Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

September 26, 2022, 11:58:06 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 38
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 12
Total: 12

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

uang

Dimulai oleh 12, Februari 27, 2012, 09:18:24 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Farabi

Wajar nilai tukar rupiah hancur, karena tidak ada untungnya menyimpan uang rupiah. Bayangkan saja, di tahun 1990an ada orang yang menyimpan uang di brankas sampai miliaran, setelah itu ternyata uangnya ditolak oleh BI karena uang tersebut adalah edisi lama, jelas sekali memiliki rupiah sangat berisiko, selain nilai tukar valas yang cepat hancur, juga sewaktu waktu bisa jadi tidak sah.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

topazo

Ini karena hampir semua uang di dunia adalah uang fiat... Yang namanya uang fiat, tidak ada untungnya disimpan, karena tidak punya backup ke sebuah komoditas sebagai acuan...

Lagipula, kalau mau menyimpan/menginvestasikan sesutau... Carilah yang berbentuk komoditas, yang gampang dijual kembali, dan yang kadaluarsanya lama... Kalau bisa malahan yang gak punya kadaluarsa...
contoh, investasi dalam bentuk emas, perak, tanah, kayu industri, bahkan action figure ataupun video game original bisa jadi lahan investasi yang lumayan kalau kita jago ngolahnya...

Uang kan memang tidak diperuntukkan sebagai alat investasi, tapi hanya sebagai alat tukar saja... Analoginya sama seperti voucher belanja di sebuah pasar malam... Alangkah anehnya seseorang mau menyimpan voucher untuk investasi hehehe...

BSJS...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Farabi

Kutip dari: topazo pada Maret 19, 2013, 08:39:42 PM
Ini karena hampir semua uang di dunia adalah uang fiat... Yang namanya uang fiat, tidak ada untungnya disimpan, karena tidak punya backup ke sebuah komoditas sebagai acuan...

Lagipula, kalau mau menyimpan/menginvestasikan sesutau... Carilah yang berbentuk komoditas, yang gampang dijual kembali, dan yang kadaluarsanya lama... Kalau bisa malahan yang gak punya kadaluarsa...
contoh, investasi dalam bentuk emas, perak, tanah, kayu industri, bahkan action figure ataupun video game original bisa jadi lahan investasi yang lumayan kalau kita jago ngolahnya...

Uang kan memang tidak diperuntukkan sebagai alat investasi, tapi hanya sebagai alat tukar saja... Analoginya sama seperti voucher belanja di sebuah pasar malam... Alangkah anehnya seseorang mau menyimpan voucher untuk investasi hehehe...

BSJS...

Untuk ahli ekonomi hal tersebut memang menjadi pengetahuan dasar, tapi untuk orang awam, mereka tidak mengetahui hal tersebut.
Nilai rupiah menjadi tidak berharga memang karena orang orang yang berada di balik rupiah yang tidak profesional
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

topazo

Wah, jangan terlalu cepat bilang bahwa orang2 di balik Rupiah tidak profesional Boss Farabi, Bu Sri Mulyani salah satu orang di belakang Rupiah saja bisa sampai jadi direktur Bank Dunia, itu kan puncak keprofesionalan di dunia ekonomi...

Mungkin lebih tepatnya, apakah keprofesionalan tersebut digunakan untuk hal yang semestinya, kesejahteraan Indonesia, atau ada kepentingan politis sehingga berujung ke keputusan2 yang kurang sangkil dan mangkus... Itulah yang perlu ditanyakan...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Farabi

Baiklah terimakasih atas koreksinya. Sebagai orang awam yang saya lihat adalah hasilnya bukan tinggi jabatannya. Dengan segala kekurangan diatas yang saya sebut, tetaplah aneh kalau mereka berilmu tapi tidak kunjung membaik.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

topazo

Hasilnya ada kok... Orang kaya di Indonesia bertambah... Kesejahteraan mereka meningkat... Yang kaya tambah kaya... hehehe...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Monox D. I-Fly

Kutip dari: topazo pada Maret 19, 2013, 08:39:42 PM
Lagipula, kalau mau menyimpan/menginvestasikan sesutau... Carilah yang berbentuk komoditas, yang gampang dijual kembali, dan yang kadaluarsanya lama... Kalau bisa malahan yang gak punya kadaluarsa...
contoh, investasi dalam bentuk emas, perak, tanah, kayu industri, bahkan action figure ataupun video game original bisa jadi lahan investasi yang lumayan kalau kita jago ngolahnya...

Lha kalau kita nggak jago ngolahnya, malah rugi dong??? Naskah bisa digolongkan ke dalam investasi nggak sih???
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.