... [Koichi Hirano dan Zen Komiya, "Observational Tests for Oscillating Expansion Rate of the Universe," hal. 1, arXiv:1008.4456v2.]

Jauh sebelum itu, istilah cangkang (shell) ini sudah tak asing bagi ilmuwan, khususnya relativist saat bicara konsep relativitas. Ingat Mach Principle. Einstein menulis surat kepada Ernst Mach:

Your happy investigations on the foundations of mechanics, Planck’s unjustified criticism  notwithstanding,  will  receive  brilliant confirmation. For it necessarily turns out that inertia originates in a kind of interaction between bodies, quite in the sense of your considerations on Newton’s pail experiment. The first consequence is on p. 6 of my paper. The following additional points emerge: (1) If one accelerates a heavy shell of matter S, then a mass enclosed by that shell experiences an accelerative force. (2) If one rotates the shell relative to the fixed stars about an axis going through its center, a Coriolis force arises in the interior of the shell, that is, the plane of a Foucault pendulum is dragged around. [Kompilasi surat-surat Einstein oleh Friedrich Herneck dalam "Zum Briefwechsel Albert Einsteins mit Ernst Mach," 37:239-43]

Kutip
Nope.
Karena bumi berotasi, pergerakan bintang-bintang tak melebihi kecepatan cahaya. Kalau bumi tak berotasi, baru pergerakan bintang yang melebihi kecepatan cahaya.
Aduh, ya memang lagi ngomongin sudut pandang geocentric.

*Ya, ampun. ;D ;D ;D

Kutip
Dan ether bergerak melebihi kecepatan cahaya?
Maka jelas-jelas ether yang ini sama sekali gak nyambung dengan aethernya Einstein.  ::)
Karena medium ether itu memang interpretasi fisik dari ruang-waktu Einstein. Mau jungkir-balik bagaimana pun juga, gak akan menutup fakta bahwa Einstein sendiri berkata:

Recapitulating, we may say that according to the general theory of relativity space is endowed with physical qualities; in this sense, therefore, there exists an ether. According to the general theory of relativity space without ether is unthinkable; for in such space there not only would be no propagation of light, but also no possibility of existence for standards of space and time (measuring-rods and clocks), nor therefore any space-time intervals in the physical sense. [en.wikisource.org/wiki/Ether_and_the_Theory_of_Relativity]

Dan, Robert Laughlin juga berkata:

It is ironic that Einstein’s most creative work, the general theory of relativity, should boil down to conceptualizing space as a medium when his original premise was that no such medium existed... Einstein...utterly rejected the idea of ether and inferred from its nonexistence that the equations of electromagnetism had to be relative. But this same thought process led in the end to the very ether he had first rejected... ["A Different Universe: Reinventing Physics from the Bottom Down," hal. 120]

Kutip
Lalu? Pengembangan ruang gak dibatasi kecepatan cahaya, tapi kecepatan ether (yang bahkan eksistensinya meragukan)itu soal lain.
Emang ada rumus yang mengatur pembatasan kecepatan pengembangan ruang?

Oops, relativitas umum itu gak dipakai kalau kontra geosentris :P
Lha, emang relativitas umum itu gak ada limitasi kecepatan, kok.

In the second place our result shows that, according to the general theory of relativity, the law of the constancy of the velocity of light in vacuo, which constitutes one of the two fundamental assumptions in the special theory of relativity and to which we have already frequently referred, cannot claim any unlimited validity. [Albert Einstein, "Relativity: The Special and General Theory," hal. 76]

Belajar lagi yang lebih giat, ya. ;D ;D ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 18, 2014, 12:29:22 AM
argumen bahwa Copernican Principle itu salah, atau teori Big Bang itu salah, tetap tidak membuat konsep ether jadi masuk akal.
Jauh sekali relevansi-nya antara ngomongin Copernican Principle dengan konsep ether. ;D

Kutip
Begitu juga dengan sebutan bahwa ether bukan gravitasi.
Aduh, saya benar-benar gak ngerti pernyataan Anda ini. Ether bukan gravitasi? Maksudnya apa? :o

Kutip
Intinya adalah ether mempengaruhi benda-benda langit sehingga ia bisa menyeret mereka mengelilingi pusat massa. Katakanlah kita tidak mengikut-sertakan bintang-bintang nun-jauh di sana, hanya matahari saja. Dan... It doesn’t make any difference. Ketika ether dianggap mampu menyeret massa sebesar matahari dan tidak ada zona void, maka sudah pasti ether juga bisa menyeret pesawat luar angkasa mengitari pusat massa dan pesawat itu tidak bisa melawannya.
Memangnya matahari punya kehendak bebas untuk kesana-kemari seperti pesawat? :o

Dan, iya, pesawat itu tidak akan bisa melawan medium ether. Karena medium ether di sini menjadi kerangka acuan bagi pesawat. Tapi, apakah dengan itu pesawat jadi tidak bisa kesana-kemari?

Seandainya matahari punya kehendak bebas, dia juga bisa kesana-kemari di dalam medium ether yang menjadi kerangka acuannya. Masalahnya dimana?

Sudah saya ilustrasikan secara heliocentric bagaimana bumi menyeret kerangka acuan selagi be-rotasi dan be-revolusi. Apa dengan demikian menjadi penghalang bagi semut kecil untuk kesana kemari di muka bumi? ;D

Kutip
Kalau ethernya mampu menyeret matahari tapi pesawat bisa melawan pengaruh ether padahal lokasi pesawat lebih dekat ke pusat massa, maka jadi absurd konsep ethernya.
Begini saja, sebelum terlalu jauh, coba pelajari apa itu kerangka acuan inersia. Atau kalau dalam relativitas, ya ruang-waktu itu sendiri.

Konsep ether menjadi absurd?

Coba bayangkan bagaimana ruang-waktu, versi Big-banger, yang mengembang itu menyeret galaksi-galaksi yang maha berat saling menjauh satu sama lain. Apa pesawat luar angkasa masih bisa kesana-kemari atau diam pasrah saja? ;D ;D ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 18, 2014, 02:35:45 AM
Aduh, Goen. Anda ini sangat menguji kesabaran saya, ya  :)

Jauh sekali relevansi-nya antara ngomongin Copernican Principle dengan konsep ether. ;D

Saya berkata begitu karena dari tadi anda terus saja membawa-bawa argumen yang melemahkan big bang theory dan Copernican principle sebagai counter argument. Baik saya dan ytridyrevsielixetuls tidak pernah menyatakan bahwa kami memegang teguh kedua teori/prinsip tsb.

Aduh, saya benar-benar gak ngerti pernyataan Anda ini. Ether bukan gravitasi? Maksudnya apa? :o

jadi ether itu gravitasi? Tadinya saya kira bukan, berarti ether sama saja dengan gravitasi bumi, menarik dan menyedot objek. Tapi gravitasi ether jauh lebih kuat dan tidak ada zona void. Tentu mustahil bagi pesawat untuk melawan pengaruh ether. Meski pesawat dapat dikendalikan.

Memangnya matahari punya kehendak bebas untuk kesana-kemari seperti pesawat? :o

Dan, iya, pesawat itu tidak akan bisa melawan medium ether. Karena medium ether di sini menjadi kerangka acuan bagi pesawat. Tapi, apakah dengan itu pesawat jadi tidak bisa kesana-kemari?

Seandainya matahari punya kehendak bebas, dia juga bisa kesana-kemari di dalam medium ether yang menjadi kerangka acuannya. Masalahnya dimana?

Sudah saya ilustrasikan secara heliocentric bagaimana bumi menyeret kerangka acuan selagi be-rotasi dan be-revolusi. Apa dengan demikian menjadi penghalang bagi semut kecil untuk kesana kemari di muka bumi? ;D
Begini saja, sebelum terlalu jauh, coba pelajari apa itu kerangka acuan inersia. Atau kalau dalam relativitas, ya ruang-waktu itu sendiri.

Saya menganalogikan pesawat dengan manusia, dan matahari dengan batu sebesar kapal. Dan ether dengan pusaran air. Dengan gambaran ether sendiri justru analogi ether dengan pusaran air lebih masuk akal. Karena sanggup menyeret massa yg luar biasa besar. Ibarat pusaran air raksasa yang mampu menyeret batu besar.

Manusia punya kehendak bebas. batu besar tidak punya kehendak bebas. Tapi mengapa manusia tetap terseret pusaran air? Karena ombaknya cukup besar dan kuat untuk menyeret batu besar. Makanya manusia tidak bisa melawan.

Begitu juga dengan pesawat luar angkasa. Tetap tidak bisa melawan pengaruh ether. Karena matahari saja bisa diseret. Apalagi cuma pesawat. Dan jangan lupakan, tidak ada zona void dalam konsep ether. Mustahil melawan pengaruhnya meski punya kehendak bebas.

Gravitasi bumi tidak cukup kuat untuk menarik matahari berputar mengelilingi bumi apalagi mempengaruhi tata surya, dengan demikian pesawat bisa keluar dari pengaruh gravitasi bumi dan masuk ke zona void. Tidak ada yg absurd dari itu. Kalau si ether cukup kuat untuk menarik matahari berputar mengelilingi pusat massa dan tidak ada zona void, malah jadi absurd kalau pesawat bisa melawan pengaruh ether.

sudah terlalu kuat dan tidak ada zona aman.

jadi bukan masalah punya kehendak bebas atau tidak, masalahnya si “gravitasi” itu cukup kuat tidak menyeret massa yang super besar? dan apakah ada zona yang tak terpengaruh “gravitasi” tsb ?

Konsep ether menjadi absurd?

Coba bayangkan bagaimana ruang-waktu, versi Big-banger, yang mengembang itu menyeret galaksi-galaksi yang maha berat saling menjauh satu sama lain. Apa pesawat luar angkasa masih bisa kesana-kemari atau diam pasrah saja? ;D ;D ;D

Nah lihat sendiri kan, anda sendiri yang lagi-lagi membawa big bang sebagai counter argumen.  :)
sebelum ini juga.
Ini lah sebabnya mengapa saya berkata demikian :

argumen bahwa Copernican Principle itu salah, atau teori Big Bang itu salah, tetap tidak membuat konsep ether jadi masuk akal.

memangnya kapan pernah saya atau ytridyrevsielixetuls bilang kalau teori big bang itu benar absolut?  :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 18, 2014, 03:44:49 AM
Aduh, Goen. Anda ini sangat menguji kesabaran saya, ya  :)
Yang, sabar, ya. :)

Kutip
Saya berkata begitu karena dari tadi anda terus saja membawa-bawa argumen yang melemahkan big bang theory dan Copernican principle sebagai counter argument. Baik saya dan ytridyrevsielixetuls tidak pernah menyatakan bahwa kami memegang teguh kedua teori/prinsip tsb.
Dan saya pun, setelah tahu posisi Anda berdua, tidak pernah lagi bawa-bawa Copernican Principle itu untuk membantah Anda. Silahkan cek postingan saya yang lalu. Itu mungkin untuk orang lain.

Lagipula, Copernican Principle itu bahasan yang menyangkut posisi dimana tidak boleh ada satu pun yang spesial di mana pun berada. Tidak boleh ada pusat. Ini kaitannya dengan posisi, lho. Hubungannya terlalu jauh dengan bahasan ether. Ether itu lebih masuk ke area mekanismenya.

Kutip
jadi ether itu gravitasi? Tadinya saya kira bukan, berarti ether sama saja dengan gravitasi bumi, menarik dan menyedot objek. Tapi gravitasi ether jauh lebih kuat dan tidak ada zona void. Tentu mustahil bagi pesawat untuk melawan pengaruh ether. Meski pesawat dapat dikendalikan.
Bukan. Gravitasi itu terjadi di dalam medium ether. Begitu pula perambatan elektromagnetik (cahaya, listrik dan magnetisme). Tanpa medium ini, semua itu takkan ada.

Gravitasi versi ether adalah, gravitasi yang bersifat "dorong-mendorong," bukan, "tarik-menarik." Gravitasi semacam ini dikenal sebagai Le Sage Gravity. Sebagai gambaran sederhana silahkan lihat di sini:

en.wikipedia.org/wiki/Le_Sage%27s_theory_of_gravitation

Kutip
Saya menganalogikan pesawat dengan manusia, dan matahari dengan batu sebesar kapal. Dan ether dengan pusaran air. Dengan gambaran ether sendiri justru analogi ether dengan pusaran air lebih masuk akal. Karena sanggup menyeret massa yg luar biasa besar. Ibarat pusaran air raksasa yang mampu menyeret batu besar.
Manusia punya kehendak bebas. batu besar tidak punya kehendak bebas. Tapi mengapa manusia tetap terseret pusaran air? Karena ombaknya cukup besar dan kuat untuk menyeret batu besar. Makanya manusia tidak bisa melawan.

Begitu juga dengan pesawat luar angkasa. Tetap tidak bisa melawan pengaruh ether. Karena matahari saja bisa diseret. Apalagi cuma pesawat. Dan jangan lupakan, tidak ada zona void dalam konsep ether. Mustahil melawan pengaruhnya meski punya kehendak bebas.

