Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 21, 2022, 12:11:29 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 18
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 18
Total: 18

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?  (Dibaca 34862 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
Re: Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #45 pada: Oktober 26, 2011, 06:52:32 AM »
Vote Prof Farabi for the Next President.. ;) ;)
DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re: Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #46 pada: Oktober 26, 2011, 08:52:14 AM »
Wah jangan deh, kecenderungan saya ini diktator, anda bisa lihat sendiri kalau iman saya pulih lagi bagaimana. Lagipula untuk memperbaiki ini tidak perlu jadi presiden, kalau jadi pres. rawan hujatan kalau salah. Bisa depresi saya. ;D
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #47 pada: November 11, 2011, 01:15:09 AM »
Menurut saya harusnya bersifat dinamis. Terbuka dari perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi tetap disaring apakah sesuai nilai-nilai dasar atau tidak. Saya belum tahu sejauh mana liberalisme/kapitalisme bisa diadopsi sesuai nilai-nilai dasar Pancasila..

"  Musuh Utama "  Pancasila bukannya Imperialisme ( dalam segala bentuknya ) dan Kapitalisme ?

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
Re: Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #48 pada: November 11, 2011, 03:03:18 AM »
Saya pikir Imperialisme memang bertentangan dengan Pancasila dan Mukadimah UUD 45..Kayaknya kalau itu memang tanpa kompromi..Tetapi harusnya dipisahkan antara Imperialisme dan Kapitalisme..Saya sih belum begitu paham apakah kapitalisme 100% tidak boleh diadopsi dalam Sistem Ekonomi Pancasila..Atau disaring, sisi-sisi baiknya diadopsi, dan sisi buruknya ditolak..

Bagaimanapun selama rumusan Sistem Ekonomi Pancasila belum "dibakukan" dalam artian tidak melulu normatif tetapi juga praktis, selama itu pula kita terombang-ambing antara Sistem Kapitalis dan Sistem Sosialis..Kesannya ambigu dan malu-malu kucing..

Di saat mainstream dunia "sepaham" dengan Kapitalisme (bahkan termasuk China?), kita ikut terseret ke dalamnya..Para ekonom Pancasilais yang idealis, tentu merasa kurang sreg..Tetapi malangnya, mereka belum mampu merumuskan SEP yang applicable dan mampu menjawab tantangan ekonomi terkini..SEP sebagai suatu sistem ekonomi alternatif, jadinya tinggal slogan indah yang entah kapan terwujud..

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #49 pada: Desember 04, 2011, 10:04:27 AM »
Kapitalisme itu apa? Dan kenapa tidak boleh?

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #50 pada: Januari 04, 2012, 08:59:53 AM »
Kapitalisme itu apa? Dan kenapa tidak boleh?

Kl setahuQ kapitalisme itu sistem perdagangan dimana harga mutlak ditentukan oleh pasar (pemilik modal), & tentunya ini bisa merugikan rakyat kecil karena harga bisa dilambungkan sesuka hati. Ini tentu saja bertentangan dg sila ke-5 Pancasila...
Tp nggak tau jg sih kl salah, cuma IMO...
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • (belum ada isinya)
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #51 pada: Januari 04, 2012, 11:19:25 AM »
Kapitalisme=Kapital+isme
Kapital itu kan modal, jadi sederhananya sistem kapitalisme adalah sistem yang merajakan modal...
"uang/modal mentah adalah segalanya", ini salah satu prinsip dasar kapitalis, jadi orang yang gak bermodal tidak akan maju di negara kapitalis...

Makanya, musuh besar kapitalisme adalah sosialisme... Karena dalam sosialisme, orang2 gak boleh punya modal, modal cuman buat negara, rakyat harus rata, gak boleh ada yang menonjol kaya sendiri ataupun menonjol miskin sendiri...

