Forum Sains Indonesia

Ilmu Sosial => Ilmu Ekonomi dan Manajemen => Topik dimulai oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 23, 2009, 02:41:17 PM

Judul: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 23, 2009, 02:41:17 PM
salah satu alasan:
Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.


Topik ini dimaksudkan untuk membahas apa itu sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi kapitalis, sejarah munculnya, bagaimana implementasinya, analisis kecocokannya dengan kondisi berbagai negara, pencapaian-pencapaian, ...

WARNING: mohon untuk tidak menjadi debat kusir! karena topik ini saya kira akan mejadi perdebatan "seru".

Pembukaan

kita mulai dari definisi dari merriam-webster.com

socialism
Kutip
Main Entry: so·cial·ism
Pronunciation: \ˈsō-shə-ˌli-zəm\
Function: noun
Date: 1837

1 : any of various economic and political theories advocating collective or governmental ownership and administration of the means of production and distribution of goods
2 a : a system of society or group living in which there is no private property b : a system or condition of society in which the means of production are owned and controlled by the state
3 : a stage of society in Marxist theory transitional between capitalism and communism and distinguished by unequal distribution of goods and pay according to work done


capitalism
Kutip
Main Entry: cap·i·tal·ism
Pronunciation: \ˈka-pə-tə-ˌliz-əm, ˈkap-tə-, British also kə-ˈpi-tə-\
Function: noun
Date: 1877

: an economic system characterized by private or corporate ownership of capital goods, by investments that are determined by private decision, and by prices, production, and the distribution of goods that are determined mainly by competition in a free market


dari definisi tersebut, tersiratlah secara kasar perbedaannya:
sosialis: kepemilikan pemerintah, tidak ada properti pribadi, transisi antara kapitalis-komunis
kapitalis: ditentukan oleh kepemilikan modal pribadi/perusahaan, kompetisi pasar bebas


sepintas sosialis dan komunis ialah sama, tetapi ternyata berbeda; jadi boleh saja diskusi ini dibagi menjadi 3:
Ekonomi Komunis, Ekonomi Sosialis, Ekonomi Kapitalis
atau hanya 2 saja:
Ekonomi Komunis-Sosialis, Ekonomi Kapitalis


postingan-postingan pertama saya harap berupa penjelasan dari beberapa "pendukung" masing-masing teori ekonomi tersebut, sehingga memberi landasan bagi diskusi kita ini.

mari silahkan...  :angel:
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: luth pada Oktober 23, 2009, 02:55:53 PM
*oh ya maf ya sblumnya pada bung KBH karena postingan saya ini tdk sesuai harapan bung kbh  di openingnya,,hhe ;D

bersandar pada pernyatan dialasan tersebut yaitu mengenai kecocokan sistem ekonomi di suatu negara,
saya penasaran apa ada negara yang setidaknya menerapkan 85 % dari salah satu sistem ekonomi tersebut,
misalnya apa amerika KIRA2 menerapkan 85 % dari paham ekonomi kapitalis di negaranya(atau bahkan lebih, ,,saya tidak tahu jg,,hehe)
atau  juga contohnya cina yang menyatakan diri komunis namun coba di liat seberapa besar investasi asing atau kapitalisasi asing di cina..
dan karena menurut saya banyak negara yang masih  area "abu-abu" sistem perekonomiannya
(cm menurut saya si ^_*)
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 23, 2009, 03:37:00 PM
Kutip
sepintas sosialis dan komunis ialah sama, tetapi ternyata berbeda;

bedanya apa bung...??

*oh ya maf ya sblumnya pada bung KBH karena postingan saya ini tdk sesuai harapan bung kbh  di openingnya,,hhe ;D

bersandar pada pernyatan dialasan tersebut yaitu mengenai kecocokan sistem ekonomi di suatu negara,
saya penasaran apa ada negara yang setidaknya menerapkan 85 % dari salah satu sistem ekonomi tersebut,
misalnya apa amerika KIRA2 menerapkan 85 % dari paham ekonomi kapitalis di negaranya(atau bahkan lebih, ,,saya tidak tahu jg,,hehe)
atau  juga contohnya cina yang menyatakan diri komunis namun coba di liat seberapa besar investasi asing atau kapitalisasi asing di cina..
dan karena menurut saya banyak negara yang masih  area "abu-abu" sistem perekonomiannya
(cm menurut saya si ^_*)

benar bung...tdk ada...!!
misalnya di amerika menyangkut kebijakan dan hak tenaga kerja juga mengambil ilmu dr komunis...!!
pada intinya kapitalis dikembangkan dan diterapkan di negara lain oleh pemilik modal asing. artinya sama juga dgn penjajahan secara halus...!!! atau neo kolonialis..!!
dengan meraup keuntungan yg sebesar2nya dan memberikan sedikit hak buruh, misalnya upah yg murah, secara otomatis para kapitalis memberikan kontribusi yg sedikit di negara yg ditanami modal. dan tujuan utama para kapitalis adl memberikan kontribusi yg sebesar2nya untuk negara asalnya.
contoh: McDonald, salah satu bentuk kapitalis di negara ini. 40% keuntunganya diberikan untuk dana perang di Irak. perbandingan hak tenaga kerjanya pun beda jauh...!! di indonesia gaji, tunjangan kesehatan, hari libur/jam kerja terpaut jauh dibanding di negara asalnya amerika.
kalo di amrik sndri rata2 mnerapkan jam kerja parttime. dan per jamnya dihargai sangat tinggi. anda sebulan hy mengandalkan pekerjaan ini saja dah bisa sewa apartemen dan makan minum..!! (majalah Gatra).
beda jauh kan kalo disini.....???
itulah salah satu bntuk atau perbandingan kapitalis vs komunis. sebenernya msh byk, cuman saya males mikir dan ngetik hari ini......hehehe ;D ;D maaf...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 23, 2009, 04:17:19 PM
ini bahas sistem ekonominya ya..
ok...ini sih setau saya..dan menurut saya juga..
(jika ada salah mohon dikoreksi)

komunis:
- penghapusan negara sebagai sebuah institusi borjuis..
- penghapusan kepemilikan atas alat produksi..
- kegiatan perekonomian diatur secara komunal..
- setiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang dibutuhkannya..

sosialis :
- alat produksi dimiliki dan diatur negara kemudian dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat..
- negara turut campur secara penuh dalam kegiatan perekonomian..
- rakyat menyerahkan segalanya pada negara dan negara akan (harusnya) memberikan segalanya untuk rakyat..
sistem ekonomi sosialis ini juga pernah diterapkan di jerman era nazi

kapitalis :
- alat produksi dimiliki oleh individu / swasta
- negara tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi
- setiap orang bisa mendapatkan semuanya asalkan punya uang
- fungsi negara untuk menjaga kepemilikan atas alat produksi agar tetap dikuasai pemilik modal..

diluar itu ada juga yang memakai sistem ekonomi campuran..seperti indonesia misalnya..
negara menguasai alat produksi, disisilain negara juga membebaskan hak kepemilikan atas alat produksi dan komoditi..

Kutip
misalnya apa amerika KIRA2 menerapkan 85 % dari paham ekonomi kapitalis di negaranya(atau bahkan lebih, ,,saya tidak tahu jg,,hehe)
atau  juga contohnya cina yang menyatakan diri komunis namun coba di liat seberapa besar investasi asing atau kapitalisasi asing di cina..
dan karena menurut saya banyak negara yang masih  area "abu-abu" sistem perekonomiannya

sistem ekonomi amerika ya kapitalis, karena negara membebaskan hak untuk memiliki alat produksi..
negara juga tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi..
misal..departemen kepolisian sampai pabrik senjata di amerika swasta bisa punya..
jika ada perusahaan dinyatakan bangkrut, disita bang sentral kemudian dilelang..

cina ya sosialis..
meskipun membuka diri pada investor, cina bisa kapan saja mendepak investor itu..
negara juga masih menguasai alat produksi yang dinilai strategis..
lainnya :
Kutip
China melepaskan kaitan yuan dengan dolar AS pada Juli 2005, membolehkannya untuk bergerak hanya 0,3% bolak-balik dari referensi nilai tukar mata uang AS tersebut tiap hari.
Mata uang Cina tersebut juga direvaluasi menjadi 8,11 terhadap dolar AS, namun mengapresiasi dengan sangat lambat, mencerminkan terus berlangsungnya manajemen mata uang Beijing yang ketat. sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000151737.html
..

Kutip
Pencapaian ekonomi Cina bersifat unik karena menggunakan pendekatan "sosialisme dengan karakter bangsa Cina". Melalui pendekatan ini, kebijakan ekonomi harus mempromosikan dan mendukung investasi asing, namun pemerintah tetap memegang kendali penuh atas sektor moneter dan fiskal dengan sistem politik yang tetap otoriter. sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=51476


sedangkan yang "abu-abu" itu ya menerapkan sistem ekonomi campuran..

yups..
lanjut bang..






Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 23, 2009, 05:00:34 PM
Kutip
sepintas sosialis dan komunis ialah sama, tetapi ternyata berbeda;

bedanya apa bung...??