Gravitasi bumi tidak cukup kuat untuk menarik matahari berputar mengelilingi bumi apalagi mempengaruhi tata surya, dengan demikian pesawat bisa keluar dari pengaruh gravitasi bumi dan masuk ke zona void. Tidak ada yg absurd dari itu. Kalau si ether cukup kuat untuk menarik matahari berputar mengelilingi pusat massa dan tidak ada zona void, malah jadi absurd kalau pesawat bisa melawan pengaruh ether.

sudah terlalu kuat dan tidak ada zona aman.

jadi bukan masalah punya kehendak bebas atau tidak, masalahnya si “gravitasi” itu cukup kuat tidak menyeret massa yang super besar? dan apakah ada zona yang tak terpengaruh “gravitasi” tsb ?
Nah, makanya pelajari dulu apa itu kerangka acuan inersia. Dalam relativitas, ya seperti ruang-waktu. Bedanya, ruang-waktu relativitas itu abstrak. Tak lebih dari gambaran geometri berupa panjang x lebar x tinggi x waktu. Medium ether inilah yang mewakili wujud fisiknya.

Analoginya sama dengan, secara heliocentric, ketika bumi menyeret kerangka acuan ini. Dari yang sekecil nyamuk sampai sebesar pesawat terbang berada dalam kerangka acuan ini. Mereka bisa bergerak bebas bukan? Ingat lho, kerangka acuan inersia.

Secara geocentric, kerangka acuan ini tinggal diperluas saja sampai habis ke ujung semestanya. Sehingga, kerangka acuan ini ikut berputar sehari-semalam. Mudah, kan? :)

Kutip
Nah lihat sendiri kan, anda sendiri yang lagi-lagi membawa big bang sebagai counter argumen.  :)
sebelum ini juga.
Ini lah sebabnya mengapa saya berkata demikian :
Lha, ini kan cuma analogi saja bagaimana Anda mengatakan konsep ether absurd, tapi menjadi tidak absurd ketika membahas ruang-waktu yang mengembang versi Big-bang.

Kutip
memangnya kapan pernah saya atau ytridyrevsielixetuls bilang kalau teori big bang itu benar absolut?  :)
Saya memang sudah tahu posisi Anda berdua. Tapi, silahkan jawab tuh pertanyaan saya kemarin-kemarin soal eksperimen Michelson-Morley.

Terima kasih atas kesabaran Anda. :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 18, 2014, 05:16:23 AM
Goen, saya waktu itu hanya mengamini 3 faktor yang mempengaruhi spektrum bintang yang telah disebutkan oleh Pi-One. Cuma tiga faktornya saja. Bukan penyangkalan atas argumen anti-copernican principle atau anti-big bang. Tidak perlu mengulang-ngulang menyodorkan argumen yang melemahkan big bang theory dan copernican principle. Dulu memang saya hanya berpedoman pada efek Doppler, ternyata ada faktor lain. Dan ternyata hanya ada 2 faktor seperti yg sudah dikatakan.

Kalau anda tersulut oleh komentar Pi-One itu urusan anda sama dia.

By the way, hasil Michelson-Morley experiment kalau tidak salah kecepatan cahaya sama di mana saja. Dan opsinya ether tidak ada atau bumi diam. Dan kerangka acuan cahaya itu sebenarnya terbawa oleh bumi kalau opsi bumi diam ditinggalkan. Tapi kenapa ether yang berputar 23 jam lebih yang menyeret matahari yang dianggap sebagai kerangka acuan? Kenapa bukan "ether" atau "aura" yang terpancar dari bumi sebagai hasil rotasi bumi saja? kan lebih cocok dengan klaim bumi berotasi dan berevolusi terhadap matahari. dan massa matahari lebih besar. so tidak bertentangan dengan hukum Newton juga.

Soal big bang, masih ada opsi lain. Misal galaksi saling menjauh justru karena gaya sentripugal antar sesama mereka sendiri. begitu juga kenapa galaksi2 berputar, keseimbangan antara gravitasi massa2 di galaksi2 tsb dengan gaya sentripugal mereka yang menyebabkan mereka berperilaku begitu. saya terpaksa mengatakan ini just in case, anda menggunakan galaksi2 berputar sebagai pembenaran ether yang berotasi 23 jam lebih. dan anda boleh membawanya lagi kalau anda mau. kalau tujuannya memang bukan bermaksud meruntuhkan kepercayaan saya terhadap teori big bang dan copernican principle, karena memang dari awal nggak pernah fanatik.

teori big bang sendiri juga tidak harus dipegang teguh. karena bukan model yang terbukti valid. Karena ada yang bilang kalau alam semesta tidak bertepi. bahkan ada teori big bounce.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 18, 2014, 06:57:00 AM
Goen, saya waktu itu hanya mengamini 3 faktor yang mempengaruhi spektrum bintang yang telah disebutkan oleh Pi-One. Cuma tiga faktornya saja. Bukan penyangkalan atas argumen anti-copernican principle atau anti-big bang. Tidak perlu mengulang-ngulang menyodorkan argumen yang melemahkan big bang theory dan copernican principle. Dulu memang saya hanya berpedoman pada efek Doppler, ternyata ada faktor lain. Dan ternyata hanya ada 2 faktor seperti yg sudah dikatakan.

Kalau anda tersulut oleh komentar Pi-One itu urusan anda sama dia.
Ini bukan masalah tersulut atau gak tersulut. Coba tengok sedikit ke belakang. Saya waktu itu tanya Anda, apakah Anda setuju dengan interpretasi Edwin Hubble bahwa redshift pada distant galaxies itu karena efek Doppler?

Nah, Anda 'kan malah nge-refer ke postingan Pi One. Wajar, dong, saya komentari bagian itu?

Pertanyaan saya malah enggak dijawab soal apakah Anda setuju bahwa distant galaxies itu menjauh, kan?

Kutip
By the way, hasil Michelson-Morley experiment kalau tidak salah kecepatan cahaya sama di mana saja. Dan opsinya ether tidak ada atau bumi diam. Dan kerangka acuan cahaya itu sebenarnya terbawa oleh bumi kalau opsi bumi diam ditinggalkan. Tapi kenapa ether yang berputar 23 jam lebih yang menyeret matahari yang dianggap sebagai kerangka acuan? Kenapa bukan "ether" atau "aura" yang terpancar dari bumi sebagai hasil rotasi bumi saja? kan lebih cocok dengan klaim bumi berotasi dan berevolusi terhadap matahari. dan massa matahari lebih besar. so tidak bertentangan dengan hukum Newton juga.
Nah, ini mulai ada kemajuan sedikit bahas soal eksperimen Michelson-Morley. Meski sudah dibahas sebelumnya, tidak apa diulang lagi.

Jika memang jawaban Anda bahwa kerangka acuan itu terbawa oleh bumi, kenapa eksperimen Sagnac malah tidak?

Itu dulu, ya. :)

Kutip
Soal big bang, masih ada opsi lain. Misal galaksi saling menjauh justru karena gaya sentripugal antar sesama mereka sendiri. begitu juga kenapa galaksi2 berputar, keseimbangan antara gravitasi massa2 di galaksi2 tsb dengan gaya sentripugal mereka yang menyebabkan mereka berperilaku begitu. saya terpaksa mengatakan ini just in case, anda menggunakan galaksi2 berputar sebagai pembenaran ether yang berotasi 23 jam lebih. dan anda boleh membawanya lagi kalau anda mau. kalau tujuannya memang bukan bermaksud meruntuhkan kepercayaan saya terhadap teori big bang dan copernican principle, karena memang dari awal nggak pernah fanatik.
Berarti masih meyakini bahwa galaksi-galaksi itu menjauh, kan? Oke, tidak masalah.

Asalnya dari perputaran sehingga muncul gaya sentrifugal? Perputaran itu harusnya kenceng banget, lho. Kok, bisa tidak tercerai-berai isinya? Apa karena kerangka acuannya ikut terbawa, seperti kasus rotasi dan revolusi bumi versi heliocentric?

Kutip
teori big bang sendiri juga tidak harus dipegang teguh. karena bukan model yang terbukti valid. Karena ada yang bilang kalau alam semesta tidak bertepi. bahkan ada teori big bounce.
Teori Big-bang kebawa-bawa di sini lantaran prinsip yang ada di dalamnya yang menyatakan bahwa tidak ada objek spesial di semesta ini, tidak ada pusat (baca: Copernican Principle). Ya, mau gak mau harus dibahas.

Untuk semesta tak bertepi, Anda pernah dengar Olber's Paradox? Bagaimana Anda menjawabnya?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 18, 2014, 01:52:01 PM
AFAIK, ini klaim terbodoh yang pernah saya dengar. ;D ;D ;D
Celoteh konyol dari makhluk yang suka mengeluarkan komentar tolol :P
http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-94-009-0315-9_59

Perbandingan spektrum cahaya Solar Flare itu diadu dengan spektrum cahaya normal yang ada di laboratorium di bumi. Tidak mungkin spektrum yang dihasilkan oleh Solar Flare itu lebih rendah daripada yang ada di bumi.
Dan terus, mungkin menentukan redshift atau blueshift dari matahari untuk menentukan matahari mendekat atau menjauh dari bumi, saat bumi mengorbit matahari dalam lintasan elips? Ada ilmuwan yang cukup tolol memakai nilai itu? Ini yang namanya blasphemy :P

http://www.quora.com/How-do-the-red-shift-and-blue-shift-of-light-from-the-Sun-to-the-Earth-especially-in-Fall-and-Spring-affect-the-Earth-and-the-energy-interacting-with-it

Objek yang diamati itu sama, spektrum cahaya. Penyebabnya yang diperselisihkan. Tapi, untuk distant galaxies ngotot diklaim sama Big-Banger sebagai efek Doppler.  :P
Bukannya lu yang ngotot itu bukan karena pergerakan galaksi?

Semesta memang punya batas, bahkan versi Big-Banger sekalipun. Supranatural-kah ini?  :P

Dan cangkang (shell) di sini adalah istilah distant masses (galaxies, quasars, dll) yang membentuk kumpulan hingga pinggir semesta. Seperti ditunjukkan pada CMB.
Dan batas itu stagnant? Tidak!
Dan lu gak bahas soal galaksi yang sudah gak bisa teramati lagi dari bumi?

Karena medium ether itu memang interpretasi fisik dari ruang-waktu Einstein. Mau jungkir-balik bagaimana pun juga, gak akan menutup fakta bahwa Einstein sendiri berkata:
Dan mau jungkir balik sampai berbuih juga gak bakal ethernya Einstein itu berputar menyeret matahari atau galaksi atau bintang berputar melebihi kecepatan cahaya. Gak bosan juga makai quote mining yang sama? :P

Konsep relativitas Einstein berarti bicara gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu akibat massa. Bukan bicara gravitasi klasik Newton. Juga batasan kecepatan cahaya. tau tidak ada ether yang menyeret obyek/massa untuk bergerak, apalagi sampai melebihi kecepatan cahaya. Tapi peduli setan buat lu kan, yang penting bisa lu quote mining?

Lu belajar untuk bikin orang mati bosan?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 18, 2014, 02:50:18 PM
Ini bukan masalah tersulut atau gak tersulut. Coba tengok sedikit ke belakang. Saya waktu itu tanya Anda, apakah Anda setuju dengan interpretasi Edwin Hubble bahwa redshift pada distant galaxies itu karena efek Doppler?

Nah, Anda 'kan malah nge-refer ke postingan Pi One. Wajar, dong, saya komentari bagian itu?

dulu cuma berpedoman pada Doppler effect tapi kemudian ada masukan bahwa gravitasi juga menjadi faktor perubahan spektrum bintang.
yang saya maksud waktu itu cuma faktornya saja. karena males copy paste postingan Pi-One. bukan setuju tidak setuju galaksi menjauh atau Doppler effect satu-satunya faktor.

maksud saya tersulut adalah cara anda merespon postingan saya dan nʇǝʌ∀ semakin mirip cara anda merespon postingan Pi-One.
tapi cuma pandangan pribadi saya saja. saya kirain anda mulai memukul rata semua heliocentrist di sini.

Pertanyaan saya malah enggak dijawab soal apakah Anda setuju bahwa distant galaxies itu menjauh, kan?

pertanyaan anda saya jawab kok. mungkin anda tidak menangkap maksudnya. atau mungkin karena saya secara tersirat menjawabnya.
tapi sudahlah, pertanyaan anda kan adalah apakah saya setuju bahwa efek Doppler sesuai pengamatan Hubble benar yang mana artinya galaksi menjauh?

awalnya iya karena efek Doppler tapi jadi netral lagi karena ada faktor gravitasi. dan ada observasi yang mengarah pada pelanggaran Copernican Principle. dan juga karena ada teori2 lain saya baca. makanya saya jawab dengan menunjuk post Pi-One bahwa ada 3 faktor (yang ternyata ada 2 seperti kata anda). artinya kan bukan cuma efek Doppler saja. berarti maksudnya bukan berarti saya setuju atau tidak setuju galaksi menjauh.

sudah cukup menjawab pertanyaan anda?

