Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 09, 2022, 05:18:00 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,760
  • Latest: Hormide
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 88
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 40
Total: 40

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Bagaimana mengatatasi krisis ekonomi di Indonesia ?

Dimulai oleh The Houw Liong, Mei 18, 2012, 07:20:14 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

The Houw Liong

Sekarang di Indonesia sudah mengalami krisis BBM yang akan diikuti dengan krisis ekonomi dan finansial.

Pemikiran dan tindakan apakah yang diperlukan untuk mengatasinya ?
HouwLiong

Fariz Abdullah

Menurut saya, tidak ada tanda-tanda Indonesia akan mengalami krisis..Krisis hanya dialami para komentator dan politisi..

Indonesia sedang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang disegani di dunia..
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

The Houw Liong

#2
Indonesia mempunyai potensi untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia, namun kenyataannya sebagian besar sumber alam Indonesia diambil oleh perusahaan luar negeri, dan Indonesia hanya mendapat sebagian kecil saja. Hal ini berarti pemerintah tidak mampu menjalankan mandatnya yang tertulis dalam UUD45 bahwa kekayaan alam di tanah air Indonesia dikuasai/dikelola oleh pemerintah untuk kesejahtraan rakyat.

Cara mengatasi krisis energi dan sumber alam dapat dibaca pada:

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

Farabi

MEngatasi krisis ekonomi hanya bisa dilakukan dengan, menghapus riba, karena bunga hutang jika hutang sampai macet akan menjadi terlalu besar untuk dibayar, kemudian kemandirian dalam hal pangan, karena jika kita mandiri dalam hal pangan kita sudah tidak membutuhkan apa apa lagi dari negara lain, dan terakhir IPTEK yang mapan, sehingga manufaktur kita bisa mencukupi apa apa yang kita butuhkan. Saya rasa cuma itu saja. Krisis ekonomi terjadi karena biaya pemerintah pertahun lebih besar daripada pemasukan pertahun, dimana pemasukan didapat dari perdagangan eksport. Sehingga, saat ekspor mandek, maka APBN yang ada harus dikurangi. Mending kalau masyarakat tidak protes saat APBN dikurangi, kalau protes? Itu artinya harus membuat surat hutang dan dari bunganya, menambah beban biaya pertahun.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

ytridyrevsielixetuls

pertama-tama harus ada keseimbangan antara sektor makro dan mikro. baik pihak dengan modal dan aset besar dan kecil harus menjalankan mental ekonomi yg efisien, kreatif, dan cerdas. kemudian sikap itu harus direalisasikan juga pada sektor keuangan dan riil. seimbang dalam arti semua golongan/aspek harus memiliki sikap itu sesuai dengan kapabilitas-nya masing2.
sebab bicara soal ekonomi, ada banyak hal yg bisa memberikan pengaruh.
dari mulai spekulasi saham hingga jualan gorengan di pinggir jalan.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Farabi

Pada intinya, kita bekerja untuk mencukupi ekonomi kita. Dan salah satu dari ekonomi yang harus dicukupi adalah bahan pangan. Selama kita bisa memproduksi barang sendiri, termasuk dengan bahan bakunya, maka kita akan aman dan bebas dari krisis ekonomi. Rasanya hal tersebut sangat sederhana. Sialnya, semua bahan baku kita habis karena dijual murah ke negara lain tanpa bisa mengolahnya, padahal harusnya dengan itu semua, kita semua bisa bebas dari krisis ekonomi.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

nʇǝʌ∀

penggambaran krisis ekonomi juga bisa beragam mengingat ekonomi memiliki berbagai ruang lingkup.
orang bisa berkata bahwa level ekonomi suatu negara meningkat setelah saham-saham perusahan besar naik tetapi dampaknya tidak/hampir tidak dirasakan pelaku ekonomi sektor riil. begitujuga sebaliknya apabila perusahaan2 itu jatuh.
sebaliknya, seringkali kemajuan maupun kejatuhan pelaku ekonomi sektor riil tidak/hampir tidak memperngaruhi kondisi ekonomi sektor keuangan.

tapi baik itu sektor makro dan mikro, sektor keuangan dan riil saling terkait dan tetap mempengaruhi satu sama lain, sekecil apapun. tetapi tentu saja untuk mecegah dan mengatasi krisis ekonomi, tidak mungkin suatu metode yang sama mesti dipakai semua pelaku ekonomi.

secara umum, semua pelaku ekonomi harus bekerja keras dan cerdas
tapi untuk penjelasan detail-nya kan beda-beda tergantung bidang dan karakter pelaku ekonomi tsb.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Dhantez

Aku baca artikel di atas:

"..Energi nuklir diperkirakan dapat menggantikan kebutuhan energi masa depan, namun teknologinya hanya dikuasai oleh negara maaju saja, kebijakan negara maju membatasi perkembangan PLTN di negara berkembang."