...
lihat penjelasan bung soviet


...
benar bung...tdk ada...!!
misalnya di amerika menyangkut kebijakan dan hak tenaga kerja juga mengambil ilmu dr komunis...!!
pada intinya kapitalis dikembangkan dan diterapkan di negara lain oleh pemilik modal asing. artinya sama juga dgn penjajahan secara halus...!!! atau neo kolonialis..!!
dengan meraup keuntungan yg sebesar2nya dan memberikan sedikit hak buruh, misalnya upah yg murah, secara otomatis para kapitalis memberikan kontribusi yg sedikit di negara yg ditanami modal. dan tujuan utama para kapitalis adl memberikan kontribusi yg sebesar2nya untuk negara asalnya.
contoh: McDonald, salah satu bentuk kapitalis di negara ini. 40% keuntunganya diberikan untuk dana perang di Irak. perbandingan hak tenaga kerjanya pun beda jauh...!! di indonesia gaji, tunjangan kesehatan, hari libur/jam kerja terpaut jauh dibanding di negara asalnya amerika.
kalo di amrik sndri rata2 mnerapkan jam kerja parttime. dan per jamnya dihargai sangat tinggi. anda sebulan hy mengandalkan pekerjaan ini saja dah bisa sewa apartemen dan makan minum..!! (majalah Gatra).
beda jauh kan kalo disini.....???
itulah salah satu bntuk atau perbandingan kapitalis vs komunis. sebenernya msh byk, cuman saya males mikir dan ngetik hari ini......hehehe ;D ;D maaf...


untuk masalah upah buruh, dari sisi ekonomi kapitalis tentu akan berpendapat (setidaknya) seperti ini, yang intinya ialah dikembalikan ke mekanisme pasar:
Tinggi rendahnya upah, tergantung kondisi pasar
sebagai contoh:
jika Anda bepergian Bandung-Jakarta, misalkan menggunakan jasa shuttle (atau travel agent) Kangoro dengan tarif Rp 80 ribu, Anda sanggup membayarnya tetapi akankah Anda membayar begitu saja,
tidak tertarikkah untuk menggunakan jasa lain, misalnya x-trans, yang hanya bertarif Rp 70 ribu? padahal keduanya sama-sama menuju Pancoran

begitu pula penentuan upah buruh, jika perusahaan sanggup membayar katakanlah Rp 2 juta / bulan,
ini membuat posisi buruh tidak stabil, karena sedikit kesalahan saja bisa mempengaruhi perusahaan untuk mengganti dengan buruh lain, karena banyak orang menginginkan pekerjaan itu
tidak hanya itu, bahkan banyak yang bersedia dibayar lebih rendah, katakanlah dibayar Rp 1.5 juta / bulan pun mau, dan begitu seterusnya sampai mencapai titik stasioner


lalu bagaimana dengan perbedaan kesejahteraan buruh di negara maju dan negara miskin/berkembang,
harga BigMac di Singapore ada di kisaran S$ 6, di Jakarta di kisaran Rp 30 ribu; kira-kira setara
anggaplah volume penjualannya sama, tetapi upah buruh McD di Jakarta lebih rendah; jika volume penjualannya 'sama', mengapa tidak disamakan saja?
kembali pada ketersediaan tenaga kerja,
jika upah McD di negara maju disamakan dengan di negara berkembang, siapa yang mau bekerja?
jika upah McD di negara berkembang disamakan dengan di neagra maju, ada banyak orang yang bersedia bekerja dengan dibayar lebih murah (mirip kasus travel agent)


apakah sistem tersebut merugikan negara berkembang?
perlukah memboikot produk dari perusahaan yang membayar upah rendah?
sebuah dilematis, dan pernah terjadi di New York tahun 2001 ketika mengeluarkan resolusi untuk menolak membeli seragam polisi dan fire-fighter dari pabrik berupah buruh rendah
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 23, 2009, 05:08:47 PM
...
postingan-postingan pertama saya harap berupa penjelasan dari beberapa "pendukung" masing-masing teori ekonomi tersebut, sehingga memberi landasan bagi diskusi kita ini.
...

...
komunis:
- penghapusan negara sebagai sebuah institusi borjuis..
- penghapusan kepemilikan atas alat produksi..
- kegiatan perekonomian diatur secara komunal..
- setiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang dibutuhkannya..

sosialis :
- alat produksi dimiliki dan diatur negara kemudian dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat..
- negara turut campur secara penuh dalam kegiatan perekonomian..
- rakyat menyerahkan segalanya pada negara dan negara akan (harusnya) memberikan segalanya untuk rakyat..
sistem ekonomi sosialis ini juga pernah diterapkan di jerman era nazi

kapitalis :
- alat produksi dimiliki oleh individu / swasta
- negara tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi
- setiap orang bisa mendapatkan semuanya asalkan punya uang
- fungsi negara untuk menjaga kepemilikan atas alat produksi agar tetap dikuasai pemilik modal..
...

terima kasih, bung soviet, memberi landasan untuk diskusi ini
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 23, 2009, 08:43:51 PM
@soviet:
mantappppsss....comrade.....
tak tambah satu....

@kbhm:
saya ngerti maksud anda, soal perbedaan upah harusnya negara ikut campur kan (misal,UMR) tp itu hanya berlaku di Indonesia saja.yg seharusnya stiap perusahaan patuh thdp ketentuan peraturan daerah. tetapi apa yg terjadi...?? msh byk perusahaan yg "MBALELO", memberi upah dibwh standart nya.
sedangkan di Amrik,di negara asalnya knp upah buruh jauh lebih tinggi, bkn krn penghasilan perusahaan yg tinggi melainkan sebagian keuntungan dr cabang2 McD diseluruh dunia masuk ke pusat, dan disalurkan ke tenaga kerja mereka. meskipun McD di Amrik sepi pengunjung toh jg ga berpengaruh thdp para buruhnya. hal ini terjadi di awal tahun 2002/2003 yg omset penjualanya turun drastis krn isu perang irak.
Dan mslh hak2 lainya...?? tentang hari libur, jam kerja, tunjangan kesehatan, dll.....??
beda jauh bung...........
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 23, 2009, 08:45:05 PM
berbagai refrensi...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 24, 2009, 09:36:56 AM
thank comrade :)
btw referensinya mana..?
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 09:57:01 AM
saya ambil dari kliping (majalah gatra, 2004)
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 24, 2009, 12:49:47 PM
...
@kbhm:
saya ngerti maksud anda, soal perbedaan upah harusnya negara ikut campur kan (misal,UMR) tp itu hanya berlaku di Indonesia saja.yg seharusnya stiap perusahaan patuh thdp ketentuan peraturan daerah. tetapi apa yg terjadi...?? msh byk perusahaan yg "MBALELO", memberi upah dibwh standart nya.
sedangkan di Amrik,di negara asalnya knp upah buruh jauh lebih tinggi, bkn krn penghasilan perusahaan yg tinggi melainkan sebagian keuntungan dr cabang2 McD diseluruh dunia masuk ke pusat, dan disalurkan ke tenaga kerja mereka. meskipun McD di Amrik sepi pengunjung toh jg ga berpengaruh thdp para buruhnya. hal ini terjadi di awal tahun 2002/2003 yg omset penjualanya turun drastis krn isu perang irak.
Dan mslh hak2 lainya...?? tentang hari libur, jam kerja, tunjangan kesehatan, dll.....??
beda jauh bung...........

jadi bagaimanakah sebaiknya menurut sistem ekonomi yg Anda "anut"?

keuntungan McD tidak boleh masuk ke pusat? hanya digunakan lokal saja?


lalu masalah solusi dengan UMR; memang itu ialah "alat" pemerintah untuk mencegah upah buruh jatuh terlalu rendah
ada untung-rugi-nya dalam penetapan UMR ini

kondisi perburuhan di negara kapitalis pun menciptakan suatu 'serikat buruh'
dalam pandangan kapitalis (barangkali) 'serikat buruh' ini ibarat regulator (ingat regulator anti-sedat pada dot bayi)

gitu dulu ah....
gimana pendapatnya?
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Dhantez pada Oktober 24, 2009, 06:51:44 PM
Maaf OOT ;D

Dalam ekonomi modern, kita mengenal istilah BigMac Index..
Kalo ga salah pencetusnya majalah the economist..

Saya jrg ke MacD krn emg ga suka hehehe.. saya cm pgn kroscek benarkah harga BigMac disini 30rb?
Menurut BigMac Index di wikipedia harga termahal ada di Norway - USD 5.79 dan termurah di Malaysia - USD 1.70 dan HongKong USD 1.71

Kemudian utk info tambahan, data gaji pegawai McD's di US, saya krg tahu apakah data nya valid, tapi kedua web itu menunjukkan data gaji utk cashier krg lebih sama ($8-an/jam)

http://www.payscale.com/research/US/Employer=McDonald%27s_Restaurants_Ltd./Hourly_Rate

http://www.glassdoor.com/Salary/McDonald-s-Salaries-E432.htm
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 24, 2009, 09:44:18 PM
Maaf OOT ;D

Dalam ekonomi modern, kita mengenal istilah BigMac Index..
Kalo ga salah pencetusnya majalah the economist..

Saya jrg ke MacD krn emg ga suka hehehe.. saya cm pgn kroscek benarkah harga BigMac disini 30rb?
...

...
harga BigMac di Singapore ada di kisaran S$ 6, di Jakarta di kisaran Rp 30 ribu; kira-kira setara
...

terakhir kali (kira2 1 tahun yang lalu), harganya sekitar Rp 25 rb, dengan kemasan hanya bungkus kertas plastik, bukan box, dan sedikit lebih kecil
maka untuk menyetarakan dengan yg berharga S$6 (memakai box, agak besar) dan faktor inflasi, saya kira harganya sekarang di kisaran Rp 30 ribu
mohon untuk di-update jika ada yang tau harga pastinya, karena saya jarang ke Jakarta (tetapi untuk world brand, mestinya harganya standard)
apapun itu, inti yang ingin saya sampaikan ialah "harga semacam produk world brand di setiap tempat hampir sama" dengan asumsi pajak yang tidak kelewat tinggi
(lihat di BigMac index, harga tertinggi ada di negara2 eropa, yg pajak penghasilan saja bisa sampai 40%, tetapi untuk negara2 asia timur dan tenggara, kira2 setara, sekitar USD 2 atau SGD 4. porsi komplit sekitar SGD 6)

...
Kemudian utk info tambahan, data gaji pegawai McD's di US, saya krg tahu apakah data nya valid, tapi kedua web itu menunjukkan data gaji utk cashier krg lebih sama ($8-an/jam)
...
terima kasih info nya,
dari wiki BigMac index, harga di USA ialah $3.57
artinya 1 jam bekerja bisa membeli 2 set BigMac
apakah upah 1 jam pekerja McD di Jakarta mampu membeli 2 set nasi bungkus?