Nah, ini mulai ada kemajuan sedikit bahas soal eksperimen Michelson-Morley. Meski sudah dibahas sebelumnya, tidak apa diulang lagi.

Jika memang jawaban Anda bahwa kerangka acuan itu terbawa oleh bumi, kenapa eksperimen Sagnac malah tidak?

Itu dulu, ya. :)

belum pernah dengar eksperimen Sagnac. kalaupun pernah dengar mungkin nggak terlalu perhatikan juga.

Berarti masih meyakini bahwa galaksi-galaksi itu menjauh, kan? Oke, tidak masalah.

bukan masih meyakini. cuma "seandainya saja kalau memang galaksi2 itu menjauh."

jadi komentar saya tsb maksudnya, kalau memang galaksi2 tsb saling menjauh maka "penjelasan itu" cuma salah satu opsi yang bisa diambil kalau mau penjelasan tentangnya. big bang sendiri bukan kebenaran absolut bagi saya.

mungkin lain kali saya mesti pakai kata "kalau pun memang" atau "seandainya pun"

Asalnya dari perputaran sehingga muncul gaya sentrifugal? Perputaran itu harusnya kenceng banget, lho. Kok, bisa tidak tercerai-berai isinya? Apa karena kerangka acuannya ikut terbawa, seperti kasus rotasi dan revolusi bumi versi heliocentric?

bukan perputaran galaksi karena galaksinya bulat dan berotasi seperti Bumi, tapi karena massa-massa di galaksinya yang berputar meskipun tidak semua. jelasinnya susah, seperti roda-roda bergerigi yang semua berputar dan menciptakan putaran solo. seperti satu roda besar yang berputar karena di dalamnya ada banyak kecil roda yang berputar... jadi karena ada banyak putaran "internal" itulah sebuah galaksi jadi berputar. dan itu terjadi pada galaksi-galaksi sehingga perputaran "solo" per galaksi ini yang menyebabkan jarak antar galaksi merenggang.

(sekali lagi, penjelasan tadi pun termasuk dalam kategori : "kalaupun memang galaksi-galaksinya saling menjauh")

pernah dengar tentang Solar Apex ? kurang lebih semacam itu.

Teori Big-bang kebawa-bawa di sini lantaran prinsip yang ada di dalamnya yang menyatakan bahwa tidak ada objek spesial di semesta ini, tidak ada pusat (baca: Copernican Principle). Ya, mau gak mau harus dibahas.

jadi big bang itu wajib percaya prinsip Copernican? saya sih tidak berfanatik pada big bang theory maupun Copernican principle meskipun saya heliocentrist.
misal kalau alam semesta memang memuai tapi ternyata galaksi bimasakti ada di tengah, bagaimana tuh?

Untuk semesta tak bertepi, Anda pernah dengar Olber's Paradox? Bagaimana Anda menjawabnya?

bukan saya yang bilang alam semesta tak bertepi lho. paradox Olber tsb belum pernah saya dengar juga.


Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 19, 2014, 12:06:25 AM
Celoteh konyol dari makhluk yang suka mengeluarkan komentar tolol :P
http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-94-009-0315-9_59

Dan terus, mungkin menentukan redshift atau blueshift dari matahari untuk menentukan matahari mendekat atau menjauh dari bumi, saat bumi mengorbit matahari dalam lintasan elips? Ada ilmuwan yang cukup tolol memakai nilai itu? Ini yang namanya blasphemy :P

http://www.quora.com/How-do-the-red-shift-and-blue-shift-of-light-from-the-Sun-to-the-Earth-especially-in-Fall-and-Spring-affect-the-Earth-and-the-energy-interacting-with-it
Kasihan Anda ini. Bukannya introspeksi diri dan mengkoreksi klaim bodoh Anda itu sebelumnya. Masih hangat:

AFAIK, solar flare menghasilkan baik redshift maupun blueshift.
Tinggal soal apa yang diamati
Pengamatan terhadap dampak solar flare tentu berbeda dengan pengamatan efek dari pergerakan benda.
Gak bisa membedakan antara MENGHASILKAN dan MENGAMATI?  ::)  ::)  ::)

Solar Flare takkan pernah sampai kapan pun juga MENGHASILKAN redshift. Secara definisi saja Anda sudah salah. Seperti postingan saya sebelumnya:

A solar flare is a sudden flash of brightness observed over the Sun's surface or the solar limb, which is interpreted as a large energy release of up to 6 × 1025 joules of energy (about a sixth of the total energy output of the Sun each second or 160,000,000,000 megatons of TNT equivalent, over 25,000 times more energy than released from the impact of Comet Shoemaker–Levy 9 with Jupiter)... [en.wikipedia.org/wiki/Solar_flare]

Large energy release => higher frequency => shorter wavelength => BLUESHIFT!

Setelah ngubek-ngubek internet seharian yang didapat cuma link berbayar dan link tanya-jawab yang sama sekali tidak mendukung klaim Anda itu. Makin terlihat Anda itu cuma klaim modal dengkul. ;D ;D ;D

Kutip
Bukannya lu yang ngotot itu bukan karena pergerakan galaksi?
Lha, memang mekanismenya bukan cuma efek Doppler, kok. Jangan suka membolak-baliklah. Masa cuma segitu saja argumen Anda?

Sains 'kan nyuruh skeptis. Masa saya disuruh percaya begitu saja kata Big-banger kalau redshift itu karena pergerakan galaksi? Memangnya teori Big-Bang itu dogma apa? ;D ;D ;D

Kutip
Dan batas itu stagnant? Tidak!
Dan lu gak bahas soal galaksi yang sudah gak bisa teramati lagi dari bumi?
Mau jungkir-balik bagaimana pun juga tetap saja punya batas. ;D ;D ;D

Oh, sungguh supranatural yang mengagumkan. :P

Kutip
Dan mau jungkir balik sampai berbuih juga gak bakal ethernya Einstein itu berputar menyeret matahari atau galaksi atau bintang berputar melebihi kecepatan cahaya. Gak bosan juga makai quote mining yang sama? :P

Konsep relativitas Einstein berarti bicara gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu akibat massa. Bukan bicara gravitasi klasik Newton. Juga batasan kecepatan cahaya. tau tidak ada ether yang menyeret obyek/massa untuk bergerak, apalagi sampai melebihi kecepatan cahaya. Tapi peduli setan buat lu kan, yang penting bisa lu quote mining?

Lu belajar untuk bikin orang mati bosan?
Nambah lagi klaim bodohnya. ;D ;D ;D

Makanya belajar yang lebih giat, ya. Jangan malu-maluin relativist yang lainlah. Nih, baca prinsip dalam Relativitas Umum: Equivalence Principle.

In the physics of general relativity, the equivalence principle is any of several related concepts dealing with the equivalence of gravitational and inertial mass, and to Albert Einstein's observation that the gravitational "force" as experienced locally while standing on a massive body (such as the Earth) is actually the same as the pseudo-force experienced by an observer in a non-inertial (accelerated) frame of reference. [en.wikipedia.org/wiki/Equivalence_principle]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 19, 2014, 12:10:15 AM
dulu cuma berpedoman pada Doppler effect tapi kemudian ada masukan bahwa gravitasi juga menjadi faktor perubahan spektrum bintang.
yang saya maksud waktu itu cuma faktornya saja. karena males copy paste postingan Pi-One. bukan setuju tidak setuju galaksi menjauh atau Doppler effect satu-satunya faktor.

maksud saya tersulut adalah cara anda merespon postingan saya dan nʇǝʌ∀ semakin mirip cara anda merespon postingan Pi-One.
tapi cuma pandangan pribadi saya saja. saya kirain anda mulai memukul rata semua heliocentrist di sini.
Saya tidak memukul rata heliocentrists. Coba lihat postingan-postingan saya sebelumnya. Heliocentrist saya beri versi-versian dan masing-masing saya bantah secara berbeda. ;D ;D ;D

Kutip
pertanyaan anda saya jawab kok. mungkin anda tidak menangkap maksudnya. atau mungkin karena saya secara tersirat menjawabnya.
tapi sudahlah, pertanyaan anda kan adalah apakah saya setuju bahwa efek Doppler sesuai pengamatan Hubble benar yang mana artinya galaksi menjauh?

awalnya iya karena efek Doppler tapi jadi netral lagi karena ada faktor gravitasi. dan ada observasi yang mengarah pada pelanggaran Copernican Principle. dan juga karena ada teori2 lain saya baca. makanya saya jawab dengan menunjuk post Pi-One bahwa ada 3 faktor (yang ternyata ada 2 seperti kata anda). artinya kan bukan cuma efek Doppler saja. berarti maksudnya bukan berarti saya setuju atau tidak setuju galaksi menjauh.

sudah cukup menjawab pertanyaan anda?
Oke. Berarti Anda netral, ya.

Pertanyaan selanjutnya, lantas apa yang menyebabkan spektrum cahaya dari distant galaxies mengalami redshift?

Kutip
belum pernah dengar eksperimen Sagnac. kalaupun pernah dengar mungkin nggak terlalu perhatikan juga.
Coba perhatikan halaman ke-9 dari thread ini. Tepatnya di:

www.forumsains.com/fisika/usulan-percobaan-pembuktian-bahwa-bumi-berotasi/msg143377/#msg143377

Kutip
bukan masih meyakini. cuma "seandainya saja kalau memang galaksi2 itu menjauh."

jadi komentar saya tsb maksudnya, kalau memang galaksi2 tsb saling menjauh maka "penjelasan itu" cuma salah satu opsi yang bisa diambil kalau mau penjelasan tentangnya. big bang sendiri bukan kebenaran absolut bagi saya.

mungkin lain kali saya mesti pakai kata "kalau pun memang" atau "seandainya pun"

bukan perputaran galaksi karena galaksinya bulat dan berotasi seperti Bumi, tapi karena massa-massa di galaksinya yang berputar meskipun tidak semua. jelasinnya susah, seperti roda-roda bergerigi yang semua berputar dan menciptakan putaran solo. seperti satu roda besar yang berputar karena di dalamnya ada banyak kecil roda yang berputar... jadi karena ada banyak putaran "internal" itulah sebuah galaksi jadi berputar. dan itu terjadi pada galaksi-galaksi sehingga perputaran "solo" per galaksi ini yang menyebabkan jarak antar galaksi merenggang.

(sekali lagi, penjelasan tadi pun termasuk dalam kategori : "kalaupun memang galaksi-galaksinya saling menjauh")

pernah dengar tentang Solar Apex ? kurang lebih semacam itu.
Jika perputaran "solo" per galaksi ini menyebabkan antar galaksi merenggang, kenapa perputaran internal di dalam galaksi tidak membuat internalnya merenggang?

Kutip
jadi big bang itu wajib percaya prinsip Copernican? saya sih tidak berfanatik pada big bang theory maupun Copernican principle meskipun saya heliocentrist.
Big-bang, Cosmic Inflation atau pun Expanding Universe itu satu paket. Dan hal ini didasari atas prinsip Copernican Principle. Prinsip inilah yang memotivasi para ilmuwan untuk mencari bukti-buktinya. Men-disprove Big-bang, Cosmic Inflation atau pun Expanding Universe itu otomatis akan men-disprove prinsip ini.

The Copernican principle has never been proven, and in the most general sense cannot be proven, but it is implicit in many modern theories of physics. Cosmological models are often derived with reference to the Cosmological principle, slightly more general than the Copernican principle, and many tests of these models can be considered tests of the Copernican principle. [en.wikipedia.org/wiki/Copernican_principle#Tests_of_the_principle]

Kutip
misal kalau alam semesta memang memuai tapi ternyata galaksi bimasakti ada di tengah, bagaimana tuh?
Kalau semesta memuai, ya berarti gak bakalan ada yang di tengah. Semua akan saling menjauh.

Kutip
bukan saya yang bilang alam semesta tak bertepi lho. paradox Olber tsb belum pernah saya dengar juga.
Saya musti jelas posisi Anda dimana supaya jangan sampai saya dituduh menyamaratakan lagi. ;D ;D ;D

Untuk Olber' Paradox.