Bagian itu menarik. Aku pernah liat drama Korea berjudul 'Athena'. Di mana ceritanya berkisar pada persaingan antar negara untuk menguasai teknologi nuklir. Dan sepertinya persaingan perebutan sumber energi itu memang nyata adanya - dimana antar negara rela berperang, baik scr tersembunyi melalui intelijen, atau perang terbuka spt Invasi Irak, dg dalih pemberantasan terorisme.

This is a cruel world we live in. :)
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

mhyworld

IMO, Kesejahteraan ekonomi dapat dilihat dari besarnya konsumsi barang dan jasa. semakin tinggi nilai konsumsinya bisa dibilang tingkat kesejahteraannya semakin tinggi.
Sedangkan ketahanan ekonomi dapat diukur dari rasio antara produksi dan konsumsi barang dan jasa. Semakin tinggi rasionya maka ketahanan ekonominya semakin bagus.
Jika konsumsi tinggi namun rasionya rendah, kesejahteraannya tinggi namun hanya sesaat. Contohnya menggunakan hutang untuk foya-foya.
once we have eternity, everything else can wait

The Houw Liong

HouwLiong

Fariz Abdullah

Jika Indonesia dikatakan belum menjadi negara kaya, iya. Jika dikatakan Indonesia masih banyak orang miskin, yes, karena masih 16% di bawah garis kemiskinan. Jika pemerataan masih kurang, benar. Jika pengelolaan kekayaan alam masih dikuasai asing, betul.

Tapi Indonesia sedang dalam krisis? NO. Parameter apa yang dipakai? Statistik menunjukkan sebaliknya. Statistik tidak sesuai keadaan real? Mal-mal dan pasar penuh sesak. Semua orang bawa HP. Komputer dan laptop sudah bukan barang mewah. Sepeda motor laris seperti kacang goreng. Penjualan mobil memecahkan record. Properti tumbuh pesat. Koran-koran penuh dengan lowongan kerja..

Tapi kan pengemis dan gelandangan banyak? Di Amerika sebagai kekuatan ekonomi nomor satu pun banyak..

Kritik tetap harus dilakukan agar terus ada perbaikan. Tetapi komentator politikus yang hanya nyinyir dan tendensius tidak membawa optimisme bagi bangsa ini..
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]


__________

#12
kita bisa menaksir apakah negara terancam krisis atau tidak berdasarkan indikator ini

kebutuhan < panen = bagus
kebutuhan > panen = tidak bagus

income per kapita > populasi = bagus
income per kapita < populasi = tidak bagus

*maksudnya siapa yang mengalami peningkatan lebih cepat/lambat

income per kapita > inflasi = bagus
income per kapita < inflasi = tidak bagus

*maksudnya siapa yang mengalami peningkatan lebih cepat/lambat

ancaman krisis dadakan tetap bisa terjadi karena pasar modal indonesia dikuasai modal asing.
nah kalau asing profit taking atau tarik modal besar-besaran selamanya?
awalnya pengusaha saja yang mengalami duluan kemudian akhirnya kena juga ke rakyat. karena kalau banyak perusahaan yg gulung tikar dan mem-PHK pegawainya.
jangan lupa, tanpa modal asing, negara ini akan makin kesulitan membangun ekonomi. akan lebih sedikit lowongan pekerjaan.

Monox D. I-Fly

Kutip dari: Fariz Abdullah pada Mei 18, 2012, 08:40:25 AM
Menurut saya, tidak ada tanda-tanda Indonesia akan mengalami krisis..Krisis hanya dialami para komentator dan politisi..

Haha, iya... Betul juga... Sebetulnya krisis itu sesuatu yang subjektif...
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.