Sekian dulu OOT nya.... :kribo:


mari kembali membahas bagaimana upah buruh dari segi ekonomi sosialis-komunis dan ekonomi kapitalis...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 25, 2009, 05:25:51 PM
Wahh, kalo soal harga mknan diatas saya tdk pernah beli bung...!! maap saya org kere, jd saya tdk tau...!!
Kutip
jadi bagaimanakah sebaiknya menurut sistem ekonomi yg Anda "anut"?

ya jelas2 pmrnth hrs tegas donk..!! masak ada buruh yg dpt gaji dbwh UMR diem aja...!!! ga da tunjangan kesehatan Diem juga...!!

mainkan aturan yg jelas dan tegas sebelum investor asing masuk...!!!
jgn hanya MEMBLE.....!!!
nanti buruh nuntuk hak, dipecat...!! aksi demo, dikasih popor senjata....!!??
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: dewaruci pada Oktober 25, 2009, 08:23:53 PM
sistem ekonomi amerika ya kapitalis, karena negara membebaskan hak untuk memiliki alat produksi..
negara juga tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi..
misal..departemen kepolisian sampai pabrik senjata di amerika swasta bisa punya..
jika ada perusahaan dinyatakan bangkrut, disita bang sentral kemudian dilelang..

cina ya sosialis..
meskipun membuka diri pada investor, cina bisa kapan saja mendepak investor itu..
negara juga masih menguasai alat produksi yang dinilai strategis..

Pemerintah Amrik juga bikin peraturan buat ngatur perusahaan, kan? Contohnya aturan upah minimum. Aturan ini kayaknya berbau aturannya komunis.
China juga engga bakal gegabah mengusir investor asing, tentunya bakal memakai pertimbangan kapitalis.
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 25, 2009, 11:34:29 PM
Wahh, kalo soal harga mknan diatas saya tdk pernah beli bung...!! maap saya org kere, jd saya tdk tau...!!
Kutip
jadi bagaimanakah sebaiknya menurut sistem ekonomi yg Anda "anut"?

ya jelas2 pmrnth hrs tegas donk..!! masak ada buruh yg dpt gaji dbwh UMR diem aja...!!! ga da tunjangan kesehatan Diem juga...!!

mainkan aturan yg jelas dan tegas sebelum investor asing masuk...!!!
jgn hanya MEMBLE.....!!!
nanti buruh nuntuk hak, dipecat...!! aksi demo, dikasih popor senjata....!!??

seolah ini menyiratkan posisi buruh amatlah lemah
misalkanlah perusahaan ialah Anda, dan buruh ialah mbok jamu yang menawarkan jamu door-to-door
mbok jamu hanya memiliki 1 porsi jamu untuk dijual (ini untuk memodelkan 1 orang hanya bekerja di 1 posisi)

anda hanya ingin membeli jamu pegal linu tanpa tambahan telur ayam kampung
tetapi mbok jamu ingin agar Anda membeli jamu+telur agar keuntungan dia lebih besar

mari kita coba beberapa kemungkinan kondisi:
#1 jika Anda tau bahwa ada 3 mbok jamu yang akan datang ke rumah Anda,
maka jika mbok jamu "cerewet" memaksa Anda membeli telor, Anda bisa dengan mudah tidak jadi membelinya
masih mending jika Anda masih mau bersedia membeli jamu saja, tetapi Anda pun punya pilihan untuk 'menawar harga lebih rendah' atau 'tidak membeli sama sekali', karena masih ada mbok jamu yang lain
(ini merupakan model untuk kondisi di mana ketersediaan tenaga kerja melebihi permintaan)

#2 jika Anda tau bahwa ada 3 mbok jamu, dan ada 2 tetangga Anda yang juga menginginkan jamu
Anda masih punya pilihan untuk membeli jamu saja atau tidak sama sekali, tetapi ingat Anda butuh jamu
kini Anda tidak bisa seenaknya 'menawar harga yang lebih rendah' atau 'tidak membeli sama sekali', karena ada peluang Anda 'tidak akan mendapatkan jamu sama sekali'
Anda akan mempertimbangkan untuk mencoba mengikuti tawaran mbok jamu untuk menambah telor, walau tidak selalu, agar mbok jamu masih sudi mampir ke tempat Anda
(ini merupakan model untuk kondisi di mana ketersedian tenaga kerja sesuai dengan permintaan)

#3 jika Anda tau bahwa hanya ada 2 mbok jamu, dan ada 2 tetangga Anda yang juga menginginkan jamu
Anda punya peluang untuk tidak kebagian jamu, Anda akan menunggu-nunggu mbok jamu datang ke rumah Anda, Anda tidak akan mencoba-coba 'menawar harga lebih rendah'
sedikit saja mbok jamu menaikkan harga, Anda masih mentoleransi dan membelinya
(ini merupakan model untuk kondisi di mana ketersediaan tenaga kerja di bawah permintaan)


dari pemisalan tersebut, apakah kira-kira kesimpulan yang bisa kita ambil?

jumlah penduduk kita banyak, mereka butuh makan,
mereka butuh makan sekarang, bukan 10 tahun lagi
kita harus menyiapkan solusi jangka panjang agar negara kita bisa mandiri, tetapi jangan mengesampingkan solusi jangka pendek


kita tidak bisa hanya berteriak-teriak: "pemerintah harus tegas", "buruh harus sejahtera"
jika kondisi teknik di lapangan tidak memugkinkan untuk terjadinya hal itu

tentu saja "pemerintah harus tegas" diperlukan dalam segala kondisi, yang ingin saya sampaikan adalah 'itu saja tidak cukup!'
kita masih butuh investor, paling tidak untuk jangka pendek

boleh saja pemerintah tegas dalam memantau penerapan UMR,
tetapi jika buruh terlalu banyak, akan ada buruh yang "suka-rela" dibayar di bawah UMR, daripada hanya menganggur
(teringat film "Shinjuku Insident" di mana petani-petani China dengan suka-rela datang secara ilegal ke Jepang dan bekerja di bawah UMR; dan main 'kucing-kucingan' dengan polisi Jepang)

ini saya comot dari topik sebelah

saya tambahkan bung, tdk hy ekonomi agraris saja melainkan kelautan juga sgt berpotensi...!!! mengingat negara kita adl negara kepulauan...!!
...
potensi laut kita sangat berlimpah, tetapi kapal penangkap ikan tidak bisa dibeli dengan 'semangat', dan bukan berbahan-bakar 'keringat'
jika Anda berteriak "manfaatkan potensi laut sekarang", saya akan berteriak sama kuatnya "sediakan kapal penangkap ikan sekarang!"
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 26, 2009, 05:51:51 PM
lhoh.., negara kan py aturan bung...!! sebelum investor masuk hrs dah paham aturan yg dimainkan...?
sekarang kalo misalnya, kita kerja (standart/aturan tenaga kerja) 8 jam/hr. selebinya masuk hitungan lembur. dlm kenyataanya tdk begitu, apa yg anda lakukan...?? lantas salah siapa ini...??
investor yg ingin masuk tdk hy satu dua bung.... puluhan bahkan ratusan bung...!! pemerintah hrs jeli mengambil keputusan..!
Buruh bukan budak bung....!!
anda mau bisa makan tapi ditindas...??
lihat rakyatnya juga donk harusnya....
kalo ada buruh yg mw diupah dbwh UMR, itu adl konsekuensi. dan rata2 perusahaanya adl UKM/usaha lokal bkn perusahaan GEDE..!!
seperti halnya TKI, yg mau diupah dbwh standart dr tenaga kerja asing lainya (philipins,thailand,vietnam,india), kalo terjadi apa2 slh siapa...??
1. pemerintah tdk memberikan lapangan pekerjaan.
2.orangnya sendiri yg hy ingin meraup kekayaan sebesar2nya...!!

hak perusahaan kami penuhi, skrg kami hanya menuntut hak...!! selayaknya lah perusahaan memberikan kewajibanya..!!

Kutip
saya tambahkan bung, tdk hy ekonomi agraris saja melainkan kelautan juga sgt berpotensi...!!! mengingat negara kita adl negara kepulauan...!!
...
potensi laut kita sangat berlimpah, tetapi kapal penangkap ikan tidak bisa dibeli dengan 'semangat', dan bukan berbahan-bakar 'keringat'
jika Anda berteriak "manfaatkan potensi laut sekarang", saya akan berteriak sama kuatnya "sediakan kapal penangkap ikan sekarang!"

anda pernah berkunjung ke indonesia timur bung....?? (makasar, ambon, papua) atau setidaknya punya teman orang indonesia timur...???
pernah dengar cerita nelayan2 sana...?? saat melaut ada kapal asing yg mengeruk ikan tanpa ampun...?? atau saat melaut mereka di sandera oleh polisi asing...??
kapal penangkap ikan rata2 sdh dimiliki oleh para nelayan kita.meskipun sbagian msh menyewa. skrg mslhnya kapal patroli yg seharusnya melindungi setiap nelayan kita ada ga...!!
dan juga pendistribusian hasil kekayaan laut kita..!! bahkan jepang,korea,dan sebagian eropa sanggup membeli hasil laut dari indonesia. apa pemerintah sdh membuka peluang itu...??
mslh Bhn Bkr semestinya ditinjau ulang...!
kita ini penghasil bhn bkar lo...?? bkn konsumen...?? saat harga minyak dunia melambung harusnya kita untung...!! nelayan bukanya malah bingung...!!
 jd kesimpulanya..., pemerintah hrs meninjau ulang UU ttg investor, tenaga kerja, dan juga migas.. krn smua ini sangat berkaitan..!!
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 27, 2009, 03:31:48 AM
Kutip
Pemerintah Amrik juga bikin peraturan buat ngatur perusahaan, kan? Contohnya aturan upah minimum. Aturan ini kayaknya berbau aturannya komunis..
tentusaja iya..
dalam sistem ekonomi kapitalistik..
siapa yang melindungi hak kepemilikan atas alat produksi kalo bukan negara..
dan tidak ada aturan komunis yang menghendaki kepemilikan atas alat produksi..