In astrophysics and physical cosmology, Olbers' paradox, named after the German astronomer Heinrich Wilhelm Olbers (1758–1840) and also called the "dark night sky paradox", is the argument that the darkness of the night sky conflicts with the assumption of an infinite and eternal static universe. The darkness of the night sky is one of the pieces of evidence for a non-static universe such as the Big Bang model. If the universe is static, homogeneous at a large scale, and populated by an infinite number of stars, any sight line from Earth must end at the (very bright) surface of a star, so the night sky should be completely bright. This contradicts the observed darkness of the night. [en.wikipedia.org/wiki/Olbers%27_paradox]

Jadi, kalau semesta itu gak ada batas otomatis gak ada awal dan akhir dong, ya. Otomatis jumlah bintang pun gak ada batasnya. Dan meski cahaya terlimit pada kecepatan c, karena tidak ada awalnya, kita akan dapati malam akan terang karena cahaya dari mana-mana. Ilustrasinya:

(http://oi60.tinypic.com/15eik9h.jpg)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 19, 2014, 03:37:09 AM
Saya tidak memukul rata heliocentrists. Coba lihat postingan-postingan saya sebelumnya. Heliocentrist saya beri versi-versian dan masing-masing saya bantah secara berbeda. ;D ;D ;D

Heliocentrism saya itu cakupannya tata surya. Jadi matahari adalah pusat tata surya dan bumi mengelilinginya. Karena kalau hukum/prinsip yang cakupannya alam semesta ya pasti akan bertemu banyak paradox dan ketidak-pastian. Jadi tak bisa langsung membenarkan suatu hukum/prinsip begitu saja. Kecuali kalau saya dipaksa mesti menganut salah satu hukum/prinsip alam semesta tertentu, tapi jadi dogmatis nantinya. Memang kalau saya tidak mau memilih hukum/prinsip alam semesta tertentu, saya bakal dianggap penyihir dan dibakar gitu?  ;D

Oke. Berarti Anda netral, ya.

Pertanyaan selanjutnya, lantas apa yang menyebabkan spektrum cahaya dari distant galaxies mengalami redshift?

Lha, kan sudah terjawab pertanyaan anda ini. Dulu saya percaya karena efek Doppler. Ternyata ada faktor lain yaitu gravitasi, jadinya netral. Kenapa saya merasa harus netral? karena yang jadi kendala adalah bagaimana memastikan suatu bintang di spektrum merah itu memang menjauh atau tidak kalau ada faktor lain selain atribut jarak dan kecepatan? khususnya yang di distant galaxies.

Coba perhatikan halaman ke-9 dari thread ini. Tepatnya di:

www.forumsains.com/fisika/usulan-percobaan-pembuktian-bahwa-bumi-berotasi/msg143377/#msg143377

saya masih belum menangkap inti eksperimen itu.
yang dot warna merah dan biru itu ceritanya cahaya? Cahaya apa yang dipakai? Kelihatannya yang dot biru sampai duluan ke “Finish” kalau interferometer-nya bergerak. Jadi apakah cahaya mengalami percepatan/perlambatan karena ada medium ether atau karena interferometer-nya bergerak? Tapi bukankah kontradiktif dengan kecepatan cahaya yang konstan dimana saja? Mungkin saja ada kesalahan pada alat itu sehingga harusnya diperiksa.

Jika perputaran "solo" per galaksi ini menyebabkan antar galaksi merenggang, kenapa perputaran internal di dalam galaksi tidak membuat internalnya merenggang?

Karena ada pusat2 massa di setiap galaksi dan tata surya2 di dalamnya. Kan ada keseimbangan antara gravitasi dan gaya sentripugal. Perenggangan internal bisa saja terjadi meskipun tidak signifikan, seperti jarak bulan yang menjauh sedikit demi sedikit dari bumi. kelihatannya memang tidak menjauh. padahal sebenarnya menjauh.

Perlu saya tekankan disini, ini adalah hipotesa.

By the way, yang Solar Apex sudah dibaca belum?

Big-bang, Cosmic Inflation atau pun Expanding Universe itu satu paket. Dan hal ini didasari atas prinsip Copernican Principle. Prinsip inilah yang memotivasi para ilmuwan untuk mencari bukti-buktinya. Men-disprove Big-bang, Cosmic Inflation atau pun Expanding Universe itu otomatis akan men-disprove prinsip ini.

The Copernican principle has never been proven, and in the most general sense cannot be proven, but it is implicit in many modern theories of physics. Cosmological models are often derived with reference to the Cosmological principle, slightly more general than the Copernican principle, and many tests of these models can be considered tests of the Copernican principle. [en.wikipedia.org/wiki/Copernican_principle#Tests_of_the_principle]

Wah kalau begitu saya tak bisa ngambil paket hukum itu. Meskipun dikasih korting.
Untungnya sih bukan dogma bagi saya. Apakah kalau penganut hukum tsb murtad atau tak mau tunduk pada hukum tsb, terus dia akan dihukum mati oleh pemuka agamanya?  ^-^

Kalau tidak, berarti boleh donk saya bikin aliran baru. Karena tak ada istilah bid’ah atau heretic dalam sains   ;D

Kalau semesta memuai, ya berarti gak bakalan ada yang di tengah. Semua akan saling menjauh.

ya benar, kecuali kalau langit utara dan selatan merapat. Jadi yang memuai hanya langit timur dan barat. Jadi itu sebabnya ada yang tertahan di tengah sedangkan yang lain makin menjauh. Kalau bimaksakti dah kegencet baru jadi kiamat, dengan asumsi galaksi tsb ada di tengah. Dan itu namanya titik kritis. Kemudian memantul lagi. jadi yg langit sudah memuai akan merapat, dan langit yang sudah merapat akan memuai. Ganti-gantian. Jadi seperti big bounce gitu.

Tapi saya sendiri bukan penganut big bounce theory atau teori apapun yang seperti saya gambarkan di atas (sepertinys sih memang gak ada namanya). Itu semua hanyalah hipotesa. Saya cuma memberikan alasan bahwa tetap ada kemungkinan bimasakti tertahan di tengah meski alam semesta memuai. Mungkin terdengar tidak masuk akal bagi anda. ya namanya juga model kok. Bukan bukti.

Saya musti jelas posisi Anda dimana supaya jangan sampai saya dituduh menyamaratakan lagi. ;D ;D ;D

Posisi saya tidak menganggap big bang theory atau copernican principle sebagai kebenaran absolut, cuma heliocentrism dalam cakupan tata surya. sama seperti bro nʇǝʌ∀. saya dulu termasuk big banger. tapi dulu kirain tepiannya yang memuai. Kalau Copernican principle, saya justru baru pertama kali dengar di thread ini. Dalam debat anda dengan Pi-One.

Untuk Olber' Paradox.

In astrophysics and physical cosmology, Olbers' paradox, named after the German astronomer Heinrich Wilhelm Olbers (1758–1840) and also called the "dark night sky paradox", is the argument that the darkness of the night sky conflicts with the assumption of an infinite and eternal static universe. The darkness of the night sky is one of the pieces of evidence for a non-static universe such as the Big Bang model. If the universe is static, homogeneous at a large scale, and populated by an infinite number of stars, any sight line from Earth must end at the (very bright) surface of a star, so the night sky should be completely bright. This contradicts the observed darkness of the night. [en.wikipedia.org/wiki/Olbers%27_paradox]

Jadi, kalau semesta itu gak ada batas otomatis gak ada awal dan akhir dong, ya. Otomatis jumlah bintang pun gak ada batasnya. Dan meski cahaya terlimit pada kecepatan c, karena tidak ada awalnya, kita akan dapati malam akan terang karena cahaya dari mana-mana. Ilustrasinya:

(http://oi60.tinypic.com/15eik9h.jpg)

ini mungkin bukan jawaban atas paradox tsb. Tapi menurut anda apakah alasan di bawah ini masuk akal?

Jumlah lubang hitam juga tidak ada batasnya, jadi cahaya yang tersedot lubang hitam dan tidak sampai ke bumi juga tidak terbatas jumlahnya. Sehingga hal itu mempertahankan kegelapan di alam semesta.

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 19, 2014, 03:42:45 AM
Oh ya. Kan anda sudah punya kepastian keyakinan. Jadi posisi anda sudah fixed dan jelas. Saya ingin dengar dari persepsi anda sekarang. selain Neo-Tychonic model dan ether saya mau tahu keyakinan yang anda anut tentang bentuk dan prinsip alam semesta. Anda kan percaya bahwa ruang alam semesta terbatas dan berbentuk seperti bola.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 19, 2014, 05:27:23 AM
Heliocentrism saya itu cakupannya tata surya. Jadi matahari adalah pusat tata surya dan bumi mengelilinginya. Karena kalau hukum/prinsip yang cakupannya alam semesta ya pasti akan bertemu banyak paradox dan ketidak-pastian. Jadi tak bisa langsung membenarkan suatu hukum/prinsip begitu saja. Kecuali kalau saya dipaksa mesti menganut salah satu hukum/prinsip alam semesta tertentu, tapi jadi dogmatis nantinya. Memang kalau saya tidak mau memilih hukum/prinsip alam semesta tertentu, saya bakal dianggap penyihir dan dibakar gitu?  ;D
Yah, paling Anda akan dikucilkan dan dicemooh seperti saya. ;D

Kutip
Lha, kan sudah terjawab pertanyaan anda ini. Dulu saya percaya karena efek Doppler. Ternyata ada faktor lain yaitu gravitasi, jadinya netral. Kenapa saya merasa harus netral? karena yang jadi kendala adalah bagaimana memastikan suatu bintang di spektrum merah itu memang menjauh atau tidak kalau ada faktor lain selain atribut jarak dan kecepatan? khususnya yang di distant galaxies.
Oke, untuk distant galaxies tidak pasti, ya. Saya ganti saja pertanyaannya dengan yang pasti-pasti saja.

Apa penyebab redshift pada matahari?

Kutip
saya masih belum menangkap inti eksperimen itu.
yang dot warna merah dan biru itu ceritanya cahaya? Cahaya apa yang dipakai? Kelihatannya yang dot biru sampai duluan ke “Finish” kalau interferometer-nya bergerak. Jadi apakah cahaya mengalami percepatan/perlambatan karena ada medium ether atau karena interferometer-nya bergerak? Tapi bukankah kontradiktif dengan kecepatan cahaya yang konstan dimana saja? Mungkin saja ada kesalahan pada alat itu sehingga harusnya diperiksa.
Tidak ada kesalahan pada interferometer Sagnac. Pengujian dilakukan antara diam dan bergerak serta dilakukan berulang-ulang kali. Ini untuk membuktikan apakah kecepatan cahaya selalu sama di kerangka acuan yang bergerak mau pun diam. Tidak terbukti, bukan?

Penemuan Sagnac ini dikenal sebagai Sagnac Effect dan dipakai hingga sekarang. Satelit-satelit GPS kita di luar angkasa sana ditanamkan program berdasarkan Sagnac Effect ini.

Nah, sekarang bandingkan dengan percobaan Michelson-Morley. Hasil eksperimen Sagnac berupa fringe, nilainya konsisten dengan kecepatan putaran interferometernya. Tetapi, kenapa nilai fringe Michelson-Morley tidak konsisten (sangat kecil sekali) dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari?

Kutip
Karena ada pusat2 massa di setiap galaksi dan tata surya2 di dalamnya. Kan ada keseimbangan antara gravitasi dan gaya sentripugal. Perenggangan internal bisa saja terjadi meskipun tidak signifikan, seperti jarak bulan yang menjauh sedikit demi sedikit dari bumi. kelihatannya memang tidak menjauh. padahal sebenarnya menjauh.

Perlu saya tekankan disini, ini adalah hipotesa.

By the way, yang Solar Apex sudah dibaca belum?
Sudah.

Pertanyaan saya selanjutnya. Kenapa bentuk galaksi-galaksi yang berputar itu masih spiral?

Kutip
Wah kalau begitu saya tak bisa ngambil paket hukum itu. Meskipun dikasih korting.
Untungnya sih bukan dogma bagi saya. Apakah kalau penganut hukum tsb murtad atau tak mau tunduk pada hukum tsb, terus dia akan dihukum mati oleh pemuka agamanya?  ^-^

Kalau tidak, berarti boleh donk saya bikin aliran baru. Karena tak ada istilah bid’ah atau heretic dalam sains   ;D
Tidak masalah. Silahkan.

Tapi, saya jadi bertanya-tanya. Landasan Anda meyakini heliocentrism itu apa?

1. Murni keyakinan.
2. Ilmu sains.
3. Ikut-ikutan.

Kutip
ya benar, kecuali kalau langit utara dan selatan merapat. Jadi yang memuai hanya langit timur dan barat. Jadi itu sebabnya ada yang tertahan di tengah sedangkan yang lain makin menjauh. Kalau bimaksakti dah kegencet baru jadi kiamat, dengan asumsi galaksi tsb ada di tengah. Dan itu namanya titik kritis. Kemudian memantul lagi. jadi yg langit sudah memuai akan merapat, dan langit yang sudah merapat akan memuai. Ganti-gantian. Jadi seperti big bounce gitu.

Tapi saya sendiri bukan penganut big bounce theory atau teori apapun yang seperti saya gambarkan di atas (sepertinys sih memang gak ada namanya). Itu semua hanyalah hipotesa. Saya cuma memberikan alasan bahwa tetap ada kemungkinan bimasakti tertahan di tengah meski alam semesta memuai. Mungkin terdengar tidak masuk akal bagi anda. ya namanya juga model kok. Bukan bukti.
Jika merapat utara-selatan, kita akan dapati distant galaxies belahan utara-selatan mengalami blueshift karena mendekat. Ingat efek Doppler?

