Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juli 27, 2021, 02:48:54 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139657
  • Total Topik: 10399
  • Online Today: 124
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 45
Total: 45

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: apa bisa ekonomi kerakyatan diurus oleh orang yang suka jual aset bangsa ?  (Dibaca 5927 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline KHAERUL

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 2
emang bisa ?
giman caranya ?

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
ekonomi karakyatan merupakan ekonomi yang sepenuhnya berpihak pada rakyat. jadi untuk saat kritis, menjual BUMN diperbolehkan asalkan demi tercapainya keadaan rakyat yang lebih baik.

BUMN yang masih berpeluang menghasilkan produk yang besar dimasa datang tidak perlu dijual.
banyak pertimbangan pemerintah saat menjual BUMN, semisal jika Indosat tidak dijual kepada pihak swasta, mungkin di Indonesia sekarang ini masih mejadi negara dengan tariftelepon terbesar di Asia tenggara. dengan dikelolanya Indosat oleh pihak swasta, maka persaingan harga akan membawa dampak baik bagi masyarakat. hal yang mungkin tidak bisa dilakukan jika Indosat dikelola pemerintah.

untuk Blok cepu, saya masing sangsi, harusnya dalam pengelolaan Blok cepu tidak usah bekerja sama dengan exon moble, Indonesia sudah punya SDM yang mencukupi untuk mengelola tambang minyak sendiri.

saya yakin, jika Indonesia yakin bisa mengelola SDA, maka Indonesia bisa.

alasan mengapa Bank BUMN di jual,
mengapa tambang dijual dll
adalah tidak yakinnya pemerintah terhadap SDM yang dimiliki.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Tdk itu jg bgmn dg freeport yg dperpanjang kontraknya dmn qt th sndiri kontrak itu merugikan Indonesia puluhan trilyun rupiah bhkn lbh,namun masyarakat dsekitarnyapun blm sejahtera bhkn tertinggal itu sebabnya mereka minta referendum,q heran knp saat pemerintahan yg dl mmperpanjang kontraknya?!apa itu jg ekonomi kerakyatan?rakyat yg mana?
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
positif thinking mode on

mungkin hasilnya tidak langsung diberikan kepada masyarakat sekitar, karena bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. jadi tidak untuk masyarakat di sekitar freeport saja. tetapi menyeluruh. misalnya subsidi pangan, subsidi BBM, dll, dll...

kritik mode : on
memang kekayaan alam yang terkandung didalam bumi Indonesia dikuasi negara, tapi bodohnya pemerintah yang tidak bisa menghitung untung ruginya menjual BUMN, tambang, dll.dll
padahal modal produktif semacam itu hanya perlu SDM yang memadai untuk memaksimalkan penghasilannya.
dan saya kira Indonesia punya, kalo Indonesia berani mengambil langkah untuk mengolah SEMUA BUMN sendiri, saya yakin, akan timbul peningkatan mutu SDM dan lapangan pekerjaan.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
ya itu karena salah satunya disebabkan perjanjian kita pada pihak asing saat kita terima utang...
coba pikirkan, kontraknya nambang satu jenis mineral, tapi kenyataannya mineral yg diambil banyak macamnya, wah gimana ga rugi dan merasa diBODOHIN? kenapa sh pihak2 asing itu seringnya bersifat menguasai, mengambil alih dan menindas, apa mereka ga punya agama yg melarangnya?pasti punya kan?tapi knp ga di pake aturan agama mereka sbg dasar tindakan?mungkin  mereka lebih menTUHANkan UANG kali...

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
seperti dalam prinsip ekonomi pada dasarnya mencari keuntungan segedhe-gedhenya dengan modal sekecil-kecilnya... seharusnya pihak asing tidak perlu disalahkan, yang perlu diperbaiki adalah diri kita dari dalam. mereka punya agama, tapi mereka juga punya hak untuk bermain politik, bahkan dalam dunia ekonomi sekalipun, so what? bangsa ini yang menghargai dirinya terlalu murah, makanya banyak yang membeli dengan murah.

pernah juga terjadi kasus, pihak asing yang mengelola tambang kita dengan nilai tambangnya 100 juta dollar, tapi karena suatu kesalahan sedikit, kita didenda 250 juta dollar,.. gimana?

Offline eternal_aeon

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 48
  • IQ: 0
gw pernah liat di TV tentang awal masa orba berkuasa, disitu di ceritakan bahwa ketika awal masa orba berkuasa keuangan negara sangat tipis kerena dipake orla buat danain perang dan operasi militer sehingga gak bisa menjalankan roda pemerintahan makanya dipanggillah pihak asing biar dapet uang cash buat menjalankan roda pemerintahan dan hadirlah freeport di indonesia. sehingga jika hal itu bener masak sekarang kita mo salahain freeport ?

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
ya kita sekarangkan udah merdeka dulz...
dan saat pemerintahan sebelumnya seharusnya kontrak freeport udh habis tapi kenapa dilanjut klo pd kenyataannya sangat merugikan negara dgn mengeruk habis kekayaan negara???trus klo kekayaan negara udh habis mo jual apa lagi nh???apa mo jual diri?hehehe

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
6321 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2009, 01:10:21 PM
oleh Rosyid
7 Jawaban
4246 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2009, 05:10:25 AM
oleh Nabih
2 Jawaban
5602 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 15, 2010, 04:09:47 AM
oleh galihutomo
0 Jawaban
13187 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2019, 03:20:17 AM
oleh Joni
1 Jawaban
13790 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 28, 2019, 09:27:45 PM
oleh The Houw Liong