Kutip
China juga engga bakal gegabah mengusir investor asing, tentunya bakal memakai pertimbangan kapitalis
iya..tapi itu think thank politik..
secara sistemik..tetap saja pemerintah cina punya wewenang melakukan itu..
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: dewaruci pada Oktober 27, 2009, 04:17:11 AM
Kutip
Pemerintah Amrik juga bikin peraturan buat ngatur perusahaan, kan? Contohnya aturan upah minimum. Aturan ini kayaknya berbau aturannya komunis..
tentusaja iya..
dalam sistem ekonomi kapitalistik..
siapa yang melindungi hak kepemilikan atas alat produksi kalo bukan negara..
dan tidak ada aturan komunis yang menghendaki kepemilikan atas alat produksi..

Kutip
China juga engga bakal gegabah mengusir investor asing, tentunya bakal memakai pertimbangan kapitalis
iya..tapi itu think thank politik..
secara sistemik..tetap saja pemerintah cina punya wewenang melakukan itu..

Jadi, inti utamanya ada pada pengaturan kepemilikan modal yah ... bukan proses perekonomian itu sendiri.
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 27, 2009, 05:29:07 AM
Kutip
Jadi, inti utamanya ada pada pengaturan kepemilikan modal yah ... bukan proses perekonomian itu sendiri.
yups..
karena dari modal itulah kegiatan perekonomian bisa dipengaruhi..
kita ingat bagaimana kerjasama pengusaha pro orba dalam menghancurkan ekonomi dalam negeri untuk mendepak Soekarno dari kekuasaannya..
kita juga ingat bagaimana seorang pemilik modal besar (George Soros) bisa mengguncang ekonomi asia..

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Dhantez pada Oktober 27, 2009, 09:06:05 AM
lhoh.., negara kan py aturan bung...!! sebelum investor masuk hrs dah paham aturan yg dimainkan...?
sekarang kalo misalnya, kita kerja (standart/aturan tenaga kerja) 8 jam/hr. selebinya masuk hitungan lembur. dlm kenyataanya tdk begitu, apa yg anda lakukan...?? lantas salah siapa ini...??
investor yg ingin masuk tdk hy satu dua bung.... puluhan bahkan ratusan bung...!! pemerintah hrs jeli mengambil keputusan..!
Buruh bukan budak bung....!!
anda mau bisa makan tapi ditindas...??
lihat rakyatnya juga donk harusnya....
kalo ada buruh yg mw diupah dbwh UMR, itu adl konsekuensi. dan rata2 perusahaanya adl UKM/usaha lokal bkn perusahaan GEDE..!!
seperti halnya TKI, yg mau diupah dbwh standart dr tenaga kerja asing lainya (philipins,thailand,vietnam,india), kalo terjadi apa2 slh siapa...??
1. pemerintah tdk memberikan lapangan pekerjaan.
2.orangnya sendiri yg hy ingin meraup kekayaan sebesar2nya...!!


Justru krn perusahaan asing sudah tahu regulasi perburuhan di tiap2 negara tujuan investasinya, mereka memilih negara2 dgn regulasi yg tdk memusingkan mereka (misal emg blm ada regulasi perburuhan atau kalaupun ada emg tdk ketat).

Fenomena berpindahnya manufaktur di negara2 asia dikenal dgn istilah Flying Geese (Angsa2 terbang) yg didominasi oleh keinginan "cost saving". Penekanan biaya produksi. Ketika satu negara cost nya naik, mereka dgn mudah mencari opsi lain di kawasan Asia - Afrika.

Bagaimana jika regulasi perburuhan di Indonesia diubah, semuanya pro buruh, investor harus memperhatikan 100% kesejahteraan, penjaminan kesehatan, asrama yg layak dst dst.. Sementara di luar negri sana - afrika, china, kepulauan di pasifik - investor masih bisa mendapatkan buruh murah dgn regulasi tdk ketat??

Krn alasan investasi di Asia adl penekanan biaya produksi, bisa2 investasi di Indonesia ditarik habis2an, perusahaan asing memindahkan pabriknya keluar Indonesia semua..

Pertumbuhan ekonomi kita akan melambat habis2an.. cm bergantung pada goodwill dalam negeri.. Ya kalo banyak goodwill..

Dan, sungguh.. soal empati thd kesejahteraan buruh2, saya pun merasakannya. Saya pun ingin do something thd mereka. Tapi utk mengatasinya, tentu kita harus memikirkan jalan keluarnya masak2 bukan? Jangan terburu2 dan justru membuat mereka kehilangan pekerjaan tanpa ada penggantinya.
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Oktober 27, 2009, 12:38:16 PM
gini aja deh,

jadi mengenai upah buruh, apakah seperti ini ?
menurut kapitalis --> diserahkan pada mekanisme pasar
menurut sosialis-komunis --> harus distandarkan dan diratakan

atau dalam terminologi UMR,
haruskah UMR diserahkan kepada mekanisme pasar? (yg berarti hampir tidak* ada UMR)
atau haruskah dipatok sesuai standar "layak" seseorang?

*) jangan membayang "tidak" di sini sebagai NOL, tetapi "tidak ada nilai fix"; dengan kata lain, UMR dalam hal ini ialah marginal price untuk menyewa seorang buruh

jika UMR terlalu rendah, akan ada yang komplain karena dianggap tidak manusiawi
jika UMR terlalu tinggi, perusahaan bisa bangkrut dan buruh malah kehilangan pekerjaan
kalau memang mau mengadopsi gaya sosialis-komunis bernama UMR, harus diperhatikan aspek kapitalis untuk menentukan berapakah UMR yang pantas


[TS mode on]
di topik ini tidak harus mencapai kesimpulan "kapitalis paling baik" atau "sosialis-komunis paling baik"
cukup sampai pada apa solusi yang ditawarkan oleh kapitalis dan apa solusi yang ditawarkan oleh sosialis-komunis terhadap suatu kasus; tetapi tentu saja kita boleh mengkritik.
lalu kita bisa mempertimbangkan sendiri akan memilih jalan mana, atau "kapitalis sedikit sentuhan komunis" seperti yang banyak pula dipakai
[end of TS mode]

setelah "kasus upah buruh" ini, ada kasus lain yang kita sebut-sebut di sini, bagaimanakah "investasi asing" dari tinjauan kedua faham tersebut
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 30, 2009, 10:51:40 AM
Kutip
jadi mengenai upah buruh, apakah seperti ini ?
menurut kapitalis --> diserahkan pada mekanisme pasar
menurut sosialis-komunis --> harus distandarkan dan diratakan
saya ambil intinya saja ya...,soalnya kalo dijabarkan terlalu panjang...:)
*kapitalis --> seperti yg kita pelajari dlm buku2 ekonomi sekolahan, yaitu mengambil keuntungan yg sebesar2nya, dan mengeluarkan modal yg sekecil2nya. jd sebisa mgkn para kapitalis menggaji buruh seminim2nya, dan mempekerjakan dg wktu sepanjang2nya.
*sosialis-komunis ---> buruh hy berharap mendapatkan gaji atau upah sesuai dg yg dikerjakanya, sesuai dg kemampuanya. intinya lbh dihargai kapasitasnya sbg pekerja bukan budak atau robot.

mslh UMR sebenarnya adl kebijakan pemerintah yaitu hasil dr kesepakatan antara serikat buruh/pekerja (daerah) dg para pengusaha (daerah). jd diambil titik tengahnya. hasil inilah yg dijadikan dasar UMR. namun sayangnya ada beberapa kasus perusahaan yg tdk mematuhi kesepakatan kebijakan UMR. bahkan pemerintah kadang di handle pengusaha (saya menyebutnya mafia curut) dlm menentukan UMR. seharusnya antara buruh dg pengusaha mempunyai korelasi yg kuat atau simbiose mutualisme, yg sama2 menguntungkan.
pengusaha untung, buruh untung, negara pun juga ikut untung.....
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada Oktober 30, 2009, 09:07:13 PM
kayak nya orang di room ini dari yang saya baca dari halaman pertama forum ini, selalu "mengagung-agungkan" sosialisme & komunisme, apakah anda sudah pernah baca "DAS KAPITAL" karya Karl Marx?
di sana di sebutkan 6 fase perkembangan ideologi yang berkembang di masyarakat, bisa saya sampaikan secara singkat bahwa masyrakat dimulai dari masyarakat (1) primitif, (2) feodal, (3) pra-kapitalis, (4) kapitalis, kemudian (5) sosialisme, dan (6) komunisme...
5 fase itu harus dilewati oleh sebuah komunitas untuk membentuk sebuah fase ideologi yang namanya "KOMUNISME" berikut dengan sistem ekonomi yang mengikutinya...
istilah awal yang dikenal sebagai komunisme adalah hal yang sifatnya "mengingkari kodrat tuhan", bagaimana tidak ketika nilai manusia di hargai secara komunal bukan individu?
kemudian anda pasti bertanya2 kenapa sosialisme adalah perpanjangan tangan dari kapitalisme?
lenin, stalin dan para pengikutnya "memotong" garis itu dan menjadikannya sebuah perbedaan, KAPITALISME vs SOSIALISME
dan sekali lagi jangan pernah memandang sosialisme dari kaca mata "kapitalisme" dan begitu pula sebaliknya yang dilihat oleh sodara soviet regarda, yakni melihat kapitalisme dari kaca mata "sosialisme", kalo berbicara barang produksi melulu, mau sampai kapan anda "bergerak", yang pasti itu implementasinya bukan cuma ideologi dimulut belaka,
kesimpulannya, tidak ada hal yang perlu diperdebatkan, soal kapitalisme dan sosialisme, anda sosialis, silahkan!
anda kapitalis, silahkan!

have a nice days!
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 31, 2009, 12:07:53 AM
Kutip
kesimpulannya, tidak ada hal yang perlu diperdebatkan, soal kapitalisme dan sosialisme, anda sosialis, silahkan! anda kapitalis, silahkan!
yah..ya iyah..tapi kalo gitumah..udah tamat sampe segitu aja..
gimana khasanah ilmu sosial mau berkembang kalo tidak ada diskusi atau debat..
ide tentang..kapitalisme..sosialisme..komunisme..
semuanya berkembang melalui dialektika..
dan tanpa diskusi atau debat..bagaimana ide baru bisa tercipta?
seperti kata mbah hegel : "tidak ada satu kebenaran yang absolut karena berlaku hukum dialektik, yang absolut hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis)".