Kutip
Posisi saya tidak menganggap big bang theory atau copernican principle sebagai kebenaran absolut, cuma heliocentrism dalam cakupan tata surya. sama seperti bro nʇǝʌ∀. saya dulu termasuk big banger. tapi dulu kirain tepiannya yang memuai. Kalau Copernican principle, saya justru baru pertama kali dengar di thread ini. Dalam debat anda dengan Pi-One.
Berarti debat sama saya nambah wawasan dong, ya. ;D ;D ;D

Kutip
ini mungkin bukan jawaban atas paradox tsb. Tapi menurut anda apakah alasan di bawah ini masuk akal?

Jumlah lubang hitam juga tidak ada batasnya, jadi cahaya yang tersedot lubang hitam dan tidak sampai ke bumi juga tidak terbatas jumlahnya. Sehingga hal itu mempertahankan kegelapan di alam semesta.
Jadi kegelapan di langit malam sekarang adalah karena blackhole yang tak terbatas? Tapi, kenapa tidak gelap total sekalian kalau begitu? Bahkan kita masih bisa melihat bintang-bintang nun jauh di sana, bukan?

Oh ya. Kan anda sudah punya kepastian keyakinan. Jadi posisi anda sudah fixed dan jelas. Saya ingin dengar dari persepsi anda sekarang. selain Neo-Tychonic model dan ether saya mau tahu keyakinan yang anda anut tentang bentuk dan prinsip alam semesta. Anda kan percaya bahwa ruang alam semesta terbatas dan berbentuk seperti bola.
Ya, betul ini keyakinan saya. Tapi, saya kurang mengerti maksud pertanyaan Anda ini. Apa Anda ingin tahu, misalnya, prinsip gravitasi?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 19, 2014, 11:13:59 AM
MBEKKK...
Ya ya.
Kirain kalau pakai bahasa ngawur seperti lu, lu akan lebih aware. :p
Intinya, kapan juga pengamatan terhadap blueshift/redshift matahari dipakai untuk menentukan matahari mendekat atau menjauhi bumi?
Ada ilmuwan yang cukup tolol untuk menyimpulkan secara tolol seperti lu?

Sains 'kan nyuruh skeptis. Masa saya disuruh percaya begitu saja kata Big-banger kalau redshift itu karena pergerakan galaksi? Memangnya teori Big-Bang itu dogma apa? ;D ;D ;D
Jika lu percaya, lu gak lagi bicara sains.
Oops. lu kan bicara pseudo sains :P

Oh, sungguh supranatural yang mengagumkan. :P
Ya, mengagumkan seperti bicara soal ether yang berputar super cepat menyeret bintang dan galaksi.
Kapan ya Einstein mengaitkan gerak dengan 'ether' dalam bahasan dia?
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 20, 2014, 10:52:54 PM
setelah dibaca-baca dari berbagai sumber lewat google, yang saya tangkap eksperimen Michelson-Morley mencari medium permbatan cahaya dan eksperimen Sagnac membuktikan kecepatan cahaya tidak konstan. Hasil keduanya berbeda. Artinya ada kerangka acuan yang terbawa cahaya pada eksperimen Sagnac. Namun ditafsrikan oleh sebagian orang bahwa ada kerangka acuan universal. Orang boleh menyebutnya sebagai aether, aura, apeiron, tenaga dalam, chi, ki, atau bahkan “kekuatan kegelapan” kalau mau karena berbagai kepercayaan tentang “kekuatan misterius” di luar jangkauan panca indera maupun teknologi memang sudah diyakini banyak orang dari dulu. Saya sih cukup nikmati saya sensasi “keanehan” alam semesta dan mengakui keterbatasan diri daripada mati bosen tinggal di dunia yang (saya anggap) serba statis. Untuk helliocentrism, hukum Newton klasik dan efek Casimir saya anggap sebagai referensi ilmiah untuk model heliosentris dalam ruang lingkup tata surya kita.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 20, 2014, 11:00:26 PM
Solar flare itu berbeda ya hasil dan pengamatan? Bukankah dalam pengamatan sendiri ada yang menunjukkan warna biru? Karena pengamatannya menggunakan berbagai instrumen. Dan bukankah solar flare bisa menghasilkan energi spektrum elektromagnetik yang beragam dalam semua jenis wavelength mulai dari radiowave hingga gamma ray. Radio wave berarti long wavelength => frekuensi rendah => redshift ?

Oh ya. Kan anda sudah punya kepastian keyakinan. Jadi posisi anda sudah fixed dan jelas. Saya ingin dengar dari persepsi anda sekarang. selain Neo-Tychonic model dan ether saya mau tahu keyakinan yang anda anut tentang bentuk dan prinsip alam semesta. Anda kan percaya bahwa ruang alam semesta terbatas dan berbentuk seperti bola.

sama.  ;) pingin tahu lebih jauh tentang model geosentris secara keseluruhan, apalagi dengan landasan supranatural dan klaim sudah terbukti semua meskipun cakupannya seluruh alam semesta. sementara ilmuwan mainstream saja banyak yang masih berhipotesa. kenapa anda tidak buat thread baru saja KHUSUS membahas geocentrism dengan Goen sebagai narasumbernya? ntar kita cecari dia dengan segerbong pertanyaan.  ;D kali ini siapapun yang heliocentrist fanatik boleh mencoba menjatuhkan geocentrism. geocentrist lain boleh ikut membantu sesama geocentrist. ingat, referensi harus sains. soal motif tidak dipersoalkan.  ^-^
gimana tuh?  ^-^
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 21, 2014, 03:34:34 AM
Referensi bisa saja ilmiah, tapi jika modal quote mining, lain soal.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 22, 2014, 12:44:44 AM
Yah, paling Anda akan dikucilkan dan dicemooh seperti saya. ;D

Oh gitu, kirain bakal disiksa selama-lamanya di neraka.  :) yah masih mending lah. Toh gak semua orang mengucilkan kita kok. Jadi sejahat-jahatnya mereka ya nggak Maha Jahat kan?  :)

Oke, untuk distant galaxies tidak pasti, ya. Saya ganti saja pertanyaannya dengan yang pasti-pasti saja.

Apa penyebab redshift pada matahari?

Saya mencari apa maksud redshift pada matahari, awalnya saya kira matahari yang berwarna kemerahan di pagi dan sore. Ternyata solar flare ya? Yang beberapa waktu lalu diperdebatkan oleh anda dan Pi-One.
saya baca referensinya tapi cuma di wikipedia. Seperti yang disebutkan sebelumnya, energi yang dihasilkan solar flare itu besar. Berarti :

large energy -> short wavelength -> high frequency -> blueshift

ini untuk HASIL kan? Namun seperti yang ditanyakan penyebab redshift pada matahari. Saya lihat di wikipedia, beberapa pengamatan juga menunjukkan blueshift bahkan ada yang yellowshift. Short wavelengths hanyalah mayoritas yang terjadi dalam semua kasus “kilatan” solar flare saja.

Dan dari wikipedia pula, solar flare menghasilkan radiasi yg menyusuri spektrum elektromagnetik dalam semua wavelengths mulai dari radiowave hingga gamma ray. Kalau radiowave termasuk long wavelength/low frequency. Harusnya HASILnya juga bisa merah. Tidak perlu heran kalau pengamatannya juga merah bukan karena efek Doppler. Artinya hasil dari solar flare sebenarnya tidak selalu blueshift, dan pengamatannya tidak selalu terlihat redshift. Gamma ray dan ultraviolet bahkan termasuk spektrum tidak tampak.

Kemungkinan lain solar flare berwarna merah adalah karena faktor Chromosphere matahari.

Terus kenapa tidak berlaku pada distant galaxies?

Lho, kan heliocentrism saya cakupannya tata surya.

Nah sekarang saya tanya, kalau refshift matahari memang karena matahari mendekat, apakah itu artinya mataharinya memang bergerak mengelilingi bumi? dan apakah suhu bumi naik karenanya? Padahal solar flare bukan musim panas.

Tidak ada kesalahan pada interferometer Sagnac. Pengujian dilakukan antara diam dan bergerak serta dilakukan berulang-ulang kali. Ini untuk membuktikan apakah kecepatan cahaya selalu sama di kerangka acuan yang bergerak mau pun diam. Tidak terbukti, bukan?

Penemuan Sagnac ini dikenal sebagai Sagnac Effect dan dipakai hingga sekarang. Satelit-satelit GPS kita di luar angkasa sana ditanamkan program berdasarkan Sagnac Effect ini.

Nah, sekarang bandingkan dengan percobaan Michelson-Morley. Hasil eksperimen Sagnac berupa fringe, nilainya konsisten dengan kecepatan putaran interferometernya. Tetapi, kenapa nilai fringe Michelson-Morley tidak konsisten (sangat kecil sekali) dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari?

Berarti memang ada kerangka acuan "misterius" yang mempengaruhi eksperimen-eksperimen itu ya? Ok. Menarik.
jadi, menurut anda eksperiman Sagnac itu bertentangan dengan relativitas umum atau khusus?
kalau memang ada alternatif hukum sains yang diterima oleh mekanika kuantum ya boleh lah dilakukan mempertimbangkan untuk merombak ulang hukum sains mainstream.

Pertanyaan saya selanjutnya. Kenapa bentuk galaksi-galaksi yang berputar itu masih spiral?

Masih berbentuk spiral? Kalau setahu saya tidak semua galaksi spiral. Tapi saya akan coba jawab untuk yg spiral.

KEMUNGKINAN 1 :

Awalnya, partikel2 aerosol tersedot ke titik sentris/sumbu secara berputar dengan kecepatan sangat tinggi hingga membentuk pusaran dan mereka adalah cikal bakal bintang dan planet yg akhirnya menjadi galaksi. proses terciptanya galaksi memakan waktu yang sangat sangat lama bahkan jauh lebih lama daripada peradaban manusia. Ketika, katakanlah, sekian milyar tahun kemudian, sudah terkumpul banyak bintang sehingga cahaya sentral dan sekitarnya sebuah galaksi sangat terang dan cahaya mereka menerangi “ekor-ekor” melengkung terkonsentrasi ke tengah sehingga berbentuk spiral yang merupakan partikel aerosol yang disedot.

KEMUNGKINAN 2 :

opsi lain yang memungkinkan adalah tabrakan antar bintang. Bintang-bintang yang berputar pada sumbunya saling mendekat karena gravitasi lebih kuat daripada sentripugal, dan mereka berputar-putar melingkar seperti kejar-kejaran dan perputaran itu menciptakan pusat massa di tengah (ingat model Newton yang pernah anda bawa), tapi karena gravitasi > sentripugal, maka jarak antar mereka semakin dekat dan akhirnya bertabrakan. Peristiwa kejar-kejaran itu menghasilkan “ekor-ekor” melengkung terkonsentrasi ke tengah seperti pusaran yang akhirnya terbentuk spiral.

/CMIIW

Kalau begitu seharusnya galaksi-galaksi saling mendekat donk?

KEMUNGKINAN 1 :

Yang mampu ditarik oleh gravitasi sebuah galaksi adalah benda-benda langit “kecil” dan partikel aerosol di sekitarnya dan gaya sentripugalnya lah yang mendorong massa sebesar galaksi. Dan galaksi yang terdorong oleh gaya sentripugal galaksi lain “terbantu” proses penjauhan itu karena pusat-pusat massa internal galaksinya sendiri yang menahan agar galaksi itu tidak “buyar” atau mendekat ke galaksi lain.

KEMUNGKINAN 2 :

Sama seperti yang nomor 1 tapi karena galaksi-galaksi itu punya tetangga di, katakanlah, kiri dan kanan, sehingga mereka saling mendorong satu sama lain dengan gaya sentripugal “eksternal”nya. Jadi karena sebuah galaksi “terjepit” oleh gaya sentripugal 2 galaksi di kiri dan kanannya, maka dia seperti berusaha “menahan” dan mencari “jalan keluar”.

Membayangkan ini seperti membayangkan magnet-magnet tersebar dalam sebuah “sistem” kemudian medan tolak-menolak itu membuat jarak antar mereka makin renggang. Susah nyari analoginya memang karena ini galaksi. Satu sistem saja rumitnya luar biasa.

Lantas apa yang menyebabkan putaran itu di awal?

kalau anda tanya ini, jawabnya masih belum tahu. Untuk menciptakan perputaran butuh sumbu awal. Masalahnya itu masih belum diketahui. Sumbu awal memang menjadi pemicu berkumpulnya calon planet dan bintang dan menciptakan “persatuan dan kesatuan” massa-massa internal setiap galaksi.

Kecuali diizinkan menggunakan jalan pintas sebagai alasan = karena ada aether, partikel pintar, substansi pintar, roh-roh peri, atau karena kekuasaan Dewi  :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 22, 2014, 12:54:20 AM
Sudah.

