Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 21, 2021, 06:37:42 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139618
  • Total Topik: 10381
  • Online Today: 301
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 19
Total: 19

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Kondisi Keuangan RI  (Dibaca 1128 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Im

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 105
  • IQ: 38
  • Spritual, Sains Dan Seni
    • Kanal Inspirasi A+
Kondisi Keuangan RI
« pada: November 30, 2016, 02:40:13 AM »
Utang pemerintah pusat membengkak sampai Rp 3.438,29 triliun pada Agustus 2016. Realisasi naik sebanyak Rp 78,47 triliun dibanding posisi bulan Juli 2016 yakni Rp 3.359,82 triliun.

Ekonom PT Samuel Aset Management Lana Soelistianingsih menganggap, utang pemerintahini masih wajar. Lantaran, belum melewati batas aman di 33 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Utang pemerintah pusat saat ini sebanyak 27,7 persen dari PDB Rp 12.627 triliun.

"Biasanya dibilang aman karena batasnya 33 persen sampai 44 persen. Masih dibilang bisa ditolerir. Kalau sampai 60 persen bahaya," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Lana menerangkan, utang memang bakal membengkak karena penerimaan negara masih minim. Dia bilang, naiknya  utang pemerintah juga diperkirakan untuk membayar utang yang telah jatuh tempo.

"Karena utang jatuh tempo, hasilnya defisit. Makin besar defisit makin besar utangnya. Penerimaan memang kurang tidak hanya dari tax amnesty," jelas dia.

Pencarian dana dari utang merupakan langkah yang bisa ditempuh pemerintah saat ini. Dia bilang, pemerintah sulit menempuh opsi lain untuk menambal defisit anggaran.

"Memang apa boleh buat. Selama di bawah 33 persen masih punya ruang untuk utang. Jual aset atau naikan pajak juga berat," tukas dia.

Untuk diketahui, utang pemerintah pusat itu berasal dari pinjaman sebesar Rp 754,01 triliun atau US$ 56,69 miliar hingga Agustus 2016 dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 2.684,28 triliun atau setara US$ 201,83 miliar. (Berbagai Sumber)

 
 

Offline ytridyrevsielixetuls

  • To Kick Out Fake Critical Thinkers!
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 687
  • IQ: 219
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
Re:Kondisi Keuangan RI
« Jawab #1 pada: Desember 05, 2016, 03:21:32 AM »
utang negara kita bisa ditutupi klo kita sangat produktif. sehingga ada banyak komuditas bisa diandalkan utk dipasarkan di dunia.
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Offline Im

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 105
  • IQ: 38
  • Spritual, Sains Dan Seni
    • Kanal Inspirasi A+
Re:Kondisi Keuangan RI
« Jawab #2 pada: Desember 05, 2016, 09:35:04 AM »
Untuk Produktif Kita Butuh Modal Untuk Membangun Infrastruktur dan SDMnya, Persoalannya Dari mana modal itu diperoleh ?!

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2334 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2012, 01:08:30 AM
oleh binekas
1 Jawaban
3136 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2013, 06:23:00 AM
oleh mhyworld
0 Jawaban
1650 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2015, 01:29:30 AM
oleh Hessi
4 Jawaban
183588 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2016, 06:33:30 AM
oleh milmi
1 Jawaban
1289 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 08, 2017, 05:45:02 AM
oleh toniton