Kutip
istilah awal yang dikenal sebagai komunisme adalah hal yang sifatnya "mengingkari kodrat tuhan", bagaimana tidak ketika nilai manusia di hargai secara komunal bukan individu?
karena manusia itu mahluk sosial..yang idealnya saling bantu dan tolong menolong..he..
apakah menghajar penghisapan manusia oleh manusia mengingkari kodrat tuhan?
apakah menghapuskan kepemilikan pribadi mengingkari kodrat tuhan?

Kutip
kayak nya orang di room ini dari yang saya baca dari halaman pertama forum ini, selalu "mengagung-agungkan" sosialisme & komunisme, apakah anda sudah pernah baca "DAS KAPITAL" karya Karl Marx?
ya..mbah marx ga selesai menulis das capital karena keburu mati, sisanya dilanjutkan engels..
tentu isi dan cara memahaminya masih layak didiskusikan..

Kutip
sodara soviet regarda, yakni melihat kapitalisme dari kaca mata "sosialisme", kalo berbicara barang produksi melulu, mau sampai kapan anda "bergerak", yang pasti itu implementasinya bukan cuma ideologi dimulut belaka,
sesuai teori lama..
ga ada praktek revolusioner tanpa teori revolusioner..
namanya analisis ya begitu bang..
melihat sesuatu berdasarkan perspektif tertentu..

Kutip
di sana di sebutkan 6 fase perkembangan ideologi yang berkembang di masyarakat, bisa saya sampaikan secara singkat bahwa masyrakat dimulai dari masyarakat (1) primitif, (2) feodal, (3) pra-kapitalis, (4) kapitalis, kemudian (5) sosialisme, dan (6) komunisme...
5 fase itu harus dilewati oleh sebuah komunitas untuk membentuk sebuah fase ideologi yang namanya "KOMUNISME" berikut dengan sistem ekonomi yang mengikutinya...
ya..dan itu hal yang amat dasar..
das capital tidak bisa dijelaskan sesingkat itu..
disana ada alineasi,  Infrastruktur dan superstruktur masyarakat, materialisme historis dan materialisme dialektik yang harus dipahami..
tentunya tidak dengan pemahaman parsial melainkan melalui diskusi dan debat..

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada Oktober 31, 2009, 02:34:27 AM
Kutip
yah..ya iyah..tapi kalo gitumah..udah tamat sampe segitu aja..
gimana khasanah ilmu sosial mau berkembang kalo tidak ada diskusi atau debat..
ide tentang..kapitalisme..sosialisme..komunisme..
semuanya berkembang melalui dialektika..
dan tanpa diskusi atau debat..bagaimana ide baru bisa tercipta?
seperti kata mbah hegel : "tidak ada satu kebenaran yang absolut karena berlaku hukum dialektik, yang absolut hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis)".

Oke apa bila memang begitu, dialektika, tapi ketika yang muncul adalah pembenaran atas diri sendiri apa itu bukan namanya "membunuh" debat itu sendiri, kita di sini "share" bukan mencari pembenaran atas sebuah ideologi yang secara behavioral anda "agung-agung" kan

Kutip
karena manusia itu mahluk sosial..yang idealnya saling bantu dan tolong menolong..he..
apakah menghajar penghisapan manusia oleh manusia mengingkari kodrat tuhan?
apakah menghapuskan kepemilikan pribadi mengingkari kodrat tuhan?

sayang sekali bung, saya akan menjawab "IYA" ketika anda berkata penghapusan milik pribadi mengingkari kodrat tuhan,
saya tidak mau hasil kerja jerih payah saya disamakan dengan semua orang, kinerja setiap orang berbeda, begitu pula kepemilikan pribadi, semua beda, Michael E. Porter (1980) dalam bukunya, Competitive Strategy, mengatakan bahwasannya dunia pada saat ini (ketika buku ditulis pada era 80-an) dan kedepannya tidak akan pernah bisa menghindari persaingan, persaingan atas apa? JELAS, alat-alat produksi, industri, dan pengelolaan sumber daya,
"long life" terhadap eksistensi lebih berpihak pada "kapitalisme", bukan berarti saya lebih berat pada kapitalisme, namun perlu anda "INGAT dan CATAT" bagaimana runtuhnya USSR, dan bagian pecahan terbesar nya adalah Russia, apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?, saya rasa tidak...

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 31, 2009, 06:37:56 AM
Kutip
komunisme adalah hal yang sifatnya "mengingkari kodrat tuhan"

jd da hubunganya dg agama nih..??
agama mana yg tdk menganut saling berbagi...??dan keserakahan...??
kalo anda islam atau muslim, prnh belajar "sufi" ga....?? bgmn smua yg ada didunia ini bkn milik kita, hy titipan. bkn keserakahan atas kehancuran...!!

Kutip
saya tidak mau hasil kerja jerih payah saya disamakan dengan semua orang, kinerja setiap orang berbeda, begitu pula kepemilikan pribadi, semua beda, Michael E. Porter (1980)
komunis atau sosialis mana bung yg berstatment kyk diatas....??
bknkah hy menuntut hak atas apa yg dikerjakanya, dan selayaknya dia mendapatkan hak itu...?? bkn BUDAK..!!

Kutip
mengatakan bahwasannya dunia pada saat ini (ketika buku ditulis pada era 80-an) dan kedepannya tidak akan pernah bisa menghindari persaingan, persaingan atas apa? JELAS, alat-alat produksi, industri, dan pengelolaan sumber daya,
lebih tepatnya adl penguasaan DUNIA atas penjajahan IMPERIALIS...!!!

Kutip
bukan berarti saya lebih berat pada kapitalisme
Oh sgt jelas anda seorang kapitalis..!! anda begitu mengagung-agungkan konsep kapitalis kok..!!
seperti para kapitalis pd umumnya yg tdk pernah mau mengakui tindakanya..!! cuih..!!

Kutip
bagaimana runtuhnya USSR, dan bagian pecahan terbesar nya adalah Russia
mgkn anda lbh tau atau sok tau, boleh anda ceritakan bung...??!

Kutip
apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?
jwbnya adl TIDAK, tp jg bkn pengekor KAPITALIS...!!
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 31, 2009, 07:24:36 AM
Kutip
tapi ketika yang muncul adalah pembenaran atas diri sendiri apa itu bukan namanya "membunuh" debat itu sendiri, kita di sini "share" bukan mencari pembenaran atas sebuah ideologi yang secara behavioral anda "agung-agung" kan
no comment :)

Kutip
sayang sekali bung, saya akan menjawab "IYA" ketika anda berkata penghapusan milik pribadi mengingkari kodrat tuhan, saya tidak mau hasil kerja jerih payah saya disamakan dengan semua orang, kinerja setiap orang berbeda, begitu pula kepemilikan pribadi, semua beda,
wah wah..?
konsep mana yang menyamakan hasil kerja jerih payah anda dengan semua orang?
sebetulnya bagaimana anda memahami perspektif marxian?

Kutip
Michael E. Porter (1980) dalam bukunya, Competitive Strategy, mengatakan bahwasannya dunia pada saat ini (ketika buku ditulis pada era 80-an) dan kedepannya tidak akan pernah bisa menghindari persaingan, persaingan atas apa? JELAS, alat-alat produksi, industri, dan pengelolaan sumber daya,
wah..
lantas bagaimana bentuk persaingan atas alat-alat produksi, industri, dan pengelolaan sumber daya menurut anda?

Kutip
anda "INGAT dan CATAT" bagaimana runtuhnya USSR, dan bagian pecahan terbesar nya adalah Russia, apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?
tatanan masyarakat rakyat rusia memang belum menjadi komunis sepenuhnya..
lantas kenapa?








Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Lunaris pada Oktober 31, 2009, 10:52:10 AM

*kapitalis --> seperti yg kita pelajari dlm buku2 ekonomi sekolahan, yaitu mengambil keuntungan yg sebesar2nya, dan mengeluarkan modal yg sekecil2nya. jd sebisa mgkn para kapitalis menggaji buruh seminim2nya, dan mempekerjakan dg wktu sepanjang2nya.

Em, bukan. Itu prinsip ekonomi. Ekonomi kapitalis adalah ekonomi yang ditentukan oleh pasar.

*sosialis-komunis ---> buruh hy berharap mendapatkan gaji atau upah sesuai dg yg dikerjakanya, sesuai dg kemampuanya. intinya lbh dihargai kapasitasnya sbg pekerja bukan budak atau robot.