BSJS...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #52 pada: Januari 04, 2012, 12:43:58 PM »
Negara yg lebih kaya dr Indonesia kemungkinannya cuma dua: (1) sistem ekonominya liberalisme atau (2) punya ladang minyak yg lebih gede ;D
AFAIK, pernyataan ini masih sesuai dengan pengamatan saya. Apakah ada pengecualian?
Untuk mengejar yang nomor 2 kayaknya susah, karena sangat tergantung pada alam.
Untuk yang nomor 1 lebih tergantung pada manusianya. Mengapa banyak yang berpendapat bahwa ekonomi liberal tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia? Mengapa sistem tersebut cocok diterapkan di negara maju? Adakah yang salah dengan rakyat Indonesia sehingga tidak bisa menerapkan sistem ekonomi liberal?
once we have eternity, everything else can wait

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #53 pada: Januari 04, 2012, 12:49:40 PM »
Kapitalisme=Kapital+isme
Kapital itu kan modal, jadi sederhananya sistem kapitalisme adalah sistem yang merajakan modal...
"uang/modal mentah adalah segalanya", ini salah satu prinsip dasar kapitalis, jadi orang yang gak bermodal tidak akan maju di negara kapitalis...

BSJS...
Apakah USA digolongkan sebagai negara kapitalis?
AFAIK, Steve Jobs, Bill Gates, Sergey Brin, hingga Mark Zuckerberg memulai usahanya dengan modal kecil.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #54 pada: Januari 04, 2012, 01:46:07 PM »
Makanya, musuh besar kapitalisme adalah sosialisme... Karena dalam sosialisme, orang2 gak boleh punya modal, modal cuman buat negara, rakyat harus rata, gak boleh ada yang menonjol kaya sendiri ataupun menonjol miskin sendiri...

BSJS...
Apakah itu berarti orang yang bekerja keras dan efisien harus berpenghasilan sama dengan orang yang malas dan tidak efisien? Kalau memang demikian, kebanyakan orang akan memilih menjadi pemalas karena toh kerja keras tidak akan menambah manfaat/penghasilan baginya. Mungkin ini sebabnya Uni Sovyet bubar, Korut tergantung pada bantuan internasional, dan RRC menerapkan sistem ekonomi liberal, meskipun masih mempertahankan sistem politik dan ideologi komunis.
Dalam sistem ekonomi liberal sendiri sudah ada mekanisme untuk menekan perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin, antara lain dengan pajak progresif dan subsidi silang.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #55 pada: Januari 04, 2012, 02:31:36 PM »
Kl setahuQ kapitalisme itu sistem perdagangan dimana harga mutlak ditentukan oleh pasar (pemilik modal), & tentunya ini bisa merugikan rakyat kecil karena harga bisa dilambungkan sesuka hati. Ini tentu saja bertentangan dg sila ke-5 Pancasila...
Tp nggak tau jg sih kl salah, cuma IMO...

Dalam sistem pasar bebas, harga ditentukan oleh supply and demand. Ini merupakan self regulating sistem yang mendorong produsen untuk menghasilkan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
Self regulating sistem itu baru bisa berfungsi dengan baik jika ada persaingan yang sehat terutama di kalangan produsen. Jika terjadi praktik monopoli atau oligopoli, sistem ekonomi akan berjalan tidak efisien. Inilah yang harus dicegah menggunakan peraturan anti-monopoli.

Kutip
Capitalism is an economic system that became dominant in the Western world following the demise of feudalism.[1] There is no consensus on the precise definition nor on how the term should be used as a historical category.[2] There is general agreement that elements of capitalism include private ownership of the means of production, creation of goods or services for profit or income, the accumulation of capital, competitive markets, voluntary exchange, and wage labor.[3][4] The designation is applied to a variety of historical cases, varying in time, geography, politics and culture.[5]

Economists, political economists and historians have taken different perspectives on the analysis of capitalism. Economists usually emphasize the degree that government does not have control over markets (laissez faire), and on property rights.[6][7] Most political economists emphasize private property, power relations, wage labour, class and emphasize capitalism as a unique historical formation.[8] Capitalism is generally viewed as encouraging economic growth.[9] The extent to which different markets are free, as well as the rules defining private property, is a matter of politics and policy, and many states have what are termed mixed economies.[8]