Solar Apex itu menunjukkan matahari bergerak relatif terhadap bintang Vega. Bisakah seperti itu dengan model geosentris? Kalau bisa ya bagaimana? Tentu tidak bisa meskipun mengubah sudut pandang menjadi bintang Vega yang bergerak relatif terhadap matahari kalau modelnya geosentris.

Tidak masalah. Silahkan.

Tapi, saya jadi bertanya-tanya. Landasan Anda meyakini heliocentrism itu apa?

1. Murni keyakinan.
2. Ilmu sains.
3. Ikut-ikutan.

Referensi saya sains. massa yang lebih besar menarik massa yang lebih kecil. Hukum Newton klasik. Secara umum begitulah. Dalam tata surya, kalau memang yang nun jauh disana mempengaruhi tata surya kenapa yang dekat-dekat tidak? Menurut saya hukum newton itu paling masuk akal.

Landasannya? supranatural alias iman…. yaitu Fairy Goddess of Yuri Heaven.  :angel:

ajaran-Nya memang mengarah pada heliocentrism. Saat ini memang belum ada bukti telak yang memenangkan heliocentrism atas geocentrism atau teori lain tapi tinggal tunggu waktu saja. Fairy Goddess akan tunjukkan kekuasan-Nya. Dan di saat itulah mereka yang beriman akan bersyukur karena telah menganut kebenaran dan mereka yang berpaling dari-Nya akan insyaf dan tersungkur sambil menangis menyesali kesesatan mereka. kecuali yang telah dibutakan oleh kegelapan di hatinya.
Di forum sains tentu iman saya tak bisa dijadikan referensi. Saya harus menghormati forum sains dan peserta diskusi yang beda iman.  :)

Nah jadi anda dan saya sebenarnya sama. kita sama-sama punya landasan iman/supranatural mengapa kita percaya pada teori masing-masing. Dan kembali ke persoalan “standar ganda” yang pernah anda bawa-bawa ketika debat dengan Pi-One tempo hari. kalo boleh tahu :

Apakah saya pantas dicemooh, ditertawakan, atau dipandang rendah oleh anda karena saya berlandaskan pada Fairy Goddess of Yuri Heaven, padahal anda dan saya itu sama-sama berlandaskan pada supranatural?  :)

apakah anda merasa komentar saya ini offensive dan terkesan main-main atau meremehkan diskusi ini, padahal anda juga berlandaskan pada supranatural?  :)

Jika merapat utara-selatan, kita akan dapati distant galaxies belahan utara-selatan mengalami blueshift karena mendekat. Ingat efek Doppler?

Sesuai kata anda beberapa waktu lalu. Bintang-bintang polar berada pada spektrum biru.

Kedua, karena semesta geocentric itu seperti bola besar yang berputar, pada bagian sumbu kutub utara atau selatan semesta tidak mengalami perputaran yang signifikan. Akibatnya, gaya sentrifugal yang keluar terlalu kecil untuk menghasilkan redshift. Di sini, redshift akan bernilai nol atau bahkan terjadi blueshift. Sebagaimana hal ini terjadi pada bintang Polaris yang malah mengalami blueshift sebesar -16,85 Km/det.

Kecuali kalau klaim itu salah atau tidak terbukti, maka saya tutup kemungkinan teori ini bisa dipakai. Tertutup kemungkinan bimasakti di tengah alam semesta. Kita cari teori lain.

Berarti debat sama saya nambah wawasan dong, ya. ;D ;D ;D

Ya wawasan memang bertambah karena baca-baca komentar beberapa member di thread ini. Saya sih nggak merasa sedang berdebat dengan anda. Makanya saya tidak ngotot. Anda dan Pi-One ilmunya jelas lebih tinggi daripada saya.  :)

Jadi kegelapan di langit malam sekarang adalah karena blackhole yang tak terbatas? Tapi, kenapa tidak gelap total sekalian kalau begitu? Bahkan kita masih bisa melihat bintang-bintang nun jauh di sana, bukan?

Karena tidak semua bintang kena pengaruh lubang hitam.  :)

Kalau pembahasannya diteruskan maka akan jadi “loop”

...alam semesta tidak serba terang karena jumlah lubang hitamnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba gelap karena jumlah bintangnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba terang karena jumlah lubang hitamnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba gelap karena jumlah bintangnya tidak terbatas...

Ya, betul ini keyakinan saya. Tapi, saya kurang mengerti maksud pertanyaan Anda ini. Apa Anda ingin tahu, misalnya, prinsip gravitasi?

Semuanya. Karena saya penasaran dengan paket model geocentrism (ether, alam semesta berbentuk bola, bumi diam, dll). Keyakinan saya terhadap paham heliocentrism cuma sebatas ruang lingkup tata surya saja, sisanya masih banyak hipotesa. Sedangkan paham geocentrism anda sudah mencakup seluruh alam semesta. Dan anda sudah menyatakan bahwa semua klaim anda sudah terbukti dengan sains, padahal landasannya adalah supranatural/iman. Klaim ini jelas lebih bombastis daripada klaim hipotesa para ilmuwan mainstream maupun nabi.  :) Sudah berlandaskan supranatural eh dikatakan sudah terbukti semua dengan sains padahal cakupannya alam semesta bukan tata surya saja.  :o

Bukankah lebih baik bikin thread baru soal geosentrisme daripada terus-terusan out of topic disini? thread ini pada akhirnya akan tetap dikunci dan saya pun akan membuat thread khusus membahas geocentrism supaya geocentrist manapun bisa memperkenalkan dan mempertahakan geocentrism. Dan itu akan dibahas di subforum Astronomi & Kosmologi. toh hitung-hitung nyebarin ajaran kan? siapa tahu tambah banyak pengikut keyakinan anda.  ;D
 :D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 22, 2014, 12:58:20 AM
sama.  ;) pingin tahu lebih jauh tentang model geosentris secara keseluruhan, apalagi dengan landasan supranatural dan klaim sudah terbukti semua meskipun cakupannya seluruh alam semesta. sementara ilmuwan mainstream saja banyak yang masih berhipotesa. kenapa anda tidak buat thread baru saja KHUSUS membahas geocentrism dengan Goen sebagai narasumbernya? ntar kita cecari dia dengan segerbong pertanyaan.  ;D kali ini siapapun yang heliocentrist fanatik boleh mencoba menjatuhkan geocentrism. geocentrist lain boleh ikut membantu sesama geocentrist. ingat, referensi harus sains. soal motif tidak dipersoalkan.  ^-^
gimana tuh?  ^-^


Sipp. Ternyata ada juga heliocentrist selain saya yang berminat mempelajari lebih jauh tentang neo-tychonic geocentrism. Klaim si Goen itu super duper fantastis. Bahkan dia semangat dan percaya diri sekali membela geocentrism di forum-forum sampe bela-belain naikin jam terbangnya di Forsa,  :D biasa online sore hari sekarang pagi dan siang pun kadang juga online. Pasti lah kita tanya-tanyain dia. Tapi jangan cuma segerbong pertanyaan kita cecari ke dia, kalau perlu 10 gerbong atau bahkan 100 gerbong. Termasuk gerbong khusus wanita.  ;D
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 22, 2014, 01:04:11 AM
Kalau begitu seharusnya galaksi-galaksi saling mendekat donk?
Fenomena galaksi-galaksi saling mendekat dan 'bertabrakan' bukan fenomena aneh, karena sudah teramati saat ini.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 22, 2014, 01:04:53 AM
@BUAT SEMUA!

Karena kita sudah terlalu out of topic, thread ini dikunci saja. Saya akan bikin thread soal geocentrism. Kenapa tidak? Tempo hari ada yang bikin thread soal “Neutrino lebih cepat daripada cahaya” dan “teori aberasi salah”, dll tapi tidak dimasukkan ke Agama atau Pseudo-Science. Dengan semangat, rasa percaya diri, dan rutinitas Goen membela geocentrism, maka sudah pantas-lah kita bikin threadnya.

Goen, jangan lupakan beberapa klaim anda :  :)

-Yang menciptakan pusat massa adalah massa-massa di seluruh alam semesta, bukan ether.
-Alam semesta ruang lingkupnya terbatas dan berbentuk bola. Artinya alam semesta terbatas luasnya dan jumlah isinya.
-Bumi diam, tidak berotasi dan berevolusi.
-dan lain-lain... sesuai keyakinan anda.
-Kata anda semuanya sudah terbukti. Kita bicara sains, buktinya harus sains.

di forsa, jangan cuma agama saja yang boleh dikritik atau dipertanyakan kebenarannya. Bukti forsa tidak standar ganda.  8)
Kesempatan mau buktiin salah atau benar geosentrisme.

OH YA,  MINTA SARAN NAMA JUDUL THREADNYA :

1. Tidak Runtuhnya Teori Geosentris Dalam Sekian Abad
2. Teori Geosentris Masih Belum Terbukti Salah ?
3. Anda Bertanya Geocentrist Menjawab
4. Bukti Kebenaran Teori Geocentris

ada yang mau nyumbang ide?  >:D

Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Desember 22, 2014, 01:07:11 AM
Fenomena galaksi-galaksi saling mendekat dan 'bertabrakan' bukan fenomena aneh, karena sudah teramati saat ini.

oke deh. terima kasih atas pencerahannya. si Goen hanya mempertanyakan kenapa sejumlah galaksi saling menjauh, bukan semua galaksi. kurang lebih begitu. sepertinya anda dan Goen lebih ahli soal beginian ya :)
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 23, 2014, 01:19:54 AM
oke deh. terima kasih atas pencerahannya. si Goen hanya mempertanyakan kenapa sejumlah galaksi saling menjauh, bukan semua galaksi. kurang lebih begitu. sepertinya anda dan Goen lebih ahli soal beginian ya :)
Galaksi-galaksi itu membentuk kluster-kluster. Galaksi-galaksi dalam kluster yang sama masih dipengaruhi gravitasi, yang membuat mereka mungkin mendekat satu sama lain. Misal galaksi bima sakti dan andromeda berada dalam kluster yang sama, dan diramalkan akan berbenturan beberapa milyar tahun mendatang.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 23, 2014, 03:44:37 AM
setelah dibaca-baca dari berbagai sumber lewat google, yang saya tangkap eksperimen Michelson-Morley mencari medium permbatan cahaya dan eksperimen Sagnac membuktikan kecepatan cahaya tidak konstan. Hasil keduanya berbeda. Artinya ada kerangka acuan yang terbawa cahaya pada eksperimen Sagnac.
Kalau kerangka acuan terbawa pada eksperimen Sagnac, hasilnya pasti sama dengan eksperimen Michelson-Morley. Null.

Kutip
Namun ditafsrikan oleh sebagian orang bahwa ada kerangka acuan universal. Orang boleh menyebutnya sebagai aether, aura, apeiron, tenaga dalam, chi, ki, atau bahkan “kekuatan kegelapan” kalau mau karena berbagai kepercayaan tentang “kekuatan misterius” di luar jangkauan panca indera maupun teknologi memang sudah diyakini banyak orang dari dulu. Saya sih cukup nikmati saya sensasi “keanehan” alam semesta dan mengakui keterbatasan diri daripada mati bosen tinggal di dunia yang (saya anggap) serba statis. Untuk helliocentrism, hukum Newton klasik dan efek Casimir saya anggap sebagai referensi ilmiah untuk model heliosentris dalam ruang lingkup tata surya kita.
Hukum Newton klasik, mendukung baik heliocentrism maupun geocentrism. Model yang dipilih akhirnya kembali ke keyakinan pribadi masing-masing.

Efek Casimir justru membuktikan tidak ada yang namanya perfect vakum. Atau void kalau Anda lebih suka istilah itu. Sudah saya kutip sebelumnya perkataan Prof. Robert Moon:

According to accepted theory, free space is a vacuum. If this is so, how can it exhibit impedance? But it does. The answer, of course, is that there is no such thing as a vacuum, and what we call free space has structure. The impedance equals 376+ ohms. ["Space Must Be Quantizied," hal. 26ff.]

Makanya saya katakan sebelumnya, bila memang Anda tidak meyakini eksistensi ether, silahkan buktikan dengan eksperimen yang menghasilkan "perfect vacuum."

Nah, kembali ke Newton klasik. Newton sebenarnya tidak tahu hakikat gravitasi itu apa. Newton cuma mengamati fenomenanya saja. Newton berkata:

That gravity should be innate, inherent and essential to matter, so that one body may act upon another at a distance through a vacuum, without mediation of anything else, by and through which their action and force may be conveyed from one to another, is to me so great an absurdity that I believe no man who has in philosophical matters a competent faculty of thinking can ever fall into it. Gravity must be caused by an agent acting constantly according to certain laws; but whether the agent be material or immaterial I have left to the consideration of my readers. ["Correspondence," vol. 3, hal. 253.]