Em, bukan. Sosialis tidak berarti komunis, meskipun keduanya termasuk paham "kiri". Ekonomi sosialis adalah ekonomi terkendali. Dimana negara mengatur sistem ekonomi untuk kemakmuran rakyatnya.

Tiap sistem ada pro dan kontranya.

Upah tenaga kerja contohnya.

Sistem kapitalis menuntut semua tenaga kerja untuk saling berkompetisi. meskipun ada bilang upah tenaga kerja di negara kapitalis sepeti budak atau robot, tetapi aneh kan kalau ada banyak orang berbondong bondong ke negara kapitalis untuk mencari kerja? Apa mereka mau digaji seperti budak/robot? Tidak. Mereka justru melirik negara kapitalis karena gajinya besar. Dengan catatan tenaga kerjanya harus berkualitas dan ini yang menjadi masalah. Jagan lupa kalau sistem ini masih dipengaruhi pasar. Majikan pasti ingin mendapatkan tenaga kerja berkualitas dengan harga murah.

Bagaimana dengan sistem sosialis? Saya tidak bisa bicara banyak tentang sistem sosialis karena hanya negara skandinavia yang bisa sukses menggunaka sistem ekonomi sosialis. Alasanya populasinya sedikit. Semakin besar populasi, semakin besar beban negara untuk mengurus rakyatnya. Karena itu negara sosialis berpenduduk banyak akan kalah makmur dengan negara sosialis dengan penduduk sedikit.

Untuk pasar, saya kira jelas. Pasar yang kapitalis akan memacu evolusi kebudayaan sebagai efek sampingnya. Dimana pasar yang terkendali cenderung stagnan.

Anyway. peralatan yang ada disekitar kita adalah produk kapitalis. Tolong jangan di bantah!. Yang masih memakai 486 boleh membantah.
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Oktober 31, 2009, 12:53:07 PM
Kutip
...Sosialis tidak berarti komunis, meskipun keduanya termasuk paham "kiri". Ekonomi sosialis adalah ekonomi terkendali. Dimana negara mengatur sistem ekonomi untuk kemakmuran rakyatnya.
agreed..

Kutip
...apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?
secara teoritis..
dalam tatanan masyarakat komunis, negara akan menghilang dengan sendirinya..
jadi kalo ada yang bilang negara komunis ya...
mana ada negara dalam tatanan masyarakat komunis?

Kutip
Anyway. peralatan yang ada disekitar kita adalah produk kapitalis. Tolong jangan di bantah!. Yang masih memakai 486 boleh membantah.
agreed..
dan produk kapitalis adalah hasil kerja buruh..
jadi peralatan disekitar kita adalah hasil kerja buruh..

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 31, 2009, 11:36:39 PM
Kutip
*kapitalis --> seperti yg kita pelajari dlm buku2 ekonomi sekolahan, yaitu mengambil keuntungan yg sebesar2nya, dan mengeluarkan modal yg sekecil2nya. jd sebisa mgkn para kapitalis menggaji buruh seminim2nya, dan mempekerjakan dg wktu sepanjang2nya.

Em, bukan. Itu prinsip ekonomi. Ekonomi kapitalis adalah ekonomi yang ditentukan oleh pasar.

Kutip dari: ghostdoors pada Oktober 29, 2009, 07:51:40
*sosialis-komunis ---> buruh hy berharap mendapatkan gaji atau upah sesuai dg yg dikerjakanya, sesuai dg kemampuanya. intinya lbh dihargai kapasitasnya sbg pekerja bukan budak atau robot.

Em, bukan. Sosialis tidak berarti komunis, meskipun keduanya termasuk paham "kiri". Ekonomi sosialis adalah ekonomi terkendali. Dimana negara mengatur sistem ekonomi untuk kemakmuran rakyatnya.

skali lagi, saya bilang secara singkatnya. intinya mah sama.
kalo dijabarkan mgkn kyk bgini:
dasar bkerjanya sistem ini (kapitalis) adl 'invisieble hand'/tangan2 yg tdk kelihatan yg dicetuskan oleh ahli ekonom Adam Smith (1759).bla...bla...bla...
paham ini sejalan dg pandangan ekonomi kaum klasik, dmn mrk menganut paham 'Laissez faire', yg menghendaki kebebasan melakukan kgiatan ekonom, dg sminim mgkn campur tngan pmrnth.
dasar pemikiranya kaum klasik:
1. hkum 'SAY', yg mngatakan bhwa stiap komoditi yg dproduksi, tntulah ada yg mmbtuhkanya. bla...bla...bla...
2. harga stiap kmoditi itu brsifat fleksibel. dg dmkian kseimbangan akn sll trjadi. kalau pun terjdi ktdk seimbngan pasar itu hy bersifat smentara, krn utk slanjutnya keadaan tsb akn kmbali dlm kndisi seimbang.bla...bla..bla...
(ingat itu hy pmikiran mereka)
secara umum karakteristik sistem ekonomi kapitalis adl sbb:
1. faktor2 produksi (tanah, modal, tenaga kerja, kewirausahaan) dimiliki dan dikuasai pihak swasta.
2. pengambilan keputusan ekonomi brsifat desentralisasi, diserahkan kepemilik faktor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yg berlaku.
2. rangsangan insentive atau umpan balik diberikan dlm bntuk utama materi sebagai sarana memotivasi para pelaku ekonom.

sistem perekonomian sosialis.
pencetusnya adl marx, yg diilhami dg penderitaan kaum buruh yg terjadi saat itu, sbg ulah kaum kapitalis. dlm sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dbwh kndali negara.
tahap2 pemikiranya sbb:
 tahap dmn prinsip ekonominya adalah ' stiap org memberi (kpd masyarakat) mnurut kemampuanya, dan stiap orang menerima sesuai dg karyanya. tahap ini brkmbang mnjadi ' stiapm org mmberi sesuai dg kmampuanya, dan stiap org mnerima mnurut kbutuhanya'. dg kata lain 'dstribusi mnrut kbutuhanya' (suroso, 1993).
karakteristik (pasar) sistem sosialis dg komunis hmpir sama hy satu yg membedakan, yaitu:
sosialis: pengambilan kputusan ekonomi brsifat desentralisasi dg dikoordinasi oleh pasar.
komunis: pengambilan kputusan ekonomi brsifat sentralisasi dg dikoordinasi secara terencana.
yg lain sama smua, yaitu:
- faktor2 produksi dmiliki dan dikuasai oleh pihak pmrntah atau negara.
- rangsangan dan insentive dberikan berupa material dan moral, sbagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
ingat kata yg bercetak tebal satu dg yg lain,dan baca kalimatnya baik2. itulah postingan saya yg diatas yg telah saya jabarkan. karena saya berbicara mslh buruh.

Kutip
meskipun ada bilang upah tenaga kerja di negara kapitalis sepeti budak atau robot, tetapi aneh kan kalau ada banyak orang berbondong bondong ke negara kapitalis untuk mencari kerja? Apa mereka mau digaji seperti budak/robot? Tidak. Mereka justru melirik negara kapitalis karena gajinya besar.
justru dinegara asalnya kapitalis tdk pernah menerapkan sistem kapitalis thdp buruh. buruh justru dihargai tinggi. baca postingan dr awal bung...

Kutip
Anyway. peralatan yang ada disekitar kita adalah produk kapitalis. Tolong jangan di bantah!.
saya membantahnya..!! saya rasa tdk semuanya. kan ada kebutuhan primer dan skunder. itupun produk tdk smua hasil dr kapitalis.
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 01, 2009, 01:30:13 AM
jadi intinya, tdk seratus persen komunis-sosialis itu benar.... dan tdk 100% kapitalis itu salah....!!
bagaimana dg sistem ekonomi campuran, syriah, dan sistem ekonomi pancasila (yg saya rasa mengadopsi sistem ekonomi campuran ini).........????
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 01, 2009, 09:51:01 AM
tatanan masyarakat rakyat rusia memang belum menjadi komunis sepenuhnya..
lantas kenapa?

habis kata2 mas?
bukan macem gini cara jawabnya,...bukan lantas kenapa...jelasin lah...anda kan USSR dan RRC sentris...monggo...



Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada November 01, 2009, 10:00:16 AM
Kutip
habis kata2 mas?
bukan macem gini cara jawabnya,...bukan lantas kenapa...jelasin lah...anda kan USSR dan RRC sentris...monggo...

lho? anda gimana tho..?
memang anda ingin penjelasan apa?
sebelumnya kan anda yang bilang :

Kutip
namun perlu anda "INGAT dan CATAT" bagaimana runtuhnya USSR, dan bagian pecahan terbesar nya adalah Russia, apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?, saya rasa tidak...

yang harus saya ingat dan catat itu apa?
emang bagaimana runtuhnya USSR menurut anda?
kenapa anda merasa rusia bukan negara komunis sepenuhnya?

rusia negara komunis sepenuhnya atawa bukan kan udah saya jawab...
Kutip
secara teoritis..
dalam tatanan masyarakat komunis, negara akan menghilang dengan sendirinya..
jadi kalo ada yang bilang negara komunis ya...
mana ada negara dalam tatanan masyarakat komunis?
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 01, 2009, 01:17:12 PM
anda kan pakar bung soviet, i expect more than that...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 01, 2009, 04:22:23 PM
Kutip
anda kan pakar bung soviet, i expect more than that...

jgn terlalu mendramatisirrrr.......
bukankah anda yg lebih tau semua ilmu ekonomi......(kan anak kuliahan)..he.
monggo bung Social P. dijabarkan.....
saya kurang banyak mengerti bung...........
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Dhantez pada November 01, 2009, 04:27:20 PM
@G.Door: M.Porter bukan ahli sosialis.. dy ahli strategi bisnis


Kutip
namun perlu anda "INGAT dan CATAT" bagaimana runtuhnya USSR, dan bagian pecahan terbesar nya adalah Russia, apakah Russia adalah negara komunis sepenuhnya?, saya rasa tidak...

yang harus saya ingat dan catat itu apa?
emang bagaimana runtuhnya USSR menurut anda?

