Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 02, 2022, 01:04:58 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 50
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 17
Total: 17

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Bagaimana Jika Indonesia dan AS Kerjasama Dalam Bidang Nanoteknologi?

Dimulai oleh cassle, Mei 11, 2010, 06:52:11 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

cassle

Kutipan dari Republika online hari ini:

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merencanakan kerja sama di berbagai bidang penelitian dengan Amerika Serikat. Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggara Jeni Apt MSc mengatakan, kerja sama yang dilakukan dalam waktu dekat adalah bidang energi dan kelautan. Kerja sama ini merupakan bagian New Science and Technology Agreement yang ditandatangani Maret 2010 antara Menristek dan Duta Besar AS.

Hari ini, Utusan Khusus Presiden AS Barak Obama Bidang Sains Prof Dr Bruce Alberts hadir di Cibinong Science Center (CSC), Bogor, Jawa Barat''Kita atur pertemuan antar peneliti kedua negara untuk set up kerja sama itu. Nanti dilaksanakan semacam pusat riset atau dengan sesama universitas di sana," kata Umar.

Bidang penelitian yang dikerjasamakan, sambung Umar, sangat luas.  ''Kerja sama biodiversity dengan AS sudah berjalan sebelumnya. Di bidang geologi juga sudah dengan California Institute of Technology. Lalu ke depan, bisa saja di bidang kelautan dan nanoteknologi.''

Untuk transfer teknologi, Umar berpendapat bahwa pengembangan riset itu bisa dilakukan dengan industri. Untuk itu, harus ada kerja sama dengan industri, baik domestik, maupun luar negeri. Diakuinya, kerja sama harus dilakukan intensif. ''Dengan industri luar negeri belum ada. Mereka (AS) menjelaskan, akan jembatani, tentunya.''

Menurut Umar, Presiden Obama selalu ingin bekerja sama dengan negara-negara berkembang, terutama dengan pendekatan-pendekatan ilmiah. ''Tak perlu dengan pendekatan politik, security, dan lain-lain, tapi ilmiah. Kita sambut baik hal ini. Alhamdulillah, payung hukumnya sudah ada.''

New Science and Technology Agreement Indonesia-AS berlaku untuk lima tahun. Bila kedua belah pihak ingin melanjutkan kerja sama, maka kesepakatan itu otomatis diperpanjang lima tahun lagi.
Red: Siwi Tri Puji.B
Rep: Dewi Mardiani

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

***
Seperti yang kita tahu, mungkin saja kerjasama ini dapat meliputi sektor nanoteknologi, melihat kinerja peneliti Indonesia di bidang nanoteknologi sudah cukup terbilang maju dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Menurut teman-teman sendiri bagaimana? Akankah kerjasama ini menghasilkan dampak yang signifikan?

muhsatrio

percuma,orang pintar di indonesia sudah banyak yang dipakai di luar negeri..

feb_slipknot

mw tanya dulu deh. . . .
teknologi Nano itu apa dulu . . ,
bru mw ngsih komment ne . .
hoohhoohohoh :-)

mei_er

Nanometer sendiri artinya satu per satu miliar meter, sehingga teknologi ini juga berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil. Di dalamnya tergabung ilmu fisika, teknik, biologi molekuler, serta kimia.

Marmadewa

Ada saat dimana manusia tidak dibedakan oleh apapun tapi hanya mankind = umat manusia. umat manusia dengan problematika yang sama, yang harus mampu menanggulangi kebutuhannya dengan keterbatasan materi penunjang dari generasi ke generasi. Nano teknologi bukan suatu hal yang baru, akan hadir teknologi yang lebih spesifik lagi. sebagai generasi ahli ilmu, kita tidak boleh dibatasi oleh apapun, asal dengan tujuan menyempurnakan untuk mengenali asal muasal manusia dan mengenali sang ESA. Jangankan AS, rusia, india, china kalau memang demi menjaga kelestarian alam semesta dimana kita tinggal, why not....??