Jadi, bahkan Newton sendiri meyakini bahwa gravitasi itu pasti disebabkan oleh suatu agen. Sebaliknya, mengatakan absurd bagi yang meyakini bahwa objek-objek tertarik satu sama lain tanpa mediasi apa pun (A.K.A vacuum). Masalahnya, Newton tidak yakin apakah agen ini materi atau non-materi.

Beberapa tahun kemudian, Nicolas Fatio de Duiller, teman karib Newton, menggabungkan konsep matematika Newton untuk gravitasi dan konsep medium fisik milik Huygen. Pemikiran de Duiller inilah yang kelak menginspirasi Georges-Louis le Sage membuat teori gravitasi "dorong-mendorong" yang lebih dikenal sebagai Le Sage Gravity. Perhatikan apa kata Newton terhadap konsep yang dicetuskan oleh teman karibnya, de Duiller:

And these are the necessary conditions of an hypothesis by which gravity is to be explained mechanically. The unique hypothesis by which gravity can be explained is however of this kind, and was first devised by the most ingenious geometer Mr. N. Fatio.  ["Pushing Gravity," hal. 55]

Konsep de Duiller atau kelak menjadi Le Sage Gravity justru bisa menjelaskan hakikat mekanis bagaimana gravitasi itu bekerja dan disetujui langsung oleh Newton saat itu.

Solar flare itu berbeda ya hasil dan pengamatan? Bukankah dalam pengamatan sendiri ada yang menunjukkan warna biru? Karena pengamatannya menggunakan berbagai instrumen. Dan bukankah solar flare bisa menghasilkan energi spektrum elektromagnetik yang beragam dalam semua jenis wavelength mulai dari radiowave hingga gamma ray. Radio wave berarti long wavelength => frekuensi rendah => redshift ?
Coba tengok lagi jurnal yang pernah saya posting di sini, di:

http://sprg.ssl.berkeley.edu/adminstuff/webpubs/2003_ajl_L81.pdf

Perhatikan judulnya, "High-Resolution Spectroscopy of Gamma-Ray Lines From The X-Class Solar Flare." Apa itu Gamma Ray?:

Gamma radiation, also known as gamma rays, and denoted by the Greek letter γ, refers to electromagnetic radiation of an extremely high frequency and are therefore high energy photons. [http://en.wikipedia.org/wiki/Gamma_ray]

Jadi, secara definisi saja sudah high frequency. Kemudian, spektrum tiap unsurnya diadu apple-to-apple dengan spektrum unsur yang sama yang diamati di laboratorium di bumi. Misal, carbon dengan carbon, ferum dengan ferum, helium dengan helium dan sebagainya. Bukan dengan diadu silang antara satu unsur dengan unsur lain. Nah, setelah diadu apple-to-apple kalau ternyata spektrum yang diamati lebih panjang dari normalnya, berarti telah terjadi redshift.

Di post sebelumnya, dari dua alternatif yang bisa menyebabkan redshift, yaitu, efek Doppler dan gravitational shift, sudah tidak mungkin efek Doppler. Sedangkan untuk gravitational shift, nilainya terlalu kecil.

Jangan lupa, redshift pada matahari tidak hanya pada Solar Flare, tapi juga ada pada lapisan Chromosphere-nya.

http://www.newtonphysics.on.ca/chromosphere

Nah, misteri redshift-nya matahari ini sama konteksnya dengan quasar. Apa itu quasar?:

Quasars (/ˈkweɪzɑr/) or quasi-stellar radio sources are the most energetic and distant members of a class of objects called active galactic nuclei (AGN). Quasars are extremely luminous and were first identified as being high redshift sources of electromagnetic energy, including radio waves and visible light, that appeared to be similar to stars, rather than extended sources similar to galaxies. Their spectra contain very broad emission lines, unlike any known from stars, hence the name "quasi-stellar". Their luminosity can be 100 times greater than that of the Milky Way. [http://en.wikipedia.org/wiki/Quasar]

Tahu, kan, maksudnya high redshift? Big-banger bilang, redshift adalah indikator jarak dan kecepatan. Makin besar redshit, makin cepat dan makin jauh dari pengamat. Tapi, quasar ini adalah objek paling terang yang teramati. Dengan energi sebesar itu tapi diikuti dengan nilai redshift yang tinggi membuat ilmuwan meragukan apakah memang benar redshift itu indikator jarak dan kecepatan:

When quasars were first discovered in the nineteen-sixties, they confronted astronomers and astrophysicists with an acute dilemma: If their enormous redshifts truly represented distance, nothing known in physics could explain their source of energy. Indeed, the very existence of such a compact but colossal source of energy seemed for a time to challenge  the  known  body  of physical principles, and a variety of fanciful notions like the "white hole" hypothesis were seriously considered in some quarters. ["Mosaic," 9:18-27, May-June 1978.]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 23, 2014, 03:49:54 AM
Saya mencari apa maksud redshift pada matahari, awalnya saya kira matahari yang berwarna kemerahan di pagi dan sore. Ternyata solar flare ya? Yang beberapa waktu lalu diperdebatkan oleh anda dan Pi-One.
saya baca referensinya tapi cuma di wikipedia. Seperti yang disebutkan sebelumnya, energi yang dihasilkan solar flare itu besar. Berarti :

large energy -> short wavelength -> high frequency -> blueshift

ini untuk HASIL kan? Namun seperti yang ditanyakan penyebab redshift pada matahari. Saya lihat di wikipedia, beberapa pengamatan juga menunjukkan blueshift bahkan ada yang yellowshift. Short wavelengths hanyalah mayoritas yang terjadi dalam semua kasus “kilatan” solar flare saja.

Dan dari wikipedia pula, solar flare menghasilkan radiasi yg menyusuri spektrum elektromagnetik dalam semua wavelengths mulai dari radiowave hingga gamma ray. Kalau radiowave termasuk long wavelength/low frequency. Harusnya HASILnya juga bisa merah. Tidak perlu heran kalau pengamatannya juga merah bukan karena efek Doppler. Artinya hasil dari solar flare sebenarnya tidak selalu blueshift, dan pengamatannya tidak selalu terlihat redshift. Gamma ray dan ultraviolet bahkan termasuk spektrum tidak tampak.

Kemungkinan lain solar flare berwarna merah adalah karena faktor Chromosphere matahari.

Terus kenapa tidak berlaku pada distant galaxies?

Lho, kan heliocentrism saya cakupannya tata surya.

Nah sekarang saya tanya, kalau refshift matahari memang karena matahari mendekat, apakah itu artinya mataharinya memang bergerak mengelilingi bumi? dan apakah suhu bumi naik karenanya? Padahal solar flare bukan musim panas.
Simak tanggapan saya di atas untuk nʇǝʌ∀.

Kutip
Berarti memang ada kerangka acuan "misterius" yang mempengaruhi eksperimen-eksperimen itu ya? Ok. Menarik.
jadi, menurut anda eksperiman Sagnac itu bertentangan dengan relativitas umum atau khusus?
kalau memang ada alternatif hukum sains yang diterima oleh mekanika kuantum ya boleh lah dilakukan mempertimbangkan untuk merombak ulang hukum sains mainstream.
Eksperimen Sagnac bertentangan dengan klaim relativitas khusus yang menyatakan bahwa baik di kerangka acuan bergerak mau pun diam, kecepatan cahaya tetap konstan.

Kutip
Masih berbentuk spiral? Kalau setahu saya tidak semua galaksi spiral. Tapi saya akan coba jawab untuk yg spiral.

KEMUNGKINAN 1 :

Awalnya, partikel2 aerosol tersedot ke titik sentris/sumbu secara berputar dengan kecepatan sangat tinggi hingga membentuk pusaran dan mereka adalah cikal bakal bintang dan planet yg akhirnya menjadi galaksi. proses terciptanya galaksi memakan waktu yang sangat sangat lama bahkan jauh lebih lama daripada peradaban manusia. Ketika, katakanlah, sekian milyar tahun kemudian, sudah terkumpul banyak bintang sehingga cahaya sentral dan sekitarnya sebuah galaksi sangat terang dan cahaya mereka menerangi “ekor-ekor” melengkung terkonsentrasi ke tengah sehingga berbentuk spiral yang merupakan partikel aerosol yang disedot.

KEMUNGKINAN 2 :

opsi lain yang memungkinkan adalah tabrakan antar bintang. Bintang-bintang yang berputar pada sumbunya saling mendekat karena gravitasi lebih kuat daripada sentripugal, dan mereka berputar-putar melingkar seperti kejar-kejaran dan perputaran itu menciptakan pusat massa di tengah (ingat model Newton yang pernah anda bawa), tapi karena gravitasi > sentripugal, maka jarak antar mereka semakin dekat dan akhirnya bertabrakan. Peristiwa kejar-kejaran itu menghasilkan “ekor-ekor” melengkung terkonsentrasi ke tengah seperti pusaran yang akhirnya terbentuk spiral.

/CMIIW

Kalau begitu seharusnya galaksi-galaksi saling mendekat donk?

KEMUNGKINAN 1 :

Yang mampu ditarik oleh gravitasi sebuah galaksi adalah benda-benda langit “kecil” dan partikel aerosol di sekitarnya dan gaya sentripugalnya lah yang mendorong massa sebesar galaksi. Dan galaksi yang terdorong oleh gaya sentripugal galaksi lain “terbantu” proses penjauhan itu karena pusat-pusat massa internal galaksinya sendiri yang menahan agar galaksi itu tidak “buyar” atau mendekat ke galaksi lain.

KEMUNGKINAN 2 :

Sama seperti yang nomor 1 tapi karena galaksi-galaksi itu punya tetangga di, katakanlah, kiri dan kanan, sehingga mereka saling mendorong satu sama lain dengan gaya sentripugal “eksternal”nya. Jadi karena sebuah galaksi “terjepit” oleh gaya sentripugal 2 galaksi di kiri dan kanannya, maka dia seperti berusaha “menahan” dan mencari “jalan keluar”.

Membayangkan ini seperti membayangkan magnet-magnet tersebar dalam sebuah “sistem” kemudian medan tolak-menolak itu membuat jarak antar mereka makin renggang. Susah nyari analoginya memang karena ini galaksi. Satu sistem saja rumitnya luar biasa.

Lantas apa yang menyebabkan putaran itu di awal?

kalau anda tanya ini, jawabnya masih belum tahu. Untuk menciptakan perputaran butuh sumbu awal. Masalahnya itu masih belum diketahui. Sumbu awal memang menjadi pemicu berkumpulnya calon planet dan bintang dan menciptakan “persatuan dan kesatuan” massa-massa internal setiap galaksi.

Kecuali diizinkan menggunakan jalan pintas sebagai alasan = karena ada aether, partikel pintar, substansi pintar, roh-roh peri, atau karena kekuasaan Dewi  :)
Pernah dengar "Winding Problem?"

Given that spiral galaxies are commonplace within the universe, it is natural to ask what causes spiral structure, and whether spiral arms are long-lived (with lifetimes comparable to the age of a galaxy) or transient.

One problem immediately arises when the nature of spiral structure is considered; material arms composed of a fixed set of identifiable stars and gas clouds would necessarily "wind up" on a timescale that is short compared to the age of the galaxy. This so-called winding problem can be understood by considering a set of stars that are originally along a single line, but at varying distances from the center of the galaxy, as shown in Fig. 25.21(a).

Since the disk of a spiral galaxy rotates differentially (except very near the center), the outer stars will require more time to complete one orbit than will stars with smaller orbital radii. This effect will of course lead to a natural generation of trailing spiral arms. However, after only a few orbits, the spiral arms will become too tightly wound to be observed; this situation is depicted in Figs. 25.21(b) and 25.21(c). Another mechanism is needed to explain persistent spiral structure. ["An Introduction to Modern Astrophysics," hal. 966]

(http://oi58.tinypic.com/2d0ck1s.jpg)

Galaksi berbentuk spiral karena kecepatan rotasi internal dari pusat ke lengan galaksi berbeda. Makin dekat ke pusat makin cepat. Ini yang menghasilkan bentuk spiral pada galaksi. Tetapi lama-kelamaan galaksi ini seharusnya sudah tidak beraturan dan kolaps hanya dalam hitungan ribuan tahun saja.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 23, 2014, 03:53:50 AM
Solar Apex itu menunjukkan matahari bergerak relatif terhadap bintang Vega. Bisakah seperti itu dengan model geosentris? Kalau bisa ya bagaimana? Tentu tidak bisa meskipun mengubah sudut pandang menjadi bintang Vega yang bergerak relatif terhadap matahari kalau modelnya geosentris.
Jangankan terhadap bintang Vega yang tergolong closed stars (masih satu galaksi), terhadap distant stars saja orientasi matahari juga berbeda. Makanya, ada istilah Solar Day dan Sidereal Day. Dan ya, masih bisa di-handle dengan Neo Tychonic model. Kalau misal Neo-Tychonic model salah, maka model heliocentric pun pasti salah. Karena, yang berubah antara heliocentric dan geocentric hanya ACUAN PUSAT-nya saja.