Anda gemar mengartikan kalimat dalam paragraf secara terpisah2??
Jika dibaca satu paragraf keseluruhan, apa yg dirujuk soc.permutation cukup jelas.. baik peristiwa maupun konteksnya.

Kutip
Anyway. peralatan yang ada disekitar kita adalah produk kapitalis. Tolong jangan di bantah!.
saya membantahnya..!! saya rasa tdk semuanya. kan ada kebutuhan primer dan skunder. itupun produk tdk smua hasil dr kapitalis.

Bagaimana sih memilah suatu produk itu hasil dari kapitalis atau bukan?
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 01, 2009, 04:28:50 PM
Kutip
jgn terlalu mendramatisirrrr.......
bukankah anda yg lebih tau semua ilmu ekonomi......(kan anak kuliahan)..he.
monggo bung Social P. dijabarkan.....
saya kurang banyak mengerti bung...........

masa kurang banyak mengerti meng-counter terus? ayo, saya mau tau juga dari anda...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 01, 2009, 05:32:25 PM
kan sdh dijabarkan di atas..,baik dr saya maupun bung soviet, dan anda pun byk menyalahkan. kalo saya pribadi sih cuma tamatan SMP, jd msh minim ilmunya......(OOT)
makanya anda saya minta menjelaskan dan menjabarkanya, mgkn lbh gamblang dari kami...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 01, 2009, 05:52:19 PM
Kutip
Bagaimana sih memilah suatu produk itu hasil dari kapitalis atau bukan

saya cenderung memilih produk lokal dan tradisional. sebisa mgkn tdk membeli produk luar negeri atau milik org asing, atau prusahaan penindas buruh. mgkn penjelasanya seperti ini:
"produk yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk halusinasi, mimpi, artifisialitas, kemasan wujud komoditi, yang kemudian dikonstruksi secara sosial melalui komunikasi ekonomi (iklan, show, media dan sebagainya) sebagai kekuatan tanda (semiotic power) kapitalisme"
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 01, 2009, 05:54:13 PM
Kutip
kan sdh dijabarkan di atas..,baik dr saya maupun bung soviet, dan anda pun byk menyalahkan. kalo saya pribadi sih cuma tamatan SMP, jd msh minim ilmunya......(OOT)
makanya anda saya minta menjelaskan dan menjabarkanya, mgkn lbh gamblang dari kami...

maaf-maaf...tapi ini bukan fenomena aneh, dulu juga Karl Marx (Sosialis) dapet kritik habis2an dari Max Weber (Kapitalis), tapi nama kedua orang itu masi tetap harum di ranah nya masing-masing.

oke2...kita berupaya sharing pengetahuan bro, apa pun itu, apa pun bentuk nya...

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Dhantez pada November 01, 2009, 06:21:56 PM
...mgkn penjelasanya seperti ini:
"produk yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk halusinasi, mimpi, artifisialitas, kemasan wujud komoditi, yang kemudian dikonstruksi secara sosial melalui komunikasi ekonomi (iklan, show, media dan sebagainya) sebagai kekuatan tanda (semiotic power) kapitalisme"

Waduh.. ada konsep marketing disitu... ;D

Saya kira luar biasa klo Anda benar lulusan SMP dan bisa mengkontruksi kalimat itu.. Teruslah membaca dan perkaya referensi.. Internet ini sumber informasi yg luar biasa, tdk perlu jalur formal kok utk mencari ilmu.. semangat! :)

Advertising (salah satu kegiatan marketing) memang bisa dipandang sebagai "tangan panjang" kapitalisme.. Tapi jangan melulu dipandang negatif ya.. krn marketing adl konsep yg sangat luaaass... Bahkan pedagang sate pun *meskipun tanpa disadari* telah melakukan marketing dgn mengipaskan asap sate ke arah jalan..

Saat ini saya sdg berusaha utk membuat konsep marketing agar batik bisa memasyarakat lagi.. Bagaimana caranya? Salah satu tujuan utama Marketing adl membentuk "customer value" atau nilai yg dipersepsikan oleh konsumen saat mengkonsumsi suatu produk.. Misal gigi putih pada produk pasta gigi.. Ini mungkin yg Anda bahasakan sbg halusinasi, mimpi, dan artifisialitas.

Nah, tanpa marketing.. Value dari batik yg sudah ada adalah: kuno, formal, atau tua.. Biarpun batik pekalongan sdh melakukan revolusi desain..selama komunikasi marketingnya tdk ada.. Sampai kapanpun batik akan mati suri..

Nah, intinya.. saya setuju dgn Anda.. marketing memang dimanfaatkan oleh bbrp perusahaan kapitalis utk membentuk mimpi (saya ada topik menarik mengenai ini, nanti saya buat threadnya).. Tapi, pada dasarnya.. spirit dari marketing adl meningkatkan nilai dari suatu produk.. Dan tentu bisa digunakan utk menolong produk2 lokal negara ini :D
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 01, 2009, 07:30:20 PM
Kembali ke topik utama sodara-sodara, KAPITALISME vs SOSIALISME

Jujur saja saya sebenarnya sudah lama tidak membaca literatur-literatur sosialisme, tapi setidaknya saya bisa menjelaskan bahwa ketika kita berusaha membandingkan dua “benda” itu, maka kita akan berinteraksi dengan namanya kelembagaan yang sifatnya negara dan culture yang sifatnya masyarakat.

Dalam upaya merinci karakteristik penentu kapitalisme modern, menurut Weber (1992), yang di tulis ulang, Weber terlebih dulu memisahkan antara perusahaan kapitalistik dengan upaya-upaya mendapatkan kapital (modal). Hasrat untuk mendapatkan kekayaan sebenarnya sudah ada di hampir semua tempat dan hampir semua kurun waktu (Webber, 1992). Hasrat semacam ini tidak selalu punya koneksi dengan aksi kapitalistik. Aksi kapitalistik itu sendiri sering melibatkan orientasi reguler pada pencapaian keuntungan melalui pertukaran ekonomik (yang secara nominal berlangsung damai).

Kapitalisme, dalam bentuk operasi-operasi perdagangan misalnya, sudah ada dalam berbagai bentuk kemasyarakatan. Di Babylon dan Mesir kuno, di Cina, India, dan eropa pada abad pertengahan. Dan di barat (eropa) lah kapasitas kapitalisme diasosiasikan dengan organisasi rasional buruh yang secara formal merdeka. Yang dimaksud Weber dengan “organisasi rasional” para buruh ini adalah administrasi yang terukur dan rutin dalam perusahaan-perusahaan yang berfungsi secara continue (Giddens, 1992).

Perusahaan kapitalistis rasional merujuk pada dua hal, (1) tenaga kerja yang di disiplinkan dan (2) investasi kapital yang diregulasi. Kemudian hal itu sangat kontras dengan tipe-tipe aktivitas ekonomi tradisional. Signifikasi dari tenaga kerja yang disiplin bisa di ilustrasikan oleh pengalaman mereka-mereka yang telah membentuk organisasi-organisasi produktif modern dalam komunitas –komunitas yang sebelumnya belum pernah mengenalnya.

Di contohkan oleh Giddens (1992), para majikan yang ingin meningkatkan produktivitas, memberlakukan piece rates. Dengan aturan ini, para pekerja bisa mendapatkan peningkatan upah dan perusahaan bisa berharap hal ini bisa memberi intensif pasa seluruh pekerja hingga mampu bekerja lebih keras.

Namun, hasilnya mungkin saja para pekerja justru bekerja lebih lambat daripada biasanya. Itu mungkin saja karena mereka tidak terlalu tertarik memaksimalkan penghasilan. Mereka mungkin hanya tertarik pada mendapatkan penghasilan sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan tradisional mereka yang telah jelas.

Fenomena serupa juga sudah ada di kalangan orang-orang kaya dalam berbagai bentuk masyarakat. Mereka yang mendapatkan keuntungan dari perusahaan kapitalis hanya mencari uang untuk digunakan pada hal-hal biasa dan umum (Weber, 1992).

Reproduksi kapital reguler, yang melibatkan investasi dan reinvestasi berkelanjutan untuk tujuan efisiensi ekonomi, terasa sangat asing bagi tipe-tipe perusahaan tradisional seperti diatas. Perusahaan tradisional diasosiasikan dengan hal yang spesifik (akumulasi kekayaan secara continue untuk kekayaan sendiri, bukannya untuk ganjaran material yang diberikan oleh kekayaan.

Penjelasan-penjelasan di atas, sedikit banyak menggambarkan saya orang kapitalis? Jelas bukan, tapi lebih sebagai manusia yang ingin tahu atas persoalan dan isu-isu yang ada, terlebih pada sejarah-sejarah nya....
Dengan tulisan singkat ini saya ingin menyampaikan, apabila memperbandingkan, itu sekiranya adalah hal yang patut disukuri, bagaimana dengan prakteknya di indonesia?...

Temen-temen yang punya kajian dari sudut pandang sosialisme seperti soviet regarda dan ghostdoors akan memperkaya kajian pembanding ini...
Good Days...

Bibliography

Giddens, Anthony. 1992. Introduction. The Protestant Ethics & Spirit of Capitalism. Routledge. London and New York.

Weber, Max. 1992. The Protestant Ethics & Spirit of Capitalism. Routledge. London and New York.

Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada November 02, 2009, 02:38:08 AM
saya cenderung memilih produk lokal dan tradisional. sebisa mgkn tdk membeli produk luar negeri atau milik org asing, atau prusahaan penindas buruh. mgkn penjelasanya seperti ini:
"produk yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk halusinasi, mimpi, artifisialitas, kemasan wujud komoditi, yang kemudian dikonstruksi secara sosial melalui komunikasi ekonomi (iklan, show, media dan sebagainya) sebagai kekuatan tanda (semiotic power) kapitalisme"

kita semua tahu bahwa itu adalah "hal yang indah", tetapi jika kita berfikir globalisasi dan menganggap kita ialah bagian dari dunia, tidak mengisolir diri, kita harus sedikit mentoleransi kebijakan import
bisa dikatakan bahwa "membatasi import" sama dengan "membatasi eksport"
(http://en.wikipedia.org/wiki/Lerner_symmetry_theorem)
kenapa? dalam banyak hal, eksport digunakan untuk membayar import
ketika orang Inggris menjual televisi ke China/Taiwan, orang Inggris akan dibayar dengan mata uang renminbi
padahal semua biaya produksi dan upah buruh dibayar menggunakan pound sterling
cara satu-satunya ialah menggunakan kembali renminbi ini untuk membeli barang dari China/Taiwan

tetapi tidak berarti bahwa kita mengijinkan import tanpa batas, semua harus seimbang/simetri


untuk masalah kita tidak mau membeli produk dari perusahaan "penindas" buruh, ini menjadi suatu dilema
di satu sisi anda ingin menunjukan rasa simpati dengan menolak membeli barang dari perusahaan --yang Anda sebut-- 'penindas' buruh, kata lain untuk ini ialah sweatshop
tetapi di sisi yang lain, secara perlahan Anda "membunuh" para buruh yang bekerja di sweatshop, karena perusahaan mereka tidak lagi menerima order produksi



itu jika menggunakan teori kapitalis (atau mungkin lebih bermakna jika menggunakan kata "mekanisme pasar"),
sejauh yang saya pahami, sosialis-komunis akan mengeluarkan kebijakan "upah buruh merata" untuk kasus kedua, begitu?
tetapi untuk kasus pertama, saya tidak tahu, ada yang ingin mengaplikasikan teori sosialis-komunis untuk kasus pertama?


untuk kasus kedua, penyerahan upah buruh pada mekanisme pasar, bisa mengakibatkan terjadinya perusahaan sweatshop
tetapi solusi 'pemaksa rataan' upah bisa berakibat pasar menjadi tidak 'efisien'
seperti telah saya sebutkan, solusi jangka pendeknya bisa berupa penambahan investasi untuk mendongkrak nilai upah buruh
(yakni menaikan the power of scarcity (kuasa kelangkaan) yang akan mendongkrak marginal price)
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 03, 2009, 10:17:09 PM
Kutip
Nah, intinya.. saya setuju dgn Anda.. marketing memang dimanfaatkan oleh bbrp perusahaan kapitalis utk membentuk mimpi (saya ada topik menarik mengenai ini, nanti saya buat threadnya).. Tapi, pada dasarnya.. spirit dari marketing adl meningkatkan nilai dari suatu produk.. Dan tentu bisa digunakan utk menolong produk2 lokal negara ini ketawa

tanpa harus dg kebohongan kan...??!!
ini namanya penipuan publik..,dg menawarkan janji2 instant..!!
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 03, 2009, 10:31:59 PM
Kutip
sejauh yang saya pahami, sosialis-komunis akan mengeluarkan kebijakan "upah buruh merata" untuk kasus kedua, begitu?
dan juga seperti yg saya katakan konsep sosialis-komunis tdk seperti yg anda katakan. baca postibgan lagi,saya males nulis...

baik, ini adalah salah satu kelemahan sistem kapitalis yg saya copas dr media lain:
"Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia. Kapitalis berasal dari kata  capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.

Pemegang saham sebagai pemegang kekuasaan tertinggi disebuah perusahaan akan melimpahkan kekuasaan tersebut kepada top manajemen yang diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak jarang dalam suatu perusahaan pemegang saham terbesar atau mayoritas dapat merangkap sebagai top manajemen.

Hal ini secara tidak lansung akan meyebabkan top manajemen bekerja untuk kepentingan pemegang saham dan bukan untuk kepentingan karyawan atau buruh yang juga merupakan bagian dari perusahaan, karena mereka diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham melalui RUPS. Situasi ini akan mendorong top manajemen menjadikan karyawan atau buruh sebagai ’sapi perahan’ dalam mencapai tujuannya, yang mana ini merupakan inti dari ilmu manajemen.

Kelemahan Sebagai Sistem Dalam Perusahaan Modern

Apa kepentingan pemegang saham? Jawabanya tentu saja keuntungan yang terus meningkat yang akan diikuti oleh meningkatnya harga saham dan dividen. Didalam sistem yang berlaku sekarang peningkatan keuntungan perusahaan hanya dapat dinikmati oleh para pemegang saham dan tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan atau buruh. Banyak perusahaan yang memperoleh keuntungan dan terus meningkat setiap bulan, triwulan, semester dan tahunan. Apakah peningkatan keuntungan ini akan diikuti oleh peningkatan atau kenaikan gaji karyawan atau buruh? Tentu saja jawabanya tidak. Apalagi di Indonesia, dimana kebanyakan karyawan dan buruh bukan merupakan pegawai tetap dan hanya dikontrak enam bulan atau setahun. Apakah mereka akan merasakan manfaat dari peningkatan keuntungan perusahaan? Sekali lagi tentu saja tidak.

Sistem kapitalis jika diibaratkan seperti tubuh manusia, dimana rasa sakit yang diderita oleh satu jari tangan maka akan meyebabkan rasa sakit secara lahir dan batin diseluruh tubu. Bandingkan jika jari tersebut disematkan cincing berlian, apakah bagian tubuh yang lain akan merasakan efeknya secara langsung? Apakah mata yang setiap saat menjaga jari agar tidak luka, terbakar dan sebagainya akan merasakan efeknya? Apakah hidung yang setiap saat memelihara jari melalui indra penciuman akan merasakan efeknya? Apakah mulut yang merupakan alat untuk memasukan sumber energi bagi jari akan merasakan efeknya? Demikian juga dengan bagian tubuh lainnya.

Sistem kapitalis merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi secara global. Dimana kejadian krisis disuatu perusahaan atau negara lainnya yang mempunyai keterkaitan secara lansung maupun tidak lansung dengan perusahaan atau negara kita, mau tidak mau sebagai bagian dari sistem kapitalis akan merasakan efek domino yang sangat berarti. Disatu sisi keuntungan yang mereka peroleh tidak akan memberikan dampak yang berarti, dengan kata lain efek kerugian yang diterima suatu masyarakat dengan sistem kapitalis tidak sebanding dengan efek keuntungan yang akan diterima.

Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana tidak adilnya sistem kapitalis memperlakukan pemegang saham dan karyawan atau buruh yang merupakan bagian dari suatu perusahaan. Keuntungan hanya dirasakan oleh pemegang saham, sedangkan kerugian akan dirasakan oleh semua bagian dari perusahaan, tidak terkecuali karyawan atau buruh."
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 07, 2009, 06:22:55 PM
Kutip
"Sistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia. Kapitalis berasal dari kata  capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.

ada benar nya yang anda bicara kan, cuma terminologinya "kurang" benar, bukan dari capital dalam artian modal...tapi pada definisi kapitalisme itu sendiri...
saya itu mau nanya, sebenarnya kan Indonesia ini selalu berubah tanpa pandang bulu, dari soekarno ke soeharto aja itu udah timpang...jauh banget...indonesia ideal menurut anda gimana? saya mau tau perspektif militer dan politiknya dong...thanx!...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: ghostdoors pada November 09, 2009, 06:16:21 AM
kalo ada waktu, nanti saya buat treath nya....
maaf akhir2 ini sy ga punya byk waktu..
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada November 09, 2009, 01:47:04 PM
Kutip
saya itu mau nanya, sebenarnya kan Indonesia ini selalu berubah tanpa pandang bulu, dari soekarno ke soeharto aja itu udah timpang...jauh banget...indonesia ideal menurut anda gimana? saya mau tau perspektif militer dan politiknya dong...thanx!...
tak coba jwb ya.. :)
menurut saya?mm...
idealnya indonesia menerapkan konsepsi hasil galian dari pikiran orang indonesia sendiri..
sementara ini, dari sekian banyak orang yang saya anggap brilian dalam pemikiran politik kebangsaan dan kenegaraan Indonesia salah satunya adalah soekarno..
soekarno dengan pemikiranya menurut saya cukup orisinil dan kreatif..
juga punya semangat perlawanan yang tinggi..
misal ide tentang demokrasi terpimpin, nasakom, marhaenisme, manipol usdek, dsb..
dalam persperktif militer dan politik, menurut saya justru dalam suasana demokrasi terpimpinlah indonesia mengalami kejayaannya..
hal itu dapat dibuktikan dengan kekuatan militer indonesia yang terkuat se asia tenggara,
soal kehidupan politik juga, dengan adanya nasakom menurut saya malah bagus..
jadi lebih demokratis..he
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Social Permutation pada November 09, 2009, 09:55:31 PM
Kutip
soekarno dengan pemikiranya menurut saya cukup orisinil dan kreatif..
juga punya semangat perlawanan yang tinggi..

setuju bung...!! susah cari orang macam tu lagi...pemimpin yang dilahirkan dan "mencetak" dirinya sendiri...
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: daivadeva pada Desember 28, 2010, 01:44:08 PM
nanya, contoh perusahaan yg di indonesia yg sosialis dan kapitalis itu apa aja?
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: soviet regarda pada Desember 28, 2010, 04:03:23 PM
yg sosialistis misalnya koperasi..kapitalistis misalnya kokakola.ha
Judul: Re: Sistem Ekonomi Sosialis vs Kapitalis
Ditulis oleh: Im pada Januari 06, 2011, 09:47:31 AM
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.