Capitalism gradually spread throughout Europe, and in the 19th and 20th centuries, it provided the main means of industrialization throughout much of the world.[5]
http://en.wikipedia.org/wiki/Capitalism
http://en.wikipedia.org/wiki/Free_market
http://en.wikipedia.org/wiki/Competition_%28economics%29

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • (belum ada isinya)
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #56 pada: Januari 04, 2012, 09:39:29 PM »
Saya kayaknya kurang lengkap dengan kata2 saya... Kapitalisme menurut saya, "negara merupakan uang/modal"... Di sini, yang berkuasa adalah modal sampai2 pengusaha dan pemilik modal bisa mempengaruhi keputusan negara/pemerintah, presiden negara kapitalis adalah pemilik modal (presiden de yure, adalah kacungnya pemilik modal)...

BSJS... (saya ngomong ini karena inilah yang saya rasakan)...

Apakah USA digolongkan sebagai negara kapitalis?
AFAIK, Steve Jobs, Bill Gates, Sergey Brin, hingga Mark Zuckerberg memulai usahanya dengan modal kecil.
Mereka tidak bermodal kecil lo... Saya hampir yakin, masing2 dari mereka mempunyai "investor" bayangan yang membuat mereka menjadi besar... Kadang2 investor ini tidak tersebut namanya karena kekayaannya disalip sama yang diberi modal...
Kenapa saya berani bilang ini... Ini pengalaman saya bertemu orang2 kaya di Indonesia... Tapi gak tau juga sih kalo di amrik sono, mungkin aja mereka2 itu memang "gifted" dari awal..

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #57 pada: Januari 05, 2012, 12:48:27 AM »
Mereka tidak bermodal kecil lo... Saya hampir yakin, masing2 dari mereka mempunyai "investor" bayangan yang membuat mereka menjadi besar... Kadang2 investor ini tidak tersebut namanya karena kekayaannya disalip sama yang diberi modal...
Kenapa saya berani bilang ini... Ini pengalaman saya bertemu orang2 kaya di Indonesia... Tapi gak tau juga sih kalo di amrik sono, mungkin aja mereka2 itu memang "gifted" dari awal..
Saya menulisnya untuk menanggapi pernyataan anda sebelumnya, bahwa orang yang gak bermodal tidak bisa maju di negara kapitalis. Selama anda memiliki visi, planning, skill, dan mampu meyakinkan investor, anda masih bisa maju meskipun tidak memiliki modal sendiri.

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • (belum ada isinya)
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #58 pada: Januari 05, 2012, 01:28:41 AM »
Apakah itu berarti orang yang bekerja keras dan efisien harus berpenghasilan sama dengan orang yang malas dan tidak efisien? Kalau memang demikian, kebanyakan orang akan memilih menjadi pemalas karena toh kerja keras tidak akan menambah manfaat/penghasilan baginya. Mungkin ini sebabnya Uni Sovyet bubar, Korut tergantung pada bantuan internasional, dan RRC menerapkan sistem ekonomi liberal, meskipun masih mempertahankan sistem politik dan ideologi komunis.
Dalam sistem ekonomi liberal sendiri sudah ada mekanisme untuk menekan perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin, antara lain dengan pajak progresif dan subsidi silang.
Dalam sosialisme, nyawa adalah milik negara... Orang pintar akan diberi fasilitas lebih oleh negara, kalau dia malas2an dan tidak produktif, tinggal di tendang ke camp...
Orang malas... yah, kalau dia malas dan tidak produktif, toh tinggal dimasukkan ke camp kerja paksa oleh negara... Kalau ngamuk, tinggal di dor... Toh, nyawa juga milik negara...
Semuanya diatur oleh negara...
Dalam sosialis, tidak ada yang diukur dengan uang... Kekayaan orang diukur dari di mana rumahnya, apa saja fasilitas yang didapatkan, dan seberapa besar dia "cinta negara"...

Keuntungannya, gak ada yang miskin2 amat... karena yang miskin udah pasti malas, dan yang malas udah pasti di tendang...
Kerugiannya... Tidak ada/sedikit kreatifitas...

