Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 07, 2021, 07:26:02 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 54
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 25
Total: 25

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis  (Dibaca 52887 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ghostdoors

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 241
  • IQ: 19
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #45 pada: November 03, 2009, 10:31:59 PM »
Kutip
sejauh yang saya pahami, sosialis-komunis akan mengeluarkan kebijakan "upah buruh merata" untuk kasus kedua, begitu?
dan juga seperti yg saya katakan konsep sosialis-komunis tdk seperti yg anda katakan. baca postibgan lagi,saya males nulis...

baik, ini adalah salah satu kelemahan sistem kapitalis yg saya copas dr media lain:
"Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia. Kapitalis berasal dari kata  capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.

Pemegang saham sebagai pemegang kekuasaan tertinggi disebuah perusahaan akan melimpahkan kekuasaan tersebut kepada top manajemen yang diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak jarang dalam suatu perusahaan pemegang saham terbesar atau mayoritas dapat merangkap sebagai top manajemen.

Hal ini secara tidak lansung akan meyebabkan top manajemen bekerja untuk kepentingan pemegang saham dan bukan untuk kepentingan karyawan atau buruh yang juga merupakan bagian dari perusahaan, karena mereka diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham melalui RUPS. Situasi ini akan mendorong top manajemen menjadikan karyawan atau buruh sebagai ’sapi perahan’ dalam mencapai tujuannya, yang mana ini merupakan inti dari ilmu manajemen.

Kelemahan Sebagai Sistem Dalam Perusahaan Modern

Apa kepentingan pemegang saham? Jawabanya tentu saja keuntungan yang terus meningkat yang akan diikuti oleh meningkatnya harga saham dan dividen. Didalam sistem yang berlaku sekarang peningkatan keuntungan perusahaan hanya dapat dinikmati oleh para pemegang saham dan tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan atau buruh. Banyak perusahaan yang memperoleh keuntungan dan terus meningkat setiap bulan, triwulan, semester dan tahunan. Apakah peningkatan keuntungan ini akan diikuti oleh peningkatan atau kenaikan gaji karyawan atau buruh? Tentu saja jawabanya tidak. Apalagi di Indonesia, dimana kebanyakan karyawan dan buruh bukan merupakan pegawai tetap dan hanya dikontrak enam bulan atau setahun. Apakah mereka akan merasakan manfaat dari peningkatan keuntungan perusahaan? Sekali lagi tentu saja tidak.

Sistem kapitalis jika diibaratkan seperti tubuh manusia, dimana rasa sakit yang diderita oleh satu jari tangan maka akan meyebabkan rasa sakit secara lahir dan batin diseluruh tubu. Bandingkan jika jari tersebut disematkan cincing berlian, apakah bagian tubuh yang lain akan merasakan efeknya secara langsung? Apakah mata yang setiap saat menjaga jari agar tidak luka, terbakar dan sebagainya akan merasakan efeknya? Apakah hidung yang setiap saat memelihara jari melalui indra penciuman akan merasakan efeknya? Apakah mulut yang merupakan alat untuk memasukan sumber energi bagi jari akan merasakan efeknya? Demikian juga dengan bagian tubuh lainnya.

Sistem kapitalis merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi secara global. Dimana kejadian krisis disuatu perusahaan atau negara lainnya yang mempunyai keterkaitan secara lansung maupun tidak lansung dengan perusahaan atau negara kita, mau tidak mau sebagai bagian dari sistem kapitalis akan merasakan efek domino yang sangat berarti. Disatu sisi keuntungan yang mereka peroleh tidak akan memberikan dampak yang berarti, dengan kata lain efek kerugian yang diterima suatu masyarakat dengan sistem kapitalis tidak sebanding dengan efek keuntungan yang akan diterima.

Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana tidak adilnya sistem kapitalis memperlakukan pemegang saham dan karyawan atau buruh yang merupakan bagian dari suatu perusahaan. Keuntungan hanya dirasakan oleh pemegang saham, sedangkan kerugian akan dirasakan oleh semua bagian dari perusahaan, tidak terkecuali karyawan atau buruh."
"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"

Offline Social Permutation

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 85
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • BUMN Employee
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #46 pada: November 07, 2009, 06:22:55 PM »
Kutip
"Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia. Kapitalis berasal dari kata  capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.

ada benar nya yang anda bicara kan, cuma terminologinya "kurang" benar, bukan dari capital dalam artian modal...tapi pada definisi kapitalisme itu sendiri...
saya itu mau nanya, sebenarnya kan Indonesia ini selalu berubah tanpa pandang bulu, dari soekarno ke soeharto aja itu udah timpang...jauh banget...indonesia ideal menurut anda gimana? saya mau tau perspektif militer dan politiknya dong...thanx!...
All Waves, Rise now and Become my Shield, Lightning, Strike now and Become my Blade

Offline ghostdoors

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 241
  • IQ: 19
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #47 pada: November 09, 2009, 06:16:21 AM »
kalo ada waktu, nanti saya buat treath nya....
maaf akhir2 ini sy ga punya byk waktu..

Offline soviet regarda

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 501
  • IQ: 17
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #48 pada: November 09, 2009, 01:47:04 PM »
Kutip
saya itu mau nanya, sebenarnya kan Indonesia ini selalu berubah tanpa pandang bulu, dari soekarno ke soeharto aja itu udah timpang...jauh banget...indonesia ideal menurut anda gimana? saya mau tau perspektif militer dan politiknya dong...thanx!...
tak coba jwb ya.. :)
menurut saya?mm...
idealnya indonesia menerapkan konsepsi hasil galian dari pikiran orang indonesia sendiri..
sementara ini, dari sekian banyak orang yang saya anggap brilian dalam pemikiran politik kebangsaan dan kenegaraan Indonesia salah satunya adalah soekarno..
soekarno dengan pemikiranya menurut saya cukup orisinil dan kreatif..
juga punya semangat perlawanan yang tinggi..
misal ide tentang demokrasi terpimpin, nasakom, marhaenisme, manipol usdek, dsb..
dalam persperktif militer dan politik, menurut saya justru dalam suasana demokrasi terpimpinlah indonesia mengalami kejayaannya..
hal itu dapat dibuktikan dengan kekuatan militer indonesia yang terkuat se asia tenggara,
soal kehidupan politik juga, dengan adanya nasakom menurut saya malah bagus..
jadi lebih demokratis..he

Offline Social Permutation

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 85
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • BUMN Employee
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #49 pada: November 09, 2009, 09:55:31 PM »
Kutip
soekarno dengan pemikiranya menurut saya cukup orisinil dan kreatif..
juga punya semangat perlawanan yang tinggi..

setuju bung...!! susah cari orang macam tu lagi...pemimpin yang dilahirkan dan "mencetak" dirinya sendiri...

Offline daivadeva

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 95
  • IQ: -1
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #50 pada: Desember 28, 2010, 01:44:08 PM »
nanya, contoh perusahaan yg di indonesia yg sosialis dan kapitalis itu apa aja?

Offline soviet regarda

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 501
  • IQ: 17
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #51 pada: Desember 28, 2010, 04:03:23 PM »
yg sosialistis misalnya koperasi..kapitalistis misalnya kokakola.ha

Offline Im

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 105
  • IQ: 38
  • Spritual, Sains Dan Seni
    • Kanal Inspirasi A+
Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
« Jawab #52 pada: Januari 06, 2011, 09:47:31 AM »
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
8578 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 13, 2009, 08:06:17 AM
oleh utusan langit
12 Jawaban
9734 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2015, 08:18:15 AM
oleh Monox D. I-Fly
12 Jawaban
7556 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2015, 08:27:00 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
2343 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2011, 04:12:29 AM
oleh vieryx
72 Jawaban
34688 Dilihat
Tulisan terakhir September 10, 2016, 01:21:23 AM
oleh Monox D. I-Fly