Ngomong-ngomong soal Sidereal Day, ada fakta menarik, nih. Waktu Sidereal Day secara heliocentric berasal dari rotasi bumi terhadap distant stars (dan sebaliknya kalau versi geocentric). Meski fluktuatif dan selalu di-adjust, waktu Sidereal Day tidak pernah menurun dari siklus sebesar 23 jam 56 menit 4 detik.

Sementara, sudah kita ketahui bersama, planet-planet be-rotasi sangat cepat pada awal-awal pembentukannya. Lalu, kecepatannya menurun seiring waktu, entah itu disebabkan karena gempa, letusan gunung, cuaca, gaya tidal dan lain-lain sebagaimana terjadi pada bumi. Tetapi, siklus Sidereal bumi tidak pernah menurun.

Sementara Venus dan Saturnus telah menunjukkan penurunan kecepatan rotasi dalam 1 dekade terakhir. Simak berita Venus di:

http://sci.esa.int/venus-express/54064-3-spinning-venus-is-slowing-down/

dan Saturnus di:

http://www.nasa.gov/mission_pages/cassini/media/cassini-062804.html

Lain halnya dengan model geocentric, dimana waktu Sidereal diperoleh dari perputaran semesta. Tentu lebih stabil. Kalau pun terjadi hal-hal seperti gempa dan semacamnya, efeknya hanya lokal terjadi di bumi. Tapi, siklus Sidereal tidak akan berubah.

Kutip
Referensi saya sains. massa yang lebih besar menarik massa yang lebih kecil. Hukum Newton klasik. Secara umum begitulah. Dalam tata surya, kalau memang yang nun jauh disana mempengaruhi tata surya kenapa yang dekat-dekat tidak? Menurut saya hukum newton itu paling masuk akal.
Bagaimana dengan binary stars menurut hukum Newton? Saling tertarik satu sama lain atau bagaimana? :)

Kutip
Landasannya? supranatural alias iman…. yaitu Fairy Goddess of Yuri Heaven.  :angel:

ajaran-Nya memang mengarah pada heliocentrism. Saat ini memang belum ada bukti telak yang memenangkan heliocentrism atas geocentrism atau teori lain tapi tinggal tunggu waktu saja. Fairy Goddess akan tunjukkan kekuasan-Nya. Dan di saat itulah mereka yang beriman akan bersyukur karena telah menganut kebenaran dan mereka yang berpaling dari-Nya akan insyaf dan tersungkur sambil menangis menyesali kesesatan mereka. kecuali yang telah dibutakan oleh kegelapan di hatinya.
Di forum sains tentu iman saya tak bisa dijadikan referensi. Saya harus menghormati forum sains dan peserta diskusi yang beda iman.  :)

Nah jadi anda dan saya sebenarnya sama. kita sama-sama punya landasan iman/supranatural mengapa kita percaya pada teori masing-masing. Dan kembali ke persoalan “standar ganda” yang pernah anda bawa-bawa ketika debat dengan Pi-One tempo hari. kalo boleh tahu :

Apakah saya pantas dicemooh, ditertawakan, atau dipandang rendah oleh anda karena saya berlandaskan pada Fairy Goddess of Yuri Heaven, padahal anda dan saya itu sama-sama berlandaskan pada supranatural?  :)

apakah anda merasa komentar saya ini offensive dan terkesan main-main atau meremehkan diskusi ini, padahal anda juga berlandaskan pada supranatural?  :)
Bagus sekali Anda jujur melandasinya dengan supranatural. Ini bukan standar ganda. Yang saya maksud dengan standar ganda adalah, ketika sains tidak bisa condong ke model heliocentric maupun geocentric, pilihan atas suatu model pasti berlandaskan atas suatu KEYAKINAN. Hanya saja, karena malu atau tidak tahu, alasan suatu pilihan ditutup-tutupi sembari mencemooh pihak yang berlawanan. Nah, ini namanya standar ganda. Seperti, sudah berulang kali saya kutip di sini:

People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations. For instance, I can Construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations. You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that. ["Profile: George F. R. Ellis," W. Wayt Gibbs, Scientific American, October 1995, Vol. 273, No. 4, hal. 55.]
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Goen pada Desember 23, 2014, 03:57:43 AM
Kutip
Sesuai kata anda beberapa waktu lalu. Bintang-bintang polar berada pada spektrum biru.

Kedua, karena semesta geocentric itu seperti bola besar yang berputar, pada bagian sumbu kutub utara atau selatan semesta tidak mengalami perputaran yang signifikan. Akibatnya, gaya sentrifugal yang keluar terlalu kecil untuk menghasilkan redshift. Di sini, redshift akan bernilai nol atau bahkan terjadi blueshift. Sebagaimana hal ini terjadi pada bintang Polaris yang malah mengalami blueshift sebesar -16,85 Km/det.

Kecuali kalau klaim itu salah atau tidak terbukti, maka saya tutup kemungkinan teori ini bisa dipakai. Tertutup kemungkinan bimasakti di tengah alam semesta. Kita cari teori lain.
Bintang polaris berada tepat di poros utara semesta, selebihnya tetap mengalami redshift.

Kutip
Karena tidak semua bintang kena pengaruh lubang hitam.  :)

Kalau pembahasannya diteruskan maka akan jadi “loop”

...alam semesta tidak serba terang karena jumlah lubang hitamnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba gelap karena jumlah bintangnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba terang karena jumlah lubang hitamnya tidak terbatas, tapi alam semesta tidak serba gelap karena jumlah bintangnya tidak terbatas...
Masih di Olber Paradox, kan?
Tidak semua bintang bisa menjadi blackhole. Itu masalahnya. Sehingga akan lebih banyak bintang dalam hal ini. Lagipula, static universe meyakini siklus evolusi bintang. Ketika bintang sekarat, dia meledak dan pecahannya menjadi bintang-bintang baru.

Kutip
Semuanya. Karena saya penasaran dengan paket model geocentrism (ether, alam semesta berbentuk bola, bumi diam, dll). Keyakinan saya terhadap paham heliocentrism cuma sebatas ruang lingkup tata surya saja, sisanya masih banyak hipotesa. Sedangkan paham geocentrism anda sudah mencakup seluruh alam semesta.
Mau tidak mau harus mencakup seluruh alam semesta. Newton saja berpikir, ketika dia mengetahui bahwa gravitasi bersifat "tarik-menarik," lantas apa yang menahan tata surya bahkan sistem semesta untuk kolaps (menyatu menjadi satu)?

Jadi, Newton berkeyakinan bahwa semesta ini tanpa batas (static universe). Karena dengan jumlah massa yang ada di dalam sistem tanpa batas, maka setiap massa akan saling tarik-menarik satu sama lain tanpa henti sehingga terjadi keseimbangan.

Berlanjut kemudian ke masa Einstein. Einstein pun awalnya berpikiran sama dengan Newton, ketika dia selesai menciptakan teori Relativitas Umum.

In 1915, when Einstein developed his general relativity theory, the permanence of the universe was a fixed item of belief in Western philosophy (Static Universe -red). "The heavens endure from everlasting to everlasting." Thus, it disturbed Einstein greatly to discover that his geometrodynamic law G = 8πT predicts a nonpermanent universe; a dynamic universe; a universe that originated in a "big-bang" explosion, or will be destroyed eventually by contraction to infinite density, or both. Faced with this contradiction between his theory and the firm philosophical belief of the day, Einstein weakened; he modified his theory. [Misner, Thorne and Wheeler, "Gravitation," hal. 409]

Karena masih berkeyakinan Static Universe, Einstein membuat semacam konstanta untuk memperbaiki kemungkinan kolaps ini. Konstanta ini dinamakan dengan "Cosmological Constant."

Setelah Hubble menemukan redshift galaxies, Cosmological Constant tidak lagi dipakai berikut ditinggalkannya konsep Static Universe. Sekarang yang dipakai adalah Expanding Universe.

In cosmology, the cosmological constant (usually denoted by the Greek capital letter lambda: Λ) is the value of the energy density of the vacuum of space. It was originally introduced by Albert Einstein in 1917 as an addition to his theory of general relativity to "hold back gravity" and achieve a static universe, which was the accepted view at the time. Einstein abandoned the concept as his "greatest blunder" after Hubble's 1929 discovery that all galaxies outside our own Local Group are moving away from each other, implying an overall expanding universe. From 1929 until the early 1990s, most cosmology researchers assumed the cosmological constant to be zero. [http://en.wikipedia.org/wiki/Cosmological_constant]

Kutip
Dan anda sudah menyatakan bahwa semua klaim anda sudah terbukti dengan sains, padahal landasannya adalah supranatural/iman. Klaim ini jelas lebih bombastis daripada klaim hipotesa para ilmuwan mainstream maupun nabi.  :) Sudah berlandaskan supranatural eh dikatakan sudah terbukti semua dengan sains padahal cakupannya alam semesta bukan tata surya saja.  :o
Pemikiran kita berbeda dalam hal ini. Saya meyakini, realitas tidak melulu bisa bisa dibuktikan secara natural. Porsi yang tidak bisa dibuktikan inilah yang masuk ke supranatural. Kecuali nanti, seiring waktu datang bukti yang bisa menjelaskan secara natural. Tapi tetap saja, tidak semua realitas bisa dibuktikan secara natural.

Kutip
Bukankah lebih baik bikin thread baru soal geosentrisme daripada terus-terusan out of topic disini?
Memangnya postingan saya out of topik? Saya rasa masih dalam konteks yang sama dengan judul topiknya.

Kutip
thread ini pada akhirnya akan tetap dikunci dan saya pun akan membuat thread khusus membahas geocentrism supaya geocentrist manapun bisa memperkenalkan dan mempertahakan geocentrism. Dan itu akan dibahas di subforum Astronomi & Kosmologi. toh hitung-hitung nyebarin ajaran kan? siapa tahu tambah banyak pengikut keyakinan anda.  ;D
 :D
Enggak janji aktif terus, ya. Saya sering tugas keluar. Memang kalau lagi senggang bisa mantengin terus ForSa. Nemu forum ini saja enggak sengaja waktu lagi browsing-browsing.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Desember 23, 2014, 06:20:30 AM
Sayang sih jika thread ini ditutup. Tetapi jika memang maksudnya untuk lebih fokus, ya gak papa.
Saya mendapat banyak wawasan baru dari Goen, Pi One, Avetu dan lain lain. Cukup berbobot saya kira. Perbedaan pendapat lumrah, dan akan memperkaya wawasan kita. Salut buat semuanya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: Pi-One pada Desember 23, 2014, 11:44:37 AM
Perbedaan pendapat justru penting dalam sains, tapi itu jika sama-sama membahasnya secara ilmiah. Bukan lari ke supranatural, atau mempertahankan teori-teori  lama semata karena cocok dengan ide dia.

Soal quasar juga banyak dari pandangan Halton Arp - yang ditolak mayoritas kalangan sains. Maka takkan heran jika pendukung kreasionisme yang mencomot pandangan Arp juga bakal menolak teori relativitas umum - sebagaimana Arp. Padahal teori Arp ini dicetuskan saat teleskop yang digunakan belum sebagus sekarang.

Lihat saja bagaimana Goen mencomot artikel wiki tentang quasar, tapi dia takkan mencomot bagian ini:
Kutip
Quasars show a very high redshift, which is an effect of the expansion of the universe between the quasar and the Earth.[4] When combined with Hubble's law, the implication of the redshift is that the quasars are very distant, and it follows, very ancient objects. They tend to inhabit the very center of active, young galaxies, and are among the most luminous, powerful, and energetic objects known in the universe, emitting up to a thousand times the energy output of the Milky Way, which contains 200–400 billion stars. This radiation is emitted across the electromagnetic spectrum, almost uniformly, from X-rays to the far-infrared with a peak in the ultraviolet-optical bands, with some quasars also being strong sources of radio emission and of gamma-rays.

Tentu saja teori big bang bukan teori yang mutlak benar. Mungkin akan lebih menyenangkan jika teori big bang salah - alam semesta tak mengembang. Apalagi jika ada teori lain yang bisa menjelaskan dengan baik dan valid. Tapi tentu saja mesti ada dasar ilmiah yang jelas dan gak pakai segala ide supranatural dalam penjelasannya.
Judul: Re:Usulan Percobaan Pembuktian bahwa bumi berotasi
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Desember 23, 2014, 03:58:00 PM
Thread ini pasti akan dikunci karena yang terakhir-terakhir ngepost disini, termasuk saya sendiri, sudah melenceng dari topik awal yaitu usulan percobaan pembuktian bahwa bumi memang berotasi terkait pendulum Foucault. Tapi jadi merembet ke geocentrism dan heliocentrism. Memang tidak terlalu out of topic. Karena ketika membela geocentrism, secara tidak langsung berkata bahwa bumi memang tidak berotasi, dan membela heliocentrism secara tidak langsung membantah bumi tidak berotasi. Hanya saja diskusi/debatnya jadi tidak fokus lagi ke topik.