Ini adalah sosialisme dalam pandangan saya, kalau ternyata bukan seperti ini, tolong dikoreksi...
Saya menulisnya untuk menanggapi pernyataan anda sebelumnya, bahwa orang yang gak bermodal tidak bisa maju di negara kapitalis. Selama anda memiliki visi, planning, skill, dan mampu meyakinkan investor, anda masih bisa maju meskipun tidak memiliki modal sendiri.
Iya, saya koreksi... Dalam kapitalisme, bukan berarti yang gak punya modal gak bisa maju,
tapi untuk bisa jadi "besar", orang butuh modal yang besar...
Bill Gates, Steve Jobs, Brinn, Mark, cuman hanya jadi yang "begitu2 saja" tanpa dukungan investor bayangan ini (yang kemungkinan besar bukan negara)...
Dan tidak ada peran negara dalam kapitalisme... Negara gak dianggap, karena negara membiarkan semuanya mempunyai usaha sendiri...

Amrik kayaknya gak murni kapitalisme, karena mereka juga menyediakan fasilitas2 yang diatur khusus oleh negara...

Tapi sekali lagi... BSJS... Benarkanlah Saya Jika Salah...

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Sistem Ekonomi Pancasila, masih Impian ?
« Jawab #59 pada: Januari 05, 2012, 02:26:02 AM »
Dalam sosialisme, nyawa adalah milik negara... Orang pintar akan diberi fasilitas lebih oleh negara, kalau dia malas2an dan tidak produktif, tinggal di tendang ke camp...
Orang malas... yah, kalau dia malas dan tidak produktif, toh tinggal dimasukkan ke camp kerja paksa oleh negara... Kalau ngamuk, tinggal di dor... Toh, nyawa juga milik negara...
Semuanya diatur oleh negara...
Dalam sosialis, tidak ada yang diukur dengan uang... Kekayaan orang diukur dari di mana rumahnya, apa saja fasilitas yang didapatkan, dan seberapa besar dia "cinta negara"...

Keuntungannya, gak ada yang miskin2 amat... karena yang miskin udah pasti malas, dan yang malas udah pasti di tendang...
Kerugiannya... Tidak ada/sedikit kreatifitas...

Ini adalah sosialisme dalam pandangan saya, kalau ternyata bukan seperti ini, tolong dikoreksi.
Berikut saya kutip dari wiki

Kutip
A socialist economy is a system of production where goods and services are produced directly for use, in contrast to a capitalist economic system, where goods and services are produced to generate profit (and therefore indirectly for use).[4] Goods and services would be produced for their usefulness, or for their use-value, eliminating the need for market-induced needs to ensure a sufficient amount of demand for products to be sold at a profit. Production in a socialist economy is therefore "planned" or "coordinated", and does not suffer from the business cycle inherent to capitalism. In most socialist theories, economic planning only applies to the factors of production and not to the allocation of goods and services produced for consumption, which would be distributed through a market. Karl Marx stated that "lower-stage communism" would consist of compensation based on the amount of labor one contributes to the social product.
Tujuan dari sistem sosialis adalah untuk lebih memeratakan sumber daya agar dapat juga dinikmati oleh rakyat miskin. Kalau sistem sosialis yang anda gambarkan di atas, tampak bahwa nasib orang miskin, malas, dan bodoh justru akan lebih buruk jika dibandingkan dengan sistem kapitalis.

IMO, gambaran anda bisa disebut sistem komando. Di situ pemerintah memiliki absolute power. Karena power cenderung korup, absolute power corrupts absolutely.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
23 Jawaban
9105 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2009, 12:17:21 PM
oleh heru.htl
52 Jawaban
53063 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2011, 09:47:31 AM
oleh Im
13 Jawaban
201238 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2017, 11:46:46 PM
oleh Pi-One
1 Jawaban
2017 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2010, 10:29:21 AM
oleh cleo
Pancasila

Dimulai oleh MonDay « 1 2 » Sosial dan Politik

26 Jawaban
11144 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2012, 06:57:59 PM
oleh chemjr125